1 LAPORAN AKHIR
PENELITIAN DOSEN PEMULA
STOCK SELECTION SKILLS, MARKET TIMING ABILITY, UMUR REKSADANA TERHADAP KINERJA REKSADANA SAHAM
OLEH:
FAIZAL RIDWAN ZAMZANY, SE, MM (0330088201) AHMAD FIHRI, S.THI, MA (0324048305)
DRS. AKHMAD H. ABUBAKAR, MM (0301115902) Nomor Surat Kontrak Penelitian: 299/F.03.07/2018
Nilai Kontrak : Rp. 7.000.000,-
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF DR HAMKA TAHUN 2018
2
3
4
5
6 ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara Stock Selection Skill, Market Timing Ability, Umur Reksadana dengan Kinerja Reksadana Saham. Variabel yang diteliti adalah ”Stock Selection Skill, Market Timing Ability, Umur Reksadana” sebagai objek pengamatan. Data Sekunder dikumpulkan di Bursa Efek Indonesia dan dilengkapi dengan sumber data pustaka lainnya. Penelitian ini dilakukan pada reksadana saham yang aktif, terdaftar, dan dipublikasikan secara umum di Otoritas Jasa Keuangan selama periode 2013-2017.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Stock Selection Skill (X1) berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saham (Y). Variabel Market Timing Ability (X2) berpengaruh negatif signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saham (Y). Sedangkan, variabel Umur Reksadana (X3) berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saham (Y).
Hasil uji simultan menunjukkan bawa seluruh variabel independen yaitu Stock Selection Skill, Market Timing Ability Dan Umur Reksadana memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saham dan Besarnya nilai Adjusted R Square (R2) yaitu sebesar 0,284, artinya variabel independen yaitu Stock Selection Skill, Market Timing Ability dan Umur Reksadana mampu menjelaskan variasi variabel dependen yaitu Kinerja Reksadana Saham sebesar 28,4%, sedangkan sisanya sebesar 71,6%
dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan atau tidak dijelaskan dalam penelitian ini diantaranya Expense ratio dan Ukuran Reksdana.
Kata Kunci : Stock Selection Skill, Market Timing Ability, Umur Reksadana, Kinerja Reksadana Saham.
7 DAFTAR ISI
Hal
Halaman Pengesahan i
Abstrak ii
Daftar Isi iii
Bab I Pendahuluan
1. 1 Latar Belakang 1
1. 2 Perumusan Masalah 3
1. 3 Tujuan Penelitian 3
1. 4 Kegunaan Penelitian 3
Bab II. Kajian Pustaka
2. 1 State of The Art 4
2. 2 Stock Selection Skill 5
2. 3 Market Timing Ability 2. 4 Umur Reksadana 2. 5 Kinerja Reksadana
5 6 7 Bab III. Metodologi Penelitian
3. 1 Metode Penelitian 10
3. 2 Model Analisis dan Hipotesis 10
3. 3 Tempat dan Waktu Penelitian 10
3. 4 Teknik Pengumpulan Data 10
3. 5 Teknik Pengolahan dan Analisis Data 10
Bab IV. Hasil Penelitian
4.1 Gambaran Umum 13
4.2 Model Regresi Liner Berganda 4.3 Hasil Penelitian
14 BAB V Penutup
5. 1 Kesimpulan 5. 2 Saran
18 19
BAB VI. Luaran Yang Dicapai 20
Daftar Pustaka 21
8 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Saat ini, investasi menjadi salah satu hal yang paling di minati oleh masyarakat khususnya para investor. Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, hal ini dapat mempermudah masyarakat untuk mulai menginvestasikan harta nya di berbagai instrumen pasar modal seperti saham, reksadana, obligasi, deposito berjangka, dan sebagainya. Hal ini tidak terlepas dari berbagai macam kendala seperti adanya keterbatasan pengetahuan akan teknologi informasi yang membuat masyarakat kurang menyadari akan pentingnya berinvestasi.
Investasi merupakan jalan bagi para pemilik modal dalam rangka meningkatkan kekayaannya. Setiap investor selalu menginginkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan tingkat risiko seminim mungkin dari investasi yang dilakukannya. namun, terkadang apa yang di inginkan para investor tidak berjalan seperti apa yang diharapkan.
Setiap keuntungan akan selalu di ikuti dengan risiko semakin tinggi keuntungan yang didapatkan maka akan semakin tinggi pula tingkat risiko yang harus dihadapi investor.
Oleh karena itu, setiap investor yang ingin melakukan investasi harus memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan risiko dan return.
Sebagai solusi dari keterbatasan tersebut, berbagai macam alternatif telah tersedia guna menunjang untuk melakukan investasi yang dikenal dengan nama Reksadana.
