• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN PENELITIAN"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja menurut Sutrisno adalah pelatihan, kemampuan mental dan fisik pegawai serta hubungan kepemimpinan antara atasan dan bawahan. Selain kedua faktor di atas, produktivitas kerja juga dipengaruhi oleh cara kerja komunikasi interpersonal dalam organisasi/perusahaan. Kondisi menurunnya produktivitas tenaga kerja ini dapat disebabkan oleh aspek permasalahan yang telah penulis uraikan di atas.

Manajer di perusahaan juga tidak membekali karyawannya dengan alat untuk menyalurkan pendapat, masukan atau idenya guna meningkatkan produktivitas kerja. Selain kepemimpinan yang tidak efektif, faktor lain yang juga menjadi penyebab menurunnya produktivitas kerja adalah rendahnya motivasi. Dalam penelitian Vico Wetri Rumandor (2013) tentang produktivitas kerja menunjukkan bahwa secara simultan motivasi, disiplin kerja dan kepemimpinan berpengaruh terhadap produktivitas kerja.

Menurut penelitian Septeria Noor Yuliansa (2018) tentang produktivitas, variabel motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja. Dari uraian masalah diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “DAMPAK KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA PT.

Tabel 1.1 Target Produktivitas PT. Maxistar Intermoda Indonesia Tahun 2017- 2019
Tabel 1.1 Target Produktivitas PT. Maxistar Intermoda Indonesia Tahun 2017- 2019

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Perumusan Masalah Penelitian

KAJIAN LITERATUR

Landasan Teori

Menurut Sutrisno, kepemimpinan adalah suatu proses kegiatan seseorang untuk menggerakkan orang lain dengan cara memimpin, memimpin, mempengaruhi orang lain agar melakukan sesuatu guna mencapai hasil yang diharapkan. Menurut Rivai, motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal tertentu sesuai dengan tujuan individu. Menurut Hardjana, komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antara dua orang atau lebih, dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima pesan dapat menerima dan menanggapi secara langsung.

Aspek keinginan untuk terbuka terhadap setiap orang yang berinteraksi dengan orang lain dan keinginan untuk menanggapi secara jujur ​​segala informasi yang datang kepadanya. Komunikasi interpersonal akan berhasil jika terdapat perhatian positif terhadap seseorang, perasaan positif terhadap seseorang yang dikomunikasikan, dan perasaan positif dalam situasi komunikasi secara umum sangat membantu mengefektifkan kerjasama.

Kerangka Pemikiran

Hipotesis

Dalam suatu perusahaan, manajer bukan hanya individu yang mempunyai wewenang dan kekuasaan terhadap karyawannya, tetapi juga individu yang mengatur dan mengontrol bagaimana karyawan akan melaksanakan tugas dengan baik, efektif, dan efisien. Setiap perusahaan selalu mengharapkan karyawannya memiliki motivasi yang tinggi karena motivasi yang tinggi akan meningkatkan produktivitas kerja mereka. Pegawai yang mempunyai motivasi kerja yang tinggi akan bekerja sesuai standar yang berlaku dan sesuai waktu yang telah ditetapkan, memerlukan sedikit pengawasan dan membantu terciptanya suasana kerja yang kondusif dalam bekerja.

Komunikasi interpersonal sangat berpengaruh dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan karena komunikasi merupakan kunci utama keberhasilan kerja. Tentu saja, jika komunikasi dari awal tidak baik, maka tujuan dari apa yang ingin Anda sampaikan pada akhirnya akan berubah. tidak terealisasi seperti yang diharapkan. Hubungan Kepemimpinan, Motivasi Dan Komunikasi Interpersonal Setelah melihat penjelasan di atas, diduga ketiga faktor tersebut mempunyai pengaruh secara parsial, sehingga perlu diajukan hipotesis secara bersamaan. Ha : Terdapat pengaruh antara kepemimpinan, motivasi dan komunikasi interpersonal terhadap produktivitas kerja karyawan PT.

METODELOGI PENELITIAN

Populasi dan Sampel

Operasionalisasi Variabel

Rancangan Analisis

Rata-rata keseluruhan variabel Komunikasi Interpersonal berada pada klasifikasi sangat tinggi dengan skor sebesar 4,45. Dari tabel 4.4 uraian variabel produktivitas kerja terlihat bahwa indikator dengan nilai rata-rata tertinggi adalah “Pengalaman kerja” dengan skor sebesar 4,71 dengan pernyataan “Pengalaman kerja yang saya miliki membantu meningkatkan produktivitas kerja”. Hal ini dapat diartikan bahwa karyawan merasa terbantu dengan pengalaman kerja yang dimilikinya, sehingga produktivitas kerja karyawan dapat meningkat.

