• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN HASANAH 1 (2) (3) (1)

N/A
N/A
Eva Wati

Academic year: 2025

Membagikan "LAPORAN HASANAH 1 (2) (3) (1)"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Kerja Praktek

ANALISIS KEAUSAN ROLLER PADA VERTICAL MILL DI AREA CEMENT MILL PABRIK INDARUNG VI PT. SEMEN PADANG

Untuk Memenuhi Dari Syarat – Syarat

Yang Diperlukan Dalam Menyelesaikan Program sarjana

Oleh: NURHASANAH 210120115

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

LHOKSEUMAWE 2024

(2)

ii

SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Nurhasanah

Nim 210120115

Jursan/Prodi/Bidang : Teknik Mesin/Teknik Mesin/Kontruksi Mesin Dengan ini menyatakan Laporan Kerja Praktek yang berjudul

”Analisis Keausan Roller Pada Vertical Mill Diarea Finish Mill Pabrik Indarung VI PT. Semen Padang” adalah hasil karya tulis saya sendiri didampingi dosen pembimbing bukan hasil plagiat dari karya tulis ilmiah orang lain. Tidak terdapat bagian atau satu kesatuan yang utuh dari sumber lain yang saya kutip tanpa saya sebutkan sumbernya yang dipandang sebagai tindakan plagiarisme.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, jika dikemudian hari ternyata terbukti bahwa Laporan Kerja Praktek yang saya tulis adalah plagiat,maka saya bersedia menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku, dan saya bertanggung jawab secara mandiri tidak ada sangkut pautnya dengan dosen pembimbing dan kelembagaan Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh.

Lhokseumawe,23 November 2024 Saya Yang Membuat Pernyataan

Nurhasanah NIM: 210120115

(3)

iii

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING KERJA PRAKTEK

Pembimbing Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh dengan ini menyatakan bahwa laporan kerja praktek atas nama:

Nama : Nurhasanah

NIM : 210120115

Jurusan/Prodi/Bidang : Teknik Mesin/Teknik Mesin/Kontruksi mesin Judul Kerja Praktek : Analisis Keausan Roller Pada Vertical Mill Di

Area Finish Mill Pabrik Indarung VI di PT.

Semen Padang Tanggal Seminar KP : 19 November 2024

Telah diperiksa dan dinyatakan sudah selesai melaksanakan kerja praktek mulai tanggal 08 Agustus 2024 sampai dengan tanggal 06 september 2024 di PT. Semen Padang.

Lhokseumawe,23 November 2024 Pembimbing

Edy Ysusuf, S.T. ,M.Eng NIP.197402032003121002

(4)

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa ta’ala yang Maha Pengasih lagi MahaPenyayang yang telah memberikan rahmat, kekuatan dan kesabaran kepada penulissehingga laporan Kerja Praktek ini dapat terselesaikan. Shalawat serta salam tidaklupa pula penulis hadiahkan kepada baginda Nabi besar Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam. Dalam Kerja Praktek ini, penulis melaksanakannya kerja praktekdi PT. Semen Padang dari tanggal 05 agustus sampai dengan 06 agustus 2024.

Terima kasih kepada Alm. Ayah nofrizal leden, banyak hal yang menyakitkan saya lalui tanpa sosok ayah babak belur di hajar kenyataan yang terkadang tidak sejalan. Rasa iri dan rasa rindu yang sering kali membuat saya terjatuh tertampar realita. Tapi itu semua tidak mengurangi rasa bangga dan terimakasih atas kehidupan yang ayah berikan. Maka tulisan ini saya persembahkan untuk malaikat pelindung surga

Kepada umak saya yang cantik dan baik hati, umak yang selama ini mendoakan dan menyanyangi saya dan memebrikan dukungan kepada saya tanpa henti hingga bisa di tahap ini. Terima Kasih juga buat saudara kandung saya Andi Saputra, Ilpandi S.Pd, Daim Shaleh yang telah memberikan kasih sayang penuh dan dukungan kepada adek perempuannya. Terima Kasih kepada sahabat saya febi, selvi, fajar, suqra, kasir, lia karena telah berjuang bersama untuk meraih impian kita dan menjadi penghibur di kala susah. Dan yang terakhir untuk diri sendiri Terima kasih sudah menepikan ego dan memilih untuk kembali bangkit dan meyelesaikan semua ini dari bebagai tekanan diluar keadaan dan tak pernah mau memutuskan untuk menyerah kamu hebat, Nurhasanah. Akan tetapi berkat izin Allah Subhanahu wa ta’ala dan berkat bimbingan, bantuan, serta dorongan dari berbagai pihak, akhirnya penulis dapat melalui hambatan yang dihadapi hingga akhirnya laporan kerja praktek dapat terselesaikan. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

(5)

v

1. Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, M.T., IPM., ASEAN. Eng. selaku Rektor Universitas Malikussaleh.

2. Bapak Dr. Muhammad Daud, S.T., M.T. selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh.

3. Bapak Asnawi, S.T., M. Sc. selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh.

4. Bapak Nurul Islami, S.T., M.Sc. selaku Sekretaris Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh.

5. Bapak Abdul Rahman, S.T., M.Eng. selaku Ketua Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh.

6. Bapak Alchalil, S.T., M.T. selaku Kepala Laboratorium Konversi Energi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh.

7. Bapak Reza Putra, S.T.,M.Eng selaku Kepala Laboratorium Bidang Manufaktur, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh.

8. Bapak Edy Yusuf, S.T.,M.Eng selaku Dosen Pembimbing Kerja Praktek 9. Bapak Dr. Faisal, S.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing Akademik Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh

10. Seluruh Dosen dan Staf Administrasi Jurusan Teknik Mesin Universitas Malikussaleh.

Lhoksemawe, 19 November 2024 Penulis

Nurhasanah NIM:210120115

(6)

vi

DAFTAR ISI

JUDUL LAPORAN KERJA PRAKTEK i

LEMBAR PERNTAAN ORISINALITAS ii

LEMBAR PENGESAHAN KERJA PRAKTEK iii LEMBAR PENGESAHAN PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN iv

KATA PENGANTAR v

DAFTAR ISI vi

DAFTAR TABEL vii

DAFTAR GAMBAR viii

DAFTAR LAMPIRAN ix BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Keja Praktek 1

1.2 Tujuan Kerja Praktik 2

1.3 Manfaat Kerja Praktik 3

1.4 Ruang Lingkup Kerja Praktik 3

1.5 Sistematika Penulisan 4

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Singkat Perusahaan 5

2.2 Logo PT. Semen Padang 7

2.3 Profil PT. Semen Padang 8

2.3.1 Visi dan misi perusahaan 8

2.3.2 Meaning semen padang 8

2.4 Lokasi PT. Semen Padang 9

2.5 Struktur Organisasi PT. Semen Padang 10

2.6 Profil Pabrik 11

2.7 Core Business PT. Semen Padang 13

2.8 Profil Produk 13

2.8.1 Produk semen 13

(7)

vii

2.8.2 Semen curah 14

2.9 Produksi PT. Semen Padang 15

2.9.1 Bahan dan alat produksi 15

BAB III DASAR TEORI

3.1. Proses Pembuatan Semen 26

3.2 Vertical Mill 28

3.2. Prinsip Kerja Vertical Mill 29

3.3. Bagian – Bagian Vertical Mill 31

3.4. Roller Tyre 33

BAB 1V ANALISIS DATA DAN PEBAHASAN

4.1 Hasil dan Pembahasan 35

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan 43

(8)

viii

DATAR LAMPIRAN

(9)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Data produksi semen di pabrik semen padang 12

Tabel 4.2 Data Operasional 36

Tabel 4.2 Hasil Pengukuran segment tire grinding roll 1 37 Tabel 4.3 Hasil Pengukuran segment tire grinding roll 2 38

(10)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Semen padang pada masa dahulu 6

Gambar 2.2 Logo PT. semen padang dari masa ke masa 7 Gambar 2.3 Lokasi PT. semen padang pada google map 9 Gambar 2.4 Struktur organisasi PT. semen padang 10 Gambar 2.5 Struktur organisasi departemen pemiliharaan FM 6 11