Menurut Ryan Filbert (2013) Reksadana merupakan investasi alternatif dengan tingkat risiko yang terukur dengan modal yang cukup terjangkau bagi masyarakat. investor tidak perlu meluangkan banyak waktu untuk memantau keadaan reksadana di pasar. hal ini dikarenakan adanya Manajer Investasi yang telah mengelola reksadana dengan keahlian serta kemampuan yang dimiliki.
Dalam Undang-Undang No.8 Tahun 1995, Pasal 1 Ayat 27 tentang pasar modal, definisi reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Pemodal yang menempatkan dananya pada reksadana akan mendapatkan return investasi berupa deviden, bunga, atau capital gain sesuai dengan jenis reksadana yang mereka pilih.
9 Reksadana merupakan investasi yang bersifat fleksibel, karena investasi ini dapat ditempatkan pada berbagai instrument efek, baik di pasar uang maupun pasar modal sesuai dengan tujuan dan kebutuhan investor dalam berinvestasi. Jadi semakin bervariasi bentuk suatu investasi semakin kecil risiko yang dihadapi.
Setiap dana yang dihimpun dari para investor akan dikelola oleh para Manajer Investasi ke dalam suatu reksadana. kinerja dari masing-masing Manajer Investasi pun berbeda. hal ini dikarenakan Manajer Investasi memiliki cara serta strategi yang berbeda dala mengelola reksadana sehingga NAB dan return yang dihasilkan setiap tahunnya pun akan berbeda. investor juga harus lebih selektif lagi dalam memilih reksadana.
selekssi dapat dilakukan dengan cara melihat kinerja reksadana, dimana reksadana yang memiliki kinerja yang baik akan memiliki performance yang baik dari indeks pasar (Ryan Filbert, 2013)
Terdapat beberapa variabel yang menjadi pertimbangan para investor untuk berinvestasi. Pertama, Menurut Syahid (2015: 23) Stock Selection skill, merupakan kemampuan manajer investasi dalam memilih saham yang tepat yang akan dimasukkan atau dikeluarkan dari portofolio reksadana sehingga akan memberikan tingkat pengembalian (return) yang baik dari tingkat pengembalian pasar serta akan meningkatkan kinerja dari reksadana itu sendiri.
Kedua, yaitu Market Timing Ability, penelitian yang dilakukan oleh Waelan (2008:
2) menunjukkan bahwa beberapa manajer investasi dari reksadana yang telah diteliti memiliki kemampuan market timing walaupun hasilnya sangat kecil dan tidak signifikan. Kecilnya kemampuan manajer investasi dalam market timing memperlihatkan kurangnya kemampuan dalam meramal pergerakan harga saham secara umum.
Ketiga, yaitu Umur Reksadana mencerminkan pengalaman dari manajer investasinya di dalam mengelola reksadana tersebut. Semakin lama umur suatu reksadana, maka manajer investasinya semakin berpengalaman di dalam
mengelola portofolio bila dibandingkan dengan reksadana yang berumur lebih muda.
Kinerja manajemen investasi portofolio reksadana tercermin dalam NAB atau Nilai Aktiva Bersih. Untuk menentukan perkembangan nilai reksadana investasi, kita dapat melihat nya dari dari peningkatan NAB nya yang merupakan nilai dari investasi yang
10 dimiliki oeh investor. Sedangkan untuk menghitung NAB per unit investasi pada dasarnya merupakan tugas dari bank kustodian.
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diambil perumusan masalah penelitian sebagai berikut:
1. Apakah terdapat pengaruh Stock Selection Skill terhadap Kinerja Reksadana Saham?
2. Apakah terdapat pengaruh Market Timing Ability terhadap Kinerja Reksadana Saham?
3. Apakah terdapat pengaruh umur reksadana terhadap Kinerja Reksadana Saham?
4. Apakah terdapat pengaruh Stock Selection Skill, Market Timing Ability dan Umur Reksadana secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja Reksadana Saham?
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh Stock Selection Skill terhadap Kinerja Reksadana Saham.
2. Untuk mengetahui pengaruh Market Timing Ability terhadap Kinerja Reksadana Saham.
3. Untuk mengetahui pengaruh Umur Reksadana terhadap Kinerja Reksadana Saham.
4. Untuk mengetahui pengaruh Stock Selection Skill, Market Timing Ability dan Umur Reksadana secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja Reksadana Saham
1.4. Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan memberikan gambaran bahwa reksadana merupakan investasi alternatif dengan tingkat risiko yang terukur dengan modal yang cukup terjangkau bagi masyarakat. Investor tidak perlu meluangkan banyak waktu untuk memantau keadaan reksadana di pasar. hal ini dikarenakan adanya Manajer Investasi yang telah mengelola reksadana dengan keahlian serta kemampuan yang dimiliki. Selain itu, hasil dari penelitian ini dapat berguna bagi matakuliah Pasar Modal, Analisis Investasi dan Manajemen Keuangan.
