• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AP PAK DILAN SORONG

N/A
N/A
rendi asrima

Academic year: 2024

Membagikan " LAPORAN AP PAK DILAN SORONG "

Copied!
187
0
0

Teks penuh

(1)

i

(2)

FILOSOFI LOGO PAK DILAN SORONG

PAK DILAN SORONG merupakan akronim dari “Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Di Kabupaten Sorong”. Filosofi judul Pak Dilan Sorong ini berusaha menggambarkan figur Bapak atau seseorang yang bekerja dalam bidang pertanian dan terus berinovasi untuk mengembangkan komoditi unggulan tanaman pangan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi Masyarakat di Kabupaten Sorong.

Berikut adalah makna dari logo PAK DILAN SORONG:

Gambar Petani pada logo merujuk pada kata PAK DILAN sesuai judul aksi perubahan yang dimaknai sebagai figur Bapak atau seseorang yang bekerja pada bidang ketahanan pangan dan pertanian. Dihubungkan dengan aksi perubahan ini yang dilaksanakan pada lingkup Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sorong.

Gambar Padi untuk mempertegas ruang lingkup pelaksanaan aksi perubahan yaitu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sorong. Juga mengandung makna Kemakmuran, sesuai dengan tujuan akhir dari aksi perubahan ini untuk mengembangkan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong agar Masyarakat lebih Makmur dalam ketersediaan tanaman pangan yang unggul.

Logo Kabupaten Sorong pada logo dimaksudkan untuk memperjelas bahwa aksi perubahan ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sorong.

Ilustrasi peta Kabupaten Sorong juga untuk menjelaskan bahwa aksi perubahan ini dilaksanakan di Kabupaten Sorong

ii

(3)

1. Warna biru mengandung makna teknologi di mana pada aksi perubahan ini untuk pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan akan memanfaatkan teknologi pada strategi marketingnya.

2. Warna jingga pada logo bermakna semangat Reformer dalam melaksanakan aksi perubahan.

3. Warna coklat melambangkan tanah dan kestabilan Reformer dalam melaksanakan aksi perubahan.

4. Warna hijau sebagai sumber kehidupan dan kesuburan sesuai harapan reformer dalam pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan ini dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

(4)

KATA PENGANTAR

Salam sejahtera!

Dengan mengucapkan puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia-Nya, sehingga Penyusunan Laporan Aksi Perubahan ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Adapun penyusunan Laporan ini dilakukan sebagai salah satu syarat kelulusan Pelatihan Kepemimpinan Administrator di PUSLATBANG KMP LAN Makassar.

Aksi perubahan berjudul “PAK DILAN SORONG” (Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Di Kabupaten Sorong) yang dipilih sebagai upaya mengembangkan potensi sektor pertanian di Kabupaten Sorong. Sehingga perlu dilakukan suatu terobosan inovatif yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan yang ada bagi masyarakat Kabupaten Sorong.

Dalam penyusunan aksi perubahan ini telah memperoleh banyak bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik saran, ide, maupun tenaga yang berguna bagi Laporan Aksi perubahan ini ke depannya, maka melalui ini disampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Yan Piet Moso, S.Sos, MM., M.AP. (pj Bupati Sorong), Bapak Cliff Agus Japsenang, S.Sos., M.Si. (Sekretaris Daerah Kabupaten Sorong), Bapak Dr. Andi Taufik, M.Si. (Kepala PUSLATBANG KMP LAN Makassar), Bapak Frengki Yules Wamafma, S.Hut., M.Si.

(Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan) juga selaku Mentor, dan Bapak Suyono, S.Kom., M.M. (Coach).

Reformer menyadari sepenuhnya bahwa Laporan ini masih jauh dari kata sempurna, maka reformer mengharapkan segala bentuk saran, masukan, bahkan kritik yang membangun dari berbagai pihak. Akhirnya diharapkan semoga Aksi perubahan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan kontribusi positif bagi Pemerintah Kabupaten Sorong. Terima kasih.

Sorong, 14 November 2023 Reformer,

JACQUILIN EF KANDAMI NDH 40

(5)

DAFTAR ISI

Halaman Judul...i

Lembar Persetujuan...ii

Lembar Pengesahan...iii

Kata Pengantar ... iv

Daftar Isi ... v

Bab I Pendahuluan ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Tujuan Aksi Perubahan...3

C. Ruang Lingkup ... 4

Bab II Analisis Masalah...5

A. Profil Kinerja Organisasi ... 5

B. Analisis Masalah Kinerja Organisasi ... 5

Bab III Strategi Penyelesaian Masalah...8

A.Terobosan Inovasi ... 8

B. Milestone dan Kegiatan...8

C. Sumber Daya ... 13

D.Manajemen Risiko...16

E. Strategi Pengembangan Kompetensi Dalam Aksi Perubahan ... 17

BAB IV DESKRIPSI PROSES KEPEMIMPINAN...19

A. Membangun Integritas dan Akuntabilitas Kinerja Organisasi...19

B. Membangun Jejaring dan Kolaborasi...20

C. Pengelolaan Budaya Kerja...21

D. Strategi Pengembangan Kompetensi...22

BAB V DESKRIPSI HASIL KEPEMIMPINAN...24

A. Capaian Dan Bukti Perbaikan Kinerja Organisasi ... 24

(6)

B. Tahapan jangka pendek ... 35

C. Manfaat aksi perubahan...147

D. Implementasi Pengembangan Kompetensi Dalam Aksi Perubahan...148

E. Keterkaitan Mata Pelatihan Pilihan Dengan Aksi Perubahan...150

BAB VI DESIMINASI DAN PUBLIKASI AKSI PERUBAHAN...151

A. Pemanfaatan Ragam Media Komunikasi dalam Desiminasi dan Publikasi Aksi Perubahan...151

B. Keberhasilan Mendapat Dukungan Adopsi/ Replikasi Aksi Perubahan...156

BAB VII KEBERLANJUTAN AKSI PERUBAHAN ... 166

A. Kegiatan dan Target Capaian Jangka Menengah...166

B. Kegiatan dan Target Capaian Jangka Panjang...167

BAB VIII PELAKSANAAN PENGEMBANGAN POTENSI DIRI...169

A. Deskripsi Proses Pelaksanaan Seluruh Strategi Pengembangan Potensi Diri ... ...169

B. Perbandingan progress atau hasil pelaksanaan strategi pengembangan kompetensi tersebut dengan pemetaan sikap perilaku yang disusun pada rancangan aksi perubahan ...171

BAB IX KESIMPULAN DAN SARAN ... 174

A. Kesimpulan...174

B. Saran...174

(7)

EXECUTIVE SUMMARY

Kabupaten Sorong merupakan salah satu wilayah di Provinsi Papua Barat Daya yang memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Berdasarkan laporan akhir tim penyiapan data LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) Provinsi Papua Barat Tahun 2020 potensi lahan Pertanian seluas 19.709,5 Ha yang terdiri dari lahan kering seluas 16.723,06 Ha dan lahan basah seluas 2.986,44 Ha. Dari data total luasan tersebut faktanya hingga saat ini lahan pertanian yang baru digarap atau diolah petani seluas 718 Ha terdiri lahan kering seluas 598 Ha (eksisting) atau baru 3,66 %, dan lahan basah (sawah) seluas 120 Ha atau baru 4,09 % yang tersebar di 30 Distrik/Kecamatan dan Kebutuhan Pangan di Kabupaten Sorong adalah 10.047,287 ton per tahun. Berdasarkan data ini maka potensi untuk mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Sorong sangat terbuka lebar.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi (Isu aktual) menurunnya produktivitas pertanian adalah terbatasnya kuota pupuk subsidi bagi petani, banyaknya lahan pertanian yang beralih fungsi dan beralih komoditi, dan masih banyaknya lahan yang belum diolah. Sebagai Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sorong maka Aksi Perubahan yang diimplementasikan berjudul “Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Di Kabupaten Sorong”, yang disingkat PAK DILAN SORONG.

Tujuan jangka pendek aksi perubahan ini adalah tersedianya Peta Komoditi Unggulan Tanaman Pangan di Kabupaten Sorong. Jangka menengah adalah terlaksananya Prioritas Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan dan terwujudnya Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman pangan. Sementara pada Jangka Panjang bertujuan untuk mengembangkan jenis Komoditi Unggulan di setiap basis komoditi unggulan dan terwujudnya Ketersediaan Pangan di Kabupaten Sorong.

Melalui PAK DILAN SORONG, reformer berupaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong.

Dengan adanya aksi perubahan ini dapat menjadi acuan Pemda dalam pengambilan kebijakan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan potensi daerah di bidang pertanian. Serta sebagai upaya meningkatkan produksi komoditi unggulan tanaman pangan melalui optimalisasi lahan Pertanian sub sektor Tanaman Pangan. Pada akhirnya, aksi perubahan ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani sebab petani menjadi lebih berdaya dalam mengelola usaha pertaniannya.

