i
FILOSOFI LOGO PAK DILAN SORONG
PAK DILAN SORONG merupakan akronim dari “Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Di Kabupaten Sorong”. Filosofi judul Pak Dilan Sorong ini berusaha menggambarkan figur Bapak atau seseorang yang bekerja dalam bidang pertanian dan terus berinovasi untuk mengembangkan komoditi unggulan tanaman pangan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi Masyarakat di Kabupaten Sorong.
Berikut adalah makna dari logo PAK DILAN SORONG:
Gambar Petani pada logo merujuk pada kata PAK DILAN sesuai judul aksi perubahan yang dimaknai sebagai figur Bapak atau seseorang yang bekerja pada bidang ketahanan pangan dan pertanian. Dihubungkan dengan aksi perubahan ini yang dilaksanakan pada lingkup Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sorong.
Gambar Padi untuk mempertegas ruang lingkup pelaksanaan aksi perubahan yaitu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sorong. Juga mengandung makna Kemakmuran, sesuai dengan tujuan akhir dari aksi perubahan ini untuk mengembangkan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong agar Masyarakat lebih Makmur dalam ketersediaan tanaman pangan yang unggul.
Logo Kabupaten Sorong pada logo dimaksudkan untuk memperjelas bahwa aksi perubahan ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sorong.
Ilustrasi peta Kabupaten Sorong juga untuk menjelaskan bahwa aksi perubahan ini dilaksanakan di Kabupaten Sorong
ii
1. Warna biru mengandung makna teknologi di mana pada aksi perubahan ini untuk pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan akan memanfaatkan teknologi pada strategi marketingnya.
2. Warna jingga pada logo bermakna semangat Reformer dalam melaksanakan aksi perubahan.
3. Warna coklat melambangkan tanah dan kestabilan Reformer dalam melaksanakan aksi perubahan.
4. Warna hijau sebagai sumber kehidupan dan kesuburan sesuai harapan reformer dalam pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan ini dapat berjalan sesuai yang diharapkan.
KATA PENGANTAR
Salam sejahtera!
Dengan mengucapkan puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia-Nya, sehingga Penyusunan Laporan Aksi Perubahan ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Adapun penyusunan Laporan ini dilakukan sebagai salah satu syarat kelulusan Pelatihan Kepemimpinan Administrator di PUSLATBANG KMP LAN Makassar.
Aksi perubahan berjudul “PAK DILAN SORONG” (Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Di Kabupaten Sorong) yang dipilih sebagai upaya mengembangkan potensi sektor pertanian di Kabupaten Sorong. Sehingga perlu dilakukan suatu terobosan inovatif yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan yang ada bagi masyarakat Kabupaten Sorong.
Dalam penyusunan aksi perubahan ini telah memperoleh banyak bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik saran, ide, maupun tenaga yang berguna bagi Laporan Aksi perubahan ini ke depannya, maka melalui ini disampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Yan Piet Moso, S.Sos, MM., M.AP. (pj Bupati Sorong), Bapak Cliff Agus Japsenang, S.Sos., M.Si. (Sekretaris Daerah Kabupaten Sorong), Bapak Dr. Andi Taufik, M.Si. (Kepala PUSLATBANG KMP LAN Makassar), Bapak Frengki Yules Wamafma, S.Hut., M.Si.
(Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan) juga selaku Mentor, dan Bapak Suyono, S.Kom., M.M. (Coach).
Reformer menyadari sepenuhnya bahwa Laporan ini masih jauh dari kata sempurna, maka reformer mengharapkan segala bentuk saran, masukan, bahkan kritik yang membangun dari berbagai pihak. Akhirnya diharapkan semoga Aksi perubahan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan kontribusi positif bagi Pemerintah Kabupaten Sorong. Terima kasih.
Sorong, 14 November 2023 Reformer,
JACQUILIN EF KANDAMI NDH 40
DAFTAR ISI
Halaman Judul...i
Lembar Persetujuan...ii
Lembar Pengesahan...iii
Kata Pengantar ... iv
Daftar Isi ... v
Bab I Pendahuluan ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Tujuan Aksi Perubahan...3
C. Ruang Lingkup ... 4
Bab II Analisis Masalah...5
A. Profil Kinerja Organisasi ... 5
B. Analisis Masalah Kinerja Organisasi ... 5
Bab III Strategi Penyelesaian Masalah...8
A.Terobosan Inovasi ... 8
B. Milestone dan Kegiatan...8
C. Sumber Daya ... 13
D.Manajemen Risiko...16
E. Strategi Pengembangan Kompetensi Dalam Aksi Perubahan ... 17
BAB IV DESKRIPSI PROSES KEPEMIMPINAN...19
A. Membangun Integritas dan Akuntabilitas Kinerja Organisasi...19
B. Membangun Jejaring dan Kolaborasi...20
C. Pengelolaan Budaya Kerja...21
D. Strategi Pengembangan Kompetensi...22
BAB V DESKRIPSI HASIL KEPEMIMPINAN...24
A. Capaian Dan Bukti Perbaikan Kinerja Organisasi ... 24
B. Tahapan jangka pendek ... 35
C. Manfaat aksi perubahan...147
D. Implementasi Pengembangan Kompetensi Dalam Aksi Perubahan...148
E. Keterkaitan Mata Pelatihan Pilihan Dengan Aksi Perubahan...150
BAB VI DESIMINASI DAN PUBLIKASI AKSI PERUBAHAN...151
A. Pemanfaatan Ragam Media Komunikasi dalam Desiminasi dan Publikasi Aksi Perubahan...151
B. Keberhasilan Mendapat Dukungan Adopsi/ Replikasi Aksi Perubahan...156
BAB VII KEBERLANJUTAN AKSI PERUBAHAN ... 166
A. Kegiatan dan Target Capaian Jangka Menengah...166
B. Kegiatan dan Target Capaian Jangka Panjang...167
BAB VIII PELAKSANAAN PENGEMBANGAN POTENSI DIRI...169
A. Deskripsi Proses Pelaksanaan Seluruh Strategi Pengembangan Potensi Diri ... ...169
B. Perbandingan progress atau hasil pelaksanaan strategi pengembangan kompetensi tersebut dengan pemetaan sikap perilaku yang disusun pada rancangan aksi perubahan ...171
BAB IX KESIMPULAN DAN SARAN ... 174
A. Kesimpulan...174
B. Saran...174
EXECUTIVE SUMMARY
Kabupaten Sorong merupakan salah satu wilayah di Provinsi Papua Barat Daya yang memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Berdasarkan laporan akhir tim penyiapan data LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) Provinsi Papua Barat Tahun 2020 potensi lahan Pertanian seluas 19.709,5 Ha yang terdiri dari lahan kering seluas 16.723,06 Ha dan lahan basah seluas 2.986,44 Ha. Dari data total luasan tersebut faktanya hingga saat ini lahan pertanian yang baru digarap atau diolah petani seluas 718 Ha terdiri lahan kering seluas 598 Ha (eksisting) atau baru 3,66 %, dan lahan basah (sawah) seluas 120 Ha atau baru 4,09 % yang tersebar di 30 Distrik/Kecamatan dan Kebutuhan Pangan di Kabupaten Sorong adalah 10.047,287 ton per tahun. Berdasarkan data ini maka potensi untuk mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Sorong sangat terbuka lebar.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi (Isu aktual) menurunnya produktivitas pertanian adalah terbatasnya kuota pupuk subsidi bagi petani, banyaknya lahan pertanian yang beralih fungsi dan beralih komoditi, dan masih banyaknya lahan yang belum diolah. Sebagai Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sorong maka Aksi Perubahan yang diimplementasikan berjudul “Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Di Kabupaten Sorong”, yang disingkat PAK DILAN SORONG.
Tujuan jangka pendek aksi perubahan ini adalah tersedianya Peta Komoditi Unggulan Tanaman Pangan di Kabupaten Sorong. Jangka menengah adalah terlaksananya Prioritas Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan dan terwujudnya Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman pangan. Sementara pada Jangka Panjang bertujuan untuk mengembangkan jenis Komoditi Unggulan di setiap basis komoditi unggulan dan terwujudnya Ketersediaan Pangan di Kabupaten Sorong.
Melalui PAK DILAN SORONG, reformer berupaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong.
Dengan adanya aksi perubahan ini dapat menjadi acuan Pemda dalam pengambilan kebijakan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan potensi daerah di bidang pertanian. Serta sebagai upaya meningkatkan produksi komoditi unggulan tanaman pangan melalui optimalisasi lahan Pertanian sub sektor Tanaman Pangan. Pada akhirnya, aksi perubahan ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani sebab petani menjadi lebih berdaya dalam mengelola usaha pertaniannya.