11 BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. State of The Art
Investasi merupakan jalan bagi para pemilik modal dalam rangka meningkatkan kekayaannya. Setiap investor selalu menginginkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan tingkat risiko seminim mungkin dari investasi yang dilakukannya. namun, terkadang apa yang di inginkan para investor tidak berjalan seperti apa yang diharapkan.
Setiap keuntungan akan selalu di ikuti dengan risiko semakin tinggi keuntungan yang didapatkan maka akan semakin tinggi pula tingkat risiko yang harus dihadapi investor.
Oleh karena itu, setiap investor yang ingin melakukan investasi harus memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan risiko dan return.
Sebagai solusi dari keterbatasan tersebut, berbagai macam alternatif telah tersedia guna menunjang untuk melakukan investasi yang dikenal dengan nama Reksadana.
Menurut Ryan Filbert (2013) Reksadana merupakan investasi alternatif dengan tingkat risiko yang terukur dengan modal yang cukup terjangkau bagi masyarakat. investor tidak perlu meluangkan banyak waktu untuk memantau keadaan reksadana di pasar. hal ini dikarenakan adanya Manajer Investasi yang telah mengelola reksadana dengan keahlian serta kemampuan yang dimiliki.
Terdapat beberapa variabel yang menjadi pertimbangan para investor untuk berinvestasi. Pertama, Menurut Syahid (2015: 23) Stock Selection skill, merupakan kemampuan manajer investasi dalam memilih saham yang tepat yang akan dimasukkan atau dikeluarkan dari portofolio reksadana sehingga akan memberikan tingkat pengembalian (return) yang baik dari tingkat pengembalian pasar serta akan meningkatkan kinerja dari reksadana itu sendiri.
Kedua, yaitu Market Timing Ability, penelitian yang dilakukan oleh Waelan (2008:
2) menunjukkan bahwa beberapa manajer investasi dari reksadana yang telah diteliti memiliki kemampuan market timing walaupun hasilnya sangat kecil dan tidak signifikan. Kecilnya kemampuan manajer investasi dalam market timing memperlihatkan kurangnya kemampuan dalam meramal pergerakan harga saham secara umum.
12 Ketiga, yaitu Umur Reksadana mencerminkan pengalaman dari manajer investasinya di dalam mengelola reksadana tersebut. Semakin lama umur suatu reksadana, maka manajer investasinya semakin berpengalaman di dalam mengelola portofolio bila dibandingkan dengan reksadana yang berumur lebih muda.
Kinerja manajemen investasi portofolio reksadana tercermin dalam NAB atau Nilai Aktiva Bersih. Untuk menentukan perkembangan nilai reksadana investasi, kita dapat melihat nya dari dari peningkatan NAB nya yang merupakan nilai dari investasi yang dimiliki oeh investor. Sedangkan untuk menghitung NAB per unit investasi pada dasarnya merupakan tugas dari bank kustodian.
2.2. Stock Selection Skill
Stock Selection Skill merupakan kemampuan manajer investasi dalam memilih saham yang tepat yang akan ditambah atau dikeluarkan dalam portofolio saham yang dimiliki (Putri, 2014). Werner R . Murhadi (2009) menyatakan bahwa dengan kemampuan Stock Selection Skill, manajer investasi dapat memilih saham yang tepat untuk portofolio saham nya sehingga berpotensi dapat meningkatkan return dan kinerja reksadana saham.
Menurut Devi (2016: 30) Stock Selection Skill merupakan kemampuan manajer investasi dalam melakukan analisis pemilihan saham-saham terbaik, yaitu saham yang memberikan hubungan tingkat return dan risiko yang terbaik dibandingkan dengan alternatif lainnya.
Menurut Saurahman (2015: 44) Stock Selection Skill merupakan kemampuan manajer investasi untuk memilih sekuritas yang tepat dalam portofolionya sehingga manajer investasi mempu memberikan imbal hasil yang tinggi.
Syahid (2015: 56) Stock Selection Skill merupakan kemampuan manajer investasi dalam memilih saham yang tepat untuk dimasukkan ke dalam portofolio yang berppotensi menghasilkan return yang diharapkan oleh investor. Semakin baik Stock Selection Skill maka akan menghasilkan return yang tinggi serta akan meningkatkan kinerja reksadana itu sendiri.
2.3. Market Timing Ability
Syahid (2014: 23) dalam penelitian nya mengemukakan bahwa kemampuan Market Timing berhubungan dengan realisasi portofolio dimasa yang akan dating yang ditentukan juga oleh kemampuan manajer investasi dalam mengelola portofolionya
13 dengan tepat waktu sehingga diharapkan dapat mengalami kenaikan harga di waktu yang akan dating
Devi (2016: 30) dalam penelitian nya mengemukakan bahwa Market Timing merupakan kemampuan dari manajer investasi dengan menggunakan strategi perdagangan mekanis dimana keputusan tersebut dapat menggunakan satu atau dua indikator yang tepat.
