• Tidak ada hasil yang ditemukan

laporan penelitian - SIMAKIP

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "laporan penelitian - SIMAKIP"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENELITIAN

PENELITIAN PENGEMBANGAN IPTEKS

DESAIN DAN IMPLEMENTASI KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS SINERGI SEKOLAH DAN ORANG TUA MELALUI

DIGITAL PARENTING PROGRAM

Dr. Yessy Yanita Sari, M.Pd (Ketua) Siti Zulaiha, M.A., Ph.D

SEKOLAH PASCASARJANA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA 2018

(2)

i

(3)

ii DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN... i

DAFTAR ISI ... ii

IDENTITAS PENELITIAN...iv

ABSTRAK ... vi

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Tujuan Penelitian ... 2

1.3 Perumusan Masalah ... 2

1.4 Signifkansi Penelitian ... 2

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA ... 3

2.1 Tinjauan Literature... 3

2.2 Peta Jalan Penelitian ... 5

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN ... 6

3.1 Desain Penelitian ... 6

3.2. Tempat dan Partisipan Penelitian ... 6

3.3 Alur Penelitian ... 6

BAB 4 PEMBAHASAN ... 9

4.1 Program Digital Parenting melalui Aplikasi Smart Phone: Parents UP...9

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ... 17

5.1 Kesimpulan...17

5.2 Saran...17

(4)

iii

BAB 6 LUARAN ... 19

6.1 Aplikasi Parents UP...18

6.2 HAKI...18

DAFTAR PUSTAKA...19

LAMPIRAN ... 20

Lampiran 1. Anggaran Biaya ... 20

Lampiran 2. Jadwal Penelitian ... 21

Lampiran 3. Susunan Organisasi dan Pembagian Tugas Tim Peneliti ...22

(5)

iv

IDENTITAS PENELITIAN

1. Judul Penelitian : Desain dan implementasi konsep pendidikan karakter berbasis sinergi sekolah dan orang tua melalui digital parenting program 2. Tim Peneliti

No Nama Jabatan Bidang Alokasi Waktu

(jam/minggu) 1 Dr. Yessy Yanita Sari,

M.Pd

Ketua Management/

Administrasi Pendidikan

10

2 Siti Zulaiha, M.A., PhD Anggota Pendidikan Bahasa Inggris

10

3. Objek Penelitian :

Pada penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah pimpinan sekolah dan orangtua murid.

4. Masa Pelaksanaan

Mulai : Agustus, 2018 Berakhir : April 2019

5. Biaya yang didapatkan ke Lemlitbang UHAMKA Tahun ke-1 : Rp 10.000.000;

6. Lokasi Penelitian adalah SD Thariq bin Ziyad Bekasi

7. Instansi lain yang terlibat: STEPA sebagai perusahaan IT yang mendevelop sistem aplikasi ini.

8. Temuan yang ditargetkan.

- Konsep (model) pendidikan karakter berbasis sinergi melalui keterlibatan orangtua dan sekolah dalam pendidikan.

- Gambaran pemanfaatan teknologi dalam memfasilitasi pendidikan karakter dalam rangkaian kegiatan digital parenting

9. Kontribusi mendasar pada suatu bidang ilmu

Penelitian ini akan menampilkan konsep (model) pendidikan karakter berbasis sinergi sekolah dan orang tua yang secara efektif akan membentuk karakter peserta

(6)

v

didik. Selain juga penelitian memberikan gambaran bagaimana integrasi teknologi dapat diarahkan untuk memfasilitasi pendidikan karakter serta keterlibatan orangtua dalam pendidikan melalui rangkaian program digital parenting.

10. Jurnal ilmiah yang menjadi sasaran

- Sasaran terbitan ilmiah dari hasil penelitian ini adalah jurnal internasional bereputasi seperti International Journal of Emerging Technology in Learning (I-Jet)

- Makalah untuk presentasi ilmiah tingkat nasional

11. Luaran.

- Aplikasi smartphone Parents UP dan HAKI

(7)

vi

ABSTRAK

Penelitian ini menganalisis desain dan implementasi model pendidikan karakter berbasis sinergi sekolah dan orangtua melaui program digital parenting. Secara khusus penelitian ini akan menjawab tiga pertanyaan: 1) Seperti apakah model pelibatan orang tua di sekolah berbasis digital? 2) Bagaimana persepsi kepala sekolah, guru, dan orang tua tentang pelaksanaan pendidikan karakter berbasis sinergi sekolah dan orang tua, khususnya dalam konteks digital parenting, 3) Apa saja kelebihan dan kekurangan pelaksanaan pendidikan karakter melalui program digital parenting. Penelitian ini menggunakan metode penelitian research and development. Uji coba dilakukan di SDIT Thariq Bin Ziyad Bekasi. Survey pasca uji coba dilakukan melalui angket. Hasil penelitian berupa aplikasi di smartphone yang diberi nama Parents UP. Parents UP merupakan model pelibatan berbasis digital yang membantu orang tua terlibat lebih aktif bersinergi dengan sekolah dalam pendidikan karakter anak. Hasil uji coba aplikasi ini menunjukkan manfaat dan kemudahan dalam penggunaannya.