Keberhasilan aksi perubahan PAK DILAN SORONG telah memberikan dampak positif terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHBUN dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Sorong.
Hal ini secara tidak langsung mendukung penerapan Reformasi Birokrasi Tematik Upaya Pengetasan kemiskinan dan upaya peningkatan Investasi melalui pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong. Upaya pengentasan kemiskinan pada aksi perubahan dilakukan melalui penyediaan kebutuhan pokok dan pengembangan budaya usaha di sektor pertanian. Sementara upaya peningkatan investasi pada aksi perubahan ini melalui pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan, di mana dapat membuka peluang usaha dan investasi di sektor pertanian.
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan ekonomi di Indonesia dilakukan melalui berbagai sektor, salah satunya adalah pada sektor pertanian. Sektor pertanian dalam arti luas mencakup pertaninan rakyat, perkebunan rakyat, kehutanan, peternakan dan perikanan yang terdiri dari perikanan darat dan perikanan laut (Mubyarto, 1989). Sektor pertanian di Indonesia terdiri dari beberapa sub sektor, yaitu sub sektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan. Tanaman pangan adalah kelompok tanaman yang mempunyai sumber karbohidrat dan protein sebagai sumber energi manusia (Purnawati, 2011).
Kabupaten Sorong merupakan salah satu wilayah di Provinsi Papua Barat Daya yang memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Berdasarkan laporan akhir tim penyiapan data LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) Provinsi Papua Barat Tahun 2020 potensi lahan Pertanian seluas 19.709,5 Ha yang terdiri dari lahan kering seluas 16.723,06 Ha dan lahan basah seluas 2.986,44 Ha. Dari data total luasan tersebut faktanya hingga saat ini lahan pertanian yang baru digarap atau diolah petani seluas 718 Ha terdiri lahan kering seluas 598 Ha (eksisting) atau baru 3,66 %, dan lahan basah (sawah) seluas 120 Ha atau baru 4,09 % yang tersebar di 30 Distrik/Kecamatan dan Kebutuhan Pangan di Kabupaten Sorong adalah 10.047,287 ton per tahun. Berdasarkan data ini maka potensi untuk mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Sorong sangat terbuka lebar .
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi (Isu aktual) menurunnya produktivitas pertanian adalah terbatasnya kuota pupuk subsidi bagi petani, sementara untuk membeli pupuk non subsidi harganya cukup mahal, tidak sebanding dengan penghasilan yang diperoleh petani ketika memasarkan hasil panen baik sayuran (cabai, bawang merah dan tomat) maupun tanaman pangan (ubi jalar, jagung, dan padi), banyaknya lahan pertanian yang beralih fungsi dan beralih komoditi dan masih Banyaknya lahan yang belum diolah yang menjadi isu yang paling utama untuk di angkat menjadi gagasan dalam Aksi Perubahan “Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Di Kabupaten Sorong”.
Sektor pertanian memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan menjadi sumber pendapatan masyarakat di Kabupaten Sorong dalam untuk meningkatkan produktivitas yang efisien pada sektor pertanian, membutuhkan
1
pemahaman yang mendalam mengenai komoditas unggulan tanaman pangan sebagai dasar
2
dalam pengambilan kebijakan. Dalam Aksi Perubahan ini dapat menjadi rujukan utama dan rujukan pendukung bagi pembuat kebijakan pertanian, pelaku utama pertanian serta investor dalam merencanakan strategi pengembangan pertanian yang tepat guna, memiliki nilai tambah ekonomi dan berdaya saing tinggi hasil dari pemetaan komoditas unggulan tanaman pangan diharapkan dapat menghasilkan wilayah-wilayah yang merupakan basis komoditi unggulan yang menjadi sentra produksi tanaman pangan dapat menjadi gambaran awal tentang potensi dan tantangan dalam pengembangan komoditas unggulan yang menjadi acuan utama mengidentifikasi sektor pertanian yang terus bertumbuh dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam hal peningkatan pendapatan di Kabupaten Sorong dan juga bermanfaat bagi Pemerintah daerah dalam penentuan kebijakan pembangunan peertanian tepat sasaran.
B. Tujuan
1. Tujuan Jangka Pendek (1-3 Bulan)
a. Tersedianya Peta Komoditi Unggulan Tanaman Pangan di Kabupaten Sorong.
2. Tujuan Jangka Menegah (6 Bulan – 1 Tahun) a. Tersedianya Anggaran
b. Terlaksananya Prioritas Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan c. Terwujutnya Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman pangan
3. Tujuan Jangka Panjang (1-3 Tahun)
a. Mengembangkan jenis Komoditi Unggulan disetiap basis komoditi unggulan b. Terwujutnya Ketersediaan Pangan
C. Ruang Lingkup
Kabupaten Sorong merupakan salah satu wilayah di Provinsi Papua Barat Daya yang memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Berdasarkan laporan akhir tim penyiapan data LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) Provinsi Papua Barat Tahun 2020 potensi lahan Pertanian seluas 19.709,5 Ha yang terdiri dari lahan kering seluas 16.723,06 Ha dan lahan basah seluas 2.986,44 Ha. Dari data total luasan tersebut faktanya hingga saat ini lahan pertanian yang baru digarap atau diolah petani seluas 718 Ha terdiri lahan kering seluas 598 Ha (eksisting) atau baru 3,66 %, dan lahan basah (sawah) seluas 120 Ha atau baru 4,09 % yang tersebar di 30 Distrik/Kecamatan dan Kebutuhan Pangan di Kabupaten Sorong adalah 10.047,287 ton per tahun. Berdasarkan data ini maka potensi untuk mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Sorong sangat terbuka lebar sehingga
perlu adanya pemaanfaatan lahan dengan tujuan untuk meningkatkan Produksi tanaman pangan di kabupaten sorong. Merujuk dari Tutsi Bidang Tanaman Pangan maka perlu adanya Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Pada setiap basis yang merupakan wilayah sentra produksi tanman pangan.
Aksi perubahan ini akan berkontribusi terhadap RB Tematik yantu terkait PENGENTASAN KEMISKINAN dan PENINGKATAN INVESTASI.
BAB II
PROFIL KINERJA ORGANISASI DAN ANALISA MASALAH
A. Profil Kinerja Organisasi
Laporan akhir tim penyiapan data LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) Provinsi Papua Barat Tahun 2020 potensi lahan Pertanian seluas 19.709,5 Ha yang terdiri dari lahan kering seluas 16.723,06 Ha dan lahan basah seluas 2.986,44 Ha. Dari data total luasan tersebut faktanya hingga saat ini lahan pertanian yang baru digarap atau diolah petani seluas 718 Ha terdiri lahan kering seluas 598 Ha (eksisting) atau baru 3,66 %, dan lahan basah (sawah) seluas 120 Ha atau baru 4,09 % yang tersebar di 30 Distrik/Kecamatan dan Kebutuhan Pangan di Kabupaten Sorong adalah 10.047,287 ton per tahun. Berdasarkan data diatas masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan untuk oleh masyarakat atau petani untuk bercocok tanam dan banyak lahan pertanian yang sudah tidak diolah oleh petani atau yang sudah tidak aktif lagi oleh karena itu perlu adanya pengoptimalisasi kembali lahan – lahan pertanian yang sudah tidak aktif lagi dan Pengembangan lahan – lahan yang belum dimanfaatkan atau yang belum di garap oleh masyarakat atau petani hal ini menunjukan bahwa potensi untuk mengembangkan sektor pertanian khususnya pengembangan komoditi unggulan di Kabupaten Sorong sangat terbuka lebar untuk pemanfaatan lahan dengan tujuan dapat meningkatkan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Sorong.
B. Analisis Masalah Kinerja Organisasi
Kabupaten Sorong memiliki lahan pertanian yang luas dan terbuka lebar untuk menciptakan peluang untuk mengembangkan komoditi unggulan dengan potensi besar.
Pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong, dapat memberikan berbagai peluang ekonomi dan sosial, manfaat, dan kendala yang perlu dipertimbangkan diantaranya:
1. Peluang
a. Pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan di daerah tersebut. Dengan memproduksi lebih banyak sumber pangan lokal, Kabupaten Sorong dapat mengurangi ketergantungannya pada impor dan menghadapi potensi krisis pangan dengan lebih baik.
b. Keanekaragaman Tanaman: Daerah ini memiliki potensi untuk mengembangkan berbagai jenis tanaman pangan, termasuk padi, jagung, ubi kayu, kacang- kacangan, dan lainnya, yang dapat menghasilkan sumber daya pangan yang beragam.
c. Pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan juga dapat menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian dan sektor terkait seperti pengolahan dan distribusi makanan.
d. Kabupaten Sorong dapat menarik investasi dalam sektor pertanian dan agribisnis, termasuk investasi dalam pengembangan teknologi pertanian yang lebih baik dan penggunaan praktik berkelanjutan. Dengan pengembangan komoditi unggulan yang beragam, Kabupaten Sorong dapat mengurangi risiko dari ketergantungan pada satu jenis tanaman atau komoditi tertentu.
e. Pengembangan Pariwisata pertanian atau agrowisata juga dapat berkembang seiring dengan pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan. Wisatawan dapat tertarik untuk melihat proses produksi pertanian dan mencicipi produk- produk lokal.
2. Manfaat
a. Peningkatan Kualitas Hidup: Dengan memastikan akses masyarakat lokal terhadap pangan yang berkualitas dan terjangkau, pengembangan komoditi unggulan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup penduduk Kabupaten Sorong.
b. Dengan pengembangan komoditi unggulan yang beragam, Kabupaten Sorong dapat mengurangi risiko dari ketergantungan pada satu jenis tanaman atau komoditi tertentu.
c. Penciptaan Lapangan Kerja: Ini dapat menciptakan lapangan kerja dalam sektor pertanian dan sektor terkait seperti pengolahan makanan dan distribusi.
3. Tantangan:
a. Perubahan iklim dapat mempengaruhi pola hujan dan suhu, yang dapat memengaruhi produksi tanaman. Kabupaten Sorong harus siap menghadapi tantangan ini dengan praktik pertanian yang berkelanjutan.
b. Harga komoditi pertanian seringkali fluktuatif, yang dapat memengaruhi pendapatan petani. Strategi manajemen risiko harus diterapkan.
c. Curah hujan yang tinggi dapat mengakibatkan gagal panen salah satu diantaranya karena serangan hama penyakit tanaman
d. Keterbatasan Infrastruktur: Terkadang, infrastruktur seperti jalan dan irigasi mungkin tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan pertanian yang signifikan.
e. Memasarkan produk pertanian ke pasar lokal dandapat menjadi tantangan, terutama jika akses transportasi terbatas.
f. Masalah Kepemilikan Lahan: Kadang-kadang masalah kepemilikan lahan dapat menjadi kendala dalam pengembangan pertanian yang berkelanjutan.
Untuk mengoptimalkan peluang dan mengatasi tantangan ini, penting bagi Kabupaten Sorong untuk melakukan perencanaan yang matang, berkolaborasi dengan berbagai pihak, memanfaatkan teknologi, dan memprioritaskan pelatihan dan pendidikan pertanian. Pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan petani harus bekerja sama untuk mencapai kesuksesan dalam pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan.
BAB III
STRATEGI PENYELESAIAN MASALAH
A. Terobosan Inovasi
Pemanfaatan lahan untuk Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan
B. Rencana Tahapan Kegiatan (Milestone)
Tahapan rencana strategi proyek perubahan “Pengembangan Komoditi Unggulan Tanman Pangan di Kabupaten Sorong” meliputi: rencana jangka pendek, rencana jangka menengah dan rencana jangka panjang. Setiap tahapan terdiri dari beberapa kegiatan, sebagaimana dituangkan dalam tabel 3 di bawah ini:
1. Tahapan Jangka Pendek (2 Bulan)
Tabel 3.1 Tahapan Kegiatan (Milestone)
No Milestone Kegiatan Output Waktu Stakeholder
Jangka Pendek (Agustus-September) 1 Terwujudnya
koordinasi dengan Pimpinan
Konsultasi dengan dengan Kepala Dinas sekaligus Mentor
Surat
Persetujuan dari Kepala Dinas
Dokumentasi (Foto)
Minggu III Bulan Agustus
– Minggu I September
2023
Mentor
Konsultasi kepada Bupati Sorong selaku kepala daerah
Surat pernyataan dukungan
Dokumentasi (Foto)
Bupati Sorong
2 Terbentuknya tim kerja Efektif dan tersusunnya rencana kerja
Melaksanakan rapat pembentukan tim kerja aksi perubahan
Daftar hadir
Notulen
Dokumentasi (Foto)
Daftar nama Tim Kerja
Uraian tugas dan fungsi tim kerja
Mentor
Kepala Bidang
Kepala BPP
Stakeholder internal
Pengesahan dan penerbitan SK Tim Kerja Aksi Perubahan
SK Tim Kerja
Aksi Perubahan Kepala Dinas
No Milestone Kegiatan Output Waktu Stakeholder 3 Konsultasi
dengan Baperlitbang
Mengajukan permintaan Peta Administrasi Kabupaten dan Peta Penggunaan Lahan Pertanian di Kabupaten Sorong
Surat
permintaan soft file peta dukung
Minggu I – III September
2023
Kepala Dinas TPHBUN
Tim kerja
Melaksanakan pertemuan dan berdiskusi dengan Baperlitbang
Peta
Administrasi Kabupaten
Peta
Penggunaan Lahan Pertanian
Kepala Bidang Pemetaan Baperlitbang
4 Terwujutnya Dukungan AP
Koordinasi dengan Stakeholder Internal dan Eksternal
Dekomentasi
Surat pernyataan Dukungan
Minggu I Oktober 2023
Kepala Dinas
Tim Efektif
Kepala Bidang PSP
Kepala Bidang Hortikultuta
Kepala Bidang Perkebunan
Kepala Distrik
Staf Bidang Tanaman Pangan 5 Terbentuknya
FGD internal Dinas
TPHBUN untuk menetapkan kriteria dan norma penetapan komoditi unggulan
Melaksanakan rapat koordinasi tim kerja untuk persiapan FGD internal
Undangan
Daftar hadir
Notulen
Dokumentasi (Foto)
Minggu Ke II Bulan Oktober
2023 Tim Efektif
Mempersiapkan Kegiatan FGD internal
Undangan Peserta FGD
Agenda kegiatan FGD
Daftar pertanyaan untuk FGD
Tim Efektif
Dinas TPHBUN
Menyelenggaraka n FGD internal Dinas TPHBUN untuk menetapkan kriteria dan norma penetapan
komoditi unggulan
Undangan
Daftar hadir
Notulen
Dokumentasi (Foto)
Dokumen kriteria dan norma
Tim kerja efektif
Kepala Bidang
Kepala Seksi
Kepala BPP
No Milestone Kegiatan Output Waktu Stakeholder penetapan
komoditi unggulan
6 Terlaksananya sosialisasi dan launching aksi perubahan pengembanga n komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong
Melaksanakan rapat persiapan sosialisasi aksi perubahan bersama dengan tim kerja efektif
Undangan
Daftar hadir
Notulen
Dokumentasi (Foto)
Minggu II Bulan Oktober
2023
Tim kerja efektif
Melaksanakan sosialisasi aksi perubahan pengembangan komoditi
unggulan tanaman pangan di
Kabupaten Sorong
Spanduk
Undangan
Daftar hadir
Notulen
Dokumentasi (Foto)
Tim kerja efektif
Para stakeholder internal dan eksternal
Melaksanakan acara Launching aksi perubahan pengembangan komoditi
unggulan tanaman pangan di
Kabupaten Sorong
Spanduk
Stand Banner
Undangan
Daftar hadir
Dokumentasi (Foto)
Mempublikasikan aksi perubahan pengembangan komoditi
unggulan tanaman pangan di
Kabupaten Sorong melalui media Sosial
Artikel/video publikasi di media Sosial
Tim Efektif
7 Tersedianya Peta Komoditi Unggulan di Kabupaten Sorong
Melaksanakan rapat koordinasi dengan tim kerja efektif untuk membahas ketersediaan data pendukung potensi lahan
Undangan
Daftar hadir
Notulen
Dokumentasi (Foto)
Minggu III Bulan Oktober –
Minggu I Bulan November
2023
Tim kerja efektif
No Milestone Kegiatan Output Waktu Stakeholder Menerbitkan surat
tugas bagi pegawai yang bertugas untuk mengumpulkan data pendukung yang dibutuhkan
Surat Tugas Tim Kerja
Efektif
Mengumpulkan data Produksi , data Luas Tanam serta data luas lahan Tanaman Pangan yang sudah
termanfaatkan dan yang belum termanfaatkan per Distrk yang merupakan sentra produksi tanaman pangan.
