• Tidak ada hasil yang ditemukan

laporan notulensi presentasi - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "laporan notulensi presentasi - Spada UNS"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN NOTULENSI PRESENTASI BIMBINGAN DAN KONSELING

“LAYANAN PEMINATAN DAN PERENCANAAN INDIVIDUAL”

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling yang diampu oleh Dr. Naharus Surur, M.Pd.

Disusun Oleh:

Kelompok 2 :

1. Mistika Ayu Pradani (K5418045) 2. Muhammad Al Furqon (K5418048) 3. Nur ahmadi Suluh Rahino (K5418054) 4. Nur Ilmi Alifah (K5418055) 5. Ratna Furi Atikasari (K5418062) 6. Rizky Herjananto Putro (K5418066) 7. Syarif Syafii (K5418076) 8. Tobby Kresna Subagyo (K5418078) 9. Vina Aprilia Indah (K5418080) 10. Yoyok Prasetya (K5418082)

KELAS B

PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA 2020

(2)

Notulensi Presentasi Kelompok 2

Kelompok 2 beranggotakan:

1. Mistika Ayu Pradani (K5418045) 2. Muhammad Al Furqon (K5418048) 3. Nur ahmadi Suluh Rahino (K5418054) 4. Nur Ilmi Alifah (K5418055) 5. Ratna Furi Atikasari (K5418062) 6. Rizky Herjananto Putro (K5418066) 7. Syarif Syafii (K5418076) 8. Tobby Kresna Subagyo (K5418078) 9. Vina Aprilia Indah (K5418080) 10. Yoyok Prasetya (K5418082)

Presentasi kelompok 2 tentang Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual yang dilakukan hari Selasa, 21 April 2020 pada jam 10.08 menggunakan spada. Presentasi kelompok 2 dengan susunan:

1. Moderator : Syarif Syafii ( K5418076) 2. Penyaji Materi : Nur Ilmi Alifah (K5418055) 3. Notulensi : Mistika Ayu Pradani (K5418045) Proses Presentasi :

1. Pembuka presentasi kelompok 2 yang dilakukan oleh moderator.

Moderator membuka presentasi dengan perkenalan anggota dan publikasi PPT tentang layanan peminatan dan perencanaan individual. Publikasi materi dilakukan di WAG dan spada.

Moderator melakukan penjelasan singkat dari persentasi. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan materi oleh penyaji materi. moderator menyerahakan kepada Penyaji materi.

2. Presentasi materi yang dilakukan oleh penyaji materi dengan PPT yang telah dipublikasi.

Penyaji materi melakukan perkenalan diri. Kemudian dilanjutkan pemaparan materi

Dari PPT yang sudah di share dari slide pertama, kedua dan ketiga merupakan slide pembuka dan perkenalan dari kelompok 2 yang akan menyampaikan materi tentang layanan peminatan dan layanan perencanaan individual.

Pertama kami akan membas tentang layanan peminatan yang meliputi pengertian peminatan, konsep peminatan, contoh kegiatan dalam layanan peminatan, strategi pelaksanaan, proses pelaksanaan, dan fakta lapangan dalam layanan peminatan bimbingan konseling. Untuk pengertian dari Layanan Peminatan disini dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu secara luas dan sempit, kedua sudut pandang ini memiliki kesamaan dalam memberikan bimbingan sehingga diharapkan konseli atau siswa dapat mengembangkan dirinya dengan baik. Konsep

peminatan dalam bimbingan konseling juga tidak hanya melayani dalam bidang minat dan bakat saja tetapi juga membimbing intelektual, kompetensi, akademik,

(3)

non akademik dan kemampuan lainnya. Contoh kegiatan atau materi mengenai layanan peminatan dan bakat di sekolah tidak hanya pada ektrakulikuler saja,dalam pelaksanaan pelayanan peminatan dapat juga dilakukan program pengembangan kemampuan siswa dalam keilmuan seperti bimbingan olimpiade, debat.

Strategi pelaksanaan layanan peminatan terdapat dua tahap penting ;

1. Konselor mengarahkan konseli untuk menyalurkan bakat yang ada melalui program kurikuler yang disediakan oleh sekolah.

2. Jika sekolah belum mewadahi bakat tersebut, konseli diarahkan untuk mengikuti kelompok bakat yang ada di luar sehingga siswa dapat terfasilitasi.