(8)

1

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Menyadari akan pentingnya penerapan konsep pendidikan karakter di sekolah, pada hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2010 pemerintah melalui kementrian Pendidikan Nasional dicanangkan secara resmi konsep pendidikan karakter. Selanjutnya, diperkuat dengan penerapan pendidikan karakter secara khusus di standar isi dan proses pada kurikulum 2013.

Fenomena akhir-akhir ini terkait dengan permasalahan karakter peserta didik dan pendidik yang ada di dunia pendidikan menunjukkan, sistem penerapan konsep pendidikan karakter yang coba dilakukan belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Evaluasi terhadap program pendidikan karakter yang telah berjalan tentu menjadi bagian dari penjaminan atas berjalan efektifnya sebuah program. Ada satu hal yang menarik untuk diteliti. Apakah sekolah melibatkan orang tua dalam menerapkan program pendidikan karakter?

Orang tua adalah mitra sekolah. Orang tua merupakan pendidik pertama dan utama bagi seorang anak. Sekolah bukanlah sentral pendidikan karena pendidikan anak bermula dan berpusat dari rumah. Hakikat pendidikan berbeda dengan pembelajaran.

Pembelajaran adalah suatu aktivitas atau proses belajar mengajar. Makna pendidikan lebih luas. Pendidikan dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja.

Pengasuhan, pembimbingan, perawatan adalah bagian dari mendidik. Orang tua memiliki peran penting dalam proses pendidikan ini. Pelibatan orang tua dalam melaksanakan pendidikan karakter di sekolah merupakan keniscayaan.

Sekolah yang ideal adalah sekolah yang mampu menciptakan sinergi yang baik dengan orang tua. Sekolah bukan hanya bertugas mengedukasi peserta didik, namun pula memiliki tanggung jawab mengedukasi orang tua atau wali peserta didik, khususnya yang terkait pendidikan karakter. Sinergi antara sekolah dan orang tua dapat direalisasikan melalui “digital parenting program” yang dirancang sekolah. Program pengasuhan ini bukan sekedar pemberian pembekalan materi pengasuhan yang dilakukan melalui seminar-seminar atau pun fasilitas konseling yang umumnya ada di sekolah- sekolah, namun lebih luas lagi yakni program pelibatan orang tua dalam pelaksanaan proses pendidikan anaknya.

(9)

2 Urgensi dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pelibatan orang tua dalam mendidik anaknya. Melalui sinergi dengan sekolah sebagai lembaga pendidikan yang membantu mendidik anak mereka, diharapkan proses pendidikan anak semakin berjalan baik dan menghasilkan prestasi yang terbaik di bidang akademik maupun non akademik khsusunya pendidkan karakter.

1.2. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain dan implementasi konsep pendidikan karakter berbasis sinergi sekolah dan orang tua melalui program digital parenting.

1.3 Perumusan Masalah

Secara khusus penelitian ini menjawab pertanyaan penelitian berikut:

1. Seperti apakah model pelibatan orang tua di sekolah berbasis digital?

2. Bagaimana persepsi kepala sekolah, guru, dan orang tua tentang pelaksanaan pendidikan karakter berbasis sinergi sekolah dan orang tua, khususnya dalam konteks digital parenting?

3. Apa saja kelebihan dan kekurangan pelaksanaan pendidikan karakter melalui program digital parenting?

1.4 Signifkansi Penelitian

Penelitian ini bertujuan mengungkap model pendidikan karakter berbasis sinergi sekolah dan orang tua yang secara efektif akan membentuk karakter peserta didik.

Urgensi dari penelitian ini adalah menjawab permasalahan dunia pendidikan tanah air yang saat ini berkutat pada masalah karakter. Penelitian ini akan menghasilkan pengembangan konsep pendidikan karakter, khususnya yang berbasis sinergi sekolah dan orang tua. Secara luaran, penelitian ini akan menghasilkan Buku Panduan Orang Tua yang akan disinergikan sekolah ke orang tua.

(10)

3

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan literature (state of the art)

Penelitian tentang pendidikan karakter yang telah dilakukan mayoritas difokuskan kepada evaluasi penerapan pendidikan karakter di sekolah diberbagai jenjang pendidikan.

Dari sedikit penelitian yang ada, Setyowati (2013), misalnya, mengevaluasi implementasi pendidikan karakter siswa melalui kultur sekolah dalam pembentukan karakter siswa.

Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Gedangan. Menurut hasil penelitian, implementasi pendidikan karakter sudah sesuai dengan visi dan misi yang ada di sekolah dan siswa mengikuti dengan baik kegiatan-kegiatan dan pembiasaan yang diterapkan di sekolah.