Dokumen data luas lahan dan data produksi tanaman pangan
Kepala Dinas
Tim Efektif
Kepala Bidang PSP
Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Pangan
Kepala Seksi Produksi
Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil tanman pangan
Kepala Sub Bagian Perencanaan
Kepala BPP
Staf Bidang Tanaman Membuat Peta
Komoditi Unggulan di Kabupaten Sorong
Peta Komoditi Unggulan Tanaman Pangan di Kabupaten Sorong
Dinas TPHBUN
Tim kerja efektif
2. Tahapan Jangka Menengah
Tabel 3.2 Tahapan Jangka Menengah
No Milestone Kegiatan Output Waktu Stakeholder
1 Tersedianya Anggaran
Menyusun Rencana Kegiatan
Program Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan
Bulan Oktober 2023
Kepala Dinas
Tim Efektif
Kabid PSP
Kasubag Perencanaan
Kasubag Keuangan
No Milestone Kegiatan Output Waktu Stakeholder
Baprlitbang
BKAD
Kepala Seksi Perbenihan
Kepala Seksi Produksi
Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil
Staf Bidang Tanman Pangan 2 Terlaksananya
Prioritas Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan
Perencanaan Pengembangan komoditi unggulan
Tanaman Pangan
Penetapan Komoditi Tanaman pangan
Bulan Oktober- November 2023
Kepala Dinas
Kepala Bidang PSP
Kepala Seksi Perlindungan dan Perbenihan
Kepala Seksi Produksi
Kepala BPP
Kepala Distrik 3 Terwujutnya
Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman pangan
Pengembangan Komoditi Tanman Pangan.
Produksi Unggulan Tanaman Pangan
Bulan Desember 2023 – Januari 2024
Kepala Dinas
Tim Efektif
Kasubag Perencanaan
Kepala Seksi Produksi Tanman Pangan
Kepala Seksi Perlindungan dan Perbenihan Tanman Pangan
Staf Bidang Tanaman Pangan
Kepala BPP atau Penyuluh
3. Tahapan Jangka Panjang
Tabel 3.3 Tahapan Jangka Panjang
No Milestone Kegiatan Output Waktu Stakeholder
1 Mengembangkan jenis Komoditi Unggulan disetiap basis komoditi unggulan
Pengembangan
Varietas unggul Basis Unggulan Tanman Pangan
Bulan Juli Tahun 2023
Kepala Dinas
-Tim Kerja
Kepala Seksi Perlindungan dan Perbenihan Tanaman pangan
No Milestone Kegiatan Output Waktu Stakeholder
Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan
Staf Bidang Tanman pangan
Sektor Swasta
Masyarakat Lokal
2 Terwujutnya Ketersediaan Pangan
Pemanenan Komoditi
Unggulan Tanman Pangan
Hasil Tanaman Pangan yang merupakan komoditi unggulan
Bulan Oktober 2015
Kepala Dinas
Tim Efektif
Kepala Seksi Produksi
Kepala BPP atau Penyuluh
Staf Bidang
Tanaman Pangan
C. Sumber Daya
1. Identifikasi Sumber Daya Manusia a. Stakeholders Internal
1) Kepala Dinas selaku Mentor 2) Sekertaris Dinas
3) Tim Kerja Efektif 4) Kepala Bidang PSP
5) Kepala Bidang Tanaman Hortikultura 6) Kepala Bidang Perkebunan
7) Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan
8) Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan tanman pangan 9) Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Tanman Pangan 10)Kepala Sub Bagian Perencanaan
11)Kepala Sub Bagian Keuangan 12)Kepala BPP dan PPL
13)Staf Dinas Tanaman TPHBUN b. Stakeholders Eksternal
1) Bupati 2) Sekda 3) Baperlitbang
4) Komimfo
5) Dinas Ketahanan Pangan 6) Dinas PU
7) Kelompok Tani
8) Lembaga Masyarakat adat
2. Identifikasi Sumber Daya Peralatan
a. Sumber Daya Peralatan (Alat dan Bahan) 1) Alat
Alat-Alat yang digunakan dalam Kegiatan Pengembangan tanaman pangan adalah :
Alat Pertanian: Seperti traktor, mesin penanam, alat penyemprot pestisida, dan alat pemotong, yang membantu dalam proses penanaman, pemeliharaan, dan panen tanaman.
Sistem Irigasi: Alat-alat seperti pompa air, saluran irigasi, dan sprinkler untuk menyediakan air yang cukup kepada tanaman.
Alat Pemrosesan: Peralatan penggilingan, mesin pengupas, mesin pengering, dan lain-lain yang digunakan untuk memproses hasil pertanian, seperti padi, jagung, atau gandum.
Alat Pengukur: Alat pengukur suhu, kelembaban, dan pH tanah yang membantu dalam pemantauan lingkungan pertanian.
2) Bahan
Benih Unggul: Benih berkualitas tinggi dan unggul yang dipilih khusus untuk jenis tanaman tertentu.
Pupuk: Pupuk kimia atau pupuk organik untuk memberikan nutrisi tambahan kepada tanaman.
Pestisida: Bahan kimia atau metode organik untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.
Tanah dan Media Pertumbuhan: Tanah berkualitas baik atau media pertumbuhan seperti substrat, serbuk gergaji, atau pasir untuk menanam dan membudidayakan tanaman.
Air: Sumber air yang cukup untuk penyiraman dan irigasi tanaman.
Teknologi Pertanian: Perangkat lunak dan perangkat keras teknologi pertanian yang mendukung pemantauan dan pengelolaan pertanian yang lebih efisien.
Dokumentasi dan Pelatihan: Bahan untuk dokumentasi data pertanian, pelatihan petani dalam praktik pertanian terbaik, dan pengembangan keahlian.
Penggunaan alat dan bahan yang sesuai dan berkualitas sangat penting untuk kesuksesan pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan. Petani dan pelaku usaha pertanian perlu memahami cara menggunakan alat dan bahan ini dengan benar untuk mencapai hasil yang optimal.
3. Sumber Daya Anggaran
Biaya Tahun 2023 belum teranggarkan sehingga reformen menggunakan anggaran pribadi.
4. Peta Stakeholder (Promoters, Defender, Latent, Aphatetic)
Pemetaan Stakeholder dimaksudkan untuk mengetahui posisi awal dari masing- masing stakeholder pada pelaksanaan proyek perubahan Pemetaan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Sebagai Basis Data Pengembangan Pertanian di Kabupaten Sorong,
Peta stakeholder proyek perubahan dibagi kedalam Latent, Promotor, Apathetic dan Defender.
Pemetaan stakeholder diperoleh melalui proses identifikasi para stakeholder yang terlibat dan terkena dampak dari proyek perubahan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kemudian diidentifikasi lagi sifat dukungan dari masing-masing stakeholder positif (+), negatif (-), atau netral (+/-). Stakeholder yang memiliki dukungan positif berarti mendukung dan diprediksi akan mendukung karena menerima dampak positif dari proyek perubahan. Selanjutnya stakeholder juga akan diidentifikasi terkait tinggi rendahnya kepentingan dan tinggi rendahnya pengaruh terhadap proyek perubahan.
Setelah dilakukan identifikasi dan dikelompokkan menjadi empat kuadran diperoleh hasil seperti gambar di bawah.
1) Promotor
Promotor adalah stakeholder yang memiliki kepentingan tinggi dan pengaruh tinggi/besar terhadap proyek perubahan. Stakeholder yang masuk dalam kuadran ini
adalah Kementerian Pertanian RI, Bupati Sorong (Pemda), Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan dan Kelompok Tani
2) Defender
Stakeholder pada kuadran ini tergolong memiliki kepentingan tinggi, tetapi pengaruh rendah. Stakeholder yang masuk dalam kuadran ini adalah Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan (Baperlitbang), Dinas ketahanan Pangan, Dinas PU dan Masyarakat pemilik hak ulayat (Status Tanah). Para stakeholder tersebut masuk defender karena memiliki kepentingan tinggi terhadap hasil proper sebagai bagian dukungan terhadap kebijakan dan program terkait di daerah namun pengaruhnya relatif rendah terhadap hasil proyek perubahan .
3) Latent
Pada kuadran ini diidentifikasi Stakeholder yang kurang memiliki kepentingan terhadap proyek perubahan, tetapi memiliki pengaruh yang besar terhadap proyek perubahan maupun stakeholder sendiri. Stakeholder yang masuk dalam kuadran ini adalah LMA (OAP) dan Dinas PU karena mereka tidak memiliki kepentingan hanya sebatas pengguna dari hasil proyek perubahan sehingga pengaruhnya besar.
