Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas curahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan Pengenalan Ketahanan Tanaman Terhadap Hama dan Penyakit ini. Tujuan dari penyusunan laporan magang ini adalah untuk mendeskripsikan dan menyampaikan hasil kegiatan dan pelaksanaan magang pada instansi terkait dalam hal ini Kelompok Tani Bukik Gompong Sejahtera. Dalam memaparkan hasil kegiatan dan menyelesaikan laporan ini, penulis telah melakukan beberapa hal. Oleh karena itu, penyelesaian laporan observasi ini tentunya bukan merupakan kerja keras penulis semata.
Sehubungan dengan hal tersebut, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibunda Dr. Eka Chandralina, SP, M.Si selaku dosen pembimbing magang yang terus memantau dan memimpin kuliah praktek yang sedang berlangsung, kepada tim Bukik Gompong selaku dosen pembimbing lapangan yang sabar dalam memberikan arahan selama berada di Garder Organik Bukik Gompong, dan terima kasih banyak kepada para ibu-ibu. dan bapak-bapak MBKM UNAND memfasilitasi dan mendampingi penulis dalam magangnya. Sehubungan dengan penyusunan laporan magang ini, penulis menyadari betul bahwa terdapat banyak keterbatasan dalam laporan ini.
Oleh karena itu, penulis dengan tulus memohon saran dan kritik yang membangun dari semua pihak agar laporan ini menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat umum.
Latar Belakang
2 Sejahtera didirikan dengan 20 anggota yang terdiri dari 17 laki-laki dan 3 perempuan. Sejak tahun 2020, jumlah anggotanya bertambah menjadi 26 anggota, dengan komposisi 22 laki-laki dan 4 perempuan. Visi Kelompok Tani Bukik Gompong Sejahtera adalah “memberikan bantuan yang inovatif dan layak dengan memberikan akses kepada masyarakat akar rumput (petani kecil) terhadap peluang pengolahan dan pemasaran agar mampu bersaing di pasar global dan secara tidak langsung membantu kemandirian dengan menghasilkan wirausahawan di lahan sendiri untuk mengentaskan kemiskinan dan menjaga alam” (Profil Kelompok Tani Bukik Gompong Sejahtera, 2021).
Dengan misi sebagai berikut “Melaksanakan kegiatan berbasis kemitraan publik-swasta (KPBU) yang menjadikan sektor perkebunan rakyat lebih kompetitif. Kebun Bukik Gompong Organik menggunakan prinsip organik dan berkelanjutan dalam sistem pola tanamnya dengan menggunakan sistem polikultur melalui pengkondisian agroekosistem di sekitar perkebunan dengan sebaik-baiknya sehingga lahan menjadi produktif tanpa merusak ekosistem. Penerapan prinsip organik dan berkelanjutan akan berhasil apabila dilakukan dengan baik dan benar, salah satunya adalah bagaimana menerapkan prinsip ketahanan tanaman yang benar. , sehingga perlu dipelajari dan dipahami dengan baik prinsip ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit di lapangan.
Tujuan
PUSTAKA
Bunga marigold pada tanaman padi terbukti mampu menurunkan intensitas serangan dan populasi hama wereng coklat (Minarni et al., 2018). Dalam penerapannya tentu saja berbagai permasalahan sering ditemui seperti hama dan penyakit pada tanaman budidaya, hal ini harus diawasi agar produksi tetap berjalan lancar, harus ada identifikasi penyakit dan tindak lanjut jika ada kendala yang ditemukan di lapangan. Bercak bakteri disebabkan oleh bakteri Xanthomonas yang tersebar luas dan merupakan penyakit bakteri yang merusak tanaman tomat (Osdaghi et al., 2017).
Penyakit yang terdapat pada tanaman krisan adalah karat putih (Puccinia horiana), karat hitam (Puccinia chrysanthemi), layu fusarium (Fusarium oxysporium), jamur jelaga, embun tepung (Oidium chrysanthemi), karat daun (Helminthosporinssuntingum), busuk batang (Pythium spp. ) dan jamur abu-abu (Botrytis cinerea). Pengendalian: pemberian insektisida untuk mengendalikan vektor dengan bahan aktif monocrotophos, tamaron atau thiodan dan pemberantasan tanaman yang terserang. Beberapa penyakit penting pada tanaman nilam adalah layu bakteri, penyakit budok serta penyakit yang disebabkan oleh nematoda dan virus.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya serangan karat putih (Puccinia horiana) pada tanaman krisan. Pengamatan hama dan penyakit utama pada tanaman bunga krisan (Chrysanthemum Spp.) di Agro Alam Asli Farm Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Timbulnya penyakit karat putih (Puccinia horiana) pada tanaman krisan. Krisan spp.) di Desa Kakaskasen Ii Kota Tomohon.