Gambar 2.6 Profil pabrik semen padang 12

Gambar 2.7 Semen portland type 1 13

Gambar 2.8 Portland composit cement 14

Gambar 2.9 jenis tipe semen curah yang ada di PT. Semen Padang 14

Gambar 2.10 Foto Batu kapur 16

Gambar 2.11 Foto tanah liat 16

Gambar 2.12 Foto pasir besi 17

Gambar 2.13 Batu silika 17

Gambar 2.14 Batu bara 18

Gambar 2.15 Pozzolan 18

Gambar 2.16 Foto gypsum 19

Gambar 2.17 Batu kapur 19

Gambar 2.18 Raw mill 20

Gambar 2.19 Kiln 20

Gambar 2.20 Cement mill 21

Gambar 2.21 Foto belt conveyor 21

Gambar 2.22 Foto apron conveyor 22

Gambar 2.23 Foto air slide 22

Gambar 2.24 Foto jet pulse filter 23

Gambar 2.25 Electrostatic precipitator 25

Gambar 2.26 Silo 24

(11)

xi

Gambar 3.1 Proses di Raw Mill 26

Gambar 3.1 Proses di Kiln Mill 27

Gambar 3.2 Proses di Cement Mill 28

Gambar 3.3 Vertical Mil 29

Gambar 3.4 Prinsip Kerja Vertical Mill 31

Gambar 3.5 Bagian-Bagian Vertical Mill 33

Gambar 3.6 Roller Tyre 34

(12)

xii

(13)

xiii

(14)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kerja Praktek

Dunia Industri dan Perguruan Tinggi merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan. Hubungan tersebut sering disebut sebagai kemitraan. Seorang mahasiswayang sedang menuntut ilmu, khususnya mahasiswa Jurusan Teknik Mesin perlu memahami kondisi nyata yang ada di dunia Industri. Mahasiswa tidak hanya paham dan hafal teori saja namun juga perlu mengerti akan kondisi perusahaan yang sesungguhnya. Perubahan teknologi dan percepatan informasi telah mempengaruhi aspek-aspek dalam proses produksi di perusahaan. Dengan adanya peranan perguruan tinggi, sebagai badan research and development diharapkan mampu menjawab tantangan dalam perubahan tersebut. Sehingga performance sebagai partner akan meningkat. Disinilah link and match pola kemitraan yang perlu dibangun untuk meningkatkan mutu dan produktivitas pada sektor industri serta perguruan tinggi.

Pengetahuan dan pengalaman yang bersifat aplikatif atau praktis juga sangat dibutuhkan mahasiswa disamping teori-teori yang telah diperoleh dari perkuliahan. Pada jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh, kerja praktek merupakan salah satu mata kuliah wajib dengan bobot 2 sks. Kerja praktek merupakan mata kuliah yang termasuk dalam program pengalaman lapangan berupa kegiatan belajar mahasiswa yang dilakukan pada perusahaan atau industri secara terbimbing dan terpadu dalam keahlian bidang studi sebagai wahana pembentukan kemampuan akademik.

Mahasiswa program studi S1 Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh, diwajibkan mengikuti kerja praktek sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana dengan melaksanakan kerja praktek, mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan kerangka pemikiran yang bermanfaat untuk memecahkan masalah yang terjadi di tempat praktek lapangan maupun permasalahan masyarakat secara umum. Sehubungan dengan kewajiban dari

(15)

mahasiswa untuk melaksanakan kerja praktek maka penulis memilih PT. Semen Padang sebagai tempat melaksanakan praktek kerja lapangan. Adanya keterkaitan program studi yang penulis tempuh dengan proses kegiatan di PT. Semen padang menjadi alasan bagi penulis untuk melaksanakan kegiatan kerja praktek di PT.

Semen padang.

Pada kesempatan ini, kerja praktek yang dilaksanakan ialah pada unit mekanik cement mill indarung V PT. Semen padang, yang mana penempatan ini ditentukan oleh perusahaan. Di area kerja ini, mahasiswa melihat, mengamati, dan mempelajari praktek kerja di divisi ini.

Maka dari itu penulis ingin mengangkat suatu bahan yang dijadikan sebagai laporan kerja praktek. Pada bagian ini penulis akan membahas mengenai β€œAnalisa Keausan Tyre Roller Finish Mill Pada Vertikal Mill Indarung VI Unit Pemeliharaan Mesin II PT. Semen Padang

1.2 Tujuan Kerja Praktek

Adapun tujuan dilakukannya kerja praktek ada 2 yaitu; Tujuan Umum dan Tujuan Khusus.

1. Tujuan Umum

Mahasiswa dapat mengamati proses dan operasi produksi secara langsung sehingga dapat mengetahui dan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi sebenarnya di industri dan pada akhirnya akan menambah wawasan dan pengetahuan tentang teknologi baru yang belum pernah didapatkan di bangku kuliah. Mahasiswa dalam hal ini sekaligus sebagai pengemban tugas baik di lembaga maupun industri.

2. Tujuan Khusus

Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam melaksanakan kerja praktek adalah:

a. Memahami penerapan ilmu Teknik Mesin dalam dunia industri, khususnyadi PT. Semen Padang.

b. Mengetahui dan memahami sistem kerja di PT. Semen Padang.

c. Mendapatkan pengalaman dalam menghadapi dan menganalisa dalam d. rangka menyelesaikan permasalahan yang terjadi berdasarkan teori –

(16)

3

teoriyang telah diperoleh dari bangku perkuliahan.

e. Sebagai salah satu syarat mata kuliah yang harus dipenuhi dalam rangka mendapatkan gelar Strata 1 (S1) di Universitas Malikussaleh.

1.3 Manfaat Kerja Praktek

Adapun manfaat yang diperoleh dari kerja praktek yang telah dilakukanadalah sebagai berikut:

1. Bagi Mahasiswa

Adapun manfaat kerja praktek bagi mahasiswa adalah:

a. Memperoleh pengetahuan yang berguna bagi perwujudan karya yang akandihadapi kelak setelah menyelesaikan studi.

b. Dapat membandingkan antara teori – teori yang didapat selama perkuliahandengan kerja praktek yang sebenarnya.

c. Memenuhi persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana jurusan TeknikMesin Universitas Malikussaleh.

2. Bagi Universitas

Adapun manfaat kerja praktek bagi Universitas adalah:

a. Menciptakan dan mempererat hubungan kerja sama antara perusahaandengan jurusan Teknik Mesin Universitas Malikussaleh.

b. Dapat memperluas pengenalan akan jurusan Teknik Mesin UniversitasMalikussaleh.

3. Bagi Perusahaan

Adapun manfaat kerja praktek bagi perusahaan adalah:

a. Dapat menerapkan teori – teori ilmiah yang baru dilakukan oleh mahasiswa.

b. Dapat dijadikan sebagai ide – ide, masukan atau perbaikan seperlunya dalampemecahan masalah dalam perusahaan.

1.4 Tempat dan Waktu Kerja Praktek

Kerja Praktek dilaksanakan di perusahaan pabrik PT. Semen Padang di Jl.

(17)

Raya Indarung, Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Kegiatan kerja praktek dilaksanakan mulai tanggal 05 Agustus sampai dengan 06 September 2024.

Kegiatankerja praktek kurang lebih selama 24 hari kerja.

1.5 Sistematika Penulisan

Laporan Kerja Praktek ini ditunjukkan untuk memaparkan hasil pengamatan

β€œAnalisis Keausan Tyre Roller Finish Mill Pada Vertikal Mill Indarung VI Unit Pemeliharaan Mesin II PT. Semen Padang” Untuk mempermudah pemahaman, maka penulis menyusun laporan Kerja Praktek ini dalam beberapa bab. Bab yang terkandung dalam laporan kerja praktek ini adalah:

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini berisikan tentang latar belakang, tujuan kerja praktek, manfaat kerja praktek, tempat dan waktu kerja praktek, dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

Dalam bab ini berisi tentang penjelasan, sejarah perusahaan, profil perusahaan, danvisi dan misi perusahaan.

BAB III DASAR TEORI

β€œPada bab ini berisikan referensi atau teori dasar yang akan digunakan, baik yang berkaitan langsung maupun sebagai penunjang dari proses pembuatan laporan”

BAB IV PEMBAHASAN

β€œPada bab ini berisikan tentang pengamatan yang dilakukan oleh penulis, mulai dari data yang menunjang pengamatan dan analisis dari data yang telah didapatkan”

BAB V PENUTUP

Dalam bab ini berisikan kesimpulan dan saran mengenai apa yang telah di bahas dalam laporan kerja praktek.

