• Tidak ada hasil yang ditemukan

laporan penelitian

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "laporan penelitian"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

RANCANG BANGUN SISTEM PENGELOLAAN KAWASAN PARIWISATA RAMAN DAM KOTA METRO. Kajian prospektif pencegahan potensi konflik di masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam). Perencanaan sistem pengelolaan kawasan ekowisata lestari Bendungan Raman (kajian prospektif pencegahan potensi konflik masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam).

KERANGKA TEORI

  • Konflik Sosial
  • Ekowisata
  • Pembangunan Berkelanjutan
  • Pendekatan Sistem dan Analisis prospektif

Laporan tersebut mendefinisikan pembangunan berkelanjutan sebagai pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan saat ini tanpa membatasi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Dalam konsep pembangunan berkelanjutan, akan muncul perpaduan dua kata yang bertolak belakang, yaitu pembangunan yang memerlukan perubahan dan pemanfaatan sumber daya alam, dan keberlanjutan yang mengandung arti “tidak ada perubahan” dalam proses pembangunan berkelanjutan.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Ruang Lingkup Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Kerangka Pemikiran
  • Definisi Operasional

6 5. Perumusan kebijakan dan skenario pengembangan sistem pengelolaan kawasan Ekowisata Bendungan Raman yang berkelanjutan tanpa menimbulkan konflik sosial di masyarakat. Analisis pengembangan sistem pengelolaan berkelanjutan kawasan ekowisata Bendungan Raman yang dilakukan hanya berupa “potret”.

METODOLOGI PENELITIAN

  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Metode Penelitian
  • Metode Pengumpulan Data
  • Metode Pengolahan Data
  • Analisis Prospektif
  • Tahapan Penelitian

Pada tahap akhir dirumuskan kebijakan dan strategi pengembangan sistem pengelolaan kawasan ekowisata Ramandam yang berkelanjutan dan tidak menimbulkan konflik sosial di masyarakat. Pengumpulan data primer dilakukan melalui diskusi, wawancara, pengisian kuesioner dan observasi langsung terhadap kegiatan pengelolaan kawasan ekowisata Ramandam di lokasi penelitian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Data sosial ekonomi tersebut digunakan untuk menganalisis pandangan dan perilaku masyarakat terhadap keberlanjutan sistem pengelolaan ekosistem Ramandam.

Berdasarkan kajian literatur dan hasil penelitian di lapangan terhadap stakeholder yang terlibat dalam sistem pengelolaan ekosistem Bendungan Raman di Kota Metro, akan dirumuskan atribut kebutuhan sistem pengelolaan kawasan ekowisata Bendungan Raman. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk merumuskan skenario strategis yang berbeda untuk mengembangkan sistem pengelolaan kawasan ekowisata Bendungan Raman secara berkelanjutan dan tidak menimbulkan konflik sosial di masyarakat, yang dibangun di atas keterkaitan antara setiap dimensi pembangunan berkelanjutan. ekologi). , ekonomi, sosial budaya, teknologi, hukum dan kelembagaan). Dari analisis tersebut akan diperoleh informasi tentang faktor kunci dan tujuan strategis yang berperan dalam pengembangan sistem pengelolaan berkelanjutan kawasan ekowisata Bendungan Raman yang tidak menimbulkan konflik sosial di masyarakat sesuai dengan kebutuhan para pelaku.

Selain itu, faktor-faktor kunci ini akan digunakan untuk menggambarkan pengembangan kemungkinan masa depan untuk pengembangan sistem pengelolaan kawasan ekowisata Bendungan Raman. Penetapan faktor kunci dan sasaran strategis sangat penting dan sepenuhnya merupakan pendapat dari pihak-pihak yang berkompeten sebagai pelaku dan ahli mengenai pengelolaan kawasan ekowisata Bendungan Raman. Tujuan utama penelitian ini adalah merumuskan kebijakan dan skenario strategis untuk mengembangkan sistem pengelolaan ekowisata kawasan ekowisata Bendungan Raman secara berkelanjutan dan tidak menimbulkan konflik sosial di masyarakat.

Tabel    1.  Jenis  dan  Sumber  Data  yang  Diperlukan  dalam  Penelitian.
Tabel 1. Jenis dan Sumber Data yang Diperlukan dalam Penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Profil Kawasan Dan Rencana Pengembangan Dam Raman

Kedua analisis yang dilakukan diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kondisi terkini kawasan Ekowisata Bendungan Raman di Kota Metro. Kemungkinan kondisi yang berbeda di masa mendatang dirumuskan dalam bentuk skenario untuk mencegah potensi konflik masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam di kawasan ekowisata Bendungan Raman Kota Metro Lampung. Berdasarkan hasil identifikasi faktor-faktor penting dalam sistem pencegahan potensi konflik masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam di kawasan ekowisata Bendungan Raman Kota Metro Lampung, kondisi eksisting baik melalui kuisioner maupun focus group discussion (FGD) dengan anggota komunitas (Lampiran 3), ada beberapa atribut yang sensitif dan dinilai mempengaruhi sistem, yaitu.

Oleh karena itu keenam faktor tersebut perlu dikelola dengan baik dan menciptakan kondisi (keadaan) berbeda yang mungkin terjadi di masa mendatang guna mewujudkan penguatan sistem untuk mencegah kemungkinan terjadinya konflik masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam Kawasan Ekowisata Bendungan Raman. di Kota Metro. Tingkat kepentingan gabungan faktor-faktor tersebut pada saat analisis kondisi dan kebutuhan eksisting yang mempengaruhi pencegahan kemungkinan konflik masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam di Kawasan Ekowisata Bendungan Raman Kota Metro. Determinan Pencegahan Potensi Konflik Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam di Kawasan Ekowisata Bendungan Raman Kota Metro.

Hasil kinerja sistem berdasarkan indikator dampak yang diinginkan pihak terkait menjelaskan bahwa sistem pencegahan potensi konflik masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam di Kawasan Ekowisata Bendungan Raman Kota Metro yang ada saat ini telah relatif belum dilaksanakan. Oleh karena itu, perlu dirumuskan berbagai skenario strategi pencegahan potensi konflik masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam Kawasan Ekowisata Bendungan Raman Kota Metro untuk menghindari permasalahan konflik masyarakat di masa mendatang. 62 pengelolaan sumber daya alam di kawasan ekowisata Bendungan Raman Kota Metro dengan status yang berbeda untuk masing-masing faktor.

Berdasarkan hasil tersebut, dirumuskan tiga skenario strategi pencegahan potensi konflik di masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam di kawasan ekowisata Bendungan Raman Kota Metro, yaitu: Hasil analisis skenario strategi pencegahan potensi konflik di masyarakat di pengelolaan sumber daya alam di Bendungan Raman- kawasan ekowisata Kota Metro.

Gambar 6. Citra Satelit Kawasan Dam Raman
Gambar 6. Citra Satelit Kawasan Dam Raman

Deskripsi Skenario

Pembatasan akses dan penggunaan kawasan Bendungan Raman bagi anggota masyarakat dapat menimbulkan konflik di kemudian hari. Namun, beberapa pejabat dan warga sekitar Bendungan Raman telah mendapat informasi tentang rencana penggunaan kawasan Bendungan Raman untuk rekreasi. Keadaan tanpa perubahan tersebut harus segera dicarikan solusi terbaik untuk menghindari konflik di masyarakat.

Skenario nonantisipatif dibangun berdasarkan kondisi saat ini (existing state) dari sistem pencegahan potensi konflik masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam di kawasan ekowisata Bendungan Raman Kota Metro saat ini. Dengan demikian, pada skenario non-antisipatif, aktor kunci dalam sistem pencegahan konflik masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam kawasan ekowisata Bendungan Raman di Kota Metro menganggap bahwa pengembangan dan pengelolaan kawasan ekowisata Bendungan Raman tidak berpotensi menjadi peluang bisnis. Skenario non-antisipatif ini dibangun berdasarkan keadaan kunci/penentu dan kondisi; 1) Pembagian pendapatan yang adil dari pengelolaan kawasan ekowisata Bendungan raman yang masih belum ada kejelasan antar pelaku, baik dari segi konsep pembagian maupun realisasinya; 2) Komitmen dewan kota hampir sama dengan yang terjadi saat ini dan sebelumnya; 3) Dalam hal partisipasi, masyarakat masih belum mendukung karena menganggap bahwa kegiatan usaha ekowisata Bendungan Raman tidak mampu menghasilkan pendapatan lebih dan tidak memberikan kontribusi terhadap dinamika ekonomi dan pembangunan di daerah tersebut. percobaan; 4) Terlembaga tetapi kurang profesional; 5) Status tanah seperti sekarang; 6) Ada investor tetapi bentuk kerjasama tidak jelas dan tegas.

Apalagi jika setelah kegiatan pengelolaan situs berkembang dan bisnis ekowisata tampak sibuk dan menghasilkan pendapatan bagi pengelola atau investor. Kondisi seperti ini membutuhkan upaya yang lebih baik lagi agar tidak menimbulkan keresahan dan konflik di masyarakat. Skenario pengembangan prediktif artinya kondisi masa depan yang mungkin terjadi diperhitungkan dengan penuh pertimbangan sesuai dengan kondisi dan kemampuan sumber daya yang dimiliki serta meyakini bahwa pengelolaan kawasan ekowisata Bendungan Raman dapat memberikan keuntungan yang adil bagi pelaku usaha, serta Adapun bagi masyarakat sekitar dan memberikan kontribusi bagi kemajuan ekonomi daerah maupun Kota Metro pada umumnya.