4) Apathetic
Pada kuadran ini adalah stakeholder yang kurang memiliki pengaruh dan kurang juga memiliki kepentingan. Stakeholder pada kuadran ini adalah Dinas Kemimfo stakeholder tersebut kurang memiliki kepentingan.
TETAP JAGA KEPUASAN (KEEP SATISFIED)
Latens
STAKEHOLDER KUNCI (KEY PLAYERS)
Promotors
Pemilik Hak Ulayat (OAP)
Kementerian Pertanian RI Bupati Sorong
Kepala Dinas TPHBUN (Mentor) TETAP BERIKAN INFORMASI
(KEEP INFORMED) Apathetics
UPAYA MINIMAL (MINIMAL EFFORTS)
Defenders
Dinas Kominfo
Baperitbang Dinas Ketahanan Pangan Masyarakat Pemilik Hak Ulayat
Kelompok Tani
Gambar 3.1 Pemetaan Stakeholders D. Manajemen Resiko
Tabel 3.4 Manajemen Resiko
No Milestone Identifikasi Masalah Penyelesaian Risiko 1 Terbentuknya tim
kerja dan tersusunnya rencana kerja
Sikap pegawai yang apatis dan menolak menjadi bagian dari tim kerja aksi perubahan
Melakukan pendekatan persuasif dan meyakinkan tentang tugas dan fungsinya dalam aksi perubahan ini 2 Terbentuknya FGD
internal Dinas TPHBUN untuk menetapkan kriteria dan norma penetapan komoditi unggulan
Adanya kemungkinan stakeholder yang tidak bersedia memberikan
dukungan dan
komitmennya
Melakukan pendekatan persuasif dan meyakinkan tentang tugas dan fungsinya dalam aksi perubahan ini
3 Terlaksananya sosialisasi aksi perubahan pengembangan komoditi unggulan
Adanya pihak-pihak yang tidak mengetahui tentang aksi perubahan
Melakukan sosialisasi dan publikasi yang baik dan
benar dengan
menyampaikan informasi
Pengaruh
Kepentingan Rendah
Tinggi Tinggi
No Milestone Identifikasi Masalah Penyelesaian Risiko tanaman pangan di
Kabupaten Sorong secara jelas pada sasaran
secara luas 4 Tersedianya Peta
Komoditi Unggulan di Kabupaten Sorong
Pembuatan peta
memerlukan waktu yang tidak singkat dan perlu SDM yang kompeten
Mengidentifikasi SDM yang dapat membuat peta digital
dan mendampingi
pembuatan peta tersebut agar selesai tepat waktu
E. Strategi Pengembangan Kompetensi Dalam Aksi Perubahan Tabel 3.6
Strategi Pengembangan Kompetensi Dalam Aksi Perubahan
No Pihak
Terdampak Perubahan Kompetensi Yang
Dibutuhkan Cara Pengembangan Kompetensi
1
Pejabat di TPHBUN Kabupaten Sorong
Peningkatan kemampuan kepemimpinan strategis, berintegritas, dan inovatif
Coaching/Mentoring
2 Staf Dinas TPHBUN
Peningkatan kemampuan untuk bekerja secara adaptif, kreatif,
dan inovatif
Workshop/Coaching/Mentoring
3
Masyarakat Pemilik Hak
Ulayat
Memanfaatkan lahan kosong
yang potensial Sosialisasi/Publikasi
Bukti Pelaksanaan Strategi Pengembangan Kompetensi Dalam Aksi Perubahan sesuai Tabel 3.6:
1. Pejabat di TPHBUN Kabupaten Sorong
Coaching/Mentoring
2. Staf Dinas TPHBUN
Workshop/Coaching/Mentoring
3. Masyarakat Pemilik Hak Ulayat
Sosialisasi/Publikasi
BAB IV
DESKRIPSI PROSES KEPEMIMPINAN
1. Membangun Integritas dan Akuntabilitas Kinerja Organisasi
Integritas kerja merupakan hal yang sangat dasar jika ingin membangun kinerja yang profesional. Integritas seringkali disederhanakan sebagai makna dari kejujuran, memiliki perilaku baik, bermoral serta mampu menerjemahkan “kepercayaan” dalam konteks berorganisasi. Sebagai bagian dari etika, integritas tidak selalu berbicara perihal penyerahan otonomi pada setiap individu, namun lebih pada konteks loyalitas, teamwork, serta mampu menjaga kepercayaan dalam bekerja. Sehingga, peran pemimpin menjadi unsur penting pada penggerak organisasi dalam mengelola manajemen serta memunculkan motivasi kerja secara optimal pada suatu organisasi. Karena pada dasarnya sumber daya manusia sangat penting bagi suatu lembaga dalam mengelola, mengatur, dan menjalankan kegiatan di suatu organisasi untuk mencapai kemampuan secara maksimal dan profesional. Secara keseluruhan, proses kepemimpinan dalam membangun integritas dan akuntabilitas kinerja organisasi melibatkan pemimpin yang menjadi teladan, kebijakan dan prosedur yang jelas, budaya organisasi yang mendukung, mekanisme pelaporan yang adil, serta pemantauan dan evaluasi kinerja yang transparan. Selama pelaksanaan aksi perubahan, Administrator telah melaksanakan beberapa langkah strategis dalam rangka membangun hubungan kerja yang berintegritas, antara lain sebagai berikut:
a. Membentuk tim kerja efektif
Langkah pertama adalah dengan membentuk tim kerja aksi perubahan untuk memastikan keberhasilan implementasi aksi perubahan yang melibatkan stakeholder internal. Tim ini juga yang akan membantu reformer dalam mengimplementasikan seluruh tahapan pada jangka pendek, menengah, dan Panjang untuk keberhasilah aksi perubahan. Untuk legalisasi, maka tim kerja ini kemudian diresmikan dengan ditandai sah dan terbitnya SK Tim Kerja oleh Kepala Dinas TPHBUN Kabupaten Sorong.
b. Rapat koordinasi tim kerja efektif
Pelaksanaan rapat koordinasi dilakukan dengan tujuan sebagai bentuk realisasi terhadap nilai-nilai integritas dan akuntabilitas yang diterapkan dalam organisasi, khususnya pada implementasi aksi perubahan. Rapat koordinasi berfungsi sebagai wadah tim kerja melakukan komunikasi dan koordinasi untuk mencapai kesepatan dalam mengimplementasikan aksi perubahan, juga untuk menyatukan persepsi tim sebelum melaksanakan tahapan berikutnya.
Membentu k tim kerja
efektif
Sosialisasi dan diseminasi
aksi rubapean h
PAK DILAN SORONG
Rapat koordinasi
tim kerja
Penerbitan SK Tim Kerja
Efektif
c. Sosialisasi dan Diseminasi Aksi Perubahan
Sebagai wujud nilai akuntabilitas kepada publik maka aksi perubahan ini harus disosialisasikan dan didiseminasikan agar semua pihak terkait memahami aksi perubahan dengan baik. Kegiatan ini juga sebagai bentuk pelaporan perkembangan aksi perubahan yang telah dilaksanakan oleh reformer dan tim kerja. Hal ini merupakan upaya menerapkan azas transparansi yang merupakan bagian dari nilai- nilai integritas dan akuntabilitas.
Bagan 4.1 Langkah Strategis Dalam Rangka Membangun Hubungan Kerja Yang Berintegritas
2. Pengelolaan Budaya Kerja
Budaya kerja diartikan sebagai kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang oleh pribadi atau pegawai pada suatu unit kerja, jika terjadi pelanggaran atas kebiasaan ini memang tidak ada sanksi tegas, namun secara moral, pelaku organisasi telah menyepakati adanya bentuk kebiasaan yang mestinya harus ditaati guna memaksimalkan aktivitas positif untuk mencapai tujuan unit kerja. Membangun budaya kerja yang kuat, profesional dan solid perlu dilakukan melalui perencanaan serta pengelolaan manajemen yang tepat. Sehingga peranan seorang pemimpin dinilai memiliki pengaruh penting dalam membangun budaya kerja di lingkungan kerja serta memastikan hal tersebut memiliki nilai- nilai positif dalam membangun tujuan unit kerja.
Sejalan dengan hal tersebut, di lingkungan pemerintahan, telah disederhanakan nilai-nilai pentingyang berlandaskan Pancasila, Core Values ASN BerAKHLAK
(Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai fondasi kokoh dalam penguatan budaya kerja yang professional, sehingga semua instansi pemerintah diharapkan mampu tumbuh di atas fondasi dimaksud guna mencapai tujuan bersama yang mengerucut pada Visi Misi Indonesia Maju.