(8)

Keberhasilan aksi perubahan PAK DILAN SORONG telah memberikan dampak positif terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHBUN dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Sorong.

Hal ini secara tidak langsung mendukung penerapan Reformasi Birokrasi Tematik Upaya Pengetasan kemiskinan dan upaya peningkatan Investasi melalui pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong. Upaya pengentasan kemiskinan pada aksi perubahan dilakukan melalui penyediaan kebutuhan pokok dan pengembangan budaya usaha di sektor pertanian. Sementara upaya peningkatan investasi pada aksi perubahan ini melalui pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan, di mana dapat membuka peluang usaha dan investasi di sektor pertanian.

(9)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan ekonomi di Indonesia dilakukan melalui berbagai sektor, salah satunya adalah pada sektor pertanian. Sektor pertanian dalam arti luas mencakup pertaninan rakyat, perkebunan rakyat, kehutanan, peternakan dan perikanan yang terdiri dari perikanan darat dan perikanan laut (Mubyarto, 1989). Sektor pertanian di Indonesia terdiri dari beberapa sub sektor, yaitu sub sektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan. Tanaman pangan adalah kelompok tanaman yang mempunyai sumber karbohidrat dan protein sebagai sumber energi manusia (Purnawati, 2011).

Kabupaten Sorong merupakan salah satu wilayah di Provinsi Papua Barat Daya yang memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Berdasarkan laporan akhir tim penyiapan data LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) Provinsi Papua Barat Tahun 2020 potensi lahan Pertanian seluas 19.709,5 Ha yang terdiri dari lahan kering seluas 16.723,06 Ha dan lahan basah seluas 2.986,44 Ha. Dari data total luasan tersebut faktanya hingga saat ini lahan pertanian yang baru digarap atau diolah petani seluas 718 Ha terdiri lahan kering seluas 598 Ha (eksisting) atau baru 3,66 %, dan lahan basah (sawah) seluas 120 Ha atau baru 4,09 % yang tersebar di 30 Distrik/Kecamatan dan Kebutuhan Pangan di Kabupaten Sorong adalah 10.047,287 ton per tahun. Berdasarkan data ini maka potensi untuk mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Sorong sangat terbuka lebar .

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi (Isu aktual) menurunnya produktivitas pertanian adalah terbatasnya kuota pupuk subsidi bagi petani, sementara untuk membeli pupuk non subsidi harganya cukup mahal, tidak sebanding dengan penghasilan yang diperoleh petani ketika memasarkan hasil panen baik sayuran (cabai, bawang merah dan tomat) maupun tanaman pangan (ubi jalar, jagung, dan padi), banyaknya lahan pertanian yang beralih fungsi dan beralih komoditi dan masih Banyaknya lahan yang belum diolah yang menjadi isu yang paling utama untuk di angkat menjadi gagasan dalam Aksi Perubahan “Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Di Kabupaten Sorong”.

Sektor pertanian memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan menjadi sumber pendapatan masyarakat di Kabupaten Sorong dalam untuk meningkatkan produktivitas yang efisien pada sektor pertanian, membutuhkan

1

(10)

pemahaman yang mendalam mengenai komoditas unggulan tanaman pangan sebagai dasar

2

(11)

dalam pengambilan kebijakan. Dalam Aksi Perubahan ini dapat menjadi rujukan utama dan rujukan pendukung bagi pembuat kebijakan pertanian, pelaku utama pertanian serta investor dalam merencanakan strategi pengembangan pertanian yang tepat guna, memiliki nilai tambah ekonomi dan berdaya saing tinggi hasil dari pemetaan komoditas unggulan tanaman pangan diharapkan dapat menghasilkan wilayah-wilayah yang merupakan basis komoditi unggulan yang menjadi sentra produksi tanaman pangan dapat menjadi gambaran awal tentang potensi dan tantangan dalam pengembangan komoditas unggulan yang menjadi acuan utama mengidentifikasi sektor pertanian yang terus bertumbuh dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam hal peningkatan pendapatan di Kabupaten Sorong dan juga bermanfaat bagi Pemerintah daerah dalam penentuan kebijakan pembangunan peertanian tepat sasaran.

B. Tujuan

1. Tujuan Jangka Pendek (1-3 Bulan)

a. Tersedianya Peta Komoditi Unggulan Tanaman Pangan di Kabupaten Sorong.

2. Tujuan Jangka Menegah (6 Bulan – 1 Tahun) a. Tersedianya Anggaran

b. Terlaksananya Prioritas Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan c. Terwujutnya Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman pangan

3. Tujuan Jangka Panjang (1-3 Tahun)

a. Mengembangkan jenis Komoditi Unggulan disetiap basis komoditi unggulan b. Terwujutnya Ketersediaan Pangan

C. Ruang Lingkup

Kabupaten Sorong merupakan salah satu wilayah di Provinsi Papua Barat Daya yang memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Berdasarkan laporan akhir tim penyiapan data LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) Provinsi Papua Barat Tahun 2020 potensi lahan Pertanian seluas 19.709,5 Ha yang terdiri dari lahan kering seluas 16.723,06 Ha dan lahan basah seluas 2.986,44 Ha. Dari data total luasan tersebut faktanya hingga saat ini lahan pertanian yang baru digarap atau diolah petani seluas 718 Ha terdiri lahan kering seluas 598 Ha (eksisting) atau baru 3,66 %, dan lahan basah (sawah) seluas 120 Ha atau baru 4,09 % yang tersebar di 30 Distrik/Kecamatan dan Kebutuhan Pangan di Kabupaten Sorong adalah 10.047,287 ton per tahun. Berdasarkan data ini maka potensi untuk mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Sorong sangat terbuka lebar sehingga

(12)

perlu adanya pemaanfaatan lahan dengan tujuan untuk meningkatkan Produksi tanaman pangan di kabupaten sorong. Merujuk dari Tutsi Bidang Tanaman Pangan maka perlu adanya Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Pada setiap basis yang merupakan wilayah sentra produksi tanman pangan.

Aksi perubahan ini akan berkontribusi terhadap RB Tematik yantu terkait PENGENTASAN KEMISKINAN dan PENINGKATAN INVESTASI.

(13)

BAB II

PROFIL KINERJA ORGANISASI DAN ANALISA MASALAH

A. Profil Kinerja Organisasi

Laporan akhir tim penyiapan data LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) Provinsi Papua Barat Tahun 2020 potensi lahan Pertanian seluas 19.709,5 Ha yang terdiri dari lahan kering seluas 16.723,06 Ha dan lahan basah seluas 2.986,44 Ha. Dari data total luasan tersebut faktanya hingga saat ini lahan pertanian yang baru digarap atau diolah petani seluas 718 Ha terdiri lahan kering seluas 598 Ha (eksisting) atau baru 3,66 %, dan lahan basah (sawah) seluas 120 Ha atau baru 4,09 % yang tersebar di 30 Distrik/Kecamatan dan Kebutuhan Pangan di Kabupaten Sorong adalah 10.047,287 ton per tahun. Berdasarkan data diatas masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan untuk oleh masyarakat atau petani untuk bercocok tanam dan banyak lahan pertanian yang sudah tidak diolah oleh petani atau yang sudah tidak aktif lagi oleh karena itu perlu adanya pengoptimalisasi kembali lahan – lahan pertanian yang sudah tidak aktif lagi dan Pengembangan lahan – lahan yang belum dimanfaatkan atau yang belum di garap oleh masyarakat atau petani hal ini menunjukan bahwa potensi untuk mengembangkan sektor pertanian khususnya pengembangan komoditi unggulan di Kabupaten Sorong sangat terbuka lebar untuk pemanfaatan lahan dengan tujuan dapat meningkatkan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Sorong.

B. Analisis Masalah Kinerja Organisasi

Kabupaten Sorong memiliki lahan pertanian yang luas dan terbuka lebar untuk menciptakan peluang untuk mengembangkan komoditi unggulan dengan potensi besar.

Pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong, dapat memberikan berbagai peluang ekonomi dan sosial, manfaat, dan kendala yang perlu dipertimbangkan diantaranya:

1. Peluang

a. Pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan di daerah tersebut. Dengan memproduksi lebih banyak sumber pangan lokal, Kabupaten Sorong dapat mengurangi ketergantungannya pada impor dan menghadapi potensi krisis pangan dengan lebih baik.

