• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Eksursi Ptro 2021 kel 27

N/A
N/A
Rosalinda Siahaan

Academic year: 2025

Membagikan "Laporan Eksursi Ptro 2021 kel 27"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

Disusun sebagai salah satu tugas akhir Laporan Lapangan Ekskursi Petrologi 2021 Program Study Teknik Geologi,Fakultas Teknologi Mineral. Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatnya sehingga laporan ekskursi petrologi ini dapat tersusun hingga selesai tepat pada wakunya. Daerah Pengunungan Kulonprogo adalah tempat Ekskursi yang tiap tahun dikunjungi dimana merupakan sebuah pengunungan yang teletak di kabupaten Kulonprogo,Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

Pada tahun 1949 seorang ahli geologi dari belanda menyebut kompleks pegunungan Kulon Progo dengan “Oblong Dome” mempunyai arah utara timur laut – selatan barat daya dan diameter pendek 15 – 20 km dengan arah barat laut – timur tenggara. Pada kesempatan penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari kondisi goelogi, stratigrafi, litologi, singkapan, dan litologi daerah pengunungan Kulonprogo demi memenuhi tugas akhir Praktikum Petrologi. Mengetahui dan memahami formasi-formasi yang ada di Kulon Progo - Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mendeskrip batuan - Mengetahui bagaimana geologi regional yang ada di Kulon Progo.

Lokasi ekskursi petrologi berada di Yogyakarta bagian Barat,tepatnya di Kabupaten Kulon Progo,Provinsi Daerah Istimewah Yogyakarta. Lokasi pertama (Stopsite 1dan Stopsite 2) terletak di Sungai Tretes,Desa Giripurwo,Kecamatan Girimulyo Kbupaten Kulon Progo.Sedangkan lokasi kedua (Stopsite 3 dan Stopsite 4) terletak di sungai Kalisonggo,Nanggulan,Kabupaten Kulon Progo.

FISIOGRAFI REGIONAL KULON PROGO

GEOMORFOLOGI REGIONAL KULON PROGO

Satuan Pegunungan Kulon Progo

Satuan Perbukitan Sentolo

Satuan Teras Progo

Satuan Dataran Alluvial

Satuan Dataran Pantai a.Sub satuan gumuk pasir

STRATIGRAFI REGIONAL KULON PROGO

Van Bemmelen, 1949, menjelaskan bahwa formasi ini merupakan batuan tertua di Pegunungan Kulonprogo dengan lingkungan pengendapannya adalah litoral pada fase genang laut. Formasi ini tersingkap baik di bagian tengah, utara, dan barat daya daerah Pegunungan Kulonprogo yang membentuk morfologi pegunungan bergelombang sedang hingga terjal. Formasi ini secara umum, bagian bawah terdiri dari konglomerat, napal tufan, dan batupasir gampingan dengan kandungan moluska serta batulempung dengan sisipan lignit.

Morfologi yang terbentuk dari batuan penyusun formasi ini berupa pegunungan dan perbukitan kerucut dan tersebar di bagian tengah dan utara Pegunungan Kulonprogo (Gambar 2). Karakteristik Kabupaten Kulon Progo secara umum berupa kubah atau Menyerupai kubah (dome), dengan struktur geologi daerah terdiri atas. Patahan Graben Yogyakarta adalah patahan Opak dan patahan Progo yang menyebabkan wilayah Kulon Progo dan Wonosari Menjadi daerah dataran tinggi dan di kota Yogyakarta menjadi dataran rendah.

Patahan ini terletak di bagian timur Kulon Progo meliputi wilayah Kalibawang bagian Timur, Nanggulan bagian timur, Sentolo, Panjatan, Galur, dan Lendah. Patahan Ini banyak terjadi di bagian pegunungan atau kubah di Kulon Progo utara bagian barat, Dimana patahan berbentuk relatif radial yaitu berarah baratlaut – tenggara, barat – timur Dan baratdaya – timurlaut.

SEJARAH GEOLOGI REGIONAL

DIAGRAM ALUR PENGOLAHAN DATA MULAI

Langkah kerja yang dilakukan pada saat ekskrusi di Kulonprogo merupakan Langkah kerja untuk meneliti sebuah deskripsi batuan, stratigrafi, lingkungan pengendapan serta fifiografi yang terdapat di daerah Kabupaten Kulonprogo.