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan pada implementasi aksi perubahan sebagai wujud pengelolaan budaya kerja:
1. Membangun budaya kerja yang responsif. Pihak pengelola harus membangun budaya kerja yang responsif terhadap setiap tantangan, hambatan, sekaligus peluang saat mengimplementasikan proyek perubahan.
2. Memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai dalam melaksanakan aksi perubahan PAK DILAN SORONG, termasuk Anggaran, SDM, dan tanaman pangan yang akan dikembangkan pada jangka menengah dan Panjang.
3. Mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada untuk pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong.
4. Memberdayakan petani agar dapat mengelola lahan pertanian mereka sendiri sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan para petani.
3. Membangun Jejaring dan Kolaborasi
Jejaring kerja (kemitraan) pada hakekatnya adalah sebuah proses membangun komunikasi atau hubungan, berbagi ide informasi dan sumber daya atas dasar saling percaya (trust) dan saling menguntungkan diantara pihak-pihak yang bermitra yang dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman atau kesepakatan guna mencapai kesuksesan bersama yang lebih besar baik secara lisan maupun tertulis. Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh suatu organisasi dalam membangun Jejaring Kerja (kemitraan) yaitu sebagai berikut:
1. Meningkatkan Partisipasi stakeholder 2. Peningkatan Mutu dan Relevansi
Jejaring yang dibangun melalui aksi perubahan ini yaitu jejaring kepada para pemangku kepentingan (stakeholders) internal dan eksternal. Pembangunan jejaring ini dalam rangka membangun komunikasi dan bekerja sama, hal ini mengingat adanya keterlibatan pihak lain dengan peran masing-masing. Oleh karena itu deskripsi dan peran akan disajikan pada bagian ini. Untuk stakeholders juga akan diidentifikasi mengenai pengaruh dan kepentingannya. Individu dan organisasi yang memiliki kepentingan dan pengaruh terhadap aksi perubahan telah diidentifikasi dan dipetakan dalam peta jejaring
kerja dalam rancangan aksi perubahan. Adapun pelaksanaan membangun jejaring kerja dan kolaborasi yang dilaksanakan selama tahapan aksi perubahan dengan melibatkan stakeholders internal dan stakeholders eksternal.
Stakeholder Internal merupakan stakeholder yang dipengaruhi secara langsung oleh Aksi Perubahan. Stakeholder tersebut secara teknis mempunyai kontribusi yang besar, sehingga merupakan stakeholder yang berperan memperlancar terhadap keberhasilan Aksi Perubahan yang dilaksanakan. Internal dalam Aksi Perubahan ini adalah:
a. Kepala Dinas selaku Mentor b. Sekertaris Dinas
c. Tim Kerja Efektif d. Kepala Bidang PSP
e. Kepala Bidang Tanaman Hortikultura f. Kepala Bidang Perkebunan
g. Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan
h. Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan tanman pangan i. Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Tanman Pangan j. Kepala Sub Bagian Perencanaan
k. Kepala Sub Bagian Keuangan l. Kepala BPP dan PPL
m. Staf Dinas Tanaman TPHBUN
Stakeholder Eksternal merupakan stakeholder yang mempunyai pengaruh (influence), kepentingan (interest) dan keterlibatan yang sangat kuat terhadap keberhasilan Aksi Perubahan, memiliki pengaruh terhadap kegiatan Pemerintah dan keberadaannya sangat penting bagi organisasi yang memiliki program tersebut.
Stakeholder Eksternal dalam Aksi Perubahan ini adalah:
a. Baperlitbang
b. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah c. Kepala Distrik
4. Strategi Pengembangan Kompetensi
Dalam rangka mencapai tujuan dalam aksi perubahan PAK DILAN SORONG, maka reformer melakukan strategi pengembangan kompetensi kepemimpinan kinerja yang disesuaikan dengan konteks organisasi atau individu. Adapun strategi pengembangan kompetensi yang sesuai dengan implementasi Aksi Perubahan adalah sebagai berikut ini.
a. Integritas
Dengan melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan implementasi kebijakan, aturan dan atau arahan yang diberikan di lingkup tugasnya dengan pendampingan atas resiko atau dampak yang timbul. Yakni melalui kegiatan pembentukan tim kerja efektif pada tahapan Penyusunan dan Pengesahan Surat Keputusan Tim Efektif.
b. Kerjasama
Dengan membangun kerjasama atau aliansi yang sinergis dengan pihak eksternal/para pemangku kepentingan dalam rangka pencapaian target kerja organisasi. Yakni dengan tersedianya sarana dan prasarana aksi perubahan melalui Kegiatan rapat koordinasi dengan tim efektif eksternal dan internal untuk penyediaan sarana dan prasarana PAK DILAN SORONG.
c. Mengelola Perubahan
Reformer menjadi agent of change yang menginisiasi perubahan secara terencana meliputi planning, implementasi serta melakukan mitigasi resiko atas perubahan.
Pada aksi perubahan dilaksanakan dengan rapat koordinasi, pertemuan audiensi dengan stakeholder, serta sosialisasi dan diseminasi aksi perubahan.
BAB V
DESKRIPSI HASIL KEPEMIMPINAN
Implementasi Aksi Perubahan PAK DILAN SORONG dilaksanakan selama 60 (enam puluh) hari mulai bulan September sampai dengan Oktober 2023 untuk tahapan jangka pendek. Aksi perubahan ini terlaksana secara bertahap yang terdiri atas 4 milestone. Berikut penjelasan dan bukti implementasi aksi perubahan setiap milestone:
A. CAPAIAN DAN BUKTI PERBAIKAN KINERJA ORGANISASI
Sebagai Kepala Bidang Tanaman Pangan di Dinas TPHBUN Kabupaten Sorong mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan, pelaksanaan kebijakan, dan pemberian bimbingan teknis, serta pemantauan dan evaluasi di bidang Tanaman Pangan. Termasuk diantaranya penyusunan kebijakan, perencanaan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi yang berkaitan dengan perbenihan, produksi, perlindungan, pasca panen dan pengolahan hasil di bidang Tanaman Pangan, serta melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.
Capaian yang berhasil diperoleh pada tahapan jangka pendek yaitu terbentuknya tim kerja dan tersedianya dukungan dari pimpinan, stakeholder internal, dan eksternal.
Selain itu, capaian kedua adalah telah adanya dokumen penetapan kriteria komoditi unggul tanaman pangan yang disepakati dan ditetapkan pada saat FGD. Selanjutnya dilaksanakan sosialisasi aksi perubahan agar semua pihak memahami program ini dengan baik.
