• Tidak ada hasil yang ditemukan

laporan hasil penelitian - Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "laporan hasil penelitian - Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Menganalisis hubungan peran orang tua dalam pemenuhan kebutuhan gizi dengan status gizi remaja putri di Kota Malang.

Manfaat Penelitian

Secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dalam pemenuhan kebutuhan gizi dengan status gizi berdasarkan IMT/U (p>0,05). Secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dalam pemenuhan kebutuhan gizi dengan status gizi berdasarkan lingkar lengan (p>0,05).

TINJAUAN PUSTAKA

Pola Makan Remaja

Status gizi remaja pada umumnya dipengaruhi oleh kebiasaan/pola makan (Thamrin et al., 2008). Berdasarkan temuan penelitian Fraser et al., remaja yang sering makan di restoran cepat saji lebih banyak mengonsumsi makanan tidak sehat dan cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan tidak sehat.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi

Studi kasus yang dilakukan di SMU Semarang menunjukkan bahwa semakin tinggi aktivitas fisik remaja maka semakin rendah kejadian obesitas. Pola makan dengan kalori berlebih dan kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor dominan terjadinya obesitas.

Standar Status Gizi

Berdasarkan hasil penelitian pada remaja di Yogyakarta dan Bantul, terlihat bahwa semakin tinggi asupan energi dan lemak maka kemungkinan terjadinya obesitas semakin besar. Penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan antara kontribusi lemak terhadap total energi dengan prevalensi obesitas (Medawati et al., 2005). Gizi seimbang adalah pola makan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi pangan, aktivitas fisik, kebersihan dan berat badan ideal.

Bentuk tumpeng dengan nampan di Indonesia disebut Tumpeng Gizi Balancing (TGS) dan dirancang untuk membantu memilih makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat, sesuai dengan kebutuhan yang berbeda-beda tergantung usia (bayi, balita, remaja, dewasa, dan orang tua. ) dan tergantung pada status kesehatan (kehamilan, laktasi, aktivitas fisik, sakit) (Irianto, 2014a). Ketiga, kehamilan, partisipasi dalam olahraga, kecanduan alkohol dan obat-obatan meningkatkan kebutuhan energi dan nutrisi (Arisman, 2004). Menurut Guthrie (1995), malnutrisi disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan energi dan kebutuhan gizi.

Ketidakseimbangan positif terjadi ketika asupan energi lebih besar dari kebutuhan sehingga mengakibatkan kelebihan berat badan atau kelebihan gizi (Guthrie, Helen A., 1995).

Pengukuran Status Gizi

Makanan dengan kepadatan energi tinggi (tinggi lemak atau gula tambahan dan rendah serat) menyumbang sebagian besar keseimbangan energi positif ini. Antropometri dilakukan dengan mengukur beberapa parameter sebagai indikator status gizi, antara lain umur, tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar pinggul, dan ketebalan lemak subkutan. Faktor penting lainnya dalam menilai status gizi adalah usia, sehingga penghitungan berat badan dan tinggi badan merupakan parameter yang tidak bergantung pada usia.

Selain itu, faktor usia dapat dikesampingkan dengan menghubungkan berat badan dengan tinggi badan (Quac stick). Pengukuran tinggi badan dapat dilakukan dengan menggunakan alat microtoise altimeter dengan ketelitian 0,1 cm (Supariasa, 2014). LP lebih banyak digunakan secara klinis untuk menilai obesitas perut, dengan mengukur konsentrasi lemak di perut.

Pengukuran konsumsi dengan survei konsumsi dengan cara: 1). Metode kualitatif dilakukan dengan: metode riwayat diet, metode pencatatan makanan. daftar makanan), metode frekuensi makanan dan metode telepon; 2).

Penilaian Status Gizi Pada Remaja

Lingkar perut sebagai indeks distribusi lemak tubuh didistribusikan secara subkutan (perifer) dan terpusat (visceral). Obesitas sentral apabila lingkar perut lebih dari 90 cm pada pria dan lebih dari 80 cm pada wanita (Persatuan Ahli Gizi Indonesia, 2009).

Konsep Penelitian

Tiada perkaitan yang signifikan secara statistik antara umur semasa menarche dan status pemakanan berdasarkan BMI/U (p>0.05). Tiada hubungan yang signifikan secara statistik antara umur menarche dan pemakanan mengikut lilitan lengan (p>0.05). Tiada hubungan yang signifikan secara statistik antara umur menarche dan pemakanan dari segi lilitan perut (p>0.05).

Secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara pola menstruasi dengan status gizi berdasarkan lingkar pinggang (p>0,05). Secara statistik tidak terdapat hubungan yang bermakna antara peran orang tua dalam pemenuhan kebutuhan gizi dengan status gizi berdasarkan lingkar pinggang (p>0,05). Belum ada penelitian sebelumnya yang meneliti peran orang tua dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan status gizi remaja putri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara peran orang tua dalam pemenuhan kebutuhan gizi dengan status gizi berdasarkan IMT/U dan lingkar lengan (p value<0,05), namun menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara peran orang tua dalam pemenuhan kebutuhan gizi dengan status gizi berdasarkan IMT/U dan lingkar lengan (p value<0,05). peran orang tua dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan status gizi berdasarkan lingkar perut (p value >0,05).

METODE PENELITIAN

Kerangka Operasional

Sampel : Seluruh siswi yang bersekolah di SMA Kota Malang yang memenuhi kriteria inklusi. 2-tailed) > taraf signifikansi 0,05 H0 ditolak, Ha diterima Asymp. Pengolahan data secara univariat dan bivariat. mengedit, coding, scoring, mentransfer dan tabulasi).

Tempat dan Waktu Penelitian

Subjek dan Sampel

Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah siswa yang tidak bersedia menjadi subjek atau menderita suatu penyakit yang tidak memungkinkannya menjadi subjek.

Variabel Penelitian

Bahan dan Instrumen Penelitian

Protokol Penelitian

Selain itu untuk memperoleh data berat badan subjek dengan timbangan digital, mengukur TBC dengan mikrotoise, mengukur LILA dengan pita ungu, dan mengukur lingkar perut dengan pita pengukur.

Analisis Data

Pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui beberapa tahapan antara lain: editing, coding, penghitungan, transfer dan tabulasi, yang dilakukan sebelum dilakukan analisis data. Analisis bivariat pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui hubungan masing-masing karakteristik dan peran orang tua terhadap kepatuhan diet dan status gizi. Analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% melalui software analisis data.

Etika Penelitian

Secara statistik, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur ibu dengan status pemakanan berdasarkan BMI/U (p>0.05). Secara statistik, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu dengan status pemakanan berdasarkan BMI/U (p>0.05). Secara statistik, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur ibu dengan status pemakanan berdasarkan lilitan lengan (p>0.05).

Secara statistik, tidak terdapat korelasi yang signifikan antara pendidikan ibu dengan status pemakanan berdasarkan lilitan lengan (p>0.05). Secara statistik, tidak terdapat korelasi yang signifikan antara umur ibu dengan status pemakanan berdasarkan lilitan perut (p>0.05). Secara statistik, tidak terdapat korelasi yang signifikan antara pendidikan ibu dengan status pemakanan berdasarkan lilitan perut (p>0.05).

Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pola menstruasi dengan status gizi berdasarkan lingkar lengan (p>0,05).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Jika dilihat dari lingkar perut, terdapat 77,33% responden dalam keadaan gizi normal dan 22,67% responden dalam keadaan gizi lebih. Jika dilihat dari pendidikan ibu, sebanyak 63,64% responden yang tergolong memiliki status gizi rendah memiliki ibu dengan pendidikan tinggi, 72,22% responden berpendidikan tinggi. Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara status pekerjaan ibu dengan status gizi berdasarkan BMI/U (p>0,05).

Secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status pekerjaan ibu dengan status gizi berdasarkan lingkar lengan (p>0,05). Dilihat dari pendidikan ibu, 70,69% responden dengan status gizi normal memiliki ibu dengan pendidikan tinggi dan 76,47% responden dengan status gizi tinggi memiliki ibu dengan pendidikan tinggi. Secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status pekerjaan ibu dengan status gizi berdasarkan lingkar pinggang (p>0,05).

Dilihat dari pola menstruasi, 81,03% responden dengan status gizi normal memiliki pola menstruasi teratur dan 58,82% responden dengan status gizi lebih memiliki pola menstruasi tidak teratur.

Tabel berikut menyajikan karakteristik orangtua responden (ibu) mencakup  umur, pendidikan dan pekerjaan
Tabel berikut menyajikan karakteristik orangtua responden (ibu) mencakup umur, pendidikan dan pekerjaan

Pembahasan

Hal ini dikarenakan ibu berperan penting dalam menyediakan makanan bergizi bagi keluarga sehingga mempengaruhi status gizi anak (Lazzeri et al., 2006; Rina dan Oktia, 2008). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia menarche dengan status gizi, baik berdasarkan IMT/U, lingkar lengan, dan lingkar perut (p>0,05). Pada penelitian ini tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna karena penilaian dilakukan pada remaja putri SMA yang status gizinya mengalami perubahan (cenderung meningkat) dibandingkan dengan status gizi remaja putri saat pertama kali mengalami menarche.

Penelitian terdahulu yang dilakukan terhadap 183 siswi SMA Negeri 1 Mojolaban menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan keteraturan siklus menstruasi (Pratiwi, 2011). Penelitian terdahulu di TK Dharma Wanita Simpan 2 Tlogomas Malang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara peran ibu dalam pemenuhan gizi anak dengan status gizi anak prasekolah (p value <0,001). Upaya peningkatan status gizi untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas harus dimulai sesegera mungkin (Calderón & Villarreal, 2002; Choi, 2008).

