i
LAPORAN KEGIATAN P5RA TEMA KEARIFAN LOKAL
“ Budayaku Jati Diriku ”
Disusun Oleh:
TIM P5RA MTs Negeri 3 Sanggau
KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA KANTOR KEMENTRIAN AGAMA
KABUPATEN SANGGAU TAHUN PELAJARAN
2024/2025
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkat karunia dan hidayah-Nya, penyusun dapat membuat laporan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin dengan tema kearifan lokal .
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin dan penyusunan laporan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Untuk itu kami berikan penghargaan yang setinggi- tingginya dan ucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Bapak Bawanta Ari Santosa, S.Pd selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Sanggau
2. Ibu Nurhayati, S. Pd selaku Koordinator P5RA 3. Ibu Susi Susanti, S. Pd selaku Ketua Tim P5RA
4. Seluruh Bapak/ibu guru MTs N 3 Sanggau yang termasuk dalam anggota tim P5RA
5. Seluruh Bapak/ibu guru MTs N 3 Sanggau yang turut berpatisipasi dalam kegiatan P5RA
6. Seluruh tenaga kependidikan Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Sanggau 7. Seluruh siswa MTs Negeri 3 Sanggau kelas VII dan VIII
Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari yang kami harapkan. Untuk itu saran dan masukan yang membangun dari berbagai pihak sangat kami harapkan dalam meningkatkan kualitas kegiatan dan penulisan laporan ini pada waktu yang akan datang.
Semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan taufik dan perlindungan-Nya kepada kita dalam menjalankan kegiatan sehingga tercapai tujuan yang diharapkan. Aamiin.
Tayan Hilir, Oktober 2024
ii
Penyusun
iii DAFTAR ISI
Hal.
Halaman Judul ... i Kata Pengantar ... ii Daftar Isi ... iii BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ... 1 B. Tujuan Kegiatan ... … 2 C. Manfaat Kegiatan ... 2
BAB II LAPORAN HASIL KEGIATAN
A. Sekilas tentang Kearifan Lokal ... 3 B. Sekilas tentang Budaya Nusantara ... 4 C. Sekilas tentang budaya Tayan hilir ...5
BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan ... 8 B. Saran ... 8
DAFTAR PUSTAKA
DOKUMENTASI KEGIATAN
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin atau dikenal dengan P5RA merupakan pembelajaran yang ditekankan pada pendidikan budi pekerti, pendidikan karakter bangsa, pendidikan berbasis budaya, untuk membangun "karakter" dengan enam ciri utama profil pelajar Pancasila dan Nilai Rahmatan lil Alamin yang merupakan prinsip-prinsip sikap dan cara pandang dalam mengamalkan agama agar pola keberagamaan dalam konteks berbangsa dan bernegara berjalan semestinya sehingga kemaslahatan umum tetap terjaga seiring dengan perlindungan kemanusiaan dalam beragama.
Projek Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin yang terintegrasi dalam Profil Pelajar Pancasila bermaksud memastikan cara beragama lulusan madrasah bersifat moderat (tawassuṭ). Peran guru, peserta didik dan lingkungan sekolah, terutama dunia kerja dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin, adalah membuka ekosistem terbuka untuk menampung partisipasi seluas-luasnya.
Proyek ini merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu agar mampu mengamati dan memikirkan solusi atas permasalahan yang muncul di lingkungan sekitar. Selain itu, P5RA muncul untuk menguatkan berbagai kompetensi peserta didik agar sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Guru dari semua mapel bertugas menjadi fasilitator P5 untuk membangun kompetensi yang dimiliki oleh peserta didik. Tema Proyek Profil Pelajar Pancasila antara lain Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya, Suara Demokrasi, Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI, Kewirausahaan, Kebekerjaan, dan Budaya Kerja.
Kearifan lokal merupakan pilihan tema yang akan dibahas dalam laporan ini. Kearifan lokal merupakan keunikan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang berasal dari adat istiadat, tradisi, makanan khas daerah, kerajinan, pakaian adat, mainan tradisional, dan lain-lain.
Melalui pembelajaran ini, peserta didik di MTs Negeri 3 Sanggau diarahkan untuk mengenali dirinya, membangun mimpi, memahami potensi
yang dimiliki, merancang usaha kreatif, dan membangun kerja sama serta membuat jalur kehidupan yang akan dilaluinya di masa depan.
B. Tujuan kegiatan
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah:
1) Meningkatkan pemahaman k i t a tentang kearifan lokal B u d a y a Nusantara, termasuk sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang melekat pada masyarakat
2) Mengembangkan keterampilan kita dalam mempelajari dan menganalisis kearifan budaya Nusantara
3) Meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya melestarikan kearifan lokal Budaya Nusantara, serta mengembangkan keterampilan siswa dalam berpartisipasi aktif dalam upaya melestarikan kearifan lokal tersebut
4) Membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar atau daerah tersebu t serta perkembangannya
C. Manfaat Kegiatan
Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah sebagai berikut.
1. Mendorong kita untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam mengeksplorasi budaya nusantara
2. Meningkatkan rasa kebersamaan dan toleransi kita, serta memperkuat nilai-nilai persatuan dan kerukunan dalam keragaman melalui pemahaman dan penghargaan terhadap kearifan lokal budaya nusantara
3. Membantu kita untuk mempersiapkan diri sebagai warga yang berkontribusi dalam melestarikan kearifan lokal, dan mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan yang memperjuangkan keberlangsungan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.
BAB II
LAPORAN HASIL KEGIATAN
A. Sekilas tentang Kearifan Lokal Budaya Nusantara
Kearifan lokal merupakan pandangan hidup suatu masyarakat di wilayah tertentu mengenai lingkungan alam tempat mereka tinggal. Menurut buku Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Sunda, Dr. Ujang Syarip Hidayat, M.Pd. (2019), kearifan lokal adalah pandangan hidup dan pengetahuan, serta strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan o leh masyarakat lokal.
Jadi, pengetahuan tersebut dapat dipahami sebagai nilai-nilai yang baik, dan diikuti oleh masyarakatnya. Nilai - nilai ini sudah berakar selama bertahun – tahun sehingga menjadi sebuah kepercayaan yang mana begitu melekat dan sulit untuk dipisahkan dari masyarakat yang hidup di wilayah tersebut.
Untuk mempertahankan kearifan lokal tersebut, para orang tua dari generasi sebelumnya akan memperkenalkan dan mewariskannya kepada anak-anak mereka. Dengan kearifan lokal, tatanan sosial dan alam sekitar agar tetap lestari dan terjaga.
Kearifan lokal juga merupakan bentuk kekayaan budaya yang harus digenggam teguh, terutama oleh generasi muda guna melawan arus globalisasi. Dengan demikian karakteristik dari masyarakat daerah setempat tidak akan pernah luntur.
Ciri ciri kearifan local antara lain mampu bertahan terhadap budaya luar, mengakomodasi budaya luar, mengintegrasikan budaya luar dengan budaya asli, memberi arah pada perkembangan budaya, mengendalikan pesatnya arus globalisasi sehingga sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.
Jenis- jenis kearifan lokal itu antara lain:
1. Kearifan Lokal Berwujud Nyata atau Tangible
Sesuai dengan namanya, kearifan lokal berwujud nyata adalah kearifan lokal yang bisa kita lihat dan sentuh wujudnya. Kearifan lokal dalam bentuk nyata atau tangible ini bisa dilihat dalam berbagai bentuk, baik itu dalam bentuk tekstual seperti tata cara, aturan, atau sistem nilai.
2. Kearifan Lokal yang Tidak Berwujud atau Intangible
Kebalikan dari kearifan lokal berwujud yang nyata dan bisa dilihat serta dirasakan, kearifan lokal tidak berwujud atau intangible ini tidak bisa dilihat wujudnya secara nyata. Namun, walaupun tidak terlihat, kearifan lokal jenis ini bisa didengar karena disampaikan secara verbal dari orang tua ke anak, dan generasi selanjutnya.
Terdapat beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mempertahankan kearifan lokal, antara lain:
1. Mengenal dan mempelajari budaya daerah.
2. Menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah.
3. Napak tilas kebudayaan.
4. Tidak mudah terpengaruh oleh budaya asing.
5) Memanfaatkan teknologi yang ada untuk memperkenalkan budaya daerah ke ranah Internasional.
Budaya Nasional Indonesia mencakup tradisi, nilai, kesenian, dan norma-norma yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam masyarakat Indonesia.Budaya Nasional Indonesia adalah kumpulan dari berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia yang mencerminkan identitas bangsa. Budaya ini memberikan gambaran yang jelas tentang sejarah, adat istiadat, nilai-nilai, keyakinan, sikap, dan tata cara hidup orang-orang Indonesia. Budaya ini juga memainkan peran penting dalam pembentukan identitas nasional dan memperkaya kehidupan sosial masyarakat.
Budaya nasional Indonesia juga terwujud dalam berbagai tradisi dan upacara adat. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki tradisi dan upacara sendiri yang membedakan mereka satu sama lain. Misalnya, upacara adat pernikahan, upacara adat syukuran, upacara adat pengukuhan kepemimpinan, upacara adat pindah rumah, dan banyak lagi.
Tradisi-tradisi ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia dan mewarnai budaya nasional.
Tidak hanya dalam tradisi dan upacara adat, namun budaya nasional Indonesia juga tercermin dalam kesenian. Seni rupa, seni tari, seni musik, seni sastra, dan seni pertunjukan lainnya menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya nasional Indonesia. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki
kekayaan seni budaya yang unik dan beragam. Contohnya, tari kecak dari Bali, wayang kulit dari Jawa, dan tor-tor dari Sumatera Utara. Kesenian ini tidak hanya memperkaya budaya Indonesia, tetapi juga diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Dalam era globalisasi saat ini, budaya nasional Indonesia menghadapi tantangan. Budaya asing dan modernisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap budaya Indonesia. Namun, upaya untuk melestarikan dan mempromosikan budaya nasional tetap menjadi prioritas. Pemerintah dan masyarakat Indonesia bekerja sama dalam menjaga warisan budaya ini agar tetap hidup dan relevan dalam perkembangan zaman.
Secara keseluruhan, budaya nasional Indonesia adalah aset yang berharga dan harus dijaga dengan baik. Budaya ini mencerminkan identitas bangsa dan menjadi pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. Lewat budaya nasional, nilai-nilai gotong royong, tradisi, kesenian, dan norma-norma sosial menjadi jati diri dan kebanggaan bangsa Indonesia.
B. Sekilas tentang kearifan lokal Tayan Hilir
Kerajaan Tayan adalah sebuah kerajaan yang pernah berdiri di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Tayan, Kalimantan Barat. Pendirinya adalah Gusti Lekar dari Kerajaan Matan, yang diyakini masih keturunan Raja Majapahit. Kerajaan Matan adalah pecahan dari Kerajaan Tanjungpura yang juga pernah berdiri di Kalimantan Barat. Salah satu budaya yang ada di Tayan hilir adalah Tradisi mandi bedel. Tradisi mandi bedel adalah acara memandikan barang-barang pusaka kerajaan, seperti keris, pedang, tombak maupun meriam.
Sedangkan perang ketupat adalah masyarakat melempar ketupat antara masyarakat yang berada didaratan dengan masyarakat yang berada di atas sungai. Selain itu, tradisi lain yang ada di daerah Tayan hilir adalah makan pagi bersama.yang dikenal dengan istilah “Ngombok Kite”. Tradisi ini memiliki nilai agar masyarakat Tayan Hilir menjadikan makan pagi bersama tidak hanya sebagai kegiatan memakan makanan yang tersedia, namun nilai lain yang diharapkan adalah adanya diskusi dan komunikasi yang terjalin pada saat kegiatan tersebut dilakukan. Harapannya dengan makan bersama, komunikasi
dan keharmonisan dapat terjalin antar sesama manusia sebelum memulai segala aktivitasnya di pagi hari.
Kebudayaan juga dapat diwujudkan dengan kekayaan kulinernya. Salah satu kuliner khas di Tayan Hilir adalah sambal mustofa. Sambal mustofa merupakan olahan makanan yang terbuat dari kentang, singkong, atau umbi- umbian lain yang di goreng dan kemudian dicampurkan bersama bumbu dan cabai yang telah dihaluskan. Sambal mustofa biasanya disajikan sebagai salah satu hidangan khas pada upacara perkawinan.
Cara membuat sambal mustofa adalah sebagai berikut :
a. Siapkan bahan, kentang/singkong yang sudah diiris seperti korek api.
Ikan teri yang sudah direndam air hangat sekitar 1 menit.bumbu dihaluskan. Goreng kentang/singkong dan teri, sisihkan.
b. Tumis bumbu halus, sampai tercium aroma harum. Kemudian masukkan gula merah dan asam jawa. Masukkan garam. Masak sampai tanak.
Matikan kompor, lalu biarkan uap sambal hilang.
c. Jika uap sambal benar- benar hilang, masukkan teri dan kentang/singkong goreng. Aduk sampai tercampur sambalnya. Jika sudah dingin bisa disimpan didalm toples, agar tetap renyah.
Pada kegiatan P5RA ini, Setiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, s etiap peserta didik hanya diperbolehkan memilih 1 kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat. (Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat ik ut terlibat dalam mengembangkan aktivitas projek serta menentukan target dan
produk yang ingin dicapai). Budaya lokal yang dipelajari dan akan ditampilkan saat gelar karya, adalah :
a) Seni Rupa, melukis atau membuat kaligrafi
b) Seni Tari, tarian atau pencak Silat yang ada di Indonesia c) Seni Musik, Bernyanyi lagu daerah diiringi musik d) Kuliner ciri khas Tayan
Tahap awal, peserta didik diberikan lembar asesmen diagnostik. Setiap peser ta didik hanya diperbolehkan memilih 1 kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat. Lembar ini selanjutnya dikelompokkan oleh guru selaku tim P5RA untuk dikelompokkan sesuia dengan minat dan bakatnya masing-masing.
Adapaun rincian jumlah peminatan peserta didik adalah sebagai berikut : 1) Kelas seni tari berjumlah 69 peserta didik
2) Kelas seni rupa berjumlah 39 peserta didik 3) Kelas seni musik berjumlah 30 peserta didik
4) Kelas kuliner khas Tayan hilir berjumlah 69 peserta didik
Selanjutnya peserta didik akan mendapat pendampingan oleh guru sesuai dengan kelasnya masing-masing. Kegiatan P5RA ini dilaksaakan selama 2 minggu mulai dari tanggal 23 September sampai 4 Oktober 2024
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Kegiatan P5RA ini sangat bermanfaat bagi peserta didik dalam mengenali diri, membangun mimpi, memahami potensi yang dimiliki, merancang usaha kreatif, dan membangun kerja sama serta membuat jalur kehidupan yang akan dilaluinya di masa depan.
Melalui kegiatan ini, peserta didik akan menyadari pentingnya melestarikan kearifan lokal yang ada di Indonesia yang merupakan identitas kita sebagai Bangsa Indonesia. Mengambil sikap bijaksana dalam menghadapi pesatnya globalisasi yang dapat menjadi ancaman tergerusnya kearifan lokal yang ada di Indonesia dan sikap ini perlu dimiliki oleh peserta didik sebagai bagian dari Bangsa Indonesia.
B. Saran
Beberapa saran yang dapat kami sampaikan untuk membantu melestarikan budaya betawi, antara lain:
1. Mendukung pengajaran dan pelestarian budaya Indonesia, baik di sekolah- sekolah maupun di lingkungan masyarakat
2. Madrasah memfasiltasi seluas-luasnya minat dan bakat yang dimiliki oleh peserta didik
3. Memberikan penghargaan dan pengakuan yang pantas kepada individu, kelompok, atau organisasi yang berkontribusi secara signifikan dalam melestarikan dan mempromosikan budaya lokal
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai laporan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan lil Alamin (P5RA) tema pilihan Kearifan Lokal yang menjadi pokok bahasan dalam laporan ini. Tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatas nya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi.
Penyusun sangat berharap para pembaca bisa memberikan kritik dan saran yang membangun demi sempurnanya laporan ini di kesempatan berikutnya.
Semoga laporan ini berguna bagi penyusun pada khususnya dan para pembaca pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Atmodjo. (1986) Pengertian Kearifan Lokal Dan Relevansinya Dalam Modernisasi Dalam Ayatrohaedi. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.
https://www.depok.go.id/seni-budaya, diakses pada tanggal 12 September 2024 https://www.kebudayaanbetawi.com/1983/akar-budaya-orang-depok/, diakses pada
tanggal 12 September 2024
Rubrik Perkembangan Sub-elemen Antarfase*
Dimensi : Kreatif dan Gotong Royong** Fase D KELOMPOK KULINER
Sub Elemen Mulai Berkembang (1) Sudah Berkembang (2) Mahir (3) Sangat Mahir (4) Menghasilkan
Gagasan yang kreatif
Terlihat sedikit
Kreativitas karya Mulai terlihat jelas
kreativitas karya Terlihat jelas
Kreativitas karya Tingkat kreativitas sangat tinggi (menghasilkan karya yang unik) kolaburasi Melaksanakan
aktivitas-aktivitas secara individual
Melaksanakan proses runtut dan meminta bantuan pada pihak- pihak yang sesuai
Melaksanakan rencana dengan proses yang terkoordinasi
Melaksanakan rencana dengan proses yang terkoordinasi, bervariasi dan bekerja secara adaptif
Contoh :
No. Nama Peserta Didik Kelas Kelompok 1 2 3 4
1 ADE BASRI PRAWIRA VII A 4
2 FADHIL HISYAM MUJAHID VII A 6
3 IBNU HAFIZ VII A 6
4 MUHAMMAD HIDAYAT VII A 7
5 MUHAMMAD SYAIFULLAH JIAN
FAHMI VII A 4
6 OZZA AZHARI PRAMUDITA VII A 5
7 ALYA AFLAHUNISAH VII B 5
8 ARIE SOEPUTRA PRATAMA VII B 5
9 ARYA DINATA VII B 7
10 NARARYA KANZ MADANI VII B 5
11 RIZKI ADITIA RAMADAN VII B 4
12 SAHURI IRWAN VII B 3
13 ALIEF NUGROHO VII C 3
14 DANISH ANIQ PUTRA MAHESA VII C 6
15 MUHAMMAD DIRGA ANDIKA
PRATAMA VII C 5
16 MUHAMMAD ADRIANSYAH VII C 5
17 MUHAMMAD FHATIR FADILLAH VII C 2
18 RANDI ADITIA VII C 5
19 WIRA SAMUDERA VII C 3
20 BADAY OKTORY VII D 6
21 JAKIAL NIZAM VII D 3
22 RAFFASYA ABDU NIZAM
PRATAMA VII D 3
23 UJIHADATAN ANUGRAH VII D 7
24 AZZAHRA MUQNY AULIA PUTRI VIII A 1
25 BAHANA REYHAN AHYAR VIII A 7
26 FAZIL NIDHAN HILMIY VIII A 2
27 IDLAN KHALID AL HAFIZI VIII A 7
28 MUHAMMAD AZIS BAIHAQI VIII A 7
29 RAFFI RIZKI AULIYA VIII A 3
30 REFKI ALFAREZI VIII A 1
31 REPALDI GUNAWAN VIII A 7
32 REYHAN APRIANDA VIII A 3
33 ABDUL BAIM VIII B 2
34 AHMAD SYARWANI VIII B 7
35 AISYA AQILLIA VIII B 1
36 ALDO SETYA PANGESTU VIII B 6
No. Nama Peserta Didik Kelas Kelompok 1 2 3 4
37 ANESYA PUTRI VIII B 2
38 DWI SAPUTRA VIII B 4
39 DZIKRI ANANDA AGMA VIII B 6
40 ERNA NINGSYIH VIII B 1
41 GIBRAN MUAZAM VIII B 1
42 GUSTI FADLAN AL AMIN VIII B 6
43 HAIRUNISYA VIII B 2
44 KELVIN ALVANO VIII B 1
45 LINDUAJI JIHADDA RUDIATNO VIII B 1
46 LIZA NOKILA SARI VIII B 1
47 MAULID ISNANI VIII B 3
48 MUHAMMAD DAFFA VIII B 1
49 MUHAMMAD KHOIRUN NAZHIR VIII B 4
50 NUGI ADITIA PRATAMA VIII B 7
51 RAFI DERBIANSYAH VIII B 1
52 ALRASYID PRATAMA VIII C 6
53 AMIRA APRIANI VIII C 5
54 ANANTA SAPUTRA PRATAMA VIII C 4
55 BELLA SYAFIRA VIII C 2
56 GIANCHA PUTRA RAMLI VIII C 3
57 INDRA SAPUTRA VIII C 4
58 JUANDA NOR EFENDI VIII C 2
59 MUHAMAD DERMAWAN VIII C 2
60 NITA APRILA ANGGRAINI VIII C 2
61 OLIFIA WIDIA PUTRI VIII C 5
62 PAIS NAUPALAKIL VIII C 4
63 RAMLAN TAMBUNAN VIII C 3
64 RENDA KUSMAYADI VIII C 6
65 SAUMARAMADHAN VIII C 6
66 UTIN VIA AFRILIANA VIII C 2
67 WAHYU PRIMA ADITIA VIII C 4
68 WINDI VIII C 5
Rubrik Perkembangan Sub-elemen Antarfase*
Dimensi dan Nilai : Bernalar kritis dan Tathawwur Wa Ibtikar Fase D KELOMPOK KULINER
Sub Elemen Mulai Berkembang (1) Sudah Berkembang (2) Mahir (3) Sangat Mahir (4) Mengidentifikasi,
mengklarifikasi dan mengolah informasi dan gagasan
Mengumpulkan, mengklasifikasi, membandingkan, dan memilih informasi dan gagasan dari berbagai sumber
Mengumpulkan, mengklasifikasikan, membandingkan, dan memilih informasi dari berbagai sumber, serta memperjelas informasi dengan bimbingan orang dewasa
Mengidentifikasi, Mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu
Secara kritis mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai sumber.
Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan analisis
Contoh :
No. Nama Peserta Didik Kelas Kelompo
k 1 2 3 4
1 ADE BASRI PRAWIRA VII A 4
2 FADHIL HISYAM MUJAHID VII A 6
3 IBNU HAFIZ VII A 6
4 MUHAMMAD HIDAYAT VII A 7
5 MUHAMMAD SYAIFULLAH JIAN
FAHMI VII A 4
6 OZZA AZHARI PRAMUDITA VII A 5
7 ALYA AFLAHUNISAH VII B 5
8 ARIE SOEPUTRA PRATAMA VII B 5
9 ARYA DINATA VII B 7
10 NARARYA KANZ MADANI VII B 5
11 RIZKI ADITIA RAMADAN VII B 4
12 SAHURI IRWAN VII B 3
13 ALIEF NUGROHO VII C 3
14 DANISH ANIQ PUTRA MAHESA VII C 6 15 MUHAMMAD DIRGA ANDIKA
PRATAMA
VII C 5
16 MUHAMMAD ADRIANSYAH VII C 5
17 MUHAMMAD FHATIR FADILLAH VII C 2
18 RANDI ADITIA VII C 5
19 WIRA SAMUDERA VII C 3
20 BADAY OKTORY VII D 6
21 JAKIAL NIZAM VII D 3
22 RAFFASYA ABDU NIZAM
PRATAMA VII D 3
23 UJIHADATAN ANUGRAH VII D 7
24 AZZAHRA MUQNY AULIA PUTRI VIII A 1
25 BAHANA REYHAN AHYAR VIII A 7
26 FAZIL NIDHAN HILMIY VIII A 2
27 IDLAN KHALID AL HAFIZI VIII A 7
28 MUHAMMAD AZIS BAIHAQI VIII A 7
29 RAFFI RIZKI AULIYA VIII A 3
30 REFKI ALFAREZI VIII A 1
31 REPALDI GUNAWAN VIII A 7
32 REYHAN APRIANDA VIII A 3
33 ABDUL BAIM VIII B 2
34 AHMAD SYARWANI VIII B 7
35 AISYA AQILLIA VIII B 1
36 ALDO SETYA PANGESTU VIII B 6
No. Nama Peserta Didik Kelas Kelompok 1 2 3 4
37 ANESYA PUTRI VIII B 2
38 DWI SAPUTRA VIII B 4
39 DZIKRI ANANDA AGMA VIII B 6
40 ERNA NINGSYIH VIII B 1
41 GIBRAN MUAZAM VIII B 1
42 GUSTI FADLAN AL AMIN VIII B 6
43 HAIRUNISYA VIII B 2
44 KELVIN ALVANO VIII B 1
45 LINDUAJI JIHADDA RUDIATNO VIII B 1
46 LIZA NOKILA SARI VIII B 1
47 MAULID ISNANI VIII B 3
48 MUHAMMAD DAFFA VIII B 1
49 MUHAMMAD KHOIRUN NAZHIR VIII B 4
50 NUGI ADITIA PRATAMA VIII B 7
51 RAFI DERBIANSYAH VIII B 1
52 ALRASYID PRATAMA VIII C 6
53 AMIRA APRIANI VIII C 5
54 ANANTA SAPUTRA PRATAMA VIII C 4
55 BELLA SYAFIRA VIII C 2
56 GIANCHA PUTRA RAMLI VIII C 3
57 INDRA SAPUTRA VIII C 4
58 JUANDA NOR EFENDI VIII C 2
59 MUHAMAD DERMAWAN VIII C 2
60 NITA APRILA ANGGRAINI VIII C 2
61 OLIFIA WIDIA PUTRI VIII C 5
62 PAIS NAUPALAKIL VIII C 4
63 RAMLAN TAMBUNAN VIII C 3
64 RENDA KUSMAYADI VIII C 6
65 SAUMARAMADHAN VIII C 6
66 UTIN VIA AFRILIANA VIII C 2
67 WAHYU PRIMA ADITIA VIII C 4
68 WINDI VIII C 5
Rubrik Perkembangan Sub-elemen Antarfase*
Dimensi dan Nilai : Berkebhinekaan Global dan Muwatanah Fase D KELOMPOK KULINER
Sub Elemen Mulai Berkembang (1) Sudah Berkembang (2) Mahir (3) Sangat Mahir (4) Mendalami
budaya dan identitas budaya
Mengidentifikasi dan mendeskripsikan ide -ide tentang dirinya dan berbagai kelompok dilingkungan sekitar
Mengidentifikasi dan mendeskripsikan keragaman budaya di sekitarnya serta menjelaskan peran budaya dalam membentuk identitas dirinya
Memahami perubahan budaya seiring waktu dan sesuai konteks.
Menjelaskan identitas diri sebagai bagian dari budaya bangsa
Menganalisis pengaruh luar terhadap pembentukan identitas, termasuk identitas dirinya dan mulai memasukan identitas diri sebagai bagian dari budaya bangsa
Contoh :
No. Nama Peserta Didik Kelas Kelompok 1 2 3 4
1 ADE BASRI PRAWIRA VII A 4
2 FADHIL HISYAM MUJAHID VII A 6
3 IBNU HAFIZ VII A 6
4 MUHAMMAD HIDAYAT VII A 7
5 MUHAMMAD SYAIFULLAH JIAN FAHMI
VII A 4
6 OZZA AZHARI PRAMUDITA VII A 5
7 ALYA AFLAHUNISAH VII B 5
8 ARIE SOEPUTRA PRATAMA VII B 5
9 ARYA DINATA VII B 7
10 NARARYA KANZ MADANI VII B 5
11 RIZKI ADITIA RAMADAN VII B 4
12 SAHURI IRWAN VII B 3
13 ALIEF NUGROHO VII C 3
14 DANISH ANIQ PUTRA MAHESA VII C 6
15 MUHAMMAD DIRGA ANDIKA
PRATAMA VII C 5
16 MUHAMMAD ADRIANSYAH VII C 5
17 MUHAMMAD FHATIR FADILLAH VII C 2
18 RANDI ADITIA VII C 5
19 WIRA SAMUDERA VII C 3
20 BADAY OKTORY VII D 6
21 JAKIAL NIZAM VII D 3
22 RAFFASYA ABDU NIZAM
PRATAMA VII D 3
23 UJIHADATAN ANUGRAH VII D 7
24 AZZAHRA MUQNY AULIA PUTRI VIII A 1
25 BAHANA REYHAN AHYAR VIII A 7
26 FAZIL NIDHAN HILMIY VIII A 2
27 IDLAN KHALID AL HAFIZI VIII A 7
28 MUHAMMAD AZIS BAIHAQI VIII A 7
29 RAFFI RIZKI AULIYA VIII A 3
30 REFKI ALFAREZI VIII A 1
31 REPALDI GUNAWAN VIII A 7
32 REYHAN APRIANDA VIII A 3
33 ABDUL BAIM VIII B 2
34 AHMAD SYARWANI VIII B 7
35 AISYA AQILLIA VIII B 1
36 ALDO SETYA PANGESTU VIII B 6
No. Nama Peserta Didik Kelas Kelompok 1 2 3 4
37 ANESYA PUTRI VIII B 2
38 DWI SAPUTRA VIII B 4
39 DZIKRI ANANDA AGMA VIII B 6
40 ERNA NINGSYIH VIII B 1
41 GIBRAN MUAZAM VIII B 1
42 GUSTI FADLAN AL AMIN VIII B 6
43 HAIRUNISYA VIII B 2
44 KELVIN ALVANO VIII B 1
45 LINDUAJI JIHADDA RUDIATNO VIII B 1
46 LIZA NOKILA SARI VIII B 1
47 MAULID ISNANI VIII B 3
48 MUHAMMAD DAFFA VIII B 1
49 MUHAMMAD KHOIRUN NAZHIR VIII B 4
50 NUGI ADITIA PRATAMA VIII B 7
51 RAFI DERBIANSYAH VIII B 1
52 ALRASYID PRATAMA VIII C 6
53 AMIRA APRIANI VIII C 5
54 ANANTA SAPUTRA PRATAMA VIII C 4
55 BELLA SYAFIRA VIII C 2
56 GIANCHA PUTRA RAMLI VIII C 3
57 INDRA SAPUTRA VIII C 4
58 JUANDA NOR EFENDI VIII C 2
59 MUHAMAD DERMAWAN VIII C 2
60 NITA APRILA ANGGRAINI VIII C 2
61 OLIFIA WIDIA PUTRI VIII C 5
62 PAIS NAUPALAKIL VIII C 4
63 RAMLAN TAMBUNAN VIII C 3
64 RENDA KUSMAYADI VIII C 6
65 SAUMARAMADHAN VIII C 6
66 UTIN VIA AFRILIANA VIII C 2
67 WAHYU PRIMA ADITIA VIII C 4
68 WINDI VIII C 5
Rubrik Perkembangan Sub-elemen Antarfase*
Dimensi dan Nilai : Bernalar kritis dan Tathawwur Wa Ibtikar Fase D KELOMPOK SENI TARI
Sub Elemen Mulai Berkembang (1) Sudah Berkembang (2) Mahir (3) Sangat Mahir (4) Mengidentifikasi,
mengklarifikasi dan mengolah informasi dan gagasan
Mengumpulkan, mengklasifikasi, membandingkan, dan memilih informasi dan gagasan dari berbagai sumber
Mengumpulkan, mengklasifikasikan, membandingkan, dan memilih informasi dari berbagai sumber, serta memperjelas informasi dengan bimbingan orang dewasa
Mengidentifikasi, Mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu
Secara kritis mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai sumber.
Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan analisis
No. Nama Peserta Didik Kelas 1 2 3 4
1 FRAGESYA 7 A √
2 MUKMININ 7 B √
3 PUTRI 7 B √
4 NADILA 7 B √
5 DWIYANA REZKY FEBRIANTI 8 A √
6 DWI SYAFIRA JULIANTI SAFITRI 8 A √
7 AISYAH 8 A √
8 MALIKA EMIRALDA 8 A √
9 AURA SYAFARINI 8 C √
Rubrik Perkembangan Sub-elemen Antarfase*
Dimensi dan Nilai : Berkebhinekaan Global dan Muwatanah Fase D KELOMPOK KULINER
Sub Elemen Mulai Berkembang (1) Sudah Berkembang (2) Mahir (3) Sangat Mahir (4) Mendalami
budaya dan identitas budaya
Mengidentifikasi dan mendeskripsikan ide -ide tentang dirinya dan berbagai kelompok dilingkungan sekitar
Mengidentifikasi dan mendeskripsikan keragaman budaya di sekitarnya serta menjelaskan peran budaya dalam membentuk identitas dirinya
Memahami perubahan budaya seiring waktu dan sesuai konteks.
Menjelaskan identitas diri sebagai bagian dari budaya bangsa
Menganalisis pengaruh luar terhadap pembentukan identitas, termasuk identitas dirinya dan mulai memasukan identitas diri sebagai bagian dari budaya bangsa
No. Nama Peserta Didik Kelas 1 2 3 4
1 FRAGESYA 7 A √
2 MUKMININ 7 B √
3 PUTRI 7 B √
4 NADILA 7 B √
5 DWIYANA REZKY FEBRIANTI 8 A √
6 DWI SYAFIRA JULIANTI SAFITRI 8 A √
7 AISYAH 8 A √
8 MALIKA EMIRALDA 8 A √
9 AURA SYAFARINI 8 C √
Rubrik Perkembangan Sub-elemen Antarfase*
Dimensi : Kreatif dan Gotong Royong** Fase D KELOMPOK SENI TARI
Sub Elemen Mulai Berkembang (1) Sudah Berkembang (2) Mahir (3) Sangat Mahir (4) Menghasilkan
Gagasan yang kreatif
Terlihat sedikit
Kreativitas karya Mulai terlihat jelas
kreativitas karya Terlihat jelas
Kreativitas karya Tingkat kreativitas sangat tinggi (menghasilkan karya yang unik) kolaburasi Melaksanakan
aktivitas-aktivitas secara individual
Melaksanakan proses runtut dan meminta bantuan pada pihak- pihak yang sesuai
Melaksanakan rencana dengan proses yang terkoordinasi
Melaksanakan rencana dengan proses yang terkoordinasi, bervariasi dan bekerja secara adaptif
No. Nama Peserta Didik Kelas 1 2 3 4
1 FRAGESYA 7 A √
2 MUKMININ 7 B √
3 PUTRI 7 B √
4 NADILA 7 B √
5 DWIYANA REZKY FEBRIANTI 8 A √
6 DWI SYAFIRA JULIANTI SAFITRI 8 A √
7 AISYAH 8 A √
8 MALIKA EMIRALDA 8 A √
9 AURA SYAFARINI 8 C √