Tabel 5.1 Capaian Milestone Implementasi Aksi Perubahan Jangka Pendek (Agustus-September 2023)
No Program Aksi Perubahan
Indikator
Keberhasilan Capaian Persentase Capaian
Kendala dan Upaya
Penyelesaian Bukti Fisik Milestone 1. Terwujudnya koordinasi dengan Pimpinan
1
Konsultasi dengan dengan Kepala Dinas
TPHBUN sekaligus Mentor
Terlaksananya konsultasi kepada
Kepala Dinas Sekaligus Mentor
Kepala Dinas/Mentor
menyetujui aksi perubahan
untuk dilaksanakan
100%
Kendala: Keterbatasan waktu Kepala Dinas/Mentor untuk
konsultasi
Upaya: Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kepala
Dinas/Mentor melalui Whatsapp untuk menentukan kesepakatan waktu konsultasi
tatap muka
Surat
Persetujuan dari Kepala Dinas
Dokumentasi (Foto)
2 Konsultasi kepada pj Bupati Sorong selaku
Kepala Daerah
Terlaksananya konsultasi kepada pj
Bupati Sorong
Pj Bupati Sorong menyatakan dukungannya secara tertulis terhadap aksi perubahan
100%
Kendala: Agenda pj Bupati Sorong yang padat Upaya: Melakukan komunikasi dan koordinasi
dengan protokoler untuk mendapatkan jadwal pertemuan dengan pj Bupati
Sorong
Surat pernyataan dukungan
Dokumentasi (foto)
Milestone 2. Terbentuknya tim kerja Efektif dan tersusunnya rencana kerja 3 Melaksanakan rapat
pembentukan tim kerja aksi perubahan
Terbentuk tim kerja Kasih
Tim Kerja Kasih untuk
lingkup 100% Kendala: Penentuan SDM yang tepat sesuai dengan
Daftar hadir
Notulen
26
Jangka Pendek (Agustus-September 2023) No Program Aksi
Perubahan
Indikator
Keberhasilan Capaian Persentase Capaian
Kendala dan Upaya
Penyelesaian Bukti Fisik internal telah
terbentuk
kompetensi dan peran yang dibutuhkan dalam tim kerja Upaya: Melakukan pemetaan
stakeholder dan penentuan peran setiap anggota tim kerja
Dokumentasi (Foto)
Daftar nama Tim Kerja
Uraian tugas dan fungsi tim kerja
4 Pengesahan dan penerbitan SK Tim Kerja Aksi Perubahan
Tersedianya SK Tim Kerja Aksi Perubahan
Dasar hukum pembentukan Tim Kerja
Aksi Perubahan
100%
Kendala: Perlunya tanda tangan pimpinan untuk mengesahkan SK Tim Kerja
Kasih
Upaya: Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pimpinan untuk pengesahan SK
Tim Kerja secara tatap muka atau melalui media Whatsapp
atau Telepon
SK Tim Kerja
Milestone 3. Konsultasi dengan Baperlitbang
5 Mengajukan
permintaan Peta Administrasi Kabupaten dan Peta
Penggunaan Lahan Pertanian di Kabupaten Sorong
Tersampaikannya pengajuan permintaan peta administrasi dan peta penggunaan lahan pertanian sebagai data dukung
Baperlitbang bersedia memberikan soft file peta yang diminta oleh reformer
100%
Kendala: Lambatnya balasan surat permintaan yang diajukan Upaya: Melakukan pendekatan personal dan tatap muka secara
langsung kepada Kepala
Surat
permintaan soft file peta dukung
Jangka Pendek (Agustus-September 2023) No Program Aksi
Perubahan
Indikator
Keberhasilan Capaian Persentase Capaian
Kendala dan Upaya
Penyelesaian Bukti Fisik Baperlitbang, atau bidang yang
berwenang
6 Melaksanakan
pertemuan dan berdiskusi dengan
Baperlitbang
Terlaksananya pertemuan dan diskusi dengan Kepala Bidang
Pemetaan, Baperlitbang
Adanya masukan dan
dukungan Baperlitbang terhadap aksi perubahan
100%
Kendala: Kesibukan Kepala Bidang pemetaan untuk bertemu dengan reformer Upaya: Melakukan komunikasi
dan koordinasi untuk menentukan jadwal pertemuan
Dokumentasi (foto)
Peta
Administrasi Kabupaten
Peta
Penggunaan Lahan Pertanian Milestone 4. Terwujudnya Dukungan AP
Jangka Pendek (Agustus-September 2023) No Program Aksi
Perubahan
Indikator
Keberhasilan Capaian Persentase Capaian
Kendala dan Upaya
Penyelesaian Bukti Fisik 7 Koordinasi dengan
Stakeholder Internal dan Eksternal
Terwujudnya dukungan dari stakeholder internal
dan eksternal terhadap aksi perubahan
Dukungan tertulis dari
para stakeholder internal dan eksternal terhadap aksi
perubahan
100%
Kendala: Kesibukan stakeholder pemetaan untuk
bertemu dengan reformer Upaya: Melakukan komunikasi
dan koordinasi untuk menentukan jadwal pertemuan
Dokumentasi (foto)
Surat pernyatan dukungan
Milestone 5. Terbentuknya FGD internal Dinas TPHBUN untuk menetapkan kriteria dan norma penetapan komoditi unggulan 8 Melaksanakan rapat
koordinasi tim kerja untuk persiapan FGD
internal
Terlaksananya rapat koordinasi untuk
persiapan FGD
Adanya daftar kebutuhan
untuk persiapan FGD yang
tercantum pada notulensi
100%
Kendala: Adanya anggota tim kerja yang tidak menghadiri
rapat
Upaya: Melakukan pemberitahuan jadwal rapat
kepada tim sebelum hari H
Undangan
Daftar hadir
Notulen
Dokumentasi (Foto)
Jangka Pendek (Agustus-September 2023) No Program Aksi
Perubahan
Indikator
Keberhasilan Capaian Persentase Capaian
Kendala dan Upaya
Penyelesaian Bukti Fisik 9 Mempersiapkan
Kegiatan FGD
internal Tersedianya
kebutuhan sumber daya untuk pelaksanaan FGD
Tim kerja telah menyiapkan
kebutuhan FGD
100%
Kendala: Adanya anggota tim kerja yang tidak proaktif dalam
persiapan FGD
Upaya: Reformer mengawasi dan memastikan setiap anggota
telah menjalankan tugas dan perannya masing-masing pada
persiapan kegiatan
Undangan Peserta FGD
Agenda kegiatan FGD
Daftar pertanyaan untuk FGD 10
Menyelenggarakan FGD internal Dinas
TPHBUN untuk menetapkan kriteria dan norma penetapan
komoditi unggulan
Terlaksananya FGD Internal Dinas
TPHBUN
Tersedianya dokumen penetapan kriteria dan
norma penetapan
komoditi unggulan
100%
Kendala: Adanya pihak yang belum mengetahui dokumen penetapan kriteria dan norma penetapan komoditi unggulan
Upaya: Reformer melaksanakan sosialisasi mengenai aksi perubahan
Undangan
Daftar hadir
Notulen
Dokumentasi (Foto)
Dokumen kriteria dan norma penetapan komoditi unggulan Milestone 6. Terlaksananya sosialisasi aksi perubahan pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong
11 Melaksanakan rapat persiapan sosialisasi
aksi perubahan bersama dengan tim
kerja efektif
Terlaksananya rapat persiapan sosialisasi
aksi perubahan
Adanya daftar kebutuhan
kegiatan sosialisasi tercantumyang
100%
Kendala: Adanya anggota tim kerja yang tidak menghadiri
rapat
Undangan
Daftar hadir
Notulen
Dokumentasi (Foto)
Jangka Pendek (Agustus-September 2023) No Program Aksi
Perubahan
Indikator
Keberhasilan Capaian Persentase Capaian
Kendala dan Upaya
Penyelesaian Bukti Fisik pada notulensi
rapat
Upaya: Melakukan pemberitahuan jadwal rapat
kepada tim sebelum hari H 12 Melaksanakan
sosialisasi aksi perubahan pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong
Terlaksananya sosialisasi aksi
perubahan pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong
Semua pihak terkait memahami tentang aksi
perubahan PAK DILAN
SORONG
100%
Kendala: Adanya stakeholder yang tidak hadir pada acara
sosialsiasi
Upaya: Reformer melakukan publikasi melalui media lokal/sosial media tentang aksi
perubahan yang dapat dijangkau oleh pihak terkait
Spanduk
Undangan
Daftar hadir
Notulen
Dokumentasi (Foto)
13 Melaksanakan acara Lauching aksi
perubahan pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong
Terlaksananya acara Launching aksi
perubahan pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong
Aksi perubahan
telah diluncurkan secara resmi
dan mendapatkan
pengakuan oleh Pemkab
Sorong
100%
Kendala: Adanya stakeholder yang tidak hadir pada acara
sosialsiasi
Upaya: Reformer melakukan publikasi melalui media lokal/sosial media tentang aksi
perubahan yang dapat dijangkau oleh pihak terkait
Spanduk
Stand Banner
Undangan
Daftar hadir
Dokumentasi (foto)
14 Mempublikasikan aksi perubahan pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di
Terwujudnya publikasi aksi perubahan
Adanya publikasi aksi
perubahan di media lokal
atau sosial media
100%
Kendala: Publikasi yang dilakukan belum menjangkau
semua pihak yang terkait dengan aksi perubahan
Artikel/video publikasi di media Sosial
Jangka Pendek (Agustus-September 2023) No Program Aksi
Perubahan
Indikator
Keberhasilan Capaian Persentase Capaian
Kendala dan Upaya
Penyelesaian Bukti Fisik Kabupaten Sorong
melalui media Sosial
Upaya: Reformer terus berupaya mensosialisasikan
aksi perubahannya dengan menggunakan media yang ada atau secara langsung, terutama
kepada penerima manfaat
Milestone 7. Tersedianya Peta Komoditi Unggulan di Kabupaten Sorong 15 Melaksanakan rapat
koordinasi dengan tim kerja efektif untuk
membahas ketersediaan data pendukung potensi
lahan
Terlaksananya rapat koordinasi tim kerja untuk membahas ketersediaan data pendukung potensi
lahan
Adanya daftar data dukung dan staf yang
bertugas mengumpulka
n data
100%
Kendala: Adanya anggota tim kerja yang tidak menghadiri
rapat
Upaya: Melakukan pemberitahuan jadwal rapat
kepada tim sebelum hari H
Undangan
Daftar hadir
Notulen
Dokumentasi (Foto)
Jangka Pendek (Agustus-September 2023) No Program Aksi
Perubahan
Indikator
Keberhasilan Capaian Persentase Capaian
Kendala dan Upaya
Penyelesaian Bukti Fisik 16 Menerbitkan surat
tugas bagi pegawai yang bertugas untuk mengumpulkan data
pendukung yang dibutuhkan
Tersedianya surat tugas untuk mengumpulkan data
pendukung yang dibutuhkan
Petugas yang ditugaskan
mulai mengumpulka
n data pendukung
yang dibutuhkan
100%
Kendala: Petugas memerlukan waktu untuk mengumpulkan
data pendukung yang dibutuhkan
Upaya: Reformer membantu tim yang bertugas dengan
mengarahkan dan mengkomunikasikan kepada pimpinan Baperlitbang untuk
menyediakan peta yang dibutuhkan
Surat Tugas
17 Mengumpulkan data Produksi , data Luas Tanam serta data luas
lahan Tanaman Pangan yang sudah
termanfaatkan dan yang belum termanfaatkan per
Distrk yang merupakan sentra produksi tanaman
pangan.