(14)

b. Keanekaragaman Tanaman: Daerah ini memiliki potensi untuk mengembangkan berbagai jenis tanaman pangan, termasuk padi, jagung, ubi kayu, kacang- kacangan, dan lainnya, yang dapat menghasilkan sumber daya pangan yang beragam.

c. Pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan juga dapat menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian dan sektor terkait seperti pengolahan dan distribusi makanan.

d. Kabupaten Sorong dapat menarik investasi dalam sektor pertanian dan agribisnis, termasuk investasi dalam pengembangan teknologi pertanian yang lebih baik dan penggunaan praktik berkelanjutan. Dengan pengembangan komoditi unggulan yang beragam, Kabupaten Sorong dapat mengurangi risiko dari ketergantungan pada satu jenis tanaman atau komoditi tertentu.

e. Pengembangan Pariwisata pertanian atau agrowisata juga dapat berkembang seiring dengan pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan. Wisatawan dapat tertarik untuk melihat proses produksi pertanian dan mencicipi produk- produk lokal.

2. Manfaat

a. Peningkatan Kualitas Hidup: Dengan memastikan akses masyarakat lokal terhadap pangan yang berkualitas dan terjangkau, pengembangan komoditi unggulan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup penduduk Kabupaten Sorong.

b. Dengan pengembangan komoditi unggulan yang beragam, Kabupaten Sorong dapat mengurangi risiko dari ketergantungan pada satu jenis tanaman atau komoditi tertentu.

c. Penciptaan Lapangan Kerja: Ini dapat menciptakan lapangan kerja dalam sektor pertanian dan sektor terkait seperti pengolahan makanan dan distribusi.

3. Tantangan:

a. Perubahan iklim dapat mempengaruhi pola hujan dan suhu, yang dapat memengaruhi produksi tanaman. Kabupaten Sorong harus siap menghadapi tantangan ini dengan praktik pertanian yang berkelanjutan.

b. Harga komoditi pertanian seringkali fluktuatif, yang dapat memengaruhi pendapatan petani. Strategi manajemen risiko harus diterapkan.

(15)

c. Curah hujan yang tinggi dapat mengakibatkan gagal panen salah satu diantaranya karena serangan hama penyakit tanaman

d. Keterbatasan Infrastruktur: Terkadang, infrastruktur seperti jalan dan irigasi mungkin tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan pertanian yang signifikan.

e. Memasarkan produk pertanian ke pasar lokal dandapat menjadi tantangan, terutama jika akses transportasi terbatas.

f. Masalah Kepemilikan Lahan: Kadang-kadang masalah kepemilikan lahan dapat menjadi kendala dalam pengembangan pertanian yang berkelanjutan.

Untuk mengoptimalkan peluang dan mengatasi tantangan ini, penting bagi Kabupaten Sorong untuk melakukan perencanaan yang matang, berkolaborasi dengan berbagai pihak, memanfaatkan teknologi, dan memprioritaskan pelatihan dan pendidikan pertanian. Pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan petani harus bekerja sama untuk mencapai kesuksesan dalam pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan.

(16)

BAB III

STRATEGI PENYELESAIAN MASALAH

A. Terobosan Inovasi

Pemanfaatan lahan untuk Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan

B. Rencana Tahapan Kegiatan (Milestone)

Tahapan rencana strategi proyek perubahan “Pengembangan Komoditi Unggulan Tanman Pangan di Kabupaten Sorong” meliputi: rencana jangka pendek, rencana jangka menengah dan rencana jangka panjang. Setiap tahapan terdiri dari beberapa kegiatan, sebagaimana dituangkan dalam tabel 3 di bawah ini:

1. Tahapan Jangka Pendek (2 Bulan)

Tabel 3.1 Tahapan Kegiatan (Milestone)

No Milestone Kegiatan Output Waktu Stakeholder

Jangka Pendek (Agustus-September) 1 Terwujudnya

koordinasi dengan Pimpinan

Konsultasi dengan dengan Kepala Dinas sekaligus Mentor

 Surat

Persetujuan dari Kepala Dinas

 Dokumentasi (Foto)

Minggu III Bulan Agustus

– Minggu I September

2023

 Mentor

Konsultasi kepada Bupati Sorong selaku kepala daerah

 Surat pernyataan dukungan

 Dokumentasi (Foto)

 Bupati Sorong

2 Terbentuknya tim kerja Efektif dan tersusunnya rencana kerja

Melaksanakan rapat pembentukan tim kerja aksi perubahan

Daftar hadir

Notulen

 Dokumentasi (Foto)

 Daftar nama Tim Kerja

Uraian tugas dan fungsi tim kerja

Mentor

Kepala Bidang

Kepala BPP

 Stakeholder internal

Pengesahan dan penerbitan SK Tim Kerja Aksi Perubahan

SK Tim Kerja

Aksi Perubahan  Kepala Dinas

(17)

No Milestone Kegiatan Output Waktu Stakeholder 3 Konsultasi

dengan Baperlitbang

Mengajukan permintaan Peta Administrasi Kabupaten dan Peta Penggunaan Lahan Pertanian di Kabupaten Sorong

 Surat

permintaan soft file peta dukung

Minggu I – III September

2023

 Kepala Dinas TPHBUN

Tim kerja

Melaksanakan pertemuan dan berdiskusi dengan Baperlitbang

 Peta

Administrasi Kabupaten

 Peta

Penggunaan Lahan Pertanian

 Kepala Bidang Pemetaan Baperlitbang

4 Terwujutnya Dukungan AP

Koordinasi dengan Stakeholder Internal dan Eksternal

Dekomentasi

 Surat pernyataan Dukungan

Minggu I Oktober 2023

 Kepala Dinas

 Tim Efektif

 Kepala Bidang PSP

 Kepala Bidang Hortikultuta

 Kepala Bidang Perkebunan

 Kepala Distrik

 Staf Bidang Tanaman Pangan 5 Terbentuknya

FGD internal Dinas

TPHBUN untuk menetapkan kriteria dan norma penetapan komoditi unggulan

Melaksanakan rapat koordinasi tim kerja untuk persiapan FGD internal

Undangan

Daftar hadir

Notulen

 Dokumentasi (Foto)

Minggu Ke II Bulan Oktober

2023 Tim Efektif

Mempersiapkan Kegiatan FGD internal

 Undangan Peserta FGD

 Agenda kegiatan FGD

 Daftar pertanyaan untuk FGD

Tim Efektif

Dinas TPHBUN

Menyelenggaraka n FGD internal Dinas TPHBUN untuk menetapkan kriteria dan norma penetapan

komoditi unggulan

 Undangan

 Daftar hadir

 Notulen

 Dokumentasi (Foto)

 Dokumen kriteria dan norma

Tim kerja efektif

Kepala Bidang

Kepala Seksi

Kepala BPP

(18)

No Milestone Kegiatan Output Waktu Stakeholder penetapan

komoditi unggulan

6 Terlaksananya sosialisasi dan launching aksi perubahan pengembanga n komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong

Melaksanakan rapat persiapan sosialisasi aksi perubahan bersama dengan tim kerja efektif

Undangan

Daftar hadir

Notulen

 Dokumentasi (Foto)

Minggu II Bulan Oktober

2023

Tim kerja efektif

Melaksanakan sosialisasi aksi perubahan pengembangan komoditi

unggulan tanaman pangan di

Kabupaten Sorong

Spanduk

Undangan

Daftar hadir

Notulen

 Dokumentasi (Foto)

Tim kerja efektif

Para stakeholder internal dan eksternal

Melaksanakan acara Launching aksi perubahan pengembangan komoditi

unggulan tanaman pangan di

Kabupaten Sorong

Spanduk

Stand Banner

Undangan

Daftar hadir

 Dokumentasi (Foto)

Mempublikasikan aksi perubahan pengembangan komoditi

unggulan tanaman pangan di

Kabupaten Sorong melalui media Sosial

 Artikel/video publikasi di media Sosial

Tim Efektif

7 Tersedianya Peta Komoditi Unggulan di Kabupaten Sorong

Melaksanakan rapat koordinasi dengan tim kerja efektif untuk membahas ketersediaan data pendukung potensi lahan

Undangan

Daftar hadir

Notulen

 Dokumentasi (Foto)

Minggu III Bulan Oktober –

Minggu I Bulan November

2023

Tim kerja efektif

(19)

No Milestone Kegiatan Output Waktu Stakeholder Menerbitkan surat

tugas bagi pegawai yang bertugas untuk mengumpulkan data pendukung yang dibutuhkan

Surat Tugas Tim Kerja

Efektif

Mengumpulkan data Produksi , data Luas Tanam serta data luas lahan Tanaman Pangan yang sudah

termanfaatkan dan yang belum termanfaatkan per Distrk yang merupakan sentra produksi tanaman pangan.