Trisnopati (2015: 2) dalam penelitian nya mengemukakan bahwa seorang manajer investasi harus mampu memprediksi kapan kondisi ekonomi memburuk, dan kapan kondisi pasar akan membaik sehingga return yang diharapkan investor dari reksadana mampu membeikan hasil yang maksimal.
Menurut Anastasia (2012 :3) Market Timing adalah ukuran kemampuan manajer investasi dalam hal antisipasi terhadap perubahan pasar dimana apabila pasar menurun maka manajer investasi akan mengubah komposisi portofolio yang dikelolanya ke dalam sekuritas yang lebih rendah volatilitasnya, begitu pula sebaliknya.
Menurut Saurahman (2015: 45) Market Timing merupakan kemampuan manajer investasi dalam melakukan penyesuaian portofolio instrumen asset investasi dengan cara membeli atau menjual saham secara tepat waktu guna mengantisipasi adanya perubahan harga di pasar.
2.4. Umur Reksadana
Menurut Winingrum (2011: 44) Umur reksadana menunjukkan sudah berapa lama reksadana sudah mulai di perdagangkan di pasar. Biasanya, investor memilih reksadana untuk investasi jangka panjang. Reksadana yang memiliki track record mampu memberikan gambaran yang lebih baik kinerja serta pengalaman manajer investasi dalam mengelola reksadana.
Saurahman (2015: 47) dalam penelitianya menjelaskan bahwa umur reksadana menunjukkan usia reksadana yang dihitung sejak reksadana tersebut mulai efektif diperdagangkan.
Devi (2016: 32) dalam penelitian nya menjelaskan bahwa umur reksadana mengindikasikan kapan reksadana tersebut mulai diperdagangkan di pasar modal.
Terdapat asumsi yang menyatakan bahwa semakin tua umur reksadana maka reksadana tersebut akan memiliki kinerja yang lebih baik, karena manajer investasi
14 memiliki pengalaman yang lebih lama dibandingkan dengan reksadana yang berusia masih cukup muda.
Menurut Syahid (2014: 24) usia reksadana memiliki kemampuan dalam menjelaskan kinerja reksadana. Semakin panjang usia reksadana maka akan semakin baik kinerja nya karena kemampuan membentuk portofolio semakin lebih baik dari pengalaman yang sudah ada.
2.5. Kinerja Reksadana
Untuk mengetahui apakah sasaran investor masih tercapai, maka kinerja Portofolio perlu dihitung dan diukur secara berkala. Kinerja Reksadana diukur bertujuan untuk melihat perkembangan sebuah kinerja Reksadana tersebut, untuk membantu para investor membandingkan suatu reksadana dengan Reksa dana lainnya yang akan menjadi tujuan investasinya. Metode yang digunakan untuk mengukur kinerja reksadana syariah dan konvensional menggunakan metode composite ( risk adjusted ) measures dari kinerja portofolio, yang mempertimbangkan aspek return dan risiko dalam proses pengevaluasian. Metode yang digunakan yaitu Sharpe, Treynor dan Jensen.
1. Sharp Index (Si)
Sharpe index merupakan kinerja portofolio yang dikembangkan oleh William sharpe (1996). Pengukuran dengan metode Sharpe didasarkan atas risiko premium yaitu perbedaan (selisih) antara laba rata-rata investasi sekuritas dengan sekuritas bebas risiko ( suku bunga SBI dan SWBI) . Sharpe index adalah rasio risk premium terhadap simpangan baku ( Achsien, 2003:101). Risk premium adalah excess return sebuah portofolio dari return pasar. Standar deviasinya merupakan total dari risiko portofolio tersebut. Sharpe index mengukur return per unit dari total risiko (Marginn dan Tuttle, 1990:14-19. Dalam mosel ini yang dipertimbangkan relevan sebagai basic risk adjusted adalah total risiko ( risiko sistematik dan risiko tidak sistematik).
Sharpe index dirumuskan sebagai berikut ( Achisen, 2003: 101)
Dimana:
Si = Sharpe index reksadana i Ri = return reksadana i RF = return risk free rate
15 = Standar deviasi reksadana i
2. Treynor Index (Ti)
Treynor index merupakan ukuran kinerja portofolio yang dikembangkan oleh Jack Treynor (1965). Pengukuran Treynor pada dasarnya tidak berbeda dengan pengukuran Sharpe, hanya saja yang bertindak sebagai pembaginya adalah beta yang merupakan risiko sistematik atau risiko pasar. Risiko tidak sistematik diasumsikan dapat diminumkan melalui diversifikasi portofolio. Dalam model ini yang dipertimbangkan relevan sebagai basic risk-adjusted adalah risiko sistematis.