Penelitian lain yaitu Darmayanti & Wibowo (2014) mengevaluasi ketercapaian program pendidikan karakter pada tingkat sekolah dasar di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian di lakukan di 4 sekolah dasar dan melibatkan pula pengawas sekolah dan Dinas Pendidikan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter telah diintergrasikan dalam kurikulum namun belum nampak pada kegiatan pembelajaran.

Selain itu, guru masih memerlukan banyak pengetahuan dan keterampilan tentang pendidikan karakter; dukungan pemerintah masih dirasa kurang dan tidak adanya sinergi antara pendidikan karakter di sekolah dan pendidikan di rumah. Penelitian senada dari Abu, dkk (2015) melihat pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh guru dalam pendidikan karakter di sekolah. Responden penelitian ini adalah 16 guru di 4 madrasah di Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan guru-guru telah mencoba mengintegrasikan pendidikan karakter dalam berbagai aktifitas seperti kantin kejujuran namun belum maksimal karena kurangnya keterampilan guru serta penerapan yang belum sistematis, konsisten dan berkelanjutan. Namun demikian ada satu penelitian yang menghasilkan kurikulum pendidikan karakter untuk tingkat sekolah dasar di Sumatera Barat. Hidayati, dkk (2014) melakukan penelitian dengan purposive sampling di tiga Sekolah Dasar Negeri secara kuantitatif dan kualitatif. Produk yang dihasilkan berupa desain kurikulum pendidikan karakter, buku panduan untuk guru, buku siswa, buku aktifitas siswa. Hasil implementasi kurikulum pendidikan karakter ini menunjukkan bahwa kurikulum ini sangat praktis untuk diterapkan di sekolah.

Dari penelitian diatas dapat dilihat bahwa penelitian yang ada mengevaluasi pelaksanaan pendidikan karakter secara umum. Walaupun sudah ada upaya untuk membuat kurikulum pendidikan karakter, pelaksanaan pendidikan karakter hanya berfokus di sekolah, belum ada

(11)

4 sinergi dan pelibatan aktif orang tua. Berkowitz & Bier (2005) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa keterlibatan orang tua merupakan karakteristik yang esensi dalam program pendidikan karakter yang efektif. Namun demikian, kebanyakan program pendidikan karakter hanya memberikan orang tua peran tradisional yang terbatas misalnya membantu pekerjaan rumah, mendukung kegiatan ekstrakurikuler dan hal sejenis lainnya.

Kemitraan antara sekolah dan orang tua yang sesungguhnya dimana orang tua bekerjasama dengan staf sekolah sebagai pembuat sekaligus pelaksan pendidikan karakter sangatlah jarang.

Salah satu bentuk pelibatan orang tua adalah melalui program pengasuhan (parenting program). Akan tetapi penelitian tentang program pengasuhan di Indonesia masih sangat terbatas (Sumargi dkk, 2014). Monikasari (2013) melakukan penelitian terhadap proses pelaksanaan parenting program bagi orang tua siswa pada program Pendidikan Usia Dini (PAUD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa parenting program yang dilakukan berupa ceramah yang dilakukan sekali setahun dan orang tua dihimbau untuk menerapkan apa yang dipelajari dari ceramah tersebut. Belum ada buku panduan yang dapat dijadikan acuan oleh orang tua dalam mendidik anak-anak. Hanya ada satu penelitian yang cukup komprehensif yang mengevaluasi tujuh program pengasuhan (parenting program/education) di Indonesia (Tomlinson dan Andina, 2015). Penelitian yang didanai oleh Bank Dunia ini menunjukkan bahwa hampir semua program-program tersebut mempunyai Panduan Isi/konten yang cukup komprehensif yang terdiri dari daftar pesan, topik, atau isu-isu untuk didiskusikan yang dapat/harus disampaikan oleh fasilitator kepada orang tua. Namun konten yang ada dalam ketujuh program ini belum memuat langkah-langkah detil bagaimana fasilitator/guru dapat menyampaikan materi kepada orang tua. Lebih lanjut lagi, materi untuk orang tua memuat konten secara umum; tidak ada konten yang secara khusus untuk keluarga/orang tua dengan anak berkebutuhan khusus atau masalah-masalah khusus lainnya. Tomlinson and Andina merekomendasikan perlunya konten khusus yang memuat langkah-langkah dan teknik-teknik pengasuhan yang akan membantu orang tua menjalin komunikasi emosional (Emotional Communication) dengan anak yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan anak dan orang tua.

Tinjauan dan kajian pustaka diatas menunjukkan bahwa hingga saat ini belum ada penelitian yang mengembangkan konsep pendidikan karakter yang berbasis sinergi sekolah dan orang tua dan merancang modul pengasuhan yang menjadi acuan bagi sekolah dan orang tua untuk bersinergi. Selain juga pemanfaatan teknologi dalam memfasilitasi pendidikan karakter serta keterlibatan orangtua dalam pendidikan masih sangat minim.

(12)

5 2.2. Peta Jalan Penelitian

Penelitian ini dikembangkan berdasarkan peta jalan penelitian (roadmap) UHAMKA yang dipaparkan dalam dalam buku pedoman penelitian Lemlitbang (2016), yaitu (1).

Inovasi pendidikan berkarakter dan berbasis nilai–nilai lokal, (2). Pengembangan sains dan tekhnologi ramah lingkungan, terbarukan serta terintegrasi, (3). Penggalian nilai-nilai Al- Islam dan Kemuhammadiyahan untuk meningkatkan dan menguatkan kualitas kehidupan berkemajuan serta menggembirakan, (4). Kajian sosial dan humaniora untuk pengembangan ilmu dan perdamaian (Lemlitbang, 2016). Berdasarkan RIP UHAMKA, penelitian internal Lemlitbang yang diusulkan ini beruntuk menjawab tantangan untuk “meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan dalam menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas” dengan fokus, yang diantaranya adalah aspek pengembangan kompetensi dan profesionalisme guru (Lemlitbang, 2016). Sedangkan dalam terkait dengan peta jalan penelitian UHAMKA maka penelitian ini disusun untuk mengembangkan cakupan kajian penelitian dibidang social dan humaniora.

Selain itu, penelitian ini dikembangkan berdasarkan peta jalan penelitian Prodi Administrasi Pendidikan serta tim peneliti. Peneliti utama, Dr. Yessy Yanita Sari tahun 2012- 2015 mengembangkan standar mutu sekolah Islam terpadu yang kemudian dilanjutkan dengan riset pengembangan di tahun 2014-2015 yang mencakup pengembangan konsep terpadu kurrikulum khas Sekolah Islam Terpadu yang didalamnya mengintegrasikan konsep- konsep pendidikan, karakter serta sinergi keterlibatan orangtua. Penelitian internal yang diusulkan ini merupakan kelanjutan penelitian sebelumnya dengan mengintegrasikan teknologi dalam proses pendidikan karakter, keterlibatan orangtua, serta program parenting.

(13)

6

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian Research and Development (R&D). Menurut Sugiyono (2009:407) metode penelitian Research and Development yang selanjutnya akan disingkat menjadi R&D adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Produk tersebut tidak selalu berbentuk benda atau perangkat keras (hardware), seperti buku, alat tulis, dan alat pembelajaran lainnya. Akan tetapi, dapat pula dalam bentuk perangkat lunak (software).

Dalam pelaksanaan R&D, ada beberapa metode yang digunakan yaitu metode deskriptif, evaluatif dan eksperimental. Metode penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian awal untuk menghimpun data tentang kondisi yang ada. Metode evaluatif digunakan untuk mengevaluasi proses ujicoba pengembangan suatu produk. Dan metode eksperimen digunakan untuk menguji keampuhan dari produk yang dihasilkan.

3.2. Tempat dan Partisipan Penelitian

Uji coba penelitian dilakukan di SD Thariq bin Ziyad Bekasi dengan partispan sebanyak 150 orang tua murid

3.3. Alur Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan alur penelitian dan dibagi kedalam beberapa tahapan:

Tahap Aktivitas Indikator

Tahap 1:

Perencanaan

1. Pengembangan desain penelitian 2. Pemilihan lokasi dan sample

Dipilih sekolah Tahriq bin Ziyad

Tahap 2:

Pengembangan konsep

1. Pengembangan konsep pendidikan karakter 2. Pengembangan konsep

keterlibatan orangtua dalam pendidikan

3. Pengembangan konsep pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pendidikan

1. Diperoleh konsep pendidikan karakter 2. Diperoleh konsep

keterlibatan orangtua dalam pendidikan 3. Diperoleh konsep

pemanfaatan teknologi dalam kegiatan

(14)

7 4. Pengembangan konsep program

digital paranting

pendidikan 4. Diperoleh konsep

program digital parenting

Tahap 3:

Pengembangan teknologi

1. Pengembangan desain (diagarm) teknologi untuk memfasilitasi keterlibatan orangtua dalam pendidikan

2. Pengembangan prototipe teknologi untuk digital parenting

1. Diperoleh desain (struktur) teknologi untuk

2. Diperoleh prototipe teknologi untuk program digital parenting

Tahap 4:

Implementasi

program digital parenting

1. Pelaksanaan implementasi penggunan teknologi dalam keterlibatan orangtua di sekolah dan kegiatan penyuluhannya

1. Catatan log dalam database teknologi selama implementasi

Tahap 5:

Pengumpulan data

1. Wawancara terhadap para partisipan

1. Script wawancara

Tahap : Analisa dan penulisan laporan

1. Menganalisa log dari database yang didapat

2. Menganalisa hasil wawancara

3. Penulisan laporan

1. Pola aktivitas dan interaksi para partisipan 2. Persepsi dan pengalaman

partisipan

3. Laporan hasil riset

Catatan:

Referensi pengumpulan dan pengolahan (analisa data) menggunakan prosedur yang disarankan dalam literatur seperti Creswell, 2007 dan Cohen, Manion, Morrison, & Bell, 2011.

(15)

8 Berikut Angket Uji Coba Aplikasi yang diberikan ke orang tua

Pernyataan Sangat

tidak setuju

Tidak setuju

Netral Setuju Sangat setuju

Ease of use:

1. Aplikasi ini mudah digunakan

2. Saya merasa percaya diri dalam menggunakan aplikasi ini

3. Ikon yang digunakan dalam aplikasi ini mudah dipahami

4. Desain (tata letak, warna, huruf) aplikasi ini menarik

5. Mengunggah foto dan materi lain mudah dilakukan

6. Mengedit dan menghapus input mudah dilakukan

7. Perpindahan dari satu fitur ke fitur lainnya berjalan lancar

8. Instruksi dalam setiap fitur/menu jelas sehingga mudah dipahami

Usefulness:

9. Konten aplikasi ini bermanfaat

10. Fitur tugas-tugas dalam aplikasi mudah dikerjakan

11. Aplikasi ini membantu tugas saya sebagai orang tua dalam mendidik anak

Future use

12. Saya akan menggunakan aplikasi ini secara regular

13. Saya akan merekomendasikan aplikasi ini kepada kerabat dan kenalan saya

(16)

9

BAB 4 PEMBAHASAN

4.1 Program Digital Parenting melalui Aplikasi Smart Phone: Parents UP System Parents UP dirancang dalam desain pada diagram berikut ini:

Figure Alur akvitias pada Parents UP

Parents UP memiliki tingkat implementasi yang sangat besar, dengan mempertimbangkan: kemudahan dan keakraban penggunaan (dengan teknologi seluler), ketersediaan teknologi digital baik pihak sekolah dan orang tua, serta dukungan teknisi dalam proses pemanfaatannya. Saat ini Parents UP sedang dalam tahap implementasi terbatas di beberapa sekolah di jabodetabek. Implementasi Parents UP dilakukan melalui tahapan deseminasi seperti pada figure 1 bagian sebelumnya. Implementasi aplikasi pengasuhan digital dilakukan dengan pola sebagi berikut:

1. Pihak sekolah mendapatkan pelatihan tentang bagaimana memanfaatkan Parents Up, yakni: Pelatihan untuk tim IT atau operator sekolah dan Pelatihan edukasi untuk pimpinan sekolah dan guru

2. Sosialisasi ke orang tua melalui dua cara yaitu: edukasi langsung melalui Seminar Parenting dan Informasi melalui WA dengan menyampaikan info terkait urgensi dan tata cara menggunakan parents up melalui surat resmi dan video tutorial. Beberapa tampilan aplikasi pengasuhan digital Parents UP disajikan pada gambar berikut:

(17)

10

Figure 1 Laman Pendidik Utama – Edukasi Ayah Bunda

Figure Laman Pendidik Utama – Aktivitas Ananda

(18)

11

Figure Laman Pendidik Utama – Proyek Keluarga

Untuk menggunakan layanan aplikasi pengasuhan digital, sekolah dan orang tua harus menggunakan aplikasi yang tertanam (terinstal) pada telepon pintar masing-masing. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

a. Orang tua dapat mendownload melalui play store

b. Sekolah memberi Password dan Username ke masing-masing orang tua

c. Orang tua mulai menggunakan Parents UP secara rutin tiap hari dengan masuk ke modul pendidik utama yang akan disambut dengan video pembuka yang berisi sekilas tentang Parents UP

d. Selanjutnya masuk ke fitur yang telah disediakan. Pada setiap fitur akan diberikan petunjuk penggunaannya (seperti gambar di atas)

e. Isi setiap fitur diatur oleh operator sekolah, baik isi materi maupun tenggat waktunya f. Isi fitur telah disiapkan tim pedagog Parents UP

Jika sekolah ingin menambahkan materi sendiri, disediakan format khusus yang dirancang customize sesuai kebutuhanodan khas sekolah. Begitu juga sekolah dapat mengurangi atau menambah poin di fitur aktivitas ananda misalnya setiap bulannya, sekolah dapat memantau keterlibatan tiap orang tua melalui resume aktivitas tiap orang tua yang akan muncul di operator. Ini bisa dijadikan raport orang tua sekaligus portopolio anak dan orang tua.

Sebagai gambaran dari hasil implementasi tahap awal, dari sosialisasi ke berbagai sekolah di beberapa wilayah Indonesia baik melalui media sosial maupun seminar parenting yang

(19)

12 dilakukan pihak sekolah maupun orang tua menyambut baik aplikasi ini. Secara non digital, pasca pelatihan guru maupun seminar parenting bagi orang tua, sebagian sekolah telah menjalankan poin penting pelibatan orang tua yang termaktub dalam fitur Parents UP (terlampir video projek keluarga yang sudah dilakukan di sebuah sekolah). Melalui model digital, diharapkan akan lebih masif dan komperhensif tingkat implementasi dan keberhasilannya.