STOPSITE 1

DESKRIPSI LAPANGAN

Ditemukan batuan beku lebih kecil dari bongkahandari hasil letusan gunungan api yang berarti jauh dari sumber gunung api dan telah mengalami transportasi disebut distal. Ciri khas dari tempat penelitian yaitu pada batuan sebagian telah mengalami pengubahan mineral asal yaitu proses Kloritisasi berupa mineral Klorit,melalui proses Weathering (Pelapukan ) Selanjutnya tertransportasi melalui aliran sungai.

DESKRIPSI SINGKAPAN

  • Deskripsi Sample Batuan

FOTO BENTANG ALAM

Singkapan ini di endapkan secara tidak selaras di atas Formasi Nanggulan.Litologinya berupa breksi vulkanik dengan fragmen andesit,lapilli tuff,tuff,lapilli breksi,sisipan aliran lava andesit,aglomerat serta batupasir vulkanik yang tersingkap dibayak lokasi di daerah kulon progo.Formasi ini tersingkap baik dibagian tengah,utara,dan barat daya daerah pegunungan Kulonprogo yang membentuk morfologi pegunungan bergelombang sedang hingga terjal .ketebalan formasi ini kira kira mencapai 600 m.Berdasarkan fosil Foraminifera planktonic yang di jumpai dalam napal dapat ditentukan umur Formasi Andesit Tua yaitu Oligosen Atas.

STOPSITE 2

DESKRIPSI LAPANGAN

Singkapan yang terletak didaerah Girimulyo ini meliki Formasi Kaligesing dan Formasi Dukuh yang ditandai dengan ditemukannya fosil foraminifera dan ditemukan perlapisan di sepanjang singkapan yang mengandung tuff pasir serta sudah terdapat banyak vegetasi tetapi masih terdapat batu laipili disepanjang sungai.Singkapan ini memiliki struktur Perlapisan Sejejar dan tekstur nya berukuran lanau.

DESKRIPSI LITOLOGI Lapisan 1

Lapisan 6

  • FOTO BENTANG ALAM
  • PETROGENESA REGIONAL
  • DESKRIPSI LAPANGAN
  • DESKRIPSI SINGKAPAN
  • PARAMETER SINGKAPAN
  • DESKRIPSI LITOLOGI Sample 1
  • FOTO BENTANG ALAM
  • PETROGENESA REGIONAL
  • DESKRIPSI LAPANGAN
  • DESKRIPSI SINGKAPAN
  • PARAMETER SINGKAPAN
  • DESKRIPSI LITOLOGI Sample 1
  • FOTO BENTANG ALAM
  • SKETSA SINGKAPAN
  • PETROGENESA REGIONAL
  • KESIMPULAN Stopsite 1
    • KRITIK
    • SARAN

Singkapan ini masuk kedalam formasi paling tua pada zona pegunungan selatan yaitu formasi Nanggulan.Formasi Nanggulan terbentuk sejak zaman Eosen dan juga merupakan anggota dari dome kulonprogo. Formasi ini membentang sepanjang 5 km dengan berbagai kenampakan yang berbeda.formasi ini terdapat Fault (sesar) pada bagian Timurnya. Dahulunya singkapan ini merupakan wilayah dengan keadaan kekurangan kadar oksigen atau bisa disebut wilayah perairan.Sehingga dapat terbentuk natubara lignit,lignit ini terbentuk secara insitu pada formasi ini.ketika tumbuhan mati dan terjatuh kedalam airdan bereaksi dengan bakteri anaerob maka seiring dengan berjalannya waktu tubuhan tersebut akan berubah menja di lignit.Karena adanya sedimentasi yang terus menerus dan mengakibatkan pembebanan pada formasi ini.