Treynor index dirumuskan sebagai berikut ( Achsien, 2003: 102)
Dimana:
Ti= Treynor index reksadana i Ri= return reksadana i
RF= return risk free rate β = Beta pasar i
3. Jensen Index (Ji) atau Jensen’s Alpha (Alpha)
Metode ini dibuat oleh Michael C. Jensen (1968) yang didasarkan pada Capital Asset Princing Model (CAPM). Dalam model ini yang dipertimbangkan relevan sebagai basic risk-adjustedadalah risiko sistematis, dengan memodifikasi untuk merefleksikan superioritas atau inferioritas manajer portofolio dalam melakukan peramalan harga sekuritas. Superioritas atau inferioritas dapat terjadi karena dua factor, yaitu (1) kemampuan manajer portofolio untuk memilih indervalued sekuritas secara konsisten dan (2) kemapuan manajer portofolio untuk memprediksikan market movement dan altering its portofolio for adapt to market change. Jensen alpha dirumuskan menggunakan regresi linier sederhana sebagai berikut ( Jensen, 1968):
Rpt= return portofolio ( reksadana) p pada waktu t Rft= returnrisk free rate pada waktu t
16
p= Jensen’s Alpha
p= risiko sistematik dari portofolio p Rmt= return pasar potofolio pada waktu t
t= the error term pada waktu t
17 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksplanasi (kuantitatif) dimaksud untuk memperoleh kejelasan atau menjelaskan suatu fenomena, menjelaskan hubungan, menguji pengaruh (hubungan sebab-akibat) antar variabel, melakukan evaluasi, dan mengetahui perbedaan atau komparasi satu atau lebih kelompok atau perbedaan kondisi satu atau lebih kelompok. Penelitian ini dilakukan pada reksadana saham yang aktif, terdaftar, dan dipublikasikan secara umum di Otoritas Jasa Keuangan selama periode 2013-2017.
3.2. Populasi dan Sampel
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah reksadana saham yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan jumlah populasi sebanyak 223 reksadana saham.
Teknik pemilihan sampel dilakukan dengan purposive sampling yang bertujuan untuk mendapatkan sampel yang representative agar sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan adalah sebagai berikut:
1. Reksadana saham yang masih aktif dan efektif selama periode 2013-2017.
2. Masih aktif hingga tahun 2017.
3. Reksadana yang rutin melaporkan NAB ke media massa melalui bank kustodian dan reksadana yang rutin melaporkan NAB ke Otoritas Jasa Keuangan melalui website resmi Otoritas Jasa Keuangan periode 2013-2017.
3.3. Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data diperoleh dari situs BAREKSA dan INFOVESTA.
3.4. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap untuk mempermudah dalam proses analisis data, sehingga data yang diperoleh lebih mudah dipahami. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda (Multiple Linear Regression Analysis) dengan menggunkan Sofware Program Service Solution (SPSS)
18 Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara dua atau lebih variabel independen dengan satu variabel dependen. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk memprediksikan nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenakan atau penurunan, dan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif (Priyatno, 2013). Persamaan regresi dalam penelitian ini adalah:
Y= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e
Serta dilakukannya uji hipotesis. Uji hipotesis dalam penelitian ini bertujuan untuk menentukan signifikan atau tidak pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) baik secara parsial (Uji t) maupun secara simultan (Uji F).
Uji t pada dasarnya untuk mengetahui signifikan atau tidak pengaruh variabel independen (X) secara individual terhadap variabel dependen (Y) (Imam Ghozali, 2011:
98). Langkah-langkah yang dilakukan yaitu sebagai berikut:
1. Menentukan tingkat signifikan yaitu sebesar 0,05 (α = 5%) 2. Kriteria pengujian:
1) Apabila nilai signifikansi t > 0,05 artinya variabel independen secara individual berpengaruh tidak signifikan terhadap variabel dependen.
2) Apabila nilai signifikansi t < 0,05 artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara satu variabel independen terhadap variabel dependen.
Uji F pada dasarnya untuk mengetahui signifikan atau tidak pengaruh variabel independen (X1 dan X2) secara bersama-sama terhadap variable dependen (Y) (Imam Ghozali, 2011: 98). Tahapan-tahapan yang dilakukan yaitu sebagai berikut:
1. Menentukan tingkat signifikansi yaitu sebesar 0,05 (α = 5%) 2. Kriteria pengujian:
• Apabila nilai signifikansi F > 0,05 artinya terdapat pengaruh yang tidak signifikan secara bersama-sama antara variabel independen terhadap variabel dependen.
• Apabila nilai signifikansi F < 0,05 artinya variabel independen mampunyai pengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap variabel dependen.
19 Lalu dibutuhkan juga uji Korelasi (r) dan Koefisien Determinasi (R2) dalam penelitian ini. Uji Koefisien Determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen. Dimana nilai R2 memiliki nilai berkisar antara 0 dan 1. Semakin besar nilai R2 , maka semakin dekat hubungan variabel independen dengan variabel dependen dan model tersebut dapat dikatakan baik.