Dalam proses pelaksanaan layanan peminatan terdapat beberapa point yang harus di perhatikan, seperti adanya kerjasama yang baik dari berbagai pihak, inovasi terhadap berbagai macam karakter yang ada, serta peran lingkungan yang mendukung untuk proses pengembangan diri yang dilakukan oleh siswa. Dalam layanan peminatan yang dilakukan, di lingkungan SMA dirasa kurang tidak efektif, hal tersebut karena hanya mengutamakan nilai akademik untuk masuk perguruan tinggi, hal tersebut juga demikian dengan pelaksanaan layanan peminatana yang ada di SMK. Dalam pengimplementasian fungsi layanan ini belum maksimal atau belum sesuai , masih cenderung mengedepankan karir atau pekerjaan kedepannya (tidak seimbang)

Selanjutnya di slide 12, kami membahas tentang point meteri yang kedua tentang layanan individual. Sama seperti bahasan yang pertama tentang layanan

peminatan, layanan individual juga akan membahas mengenai; pengertian

peminatan, konsep peminatan, contoh kegiatan dalam layanan peminatan, strategi pelaksanaan, proses pelaksanaan, dan fakta lapangan dalam layanan peminatan bimbingan konseling.

Pengertian dari Layanan Perencanaan Individual dapat dilihat dari dua artia, yaitu arti luas dan arti sempit. Layanan perencanaan individual merupakan sebuah bentuk aktualisasi diri untuk mengembangkan rencana yang akan di lakukan kedepannya. Dalam Layanan perencanaan individual bersifat lebih intim antara konselor dan konseli agar lebih mudah mengenali dirinya, dapat mengembangkan pribadinya, dan bisa menyiapkan rencananya kedepan. Konsep layanan

perencanaan individual bimbingan konseling yang mendalam juga diharapkan memberikan bantuan untuk pengembangan pribadi klien serta klien dapat mengantisipasi masalah masalah yang dihadapinya. Contoh kegiatan layanan perencanaan individual yaitu proses konsultasi yang dilakuakan secara intensif oleh siswa SMA dalam perencanaan pendidikan lanjutan yang berkaitan dengan masa depan dengan menyesuaikan minat dan bakat yang dimiliki siswa

tersebut. Layanan perenanaan individual ini membantu siswa dalam mengenali kepribadian atau karakter diri untuk dapat menyesuaikan dengan keadaan dan lingkungan sekitar.

Strategi pelaksanaan layaanan individual bimbingan konseli bisa di laksanakan dengan beberapa tahap ;

(4)

1. Menganalisis kemampuan siswa dengan pengenalan lebih dalam mengenai siswa,

2. Melakukan pendekatan intensif kepada siswa secara individual, sehingga proses layanan yang di lakuakn bisa maksimal dan bermanfaat bagi siswa atau konseli.

Kemudian dalam slide 17 & 18 yaitu Bimbingan konseling berperan membantu dalam menyelesaikan masalah salah satunya bullying namun faktanya masih terdapat beberapa yang belum dapat mengenali karakter siswa. BK juga membantu menentukan minat siswa namun siswa terkadang pasif sehingga komunikasi dan solusi juga seadanya tidak dapat maksimal.

3. Pertanyaan dan jawaban

Moderator membuka sesi pertanyaan dengan 3 pertanyaan.

Pertanyaan dan jawaban :

1. Al'ihza Imay Mahendra NIM K5418008

“Jika ekstrakulikuler yang menampung bakat peserta didik tidak ada

disekolah, kan berkerja sama dengan organisasi yang ada diluar sekolah. Nah itu pengawasan selama peserta didik masuk ke organisasi luar itu tanggung jawab siapa ? Dan bagaimana pengawasannya?”

Jawaban dari Ratna Furi Atikasari (062)

Ketika berada dijam sekolah maka akan menjadi tanggungjawab sekolah, namun jika berada diluar jam sekolah maka siswa yang memiliki tanggung jawab sendiri atas pilihannya tersebut yang harusnya diketahui oleh keluarga.

Tambahan dari M. Furqon (048)

Setiap ekstrakulikuler memiliki guru pembimbing. Sehingga guru pembimbing tersebut menjadi pengawas dan tanggungjawab untuk kelangsungan

ektrakulikuler di luar sekolah.

Kesimpulan

Ketika berada dijam sekolah maka akan menjadi tanggungjawab sekolah, namun jika berada diluar jam sekolah maka siswa yang memiliki tanggung jawab sendiri atas pilihannya tersebut yang harusnya diketahui oleh keluarga.

Setiap ekstrakulikuler memiliki guru pembimbing. Sehingga guru pembimbing tersebut menjadi pengawas dan tanggungjawab untuk kelangsungan

ektrakulikuler di luar sekolah.

2. Happy Indriani NIM K5418033

“Dalam pengertian layanan peminatan sendiri itu pelayanan yang berkaitan dengan bakat dan minat. Salah satunya bisa dengan pemilihan jurusan. Lalu bagaimana kah pelayanan peminatan yang baik karena biasanya siswa setelah konsultasi ke BK ia malah bingung dengan pilihannya. Karena guru BK biasanya mengarahkan jurusan sesuai dengan nilainya dan juga meningkatkan kualitas sekolah di perguruan tinggi. Akan tetapi, pilihan tersebut bertolak belakang dengan pilihan siswa tersebut.”

Jawaban dar Vina Indah (080)

(5)

Terdapat 3 aspek yang bisa dijadikan untuk pemilihan jurusan yaitu nilai, alumni sekolah dan minat siswa. Minat siswa disini dikarenakan minat siswa yang tidak hanya di bidang akademik namun juga dibidang non akademik seperti seni.

Tambahan dari Nur Ilmi (055)

Selain itu, siswa juga diberikan penjelasan tentang jurusan yang ada sehingga siswa bisa memahami dan dapat membanyangkan jurusan sesuai dengan minatnya.

Kesimpulan jawaban

Terdapat 3 aspek yang bisa dijadikan untuk pemilihan jurusan yaitu nilai, alumni sekolah dan minat siswa. Minat siswa disini dikarenakan minat siswa yang tidak hanya di bidang akademik namun juga dibidang non akademik seperti seni. Selain itu, siswa juga diberikan penjelasan tentang jurusan yang ada sehingga siswa bisa memahami dan dapat membanyangkan jurusan sesuai dengan minatnya.

3. Aditya Indit Noveles NIM K5418004

“Apakah ada sebuah konsekuensi jika seorang siswa tidak mengikuti sebuah ekstrakurikuler mengingat tidak ada sebuah ekstrakurikuler yang cocok dengan minat siswa tersebut? dan bagaimana peran guru BK mengatasi hal tersebut?”

Jawaban dari Vina (055)

Jika memang tidak ada ekstrakulikuler di sekolah yang dapat menampung minat siswa. Maka siswa terbut dapat mengikuti pelatihan di luar sekolah, seperti kelas tari, taekwondo, musik yang didirikan sekolah informal.

Tambahan dari Nur Ilmi (055)

Selain itu, juga terdapat wadah lain, seperti program pengembangan bakat yaitu bimbingan olimpiade.

Tambahan dari Ratna Furi S. (062)

Konsekuensinya benlum tentu mengarah ke hal negatif. Jika siswa tidak berminat masuk ekstrakulikuler maka siswa dapat memiliki OSIS dan organisassi yang dapat mewadahi bakat dan minat siswa yang mengarah kepemimpinan. Peran BK dapat dicapai dengan mengenali karakter dan kepribadian dan mendukung bakat dan minat siswa secara tidak langsung disekolah.

Kesimpulan jawaban

Jika memang tidak ada ekstrakulikuler di sekolah yang dapat menampung minat siswa. Maka siswa terbut dapat mengikuti pelatihan di luar sekolah, seperti kelas tari, taekwondo, musik yang didirikan sekolah informal. Selain itu, juga terdapat wadah lain, seperti program pengembangan bakat yaitu bimbingan olimpiade. Konsekuensinya benlum tentu mengarah ke hal negatif.

Jika siswa tidak berminat masuk ekstrakulikuler maka siswa dapat memiliki OSIS dan organisassi yang dapat mewadahi bakat dan minat siswa yang mengarah kepemimpinan. Peran BK dapat dicapai dengan mengenali karakter dan kepribadian dan mendukung bakat dan minat siswa secara tidak langsung disekolah.

(6)

4. Aditya Eka Saputra NIM K5418003

“Dari mana fakta lapangan tersebut kelompok kalian dapatkan? Untuk fakta lapangan pertama, siswa SMK tidak mampu menerapkan layanan... Yang jadi pertanyaan saya adalah siswanya yang tidak bisa menerapkan layanan atau BKnya yang tidak efektif dalam layanan? Kemudian bagaimana kelompok kalian dapat menyebut BK di SMA tidak efektif karena

mengarahkan ke PT... Bukannya itu merupakan salah satu layanannya? Terima kasih, tolong berikan alasan anda dapat menyebutkan fakkta2 lapangan

tersebut”

Jawaban dari Rizky H.P (066)

Terdapat 2 aspek saling berpengaruh baik siswa maupun BK. Disekolah saya BK nya juga pasif dan murid nya juga terkadang tidak peka terhadap

perkembangan minat bakat nya. Jadi siswa sebenarnya membutuhkan peran BK lebih dalam. Ketika BK dapat mendalam menangani siswa maka siswa akan lebih mudah terbuka dan peka terhadap perkembanganya. Karena siswa biasanya karena faktor guru BK yang tidak aktif membuat siswa menjadi malas untuk berkonsultasi. Tidak efektif itu karena terkadang Bk hanya berpaku pada kualitas pekerjaan tapi tidak melihat prospek kedepannya 5. Annisa Wulandari NIM K5418014