Integrasi aplikasi pengasuhan digital Parents UP dalam teknologi selular akan memberikan banyak manfaat, khususnya dalam meningkatkan sinergi sekolah dan orang tua dalam pendidikan karakter. Manfaat tersebut secara umum antara lain:

1. Membantu orang tua sebagai pendidik pertama dan utama menunaikan amanah dari Sang Pencipta untuk dapat mendidik anak yang berkarakter mulia

2. Memanfaatkan teknologi, dalam hal ini smart phone yang sudah menjadi barang primer di era digital ini, untuk hal yang lebih esensi yaknihal positif khususnya membangun pendidikan karakter

3. Mewujudkan sinergi antara sekolah dan orang tua secara optimal khususnya dalam pendidikan karakter anak.

4. Menjawab kebutuhan masyarakat terhadap permasalahn karakter anak bangsa juga kekurang terlibatan orang tua pada pendidikan anak di sekolah.

Secara khusus, Parents UP memiliki manfaat, sebagai berikut:

1. Menyadarkan orang tua arti pentingnya pengasuhan, yang bukan sekedar menyerahkan ke sekolah saja.

2. Mengembalikan hakikat pendidikan bukan hanya di bidang akademik namun karakter itu yang tak kalah penting.

3. Mendekatkan kembali anak-anak kepada orang tuanya, yang di zaman ini, hubungan orang tua anak semakin jauh.

4. Sekolah dapat mengetahui secara akuat berdasarkan rapor yang dikeluarkan Parents UP, tingkat keterlibatan orang tua dalam pendidikan karakter anak, sehingga sekolah dapat mengevaluasi dan selanjutnya menindaklanjuti dengan lebih tepat.

(20)

13 Manfaat lainnya dapat dijabarkan dari modul dan fitur fitur pada Parents UP antara lain.

1. Edukasi

Berisi artikel kajian pengasuhan dengan berbagai tema, yang akan diharapkan mengedukasi orang tua khusunya terkait pengasuhan anak. Manfaatnya, orang tua akan mendapatkan ilmu pengasuhan secara tematik dan berkesinambungan

2. Aktivitas Ananda

Berisi tabel kegiatan anak dari berbagai sisi, termasuk kegiatan yang berhubungan dengan pembangunan karakter. Melalui check list yang dikerjakan orang tua, diharapkan orang tua peduli dan terlibat dalam kegiatan sehari hari ananda walau tidak 24 jan membersamai mereka karena bekerja atau kesibukan lain.

3. Projek Keluarga

PR atau pekerjaan rumah berupa projek keluarga berbasis karakter. PR ini dikerjakan oleh ayah bunda dan ananda. Manfaatnya, orang tua, baik ayah maupun ibu akan lebih dekat dengan anak. Ada beberapa PR yang bahkan hanya khusus dikerjakan oleh ayah dan anak tanpa ibu, misalnya : membaca buku bersama di malam hari pada pekan ini.

4. Catatan Ayah Bunda

Ayah dan bunda akan dapat mencatat perkembangan anak, khususnya karakter. Catatan ini serupa dengan konsep anecdotal record di sekolah, namun kali ini dikerjakan oleh orang tua. Manfaatnya, orang tua akan terbiasa melakukan observasi, agar mengetahui dan mampu mengevaluasi perkembangan karakter anak.

5. Galeri

Kumpulan foto dan video yang berhubungan dengan aktivitas ananda, bermanfaat sebagai portofolio kehidupan anak.

6. Forum

Sarana komunikasi antar orang tua dan guru, orang tua dan sesama orang tua.

Manfaatnya untuk semakin bersinergi membangun karakter anak

4.2 Implementasi Parents UP di Sekolah

Uji coba dilaksanakan di SDIT Thoriq bin Ziyad Bekasi. Pada awalnya dilakukan wawancara dengan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah untuk mendapatkan gambaran telang pelaksanan program parenting yang telah berlangsung selama ini. Didapatkan informasi program parenting berjalan secara berkala per semester dengan memanggil nara sumber yang mengedukasi orang tua tentang pengasuhan anak. Selain itu ada forum komite

(21)

14 sekolah yang mengadakan berbagai kegiatan orang tua. Namun demikian belum didapat hasil yang optimal terkait pelibatan orang tua karena tidak semua orang tua terlibat secara aktif. Tak ada alat kontrol yang bisa memastikan orang tua harus ikut dan terlibat.

Selanjutnya tatap muka dilakukan dengan orang tua khususnya pengurus komite sekolah atau POMG. Dalam tatap muka ini dilakukan juga edukasi awal tentang pentingnya keterlibatan orang tua melalui kegiatan pengajian rutin bulanan. Orang tua antusias mengikuti kegiatan ini dan berharap ada sistem yang bisa membantu mereka dalam bersinergi dengan sekolah selama mendidik anak mereka.

