• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN PENELITIAN"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return On Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER) dan Current Ratio (CR) terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2020. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa Return on Assets (ROA) dan Current Ratio (CR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham, sedangkan Debt to Equity (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.

Secara bersama-sama Return on Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER) dan Current Ratio (CR) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Return Saham. Hasil penelitian Simanjuntak, dkk (2019) menunjukkan bahwa Current Ratio (CR) tidak dapat mempengaruhi return saham.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Sedangkan hasil penelitian Yusril dan Ervin Murtini (2018) menunjukkan bahwa return on assets (ROA) berpengaruh terhadap return saham. Hasil penelitian Supriantikasari dan Utami (2019) mengungkapkan bahwa debt-equity ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap return saham, sedangkan (Saraswati, et al., 2020) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa debt-equity rasio (DER) dapat mempengaruhi saham. kembali. Berbeda dengan penelitian Hizkia Christian et al. (2021) yang mengungkapkan bahwa Current Ratio (CR) berpengaruh terhadap return saham.

Rumusan Masalah Penelitian

Luaran penelitian dari penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan, mengembangkan ilmu pengetahuan dan dapat dijadikan referensi bagi para peneliti selanjutnya khususnya yang mengambil pokok bahasan return saham. Dan hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan investasi bagi calon investor yang ingin menanamkan modalnya pada perusahaan manufaktur di berbagai sektor industri yang terdaftar di BEI, dan bagi perusahaan dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk melanjutkan investasinya. meningkatkan kinerja keuangan perusahaan guna menghasilkan return saham yang lebih menguntungkan.

KAJIAN LITERATUR

Landasan Teori 1. Pasar Modal

  • Analisis Fundamental
  • Return Saham
  • Pengaruh Return On Asset (ROA) secara signifikan terhadap return saham Eduardus (2010:372) dalam Darajat (2018) mengungkapkan bahwa: “Return on
  • Pengaruh Debt To Equity Ratio (DER) secara signifikan terhadap return saham Perbandingan antara total utang perusahaan dengan total ekuitas merupakan definisi
  • Pengaruh Current Ratio (CR) secara signifikan terhadap return saham
  • Pengaruh Return On Asset (ROA), Debt To Equity Ratio (DER) dan Current Ratio (CR) bersama-sama secara signifikan terhadap return saham

Eduardus i Darajat (2018) menyatakan bahwa: “Return on assets (ROA) menggambarkan seberapa baik aset yang dimiliki suatu emiten dapat menghasilkan keuntungan.” Jadi dapat disimpulkan bahwa return on assets (ROA) merupakan rasio yang memperkirakan seberapa besar suatu perusahaan menggunakan asetnya untuk memperoleh keuntungan dengan mempertimbangkan laba bersih dan total aset. Pengaruh signifikan Return on Assets (ROA) terhadap return saham. Eduardus dalam Darajat (2018) mengungkapkan bahwa: “Return on Eduardus dalam Darajat (2018) mengungkapkan bahwa: “Return on Asset (ROA) menggambarkan seberapa baik aset yang dimiliki emiten mampu menghasilkan keuntungan. ”.

Tingkat return on assets (ROA) berkaitan dengan pengelolaan aset perusahaan yang menggambarkan efektivitas operasional suatu emiten. Minat calon investor akan semakin meningkat terhadap saham perusahaan yang mampu memperoleh laba yang tinggi, karena semakin tinggi Return On Asset (ROA) maka semakin tinggi pula kemampuan perusahaan tersebut dalam memperoleh laba. Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap return saham. Perbandingan total utang perusahaan dengan total ekuitas itulah definisinya. Perbandingan antara total utang perusahaan dengan total ekuitas merupakan definisi dari rasio utang terhadap ekuitas (Handayani & Zulyanti, 2018).

Pengaruh Return On Assets (ROA), Debt To Equity Ratio (DER) dan Current Ratio (CR) secara bersama-sama adalah signifikan terhadap return saham. CR) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Emiten dengan return on assets (ROA) yang tinggi akan menunjukkan kinerja emiten yang lebih baik dan return ekuitas yang diterima pemegang saham akan meningkat. Dapat disimpulkan bahwa Return On Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER) dan Current Ratio (CR) secara bersama-sama akan mempengaruhi return saham.

Pengaruh Return On Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER) dan Current Ratio (CR) terhadap Return Saham baik secara parsial maupun bersama-sama.