Dalam menanam tanaman dengan sistem organik, kita tentu banyak menjumpai penyakit tanaman, khususnya pada tanaman hortikultura. Penyakit tanaman utama di lahan pertanian Kebun Organik Bukik Gompong disebabkan oleh jamur, bakteri, virus dan hama lain yang menyebabkan kerusakan pada tanaman. Penyakit karat pada tanaman krisan yang disebabkan oleh jamur Puccinia horiana dan Puccinia chrysanthemi dapat melemahkan tanaman dan menghambat perkembangan bunga (Semangun 2007).
Virus Krisan B (CVB) merupakan salah satu agen utama penyebab penyakit virus pada tanaman krisan sehingga menimbulkan berbagai manifestasi gejala pada tanaman krisan. Sementara itu pengamatan Suastika dkk. 1997) pada tanaman Gymnaster savatieri ditemukan bahwa CVB menimbulkan gejala bercak ringan pada daun dan perubahan warna pada bunga. Pada tanaman dewasa, gejala infestasi berupa bercak coklat dengan garis melingkar berwarna gelap.
Terdapat dua jamur yang menyerang tanaman bawang merah yaitu Fusarium oxysporum dan Alternaria porri yang menyebabkan kerusakan cukup parah pada tanaman bawang merah (Allium cepa). Tidak hanya tanaman bawang merah yang terserang penyakit, tanaman tomat juga terserang penyakit yang disebabkan oleh jamur antara lain Phytopthora infestans, Colletotrichum coccodes dan Fusarium oxysporum yang menyebabkan kerusakan cukup parah pada tanaman tomat. Pada tanaman muda, penyakit ini dapat menyebabkan tanaman mati mendadak akibat kanker yang melingkari pangkal batang.
Namun pengairan hanya dilakukan pada tanaman hortikultura dan tanaman pangan karena tanaman tersebut merupakan tanaman yang sangat membutuhkan air dan tidak dapat menyimpan cadangan makanan dalam jumlah besar.
TUGAS KHUSUS
PEMBAHASAN
PENUTUP
Buruknya kesehatan tanaman induk akibat kurangnya upaya pengendalian di lapangan menjadi faktor pemicu berkembangnya penyakit pada benih. Nematoda terpenting pada tanaman nilam adalah Pratylenchus brachyurus, Meloidogyne spp. M. incognita dan M. javanica) dan Radopholus similis. Dari pengamatan di lapangan ditemukan berbagai penyakit tanaman hortikultura, pada tanaman tomat ditemukan penyakit yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum, Phytophthora Infestans dan Cladosporium fulfum, hal ini menyebabkan kerusakan serius pada tanaman tomat, dari pengamatan di lapangan hampir 90% tanaman tomat terserang penyakit. terserang penyakit. disebabkan oleh ketiga jenis jamur tersebut.
POPULASI DAN PERSENTASE BENDERA TONGKAT API (Ostrinia..29 furnacalis Guenee) PADA JAGUNG MANIS (Zea mays.) Selain itu, kondisi cuaca ekstrim pada Tanah Kebun Organik dapat menyebabkan tanaman agak rentan sehingga mengakibatkan serangan hama pada tanaman. tanaman hortikultura pada Tanah Kebun Organik menjadi cukup tinggi bahkan sampai gagal panen Serangan hama Spodoptera exigua pada tanaman bawang merah cukup tinggi sehingga bawang merah hampir kehabisan daun, sehingga produksi tanaman bawang merah berkurang bahkan hampir gagal, atau bisa dikatakan kerugian yang dihasilkan mencapai 45%.
Tidak hanya terjadi serangan jamur pada lahan Kebun Organik, namun juga terjadi serangan virus pada bunga kirsan yaitu Cucumber Mosaik Virus (CMV) yang gejalanya seluruh daun pada tanaman krisan mengalami mosaik dan menyebabkan daun menjadi layu. cepat membusuk dan jatuh.