20 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum
Penelitian ini merupakan penelitian kuantatif yang menggunakan metode deskriptif analitis. Dalam hal ini dengan cara mendeskripsikan Pengaruh Stock Selection Skills, Market Timing Ability, Umur Reksadana Terhadap Kinerja Reksadana Saham (Studi Pada Bursa Efek Indonesia)
Pengambilan sample dilakukan secara purposive random sampling yang dilakukan oleh peneliti. Dimana diketahui secara pasti jumlah populasinya sehingga peneliti menentukan jumlah sampel yang akan diteliti dan memenuhi kuota dari jumlah sampel yang diinginkan oleh peneliti. Sehingga dipilihlah sampel sebanyak 7 reksadana saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap untuk mempermudah dalam proses analisis data, sehingga data yang diperoleh lebih mudah dipahami. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda (Multiple Linear Regression Analysis) dengan menggunkan Sofware Program Service Solution (SPSS) versi 19.0. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan peneliti dapat dijelaskan sebagai berikut:
4.2 Model Regresi Linier Berganda
Pada penelitian ini, teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh antara dua atau lebih variabel independen dengan satu variabel dependen dalam bentuk persamaan regresi.
Berikut ini adalah hasil pengujian dengan menggunakan analisis regresi linier berganda.
Tabel 2
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1v (Constant) -10.377 3.184 -3.259 .003
LnstockSelection -.127 .119 -.193 -1.065 .295
LnMarketTiming .169 .161 .187 1.050 .302
LnUmurReksadana .059 .466 .023 .127 .900
a. Dependent Variable: Lnei
21 Sumber :Output SPSS 19.0, 2017
Dari table diatas maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
• = 0,004 + 0,272 X1 –0.233X2 + 8.527 X3
1) Angka konstanta sebesar 0,004 menyatakan bahwa jika Stock Selection Skill (X1), Market Timing Ability (X2), dan Umur reksadana (X3) nilainya 0, maka kinerja reksadana saham akan naik sebesar 0,004
2) Koefisien regresi Stock Selection Skill positif sebesar 0,272, artinya jika Stock Selection Skill mengalami kenaikan sebesar satu satuan maka kinerja reksadana saham akan naik sebesar 0,272 dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai tetap.
3) Koefisien regresi Market Timing Ability negatif sebesar–0.233, artinya jika Market Timing Ability mengalami kenaikan sebesar satu satuan maka Kinerja Reksadana Saham akan turun sebesar –0.233 dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai tetap.
4) Koefisien regresi Umur Reksadana positif sebesar 8.527 artinya jika umur reksadana mengalami kenaikan sebesar satu satuan maka kinerja reksadana saham akan naik sebesar 8.527 dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai tetap.
4.3 Hasil Penelitian 1. Uji Hipotesis
Uji hipotesis bertujuan untuk menentukan signifikan atau tidak pengaruh variabel independen (Current Asset dan Return On Asset) terhadap variabel dependen (Harga Saham) baik secara parsial (Uji t) maupun secara Simultan (Uji F).
1) Uji Parsial (Uji Statistik t)
Uji statistik t bertujuan untuk mengetahui signifikan atau tidak variabel independen secara individual terhadap variabel dependen. Berdasarkan tabel di atas, maka hipotesis dilakukan dengan cara membandingkan thitung dengan ttabel pada tingkat kepercayaan 5%. Berikut interpretasinya:
22 Tabel 3
Hasil Uji Hipotesis
Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) .004 .006 .654 .518
StockSelectionSkill .272 .079 .693 3.428 .002
MarketTiming -.223 .112 -.401 -1.993 .055
UmurReksadana 8.527E-5 .000 .033 .210 .835
Dependent Variable: kinerja
Sumber : Output SPSS 19.0, 2017
1) Berdasarkan tabel 3 diatas, menunjukkan bahwa nilai thitung variabel X1 yaitu Stock Selection Skill yang diukur berdasarkan thitung 3.428> t (0,052 ; 35)= 2,030 dengan nilai signifikansi sebesar 0.002 < 0,05, maka dapat diinterpretasikan bahwa Stock Selection Skill secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saham dan H1 diterima.
2) Berdasarkan tabel 4 diatas, menunjukkan bahwa nilai thitung variabel X2 yaitu
Market Timing Ability yang diukur berdasarkan thitung -1,993 > t
2,030 dengan nilai signifikansi sebesar 0,055 > 0,05, maka dapat diinterpretasikan bahwa Market Timing Ability secara parsial tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saham dan H2 ditolak.