(22)

15 Setelah penyempurnaan pembuatan aplikasi dihasilkan, dilakukan sosialisasi secara paralel. Untuk pimpinan dan operator sekolah, diberikan pelatiha tentang penggunaan aplikasi tersebut. Untuk Orang tua disosialisasikan urgensi, manfaat dan cara menggunakan aplikasi Parents UP. Sosiallisasi dihadiri hampir semua orang tua murid dari jenjang kelas 1 hingga kelas 6 yang berjumlah 300 orang, dilaksanakan di hotel Santika Bekasi. Sosialisasi berupa seminar parenting untuk orang tua. Secara keseluruhan tanggapan orang tua sangat baik. Mereka begitu antusias untuk mencoba aplikasi ini.

Di sisi lain, pihak sekolah pun telah mendapatkan training bagi para operator yang akan mengoperasikan aplikasi ini. Secara umum tak ada kendala yang berarti, karena sistem dibuat dengan dua model. Operator terpusat dan mandiri. Operator terpusat, sekolah hanya memantau saja. Operator mandiri, sekolah yang mengatur keluar masuk kontain aplikasi dan dapat pula membuat kontain sendiri sesuai template yang telah disediakan. Pimpinan sekolah khususnya kepala sekolah pun mengikuti training juga. Pimpinan sekolah yang akan mengawasi dan memanfaatkan data yang ada.

Setelah melaksanakan uji coba selama kurang lebih 2 pekan, orangtua diminta feedback nya melalui pengisian angket melalui bit.ly/surveyparentsup. Hasil survey menunjukkan bahwa aplikasi ini mudah digunakan. Orang tua tidak menemui kendala dalam menggunakannya. Ikon yang ada ajuga mudah dipahami. Desain alikasi masih butuh penyempurnaan. Untuk mengunduh foto tidak ada kendala berarti. Mengedit dan menghapus input mudah dilakukan. Perpindahan dari satu fitur ke fitur lainnya berjaan lancar. Intruksi dalam tiap fitur sebagian sudah cukup jelas sebagian lain perlu dicermati lagi. Konten aplikasi dinilai sangat bermanfaat. Fitur tugas dalam aplikasi mudah dikerjakan tergantung kemauan pengguna. Aplikasi ini sangat membantu orang tua dalam mendidik

(23)

16 karakter anak. Berdasarkan survey 90% orang tua ingin menggunakan aplikasi ini dan akan merekomendasikannya ke orang kerabat maupun kenalan.

(24)

17 BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Implementasi inovasi pengasuhan digital dalam rangka meningkatkan sinergi sekolah dan orang tua dalam pendidikan karakter siswa tentunya akan berdampak sosial. Dampak social yang dimaksudkan adalan terjalinnya hubungan yang erat dan saling menguntungkan antara sekolah dan anak. Sehingga aktivitas pendidikan, khususnya dalam hal menanamkan dan mengembangkan karakter anak menjadi tanggung jawab bersama bukan lagi menitik beratkan pada aktivitas pembelajaran disekolah. Dengan kata lain, orang tua menjadi lebih sadar akan tanggung jawabnya dalam pendidikan anaknya di sekolah, maupun dilingkungan tempat tinggalnya. Selain itu, orang tua akan menjadi lebih terarah dan akan dibantu dalam penanaman karakter baik anak dan menjaganya dalam interaksi sehari-hari di sekolah dan dirumah. Penyebaran karakter yang baik dan aplikasinya yang berkelanjutan tentunya akan berdampak positif terkait kehidupan bermasyarakat.

5.2 Saran

Model pengembangan konsep pendidikan karakter melalui sinergi sekolah dan orang tua berbasis digital perlu pengembangan lebih lanjut baik dari sisi kontain maupun pemasarannya. Kontain dari aplikasi Parents UP ini harus terus diperbanyak dan sempurnakan. Agar kebermanfaatan menjadi lebih luas, maka dukungan berbagai pihak dibutuhkan. Parents UP akan lebih berkembang jika dibentuk start up.

(25)

18 BAB 6

LUARAN

6.1 Aplikasi Parents UP

6.2 HAKI

Aplikasi pengasuhan digital (e-parenting) dalam meningkatkan sinergi sekolah dan orang tua dalam pendidikan karakter siswa sudah didaftarkan untuk mendapatkan hak atas kekayakan intelektual (HAKI) Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia dengan nomor pendaftaran: EC00201828781.

(26)

19

DAFTAR PUSTAKA

Abu, L., Mokhtar, M., Hassan, Z., & Suhan, S.Z.D. (2015). How to Develop Character of Madrassa Students in Indonesia. Journal of Education and Learning. 9(1). 79-86 Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2007). What works in character education. Journal of

Research in Character Education. 5(1). 29-48

Cohen, L., Manion, L., Morrison, K., & Bell, R. (2011). Research methods in education.

London: Routledge.