Dengan total skor rata-rata pada variabel produktivitas kerja sebesar 4,50 maka dapat disimpulkan produktivitas kerja pada karyawan PT. Berdasarkan tabel 4.7 diatas, dari hasil uji validitas data komunikasi interpersonal (X3) terlihat bahwa nilai pada kolom R hitung mempunyai nilai yang lebih besar dibandingkan dengan kolom R tabel yaitu sebesar 0,235. Berdasarkan tabel 4.8 diatas, dari hasil uji validitas data produktivitas tenaga kerja (Y) terlihat bahwa nilai pada kolom R hitung mempunyai nilai yang lebih besar dibandingkan dengan kolom R tabel yaitu sebesar 0,235.

Dari hasil uji reliabilitas diperoleh nilai koefisien reliabilitas angket kepemimpinan (X1) sebesar 0,796, angket motivasi (X2) sebesar 0,610, angket komunikasi interpersonal (X3) sebesar 0,645, dan angket produktivitas kerja (Y) sebesar 0,645. Jadi secara parsial dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja, Ha diterima. Dari data diatas terlihat bahwa pengaruh simultan variabel kepemimpinan, motivasi dan komunikasi interpersonal terhadap produktivitas kerja mempunyai nilai sig sebesar 0,000.

Variabel Kepemimpinan, Motivasi dan Komunikasi Interpersonal berpengaruh secara simultan terhadap produktivitas kerja dengan nilai sig. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan, motivasi dan komunikasi interpersonal terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Dengan koefisien determinasi sebesar 61,4 antara kepemimpinan, motivasi dan komunikasi interpersonal terhadap produktivitas kerja, sedangkan sisanya sebesar 38,6% berasal dari faktor lain yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja seperti loyalitas, penghargaan dan lain-lain.

Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap model penelitian yang dikembangkan, terdapat beberapa implikasi dari hasil penelitian ini: Dari hasil data penelitian yang diperoleh, bahwa variabel kepemimpinan, motivasi dan komunikasi interpersonal secara simultan berpengaruh terhadap produktivitas kerja. dengan 61,4% yang berarti masih terdapat 38,6% variabel lain yang mempengaruhi. Artinya ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan perubahan produktivitas tenaga kerja sebesar 61,4%, sehingga untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja variabel-variabel tersebut sangat penting untuk diperhatikan. Sehingga dapat disarankan bahwa sebenarnya semua variabel mempunyai potensi mempengaruhi produktivitas kerja karyawan di PT.

Pemimpin juga harus lebih inovatif dalam memberikan gagasan dan gagasan yang dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawannya. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah mencari variabel lain yang mungkin berdampak terhadap produktivitas tenaga kerja, karena pada penelitian ini ditemukan nilai R2 sebesar 61,4 sehingga ketiga variabel tersebut masih sedikit menjelaskan dampak terhadap produktivitas tenaga kerja. Pengaruh komunikasi interpersonal dan kepercayaan diri guru terhadap produktivitas kerja guru sekolah dasar di kota tomohon.

Motivasi, Disiplin Kerja, dan Manajemen Produktivitas Kerja pada Badan Kepegawaian dan Pelatihan Daerah Minahasa Selatan.

Tabel 4.1 Deskripsi Variabel Kepemimpinan (X1) Descriptive  Statistics
Tabel 4.1 Deskripsi Variabel Kepemimpinan (X1) Descriptive Statistics

HASIL DAN PEMBAHASAN

KESIMPULAN, SARAN DAN IMPLIKASI

Gambar

Tabel 1.1 Target Produktivitas PT. Maxistar Intermoda Indonesia Tahun 2017- 2019
Gambar 1 Kerangka Pemikiran
Tabel 4.1 Deskripsi Variabel Kepemimpinan (X1) Descriptive  Statistics
Tabel 4.2 Deskripsi Variabel Motivasi (X2) Descriptive Statistics
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dependent Variable: Total_Y Data Source Processed 2021 𝐾𝐷 = 𝑅2× 100% Descriptions: KD = Coefficient Determination R2 = Value of Coefficient Correlation .KD = 0,7592 x 100% KD =