Hipotesis

METODE PENELITIAN

Populasi dan Sampel

Operasionalisasi Variabel Penelitian

Debt-to-equity Ratio (DER) (X2), merupakan rasio yang menunjukkan perbandingan antara total utang emiten dengan total modal. Nilai-nilai tersebut berfungsi untuk memberikan gambaran terhadap setiap variabel yang diteliti sehingga peneliti dapat mengungkapkan ciri-ciri data yang ada dengan menjelaskan besaran setiap nilai (Sarwono, 2016:53). Analisis Regresi Linier Data Panel: merupakan data dari beberapa individu yang sejenis dan dipelajari dalam kurun waktu tertentu dengan menggunakan pendekatan General Effect Model, Fixed Effect Model, dan Random Effect Model.

Uji hipotesis klasik yaitu mengungkap keadaan data yang ada untuk menentukan model analisis mana yang paling tepat digunakan untuk memperoleh model terbaik, dengan melakukan beberapa uji hipotesis klasik antara lain: uji normalitas regresi, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Sampel Penelitian

Hasil Penelitian 1. Statistik Deskriptif

  • Uji Analisis Regresi Data Panel
  • Uji Asumsi Klasik
    • Uji Normalitas Regresi
  • Uji Hipotesis
    • Uji Signifikansi Regresi Simultan (Uji F)
    • Koefisien Determinasi

Probabilitas yang diperoleh > 0,05 sehingga dipilih model REM. Sumber : Data yang diolah oleh peneliti. Berdasarkan Gambar 4.1 terlihat nilai Jarque-Bera sebesar 117.0652 dan nilai probabilitas sebesar 0.000000 kurang dari 0.05 sehingga residualnya sama. Berdasarkan Tabel 4.4 terlihat nilai F-statistic dari prob F sebesar 0.7456 dan Obs*R-square dari prob chi square sebesar 0.7333 lebih besar dari 0.05.

Koefisien regresi variabel ROA (X1) sebesar -0,021317 yang berarti jika ROA (X1) dinaikkan sebesar 1 satuan, sedangkan variabel independen lainnya tetap maka return saham (Y) akan turun sebesar -0,021317 satuan. Koefisien regresi variabel DER (X2) sebesar 0,550653 yang berarti jika DER (X2) dinaikkan sebesar 1 satuan, sedangkan variabel independen lainnya tetap maka kualitas return saham (Y) akan meningkat sebesar 0,550653 satuan. Koefisien regresi variabel CR (X3) sebesar -0,104533 yang berarti jika CR (X3) dinaikkan sebesar 1 satuan, sedangkan variabel independen lainnya tetap maka return saham (Y) akan turun sebesar -0,104533 satuan.

Berdasarkan Tabel 4.5 nilai koefisien ROA (X1) sebesar -0,021317 yang menunjukkan bahwa ROA (X1) mempunyai pengaruh negatif terhadap return saham (Y). Berdasarkan Tabel 4.5 nilai koefisien DER (X2) sebesar 0,550653 yang menunjukkan bahwa DER (X2) mempunyai pengaruh positif terhadap return saham (Y). Berdasarkan Tabel 4.5, nilai koefisien CR (X3) sebesar -0,104533 yang menunjukkan bahwa pertumbuhan CR (X3) mempunyai pengaruh negatif terhadap return saham (Y).

Pada tabel 4.5 nilai adjust R-squared bernilai -0.008354 atau dianggap 0% yang berarti variabel ROA (X1), DER (X2) dan CR (X3) tidak memberikan kontribusi terhadap return saham (Y).

Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas Regresi
Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas Regresi

Analisis dan Pembahasan Hasil Penelitian

Dengan nilai prob (F statistik) sebesar 0.498294 lebih kecil dari 0.05, hal ini berarti variabel ROA (X1), DER (X2) dan CR (X3) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham (Y ) pada perusahaan sektor manufaktur.berbagai industri yang terdaftar di BEI tahun 2018-2020. Nilai signifikansi sebesar 0,0000 < 0,05 dengan nilai t-statistik sebesar 5,269086 > nilai t tabel sebesar 1,66757 yang berarti Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham (Y). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return Saham (Y).

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Adestia Saraswati, dkk (2020) yang menyatakan bahwa debt to equity (DER) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Hal ini dikarenakan pengelolaan aset dan hutang perusahaan yang baik dapat meningkatkan minat investor untuk berinvestasi, sehingga harga saham naik dan berdampak pada return saham. Nilai signifikansinya sebesar 0,0000 < 0,05 dengan nilai t-statistik gt; Nilai T-tabel sebesar 1.66757 yang berarti Current Ratio (CR) mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap Return Saham (Y).