3) Berdasarkan tabel 3 diatas, menunjukkan bahwa nilai thitung variabel X3 yaitu Umur Reksadana yang diukur berdasarkan thitung 0,210 < t (0,052 ; 35)= 2,030 dengan nilai signifikansi sebesar 0,835 > 0,05, maka dapat diinterpretasikan bahwa Umur Reksadana secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saham dan H3 ditolak.
2) Uji Simultan (Uji Statistik F)
Uji statistik F bertujuan untuk mengetahui signifikan atau tidak pengaruh independen (X1 dan X2) secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Y). Berikut adalah hasil perhitungan uji F dengan menggunakan sofware SPSS 19.0
23 Tabel 4
Hasil Uji Simultan (Uji Statistik F)
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression .001 3 .000 4.099 .015a
Residual .004 31 .000
Total .005 34
Predictors: (Constant), UmurReksadana, MarketTiming, StockSelectionSkil b. Dependent Variable: KinieraReksadana
Sumber : Output SPSS 19.0, 2018
Berdasarkan tabel 4 diatas menunjukkan bahwa nilai 4,099 > nilai F 0,05 (3;35) = 2,874 dengan nilai signifikansi 0,015 < 0,05, maka dapat diinterpretasikan bahwa Stock Selection Skill, Market Timing Ability dan umur reksadana secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja Reksadana Saham dan H4 diterima.
2. Analisis Koefisien Korelasi Berganda (R2)
Analisis korelasi berganda (R2) bertujuan untuk mengukur kemampuan suatu model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai adjusted R2 yang mendekati nol berarti menandakan kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
Tabel 5
Analisis Koefisien Korelasi Berganda
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square Square Estimate Durbin-Watson
1 .533a .284 .215 .0109939 3.252
Predictors: (Constant), UmurReksadana, MarketTiming, StockSelectionSkil b. Dependent Variable: KinieraReksadana
Sumber :Output SPSS 19.0, 2018
Berdasarkan tabel 5 diatas, dapat dijelaskan bahwa koefisien determinasi yang ditunjukkan dari nilai Adjusted R Square (R2) sebesar 0,284, artinya variabel independen yaitu Stock Selection Skill, Market Timing Ability dan Umur Reksadana mampu menjelaskan variasi variabel dependen yaitu Kinerja Reksadana Saham sebesar
24 28,4%, sedangkan sisanya sebesar 71,6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan atau tidak dijelaskan dalam penelitian ini diantaranya adalah Size Reksadana, Expense Ratio.
25 BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Variabel Stock Selection Skill (X1) memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,272 dan nilai signifikansi sebesar 0,002> 0,05. Artinya variabel Stock Selection Skill (X1) berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saham (Y). Seorang manajer investasi dapat dikatakan memiliki kemampuan Stock Selection Skill jika nilai α (alpha) positif.
2. Variabel Market Timing Ability (X2) memiliki nilai koefisien regresi sebesar-0,223 dan nilai signifikansi sebesar 0,055 > 0,05. Artinya variabel Market Timing Ability (X2) berpengaruh negatif signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saham (Y). Karena seorang manajer investasi dapat dikatakan memiliki kemampuan Market Timing Ability jika nilai γ positif, sedangkan dalam penelitian ini variabel Market Timing Ability (γ) bernilai negatif. Maka dalam penelitian ini dapat disimpulkan bawa manajer investasi tidak memiliki kemampuan Market Timing Ability yang baik.
3. Variabel Umur Reksadana (X3) memiliki nilai koefisien regresi sebesar 8,527E-5 dan nilai signifikansi sebesar 0,835. Artinya variabel Umur Reksadana (X3) berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saham (Y). hal ini menunjukan bahwa semakin lama umur reksadana maka akanmencerminkan kemampuan manajer investasi dalam mengelola portofolio.
4. Seluruh variabel independen yaitu Stock Selection Skill, Market Timing Ability Dan Umur Reksadana memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saham dengan nilai signifikansi sebesar 0,015 > 0,05, dan dapat dibuktikan dengan nilai Uji Statistik F sebesar 4,099 > 0,05 dan Besarnya nilai Adjusted R Square (R2) yaitu sebesar 0,284, artinya variabel independen yaitu Stock Selection Skill, Market Timing Ability dan Umur Reksadana mampu menjelaskan variasi variabel dependen yaitu Kinerja Reksadana Saham sebesar 28,4%, sedangkan sisanya sebesar 71,6%
dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan atau tidak dijelaskan dalam penelitian ini diantaranya Expense ratio dan Ukuran Reksdana.
26 5.2 Saran-saran
Berdasarkan padahasil penelitian, penulis mencoba memberikan saran bagi praktisi dan peneliti terkait mengenai pengaruh Stock Selection Skill, Market Timing Ability dan Umur Reksadana terhadap Kinerja Reksadana Saham. Adapun saran yang diberikan penulis adalah sebagai berikut:
1. Dalam penelitian ini variabel Stock Selection Skill mempunyai nilai positif dan signifikan. Dalam hal ini Stock Selection Skill manajer investasi harus biassa ditingkatkan lagi agar dapat meningkatkan Kinerja Reksadana Saham.
