• Tidak ada hasil yang ditemukan

laporan penelitian - Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "laporan penelitian - Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kandungan karbohidrat, protein, pH, bakteri dan E-Colli pada ASI perah setelah disimpan di kendil berdasarkan lama penyimpanan. Hasil analisis kadar pH p=0,004

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat dilakukan penelitian yang bertajuk “Perbedaan Pemanfaatan Kendil Sebagai Alternatif Penyimpan ASI Perah Berdasarkan Kadar Karbohidrat, Protein, pH, Bakteri dan E.Coli Berbasis pada lamanya waktu penyimpanan di Desa Sidomulyo Kawasan Puskesmas Sempu Kabupaten Banyuwangi” dapat teratasi. Hal ini dapat dilakukan dengan menyimpan ASI perah ibu pada tempat (kendil) yang ditanam di dalam tanah. Sehingga suhu tertentu akan sesuai dengan dinginnya air di lemari es yang dapat menyimpan ASI perah tukang kebun wanita.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengetahui perbedaan penggunaan kendil sebagai alternatif penyimpanan ASI perah ditinjau dari kadarnya. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Apakah terdapat perbedaan penggunaan Kendil sebagai alternatif penyimpanan ASI ditinjau dari karbohidrat, protein, pH, bakteri dan kadar E. Coli berdasarkan waktu penyimpanan di Desa Sidomulyo Puskesmas Sempu Kabupaten Banyuwangi.

Fungsi dari gerabah

Bahan pembuatan gerabah/kendil

Tehnik pembuatan kendil

KONSEP DAYA TAHAN ASI .1 Pengertian ASI

Sedangkan ASI peralihan adalah ASI yang diproduksi pada hari ke 4 hingga 7 atau hari ke 10 hingga 14. Pada ibu yang sehat dan memiliki ASI yang cukup, ASI merupakan satu-satunya makanan yang terbaik untuk bayi hingga usia 6 bulan. Tanggal perah ASI sebaiknya diperhatikan untuk memastikan ASI yang digunakan adalah ASI yang lebih tua.

Untuk ASI beku: pindahkan wadah ke lemari es semalaman atau ke dalam bak berisi air dingin. Untuk ASI yang didinginkan: Hangatkan wadah berisi ASI dalam bak berisi air hangat atau dalam panci yang dipanaskan selama beberapa menit. Perlu diketahui bahwa ASI yang dihangatkan terkadang terasa seperti sabun karena komponen lemaknya terurai.

Oleh karena itu, tidak ada standar mengenai warna dan aroma ASI perah yang terbaik. Selain itu, warna ASI yang disimpan di freezer juga mengalami perubahan, namun bukan berarti ASI tidak bisa dikonsumsi lagi.

Gambar 1. Kandungan Nutrisi dalam ASI
Gambar 1. Kandungan Nutrisi dalam ASI

Tujuan penelitian Tujuan Umum

Manfaat penelitian

Desain Penelitian

Kerangka Operasional

Populasi, Sampel dan Sampling .1 Populasi

Sampel

Sampling

Dimana pengambilan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata anggota populasi yang ada (Hidayat 2013:81). Artinya setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dijadikan sampel.

Kriteria sampel/ subjek penelitian .1 Kriteria Inklusi

Variabel Penelitian atau Fokus Studi

Definisi Operasional Variabel/ Fokus Studi

Karbohidrat, Protein, pH, Bakteri, Kadar E.Colli 30 cc ASI ibu menyusui diperas dan disimpan dalam candil selama 24 jam. Hasil uji laboratorium untuk menilai kadar Karbohidrat, Protein, pH, Bakteri, E.Colli menggunakan Teknik Karbohidrat, Metode Gula Reduksi (Smogyi Nelson), Protein, Batasan Metode Kjeddahl dan Vapodest untuk Distilasi.

Waktu Dan Tempat Penelitian

Prosedur Pengumpulan Data

Alat Ukur

Pengolahan Data

Kegiatan tabulasi meliputi kegiatan memasukkan data penelitian ke dalam tabel sesuai kriteria yang telah ditentukan berdasarkan kuesioner berbasis skor. Kemudian melakukan pembersihan data agar data yang diperoleh benar-benar bebas dari kesalahan dan data yang diperoleh benar-benar valid.

Analisis Data

Hipotesa

Etika Penelitian

Gambaran Umum Tempat Penelitian di Wilayah Puskesmas Sempu Kabupaten Banyuwangi

Kondisi demografi masyarakat di wilayah Sempu sangat heterogen, mayoritas berlatar belakang pekerjaan sebagai petani, dan mayoritas tingkat pendidikan menengah ke bawah serta latar belakang agama, diyakini memerlukan pemikiran kreatif dan inovatif yang berdampak langsung pada masyarakat dalam mengurangi angka kematian bayi dan anak. Pengelola puskesmas kota melakukan inovasi dengan menyiapkan kendil yang terbuat dari tanah liat agar para penghuni hutan dapat menyimpan ASInya selama ditinggal bekerja di hutan karena suhu lingkungan di kawasan tersebut sangat dingin, namun tidak demikian. namun mengetahui bagaimana kadar ASI akan berubah.

Hasil Penelitian .1 Data Umum

Kadar Protein

Distribusi frekuensi kadar protein dalam % satuan pada ASI yang disimpan pada suhu kamar selama 8 jam dan 24 jam, pada tabel berikut. Hal ini sesuai dengan penelitian Iqbal (2010) mengenai pengaruh variasi suhu dan lama penyimpanan terhadap kadar nutrisi pada ASI. Bakteri mungkin dapat bertahan selama proses penyimpanan lama di dalam kendil, termasuk bakteri lipolitik.

Penelitian yang dilakukan oleh Ratnawati (2016) mengenai pengaruh lama penyimpanan ASI pada suhu ruangan terhadap kadar protein ASI menunjukkan bahwa lama penyimpanan yang dilakukan adalah 0 jam, 4 jam, 5 jam, 7 jam, 8 jam, 9 jam. Penurunan kandungan protein pada ASI berarti lama penyimpanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kandungan protein. Penelitian ini juga diperkuat dengan penurunan kandungan protein pada ASI yang terjadi dengan variasi waktu penyimpanan yang lebih lama. Hal ini sesuai dengan teori Sudarmaji (1996) yang menyatakan bahwa protein sangat mudah mengalami perubahan fisik dan aktivitas biologis.

Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,321 > a 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan kadar protein antara kadar protein yang disimpan dalam kendil selama 8 jam dan 24 jam.

Tabel 4.4 Distribusi  Frekuensi kadar  Protein  ASI  berdasarkan  lama  waktu penyimpanan ASI dalam kendil di wilayah kerja Puskesmas Sempu Kabupaten Banyuwangi tahun 2019
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi kadar Protein ASI berdasarkan lama waktu penyimpanan ASI dalam kendil di wilayah kerja Puskesmas Sempu Kabupaten Banyuwangi tahun 2019

Kadar Karbohidrat

Dari hasil analisis diperoleh nilai p = 0,321 > a 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan kadar protein antara yang disimpan dalam kendil selama 8 jam dengan yang disimpan selama 24 jam. jam. 2016). Kehadiran gula sederhana seperti glukosa mempengaruhi hasil penelitian, karena glukosa merupakan sumber makanan utama bagi mikroba, terutama bakteri. Sel bakteri biasanya menggunakan sumber karbon dengan struktur molekul paling sederhana, seperti glukosa, yang tersedia di dalam sel.

Oleh karena itu, jika sel bakteri ditumbuhkan pada media yang mengandung dua jenis sumber karbon dengan struktur berbeda, misalnya glukosa (monosakarida) dan laktosa (disakarida), maka sel bakteri akan menggunakan glukosa terlebih dahulu karena struktur molekulnya lebih sederhana dibandingkan laktosa ( Yuwono, 2006; Cavalli dkk, 2006). Uji beda menunjukkan terdapat perbedaan nilai kandungan karbohidrat antara yang disimpan 8 jam dengan yang disimpan 24 jam, p-value = 0,015 < a 0,05.

Kadar bakteri

Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penyimpanan ASI mengalami peningkatan dari penyimpanan 8 jam menjadi 24 jam pada suhu 23,6ºC. Peningkatan total koloni bakteri sebesar 16.714 cfu/ml yaitu meningkat dari 13.208 cfu/ml pada penyimpanan 8 jam menjadi 29.922 pada penyimpanan 24 jam. Dari hasil penelitian terlihat bahwa jumlah bakteri setelah penyimpanan 8 jam dan penyimpanan 24 jam menunjukkan angka yang sangat berbeda.