“Mengenai bentuk inovasi dari wadah yang dibuat konselor yang sesuai dengan krakter siswa itu seperti apa?? “

Jawaban Rizky H.P (066)

Contoh yang lebih konkrit dan mengena kepada para siswa agar pelayanan BK ini lebih maksimal. Misal kita sebagai konselor atau guru BK kita berinovasi mengadakan sebuah seminar konseling kepada siswa didalam seminar itu akan dibuat perwakilan-perwakilan siswa dimana saling mengemukakan

pendapatanya bagaimana yang dihadapi siswa dalam kehidupan sekolahnya.

selain itu juga membuka kotak-kotak konseling disekolah agar permasalahan lebih mudah terjawab. Dan nanti jawaban dari BK akan dishare melalui online misal grup kelas gitu.

Tambahan Ratna (062)

Pada keadaan sekarang yang mengharuskan siswa belajar dirumaha, maka peran BK dapat melalui video conference yang dikenali oleh generasi milenial dan dilakukan individu. Sehingga lebih maksimal dalam membahas

pengembangan potensi siswa.

Kesimpulan

Contoh yang lebih konkrit dan mengena kepada para siswa agar pelayanan BK ini lebih maksimal, misal kita sebagai konselor atau guru BK kita berinovasi mengadakan sebuah seminar konseling kepada siswa didalam seminar itu akan dibuat perwakilan-perwakilan siswa dimana saling mengemukakan

pendapatnya bagaimana yang dihadapi siswa dalam kehidupan sekolahnya.

selain itu juga membuka kotak-kotak konseling disekolah agar permasalahan lebih mudah terjawab. Dan nanti jawaban dari BK akan dishare melalui online misal grup kelas gitu. Pada keadaan sekarang yang mengharuskan siswa

(7)

belajar dirumaha, maka peran BK dapat melalui video conference yang dikenali oleh generasi milenial dan dilakukan individu. Sehingga lebih maksimal dalam membahas pengembangan potensi siswa.

4. Kesimpulan

Kesimpulan dari presentasi yang direkap oleh notulensi yaitu:

Layanan peminatan merupakan wadah dari sekolah untuk siswa dalam

mengembangkan seluruh potensi diri dan sarana aktualisasi diri sehingga siswa dapat berkembang dalam meningkatkan potensi diri dan aktualisasi diri untuk menjadi siswa yang positif.

Layanan perencanaan individual merupakan kegiatan yang sistematis dan dirancang untuk membantu siswa dalam memahami dan mengambil tindakan untuk masa depan yang dilakukan dengan pengarahan bersifat intens.

Kesimpulan ini disampaikai notulensi di akhir presentasi setelah selesai jawaban pertanyaan dilakukan oleh notulensi. Kemudian meyerahkan ke moderator untyk menutup presentasi.

5. Penutup presentasi yang dilakukan oleh moderator

Moderator menutup presentasi yang dilakukan oleh kelompok 2 dan diakhiri oleh salam.

Hasil Presentasi 1. Materi

Layanan peminatan merupakan wadah dari sekolah untuk siswa dalam

mengembangkan potensi diri sehingga siswa dapat berkembang untuk menjadi siswa yang positif. Layanan peminatan dapat dilakukan dengan pengenalan bakat dan minat diari siswa dan juga pembimbingan untuk akademik maupun non akademik. Contoh layanan peminatan yaitu ekstrakurikuler.

Layanan perencanaan individual merupakan kegiatan yang dirancang untuk

membantu siswa dalam mengambil tindakan untuk masa depan. Layanan perencanaan individual membantu siswa untuk mengenali potensi diri sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat untuk masa depan siswa. Layanan ini dilakukan lebih intensif yaitu antara konseli dan konselor saja. Contoh layanan ini yaitupemilihan perguruan tinggi untuk SNMPTN.

2. Kesimpulan

Sehingga dapat disimpulakan bahwa layanan peminatan dan layanan perencanaan individual saling berkaitan. Yaitu layanan peminatan untuk pengenalan dan

pengembangan potensi siswa untuk membatu siswa dalam mengambil tindakan masa depan siswa.

(8)

LAMPIRAN

Bukti Presentasi

Gambar 1. Moderator Membuka Presentasi

Gambar 2. Penyaji Materi Melakukan Pemaparan Materi

(9)

Gambar 3. Penyaji Materi Selesai Pemaparan Materi

Gambar 4. Jawaban dari Pertanyaaan

Gambar 5. Kesimpulan dari Notulensi dan Penutupan Presentasi oleh Moderator

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan tanah yang terjadi dapat menimbulkan dampak ekonomi.3 Sengketa tanah dapat dilihat dari dua sudut pandang, menurut pandangan masyarakat, persoalan pertanahan muncul karena