DAFTAR PUSTAKA

Berisikan rujukan dan referensi lainnya yang dipergunakan dalam proses penulisanlaporan kerja praktek ini.

(18)

5

BAB II

TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Singkat Perusahaan

PT Semen padang merupakan salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibawah Direktorat Jendral Industri Logam, Mesin, dan Kimia.

PT Semen Padang merupakan pabrik semen pertama dan tertua yang ada di Indonesia yang didirikan pada tahun 1910.

Sejarah perusahaan dimulai pada 1896 ketika seorang perwira Belanda berkebangasan Jerman, Ir. Carl Christopher Lau menemukan batu – batuan di bukit karang putih dan bukit ngalau. Setelah diteliti di Belanda, diperoleh kesimpulan bahwa batu – batuan tersebut dapat dijadikan bahan baku semen. Tanggal 25 Januari 1907, Ir. Lau mengajukan permohonan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan pabrik semen di Indarung, dan disetujui pada tanggal 16 Agustus 1907.

Ir. Lau menghimpun kerjasama dengan beberapa perusahaan untuk melanjutkan usahanya seperti Fa. Gebroeders Veth, Fa. Dunlop, FA. Yarman

&Soon, dan pihak – pihak swasta lainnya, sehingga pada tanggal 18 Maret 1910.

berdirilah NV Nederlandesch Indische Portland Cement Maatschappij (NVNIPCM) dengan akte notaris Johanes Piede Smidth di Amsterdam. Pada waktu itu,belum ada pabrik semen lain di Hindia Belanda. Pabrik ini mulai beroperasi pada1913 dengan kapasitas 22.900 ton per tahun dan pernah mencapai produksi 170.000 ton pada 1939, pada masa itu adalah pencapaian tertinggi perusahaan.

Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia pada tahun 1942 – 1945, pabrik semen ini diambil alih oleh Asano Cement Jepang. Ketika proklamasi kemerdekaanRepublik Indonesia pada 1945, karyawan – karyawan Indonesia mengambil alih pabrik untuk diserahkan pada pemerintah Indonesia dengan nama Kilang Semen Indarung. Pada Agresi Militer I 1947, Belanda kembali menguasai pabrik dan mengubah namanya kembali menjadi NV Padang Portland Cement Maatschappij (NV PPCM). Terhitung mulai dari tanggal 5 Juli 1958, perusahaan ini dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia. Hal ini kemudian diperkuat dengan PP No. 50 tahun 1959 tentang penentuan perusahaan

(19)

perindustrin/pertambangan milik Belanda yang dikenakan Nasionalisasi. Selama tiga tahun setelah dinasionalisasi, perusahaan dikelola oleh Badan Pengelola Perusahaan Industri dan Tambang (BAPPIT). Pada 1961, status perusahaan menjadi perusahaan negara. Lalu pada 1971, perusahaan berubah statusnya menjadi PT (Persero).

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, seiring dengan optimalisasi pabrik Indarung I, pabrik Indarung II dibangun pada 1977 – 1980. Kemudian hingga 1994,dibangun secara berturut-turut pabrik Indarung IIIA, IIIB, dan IIIC. Pada perkembangannya, pabrik Indarung IIIA menjadi Indarung III, dan pabrik IIIB danIIIC digabung menjadi pabrik Indarung IV. Pada 1995, pabrik Inadrung V mulai dibangun dan diresmikan pada 1998. Pada 1999, karena mulai terbatasnya suku cadang peralatan dan perbedaan proses produksi dengan pabrik – pabrik lainnya, maka pabrik Indarung I dihentikan operasionalnya. Kemudian pada 2014, pabrik Indarung VI mulai dibangun dan selesai pada 2017. Gambar masa dahulu pendirian PT Semen padang dapat dilihat pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1 PT. Semen padang pada masa dahulu

Pada tahun 1995, pemerintah melakukan konsolidasi atas tiga buah pabrik semen milik pemerintah, yaitu PT Semen padang, PT Semen gresik, dan PT Sementonasa, yang terealisasi pada tahun 1995. Pada tahun ini juga pemerintah mengalihkan kepemilikan sahamnya di PT Semen Padang ke PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Pada saat ini, pemegang saham perusahaan adalah PT Semen Gresik(Persero) Tbk dengan kepemilikan saham 99,99% dan Koperasi Keluarga Besar Semen Padang sebesar 0,01%. Sementara PT Semen Gresik sendiri mayoritas sahamnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia sebesar 51,01% dan

(20)

7

pihak lainsebesar 48,99%.

2.2 Logo PT. Semen Padang

Sejak awal pendiriannya pada 1910, PT Semen Padang telah berganti logo hingga 10 kali. Logo awal perusahaan terdiri dari inisial nama awal perusahaan dengan bingkai lingkaran. Perubahan logo PT Semen Padang dari zaman ke zamandapat di lihat pada Gambar 2.2.

Gambar 2.2 Logo PT. semen padang dari masa ke masa Elemen yang ada pada logo Semen Padang yang sekarang adalah:

1. Kerbau: Sejak logo ke enam hanya kepala kerbau saja yang menghadap kedepan.

2. Rumah Gadang: Mulai dari logo ketiga.

3. Panorama Alam dan Gunung: Mulai logo kedua hingga ke empat.

4. Bingkai Lingkaran: Pada logo ke enam bingkai lingkaran hanya berupatulisan yang disusun melingkar.

(21)

2.3 Profil PT. Semen Padang

PT. Semen Padang terdiri dari beberapa bagian diantaranya:

2.3.1 Visi dan misi perusahaan

Visi dari PT Semen Padang yaitu β€œMenjadi perusahaan persemenan yang andal, unggul, dan berwawasan lingkungan di Indonesia bagian barat dan Asia Tenggara”. Untuk mencapai visi tersebut, PT Semen Padang memiliki misi sebagaiberikut:

1. Memproduksi dan memperdagangkan semen serta produk terkait lainnyayang berorientasi kepada kepuasan pelanggan.

2. Mengembangkan SDM yang kompeten, profesional dan berintegritastinggi.

3. Meningkatkan kemampuan rekayasa dan engineering untukmengembangkan industri semen nasional

4. Memberdayakan, mengembangkan dan mensinergikan sumber dayaperusahaan yang berwawasan lingkungan.

5. Meningkatkan nilai perusahaan secara berkelanjutan dan memberikan yangterbaik kepada stakeholder.

2.3.2 Meaning semen padang

Meaning Semen Padang adalah β€œGiving the Best to Build a Better Life”. PT.

Semen Padang mempunyai budaya perusahaan yaitu AKHLAK, yang terdiri dari:

1. Amanah (Memegang teguh kepercayaan yang diberikan) 2. Kompeten (Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas) 3. Harmonis (Saling peduli dan menghargai perbedaan)

4. Loyal (Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara)

5. Adaptif (Terus berinovasi & antusias dalam menggerakkan ataupunmenghadapi perubahan)

6. Kolaboratif (Membangun kerja sama yang sinergis).

2.4 Lokasi PT. Semen Padang

PT. Semen Padang berlokasi di kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk

(22)

9

Kilangan, Kota Padang, berjarak 15 km ke arah timur dari pusat kota Padang dengan ketinggian 200 m di atas permukaan laut. Lokasi pabrik berdasarkan citra Google Maps dapat dilihat pada Gambar 2.3.

Gambar 2.3 Lokasi PT. semen padang pada google map

Pemilihan lokasi ini adalah karena petimbangan – pertimbangan sebagai berikut:

1. Suplai batu kapur dari bukit Karang Putih yang berjarak 1,5 km arah selatan pabrik.

2. Suplai pasir silika dari bukit Ngalau yang berjarak 1,5 km arah tengara pabrik.

3. Suplai tanah liat yang berada 400 m ke arah timur pabrik.

4. Akses langsung ke Jalan Raya Padang – Solok yang merupakan jalur utama menuju Lintas Tengah/Timur Sumatera dan ke pelabuhan Teluk Bayur yang berjarak 2,5 km arah barat daya pabrik

5. Jarak yang jauh dari pusat Kota Padang (15 km) sehingga tidak mencemari udara pada area kota.

2.5 Struktur Organisasi PT. Semen Padang

Adapun struktur organisasi PT semen padang dapat dilihat pada Gambar 2.4

(23)

Gambar 2.4 Struktur organisasi PT. semen padang

Struktur organisasi berguna untuk mengetahui wewenang dan tanggung jawab masing masing serta menggambarkan hubungan dan peran SDM dalam sebuah perusahaan. Berikut merupakan struktur organisasi yang terdapat pada PT Semen Padang dapat dilihat pada gambar berikut. PT semen padang adalah perusahaan yang berada dibawah badan usaha milik negara ( BUMN). PT semen padang sendiri dipimpin oleh dewan direksi yang diangkat berdasarkan SK, kementrian BUMN dan pejabat dibawahnya berdasarkan keputusan direksi.