Beberapa faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan mikroorganisme adalah ketersediaan unsur hara, keasaman (pH), suhu dan lama penyimpanan. Para peneliti berhipotesis bahwa peningkatan jumlah koloni bakteri selama penyimpanan terjadi karena sumber nutrisi yang dibutuhkan bakteri untuk melakukan metabolisme dan mempertahankan hidupnya juga mulai berkurang, hal ini juga disebabkan oleh lamanya waktu penyimpanan ASl. . Menurut Fardiaz (1993), kontaminasi pada ASI dapat terjadi pada saat proses pemerahan dan dapat berasal dari berbagai sumber seperti kualitas ASI segar pada kelenjar ibu yang dapat dikatakan steril setelah keluar dari payudara ibu. . kontaminasi kelenjar dapat terjadi karena proses pemerahan yang tidak steril.

Demikian pula pada lama penyimpanan ASI 8 tahun rata-rata kadar bakterinya sebesar 13.208 cfu/ml, dan pada penyimpanan 24 jam sebesar 29.922 cfu/ml sehingga terjadi peningkatan sebesar 16.714 cfu/ml. Kondisi rumah masyarakat di lereng gunung desa Sidomulyo Sempu sebagian besar belum memenuhi syarat kesehatan. Selain itu, masih banyak rumah dengan sanitasi dasar yang kurang memadai, pengelolaan sampah yang kurang memadai, dan beberapa rumah terdapat hewan peliharaan seperti burung, ayam, dan kucing.

Hal ini dikarenakan kondisi fisik lingkungan dan keberadaan polutan di ruang pemerahan mempengaruhi kualitas ASI. Kondisi fisik rumah yang memenuhi syarat kesehatan dan kenyamanan dipengaruhi oleh 3 (tiga) aspek yaitu pencahayaan, ventilasi serta suhu dan kelembaban udara dalam ruangan. Tujuan dari ventilasi udara adalah untuk menciptakan ketersediaan udara bersih dengan kandungan polutan yang rendah serta menjaga suhu dan kelembapan yang nyaman bagi masyarakat yang tinggal di dalam ruangan.

Ventilasi udara yang kurang atau tidak merata akan membuat ruangan terasa dingin. Dari hasil analisa uji beda menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai kadar bakteri antara yang disimpan selama 8 jam dengan yang disimpan selama 24 jam. dari p = 0,001 < a 0,05. Distribusi frekuensi kadar E.coli dalam satuan cfu/ml pada ASI yang disimpan pada suhu kamar selama 8 jam dan 24 jam pada tabel berikut.

Kesimpulan

Saran

Apabila disimpan dalam ketel, suhu udara harus dijaga pada suhu 16ºC - 26ºC, agar ASI tetap dapat bertahan selama 6-8 jam. Perbedaan pemanfaatan Kendil sebagai alternatif penyimpanan ASI perah terhadap kadar karbohidrat, protein, pH, bakteri dan E.Coli berdasarkan lama waktu. Pengaruh penggunaan Kendil sebagai alternatif penyimpanan ASI perah terhadap kadar laktosa, laktat, asam amino, ph dan protein ibu menyusui di perkebunan Desa Sidomulyo wilayah Puskesmas Sempu.

Pengaruh pijat punggung dalam mengurangi nyeri persalinan fase aktif fase I di BPS Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Evaluasi pelaksanaan pengelolaan program PIK KRR (Pusat Informasi dan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja oleh Konsultan KB Kabupaten Jember. Efektivitas es dalam menurunkan muntah gravidarum pada ibu hamil trimester I di wilayah Puskesmas Gebang Tahun 2013.

Perbedaan efektivitas pijat titik Pang Kuang Su dan titik Cien Cing dalam menurunkan nyeri persalinan di RS Srikandi Ibi Kabupaten Jember. Pengaruh pemberian kunyit tradisional terhadap kualitas dismenore primer pada remaja putri di SMP 7 Kabupaten Jember.

JADUAL PENELITIAN
JADUAL PENELITIAN

PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

1 . Identitas Diri

Riwayat Pendidikan

Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir (bukan Skripsi, Tesis maupun Disertasi)

Surat pernyataan Ketua Peneliti

Referensi

Dokumen terkait