Hal ini penting karena anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa sehingga harus mempersiapkan diri dengan baik dan mempunyai status gizi seimbang (Joshi, 2011).

Keterbatasan

Upaya penilaian status gizi remaja putri dapat dilakukan secara lebih intensif atau berkala karena remaja putri merupakan calon ibu dan kelak akan melahirkan generasi penerus bangsa. Hubungan Asupan Gizi dengan Status Gizi Remaja Putri Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar, 2013. Hubungan Pola Aktivitas Fisik dan Pola Makan dengan Status Gizi pada siswi SMA kelas 1 Denpasar Utara.

Saya Wahyu Setyaningsih, SST, M.Kes dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Jurusan Kebidanan, dan dengan ini mohon kesediaannya untuk secara sukarela ikut serta dalam penelitian yang berjudul “Analisis Karakteristik dan Peran Orang Tua dalam Memenuhi Kebutuhan Gizi Terhadap Status Gizi Anak” Remaja Putri di Kota Malang”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik dan peran orang tua dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan status gizi remaja putri di Kota Malang yang dapat memberikan manfaat berupa pengembangan pendekatan strategis dan pengembangan program terkait pemenuhan kebutuhan gizi. gizi dan peningkatan kesehatan reproduksi remaja. Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan telah menerima penjelasan secara rinci dan memahami dengan penelitian yang akan dilakukan oleh Wahyu Setyaningsih, SST, M.Kes yang berjudul “Analisis Karakteristik dan Peran Orang Tua dalam Pemenuhan Kebutuhan Gizi pada Anak Status Remaja Putri di Kota Malang”.

ANALISIS KARAKTERISTIK DAN PERAN ORANG TUA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN GIZI STATUS GIZI SISWA SEKOLAH MENENGAH DI KOTA MALANG.

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Selain itu remaja yang mengalami status gizi juga akan memiliki prestasi belajar yang rendah, sehingga upaya pencegahan masalah gizi memerlukan perhatian khusus, tidak hanya Dinas Kesehatan sebagai pemegang kebijakan, namun pihak sekolah juga dapat berperan dalam meningkatkan peran Sekolah. Unit Kesehatan (SHU) melakukan pengkajian, status gizi dan memberikan penyuluhan mengenai kebutuhan gizi dan pola konsumsi sehari-hari remaja dengan memberikan contoh makanan/menu yang mudah dikonsumsi dan kaya gizi. Risiko Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil remaja (usia 15-19 tahun) di Kota Pontianak Tahun 2010. Hubungan Asupan Energi, Asupan Lemak dengan Obesitas pada Remaja SMP Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.

Deskripsi usia menarche pada remaja putri di SMP Shafiyyatul Amaliyah dan SMP Nurul Hasanah Kota Medan Tahun 2009. 2016 Hubungan Faktor Perilaku Konsumsi Makanan dengan Status Anemia pada Remaja Putri Kota Malang. Kuesioner Menilai Peran Orang Tua dalam Pemenuhan Gizi dan Manajemen Kebersihan Menstruasi. Kadang-kadang: 2 Tidak pernah: 1 2) Untuk pernyataan yang tidak menyenangkan.

Tata cara pengumpulan bahan/data penelitian adalah dengan melakukan pengukuran BB, TB, LILA dan lingkar perut pada subjek penelitian dan wawancara terstruktur untuk memperoleh data tentang karakteristik dan peran orang tua dalam pemenuhan gizi, yang berpedoman pada a. kuesioner yang dirancang selama 20 -30 menit untuk subjek penelitian. Keuntungan yang Anda peroleh dengan mengikuti penelitian ini adalah Anda akan mengetahui status gizi Anda, selain itu Anda dapat berkonsultasi mengenai masalah ini. Ibu saya menanyakan makanan apa yang saya beli di sekolah dan di luar rumah.

Gambar

Gambar 2.1  Kerangka  Konsep  Penelitian  Analisis  Karakteristik  dan  Peran  Orangtua  Dalam  Pemenuhan  Kebutuhan  Gizi  Terhadap Status Gizi Remaja Putri  di Kota Malang
Gambar 3.1  Kerangka  Operasional  Analisis  Karakteristik  dan  Peran  Orangtua  Dalam  Pemenuhan  Kebutuhan  Gizi  Terhadap  Status Gizi Remaja Putri  di Kota Malang
Tabel 3.1 Definisi Operasional
Tabel  berikut  menyajikan  karakteristik  responden  mencakup  umur,  status  tinggal,  uang  saku  per  hari,  uang  jajan,  uang  saku  untuk  jajan,  tinggi  badan  dan  berat badan
+7

Referensi

Dokumen terkait

The management and control of the affairs of the district, not otherwise provided for in the district By-Laws, and subject to the direction of the Board of Trustees of Kiwanis