 Dokumen data luas lahan dan data produksi tanaman pangan

 Kepala Dinas

 Tim Efektif

 Kepala Bidang PSP

 Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Pangan

 Kepala Seksi Produksi

 Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil tanman pangan

 Kepala Sub Bagian Perencanaan

 Kepala BPP

 Staf Bidang Tanaman Membuat Peta

Komoditi Unggulan di Kabupaten Sorong

 Peta Komoditi Unggulan Tanaman Pangan di Kabupaten Sorong

 Dinas TPHBUN

 Tim kerja efektif

2. Tahapan Jangka Menengah

Tabel 3.2 Tahapan Jangka Menengah

No Milestone Kegiatan Output Waktu Stakeholder

1 Tersedianya Anggaran

Menyusun Rencana Kegiatan

Program Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan

Bulan Oktober 2023

 Kepala Dinas

 Tim Efektif

 Kabid PSP

 Kasubag Perencanaan

 Kasubag Keuangan

(20)

No Milestone Kegiatan Output Waktu Stakeholder

 Baprlitbang

 BKAD

 Kepala Seksi Perbenihan

 Kepala Seksi Produksi

 Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil

 Staf Bidang Tanman Pangan 2 Terlaksananya

Prioritas Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan

Perencanaan Pengembangan komoditi unggulan

Tanaman Pangan

Penetapan Komoditi Tanaman pangan

Bulan Oktober- November 2023

 Kepala Dinas

 Kepala Bidang PSP

 Kepala Seksi Perlindungan dan Perbenihan

 Kepala Seksi Produksi

 Kepala BPP

 Kepala Distrik 3 Terwujutnya

Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman pangan

Pengembangan Komoditi Tanman Pangan.

Produksi Unggulan Tanaman Pangan

Bulan Desember 2023 – Januari 2024

 Kepala Dinas

 Tim Efektif

 Kasubag Perencanaan

 Kepala Seksi Produksi Tanman Pangan

 Kepala Seksi Perlindungan dan Perbenihan Tanman Pangan

 Staf Bidang Tanaman Pangan

 Kepala BPP atau Penyuluh

3. Tahapan Jangka Panjang

Tabel 3.3 Tahapan Jangka Panjang

No Milestone Kegiatan Output Waktu Stakeholder

1 Mengembangkan jenis Komoditi Unggulan disetiap basis komoditi unggulan

Pengembangan

Varietas unggul Basis Unggulan Tanman Pangan

Bulan Juli Tahun 2023

 Kepala Dinas

 -Tim Kerja

Kepala Seksi Perlindungan dan Perbenihan Tanaman pangan

(21)

No Milestone Kegiatan Output Waktu Stakeholder

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan

Staf Bidang Tanman pangan

 Sektor Swasta

 Masyarakat Lokal

2 Terwujutnya Ketersediaan Pangan

Pemanenan Komoditi

Unggulan Tanman Pangan

Hasil Tanaman Pangan yang merupakan komoditi unggulan

Bulan Oktober 2015

 Kepala Dinas

 Tim Efektif

 Kepala Seksi Produksi

 Kepala BPP atau Penyuluh

 Staf Bidang

Tanaman Pangan

C. Sumber Daya

1. Identifikasi Sumber Daya Manusia a. Stakeholders Internal

1) Kepala Dinas selaku Mentor 2) Sekertaris Dinas

3) Tim Kerja Efektif 4) Kepala Bidang PSP

5) Kepala Bidang Tanaman Hortikultura 6) Kepala Bidang Perkebunan

7) Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan

8) Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan tanman pangan 9) Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Tanman Pangan 10)Kepala Sub Bagian Perencanaan

11)Kepala Sub Bagian Keuangan 12)Kepala BPP dan PPL

13)Staf Dinas Tanaman TPHBUN b. Stakeholders Eksternal

1) Bupati 2) Sekda 3) Baperlitbang

(22)

4) Komimfo

5) Dinas Ketahanan Pangan 6) Dinas PU

7) Kelompok Tani

8) Lembaga Masyarakat adat

2. Identifikasi Sumber Daya Peralatan

a. Sumber Daya Peralatan (Alat dan Bahan) 1) Alat

Alat-Alat yang digunakan dalam Kegiatan Pengembangan tanaman pangan adalah :

 Alat Pertanian: Seperti traktor, mesin penanam, alat penyemprot pestisida, dan alat pemotong, yang membantu dalam proses penanaman, pemeliharaan, dan panen tanaman.

 Sistem Irigasi: Alat-alat seperti pompa air, saluran irigasi, dan sprinkler untuk menyediakan air yang cukup kepada tanaman.

 Alat Pemrosesan: Peralatan penggilingan, mesin pengupas, mesin pengering, dan lain-lain yang digunakan untuk memproses hasil pertanian, seperti padi, jagung, atau gandum.

 Alat Pengukur: Alat pengukur suhu, kelembaban, dan pH tanah yang membantu dalam pemantauan lingkungan pertanian.

2) Bahan

 Benih Unggul: Benih berkualitas tinggi dan unggul yang dipilih khusus untuk jenis tanaman tertentu.

 Pupuk: Pupuk kimia atau pupuk organik untuk memberikan nutrisi tambahan kepada tanaman.

 Pestisida: Bahan kimia atau metode organik untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

 Tanah dan Media Pertumbuhan: Tanah berkualitas baik atau media pertumbuhan seperti substrat, serbuk gergaji, atau pasir untuk menanam dan membudidayakan tanaman.

 Air: Sumber air yang cukup untuk penyiraman dan irigasi tanaman.

(23)

 Teknologi Pertanian: Perangkat lunak dan perangkat keras teknologi pertanian yang mendukung pemantauan dan pengelolaan pertanian yang lebih efisien.

 Dokumentasi dan Pelatihan: Bahan untuk dokumentasi data pertanian, pelatihan petani dalam praktik pertanian terbaik, dan pengembangan keahlian.

Penggunaan alat dan bahan yang sesuai dan berkualitas sangat penting untuk kesuksesan pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan. Petani dan pelaku usaha pertanian perlu memahami cara menggunakan alat dan bahan ini dengan benar untuk mencapai hasil yang optimal.

3. Sumber Daya Anggaran

Biaya Tahun 2023 belum teranggarkan sehingga reformen menggunakan anggaran pribadi.

4. Peta Stakeholder (Promoters, Defender, Latent, Aphatetic)

Pemetaan Stakeholder dimaksudkan untuk mengetahui posisi awal dari masing- masing stakeholder pada pelaksanaan proyek perubahan Pemetaan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Sebagai Basis Data Pengembangan Pertanian di Kabupaten Sorong,

Peta stakeholder proyek perubahan dibagi kedalam Latent, Promotor, Apathetic dan Defender.

Pemetaan stakeholder diperoleh melalui proses identifikasi para stakeholder yang terlibat dan terkena dampak dari proyek perubahan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kemudian diidentifikasi lagi sifat dukungan dari masing-masing stakeholder positif (+), negatif (-), atau netral (+/-). Stakeholder yang memiliki dukungan positif berarti mendukung dan diprediksi akan mendukung karena menerima dampak positif dari proyek perubahan. Selanjutnya stakeholder juga akan diidentifikasi terkait tinggi rendahnya kepentingan dan tinggi rendahnya pengaruh terhadap proyek perubahan.

Setelah dilakukan identifikasi dan dikelompokkan menjadi empat kuadran diperoleh hasil seperti gambar di bawah.

1) Promotor

Promotor adalah stakeholder yang memiliki kepentingan tinggi dan pengaruh tinggi/besar terhadap proyek perubahan. Stakeholder yang masuk dalam kuadran ini

(24)

adalah Kementerian Pertanian RI, Bupati Sorong (Pemda), Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan dan Kelompok Tani

2) Defender

Stakeholder pada kuadran ini tergolong memiliki kepentingan tinggi, tetapi pengaruh rendah. Stakeholder yang masuk dalam kuadran ini adalah Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan (Baperlitbang), Dinas ketahanan Pangan, Dinas PU dan Masyarakat pemilik hak ulayat (Status Tanah). Para stakeholder tersebut masuk defender karena memiliki kepentingan tinggi terhadap hasil proper sebagai bagian dukungan terhadap kebijakan dan program terkait di daerah namun pengaruhnya relatif rendah terhadap hasil proyek perubahan .

3) Latent

Pada kuadran ini diidentifikasi Stakeholder yang kurang memiliki kepentingan terhadap proyek perubahan, tetapi memiliki pengaruh yang besar terhadap proyek perubahan maupun stakeholder sendiri. Stakeholder yang masuk dalam kuadran ini adalah LMA (OAP) dan Dinas PU karena mereka tidak memiliki kepentingan hanya sebatas pengguna dari hasil proyek perubahan sehingga pengaruhnya besar.

4) Apathetic

Pada kuadran ini adalah stakeholder yang kurang memiliki pengaruh dan kurang juga memiliki kepentingan. Stakeholder pada kuadran ini adalah Dinas Kemimfo stakeholder tersebut kurang memiliki kepentingan.