Adapun struktur organisasi departemen pemeliharaan Finish Mill VI dapat dilihat pada Gambar 2.5

(24)

11

Gambar 2.5 Struktur organisasi departemen pemiliharaan FM 6

2.6 Profil Pabrik

Demi menunjang proses produksi semen, maka PT Semen Padang memiliki beberapa pabrik yang memproduksi semen. Saat ini, PT Semen Padang memilikienam pabrik, dengan lima pabrik yang masih aktif memproduksi semen.

Selain itu, PT Semen Padang juga memiliki satu cement mill di daerah Dumai dan Riau. Gambar profil PT. Semen Padang dapat dilihat pada Gambar 2.6

(25)

Gambar 2.6 Profil pabrik semen padang

Berikut menunjukkan kapasitas produksi masing-masing pabrik dan status pabrik, termasuk cement mill yang dapat dilihat pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1 Data produksi semen di pabrik semen padang

No Pabrik Proses Status Kapasitas Produksi

(Ton/Tahun)

1. Indarung I Basah Non Aktif 300.000 (Sebelum Stop beroperasi)

2. Indarung II Kering Non Aktif 720.000 (Sebelum stop beroperasi)

3. Indarung III Kering Non Aktif 860.000 (Sebelum Stop beroperasi)

4. Indarung IV Kering Aktif 1.920.000 5. Indarung V Kering Aktif 3.000.000 6. Indarung VI Kering Aktif 1.500.000

7. CM Dumai Aktif 900.000

Total Produksi 7.320.000

( Sumber:( companyprofilsemenpadang, 2024)

(26)

13

2.7 Core Business PT. Semen Padang

Core business adalah bisnis atau usaha utama dari suatu perusahaan.

Aktifitas utama perusahaan ditentukan oleh core business perusahaan tersebut.

Core business PT Semen Padang untuk saat ini adalah semen, klinker dan produk non semen

2.8 Profil Produk

Secara umum, produk PT Semen Padang dapat dikategorikan kepada dua jenis, yaitu produk semen dan produk non-semen.

2.8.1 Produk semen

PT Semen Padang memiliki beberapa jenis produk. Adapun profil dari produknya sebagai berikut:

1. Semen Portland Type I (Ordinary portland cement) Semen tipe OPC dapat dilihat pada Gambar 2.7.

Gambar 2.7 Semen portland type 1

Dipakai untuk keperluan kontruksi umum yang tidak memerlukan persyaratan khusus, yaitu memerlukan persyaratan terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan awal, pada tanah dan air yang mengandung sulfat antara 0.0%- 0.10%, dan dapat digunakan untuk bangunan rumah pemukiman, gedung-gedung bertingkat dll.

2 .portland Composit Cement (PCC)

Memenuhi : SNI 15 – 7064 – 2004. Semen PCC cocok untuk bahan pengikat dan direkomendasikan untuk penggunaan keperluan konstruksi umum dan bahan bangunan. Tipe semen ini dapat dilihat pada Gambar 2.8.

(27)

Gambar 2.8 Portland composit cement

Semen ini digunakan untuk konstruksi umum untuk semua mutu beton, struktur bangunan bertingkat, struktur jembatan, struktur jalan beton, bahan bangunan, beton pratekan dan pracetak, pasangan bata, plesteran dan acian, panel beton, paving block, hollow brick, batako, genteng, polongan, ubin dll.

Keunggulandari semen ini yaitu lebih mudah dikerjakan, suhu beton lebih rendah sehingga tidak mudah retak,lebih tahan terhadap sulphat,lebih kedap air dan permukaan acian lebihhalus.

2.8.2 Semen curah

Ada 3 jenis tipe semen curah yang ada di PT. Semen Padang dapat dilihat pada Gambar 2.9.

1. Ezpro

Kelebihan dari semen curah tipe ezpro ini adalah:

a. Mudah dikerjakan dan memiliki daya rekat tinggi, hal ini dapat mempermudah proses pengerjaan sebuah kontruksi dan hasil akhir beton yang kuat serta permukaan lebih halus.

b. Cocok untuk kebutuhan kontruksi umum beton (jalan, drainase),

(28)

15

tanggul,stabilisasi tanah.

2. Dupro + (HSR-MSR)

Kelebihan dari semen curah tipe Dupro + (HSR-MSR) ini adalah:

a. Menghasilkan beton dengan panas hidrasi rendah dan ketahanan optimalterhadap sulfat serta klorida

b. Cocok digunakan untuk pekerjaan konstruksi beton dengan volumetrik besar atau yang terpapar dengan lingkungan ekstrim dan terendam air 3. Ultrapro

Kelebihan semen curah tipe ultrapro ini adalah:

a. Menghasilkan beton dengan panas hidrasi rendah dan ketahanan optimalterhadap sulfat serta klorida

b. Cocok digunakan untuk pekerjaan konstruksi beton dengan volumetrik besar atau yang terpapar dengan lingkungan ekstrim dan terendam air

2.9 Produksi PT. Semen Padang

Ada beberapa bagian – bagian produksi yang ada di PT. Semen Padang diantaranya:

2.9.1 Bahan dan alat produksi

Dalam produksi semen di PT Semen Padang, dan semen secara umumnya, ada tujuh elemen yang berperan penting, yaitu:

1. Bahan Baku Utama

Bahan baku utama adalah bahan – bahan yang dibutuhkan untuk membuat semen adalah klinker. Klinker merupakan bahan setengah jadi yang akan menjadi semen setelah melalui proses penggilingan terakhir dengan campuran bahan additive.

Ada empat bahan baku utama untuk membentuk klinker, yaitu:

a. Batu kapur (Limestone)

Batu kapur merupakan sumber utama oksida yang mempunyai rumus CaCO3 (kalsium karbonat), pada umumnya tercampur dengan MgCO3 dan MgSO4.Kandungan baru kapur adalah sebanyak Β± 80% dan diperoleh dari bukit Karang Putih. Gambar foto gambar batu kapur dapat dilihat pada Gambar 2.10.

(29)

Gambar 2.10 Foto Batu kapur b. Tanah liat (Clay)

Tanah liat diperoleh di sekitar wilayah Kecamatan Kuranji dan digunakan dengan komposisi Β±8%. Rumus kimia terbaik untuk produksi semen adalah O2Al2O3 Gambar foto tanah liat dapat dilihat pada Gambar 2.11.

Gambar 2.11 Foto tanah liat

c. Pasir besi (Iron sand)

Pasir besi memiliki rumus Fe2O3. Pasir besi berfungsi sebagai penghantar panas dalam proses pembuatan terak semen. Komposisi pasir besi yang dibutuhkanadalah sebesar Β±2% dan didatangkan dari luar, biasanya dari PT Aneka Tambang Cilacap. Gambar foto pasir besi dapat dilihat pada Gambar 2.12.

(30)

17

Gambar 2.12 Foto pasir besi d. Batu silika

Batu silika memiliki kandungan silikon oksida (SiO2). Dalam pembentukan klinker, kandungan silika adalah Β±10%. Gambar batu silika dapat dilihat pada Gambar 2.13.

Gambar 2.13 Batu silika

e. Batu bara

Baru bara tidak digunakan sebagai bahan baku pembuatan klinker, melainkan sebagai bahan bakar untuk pembakaran raw mix dalam kiln. Gambar batubara dapat dilihat pada Gambar 2.14.

(31)

Gambar 2.14 Batu bara 2. Bahan Additive

Bahan additive adalah bahan tambahan yang ditambahkan ke dalam klinker dalam proses penggilingan akhir untuk menghasilkan semen dengan tipe tertentu.

Bahan-bahan aditif tersebut adalah berupa:

a. Pozzolan

Pozzolan merupakan bahan yang mengandung senyawa silika atau silika alumina.