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Swasti Gayatri dan Sunarsih (2020) yang menyatakan bahwa Current Ratio berpengaruh negatif dan signifikan. Hipotesis keempat (H4): Return on Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER) dan Current Ratio (CR) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap return saham. Nilai signifikansinya sebesar 0,0000 < 0,05 yang berarti Return On Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER) dan Current Ratio (CR) secara bersama-sama (bersamaan).

Nilai Adjusted R-squared sebesar -0,008354 yang berarti variabel independen tidak dapat menjelaskan variabel dependen karena Adjusted R-squared bernilai negatif.

KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

Kesimpulan

Implikasi

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio leverage atau solvabilitas yang digunakan perusahaan untuk menghitung seberapa besar utang perusahaan dapat ditutupi oleh ekuitas yang dimilikinya. Semakin tinggi rasio utang terhadap ekuitas (DER) maka semakin tinggi pula risiko kegagalan keuangan pada perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan aset dan utang perusahaan yang baik dapat meningkatkan minat investor untuk berinvestasi sehingga harga saham meningkatkan nilai return saham yang akan diterima investor.

Current Ratio (CR) merupakan rasio lancar yang dapat menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam membayar utang jangka pendek dan membiayai kegiatan fungsionalnya, jika perusahaan dapat membiayainya dengan baik maka investor akan lebih tertarik untuk menanamkan modalnya pada usaha tersebut. Semakin tinggi Current Ratio (CR) menunjukkan bahwa suatu perusahaan berada dalam keadaan likuid, semakin likuid suatu perusahaan maka semakin menarik bagi calon investor. Jika semakin banyak investor yang tertarik membeli saham tersebut, maka harga saham perusahaan akan naik dan imbal hasil saham juga bisa naik.

Namun pada penelitian ini Current Ratio (CR) mempunyai pengaruh negatif karena keuangan perusahaan lebih didominasi oleh utang jangka pendek dibandingkan kas atau aktiva lancar, sedangkan modal perusahaan tidak mencukupi sehingga membawa risiko tinggi bagi perusahaan.

Saran

Serta melakukan penelitian serupa dengan memperluas jumlah periode yang lebih panjang, untuk mengetahui keadaan perusahaan dalam jangka waktu yang lebih lama, sehingga dapat memperkuat hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Bagi calon investor, calon investor tidak hanya harus meninjau data return on assets (ROA), debt to equity ratio (DER) dan current ratio (CR), namun calon investor juga harus memperhatikan faktor-faktor lain dan rasio keuangan lain yang terkait. untuk berbagi. imbal hasil seperti laba atas ekuitas (ROE) dan laba per saham (EPS). Memilih perusahaan dengan kondisi keuangan yang sehat dapat memberikan prospek masa depan yang lebih baik, memberikan return saham yang sangat menguntungkan bagi calon investor.

Bagi perusahaan, perusahaan manufaktur harus lebih meningkatkan aspek profitabilitas yaitu return on assets (ROA) agar tidak menurun dan menimbulkan ketidakpercayaan di kalangan calon investor terhadap kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba yang tersedia bagi pemegang saham. Perusahaan manufaktur meningkatkan aspek Current Ratio (CR) agar tidak turun dan menimbulkan keraguan di kalangan calon investor terhadap ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi utang jangka pendeknya.

DAFTAR PUSTAKA

Pengaruh Earnings Per Share, Debt to Equity Ratio, Return On Assets, Price to Book Value dan Price Earnings Ratio terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2014-2015. Pengaruh Return On Assets, Debt to Equity Ratio, Current Ratio, Earnings Per Share dan Nilai Tukar Terhadap Return Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Go Public Sektor Consumer Goods Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2017 periode Pengaruh kinerja keuangan perusahaan terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2018.

Pengaruh Return on Assets, Earnings Per Share dan Debt-Equity Ratio terhadap Return Saham pada Sektor Industri Dasar dan Kimia yang Terdaftar di BEI.

Gambar

Gambar 2.1. Model Kerangka Pemikiran
Tabel 4.1. Statistik Deskriptif  Date: 07/04/21
Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas Regresi
Tabel 4.5. Regresi Linear Berganda dengan Random Effect Model  Dependent Variable: Y

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan rasio keuangan, yaitu CR Current Ratio, DER Debt to Equity Ratio, ROE Return on Equity, ROA Return on Asetss, NPM Net Profit Margin, dan