(25)

TETAP JAGA KEPUASAN (KEEP SATISFIED)

Latens

STAKEHOLDER KUNCI (KEY PLAYERS)

Promotors

Pemilik Hak Ulayat (OAP)

Kementerian Pertanian RI Bupati Sorong

Kepala Dinas TPHBUN (Mentor) TETAP BERIKAN INFORMASI

(KEEP INFORMED) Apathetics

UPAYA MINIMAL (MINIMAL EFFORTS)

Defenders

Dinas Kominfo

Baperitbang Dinas Ketahanan Pangan Masyarakat Pemilik Hak Ulayat

Kelompok Tani

Gambar 3.1 Pemetaan Stakeholders D. Manajemen Resiko

Tabel 3.4 Manajemen Resiko

No Milestone Identifikasi Masalah Penyelesaian Risiko 1 Terbentuknya tim

kerja dan tersusunnya rencana kerja

Sikap pegawai yang apatis dan menolak menjadi bagian dari tim kerja aksi perubahan

Melakukan pendekatan persuasif dan meyakinkan tentang tugas dan fungsinya dalam aksi perubahan ini 2 Terbentuknya FGD

internal Dinas TPHBUN untuk menetapkan kriteria dan norma penetapan komoditi unggulan

Adanya kemungkinan stakeholder yang tidak bersedia memberikan

dukungan dan

komitmennya

Melakukan pendekatan persuasif dan meyakinkan tentang tugas dan fungsinya dalam aksi perubahan ini

3 Terlaksananya sosialisasi aksi perubahan pengembangan komoditi unggulan

Adanya pihak-pihak yang tidak mengetahui tentang aksi perubahan

Melakukan sosialisasi dan publikasi yang baik dan

benar dengan

menyampaikan informasi

Pengaruh

Kepentingan Rendah

Tinggi Tinggi

(26)

No Milestone Identifikasi Masalah Penyelesaian Risiko tanaman pangan di

Kabupaten Sorong secara jelas pada sasaran

secara luas 4 Tersedianya Peta

Komoditi Unggulan di Kabupaten Sorong

Pembuatan peta

memerlukan waktu yang tidak singkat dan perlu SDM yang kompeten

Mengidentifikasi SDM yang dapat membuat peta digital

dan mendampingi

pembuatan peta tersebut agar selesai tepat waktu

E. Strategi Pengembangan Kompetensi Dalam Aksi Perubahan Tabel 3.6

Strategi Pengembangan Kompetensi Dalam Aksi Perubahan

No Pihak

Terdampak Perubahan Kompetensi Yang

Dibutuhkan Cara Pengembangan Kompetensi

1

Pejabat di TPHBUN Kabupaten Sorong

Peningkatan kemampuan kepemimpinan strategis, berintegritas, dan inovatif

Coaching/Mentoring

2 Staf Dinas TPHBUN

Peningkatan kemampuan untuk bekerja secara adaptif, kreatif,

dan inovatif

Workshop/Coaching/Mentoring

3

Masyarakat Pemilik Hak

Ulayat

Memanfaatkan lahan kosong

yang potensial Sosialisasi/Publikasi

Bukti Pelaksanaan Strategi Pengembangan Kompetensi Dalam Aksi Perubahan sesuai Tabel 3.6:

1. Pejabat di TPHBUN Kabupaten Sorong

Coaching/Mentoring

(27)

2. Staf Dinas TPHBUN

Workshop/Coaching/Mentoring

3. Masyarakat Pemilik Hak Ulayat

Sosialisasi/Publikasi

(28)

BAB IV

DESKRIPSI PROSES KEPEMIMPINAN

1. Membangun Integritas dan Akuntabilitas Kinerja Organisasi

Integritas kerja merupakan hal yang sangat dasar jika ingin membangun kinerja yang profesional. Integritas seringkali disederhanakan sebagai makna dari kejujuran, memiliki perilaku baik, bermoral serta mampu menerjemahkan “kepercayaan” dalam konteks berorganisasi. Sebagai bagian dari etika, integritas tidak selalu berbicara perihal penyerahan otonomi pada setiap individu, namun lebih pada konteks loyalitas, teamwork, serta mampu menjaga kepercayaan dalam bekerja. Sehingga, peran pemimpin menjadi unsur penting pada penggerak organisasi dalam mengelola manajemen serta memunculkan motivasi kerja secara optimal pada suatu organisasi. Karena pada dasarnya sumber daya manusia sangat penting bagi suatu lembaga dalam mengelola, mengatur, dan menjalankan kegiatan di suatu organisasi untuk mencapai kemampuan secara maksimal dan profesional. Secara keseluruhan, proses kepemimpinan dalam membangun integritas dan akuntabilitas kinerja organisasi melibatkan pemimpin yang menjadi teladan, kebijakan dan prosedur yang jelas, budaya organisasi yang mendukung, mekanisme pelaporan yang adil, serta pemantauan dan evaluasi kinerja yang transparan. Selama pelaksanaan aksi perubahan, Administrator telah melaksanakan beberapa langkah strategis dalam rangka membangun hubungan kerja yang berintegritas, antara lain sebagai berikut:

a. Membentuk tim kerja efektif

Langkah pertama adalah dengan membentuk tim kerja aksi perubahan untuk memastikan keberhasilan implementasi aksi perubahan yang melibatkan stakeholder internal. Tim ini juga yang akan membantu reformer dalam mengimplementasikan seluruh tahapan pada jangka pendek, menengah, dan Panjang untuk keberhasilah aksi perubahan. Untuk legalisasi, maka tim kerja ini kemudian diresmikan dengan ditandai sah dan terbitnya SK Tim Kerja oleh Kepala Dinas TPHBUN Kabupaten Sorong.

b. Rapat koordinasi tim kerja efektif

Pelaksanaan rapat koordinasi dilakukan dengan tujuan sebagai bentuk realisasi terhadap nilai-nilai integritas dan akuntabilitas yang diterapkan dalam organisasi, khususnya pada implementasi aksi perubahan. Rapat koordinasi berfungsi sebagai wadah tim kerja melakukan komunikasi dan koordinasi untuk mencapai kesepatan dalam mengimplementasikan aksi perubahan, juga untuk menyatukan persepsi tim sebelum melaksanakan tahapan berikutnya.

(29)

Membentu k tim kerja

efektif

Sosialisasi dan diseminasi

aksi rubapean h

PAK DILAN SORONG

Rapat koordinasi

tim kerja

Penerbitan SK Tim Kerja

Efektif

c. Sosialisasi dan Diseminasi Aksi Perubahan

Sebagai wujud nilai akuntabilitas kepada publik maka aksi perubahan ini harus disosialisasikan dan didiseminasikan agar semua pihak terkait memahami aksi perubahan dengan baik. Kegiatan ini juga sebagai bentuk pelaporan perkembangan aksi perubahan yang telah dilaksanakan oleh reformer dan tim kerja. Hal ini merupakan upaya menerapkan azas transparansi yang merupakan bagian dari nilai- nilai integritas dan akuntabilitas.

Bagan 4.1 Langkah Strategis Dalam Rangka Membangun Hubungan Kerja Yang Berintegritas

2. Pengelolaan Budaya Kerja

Budaya kerja diartikan sebagai kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang oleh pribadi atau pegawai pada suatu unit kerja, jika terjadi pelanggaran atas kebiasaan ini memang tidak ada sanksi tegas, namun secara moral, pelaku organisasi telah menyepakati adanya bentuk kebiasaan yang mestinya harus ditaati guna memaksimalkan aktivitas positif untuk mencapai tujuan unit kerja. Membangun budaya kerja yang kuat, profesional dan solid perlu dilakukan melalui perencanaan serta pengelolaan manajemen yang tepat. Sehingga peranan seorang pemimpin dinilai memiliki pengaruh penting dalam membangun budaya kerja di lingkungan kerja serta memastikan hal tersebut memiliki nilai- nilai positif dalam membangun tujuan unit kerja.

Sejalan dengan hal tersebut, di lingkungan pemerintahan, telah disederhanakan nilai-nilai pentingyang berlandaskan Pancasila, Core Values ASN BerAKHLAK

(30)

(Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai fondasi kokoh dalam penguatan budaya kerja yang professional, sehingga semua instansi pemerintah diharapkan mampu tumbuh di atas fondasi dimaksud guna mencapai tujuan bersama yang mengerucut pada Visi Misi Indonesia Maju.

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan pada implementasi aksi perubahan sebagai wujud pengelolaan budaya kerja:

1. Membangun budaya kerja yang responsif. Pihak pengelola harus membangun budaya kerja yang responsif terhadap setiap tantangan, hambatan, sekaligus peluang saat mengimplementasikan proyek perubahan.

2. Memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai dalam melaksanakan aksi perubahan PAK DILAN SORONG, termasuk Anggaran, SDM, dan tanaman pangan yang akan dikembangkan pada jangka menengah dan Panjang.

3. Mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada untuk pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong.

4. Memberdayakan petani agar dapat mengelola lahan pertanian mereka sendiri sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan para petani.

3. Membangun Jejaring dan Kolaborasi

Jejaring kerja (kemitraan) pada hakekatnya adalah sebuah proses membangun komunikasi atau hubungan, berbagi ide informasi dan sumber daya atas dasar saling percaya (trust) dan saling menguntungkan diantara pihak-pihak yang bermitra yang dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman atau kesepakatan guna mencapai kesuksesan bersama yang lebih besar baik secara lisan maupun tertulis. Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh suatu organisasi dalam membangun Jejaring Kerja (kemitraan) yaitu sebagai berikut:

1. Meningkatkan Partisipasi stakeholder 2. Peningkatan Mutu dan Relevansi

Jejaring yang dibangun melalui aksi perubahan ini yaitu jejaring kepada para pemangku kepentingan (stakeholders) internal dan eksternal. Pembangunan jejaring ini dalam rangka membangun komunikasi dan bekerja sama, hal ini mengingat adanya keterlibatan pihak lain dengan peran masing-masing. Oleh karena itu deskripsi dan peran akan disajikan pada bagian ini. Untuk stakeholders juga akan diidentifikasi mengenai pengaruh dan kepentingannya. Individu dan organisasi yang memiliki kepentingan dan pengaruh terhadap aksi perubahan telah diidentifikasi dan dipetakan dalam peta jejaring

(31)

kerja dalam rancangan aksi perubahan. Adapun pelaksanaan membangun jejaring kerja dan kolaborasi yang dilaksanakan selama tahapan aksi perubahan dengan melibatkan stakeholders internal dan stakeholders eksternal.

Stakeholder Internal merupakan stakeholder yang dipengaruhi secara langsung oleh Aksi Perubahan. Stakeholder tersebut secara teknis mempunyai kontribusi yang besar, sehingga merupakan stakeholder yang berperan memperlancar terhadap keberhasilan Aksi Perubahan yang dilaksanakan. Internal dalam Aksi Perubahan ini adalah:

a. Kepala Dinas selaku Mentor b. Sekertaris Dinas

c. Tim Kerja Efektif d. Kepala Bidang PSP

e. Kepala Bidang Tanaman Hortikultura f. Kepala Bidang Perkebunan

g. Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan

h. Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan tanman pangan i. Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Tanman Pangan j. Kepala Sub Bagian Perencanaan

k. Kepala Sub Bagian Keuangan l. Kepala BPP dan PPL

m. Staf Dinas Tanaman TPHBUN

Stakeholder Eksternal merupakan stakeholder yang mempunyai pengaruh (influence), kepentingan (interest) dan keterlibatan yang sangat kuat terhadap keberhasilan Aksi Perubahan, memiliki pengaruh terhadap kegiatan Pemerintah dan keberadaannya sangat penting bagi organisasi yang memiliki program tersebut.

Stakeholder Eksternal dalam Aksi Perubahan ini adalah:

a. Baperlitbang

b. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah c. Kepala Distrik

(32)

4. Strategi Pengembangan Kompetensi

Dalam rangka mencapai tujuan dalam aksi perubahan PAK DILAN SORONG, maka reformer melakukan strategi pengembangan kompetensi kepemimpinan kinerja yang disesuaikan dengan konteks organisasi atau individu. Adapun strategi pengembangan kompetensi yang sesuai dengan implementasi Aksi Perubahan adalah sebagai berikut ini.

a. Integritas

Dengan melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan implementasi kebijakan, aturan dan atau arahan yang diberikan di lingkup tugasnya dengan pendampingan atas resiko atau dampak yang timbul. Yakni melalui kegiatan pembentukan tim kerja efektif pada tahapan Penyusunan dan Pengesahan Surat Keputusan Tim Efektif.

b. Kerjasama

Dengan membangun kerjasama atau aliansi yang sinergis dengan pihak eksternal/para pemangku kepentingan dalam rangka pencapaian target kerja organisasi. Yakni dengan tersedianya sarana dan prasarana aksi perubahan melalui Kegiatan rapat koordinasi dengan tim efektif eksternal dan internal untuk penyediaan sarana dan prasarana PAK DILAN SORONG.

c. Mengelola Perubahan

Reformer menjadi agent of change yang menginisiasi perubahan secara terencana meliputi planning, implementasi serta melakukan mitigasi resiko atas perubahan.

Pada aksi perubahan dilaksanakan dengan rapat koordinasi, pertemuan audiensi dengan stakeholder, serta sosialisasi dan diseminasi aksi perubahan.

(33)

BAB V

DESKRIPSI HASIL KEPEMIMPINAN

Implementasi Aksi Perubahan PAK DILAN SORONG dilaksanakan selama 60 (enam puluh) hari mulai bulan September sampai dengan Oktober 2023 untuk tahapan jangka pendek. Aksi perubahan ini terlaksana secara bertahap yang terdiri atas 4 milestone. Berikut penjelasan dan bukti implementasi aksi perubahan setiap milestone:

A. CAPAIAN DAN BUKTI PERBAIKAN KINERJA ORGANISASI

Sebagai Kepala Bidang Tanaman Pangan di Dinas TPHBUN Kabupaten Sorong mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan, pelaksanaan kebijakan, dan pemberian bimbingan teknis, serta pemantauan dan evaluasi di bidang Tanaman Pangan. Termasuk diantaranya penyusunan kebijakan, perencanaan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi yang berkaitan dengan perbenihan, produksi, perlindungan, pasca panen dan pengolahan hasil di bidang Tanaman Pangan, serta melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.

Capaian yang berhasil diperoleh pada tahapan jangka pendek yaitu terbentuknya tim kerja dan tersedianya dukungan dari pimpinan, stakeholder internal, dan eksternal.

Selain itu, capaian kedua adalah telah adanya dokumen penetapan kriteria komoditi unggul tanaman pangan yang disepakati dan ditetapkan pada saat FGD. Selanjutnya dilaksanakan sosialisasi aksi perubahan agar semua pihak memahami program ini dengan baik.

(34)

Tabel 5.1 Capaian Milestone Implementasi Aksi Perubahan Jangka Pendek (Agustus-September 2023)

No Program Aksi Perubahan

Indikator

Keberhasilan Capaian Persentase Capaian

Kendala dan Upaya

Penyelesaian Bukti Fisik Milestone 1. Terwujudnya koordinasi dengan Pimpinan

1

Konsultasi dengan dengan Kepala Dinas

TPHBUN sekaligus Mentor

Terlaksananya konsultasi kepada

Kepala Dinas Sekaligus Mentor

Kepala Dinas/Mentor

menyetujui aksi perubahan

untuk dilaksanakan

100%

Kendala: Keterbatasan waktu Kepala Dinas/Mentor untuk

konsultasi

Upaya: Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kepala

Dinas/Mentor melalui Whatsapp untuk menentukan kesepakatan waktu konsultasi

tatap muka

 Surat

Persetujuan dari Kepala Dinas

 Dokumentasi (Foto)

2 Konsultasi kepada pj Bupati Sorong selaku

Kepala Daerah

Terlaksananya konsultasi kepada pj

Bupati Sorong

Pj Bupati Sorong menyatakan dukungannya secara tertulis terhadap aksi perubahan

100%

Kendala: Agenda pj Bupati Sorong yang padat Upaya: Melakukan komunikasi dan koordinasi

dengan protokoler untuk mendapatkan jadwal pertemuan dengan pj Bupati

Sorong

 Surat pernyataan dukungan

 Dokumentasi (foto)

Milestone 2. Terbentuknya tim kerja Efektif dan tersusunnya rencana kerja 3 Melaksanakan rapat

pembentukan tim kerja aksi perubahan

Terbentuk tim kerja Kasih

Tim Kerja Kasih untuk

lingkup 100% Kendala: Penentuan SDM yang tepat sesuai dengan

Daftar hadir

Notulen

26

(35)

Jangka Pendek (Agustus-September 2023) No Program Aksi

Perubahan

Indikator

Keberhasilan Capaian Persentase Capaian

Kendala dan Upaya

Penyelesaian Bukti Fisik internal telah

terbentuk

kompetensi dan peran yang dibutuhkan dalam tim kerja Upaya: Melakukan pemetaan

stakeholder dan penentuan peran setiap anggota tim kerja

Dokumentasi (Foto)

Daftar nama Tim Kerja

Uraian tugas dan fungsi tim kerja

4 Pengesahan dan penerbitan SK Tim Kerja Aksi Perubahan

Tersedianya SK Tim Kerja Aksi Perubahan

Dasar hukum pembentukan Tim Kerja

Aksi Perubahan

100%

Kendala: Perlunya tanda tangan pimpinan untuk mengesahkan SK Tim Kerja

Kasih

Upaya: Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pimpinan untuk pengesahan SK

Tim Kerja secara tatap muka atau melalui media Whatsapp

atau Telepon

 SK Tim Kerja

Milestone 3. Konsultasi dengan Baperlitbang

5 Mengajukan

permintaan Peta Administrasi Kabupaten dan Peta

Penggunaan Lahan Pertanian di Kabupaten Sorong

Tersampaikannya pengajuan permintaan peta administrasi dan peta penggunaan lahan pertanian sebagai data dukung

Baperlitbang bersedia memberikan soft file peta yang diminta oleh reformer

100%

Kendala: Lambatnya balasan surat permintaan yang diajukan Upaya: Melakukan pendekatan personal dan tatap muka secara

langsung kepada Kepala

 Surat

permintaan soft file peta dukung

(36)

Jangka Pendek (Agustus-September 2023) No Program Aksi

Perubahan

Indikator

Keberhasilan Capaian Persentase Capaian

Kendala dan Upaya

Penyelesaian Bukti Fisik Baperlitbang, atau bidang yang

berwenang

6 Melaksanakan

pertemuan dan berdiskusi dengan

Baperlitbang

Terlaksananya pertemuan dan diskusi dengan Kepala Bidang

Pemetaan, Baperlitbang

Adanya masukan dan

dukungan Baperlitbang terhadap aksi perubahan

100%

Kendala: Kesibukan Kepala Bidang pemetaan untuk bertemu dengan reformer Upaya: Melakukan komunikasi

dan koordinasi untuk menentukan jadwal pertemuan

 Dokumentasi (foto)

 Peta

Administrasi Kabupaten

 Peta

Penggunaan Lahan Pertanian Milestone 4. Terwujudnya Dukungan AP

(37)

Jangka Pendek (Agustus-September 2023) No Program Aksi

Perubahan

Indikator

Keberhasilan Capaian Persentase Capaian

Kendala dan Upaya

Penyelesaian Bukti Fisik 7 Koordinasi dengan

Stakeholder Internal dan Eksternal

Terwujudnya dukungan dari stakeholder internal

dan eksternal terhadap aksi perubahan

Dukungan tertulis dari

para stakeholder internal dan eksternal terhadap aksi

perubahan

100%

Kendala: Kesibukan stakeholder pemetaan untuk

bertemu dengan reformer Upaya: Melakukan komunikasi

dan koordinasi untuk menentukan jadwal pertemuan

 Dokumentasi (foto)

 Surat pernyatan dukungan

Milestone 5. Terbentuknya FGD internal Dinas TPHBUN untuk menetapkan kriteria dan norma penetapan komoditi unggulan 8 Melaksanakan rapat

koordinasi tim kerja untuk persiapan FGD

internal

Terlaksananya rapat koordinasi untuk

persiapan FGD

Adanya daftar kebutuhan

untuk persiapan FGD yang

tercantum pada notulensi

100%

Kendala: Adanya anggota tim kerja yang tidak menghadiri

rapat

Upaya: Melakukan pemberitahuan jadwal rapat

kepada tim sebelum hari H

 Undangan

 Daftar hadir

 Notulen

 Dokumentasi (Foto)

(38)

Jangka Pendek (Agustus-September 2023) No Program Aksi

Perubahan

Indikator

Keberhasilan Capaian Persentase Capaian

Kendala dan Upaya

Penyelesaian Bukti Fisik 9 Mempersiapkan

Kegiatan FGD

internal Tersedianya

kebutuhan sumber daya untuk pelaksanaan FGD

Tim kerja telah menyiapkan

kebutuhan FGD

100%

Kendala: Adanya anggota tim kerja yang tidak proaktif dalam

persiapan FGD

Upaya: Reformer mengawasi dan memastikan setiap anggota

telah menjalankan tugas dan perannya masing-masing pada

persiapan kegiatan

 Undangan Peserta FGD

 Agenda kegiatan FGD

 Daftar pertanyaan untuk FGD 10

Menyelenggarakan FGD internal Dinas

TPHBUN untuk menetapkan kriteria dan norma penetapan

komoditi unggulan

Terlaksananya FGD Internal Dinas

TPHBUN

Tersedianya dokumen penetapan kriteria dan

norma penetapan

komoditi unggulan

100%

Kendala: Adanya pihak yang belum mengetahui dokumen penetapan kriteria dan norma penetapan komoditi unggulan

Upaya: Reformer melaksanakan sosialisasi mengenai aksi perubahan

 Undangan

 Daftar hadir

 Notulen

 Dokumentasi (Foto)

 Dokumen kriteria dan norma penetapan komoditi unggulan Milestone 6. Terlaksananya sosialisasi aksi perubahan pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong

11 Melaksanakan rapat persiapan sosialisasi

aksi perubahan bersama dengan tim

kerja efektif

Terlaksananya rapat persiapan sosialisasi

aksi perubahan

Adanya daftar kebutuhan

kegiatan sosialisasi tercantumyang

100%

Kendala: Adanya anggota tim kerja yang tidak menghadiri

rapat

 Undangan

 Daftar hadir

 Notulen

 Dokumentasi (Foto)

(39)

Jangka Pendek (Agustus-September 2023) No Program Aksi

Perubahan

Indikator

Keberhasilan Capaian Persentase Capaian

Kendala dan Upaya

Penyelesaian Bukti Fisik pada notulensi

rapat

Upaya: Melakukan pemberitahuan jadwal rapat

kepada tim sebelum hari H 12 Melaksanakan

sosialisasi aksi perubahan pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong

Terlaksananya sosialisasi aksi

perubahan pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong

Semua pihak terkait memahami tentang aksi

perubahan PAK DILAN

SORONG

100%

Kendala: Adanya stakeholder yang tidak hadir pada acara

sosialsiasi

Upaya: Reformer melakukan publikasi melalui media lokal/sosial media tentang aksi

perubahan yang dapat dijangkau oleh pihak terkait

 Spanduk

 Undangan

 Daftar hadir

 Notulen

 Dokumentasi (Foto)

13 Melaksanakan acara Lauching aksi

perubahan pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong

Terlaksananya acara Launching aksi

perubahan pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sorong

Aksi perubahan

telah diluncurkan secara resmi

dan mendapatkan

pengakuan oleh Pemkab

Sorong

100%

Kendala: Adanya stakeholder yang tidak hadir pada acara

sosialsiasi

Upaya: Reformer melakukan publikasi melalui media lokal/sosial media tentang aksi

perubahan yang dapat dijangkau oleh pihak terkait

 Spanduk

 Stand Banner

 Undangan

 Daftar hadir

 Dokumentasi (foto)

14 Mempublikasikan aksi perubahan pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan di

Terwujudnya publikasi aksi perubahan

Adanya publikasi aksi

perubahan di media lokal

atau sosial media

100%

Kendala: Publikasi yang dilakukan belum menjangkau

semua pihak yang terkait dengan aksi perubahan

 Artikel/video publikasi di media Sosial

(40)

Jangka Pendek (Agustus-September 2023) No Program Aksi

Perubahan

Indikator

Keberhasilan Capaian Persentase Capaian

Kendala dan Upaya

Penyelesaian Bukti Fisik Kabupaten Sorong

melalui media Sosial

Upaya: Reformer terus berupaya mensosialisasikan

aksi perubahannya dengan menggunakan media yang ada atau secara langsung, terutama

kepada penerima manfaat

Milestone 7. Tersedianya Peta Komoditi Unggulan di Kabupaten Sorong 15 Melaksanakan rapat

koordinasi dengan tim kerja efektif untuk

membahas ketersediaan data pendukung potensi

lahan

Terlaksananya rapat koordinasi tim kerja untuk membahas ketersediaan data pendukung potensi

lahan

Adanya daftar data dukung dan staf yang

bertugas mengumpulka

n data

100%

Kendala: Adanya anggota tim kerja yang tidak menghadiri

rapat

Upaya: Melakukan pemberitahuan jadwal rapat

kepada tim sebelum hari H

 Undangan

 Daftar hadir

 Notulen

 Dokumentasi (Foto)

(41)

Jangka Pendek (Agustus-September 2023) No Program Aksi

Perubahan

Indikator

Keberhasilan Capaian Persentase Capaian

Kendala dan Upaya

Penyelesaian Bukti Fisik 16 Menerbitkan surat

tugas bagi pegawai yang bertugas untuk mengumpulkan data

pendukung yang dibutuhkan

Tersedianya surat tugas untuk mengumpulkan data

pendukung yang dibutuhkan

Petugas yang ditugaskan

mulai mengumpulka

n data pendukung

yang dibutuhkan

100%

Kendala: Petugas memerlukan waktu untuk mengumpulkan

data pendukung yang dibutuhkan

Upaya: Reformer membantu tim yang bertugas dengan

mengarahkan dan mengkomunikasikan kepada pimpinan Baperlitbang untuk

menyediakan peta yang dibutuhkan

 Surat Tugas

17 Mengumpulkan data Produksi , data Luas Tanam serta data luas

lahan Tanaman Pangan yang sudah

termanfaatkan dan yang belum termanfaatkan per

Distrk yang merupakan sentra produksi tanaman

pangan.