Jika dicampur air, maka pozzolan tersebut akan membentuk kalsium hidroksida.

Gambar foto pozzolan dapat dilihat pada Gambar 2.15.

Gambar 2.15 Pozzolan b. Gypsum

Gipsum digunakan sebagai sumber kalsium sulfat (CaSO4Β·2H2O) dengan reaksi pembentukan yang menghasilkan sedikit panas. Fungsi dari gypsum sendiri dalam produk semen adalah untuk memperlambat terjadinya proses

(32)

19

Gambar 2.16 Foto gypsum c. Batu kapur

Dalam penggilingan akhir, untuk semen tipe tertentu, batu kapur ditambahkan kembali. Gambar batu kapur dapat dilihat pada Gambar 2.17.

Gambar 2.17 Batu kapur

1. Mesin Utama

Mesin utama adalah mesin-mesin yang secara langsung bekerja untuk menghasilkan semen. Ada empat mesin utama dalam proses produksi semen, yaitu:

a. Raw mill

Raw mill berfungsi untuk menggiling bahan-bahan mentah untuk mencapai tingkat kehalusan tertentu. Bahan mentah dimasukkan ke dalam penggiling, lalu diputar dengan media putar. Hasil dari penggilingan pada raw mill disebut raw mix.Raw Mill dapat dilihat pada Gambar 2.18

(33)

Gambar 2.18 Raw mill b. Rotary kiln

Rotary kiln dapat disebut juga sebagai tanur putar. Tanur putar berfungsi untuk membakar raw mix agar bisa menjadi klinker. Raw mix dibakar dengan temperatur 1.450Β°C dengan bantuan bahan bakar batu bara. Hasil dari pembakaranrotary kiln adalah klinker. Kiln dapat dilihat pada Gambar 2.19.

Gambar 2.19 Kiln c. Coal mill

Coal mill berfungsi untuk menghaluskan batu bara agar dapat terbakar dengan mudah. Batu bara yang telah dihaluskan akan dimasukkan ke dalam tanur putar bersama raw mix untuk membantu pembakaran raw mix.

d. Cement mill

Cement mill berfungsi untuk melakukan penggilingan klinker dengan bahan- bahan aditif untuk kemudian dapat menjadi semen. Karena cement mill merupakan penggilingan terakhir dalam proses pembuatan semen, maka ada juga yang menyebutnya sebagai finish mill. Cement Mill dapat dilihat pada Gambar 2.20.

(34)

21

Gambar 2.20 Cement mill 3. Alat Transport

Alat transport berfungsi untuk memindahkan material dari satu tempat ke tempat lainnya. Ada beberapa alat transport yang digunakan, yaitu:

a. Belt conveyor

Belt conveyor digunakan untuk mengangkut bahan baku dari tambang dan bahan- bahan lainnya yang terlibat dalam pembuatan semen dari satu proses ke proses berikutnya. Belt Conveyor dapat dilihat pada Gambar 2.21.

Gambar 2.21 Foto belt conveyor b. Apron conveyor

Khusus untuk mengangkut klinker dari kiln menuju silo klinker, karenamemiliki temperarur tinggi, maka jenis conveyor yang digunakan adalah pan conveyor yang terbuat dari logam. Hal ini bertujuan agar system conveyor tahanterhadap temperature tinggi. Apron Conveyor dapat dilihat pada Gambar 2.22.

(35)

Gambar 2.22 Foto apron conveyor

c. Air slide

Air slide berfungsi untuk meluncurkan produk menggunakan udara bertekanan dari arah bawah produk, yang bergerak dalam lintasan miring dan tertutup. Air slide dapat dilihat pada Gambar 2.23.

Gambar 2.23 Foto air slide 4. Deducting Filter

a. Jet pulse filter (JPF)

Jet pulse filter merupakan salah satu pengumpul debu. Prinsip kerjanya mirip dengan BHF, hanya saja ukurannya lebih kecil dan biasanya ditempatkan pada alat pengangkut. Kelebihan penggunaan JPF adalah material yang beterbangan saat ditransfer dari mill feed maupun ke silo dapat ditangkap dan dikembalikan ke alat pengangkut, sementara udara bersih yang berada bersama material akan

(36)

23

disaring dan dilepaskan ke lingkungan. JPF dapat dilihat pada Gambar 2.24.

Gambar 2.24 Foto jet pulse filter b. Bag house filter (BHF)

Bag house filter adalah sebuah perangkat penangkap debu yang berfungsi untuk menangkap material yang beterbangan pada penangkap yang berbentuksilinder besar dengan tinggi 12m. Material yang sudah melewati prosespenggilingan dapat beterbangan secara bebas selama proses transportasi karena sudah berbentuk partikel debu sehingga sangat ringan dan dapat beterbangan di udara.

c. EP (Electrostatic Precipitator)

Sistem ini berfungsi sebagai pemisah abu dimana dari hasil gas buang yangberasal dari boiler yang akan dikeluarkan melalui stack harus berupa udara yang tidak terkandung bahan berbahaya seperti fly ash ini. Oleh karena itu sistem Elektro Statis pricipitator ini sangat berpengaruh bagi pembangkit semacam PLTU agar tidak mencemarkan udara. EP dapat dilihat pada Gambar 2.25.

(37)

Gambar 2.25 Electrostatic precipitator 5. Penyimpanan (Storage)

Penyimpanan berfungsi untuk menyimpan material sebelum diolah, karenatidak semua bahan akan digunakan secara bersamaan karena menyesuaikan dengan komposisi bahan yang dibutuhkan. Jenis penyimpanan yang digunakan di PT Semen Padang adalah sebagai berikut:

a. Silo

Silo dapat dilihat pada Gambar 2.26

Gambar 2.26 Silo

Silo merupakan suatu struktur bangunan yang digunakan untuk menyimpan klinker dan semen.

b. Storage yard

(38)

25

Storage yard merupakan sebuah area datar luas serta berstruktur dinding danatap yang digunakan untuk menyimpan bahan baku utama dan bahan additive dalam proses pembuatan semen.

6. Gedung Kendali

Karena proses produksi di PT Semen Padang sudah menggunakan otomasi, maka dibutuhkanlah satu ruang kendali pusat (Central Control Room, disingkat CCR).

Ruang CCR menjadi ruang untuk mengendalikan dan memantau proses produksi pada pabrik, termasuk memantau abnormalitas dan trouble yang terjadi sehingga bisa langsung dikoordinasikan dengan tepat kepada petugas pabrik. Ruang CCR berada pada gedung CCR yang sekaligus menjadi kantor untuk pabrik. Gedung CCR terdapat pada setiap pabrik di PT Semen Padang. Gambar 2.27 berikut merupakan gedung CCR pabrik Indarung VI.

Gambar 2.27. Gedung CCR Pabrik Indarung VI

(39)

26

BAB III DASAR TEORI

3.1 Proses Pembuatan Semen

Bahan baku yang akan menjadi semen akan melewati tiga dari empat mesin utama, yaitu raw mill, rotary kiln, dan cement mill.

1. Raw Mill

Keseluruhan bahan baku, baik yang diperoleh dari tambang maupun yang didatangkan dari luar, disimpan pada raw storage terlebih dahulu. Dari raw storage, bahan baku ditransportasikan ke raw mill feed yang akan mengirimkan bahan baku sesuai presentase yang dibutuhkan. Bahan yang sudah sesuai komposisinya akan dibawa menuju raw mill untuk dilakukan proses penggilingan.

Hasil penggilingan akan berupa debu karena memiliki ukuran sangat halus dan disebut dengan raw mix. Raw mix akan ditransportasikan menuju rotary kiln untuk proses pembakaran. Dapat dilihat pada Gambar 3.1 terdapat siklus kerja dari unit rawmill PT. Semen Padang, antara lain :

Gambar 3.1 Proses di Raw Mill 2. Rotary Kiln

Sebelum memasuki kiln, material akan melalui proses pemanasan awal agar lebih mudah mencapai temperatur bakar nantinya. Bahan yang telah melewati tahap

(40)

27

pemanasan awal selanjutnya masuk ke dalam kiln untuk dibakar. Batu bara yang sebelumnya sudah digiling halus di coal mill turut dimasukkan ke dalam kiln sebagai bahan bakar pembakaran raw mix. Bahan kemudian dibakar dengan temperatur mencapai 1.400ΒΊC. hasil dari pembakaran pada kiln adalah klinker.

Klinker dari dalam kiln didinginkan terlebih dulu pada cooler agar dapat ditransportasikan ke tahap selanjutnya. Klinker akan ditransportasikan menuju tahap selanjutnya atau dapat langsung dijual.

Adapun pembakaran pada kiln dapat di lihat pada Gambar 3.2

Gambar 3.2 Proses di Kiln Mill 3. Cement Mill

Klinker selanjutnya ditransportasikan menuju cement mill feed. Pada cement mill feed ini, takaran klinker dan bahan additive akan disesuaikan dengan spesifikasi semen yang dibutuhkan untuk kemudian dikirim ke cement mill untuk dilakukan proses penggilingan akhir. Hasil penggilingan adalah semen dan berpartikel sangat halus. Semen selanjutnya dikirim ke silo sebelum dijual kepada konsumen, baik dalam bentuk semen kantong ataupun semen curah. Adapun gambar dibawah ini menunjukkan tahapan proses pengilingan semen di Cement Mill

(41)

Gambar 3.3 Proses di Cement Mill 3.2. Vertical Mill

Pada pabrik Indarung VI PT Semen Padang proses reduksi ukuran (size reduction) material semen (lime stone, silica, clay, iron sand dan klinker ) menggunakan Vertical Mill. Proses reduksi ukuran atau comminution pada industri pengolahan mineral sangat diperlukan dimana ukuran yang dibutuhkan untuk proses selanjutnya agar berjalan dengan efektif sehingga menghasilkan produk yang lebih halus. Vertical mill banyak ditemukan pengaplikasiannya pada proses penggilingan di industri semen seperti pada proses bahan mentah, penggilingan akhir, dan pada penggilingan batu bara. Pada saat proses penggilingan merupakan gabungan dari penghancuran, penggilingan, klasifikasi, dan memungkinkan juga dapat dilakukan proses pengeringan sehingga dapat mengurangi jumlah peralatan yang diperlukan dalam unit penggilingan. Di Unit Cement Mill Indarung VI menggunakan Vertical Mill dengan merk FLSmidth tipe OK Mill 42-4Adapun gambar dibawah ini menunjukkan proses penggilingan semen menggunakan vertical roller

(42)

29

Gambar 3.4 Vertical Mil 3.3. Prinsip Kerja Vertical Mill

Mill Indarung VI menggunakan gaya tekan roller pada meja putar.

Penggilingan terjadi karena material bergerak ke arah tepi meja, karena adanya gaya sentrifugal dan material akan hancur waktu melewati roller, setelah melewati roller dan sampai di bagian tepi meja, material yang sudah halus akan terbawa aliran gas panas ke arah atas mill. Pada bagian atas vertical mill ada alat pemisah (classifier) yang akan memisahkan material kasar dan halus. Oleh karena itu udara panas dipakai sebagai pengering dan sekaligus alat transportasi material, maka proses yang terjadi adalah pengeringan selama penggilingan (drying during grinding).

Pertama ialah material feeding, material basah diumpankan melalui air sealed feed gate ke atas grinding table. Feed gate dirancang untuk dapat mencegah masuknya air ke dalam mill dan melindungi mill terhadap tekanan negatif yang tinggi di dalam mill body. Untuk material yang basah dan lengket, triple gates (heatable) dibutuhkan dan umumnya digunakan rotating airlocks.

Selanjutnya penggilingan, material (feeding, material resirkulasi, dan tailing separator) yang melewati tengah meja di bawah roller kemudian digiling di antara roller dan grinding track. Ukuran maksimum partikel yang dapat digiling di bawah roller adalah berukuran maks. 5-8 % diameter roller dimana ukuran tersebut

(43)

tergantung pada diameter roller, kecepatan meja, tekanan roller dan karakteristik material (granulometry dan properties). Kemudian sirkulasi material, material yang mengalir di atas dam ring ditangkap dan kemudian terangkat olch aliran gas vertical dari nozzle ring. Partikel kasar jatuh kembali ke grinding table sementara yang halus terangkat ke separator untuk dipisahkan. Laju sirkulasi internal tergantung terutama pada grindability dari ground material dan dapat mencapai 15-25 siklus. Pengurangan kecepatan gas di dalam nozzle ring mengakibatkan jatuhnya partikel yang lebih besar.

Material yang terjatuh harus diekstraksi oleh scraper dan diresirkulasi ke dalam mill feed Lalu Separasi, separasi yang baik dapat meningkatkan kualitas material feeding dan menghindari penggilingan yang berlebih (menghemat energi). Partikel kasar (coarse tailing) diumpankan melalui tailing cone ke tengah grinding table untuk membantu formasi dari grinding table menjadi lebih stabil. Kehalusan feeding dapat lebih mudah dikontrol oleh penyesuaian kecepatan cage rotor.

Setelah itu drying, Pengeringan terjadi terutama di tempat di mana gas panas keluar nozzle dan kontak dengan material yang lembab. Partikel yang halus memiliki waktu tinggal yang lama di dalam gas pengering (tergantung pada gas collector) yang memastikan kinerja pengeringan yang baik.

Terakhir water injection, pada kondisi tertentu, roller mill memerlukan injeksi air untuk menstabilkan grinding table, injection nozzle scharusnya menyemprot material di bagian depan setiap roller yang disesuaikan dengan keluaran. Fasilitas water injection dengan dosing valve dapat dipasang di dalam mill casing untuk mendinginkan gas kiln jika suhu gas berlebih dan kurang lembabnya material. Adapun gambar di bawah ini menunjukkan prinsip kerja di vertical mill yang digunakan dalam industri semen untuk menggiling klinker dan bahan tambahan lainnya.

(44)

31

Gambar 3.5 Prinsip Kerja Vertical Mill 3.4. Bagian – Bagian Vertical Mill

1. Grinding Table

Terletak didalam mill dan didukung oleh reducer. Grinding table berputar pada porosnya yang digerakkan oleh motor.

2. Table Linner

Melindungi grinding table dari keausan. Table linner dipasangkan pada bagian permukaan atasnya yang terdiri dari 10 bagian. Pemasangan table linner menggunakan clamping ring.

3. Dam Ring

Berupa ring yang terletak diluar sekeliling grinding table, untuk menjaga ketebalan material diatas table (grinding bed). Alat ini berperan penting dalam mengatur efektivitas penggilingan. Apabila diperlukan ketinggian dam ring ini bisa dikurangi atau ditambah.

4. Mill Stand dan Mill Body

Merupakan pelindung dan penutup dari reducer dan grinding table. Selain itu mill stand berfungsi untuk support dan tempat kedudukan bearing rocker arm.

Mill body adalah housing bagian atas dari mill stand.

5. Grinding Roller

(45)

Poros roller merupakan bagian dari rocker arm. Poros tersebut tidak berputar, tetapi roller berputar karena bergesekan dengan material di atas table yang berputar. Roller terdiri dari hub dan tyre yang keduanya di ikat dengan menggunakan clamping ring. Tyre adalah bagian dari luar roller yang mudah aus dan dapat diganti (consumbales material).Pada unit Cement Mill Indarung VI roller mempunyai 8 segmen. Antara hub dan poros terdapat cylindrical roller bearing dan double tappered roller bearing. Pelumasan dari bantalan roller dilakukan secara sirkulasi dengan circulation pump system.

2. Rocker Arm dan Sistem Hidrolik

Rocker arm merupakan pembawa dari grinding roller dan duduk pada mill stand. Hydro pneumatic spring system dihubungkan dengan rocker arm dengan lever untuk menggerakkan grinding roller menekan material ke arah table. Hydro pneumatic spring system merupakan bagian utama dalam penggilingan bahan dan mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. Memberikan gaya yang konstan untuk penggilingan bahan.

b. Berfungsi sebagai spring dan absorber yang memungkinkan roller akan naik bila mengenai benda yang besar dan keras tanpa membahayakan sistem hidroliknya.

c. Menaikkan roller dari table dan material bed supaya mill dapat di start tanpa beban.

d. Berfungsi memberikan tenaga untuk swing out dan swing in.

Untuk memungkin fungsi hidrolik sebagai spring dan absorber, maka piston hidrolik dihubungkan dengan accumulator yang berisi nitrogen.

3. Louvre Ring

Susunan sudu-sudu yang terletak disebelah luar dari dam ring, dimana udara atau gas masuk kedalam roller mill, dan susunannya sedemikian rupa sehingga aliran gas berbentuk spiral.