2. Dalam penelitian ini variabel Market Timing Ability mempunyai nilai negatif dan signifikan. Dalam hal ini, manajer investasi tidak memiliki kemampan Market Timing Ability yang baik dan harus bisa ditingkatkan lagi oleh setiap manajer investasi agar dapat meningkatkan Kinerja Reksa Dana Saham.
3. Pilihlah reksadana yang memiliki usia cukup tua. Karena semakin tua Umur Reksadana semakin mencerminkan pengalaman manajer investasi dalam mengelola portofolio.
4. Dalam penelitian ini variabel Stock Selection Skill, Market Timing Ability dan Umur Reksadana mempunyai pengaruh positif dan signifikan. Maka hendaknya investor yang ingin berinvestasi ke dalam reksadana hendaknya memperhatikan dan mempertimbangkan ketiga variabel tersebut dalam pengambilan keputusan.
5. Bagi penelitian selanjutnya, diharapkan agar dapat mengembangkan penelitian ini dengan menambakan sample serta menambah periode penelitian yang lebih panjang lagi untuk memperkuat hasil penelitian.
27 BAB VI
LUARAN YANG DICAPAI
Luaran yang dicapai dalam penelitian ini adalah artikel hasil penelitian akan dipublish pada Jurnal Agregat: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA.
Jurnal
IDENTITAS JURNAL
1 Nama Jurnal Agregat: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
2 Website Jurnal httphttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/agregat 3 Status Makalah Submitted
4 Jenis Jurnal Jurnal Nasional terakreditasi.
4 Tanggal Submit 5 Januari 2019 5 Bukti Screenshot submit
28 DAFTAR PUSTAKA
Abdul Rofiq. (2015). Analisis Kinerja Reksadana Dengan Menggunakan Metode Sharpe, Treynor dan Jensen. Jurnal. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, Indonesia (STIESIA) Surabaya.
Ahmad Rodoni dan Heni Ali, (2010). Manajemen Keuangan. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Anastasia Dian. Mayasari dan Muniya Alteza, (2013). Analisis Pengaruh Stock Selection Skill Dan Market Timing Ability terhadap excess Portofolio Return Reksadana Saham Di Indonesia Periode 2010-2012. Jurnal. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universtas Negeri Yokyakarta.
Candra Saksama. Dan Wiwit Hariyanto. (2014). Pengaruh Kinerja Reksadana Saham dengan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, M2, Dan Information Ratio Terhadap Jumlah Net Asset Value Dan Unit Penyertaan. Jurnal. Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Darmadji & Fakhruddin, (2011). Pasar Modal di Indonesia, edisi 3, Jakarta:
Salemba Empat,.
Duwi Priyatno. (2013). Mandiri Belajar Analisis Data Dengan SPSS. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Mediakom.
Intan Tiara. Kireina dan R. Djoko Sampurno, (2016). Analisis Pengaruh Stock Selection Skill Dan Market Timing Ability Dengan Metode treynor-Mazuy Dan Henriksson-Merton Terhadap Kinerja Reksadana Saham. Jurnal Manajemen Volume 5, Nomor 2, Halama 1-10) ISSN (Online) 2337 3792. Semarang:
Fakultas Ekonomi, Universitas Dipenogoro.
Michael Vincentius Panjaitan. (2012). Analisis Kemampuan Stock Selection Dan Market Timing Manajer Investasi Pada Reksadana Saham Di Indonesia.
Jurnal dipublikasikan.
Mohamad Samsul. (2015). Pasar Modal dan Manajemen Portofolio. Surabaya:
Erlangga
Ryan Filbert Wijaya. (2013). Menjadi Kaya & Terencana dengan Reksa Dana.
Jakarta: Gramedia
29 Sawidji Widoatmojo. 2009. Pasar Modal Indonesia: Pengantar & Studi Kasus. Bogor:
Ghalia Indonesia.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Tampubolon, Manahan P., (2013). Manajemen Keuangan. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Tatang Ary Gumanti. (2011). Manajemen Investasi, Konsep, Teori dan Aplikasi.
Jakarta: Mitra Wacana Media.
Trisiwi Pujiarti. (2010). AnalisisKinerja Reksadana Saham Dengan Menggunakan Metode Sharpe dan Jensen Periode 2005-2009. Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.
Trisnopati dan Farida Titik. (2015). Pengaruh Stock Selection, Market Timing,dan Ukuran Reksa Dana terhadap Kinerja Reksa Dana Saham (Studi Kasus pada Reksa Dana Saham yang Terdatar Di Otoritas Jasa Keuangan periode 2011- 2014). Jurnal. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom.