LAPORAN PEMBERDAYAAN KELUARGA PADA NY.A DI KP.BLOK PAKU RT.003/RW 010 KELURAHAN CIMAHPAR
KECAMATAN BOGOR UTARA KOTA BOGOR
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Model Pemberdayaan Keluarga 2
Tingkat 3 Semester 5 Dosen Pembimbing Ina Handayani, M.Keb
Diusun Oleh:
Aulia Zahrah Atsari (P17324221006) Tingkat 3A
PROGRAM STUDI KEBIDANAN BOGOR POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG
TAHUN AJARAN 2023/2024
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat membuat laporan Model Pemberdayaan Keluarga Pada Ibu Hami di Kp. Blok paku RT 03/10 Kel.
Cimahpar Kec. Bogor Utara Kota Bogor Prov. Jawa Barat 16154.Laporan ini disusun untuk memenuhi mata kuliah Model Pemberdayaan Keluarga II.
Dalam proses pembuatan laporan ini, tentunya saya mendapat bimbingan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih sedalam-dalamnya saya sampaikan kepada yang terlibat dalam pembuatan laporan ini terutama kepada :
1. Ibu Fuadah Ashri N., SST, M.Keb selaku dosen penanggung jawab dan selaku dosen pembimbing mata kuliah Model Pemberdayaan Keluarga II.
2. Ibu Ina Handayani.M.Keb selaku dosen pembimbing mata kuliah Model pemberdayaan keluarga II.
3. Seluruh yang terlibat dalam pembuatan laporan ini
Terlepas dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasa. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala bentuk saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki laporan.
Akhir kata, kami berharap semoga Laporan Akhir Kegiatan Asuhan Kebidanan pada keluarga Balita ini bermanfaat untuk para pembaca dan masyarakat.
Bogor, 02 November 2023
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI...ii
LEMBAR INFORMED CONSENT...iii
BAB I PENDAHULUAN...1
A. Latar belakang...1
BAB II PEMBAHASAN...3
A. Analisis Situasi dan Data Puskesmas...3
B. Studi Literatur...3
Pengkajian Keluarga...5
Resume Kegiatan Fgd...18
Menyusun Rencana Kegiatan Poa...19
Hasil Analisis Permasalahan Keluarga...20
BAB III PELAKSANAAN PEMBERDAYAAN KELUARGA...21
BAB IV ENUTUP...23
A. Kesimpulan...23
B. Saran...23
DAFTAR PUSTAKA...24
LAMPIRAN – LAMPIRAN...25
a. Pengkajian Keluarga dan FGD...25
b. Intervensi...25
LEMBAR INFORMED CONSENT
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Keluarga Berencana (KB) adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga (Kemenkes RI, 2018).
Keluarga Berencana merupakan upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta meningkatkan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk Indonesia (BKKBN, 2018).
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga
Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga. Upaya pemerintah diantaranya pembangunan keluarga berkualitas yang hidup di lingkungan yang sehat dengan jarak kehamilan normal serta kesehatan ibu hamil (Profil Kesehatan RI, 2019).
Program keluarga berencana merupakan salah satu program
pembangunan nasional yang sangat penting dalam rangka mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera. Sesuai dengan Undang–Undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera, disebutkan bahwa Program Keluarga Berencana (KB) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga serta
peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera (UU 10/1992).
Keluarga berencana juga berarti mengontrol jumlah dan jarak kelahiran anak, untuk menghindari kehamilan yang bersifat sementara dengan
menggunakan kontrasepsi sedangkan untuk menghindari kehamilan yang sifatnya menetap bisa dilakukan dengan cara sterilisasi (Ekarini, 2008).
Peran program KB sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi seseorang, baik itu untuk kesehatan reproduksi wanita maupun kesehatan reproduksi pria. Peran KB bagi kesehatan reproduksi wanita diantaranya yaitu menghindari dari bahaya infeksi, eklamsia, abortus, emboli
obstetri, komplikasi masa puerpureum (nifas), serta terjadinya pendarahan yang disebabkan karena sering melakukan proses persalinan (Depkes, 2007).
BAB II PEMBAHASAN
PEMBERDAYAAN KELUARGA PADA NY. A AKSEPTOR LAMA KB HORMONAL DENGAN HIPERTENSI DI KP.BLOK PAKU
RT.003/RW 010 KELURAHAN CIMAHPAR, KECAMATAN BOGOR UTARA, KOTA BOGOR
A. Analisis Situasi dan Data Puskesmas
Situasi atau lingkungan di wilayah kerja Puskesmas Bogor Utara cukup baik khususnya dalam pelayanan untuk ibu akseptor KB. Namun, pada wilayah hunian yang padat di daerah pasar masih terdapat ibu rumah tangga yang tidak KB. Hal ini tentunya terjadi karena beberapa faktor diantaranya pengetahuan tentang Kesehatan nya kurang, kesadaran Masyarakat kurang, dan masih percaya mitos-mitos dll. Lalu perekonomian keluarga, pendidikan atau pengetahuan orang tua, social budaya, dan agama. Selain masalah pada , terdapat juga beberapa permasalahan lain di wilayah Puskesmas Bogor Utara diantaranya banyak masyarakat yang tidak mengikuti kegiatan posyandu atau posbindu untuk lansia. Tentunya hal ini masih diupayakan oleh tenaga kesehatan dengan terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Puskesmas Bogor Tengah.
Data Ibu akseptor KB Posyandu Cimahpar Rw 10 di Puskesmas Bogor Utara 1. Jumlah Ibu akseptor KB:
2. Jumlah ibu yang tidak KB :
3. Jumlah ibu akseptor KB dengan hipertensi : Kesimpulan
Pada kelurahan Cimahpar Rw 10 terdapat permasalahan Kesehatan pada Ibu KB yaitu Ibu KB dengan hipertensi.
B. Studi Literatur
Kontrasepsi berasal dari kata kontra yang berarti mencegah atau melawan, sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma
yang mengakibatkan kehamilan, maksud dari kontrasepsi adalah menghindari atau
mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur matang
dengan sel sperma tersebut (BKKBN, 2009). Kontrasepsi adalah upaya mencegah
terjadinya kehamilan (Maimunah, 2005).
Hipertensi merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang dapat dimodifikasi pada wanita. Bagi wanita penderita hipertensi, kontrasepsi hormonal tertentu meningkatkan risiko stroke dan MI. Pemilihan jenis kontrasepsi hormonal yang tepat bagi wanita penderita hipertensi didasarkan pada usia dan derajat hipertensi. POC umumnya aman pada wanita penderita hipertensi, sedangkan COC harus diresepkan dengan hati-hati dan pada wanita berusia 35 tahun ke bawah.
Penelitian diperlukan untuk memahami bagaimana Pedoman AHA/ACC untuk BP yang diperbarui dapat mengubah manajemen kontrasepsi hormonal mengingat definisi baru dari hipertensi stadium I dan bagaimana obat antihipertensi yang berbeda dapat mempengaruhi risiko CVD pada kontrasepsi hormonal. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami profil keamanan sediaan nonoral dan kontrasepsi hormonal dosis sangat rendah (yaitu 10 mcg etinil estradiol) pada wanita dengan hipertensi.
A. Pengkajian Data Keluarga
Hari/tanggal Pengkajian : 07 November 2023 Waktu Pengkajian : 19.00 WIB
Tempat Pengkajian : Rumah Ny. A Nama Pengkaji : Aulia Zahrah Atsari a) Data Subjektif
1. Identitas
istri suami
Nama : Ny.A Tn.O
Usia : 41 th 45 th
Agama : Islam Islam
Suku bangsa : Sunda Sunda
Pendidikan : SD SD
Pekerjaan : IRT Karyawan
swasta
Alamat : Kp.Blok paku RT.003/RW.010 Keluhan Utama
Ibu mengatakan tekanan darah nya naik 6 bulan belakangan ini, ibu juga mengatakan menggunakan KB hormonal suntik selama 10 th lalu mengganti dengan KB pil hingga saat ini.
2. Daftar Anggota Keluarga
PENGKAJIAN KELUARGA
1. DATA DEMOGRAFI NIK KK :3271052306080006
Kelurahan : Cimahpar RW:10 RT: 03
NO Nama
Umur
JK Suku Agama Pend. Pekrj. Gol.Dar Kead.
Kes PUS
Tahun Kod e
1. Oman Sulaeman 45 5 1 1 1 2 5 - Baik
2. Aay Arsiyah 41 5 2 1 1 2 1 - Baik
3. Muhammad Agung Hermawan
18 5 1 1 1 2 1 - Baik -
Keterangan : A. Umur
1 = Bayi (0 - 11 bulan) 2 = Balita (1 - 5 tahun) 3 = Prasekolah (6 - 7 tahun) 4 = Remaja (8 – 15 tahun) 5 = Usia Subur (15 – 49 tahun) 6 = Menoupus ( ≥ 50 tahun) B. Jenis Kelamin
1 = Laki-laki 2 = Perempuan C. Suku
1 = Sunda 2 = Jawa 3 = Betawi 4 = Melayu 5 = Batak 6 = Lainnya
F. Pekerjaan 1 = Tidak bekerja 2 = Pelajar/Mahasiswa 3 = TNI/Polri
4 = PNS
5 = Karyawan Swasta 6 = Wiraswata/Jasa 7 = Nelayan 8 = Buruh 9 = Petani 10 Lainnya G. Gol.Darah
1 = A 2 = B 3 = AB 4= O D. Agama
1 = Islam 2 = Katolik 3 = Protestan 4 = Budha 6 = Hindu 6 = Konghucu E. Pendidikan
1 = Tidak sekolah 2 = SD
3 = SMP 4 = SMA
5 = Diploma I/III 6 = S1/Sederajat 7 = S2
2. Genogram
3. Denah Rumah
Ny. A
Tn. O
An. M
= Laki - Laki
= Perempuan
KAMAR MANDI RUANG
KELUARGA KAMAR 2
DAPUR
RUANG TAMU KAMAR 1
TERAS
Karakteristik Rumah
Keluarga memiliki rumah yang luasnya ±90 m2 dengan jumlah 8 ruangan, yaitu 2 kamar tidur, 1 ruangan keluarga, 1 ruang tamu, 1 dapur, 1 ruangan kamar mandi, 1 ruangan teras, dan 1 ruangan kosong buat menyimpan barang. Keluarga Tn. O tidak memiliki hewan peliharaan dirumah.
Tipe Bangunan
Bangunan tipe permanen.
Ventilasi
Jumlah jendela yang dimiliki sebanyak 10 yang merupakan sumber pencahayaan yang masuk kerumah
4. Bagaimana Fungsi Keluarga Fungsi Keluarga
(Pilihan jawaban 1 = paling rendah sampai 7 = paling tinggi)
Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7
A. Fungsi Eksternal A1. Fungsi Instrumental
1. Ketercukupan pendapatan yang diperoleh √ 2. Keseimbangan pekerjaan dengan
keluarga ✓
3. Kestabilan pekerjaan sumber nafkah
keluarga ✓
4. Upaya meningkatkan pengetahuan dan informasi untuk ketepatan keputusan keluarga
✓ 5. Upaya membangun dan memperoleh
dukungan sosial
√ A2. Fungsi Kontribusi & Perlindungan
1. Kontribusi berupa materi aktifitas atau aksi sosial
√ 2. Keterlibatan berupa kerjasama dengan
berbagai pihak dalam upaya pendidikan dan perlindungan anak-remaja
✓ 3. Keterlibatan dalam upaya perlindungan √
keluarga dari perilaku menyimpang
4. Keterlibatan dalam upaya membangun
lingkungan pertentanggaan ✓
5. Keterlibatan dalam upaya memelihara
lingkungan dan mencegah bencana alam √
B. Fungsi Internal B1. Fungsi Ekspresif
1. Kecukupan pemenuhan kebutuhan dasar
keluarga (pangan, sandang) ✓
2. Kegigihan agar keluarga memperoleh
pendidikan tervaik ✓
3. Pendidikan keterampilan hidup kepada
seluruh anggota keluarga ✓
4. Perhatian akan kesehatan seluruh anggota keluarga
√ 5. Kesadaran untuk melakukan ibadah
sesuai tuntutan agama ✓
6. Kemudahan melaksanakan ibadah
bersama seluruh anggota keluarga ✓
7. Penerimaan dan pemenuhan kasih sayang
seluruh anggota keluarga √
8. Upaya membangun suasana rumah yang sehat, hangat, dan nyaman
√ 9. Memastikan upaya perlindungan seluruh
anggota keluarga ✓
10. Ketercukupan perhatian dan perawatan kepada anggota keluarga yang memerlukan (misalnya ketika sakit, ibu hamil, lansia, anak berkebutuhan khusus)
√
B2. Fungsi Pemeliharaan
1. Pengelolaan sumberdaya keuangan dan
aset keluarga ✓
2. Pengembangan keterampilan hidup produktif
√ 3. Penerimaan terhadap pembagian tugas
antar anggota keluarga √
4. Tuntutan kepada anggota keluarga untuk
memenuhi tugasbya6 √
5. Fleksibilitas & kemampuan beradaptasi
terhadap perubahan √
6. Upaya memelihara keseimbangan dan keharmonisan keluarga
√ 7. Kejelasan dan kehangatan berkomunikasi
dalam keluarga
√ 8. Komitmen dan makna kebersamaan
keluarga
√ 9. Memotivasi dan mendorong anggota √
keluarga untuk maju
10. Kemampuan mengelola tekanan,
ketegangan, dan konfllik √
5. Dukungan Sosial Yang Diterima Keluarga
Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) (Pilihan jawaban 1 = paling rendah sampai 7 = paling tinggi) NO
.
Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7
1. Ada orang di sekitar saya saat saya
membutuhkan ✓
2. Ada orang yang bisa berbagi suka dan duka dengan saya
√ 3. Keluarga saya benar-benar mencoba
membantu saya
√ 4. Saya mendapatkan bantuan dan
dukungan emosional yang saya butuhkan dari keluarga saya
√ 5. Saya memiliki orang yang merupakan
sumber kenyamanan bagi saya
√ 6. Teman-teman saya benar-benar mencoba
membantu saya
√ 7. Saya dapat mengandalkan teman-teman
saya jika ada masalah √
8. Saya dapat berbicara tentang masalah saya dengan keluarga saya
√ 9. Saya mempunyai teman yang bisa
berbagi suka dan duka
√ 10. Ada orang lain dalam hidup saya yang
peduli dengan perasaan saya √
11. Keluarga saya bersedia membantu saya membuat keputusan
√ 12. Saya dapat berbicara tentang masalah
saya dengan teman saya
√
6. Keluarga berencana (PUS – umur Wanita 15s/d 49 tahun) 1. Apakah pus sudah ikut kb a. Ya b. Tidak A 2. Jenis alat kontrasepsi yang digunakan
a. Kondom e. Pil b. Suntikan f. MOW
c. IUD g. MOP
d. Susuk h. lain-lain
E
3. Lama menggunakan alat kontrasepsi:
a. < 1 tahun b. 1 – 3 tahun c. 3 – 5 tahun d. > 5 tahun
C
4. Dimanakah mendapatkan pelayanan kb/alat kontrasepsi tersebut:
G
a. posyandu e. bidan praktek b. puskesmas f. polindes c. rumah bersalin/rs g. apotik d. dokter praktek
5. a. Alasan tidak ber kb
b. Keluhan setelah ikut kb hipertensi
c. Pengetahuan tentang manfaat kb: baik / kurang kurang d. Peran keluarga terhadap kb : mendukung / tidak
mendukung
Mendukung e. Pengetahuan tentang pemeriksaan kanker rahmi
( pap smear) : tahu/tidak tahu
Tidak tahu f. Pemeriksaan kanker rahim (pap smear): sudah /
belum belum
7. Anggota Keluarga Perokok
1. Apakah di keluarga ada yang merokok:
a. Ya b. Tidak
A
2. Bila ya, dimana:
a. Di dalam rumah b. Di luar rumah
A
3. Apakah ada upaya berhenti merokok:
a. Tidak b. Ada
1) Bila ya, dengan cara apa 2) Tidak, alasan, sebutkan
A
8. Keluarga Menjadi Anggota JKN
1. Apakah semua anggota keluarga menjadi anggota JKN:
a. Tidak b. Ya
B
2. Bila tidak, alasannya:
a. Tidak mampu bayar b. Tidak perlu
c. Tidak mengerti/mengetahui
-
9. Perilaku Terhadap Kesehatan 1. Kebiasaan mandi dan sikat gigi.
Berapa kali anggota keluarga mandi dalam sehari?
a. 1× b. 2× c. 3× atau lebih
A
Dimanakah anggota keluarga mandi?
1. kamar mandi sendiri 2. pancuran
3. kamar mandi umum/mck 4. kolam
5. sungai
1
2. Apakah anggota keluarga menggosok gigi?
Bila ya, sebutkan: 2 kali/hari Bila tidak, jelaskan
Jumlah sikat gigi: 5
Ya, 2x sehari
3. Kebiasaan buang air besar (BAB), anggota keluarga BAB di:
a. angsatrin b. jumbleng/cemplung c. kolam ikan d.
sembarang tempat
A
4. Kebiasaan mengambil air minum.
Dimanakah anggota keluarga mengambil air minum?
a. mata air b. perpipaan/PAM c. sumur umum d. sumur keluarga
B
5. Apakah air dimasak sebelum diminum? Ya/Tidak TIDAK 6. Berapa kali anggota keluarga mengganti pakaian harian?
a. 1 kali b. 2 kali c. >2 kali
B 7. Kebersihan rumah.
Dalam sehari berapa kali membersihkan rumah?
a. 1 kali b. 2 kali c. >3 kali d. tidak teratur
B
8. Dalam membersihkan sarang laba-laba:
a. < 1 bulan sekali b. ≥ 1 bulan sekali c. tidak tentu
C 9. Dalam membersihkan tempat penampungan air:
a. tiap hari b. seminggu sekali c. sebulan sekali d. tidak tentu
D
10. Indikator Keluarga Sadar Gizi
1. Apakah keluarga makan aneka ragam makanan? Ya
2. Apakah keluarga (bumil/balita) memantau kesehatan dan pertumbuhan dengan cara menimbang berat badan?
Ya 3. Apakah keluarga biasa menggunakan garam beryodium
dalam makanan sehari-hari?
Ya 4. Apakah ibu hanya memberi ASI sampai bayi berumur 6
bulan?
Ya
5. Apakah keluarga biasa makan pagi? Ya
11. Perumahan (Lingkungan Fisik) 1. Sarana Sanitasi:
1. Pembuangan kotoran 2. Penyediaan air bersih 3. Pembuangan sampah 4. Pembuangan limbah
2 2 2 2
5. Jendela
6. Cerobong asap dapur 7. Ruang tidur
8. Bebas jentik
Keterangan: 2. Ada, memenuhi syarat, 1. Ada tidak memenuhi syarat, 0. Tidak ada
2 0 2 0
Jumlah 10
2. Kualitas Lingkungan
1. Bebas jentik ya/tidak 2. Bebas lalat ya/tidak 3. Pekarangan bersih ya/tidak
4. Pekarangan dimanfaatkan ya/tidak Keterangan: 0. Tidak, 2. Ya
0 2 2 2
Jumlah 2
Jumlah skor ≥ 18: sehat, skor ≤ 18: tidak sehat 18 ( sehat)
12. Perekonomian Keluarga 1. Pengeluaran perhari
Penghasilan/bulan
Rp 100.000/hari Rp 2.800.000/bulan
2. Kegiatan sosial yang diikuti Pengajian
3. Apakah anda mengetahui tentang gerakan sayang ibu Tidak 4. Apakah anda mengetahui masyarakat siaga dan warga
siaga
Tidak 5. Apakah di tempat anda terdapat kegiatan masyarakat
siaga
Tidak ada
Masalah yang ditemukan :
1. Selama 6 bulan terakhir ibu mengeluh tekanan darah nya naik, tetapi masih menggnakan kb hormonal. Suami seorang perokok dan belum ada rencana untuk berhenti merokok
2.
13. Analisis Harvard
Nama KK : Oman Sulaeman
Jumlah Anggota klg : 2
Alamat : Kelurahan Cimahpar RT 003/RW 010, Kec. Bogor Utara N
O
WAKT U
KEGIATAN AYA
H
IBU ANAK
LAKI- LAKI
PRO DU KTI F
REPR ODUK TIF
SOSIAL
1 04.30 Bangun V
2. 04.40 SHOLAT SHUBUH V V V
3. 05.00 MERAPIKAN
TEMPAT TIDUR
V V
4. 06.00 MANDI V
5. 06.30 SARAPAN V V V
6. 07.00 PERGI KE KANTOR V V
7. 09.00 BERES-BERES
RUMAH V V
8. 10.00 MEMASAK V V
9. 12.00 MAKAN V V
10. 16.00 MANDI V V V
11. 22.00 TIDUR V V V
Analisa :
Didalam keluarga ini ibu memegang peran ganda karena selain melakukan pekerajan reproduktif juga melakukan pekerajaan produktif, dan dalam mengerjakan peran ganda tersebut memakan waktu sekitar 10-12 jam. Sedangkan ayah memiliki satu peran diluar rumah. Dan anak-anak memiliki satu peran di dalam rumah seperti belajar, juga sedikit membantu pekerajaan ibu.
KERANGKA PEMBERDAYAAN KELUARGA
Dimensi PERTANYAAN JAWABAN
KESEJAHTERAA N
1. Apakah keluarga mengetahui apa itu penyakit Hipertensi? Sedikit mengetahui 2. Apakah keluarga mengetahui jenis – jenis kb selain kb pil
dan suntik? Tidak
mengetahui 3. Apakah ibu sudah pernah melakukan atau mengetahui
SADARI dan senam kegel ?
Tidak mengetahui 4. Apakah kondisi saat ini berpengaruh terhadap
perekonomian keluarga?
Tidak
AKSES 1. Apakah fasilitas kesehatan mudah dijangkau ? Ya
2. Apakah di daerah tersebut terdapat pukesmas ? Ya 3. Apakah angkutan umum menuju fasilitas kesehatan
mudah diakses?
Ya 4. Apakah ada sosialisasi tentang jenis – jenis KB non Tidak
hormonal?
PARTISIPASI
1. Apakah suami mendukung ibu untuk ber-KB ? Ya 2. Apakah suami ikut serta dalam pengambilan Keputusan
ber-KB?
Ya 3. Apakah suami hanya meminta memakai kb suntik/pil
saja?
Tidak
KONTROL
1. Apakah suami melarang untuk mengganti KB selain suntik dan pil?
Tidak 2. Apakah suami ikut menemani saat ibu KB di klinik? Tidak 3. Apakah suami ikut mengawasi keluhan ibu saat KB? Tidak
Masalah yang ditemukan :
1. Ibu mengeluh tekanan darah nya naik 6 bulan belakangan ini, tetapi masih menggunakan KB hormonal seperti pil.
2. Pengetahuan tentang Kesehatan kurang.
3. Hasil kualitas skor
PENATALAKSANAAN
1. Memberikan infromasi tentang jenis KB non hormonal 2. Memberikan informasi mengenai senam kegel
3. Mengajari ibu cara pemeriksaan SADARI
ANALISA DATA & PERUMUSAN MASALAH
Analisa
Berdasarkan data hasil pengkajian keluarga yang telah dilakukan pada keluarga Tn. Oman Sulaeman dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa masalah yang ditemukan yaitu minim nya pengetahuan tentang Kesehatan, kurang nya pengetahuan tentang jenis kb dan senam kegel, belum pernah dilakukan SADARI, ibu tetap memakai kb hormonal pada tekanan darah tinggi dan kurang harmonis hubungan keluarga.
Masalah yang Ada
1. Ibu hanya tau jenis kb suntik dan pil.
2. Tekanan darah ibu tinggi dan tetap menggunakan kb hormonal.
3. Tidak mengetahui SADARI dan manfaat nya.
4. Tidak mengetahui senam kegel dan manfaatnya.
Penyebab Masalah
1. Kurangnya pengetahuan tentang jenis KB 2. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan.
3. Kurangnya pengetahuan tentang kanker payudara.
4. Kurangnya pengetahuan tentang senam kegel.
Potensi yang Dapat Dikembangkan Dalam Keluarga
Ibu dari keluarga ini merupakan teman dekat ketua kader membuat lebih kooperatif memberdayakan keluarganya
Pemecahan Masalah
1. Memberikan pemahaman kepada Ibu dan suami tentang jenis kb non hormonal.
2. Memberikan pemahaman tentang pentingnya SADARI.
3. Memberikan pengetahuan tentang senam kegel.
RESUME KEGIATAN FGD Hari, Tanggal : 8 November 2023
Rumpun Pemberdayaan: ibu
Tempat Pelaksanaan: Rumah Tn. Oman Sulaeman NO
.
Kegiatan/Pertanyaan Jawaban
1.
2.
3.
Pembukaan
Perkenalan dan menjelaskan tujuan FGD Sesi diskusi
Pertanyaan:
1) menurut ibu kb itu penting gasi? 1. penting
4.
5.
2) ibu boleh sharing pernah pake kb apa dan keluhannya apa?
3) klo boleh tau knp ganti dr sunti ke pil?
pengen haid atau apa?
4) ibu tahu tidak kb ada apa saja?
5) kalo dari suami mendukung buat pake kb atau tidak?
6) menurut ibu ibu gimana si cara ningkatin keharmonisan dlm klg, sm si bpk?
7) sebelumnya ibu tau ttg senam kegel?
8) sebelumnya ibu pernah periksa pyd sendiri? ga sm bidan atau nakes yg lain?
9) ibu suda tau cara periksa pyd sndiri?
10) menurut ibu penting ga periksa pyd?
Merancang POA
Penutupan dan dokumentasi
2. kb suntik selama 10 th lalu disuruh bidan nya berhenti karena masih muda disuruh punya anak lagi.
3. Disuruh bidan nya 4. Cuma suntik sama
pil.
5. Mendukung.
6. Jaga kepercayaan kuncinya.
7. Tidak tau
8. Tidak pernah dan tidak tau baru dengar.
9. Belum 10. Kurang tau.
Foto Kegiatan FGD Keluarga
MENYUSUN RENCANA KEGIATAN POA
Latar Belakang Intervensi
Tujuan Wakt u
Temp at
Sasara n
Langka h- langkah
Metod e
Medi a
Evalua si Ibu
akseptor kb hormonal
dengan hipertensi
Suami dan Ny. A menngetah
ui jenis kb selain kb hormonal
Ruma h
Ibu dengan
suami
Cerama h
Poste r
Pre test Post
test
Kurang nya kesadaran
ibu menngena
Ibu dan keluarga mengetahu i mengenai pemeriksa
Ruma h
Ibu Cerama
h
Leafl et dan poste
r
Pre test Post
test
i pemeriksa
an SADARI.
an SADARI.
Kurangny a pengetahu
an ibu tentang
senam kegel.
Ibu dan suami
lebih harmonis
Ruma h
Ibu Cerama
h
leafle t
Pre test Post
test
Hasil Analisis Permasalahan Keluarga NO
.
Item Skor Permasalahan
1. Fungsi Keluarga 143 Fungsi keluarga cukup baik 2. Potensi/Kekuatan
Keluarga
Ibu produktif dapat membuat berbagai macam jajanan untuk dijual
3. Kelemahan/Kekuranga n Keluarga
Kurang kesadaran bahwa sekolah untuk mengenyam Pendidikan itu penting.
4. Dukungan Sosial 66 Ibu cenderung lebih dekat dan lebih merasa aman bercerita dengan teman disbanding keluarganya.
5. Permasalahan Kesehatan Keluarga
Laki –laki dewasa yang ada dirumah merokok didalam rumah, keadaan rumah kurang rapih tidak adanya sarana cerobong asap didapur.
BAB III
PELAKSANAAN PEMBERDAYAAN KELUARGA
No Inovasi Topik Sasaran
Media/Teknologi Sederhana Yang Digunakan/Author Dan
Judul Artikel
Tangga l Pelaks
anaan
Jlh Item Kuesi
oner
Skor Pretest
Skor Posttest
1. Inovasi 1 SADA
RI Pus/Kb
Poster/ Alvita
Brilliana,R.Arafah dan Notobroto,Hari Basuki judul Faktor Yang Berhubungan Dengan Prilaku Ibu Rumah Tangga Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)
11 Nov
2023 20 10 17
2. Inovasi 2 Senam
Kegel Pus/Kb
Poster/Booklet/ Iryanti dan Susy Hermaningsih judul Pengaruh Senam Kegel Terhadap Dispareunia Pada Perempuan Menopause di Kelurahan
Pamoyanan Wilayah Kerja Puskesmak Pasirkaliki
Bandung/Novita Dewi Pramanik dkk judul Latihan Otot Dasar Panggul
12 Nov
2023 20 14 19
3. Inovasi 3 Sadari Pus/Kb ABPK 13 Nov
2023 20 11 17
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
Pemberdayaan keluarga di bidang KIA dalam upaya meningkatkan potensi keluarga agar menjadi keluarga yang lebih sehat dan paham mengenai kesehatan. Agar keluarga lebih peduli dengan kesehatan dan mengetahui cara- cara mendeteksi penyakit sebelum membahayakan keluarga.
Berdasarkan kajian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Partisipasi perempuan dalam program Keluarga Berencara sangat tinggi, akan tetapi itu tidak dapat dijadikan ukuran tentang keberdayaan perempuan dalam program Keluarga Berencana (KB). Hal ini disebabkan ada sebagian perempuan dalam menentukan partispasi dalam program Keluarga Berencana ditentukuan oleh pihak lain, khususnya laki-laki yang menjadi suaminya.
2. Partisipasi laki-laki dalam program Keluarga Berencana masih sangat rendah.
Hal ini menunjukkan bahwa dominiasi lakilaki dalam menentukan partisipasi dalam program Keluarga Berencana masih tinggi.
3. Masih tingginya angka kelahiran dan kematian ibu dan bayi di Jawa Barat juga disinyalir karena perempuan masih rendah pengetahuannya serta masih belum pedulinya laki-laki terhadap kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi.
4. Partisipasi perempuan dalam program pemberdayaan yang berhubungan dengan Keluarga Berencana untuk Propinsi Jawa Barat sudah tinggi. Akan tetapi tingginyan partisipasi itu juga tidak serta menunjukkan bahwa pembedayaan terhadap perempuan
B. Saran
Jika dalam penulisan makalah ini terdapat kekurangan dan kesalahan, kami mohon maaf. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar kami dapat membuat makalah yang lebih baik dikemudian hari.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN – LAMPIRAN
a. Pengkajian Keluarga dan FGD
b. Intervensi
c.
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) KB NON HORMONAL
Pokok Bahasan : Asuhan pada ibu KB Sub Pook Bahasan : KB non hormonal Sasaran : Ibu akseptor KB Penyaji : Aulia Zahrah Atsari Waktu : 26 menit
Hari/Tgl :
Tempat : Rumah sasaran WUS
A. TIU (Tujuan Instruksional Umum)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang penggunaan alat kontrasepsiKB Non Hormonal, ibu-ibu diharapkan memahami tentang berbagai macam alatkontasepsi KB Non Hormonal dan menerapkan dalam kehidupannya.
B. TIK (Tujuan Instruksional Khusus)
Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai kb non hormonal ini diharapkan ibu akseptor kb mampu mengetahui :
1. Pengertian KB Non Hormonal
2. Pertimbangan pemakaian KB Non Hormonal 3. Macam-macam alat kontrasepsi KB Non Hormonal C. Metode
1. Ceramah 2. Tanya Jawab D. Media
1. ABPK
E. Materi
A. Definisi Kontrasepsi
Kontrasepsi adalah suatu obat atau alat untuk mencegah terjadinya kehamilan.
Saat ini terdapat metode-metode kontrasepsi dengan efektivitas bervariasi. Banyak wanita mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi (Abrar et al, 2016).
Berdasarkan lama efektivitasnya, kontrasepsi dapat dibagi menjadi 2 yaitu: a) MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang), yang termasuk dalam kategori ini adalah jenis susuk/implan, IUD, MOP, dan MOW. b) Non MKJP (Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang), yang termasuk dalam kategori ini adalah kondom, pil, suntik, dan metode-metode lain selain metode yang termasuk dalam MKJP
(Kusumaningrum, 2009).
a) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) adalah metode kontrasepsi yang masa kerjanya lama dan mempunyai efektivitas tinggi terhadap pencegahan kehamilan, yang terdiri dari susuk/implan, AKDR/IUD, MOP, dan MOW. Implan dan AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) adalah metode kontrasepsi jangka panjang paling efektif yang bersifat reversibel, sedangkan MOW dan MOP adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang tidak reversibel.
Selain sifatnya yang reversibel, implan dan AKDR juga memiliki keuntungan tambahan yaitu menyenangkan, disukai pengguna, dan murah dengan angka kegagalan <1% serta tidak harus dikonsumsi setiap hari seperti pil atau harus disuntik ulang setiap 1 atau 3 bulan seperti kontrasepsi suntikan. Oleh karena itu, implan dan AKDR seharusnya menjadi metode kontrasepsi pilihan pertama yang ditawarkan kepada sebagian besar wanita (Stoddard et al, 2011).
Jenis – jenis kb non hormonal :
1. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) / IUD
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah suatu alat untuk mencegah kehamilan yang efektif, aman dan reversibel yang terbuat dari plastik atau logam kecil yang dimasukan dalam uterus melalui kanalis servikalis. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah alat kontrasepsi yang dimasukan kedalam rahim yang bentuknya bermacam-macam terdiri dari plastik (polyetheyline), ada yang dililiti tembaga (Cu), ada pula yang tidak, ada yang dililiti tembaga bercampur perak (Ag), selain itu ada pula yang dibatangnya berisi hormon progesteron ( Suratun, S, M., T, H., Rusmiati, dan S, P., 2008)
Penggunaan AKDR akan menimbulkan reaksi radang di endometrium, yang disertai dengan peningkatan produksi prostaglandin dan infiltrasi leukosit. Reaksi ini diakibatkan oleh tembaga yang memengaruhi enzim- enzim di endometrium, metabolism glikogen, dan penyerapan estrogen serta menghambat transportasi sperma. Untuk pengguna AKDR yang mengandung tembaga, jumlah spermatozoa berkurang. Berikut adalah rincian mekanisme kerja AKDR:
a) Timbulnya reaksi radang lokal yang non-spesifik di dalam cavum uteri sehingga implantasi sel telur yang telah dibuahi terganggu.
b) Produksi total prostaglandin yang meninggi, yang menyebabkan terhambatnya implantasi.
c) Gangguan / terlepasnya blastocyst yang telah berimplantasi di dalam endometrium.
d) Pergerakan ovum yang bertambah cepat di dalam tuba falopi.
e) Imobilisasi spermatozoa saat melewati cavum uteri.
f) Dari penelitian terakhir, disangka bahwa AKDR juga mencegah spermatozoa membuahi sel telur (mencegah fertilisasi). Macam-macam AKDR menurut (Hartanto dan Hanafi, 2010) digolongkan menjadi 2 yaitu Un-Medicated AKDR dan Medicated AKDR. Un- Medicated AKDR (AKDR yang tidak mengandung obat) misalnya, grafenberg ring, ota ring, margulies coil, lippes loop, saf-T-coil dan delta loop. Medicated AKDR (AKDR yang mengandung obat) yaitu copper AKDR dan AKDR yang mengandung hormon.
AKDR yang mengandung hormon yaitu progestasert-T = Alza T, yang memiliki panjang 36 mm, lebar 32 mm, dengan 2 lembar benang ekor warna hitam. Progestasert-T = Alza T mengandung 38 mg progesterone dan barium sulfat, melepaskan 65 mcg progesterone per hari. Daya kerja 18 bulan
(Hartanto dan Hanafi, 2010). Efektifitas tinggi walau masih terjadi 1-3 kehamilan per 100 wanita pertahun untuk AKDR umumnya, sedang untuk Lipes Loop 2 kehamilan pertahun. Untuk generasi kedua Cu AKDR.
Alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur, yang dimasukkan ke dalamrongga rahim oleh seorang bidan / dokter terlatih. Sangat efektif, dan bila berhentimemakai AKDR, kehamilan dapat terjadi. AKDR ini merupakan cara KB jangka panjang. AKDR tipe TCu-380 A misalnya, efektif paling sedikit selama 10 tahun.Masa haid dapat menjadi lebih panjang dan banyak, terutama pada bulan-bulan pertama pemakaian. Mengalami sedikit ketidak-nyamanan setelah IUD dipasang.Tidak ada pengaruh terhadap ASI.
Seorang dokter / bidan yang telah mendapat pelatihan khusus dapat memasangnya segera setelah melahirkan. Infeksi panggulcenderung menyerang pemakai IUD terlebih lagi apabila si pemakai telahterjangkit penyakit menular seksual. IUD dapatkeluar sendiri pada waktumengedan, khususnya pada bulan- bulan pertama pemakaian, jadi sangat pentingmemeriksakan talinya. Tidak dianjurkan untuk digunakan oleh wanita yangmengidap Penyakit Menular Seksual (PMS).
2. Kondom
Selain mencegah kehamilan juga dapat melindungi terhadap infeksi penyakitmenular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS.Kondom dapat digunakan untukmencegah HIV / AIDS, sekaligus berKB. Dengan sedikit berlatih mudahdigunakan secara benar. Efektif bila setiap dilakukan secara benar.
Beberapa priamerasa bahwa kondom mengganggu hubungan seks dan mengurangi kenikmatan.
2. Metode Operasi Wanita
Sterilisasi adalah salah satu metode dan alat kontrasepsi bagi wanita untuk mencegah kehamilan atau memutus kehamilan. Karena alasan tertentu misalnya adanya penyakit bisa saja seorang wanita harus menggunakan alat kontrasepsi berupa sterilisasi. Metode sterilisasi ini untuk sebagian wanita merupakan suatu hal yang meresahkan, karena metode ini dalam
pelaksanaannya menggunakan sayatan, sehingga banyak wanita yang tidak menginginkannya bahkan cenderung menimbulkan ketakutan.
Macam-macam teknik dan metode sterilisasi antara lain:
a) Minilaparotomi Teknik dan metode minilaparotomi ini dalam
pelaksanaannya harus dilakukan sayatan selebar kurang lebih 10 cm di bagian perut.
b) Laparoskopi Teknik atau metode laparoskopi ini dalam
pelaksanaannya harus dilakukan sayatan selebar kurang lebih 1,5 cm sampai 2 cm di bagian perut. Namun operasi bedah meskipun tidak menimbulkan rasa sakit tetap saja banyak yang tidak menyukainya dan takut jika harus
menjalaninya.
c) MOW tanpa sayatan
Teknik terbaru sterilisasi wanita, yakni operasi tanpa sayatan pada perut mulai dikembangkan. Teknik tersebut menggunakan pendekatan histereskopi
sterilisasi wanita. Teknik terbaru telah dikembangkan sejak lama dan terus dimodifikasi sehingga lebih aman dan nyaman. Teknik ini menggunakan alat berupa histereskopi yang dimasukkan ke dalam rahim melalui vagina dan mulut rahim.
Histereskopi adalah alat kedokteran yang terdiri atas kamera mikro resolusi tinggi (high definition) dengan diameter 0,3 cm yang disertai dengan working channel. Dokter dapat melihat keadaan di dalam rahim melalui monitor dan melihat secara tepat muara kedua saluran telur.
Setelah dokter menentukan saluran telur, alat steril yang sangat kecil dimasukkan melalui working channel secara tepat ke dalam saluran telur dengan bimbingan histereskopi yang tepat. Berbeda dari banyak alat
kontrasepsi lainnya, alat miskrosteril ini tidak mengandung hormon sehingga tidak akan memengaruhi siklus haid alami setiap bulan.
Tindakan tanpa sayatan itu bisa dilakukan baik dengan pembiusan lokal maupun tanpa pembius di ruang praktik, khusus dan tidak memerlukan waktu pemulihan lama. Sebab setelah operasi, pasien dapat langsung pulang dan kembali ke aktivitas semula tanpa harus riwat inap. Histereskopi
sterilisasi wanita ini dapat dilakukan secara tepat, cepat dan mudah bila ditangani tenaga kesehatan terlatih di sarana kesehatan lengkap. ((Hartanto dan Hanafi, 2010).
E. Pengaruh KB hormonal dengan ibu penderita hipertensi
Hipertensi merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang dapat dimodifikasi pada wanita. Bagi wanita penderita hipertensi, kontrasepsi hormonal tertentu meningkatkan risiko stroke dan MI. Pemilihan jenis kontrasepsi hormonal yang tepat bagi wanita penderita hipertensi didasarkan pada usia dan derajat hipertensi. POC umumnya aman pada wanita penderita hipertensi, sedangkan COC harus diresepkan dengan hati-hati dan pada wanita berusia 35 tahun ke bawah.
Penelitian diperlukan untuk memahami bagaimana Pedoman AHA/ACC untuk BP yang diperbarui dapat mengubah manajemen kontrasepsi hormonal mengingat definisi baru dari hipertensi stadium I dan bagaimana obat antihipertensi yang berbeda dapat mempengaruhi risiko CVD pada kontrasepsi hormonal. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami profil keamanan sediaan nonoral dan kontrasepsi hormonal dosis sangat rendah (yaitu 10 mcg etinil estradiol) pada wanita dengan hipertensi.
F. Strategi Pelaksanaan
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Audience 1 3 menit Pembukaan
1. Mengucapkan salam 2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan penyuluhan 4. Menyebutkan materi yang akan diberikan
1.Menjawab salam 2.Memperhatikan 3.Memperhatikan 4.Memperhatikan
2 20 menit Pelaksanaan
1. Menjelaskan materi pengertian kontrasepsi
2. Menjelasan jenis kb non hormonal 3. Menjelaskan Pengaruh KB
hormonal dengan ibu penderita hipertensi
4. Melakukan sesi tanya jawab
1. Mendengarkan dengan seksama 2. Mendengarkan dengan seksama
3 3 menit Penutup
1. Menyimpulkan materi penyuluhan 2. mengakhiri kegiatan dengan mengucapkan sala
1. Peserta memperhatikan 2. Peserta menjawab salam
G. Evaluasi
- Cara : Lisan
- Jenis : Pertanyaan terbuka - Waktu : Setelah penyuluhan
A. Petunjuk (cara pengisian)
Berilah tanda centang (√) untuk mengisi jawaban pada kolom dibawah ini.
NO. PERNYATAAN BENAR SALAH
1. jika menggunakan kb mow (steril) apa benar tidak bisa mempunyai anak lagi?
2. dampak menggunakan kb hormonal salah satunya pil pada darah tinggi meningkatkan risiko stroke?
3. kb iud atau akdr menyebabkan kegemukan
4. kb steril menyebabkan tidak bisa haid lagi
5. kb steril membuat lemas
6. kb steril membuat hilang nafsu makan
7. kb steril membuat hasrat seksual berkurang
8. jenis kb hanya pil dan suntik
9. kb iud atau akdr dapat menyebabkan kebobolan
10. kb iud atau akdr dapat digunakan seumur hidup
NO. PERNYATAAN BENAR SALAH
11. kb steril terasa sakit saat di lakukan
12. kb kondom dapat melindungi dari penyakit menular seksual
13. pemasangan kb iud atau akdr hanya dapat dilakukan oleh bidan dan dokter
14. penggunaan kondom hanya sekali pakai
15. maksimal penggunaan kb iud atau akdr itu 8-10 tahun
16. penggunaan kb iud atau akdr dapat melindungi dari penyakit menular seksual seperti hiv/aids
17. AKDR singkatan dari alat kontrasepsi dalam rahim
18. jika tekanan darah 140/90mmhg tidak masalah menggunakan kb pil atau hormonal
19. memakai kb kondom dapat menyebabkan kehamilan
20. kb kondom sangat mudah digunakan
DAFTAR PUSTAKA
Chasan-Taber L, Willett Walter C, Manson JoAnn E, dkk. Studi Prospektif Kontrasepsi Oral dan Hipertensi pada Wanita di Amerika Serikat .
Buletin Praktek ACOG No. 206: Penggunaan Kontrasepsi Hormonal pada Wanita Dengan Kondisi Medis yang Menyerta . Obstetri &
Ginekologi . 2019; 133 ( 2 ).
Arum, DNS danSujiyatini.(2009). Panduan Lengkap Pelayanan KB Terkini.Yogyakarta:
MitraCendikia Press.
Hidayat, Ratna. (2009). Metode dan Tekhnik Penggunaan Alat Kontrasepsi .Jakarta: Salemba Medika.
Pinem, Saroha. (2009). Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi. Jakarta: TransInfo Medi Hartanto, Hanafi. 2010. Keluarga berencana dan kontrasepsi. Jakarta: PT. Tema Baru.
Wijayanti R, Novianti. 2017. Penggunaan KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di wilayah kerja puskesmas Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat. Jurnal Ilmiah WIDYA, 4(1), 243–248.
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI)
Pokok Bahasan : Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) Sub Topik : Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
Hari/Tanggal :
Waktu : 10 Menit
Sasaran : WUS RT 03 RW 10
Tempat : Rumah sasaran WUS
Penyuluh : Aulia Zahrah Atsari
A. TIU (Tujuan Intruksional Umum)
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan sasaran mampu mengetahui dan memahami tentang pemeriksaan payudara sendiri .
B. TIK (Tujuan Intruksional Khusus)
Setelah mengikuti penyuluhan ini di harapkan remaja putri mampu mengetahui:
1. Setelah mengikuti penyuluhan, peserta dapat mengerti dan memahami pengertian SADARI
2. Setelah mengikuti penyuluhan, peserta dapat mengerti dan memahami gejala-gejala kanker payudara
3. Setelah mengikuti penyuluhan, peserta dapat mengerti dan memahami tujuan SADARI
4. Setelah mengikuti penyuluhan, peserta dapat mengerti dan memahami manfaat SADARI
5. Setelah mengikuti penyuluhan, peserta dapat mengerti dan memahami aturan SADARI
6. Setelah mengikuti penyuluhan, peserta dapat mengerti dan memahami teknik SADARI
C. MATERI
3) Pengertian SADARI
4) Gejala-gejala kanker payudara 5) Tujuan dari SADARI
6) Manfaat dari SADARI 7) Aturan dari SADARI
8) Prosedur/teknik SADARI
D. METODE
Diskusi dan Tanya Jawab
E. MEDIA
Leaflet
Kuesioner google form
F. EVALUASI
1. Remaja dapat memahami dan menjelaskan kembali tentang pemeriksaan SADARI?
2. Remaja dapat memahami dan menjelaskan kembali tentang gejala-gejala kanker payudara?
3. Remaja dapat memahami dan menjelaskan kembali tujuan dari pemeriksaan SADARI?
4. Remaja dapat memahami dan menjelaskan kembali manfaat dari pemeriksaan SADARI?
5. Remaja dapat memahami dan menjelaskan kembali tentang aturan-aturan pemeriksaan SADARI?
6. Remaja dapat memahami dan menjelaskan kembali tentang prosedur/teknik pemeriksaan SADARI?
G. Kegiatan Penyuluhan
No. WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA 1. 2 Menit Pembukaan
5. Penyuluh memulai penyuluhan dengan mengucapkan salam 6. Memperkenalkan diri 7. Menejelaskan tujuan
penyuluhan
8. Menyebutkan materi yang akan diberikan
1. Menjawab salam 2. Mendengarkan 3. Memperhatikan
2. 8 Menit Pelaksanaan
a. Menjelaskan Pengertian SADARI
b. Menjelaskan gejala-gejala kanker payudara
c. Menjelaskan tujuan SADARI d. Menjelaskan manfaat SADARI e. Menjelaskan aturan SADARI f. Menjelaskan prosedur/teknik
SADARI
1. Memperhatikan 2. Mendengarkan 3. Menyimak
3. 5 Menit Terminasi
A. Mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan B. Melakukan pengisian kuisioner C. Mengucapkan salam penutup
1. Memperhatikan 2. Membalas salam
H. LAMPIRAN MATERI
PEMERIKSAAN SADARI
1. Pengertian sadari
SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kanker payudara pada wanita. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan cermin dan dilakukan oleh wanita yang sudah menstruasi. Pemeriksaan payudara sendiri dilakukan se- tiap I bulan sekali dan dapat menjadi instrumen bagian penting dari perawatan kesehatan, yang dapat melindungi perempuan dari resiko kanker payudara dan merupakan penapisan yang efektif untuk mengetahui lesi payudara. Pemeriksaan payudara sendiri dapat dilakukan hari ke - 5 dan ke - 10 dari siklus menstruasi, dengan menghitung hari pertama haid sebagai hari pertama karena pada masa itu retensi cairan minimal dan payudara dalam keadaan lembut, tidak keras, membengkak sehingga jika ada pemebengkakan akan lebih mudah ditemukan ( Mulyani, 2013).
Indikasi utama SADARI adalah untuk mendeteksi terjadinya kanker payudara dengan mengamati payudara dari depan, sisi kiri dan sisi kanan, apakah ada benjolah, perubahan warna kulit, puttting berisik dan pengeluaran cairan atau nanah dan darah (Olfah dkk, 2013).
2. Gejala-gejala Kanker payudara 4. Payudara asimetris
5. Perubahan bentuk dan besarya payudara 6. Adanya benjolan di payudara
7. Nyeri pada payudara
8. Kulit pada payudara menebal
9. Kulit puting susu dan aerolla melekuk ke dalam atau berkerut 10. Adanya luka atau borok yang tidak sembuh
11. Keluar cairan yang tidak normal dari putting susu, cairan dapat berupa nanah, darah, cairan encer atau keluar air susu pada wanita yang tidak hamil dan menyusui
3. Tujuan SADARI
Dapat mendeteksi ketidaknormalan atau perubahan yang terjadi pada payudara.
4. Manfaat SADARI
Manfaat yang bisa diambil setelah melakukan SADARI wanita semakin waspada dan mampu mendeteksi secara dini adanya tumor dalam ukuran kecil, mendeteksi adanya kanker payudara stadium dini, menemukan adanya kelainan pada payudara. Sehingga ketika didapatkan kelainan pada payudaranya, pemeriksaan bisa segera dilakukan, pengobatan yang dibutuhkan bisa segera diberikan, dan tingkat kesembuhan bisa lebih cepat dicapai.
5. Aturan SADARI
Semua wanita di atas usia 20 tahun sebaiknya melakukan sadari setiap bulan dan segera periksakan diri ke dokter bila ditemukan benjolan. Pemeriksaan sadari sangat penting dianjurkan kepada masyarakat karena hampir 86% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri.
5. SADARI dilakukan setiap bulan secara teratur pada hari pertama setelah haid, saat payudara mengendor, sehingga jika ada benjolan-benjolan dapat diraba dengan mudah 6. Jika wanita sudah tidak lagi mendapat haid, sebaiknya menentukan satu hari tertentu untuk
pemeriksaan, misalnya setiap tanggal satu setiap bulan.
7. SADARI juga harus dilakukan pada wanita hamil dan wanita yang telah mengalami rekonstruksi pavadara.
8. Ketika melakukan SADARI, fokus perhatian adalah ukuran, bentuk, kontur, warna payudara dan putting, serta deteksi adanya benjolan, retraksi kulit, warna, dan cairan abnormal pada payudara.
6. Prosedur/Teknik SADARI Posisi Berdiri
a. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan metode tujuh langkah b. Buka seluruh pakaian bagian atas
c. Mengamati payudara dicermin dengan bahu lurus dan lengan di pinggang. Yang diamati adalah bentuk payudara, ukuran, dan warna. Payudara berubah tanpa kita sadari.
Perubahan yang perlu diwaspadai adalah ketika payudara berkerut, cekung kedalam,
atau menonjol kedepan karena adabenjolan. Puting berubah posisi dimana seharusnya menonjol keluar, menjadi tertarik kedalam, dengan warna merah, kasar, dan sakit.
d. Mengangkat kedua lengan untuk melihat apakah ada kelainan pada kedua payudara.
Kembali amati perubahan yang terjadi pada payudara, seperti perubahan warna, tarikan, tonjolan, kerutan, perubahan puting, atau permukaan kulit menjadi kasar
e. Rasakan payudara ketika sedang berdiri atu duduk menggunakan jari, buatlah gerakan atas ke bawah, berpindah secara mendatar atau menyamping seperti sedang memotong rumput. Bagi kebanyakan wanita paling mudah merasakan payudara pada saat sedang basah dan licin sehingga waktu yang cocok adalah ketika sedang mandi.
f. Pemeriksan bagian puting buat lingkaran- lingkaran yang semakin lama makin besar sehingga mencapai seluruh tepi payudara. Rasakan seluruh jaringan payudara dibawah kulit dengan rabaan halus hingga rabaan dengan sedikit tekanan
g. Tekan puting apakah ada cairan yang keluar (bisa berupa cairan putil seperti susu, kuning, atau darah)
h. Berbaring dengan tangan kanan di bawah kepala. Tepat dibawah bahu, meletakkan sebuah bantal kecil untuk mengganjal. Raba payudara kanan dengan tangan kiri untuk memastikan perubahan payudara sebelah kanan Dan lakukan sebaliknya. Tekan secara halus dengan jari- jari secara datar dan serentak. Selubungi payudara dengan jari dari arah atas ke bawah, dan tulang selangka ke bagian atas perut, dari ketiak ke leher bagian bawah.
i. Kenakan pakaian kembali
j. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
I. MEDIA
Petunjuk (cara pengisian)
Berilah tanda centang (√) untuk mengisi jawaban pada kolom dibawah ini.
NO. PERNYATAAN BENAR SALAH
1. pemeriksaan payudara sendiri
(SADARI) dapat dilakukan oleh semua perempuan, tanpa alat apapun
2. pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dilakukan secara rutin setiap bulan, yaitu mulai dari hari pertama dan haid terakhir
3. salah satu cara pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi dini kanker payudara adalah dengan sadari
4. sadari hanya dapat dilakukan pada wanita usia >35 tahun
5. hanya wanita yang memiliki keluarga penderita kanker payudara yang perlu melakukan SADARI
6. SADARI tidak lagi penting dilakukan karena alat - alat kedokteran untuk deteksi kanker payudara sudah canggih
7. SADARI hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan
8. SADARI tidak perlu dilakukan selama tidak memiliki keluhan pada payudara
9. SADARI bertujuan untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini
10. dengan SADARI saya tidak perlu konsultasi ke dokter jika menemukan kelainan pada payudara
NO. PERNYATAAN BENAR SALAH
11. pengeluaran nanah atau darah dari puting perlu diamati saat SADARI
12. SADARI bisa mengobati kanker atau benjolan pada payudara
13. pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dilakukan untuk mendeteksi infeksi pada payudara
14. SADARI sebaiknya dilakukan setahun sekali
15. SADARI tidak penting dilakukan
16. jika saat diperiksa payudara terdapat benjolan harus di periksakan ke dokter
17. SADARI sangat mudah dilakukan
18. manfaat melakukan SADARI mampu mendeteksi secara dini adanya tumor atau benjolan pada tubuh sendiri
19. gejala kanker payudara yaitu adanya benjolan, nanah, luka borok yang tidak sembuh
20. SADARI sangat sulit dilakukan
DAFTAR PUSTAKA
https://p2ptm.kemkes.go.id/tag/enam-langkah-sadari-untuk-deteksi-dini-kanker- payudara
PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI/SADARI PADA MAHASISWI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALUOLEO.1219- 3309-1-PB.pdf
http://www.fik-
unik.ac.id/penelitian/download_file/938ad0d66b016d0f26ac52726925a4dc.pdf
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Pokok Bahasan : Senam Kegel
Sub Topik : Senam Kegel
Hari/Tanggal : Sabtu, November 10, 2023
Waktu : 30 Menit
Sasaran : WUS RT 03 RW 10
Tempat : Rumah sasaran WUS
Penyuluh : Aulia Zahrah Atsari
J. TIU (Tujuan Intruksional Umum)
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan sasaran mampu mengetahui dan memahami tentang senam kegel .
K. TIK (Tujuan Intruksional Khusus)
Setelah mengikuti penyuluhan ini di harapkan remaja putri mampu mengetahui:
7. Setelah mengikuti penyuluhan, peserta dapat mengerti dan memahami pengertian Senam Kegel
8. Setelah mengikuti penyuluhan, peserta dapat mengerti dan memahami manfaat dan tujuan dari Senam Kegel
9. Setelah mengikuti penyuluhan, peserta dapat mengerti dan memahami teknik Senam Kegel
L. MATERI
9) Pengertian Senam Kegel
10) Manfaat dan Tujuan Senam Kegal 11) Prosedur/teknik Senam Kegel
M. METODE
Ceramah
Diskusi dan Tanya Jawab
N. MEDIA
Leaflet
Kuesioner google form
O. EVALUASI
1. Ibu dapat memahami dan menjelaskan kembali tentang Senam Kegel?
2. Ibu dapat memahami dan menjelaskan kembali tentang manfaat dan tujuan dari Senam Kegel?
3. Ibu dapat memahami dan menjelaskan kembali bagaimana teknik/ prosedur Senam Kegel P. Kegiatan Penyuluhan
No. WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA 1. 5 Menit Pembukaan
9. Penyuluh memulai penyuluhan dengan mengucapkan salam 10. Memperkenalkan diri 11. Menejelaskan tujuan
penyuluhan
12. Menyebutkan materi yang akan diberikan
13.Memberikan Pre-test pada ibu
4. Menjawab salam 5. Mendengarkan 6. Memperhatikan
2. 20 Menit Pelaksanaan
g. Menjelaskan Pengertian Senam Kegel
h. Menjelaskan manfaat dan tujuan dari Senam Kegel i. Menjelaskan prosedur/teknik
4. Memperhatikan 5. Mendengarkan 6. Menyimak
Senam Kegel 3. 5 Menit Terminasi
D. Mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan E. Melakukan pengisian post-test F. Mengucapkan salam penutup
3. Memperhatikan 4. Membalas salam
Q. LAMPIRAN MATERI
PEMERIKSAAN SADARI 1. Pengertian
Latihan otot dasar panggul (LODP) merupakan latihan penguatan isometrik terhadap otot-otot dasar panggul, terutama otot pubokoksigeal (salah satu otot yang terdapat di dasar panggul) dengan tujuan agar dapat melawan penurunan organ panggul, dan mengembalikan hubungan anatomis antara organ-organ panggul seperti semula serta menjaga keseimbangan otot-otot abdominal, punggung dan kuadran bawah yang vital untuk program rehabilitasi
untuk menguatkan otot dasar panggul dan diperkirakan dapat membantu wanita dalam meningkatkan kualitas hubungan seksual
Salah satu elemen terpenting untuk dibangun dalam menuju kehidupan seksual yang lebih baik adalah komunikasi seksual dengan pasangan, seperti melakukan sexual self-disclosure (SSD) dan komunikasi yang terbuka mengenai seks dengan pasangan.
Hal ini terbukti memiliki korelasi positif terhadap kepuasan secara menyeluruh, baik kepuasan dalam hubungan secara umum dan juga kepuasan seksual. Perbedaan dalam suatu hubungan intim justru dapat membuat pasangan melakukan komunikasi yang terbuka mengenai isu seksual, kebutuhan dan fantasi tanpa harus merasa terbebani oleh kecemasan, sesuai dengan hipotesa yang menyebutkan bahwa perbedaan tajam dapat meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi mengenai isu-isu yang dirasakan sulit (misalnya mengenai seksualitas) sehingga keadaan ini dapat diterjemahkan sebagai suatu keadaan yang potensial secara seksual bagi pasangan untuk dapat meningkatkan kemampuan bertoleransi dalam hal keintiman.
2. Manfaat dan Tujuan
Senam kegel adalah senam untuk menguatkan otot panggul atau senam yang bertujuan untuk memperkuat otot–otot dasar panggul terutama otot puboccygeal sehingga seorang wanita dapat memperkuat otot–otot saluran kemih. Senam kegel juga dapat menyembuhkan ketidak-mampuan menahan kencing (inkontinensia urine) (widianti & proverawati, dalam dahlan & martinimgsih, 2014) Beberapa manfaat senam kegel yaitu menguatkan otot panggul, membantu mengendalikan keluarnya urin saat berhubungan intim, dapat meningkatkan kepuasan saat berhubungan intim karena meningkatkan daya cengkram vagina, meningkatkan kepekaan terhadap rangsangan seksual, mencegah “ngompol kecil” yang timbul saat batuk atau tertawa, dan melancarkan proses kelahiran tanpa harus merobek jalan lahir serta mempercepat penyembuhan pasca persalinan (mulyani, 2013).
Manfaat senam kegel menurut maryunani & sukaryati (2011) adalah:
1. Merapatkan vagina sesudah proses persalinan normal.
2. Mempercepat pemulihan vagina sesudah episiotomi (gunting vagina ketika melahirkan). pasalnya, senam kegel dapat meningkatkan sirkulasi darah yang fasih ke lokasi vagina. darah yang berisi oksigen dan sekian banyak nutrisi sangat dibutuhkan untuk meregenerasi pelbagai sel dan jaringan vagina yang merasakan kerusakan dampak episiotomi.
3. Membantu menanggulangi wasir (ambeien), khususnya setelah mencetuskan lewat vagina. ini lantaran kegel dapat melancarkan peredaran darah mengarah ke dubur dan vagina.
4. Mengencangkan vagina yang telah mengendur, contohnya pada ketika wanita menginjak usia menopause. manfaat ini dapat membantu mewujudkan performa seksual yang lebih memuaskan.
5. Membantu menanggulangi gejala-gejala prolaps organ panggul. prolaps organ panggul yaitu situasi saat otot dan ligamen yang menopang organ - organ di lokasi panggul melemah. hal ini diperlihatkan dalam sebuah riset oleh para berpengalaman dari norwegia tahun 2012. penelitian ini dimuat dalam journal of urology. bila senam kegel dilakukan secara teratur maka dapat dirasakan manfaatnya. untuk hasil terbaik, senam kegel perlu dilakukan secara konstan setiap hari