Singkapan yang berlokasi di daerah Nanggulan ini memiliki Formasi Nanggulan yang berumur paling tua yaitu Eosen. Pada Singkapan ini banyak ditumakan knkresi lignit (batubara muda) yang terbentuk karena proses reduksi karena adanya proses tektonik ( pengangkatan) sehingga muncul kepermukaan dan pad asingkapan ini ditemukan juga batugamping akibat dari pengkayaan kalsit dan batu serpih yang berselingan dengan batupasir kuarsa menjadi point menarik dari singkapan ini, pada formasi ini juga ditemukan fosil Foraminifera. Secara fisiografi Zona Kulonprogo berupa bentukan dome (1.022 m)yang terletak dibagian Timur pegunungan Serayu Selatan dan disebelah Selatan dari deretan gunung api.Secara Tatanan Tektonik Zona Kulon Progo termasuk dalam cekungan Jawa Tengah Selatan dan menempati Busur gunung api bagian depan.Cekungan Jawa Tengah dikontrol oleh gaya struktur utama yang berarah Barat Laut –Tenggara dan Timur Laut-Barat Daya.Formasi Nanggulan berumur Eosen Tengah –Oligosen Bawah yang terdiri atas Batupasir dengan sisipan lignit.napal pasiran.batu lempung dan konkresi limonit,sisipan napal dan batu gamping.batupasir dan tuff.Bagian atas terdiri dari napal dan Batupasir gampingan yang disebut sebagai anggota seputih.Formasi ini teersingkap baik disekitar Kalisonggo dan Kalipuru dibagian Timur dari tinggian Kulon progo.

Pada pukul 15:00 WIB kami ninggalkan LP3 untuk melanjutka menuju LP 4 yang berjarak kurang lebih 200 meter dan lama perjalan sekitar 10 menit dengan menempuh jalan yang cukup terjal dengan cuca yang cerah. Singkapan yang berada di daerah Nanggulan ini terbentang dari arah barat ke timur dengan panjang sekitar 2,9 meter dan tinggi 2 meter. Singkapan ini terbentuk dari intrusi gunung apai yang mengeluarkan magma yang kemudian terlitifikasi membentuk struktur Columnar Joint.

Stopsite ini berjarak sekitar 200 meter dari stopsite namun berada di aliran sungai yang sama.Disini di jumpai batuan beku dengan struktur Columnar Joint yang membentuk kolom –kolom dengan dinominasi oleh mineral Mafic. Hal ini dilihat dari arah aliran lava yang tegak lurus terhadap bidang pendinginan magmanya.Secara genesa batuan ini terbentuk karena hasil pembekuan Magma intermediet sampai basa (dominan mineral piroksen atau basa) yang menerobos hingga kepermukaan/intrusi dangkal (zona hipabisal) dengan dijumpainya massa dasar gelas yang jumlahnya relative sedikit.Magma yang keluar dari perut bumi dari celah-celah retakan yang ada,dan kemudian mengisi gelah trsebut yang ada dikerak bumi hingga tidak ada bagian yang kosong.ketika mengisi gelah tersebut magma akan membentuk pola persegi yang membuatnya tidak ada celah yang terbentuk.jika batuan tersebut tertekan dan membentuk sebuah pola berlembar yang disebut dengan Sheeting Joint berumur oligosen akhir-miosen awal. Dengan adanya Breksi Piroklastik menandakan formasi ini berada pada lingkungan pengendapannya yaitu didarat.berdasarkan sejarah dan stratigrafinya,daerah tersebut masuk kedalam formasi OAF(Old Andesit Formation).Formasi tersebut berumur Eosen.

Ditemukan singkapan batuan dengan jenis batua sedimen silisiklastikdengan semen karbonat.batuan yang terletak di formasi ini merupakan formasi Dukuh dengan lingkungan pengendapannya di laut.penciri dari formasi ini adalh Batupasir,Batupasir Karbonatan,dan Batu gamping. Merupakan formasi tertua di stratigrafi regional Kulonprogoyaitu formasi Nanggulan yang berumur Eosen.Batuan yang terletak dilokasi ini berupa,Batu lempung,Batupasir kuarsa.Dahulu tempat tersebut merupakan lingkungan rawa ditandai dengan adanya lignit pad formasi ini.Ciri khas pada singkapan tersebutada pada strukturnya yaitu menyerpih. Pada stopsite ini terdapat singkapan batuan beku vulkanik.terbentuk dengan pembekuan Batuan intrusi dangkalyang berstruktur Columnar Joint.Berumu Oligosen akhir sampai Miosen awal.

Referensi

Dokumen terkait