LAPORAN AKHIR
P E N E L I T I A N D O S E N U T A M A
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK BATUAN PENUTUP PADA ZONA MINERALISASI ENDAPAN Au-Ag TERHADAP
POTENSI PEMBENTUKAN AIR ASAM TAMBANG DI WILAYAH CIBALIUNG DAN SEKITARNYA, KABUPATEN PANDEGLANG, PROVINSI BANTEN
TIM PENGUSUL
Dr. Dudi Nasrudin Usman, S.T., M.T. 0428067501 Sri Widayati, S.T., M.T. 0404077001 Sriyanti, S.T., M.T. 0405097203
Achmatul Irzam 10070115020
Fachrul Rozy Elba Ansofa 10070115032
L
EMBAGA PENELITIAN DANP
ENGABDIAN PADAM
ASYARAKATU N I V E R S I T A S I S L A M B A N D U N G
SEPTEMBER, 2019
l. Judul Penelitian
2.KefinPeneliti NamaLengkap NIP
/NIK
NIDN
Jabatan fungsional FakultaVJurusan Nomor IIP E-mail
a.
b.
c.
d.
e.
f.
o
LEMBAR PENGESAIIAN PENELITIAN DOSEN
UTAMA
: IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK BATUAN PENUTUP
PADA ZONA
MINERALISASI ENDAPAN Au-Ag TERHADAP POTENSI PEMBENTUKANAIR
ASAMTAMBANG DI WILAYAH CIBALIUNG
DANSEKITARNYA, KABUPATEN
PANDEGLANG, PROVINSI BANTEN.: Dr. fr. Dudi Nasrudin Usman, M.T.
: D. 01. 0.349
: 0428067501
:Lektor
: Teknik / Teknik Pertanrbangan :081317566744
AnggotaPeneliti
No Nama Lengkap I\IDN/ NPM Fakultas/ Program Studi I Ir. Sri Widavati. M.T. 0404077001 Teknik / Pertambanean 2 Ir. Srivanti. M.T. 0405097203 Teknik / Pertambansan J Achmatul kzant 100701 14075 Mahasiswa
4 Fachrul Rozy Elba Ansofa
t0070tt4tt2
Mahasiswa Biaya yang diusulkan : Rp 30.ffi0.fiX)Bandung September 2019
NIK. D.01.0.349
Mengetahui,
95903301986012002
RINGKASAN
Proses kegiatan pertambangan sebagai salah satu kegiatan industri yang menyebabkan terjadinya proses pembongkaran, penggalian, dan pemindahan tanah penutup. Pembentukan air asam tambang sendiri dapat terbentuk baik pada tambang terbuka maupun pada tambang bawah tanah sejak tahap konstruksi sampai pada tahap pasca tambang.
Salah satu dampak adanya zona mineralisasi yang kemudian ada proses penambangan yaitu potensi pembentukan air asam tambang khususnya di wilayah mineralisasi emas Cibaliung dan sekitarnya, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pembentukan air asam tambang pada batuan penutup di zona mineralisasi emas. Metodologi yang digunakan yaitu pemetaan sebaran batuan penutup baik permukaan maupun bawah permukaan dengan menggunakan data bor, pemetaan geologi permukaan, dan pemetaan sebaran zona mineralisasi emas. Kemampuan dalam memperkirakan pembentukan AAT dapat dipakai untuk merencanakan desain tambang dan menerapkan suatu sistem kontrol yang tepat guna mencegah ataupun menghambat pembentukannya.
Pembentukan air asam cenderung lebih intensif terjadi pada daerah penambangan.
Hal ini dapat dicegah dengan menghindari terpaparnya bahan mengandung sulfida pada udara bebas. Mineral sulfida pembentuk asam yaitu antara lain pirit (FeS2), markasit (FeS2), pikolit (FexSx), kalkosit (CuS), kovelit (CuS), kalkopirit (CuFeS2), molibdenit (MoS), mulenit (NiS), galena (PbS) dan sfalerit (ZnS). Dari semua mineral tersebut, pirit merupakan sulfida paling dominan dalam pembentukan asam. Pembentukan air asam potensial juga terjadi pada tailing yang merupakan ampas/sisa pengolahan bahan mengandung mineral sulfida. Pembentukan air asam tambang tidak selalu berkembang pada setiap penambangan bijih sulfida. Pada tipe tertentu dari endapan bijih dijumpai bahan penetral yang mencegah pembentukan air asam tambang.
Kata Kunci : Air Asam Tambang, Cibaliung, Mineralisasi Emas, dan Batuan Penutup.