Rekomendasi

  • KESIMPULAN DAN SARAN

68 Kelembagaan yang dibentuk benar-benar mewakili para pelaku yang terlibat termasuk masyarakat sekitar dan memahami betul fungsi kelembagaan tersebut untuk mengutamakan pemanfaatan kawasan agar bermanfaat bagi masyarakat. Lembaga profesional ini juga akan mampu menciptakan kerjasama lintas sektoral yang sinergis, karena didukung oleh semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota di tingkat provinsi; 5) Penetapan status tanah kawasan Bendungan Raman telah diproses secara benar dan tepat; 6) Kehadiran investor memahami tujuan utama pengelolaan kawasan Bendungan Raman dan menjaga komitmen yang telah disepakati. Dengan prinsip distribusi pendapatan yang adil, investor juga akan tertarik dan bersedia berinvestasi dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan ekowisata Bendungan Raman. Pengembangan kawasan Bendungan Raman merupakan wujud komitmen pemerintah kota metro dalam upaya menjadikan kawasan Bendungan Raman sebagai tempat wisata tanpa menimbulkan konflik di masyarakat.

Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan tersendiri dalam pengelolaan ekowisata Bendungan Raman agar tidak menimbulkan konflik di masyarakat. Prinsip kelestarian atau pelestarian baik air maupun flora dan fauna di sekitar Bendungan Raman merupakan tanggung jawab bersama dengan masyarakat. Pemerintah daerah tentunya perlu terus mendorong partisipasi masyarakat yang lebih tinggi dalam pengelolaan dan pemanfaatan kawasan ekowisata Bendungan Raman.

Melalui berbagai pendekatan, termasuk edukasi, pemerintah daerah dapat terus memberikan saran dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian kawasan Bendungan Raman, baik secara ekologis maupun ekonomi. Lembaga ini harus memastikan semuanya berjalan sesuai tujuan dan tidak menimbulkan konflik dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya ekowisata Dam Raman. 5 Status lahan Status keberadaan lahan kawasan ekowisata Bendungan Raman harus jelas secara legal dan formal, begitu juga ruang lingkupnya.

Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

Rancangan Sistem Pengelolaan Kawasan Ekowisata Bendungan Raman Secara Berkelanjutan (Studi Prospektif Pencegahan Potensi Konflik pada Masyarakat Setempat dalam Identifikasi Faktor Kunci/Penting/Strategis Dalam Perancangan Sistem Pengelolaan Kawasan Ekowisata Bendungan Raman Secara Berkelanjutan (Studi Prospektif pencegahan potensi konflik pada masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam) secara langsung antar faktor dalam pengelolaan kawasan ekowisata Bendungan Raman secara berkelanjutan (kajian kedepan tentang pencegahan potensi konflik pada masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam).

Nama kegiatan: Workshop penanganan FGD pencegahan potensi konflik di masyarakat dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan Ekowisata Bendungan Raman Kota Metro. FDG dihadiri oleh perangkat kelurahan, tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah Ramandam. Beberapa rumusan dari hasil kegiatan FGD banyak memberikan informasi mengenai sejarah kawasan Ramandam, perjalanan pengelolaan Ramandam hingga saat ini dan.

85 harapan masyarakat yang berbeda mengenai pengembangan dan pemanfaatan kawasan Bendungan Raman di masa mendatang. Sejauh menyangkut pengembangan transportasi, harus ada angkutan umum yang berjalan di sepanjang rute yang diusulkan ke TW Bendungan Raman atau membangun terminal. Sehingga hasil akhir akan memberikan gambaran tentang perkembangan destinasi Taman Wisata Bendungan Raman dan pembuatan studi kelayakan ekonomi pembangunan TW Bendungan Raman.

Pengelolaan TW Bendungan Raman hendaknya meningkatkan peran dan kapasitas masyarakat mulai dari perencanaan, pengadaan bibit, penanaman, pemeliharaan, pengawasan, penataan sarana dan prasarana. Melalui strategi ini diharapkan mampu meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat setempat dalam pengelolaan TW Bendungan Raman.

Tabel  1.  Pengaruh  langsung  antar  faktor  dalam  Pengelolaan  Kawasan  ekowisata Dam Raman secara berkelanjutan (studi Prospektif Pencegahan  potensi Konflik di Masyarakat dalam Pengelolaan SDA)
Tabel 1. Pengaruh langsung antar faktor dalam Pengelolaan Kawasan ekowisata Dam Raman secara berkelanjutan (studi Prospektif Pencegahan potensi Konflik di Masyarakat dalam Pengelolaan SDA)

Gambar

Tabel    1.  Jenis  dan  Sumber  Data  yang  Diperlukan  dalam  Penelitian.
Gambar 4. Bendungan Dam Raman
Gambar 6. Citra Satelit Kawasan Dam Raman
Gambar 7. Master plan Taman Wisata Dam Raman
+7

Referensi

Dokumen terkait

Preferensi dan Potensi Pakan Monyet Hitam Kera (Macaca Maura) pada Berbagai Tutupan Vegetasi di Laboratorium Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Hutan