4. Classifier

Komponen untuk memisahkan material kasar dan halus. Yang mana menggunakan fan untuk membawa material yang sudah halus keluar dari vertical

(46)

33

mill. Adapun gambar dibawah ini menunjukkan bagian bagian vertical mill yang digunakan untuk menggiling klinker dan bahan tambahan

Gambar 3.6 Bagian-Bagian Vertical Mill 3.5. Roller Tyre

Pada vertical roller mill material yang masuk melalui rotary feeder yang kemudian akan jatuh pada bagian tengah grinding table. Material bergerak diatas grinding table dipengaruhi oleh gaya sentrifugal, dan akan digiling oleh roller.

Roller itu sendiri tidak digerakkan oleh motor melainkan dipengaruhi gaya sentrifugal grinding table. Roller bergerak naik dan turun menyesuaikan dengan perputaran grinding table.

Keausan terhadap komponen-komponen mesin dapat mempengaruhi jalannya proses produksi. Keausan pada roller tyre ini sudah sering terjadi di dacrah yang sama, roller tyre berperan penting dalam menggiling material yang telah masuk agar dapat masuk ke tahap produksi selanjutnya.

(47)

Gambar 3.7 Roller Tyre

(48)

35

BAB IV

ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

4. Hasil dan Pembahasan

Analisa keausan dapat dilakukan dengan berbagai macam metode dan Teknik yang semuanya bertujuan untuk menstimulasi kondisi keausan aktual. Uji keausan merupakan suatu uji karakteristik fisik yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar tingkat keausan benda (permukaan benda) terhadap gesekan atau goresan. Uji keausan dilakukan dengan menghitung lebar keausan dari sampel.

𝑖 = 𝑑0βˆ’ 𝑑1 𝐻𝑀 𝑇 = 𝑑0 βˆ’ π‘‘π‘™π‘–π‘šπ‘–π‘‘π‘–

π‘₯Μ… = π‘₯Μ…1 + π‘₯Μ…2 + π‘₯Μ…3 + ... + π‘₯̅𝑛 𝑛 (2.1)

Volume keausan tire grinding roll diketahui nilainya dengan mengukur segment dari tire tersebut. Rata rata keausan hasil setelah pengukuran dari segment tire tersebut dihitung menggunakan persamaan 4. Volume keausan dapat dihitung dengan menggunakan rumus Lancaster dkk, 19978. Hasil dari volume keausan tersebut disimbolkan sebagai volume keausan eksperimen

𝑉 = π‘š1 βˆ’ π‘š2

(2.2) Archard 19539 mengusulkan suatu model pendekatan untuk mendeskripsikan keausan sliding. Dia berasumsi bahwa parameter kritis dalam keausan sliding adalah medan tegangan di dalam kontak dan jarak sliding yang relatif antara permukaan kontak. Volume keausan eksperimen tersebut disubstitusikan kedalam persamaan 5 sebagi model keausan Archad. Hasil perhitungan ini untuk menentukan nilai koefisien keausan sebagai tingkat kekerasan material. Selanjutnya persamaan 6 untuk mendapatkan volume keausan segment tire grinding roll. Persamaan 7 untuk mencari volume keausan per jam.

Tt = 𝑣𝑑

Pvt (2.3)

Diagaram Fishbone (2.4)

(49)

Fishbone atau diagram sebab-akibat pertama kali dikembangkan pada tahun 1950 oleh seorang pakar kualitas Jepang, yaitu Kaoru Ishikawa. Diagram Fishbone merupakan alat analisis yang menyediakan cara sistematis untuk mengamati akibat dan penyebab. Diagram Fishbone mempresentasikan hubungan antara sebab dan akibat yang terdiri dari garis-garis dan simbol. Akibat diletakkan di kanan, sedangkan sebab di sebelah kiri10.Diagram Fishbone membantu peneliti untuk melihat permasalahan secara holistic (keseluruhan) sehingga permasalahan terlihat lebih jelas dan permasalahan kecil yang dapat berkontribusi kepada hal yang lebih besar dapat teridentifikasi. Dengan mengetahui permasalahan secara menyeluruh, hal tersebut memudahkan peneliti untuk mengambil tindakan atas penyebab permasalahan tersebut. Metode ini membagi masalah terdiri dari sebab dan akibat yang dimana terdiri dari beberapa faktor yaitu, Mesin, Manajemen, Material, Manpower, Lingkungan, Measurenment

Dapat di lihat pada Gambar 4.1

Gambar 4.1 Diagram Fishbone

(50)

37

Adapun data operasonalnya pada tabel di bawah ini Tabel 4.1 Data Operasional

Brand FLSMIDTH

Type Atox Mill 57.5

Kapasitas Desain 750 TPH

Power Motor 5346 KW

Tinggi Overall 23,380

Speed Output/Input 995/23, 3 RPM

Jumlah Roller 3 EA

Faktor Koreksi 2

Tebal Segment Tire 255 mm Diameter Tire Grinding Roll 3,45 m

Penelitian ini adalah menganalisis keausan untuk mengetahui laju keausan dan umur pakai dari material segment tire grinding roll. Penelitian ini dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan sejumlah data untuk mencari material yang cocok pada segment tire grinding roll yang memiliki laju keausan lebih rendah.

Pada penelitian ini untuk mengukur ketebalan dari segment tire grinding roll menggunakan metode non destruktif test dengan jam kerja mesin 1565 jam.

Setelah mendapatan data hasil pengukuran, dilakukan perhitungan untuk mencari laju keausan menggunakan persamaan 1, umur pakai menggunakan persamaan 2 dan rata-rata menggunakan persamaan 3. Dengan Hasil dapat dilihat pada tabel 4.2

(51)

Tabel 4.2 Hasil Pengukuran segment tire grinding roll 1

Titik Ukur

Tebal Asli

Hasil Ukur

Keausan

Laju Keausan (mm/jam)

Batas Umur Pakai

(jam) mm Persen

1 255 231.2 23.8 9.33% 1.5 x 10-2 4250 2 255 220.1 34.9 13.69% 2.2 x 10-2 2897 3 255 210.4 44.6 17.49% 2.8 x 10-2 2276 4 255 197.7 57.3 22.47% 3.7 x 10-2 1722 5 255 184.9 70.1 27.49% 4.5 x 10-2 1416 6 255 170 85 33.33% 5.4 x 10-2 1722 7 255 156.5 98.5 38.63% 6.3 x 10-2 1011 8 255 145.9 109.1 42.78% 7.0 x 10-2 910 9 255 143.1 111.9 43.88% 7.2 x 10-2 885 10 255 160.4 94.6 37.10% 6.0 x 10-2 1062

Rata- Rata 182,02 4,6 x10-2 1815,1

(52)

39

Adapun hasil pengukuran segment tire grinding roll 2 di bawah ini Tabel 4.3 Hasil Pengukuran segment tire grinding roll 2

Titik Ukur

Tebal Asli

Hasil Ukur

Keausan Laju

Keausan (mm/jam)

Batas Umur Pakai (jam)

mm Persen

1 255 227.7 27.3 10.71% 1.7 x

10-2 3750

2 255 211.1 43.9 17.22% 2.8 x

10-2 2276

3 255 194.1 60.9 23.88% 3.9 x

10-2 1634

4 255 179.9 75.1 29.45% 4.8 x

10-2 1328

5 255 164.9 90.1 35.33% 5.8 x

10-2 1099

6 255 150.9 104.1 40.82% 6.7 x

10-2 951

7 255 140 115 45.10% 7.3 x

10-2 873

8 255 135.5 119.5 46.86% 7.6 x

10-2 838

9 255 147.7 107.3 42.08% 6.9 x

10-2 923

10 255 156.8 98.2 38.51% 6.3 x

10-2 1011

Rata-

rata 170,86 5.3 x

10-2 1468.3

(53)

Adapun hasil pengukuran segment tire grinding roll 3 di bawah ini Tabel 4.4 Hasil Pengukuran segment tire grinding roll 3

Titik Ukur Tebal Asli

Hasil Ukur

Keausan Laju

Keausan (mm/jam)