Tersedianya data Produksi , data Luas
Tanam serta data luas lahan Tanaman
Pangan yang sudah termanfaatkan dan
yang belum termanfaatkan per
Distrk yang merupakan sentra produksi tanaman
pangan
Adanya data Produksi , data
Luas Tanam serta data luas
lahan Tanaman Pangan yang
dibutuhkan
100%
Kendala: Data tersebut perlu ditransformasikan ke dalam
bentuk peta
Upaya: Reformer membantu memilah data yang dibutuhkan
untuk pembuatan peta dukung
Dokumen data luas lahan dan data produksi tanaman pangan
18 Membuat Peta Komoditi Unggulan di
Kabupaten Sorong
Tersedianya Peta Komoditi Unggulan
di Kabupaten Sorong
Adanya Peta Komoditi Unggulan di
Kabupaten
100%
Kendala: Perlu waktu dan biaya pembuatan peta
Peta Komoditi Unggulan Tanaman Pangan di
Jangka Pendek (Agustus-September 2023) No Program Aksi
Perubahan
Indikator
Keberhasilan Capaian Persentase Capaian
Kendala dan Upaya
Penyelesaian Bukti Fisik Sorong dalam
bentuk soft file
Upaya: Reformer dan tim kerja bersama-sama menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk pembuatan peta dukung
Kabupaten Sorong
19
Mengembangkan komoditi unggulan
tanaman pangan
Terlaksananya pengembangan komoditi unggulan
tanaman pangan pada distrik sebagai
tahap uji coba
Adanya komoditi unggulan tanaman pangan yang
telah dikembangkan
100%
Kendala: Perlu waktu dan biaya pengembangan komoditi
unggulan tanaman pangan Upaya: Reformer dan tim kerja
bersama-sama menyediakan sumber daya yang dibutuhkan
untuk pelaksanaan pengembangan komoditi tanaman unggulan tersebut
Dokumentasi penanaman komoditi unggulan tanaman pangan
B. TAHAPAN JANGKA PENDEK 1) Milestone 1. Terwujudnya koordinasi dengan kepala dinas
a. Konsultasi dengan dengan Kepala Dinas
Sebagai Langkah awal, Reformer melakukan konsultasi kepada Mentor, Bapak Frengki Yules Wamafma, S.Hut., M.Si., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas TPHBUN Kabupaten Sorong pada tanggal 31 Agustus 2023 bertempat di Kantor Dinas TPHBUN Kabupaten Sorong. Tujuan konsultasi ini adalah untuk mendapatkan persetujuan dan arahan mengenai implementasi aksi perubahan PAK DILAN SORONG. Adapun output sekaligus bukti konsultasi ini adalah tersedianya surat pernyataan Persetujuan oleh Mentor kepada Reformer untuk melaksanakan aksi perubahan sesuai yang telah dirancang.
Gambar Reformer Melakukan Konsultasi Kepada Kepala Dinas TPHBUN Kabupaten Sorong Sekaligus Mentor Dan Pimpinan
Gambar Reformer Melakukan Konsultasi Kepada Kepala Dinas TPHBUN Kabupaten Sorong Setelah Penyusunan RAP
35
b. Konsultasi dengan dengan pj Bupati Sorong
Reformer juga melakukan konsultasi kepada pj Bupati Sorong, Bapak Yan Piet Mosso, S.Sos., MM., M.AP. pada tanggal 04 Oktober 2023 bertempat di Kantor Bupati Kabupaten Sorong. Tujuan konsultasi ini adalah untuk mendapatkan persetujuan dan dukungan Kepala Daerah terhadap implementasi aksi perubahan PAK DILAN SORONG. Adapun output sekaligus bukti konsultasi ini adalah tersedianya surat pernyataan dukungan kepada Reformer untuk melaksanakan aksi perubahan sesuai yang telah dirancang.
Gambar Reformer bersama dengan pj Bupati Sorong
SURAT PERNYATAAN DUKUNGAN PJ BUPATI SORONG
2) Milestone 2. Terbentuknya Tim Kerja Efektif dan Tersusunnya Rencana Kerja a. Melaksanakan rapat pembentukan tim kerja aksi perubahan
Terbentuknya tim Kerja adalah untuk melakukan kerja sama yang menguasai tugas masing – masing kelompok untuk mencapai target yang diharapkan untuk mencapai tujuan bersama. Kerja tim ialah berkelompok sesuai dengan keterampilan masing- masing yang saling melengkapi mencapai tujuan bersama – sama secara efektif dan efisien dan pekerjaan menjadi ringan karena dilakukan bersama. Sebgai Langkah pertama pembentukan tim kerja PAK DILAN SORONG didahului dengan melaksanakan rapat dengan stakeholder internal untuk membahas pembentukan tim tersebut.
Gambar Rapat Pembentukan Tim Kerja
UNDANGAN RAPAT PEMBENTUKAN TIM EFEKTIF
DAFTAR HADIR RAPAT PEMBENTUKAN TIM EFEKTIF
NOTULENSI RAPAT PEMBENTUKAN TIM EFEKTIF
b. Pengesahan dan penerbitan SK Tim Kerja Aksi Perubahan
Setelah adanya kesepakatan pembentukan tim PAK DILAN SORONG, selanjutnya melegalkan tim tersebut dengan mengesahkan dan menerbitkan SK Tim Kerja oleh Kepala Dinas TPHBUN Kabupaten Sorong. Adapun bukti Kegiatan ini adalah dengan terbitnya Keputusan Kepala Dinas TPHBUN Kabupaten Sorong Nomor 520/577/TAHUN2023 tentang Pembentukan Tim Kerja aksi perubahan PAK DILAN SORONG (Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Di Kabupaten Sorong).
Surat Keputusan Tim Kerja Efektif – Tim PAK DILAN SORONG
3) Milestone 3. Konsultasi dengan Baperlitbang
a. Mengajukan permintaan Peta Administrasi Kabupaten dan Peta Penggunaan Lahan Pertanian di Kabupaten Sorong
Dalam rangka menyediakan data awal implementasi aksi perubahan, maka Reformer mengajukan permintaan secara tertulis untuk penyediaan Peta Administrasi Kabupaten dan Peta Penggunaan Lahan Pertanian di Kabupaten Sorong dalam bentuk soft file. Permintaan tersebut ditujukan kepada Kepala Baperlitbang Kabupaten Sorong, cq. Kepala Bidang Pemetaan.
b. Melakukan diskusi dengan Kepala Bidang Pemetaan Baperlitbang Kabupaten Sorong
Setelah tim kerja PAK DILAN SORONG terbentuk, selanjutnya Reformer melakukan pertemuan dengan Kepala Bidang Pemetaan, Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Kabupaten Sorong pada tanggal 25 September 2023 di Kantor Baperlitbang. Tujuannya untuk berkonsultasi dan berdiskusi tentang Peta Administrasi Kabupaten dan Peta Penggunaan Lahan Pertanian di Kabupaten Sorong. Peta tersebut diperlukan untuk menjadi acuan pelaksanaan PAK DILAN SORONG untuk pengembangan tanaman pangan komoditi unggul di Kabupaten Sorong. Hasil tahapan ini adalah tersedianya Peta Administrasi Kabupaten dan Peta Penggunaan Lahan Pertanian di Kabupaten Sorong.
Gambar Pertemuan Reformer dengan Kepala Bidang Pemetaan, Baperlitbang Kabupaten Sorong
PETA ADMINISTRASI KABUPATEN SORONG
52
PETA PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN SORONG