Creswell, J. (1998). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five traditions. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Creswell, J. W. (2007). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five traditions (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Darmayanti, S. E., & Wibowo, U. B. (2014). Evaluasi program pendidikan karakter di sekolah dasar Kabupaten Kulon Progo. Jurmal Prima Edukasia, 2(2), 223-234

Darmiyati, Zuhdan dan Muhsinatun. (2010). Pengembangan model pendidikan karakter terintegrasi dalam pembelajaran bidang studi di Sekolah Dasar. e-jurnal Cakrawala Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

Hidayati, A., Zaim, M., Rukun, K., & Darmansyah (2014). The development of character education curriculum for elementary students in West Sumatera. International Journal of Education and Research. 2(6). 189-198

Monikasari, C. (2013). Pelaksanaan program parenting bagi orang tua peserta didik di PAUD Permata Hati. Diklus. XVII(01). 281-291

Setyowati, R.N. (2013). Implementasi pendidikan karakter melalui kultur sekolah pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo. Kajian Moral dan Kewarganegaraan.

1(1). 165-179

Sumargi, A., Sofronoff, K., & Morawska, A. (2014). Parenting Practices and Parenting Programs in Indonesia: A literature Review. Indonesian Psychological Journal, 29(4), 186-198

Tomlinson, H. B., & Andina, S. (2015). Parenting Education in Indonesia: Review and recommendations to streghten programs and systems. Washington: World Bank Group

(27)

20

LAMPIRAN

Lampiran 1. Anggaran Biaya

Total dana yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dengan rincian setiap tahapnya sebagai berikut. Total dana yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah Rp. 10.000.000,- (d juta rupiah) dengan rincian setiap tahapnya sebagai berikut.

No Jenis Pengeluaran Jumlah 1.

2.

3.

4.

Honor/Upah

Perjalanan atau transport Barang barang dan peralatan Publikasi

2.500.000 2.500.000 3.500.000

1.500.000 J u m l a h 10.000.000,-

RINCIAN KEUANGAN

1. HONOR OUTPUT KEGIATAN

Item Honor Volume Satuan Honor (Rp) Total (Rp)

1. Honorarium Ketua Peneliti 1 buah 1.500.000 1.500.000

2. Honorarium 1 anggota penelitian 1 buah 1.000.000 1.000.000 Sub Total (Rp) 3.500.000

2. BELANJA BAHAN DAN PERALATAN

Item Bahan Volume Satuan Harga (Rp) Total (Rp)

1. Pembelian Tinta Warna 4 botol 100.000 400.000

2. ATK 3 paket 200.000 500.000

3. Pembelian Kertas A4 4 rim 50.000 200.000

4. Akses Internet 8 bulan 250.000 500.000

5. Jilid Laporan 4 buah 25.000 100.000

6. Pembelian Hardware Penyimpan Data (Server)

1 unit 1.500.000 800.000

Sub Total (Rp) 2. 500.000

(28)

21 3 BELANJA PERJALANAN LAINNYA

Item Bahan Volume Satuan Harga (Rp) Total (Rp) 1. Observasi/Kunjungan ke sekolah 4 kali 250.000 500.000 2. Pembuatan Design Sistem Teknologi 1 unit 2.000.000 1.000.000 3. Pembuatan Prototype Teknologi 1 unit 1.500.000 1.000.000

4. Konsultasi IT 3 kali 500.000 500.000

5. Analisis Data 40 Jam 92.500 500.000

Sub Total (Rp) 3.500.000 4. LAIN_LAIN

Item Bahan Volume Satuan Harga (Rp) Total (Rp) 1. Publikasi Jurnal Internasional 1 kali 1.500.000 1.500.000 Sub Total (Rp)

Total Keseluruhan Rp. 10.000.000

Lampiran 2. Jadwal Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan prosedur dan rencana waktu penelitian sebagai berikut:

0 1 2 3 4 5 6 7

Observasi awal Wawancara Observasi dan pengumpulan dokumen terkait Analisa data Pembuatan Panduan Orang Tua Pembuatan Laporan

Bulan K

e g i a t a n

Jadwal Penelitian

(29)

22 Lampiran 3 Susunan Organisasi dan Pembagian Tugas Tim Peneliti

No Nama NIDN AlokasiWaktu

(Jam / Minggu) Job Desk

1 YessyYanita Sari 0330017601 10 jam Ketua Peneliti

2 Siti Zulaiha 0305107402 10 jam Anggota Peneliti

No Nama DeskripsiTugas Job Desk

1 Yessy Yanita Sari

Melakukan survei pendahuluan

Supply data awal

Melakukan observasi di tempat penelitian

Melakukan wawancara

Analisa data bersama

Pembuatan buku panduan

Sosialisasi hasil penelitian

Ketua Peneliti

2 Siti Zulaiha

 Studi literatur

Merancang proposal penelitian

Melakukan wawancara

Analisa data bersama

Perapihan laporan penelitian

Pembuatan draft jurnal untuk publikasi

Anggota Peneliti

Referensi

Dokumen terkait

This paper reviews the detail of physical, chemical and green chemistry methods for synthesis of Ag-np and also its mechanism as antibacterial to inhibit many microbial pathogens..