Batas Umur Pakai (jam)

mm Persen

1 255 238 17 6.67% 1.1 x

10-2 5795

2 255 228.4 26.6 10.43% 1.7 x

10-2 3750

3 255 221.1 33.9 13.29% 2.2 x

10-2 2897

4 255 209.4 45.6 17.88% 2.9 x

10-2 2198

5 255 196.9 58.1 22.78% 3.7 x

10-2 1722

6 255 182.7 72.3 28.35% 4.6 x

10-2 1385

7 255 164.4 90.6 35.53% 5.8 x

10-2 1099

8 255 150.2 104.8 41.10% 6.7 x

10-2 951

9 255 145.5 109.5 42.94% 7.0 x

10-2 910

10 255 160.6 94.4 37.02% 6.0 x

10-2 1062

Rata-rata 189,72 4.1 x

10-2 2176.9

(54)

41

Perhitungan rata- rata Hasil Ukur

π‘₯Μ… = π‘‹π‘Ÿπ‘œπ‘™π‘™ 1 + π‘‹π‘Ÿπ‘œπ‘™π‘™ 2 + π‘‹π‘Ÿπ‘œπ‘™π‘™ 3

3

π‘₯Μ… = 182,02 + 170,86 + 189,72 3

π‘₯Μ… = 542,6

3

π‘₯Μ… = 180,86 mm

Perhitungan Rata- Rata Laju Keausan π‘₯Μ… = π‘‹π‘Ÿπ‘œπ‘™π‘™ 1 + π‘‹π‘Ÿπ‘œπ‘™π‘™ 2 + π‘‹π‘Ÿπ‘œπ‘™π‘™ 3

3

π‘₯Μ… = 4,6 + 53 +41) π‘₯Μ… 10βˆ’2 3

π‘₯Μ… = 14 π‘₯Μ… 10βˆ’2

3

π‘₯Μ… = 4,6π‘₯Μ… 10βˆ’2 mm/jam

Perhitungan Rata- Rata Umur Pakai π‘₯Μ… = π‘‹π‘Ÿπ‘œπ‘™π‘™ 1 + π‘‹π‘Ÿπ‘œπ‘™π‘™ 2 + π‘‹π‘Ÿπ‘œπ‘™π‘™ 3

3

π‘₯Μ… = 1815,1 + 1468,3 + 2176,9 3

π‘₯Μ… = 5460,3

3

π‘₯Μ… = 1820,1 jam

Perhitungan volume dan laju keausan material segment tire grinding roll Volume keausan eksperimen dihitung menggunakan persamaan 4

V = π‘š1 βˆ’ π‘š1

𝑝

V = 255 βˆ’ 180,86 7,80

V = 9,5 π‘šπ‘š3

Volume keausan eksperimen tersebut selanjutnya disubstitusikan kedalam persamaan

(55)

𝐾𝐷 = 𝑣𝐹 π‘₯Μ… 𝑠𝑁

Dimana nilai dari s dapat dihitung dengan persamaan 𝑠 = 1 x Ο€ π‘₯Μ… 𝐷

2

s = 0,5 x 3,14 x 3450 = 5416,5 mm

Sehingga beban kerja (FN) dihitung dengan menggunakan persamaan 𝑝𝑑

𝐹𝑁 = 102 π‘₯Μ…

𝑣

Daya pada Tire dihitung dengan persamaan pd = P x Fc pd = 5346 x 2 = 10692

Kecepatan keliling dapat dihitung menggunakan persamaan Ο€ x D x n

𝑉 =

60 π‘₯Μ… 1000

𝑉 = 3,14 π‘₯3450π‘₯995 60π‘₯1000

𝑣 = 179,64 m/s

Maka beban kerjanya adalah pd

𝐹𝑁 = 120 π‘₯Μ…

𝑣 𝐹𝑁 = 120 π‘₯Μ…10692

179,64

FN = 7142,2 kg

Sehingga persamaan 4 didapatkan 9,5

𝐾𝐷 = 9,5

7142,2 π‘₯Μ… 5416,5 kD = 2,4π‘₯Μ…10βˆ’7

Pada material High Chrome diketahui kekerasan rata-rata 195,1 kg/mm2, sehingga didapat volume keausan teoritik dengan persamaan 5

𝑣𝑑 = 𝐾 𝐹𝑁

(56)

43

𝑠𝐻 𝑣𝑑

5416,5 = 2,4π‘₯Μ…10βˆ’7 7142,2

195,1 𝑣𝑑

5416,5

= 0,0017

195,1

Vt π‘₯Μ… 195,1 = 0,0017 π‘₯Μ… 5416,5

Vt = 9,2

195,1

Vt = 0,047 mm3

Laju keausan teoritik material High Chrome dapat dihitung dengan persamaan 6 Diketahui jika mesin tidak ada kerusakan/jadwal perawatan mesin beoperasi selama 24 jam

𝑇𝑑 = 0,047

24

Tt = 0,002 mm3 /jam

Pada material Sintercast diketahui kekerasan rata-rata 221,5 kg/mm2

𝑣𝑑 = 9,2

221,5

Vt = 0,041 mm3

Laju keausan teoritik material Sintercast didapat 0,041

𝑇𝑑 = 24

Tt = 0,001 mm3/jam

(57)

44

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kerja praktek merupakan sarana bagi mahasiswa untuk melihat dan mengetahui aplikasi dari ilmu yang didapat selama perkuliahan di kampus dengan kondisi di lapangan atau dunia kerja. Dari masalah yang diperoleh selama kerja praktek di PT Semen Padang, tidak semua ilmu di perkuliahan dapat diterapkan langsung ke lapangan. Sehingga selama kerja praktek ini, diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. PT Semen Padang adalah suatu perusahaan semen yang memproduksi berbagai tipe semen sesuai dengan kegunaannya.

2. Dalam produksi semen, PT Semen Padang menggunakan berbagai macam alat dan mesin yang berfungsi sebagai mesin utama maupun penunjang dalam proses produksi.

3. Vertical Mill merupakan salah satu mesin utama pada proses penggilingan semen di Unit Cement Mill Indarung VI PT Semen Padang.

4. Keausan roller tyre dipengaruhi oleh feeding seperti besaran tonase feeding, kualitas material feeding, dan jenis material feeding.

5. Semakin tinggi nilai keausan roller tyre maka semakin menurun peforma mesin Vertical Mill di Unit Cement Mill Indarung VI PT Semen Padang 1.1. Saran

Setelah melalui proses kerja praktek, maka penulis dapat memberikan saran – saran sebagai berikut:

1. Sebelum memulai kerja praktek, mahasiswa dianjurkan mencari tahu tentang perusahaan tempat akan melaksanakan kerja praktek, termasuk mengenai produk – produk yang dihasilkan.

2. Pelajari dengan baik apa yang diperoleh di lapangan karena tidak semua yang ada di lapangan dapat diperoleh di perkuliahan.

3. Selalu utamakan keselamatan kerja dalam setiap kegiatan.

4. Lakukan hardfacing untuk mengurangi keausan roller tyre pada setiap PMC

(58)

45

DAFTAR PUSTAKA

[1] D. Jasma,Risno fendri, (2015)β€œAnalisis sifat mekanik dan struktur mikro baja aisi 4140 akibat perbedaan temperatur pada perlakuan panas,” no. October, hal.

37–47, 2015.

[2] F. T. Industri, FT(2017) β€œANALISA KEGAGALAN TIRE ROLLER PADA VERTICAL ROLLER MILL DI FINISH MILL TUBAN 3 PT . SEMEN INDONESIA,” 2017.

[3] R. Binudi dan B. Adjiantoro, (2018)β€œPENGARUH UNSUR Ni, Cr DAN Mn TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA KEKUATAN TINGGI BERBASIS LATERIT,” Metalurgi, vol. 29, no. 1, hal. 33, 2018, doi:

10.14203/metalurgi.v29i1.269.

[4] Biro Humas. ”Company Profile PT Semen Padang”. Padang: PT Semen Padang

[5] β€œManajemen dan Struktur” Diakses dari http://www.semenpadang.co.id/, pada 22 Januari 2021.

(59)

46

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Surat Permohonan Kerja Praktek

(60)

47

Lampiran surat balasan kerja praktek di PT. Semen Padang

(61)

Lampiran Lembar Konsultasi Bimbingan Kerja Praktek

(62)

49

Lampiran Lembar Penilaian Kerja Praktek

(63)

Lampiran Sertifkat Kerja Praktek

(64)

51

Lampiran Bukti Mengikuti Seminar Minimal Lima Kali

Referensi

Dokumen terkait