Tersedianya data Produksi , data Luas

Tanam serta data luas lahan Tanaman

Pangan yang sudah termanfaatkan dan

yang belum termanfaatkan per

Distrk yang merupakan sentra produksi tanaman

pangan

Adanya data Produksi , data

Luas Tanam serta data luas

lahan Tanaman Pangan yang

dibutuhkan

100%

Kendala: Data tersebut perlu ditransformasikan ke dalam

bentuk peta

Upaya: Reformer membantu memilah data yang dibutuhkan

untuk pembuatan peta dukung

 Dokumen data luas lahan dan data produksi tanaman pangan

18 Membuat Peta Komoditi Unggulan di

Kabupaten Sorong

Tersedianya Peta Komoditi Unggulan

di Kabupaten Sorong

Adanya Peta Komoditi Unggulan di

Kabupaten

100%

Kendala: Perlu waktu dan biaya pembuatan peta

 Peta Komoditi Unggulan Tanaman Pangan di

(42)

Jangka Pendek (Agustus-September 2023) No Program Aksi

Perubahan

Indikator

Keberhasilan Capaian Persentase Capaian

Kendala dan Upaya

Penyelesaian Bukti Fisik Sorong dalam

bentuk soft file

Upaya: Reformer dan tim kerja bersama-sama menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk pembuatan peta dukung

Kabupaten Sorong

19

Mengembangkan komoditi unggulan

tanaman pangan

Terlaksananya pengembangan komoditi unggulan

tanaman pangan pada distrik sebagai

tahap uji coba

Adanya komoditi unggulan tanaman pangan yang

telah dikembangkan

100%

Kendala: Perlu waktu dan biaya pengembangan komoditi

unggulan tanaman pangan Upaya: Reformer dan tim kerja

bersama-sama menyediakan sumber daya yang dibutuhkan

untuk pelaksanaan pengembangan komoditi tanaman unggulan tersebut

 Dokumentasi penanaman komoditi unggulan tanaman pangan

(43)

B. TAHAPAN JANGKA PENDEK 1) Milestone 1. Terwujudnya koordinasi dengan kepala dinas

a. Konsultasi dengan dengan Kepala Dinas

Sebagai Langkah awal, Reformer melakukan konsultasi kepada Mentor, Bapak Frengki Yules Wamafma, S.Hut., M.Si., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas TPHBUN Kabupaten Sorong pada tanggal 31 Agustus 2023 bertempat di Kantor Dinas TPHBUN Kabupaten Sorong. Tujuan konsultasi ini adalah untuk mendapatkan persetujuan dan arahan mengenai implementasi aksi perubahan PAK DILAN SORONG. Adapun output sekaligus bukti konsultasi ini adalah tersedianya surat pernyataan Persetujuan oleh Mentor kepada Reformer untuk melaksanakan aksi perubahan sesuai yang telah dirancang.

Gambar Reformer Melakukan Konsultasi Kepada Kepala Dinas TPHBUN Kabupaten Sorong Sekaligus Mentor Dan Pimpinan

Gambar Reformer Melakukan Konsultasi Kepada Kepala Dinas TPHBUN Kabupaten Sorong Setelah Penyusunan RAP

35

(44)
(45)

b. Konsultasi dengan dengan pj Bupati Sorong

Reformer juga melakukan konsultasi kepada pj Bupati Sorong, Bapak Yan Piet Mosso, S.Sos., MM., M.AP. pada tanggal 04 Oktober 2023 bertempat di Kantor Bupati Kabupaten Sorong. Tujuan konsultasi ini adalah untuk mendapatkan persetujuan dan dukungan Kepala Daerah terhadap implementasi aksi perubahan PAK DILAN SORONG. Adapun output sekaligus bukti konsultasi ini adalah tersedianya surat pernyataan dukungan kepada Reformer untuk melaksanakan aksi perubahan sesuai yang telah dirancang.

Gambar Reformer bersama dengan pj Bupati Sorong

(46)

SURAT PERNYATAAN DUKUNGAN PJ BUPATI SORONG

(47)

2) Milestone 2. Terbentuknya Tim Kerja Efektif dan Tersusunnya Rencana Kerja a. Melaksanakan rapat pembentukan tim kerja aksi perubahan

Terbentuknya tim Kerja adalah untuk melakukan kerja sama yang menguasai tugas masing – masing kelompok untuk mencapai target yang diharapkan untuk mencapai tujuan bersama. Kerja tim ialah berkelompok sesuai dengan keterampilan masing- masing yang saling melengkapi mencapai tujuan bersama – sama secara efektif dan efisien dan pekerjaan menjadi ringan karena dilakukan bersama. Sebgai Langkah pertama pembentukan tim kerja PAK DILAN SORONG didahului dengan melaksanakan rapat dengan stakeholder internal untuk membahas pembentukan tim tersebut.

Gambar Rapat Pembentukan Tim Kerja

(48)

UNDANGAN RAPAT PEMBENTUKAN TIM EFEKTIF

(49)
(50)

DAFTAR HADIR RAPAT PEMBENTUKAN TIM EFEKTIF

(51)

NOTULENSI RAPAT PEMBENTUKAN TIM EFEKTIF

(52)
(53)
(54)
(55)

b. Pengesahan dan penerbitan SK Tim Kerja Aksi Perubahan

Setelah adanya kesepakatan pembentukan tim PAK DILAN SORONG, selanjutnya melegalkan tim tersebut dengan mengesahkan dan menerbitkan SK Tim Kerja oleh Kepala Dinas TPHBUN Kabupaten Sorong. Adapun bukti Kegiatan ini adalah dengan terbitnya Keputusan Kepala Dinas TPHBUN Kabupaten Sorong Nomor 520/577/TAHUN2023 tentang Pembentukan Tim Kerja aksi perubahan PAK DILAN SORONG (Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Di Kabupaten Sorong).

Surat Keputusan Tim Kerja Efektif – Tim PAK DILAN SORONG

(56)
(57)
(58)

3) Milestone 3. Konsultasi dengan Baperlitbang

a. Mengajukan permintaan Peta Administrasi Kabupaten dan Peta Penggunaan Lahan Pertanian di Kabupaten Sorong

Dalam rangka menyediakan data awal implementasi aksi perubahan, maka Reformer mengajukan permintaan secara tertulis untuk penyediaan Peta Administrasi Kabupaten dan Peta Penggunaan Lahan Pertanian di Kabupaten Sorong dalam bentuk soft file. Permintaan tersebut ditujukan kepada Kepala Baperlitbang Kabupaten Sorong, cq. Kepala Bidang Pemetaan.

(59)

b. Melakukan diskusi dengan Kepala Bidang Pemetaan Baperlitbang Kabupaten Sorong

Setelah tim kerja PAK DILAN SORONG terbentuk, selanjutnya Reformer melakukan pertemuan dengan Kepala Bidang Pemetaan, Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Kabupaten Sorong pada tanggal 25 September 2023 di Kantor Baperlitbang. Tujuannya untuk berkonsultasi dan berdiskusi tentang Peta Administrasi Kabupaten dan Peta Penggunaan Lahan Pertanian di Kabupaten Sorong. Peta tersebut diperlukan untuk menjadi acuan pelaksanaan PAK DILAN SORONG untuk pengembangan tanaman pangan komoditi unggul di Kabupaten Sorong. Hasil tahapan ini adalah tersedianya Peta Administrasi Kabupaten dan Peta Penggunaan Lahan Pertanian di Kabupaten Sorong.

Gambar Pertemuan Reformer dengan Kepala Bidang Pemetaan, Baperlitbang Kabupaten Sorong

(60)

PETA ADMINISTRASI KABUPATEN SORONG

52

(61)

PETA PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN SORONG

Gambar

Gambar  Petani  pada  logo  merujuk  pada  kata  PAK  DILAN  sesuai  judul  aksi  perubahan yang dimaknai sebagai figur Bapak atau seseorang yang bekerja pada bidang ketahanan pangan dan pertanian
Tabel 3.1 Tahapan Kegiatan (Milestone)
Tabel 3.2 Tahapan Jangka Menengah
Tabel 3.3 Tahapan Jangka Panjang
+7

Referensi

Dokumen terkait