PENDAHULUAN
Latar Belakang
Banyak industri menggunakan fasilitas pasar modal untuk menghubungkan industri dengan investor saat membeli dan menjual saham. Pada hakekatnya pasar modal atau pasar modal merupakan wahana investasi, yaitu kegiatan penyediaan dana secara efektif kepada investor atau penanam modal (yang memiliki dana lebih) kepada perusahaan (yang membutuhkan dana), dan berfungsi sebagai alokasi dana yang maksimal (Puspitaningtyas, 2015). , hal.3) . Menurut Wiagustini (2010), dikutip oleh (Dewi & Sudiartha, 2017), peran pasar modal merupakan sarana interaksi antara pembeli dan penjual untuk menentukan harga saham, memberikan kesempatan kepada investor untuk memperoleh return, sebagai tempat berlangsungnya masyarakat untuk berpartisipasi secara luas dalam pertumbuhan ekonomi, pasar modal juga dapat memberikan manfaat bagi investor yaitu mengurangi beban informasi dan transaksi atas surat berharga.
Investor yang berinvestasi di pasar modal akan dihadapkan pada perusahaan yang berbeda dengan tingkat pengembalian modal yang berbeda terkait dengan tingkat risikonya. Investor tidak selalu mendapatkan keuntungan, terkadang investor juga dapat dirugikan oleh perusahaan yang digelutinya. nyaman. Esensi utama dari bisnis pasar modal adalah berinvestasi dengan keinginan investor untuk mendapatkan keuntungan dari investasinya di masa depan. Informasi yang tersedia di pasar modal memegang peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi segala macam transaksi perdagangan di pasar modal, karena para pelaku pasar modal akan melakukan analisis terhadap semua informasi yang ada, selain informasi yang akan diperoleh. juga akan memperhitungkan dipertimbangkan untuk calon investor ketika memilih investasi yang efisien.
Salah satu lembaga yang berperan dalam pasar modal di Indonesia adalah Bursa Efek Indonesia (BEI).
KAJIAN LITERATUR
Tinjauan Pustaka
Melihat penjelasan di atas, hipotesis yang diajukan adalah: H1: Return on equity (ROE) berpengaruh terhadap return saham. Melihat penjelasan di atas, hipotesis yang diajukan adalah: H3: Quick ratio (QR) berpengaruh terhadap return saham. Return on equity (ROE), debt-to-equity ratio (DER) dan quick ratio (QR) mempengaruhi return saham.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel debt to equity ratio (DER) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap return saham. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Quick Ratio (QR) berpengaruh semi signifikan terhadap return saham. Kemudian variabel profitabilitas (ROE), solvabilitas (DER) dan likuiditas (QR) berpengaruh signifikan terhadap return saham secara bersamaan.
Artinya variabel ROE, DER dan QR secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap return saham. Berdasarkan hasil pengujian data dan hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini diketahui bahwa profitabilitas (ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham pada perusahaan sektor konsumen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2019. Berdasarkan hasil pengujian data dan hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini diketahui bahwa Solvabilitas (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham pada perusahaan sektor konsumen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2019.
Temuan penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian yang dilakukan oleh Hendri Fauzi Iskandar, dkk yang menyatakan bahwa DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Berdasarkan hasil data dan pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini, diketahui bahwa likuiditas (QR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham pada perusahaan sektor konsumen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2019. Dari hasil data dan pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini dapat dilihat bahwa F statistik menunjukkan nilai 2,774265 > Ftabel sebesar 2,73, sehingga dapat disimpulkan bahwa Profitabilitas (ROE), Solvabilitas (DER) dan Likuiditas ( QR ) juga memiliki pengaruh terhadap return saham pada perusahaan di sektor konsumen yang terdaftar di bursa efek Indonesia.
Berdasarkan uji t (part) Profitabilitas (ROE) berpengaruh positif dan signifikan, Solvabilitas (DER) berpengaruh negatif dan signifikan, Likuiditas (QR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham pada perusahaan sektor konsumen yang terdaftar di BEI untuk periode 2017 -2019. Berdasarkan uji F (simultan), profitabilitas, solvabilitas dan likuiditas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan sektor konsumen yang terdaftar di BEI periode 2017-2019. Pengaruh laba atas ekuitas, laba per saham, ukuran perusahaan DAN arus kas operasi pada return saham.
Pengaruh current ratio, DER dan ROA terhadap return saham pada perusahaan otomotif dan komponen periode 2013-2015.
Kerangka Pemikiran
Hipotesis
Penjualan, total aset dan ekuitas berkaitan erat dengan rasio profitabilitas, rasio ini dapat mengukur kemampuan suatu industri dalam memperoleh laba (Sartono dalam (Pradiana & Yadnya, 2019). Rasio ini menguji sejauh mana perusahaan menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk memperoleh keuntungan Efisiensi dalam penggunaan modal sendiri dapat ditunjukkan jika semakin tinggi rasio ini semakin baik.
Pernyataan tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ifa Nurmasari (2017), Nindya Pradiana & I Putu Yadnya (2019), Rosmiati Tarmizi, dkk (2018), Arifah Rusydina & Sugeng Praptoyo (2017) dan penelitian Inne Afinindy & Budiyanto (2017) )). Semakin besar rasio ini maka akan semakin tidak menguntungkan karena semakin besar resiko yang akan dihadapi oleh kegagalan yang mungkin terjadi pada perusahaan (Nurmasari, 2017). Akibatnya calon investor akan menghindari perusahaan dengan risiko kegagalan yang tinggi karena pada umumnya tingkat risiko akan selalu mempengaruhi return saham yang akan diperoleh investor.
Sebaliknya jika rasio semakin kecil maka tingkat kemampuan untuk memenuhi kewajibannya dengan modal sangat baik, dan hal inilah yang akan menarik investor untuk menanamkan modalnya, lihatlah kesehatan perusahaan untuk memenuhinya. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mutiara Tumonggor, dkk (2017), Nindya Pardiana & I Putu Yadnya (2019), serta penelitian yang dilakukan oleh Neni Marlina Br Purba (2019). Rasio likuiditas menurut Sudana (2011) dalam (Tarmizi, Soedarsa, Indrayenti, &. Adrianto, 2018) merupakan rasio yang dapat mengukur kemampuan suatu industri untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Quick Ratio adalah cara perusahaan untuk mengukur kemampuan posisi likuiditas perusahaan untuk melunasi hutang lancarnya. Rasio ini hanya memperhitungkan kas dan setara kas, tidak termasuk persediaan, karena persediaan merupakan aset yang membutuhkan waktu lama untuk dikonversi menjadi uang tunai. Namun, jika QR sangat rendah, itu menunjukkan bahwa ada masalah dengan likuiditas sektor tersebut, yang menyatakan bahwa sektor tersebut telah berhenti bekerja, yang akan mempengaruhi keuntungan perusahaan, yang kemudian akan menyebabkan penurunan pengembalian ekuitas (Pradiana). & Yadnya, 2019).
Pernyataan tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nindya Pradiana & I Putu Yadnya (2019), Rosmiati Tarmizi, dkk (2018), serta penelitian oleh Soni Firmansyah & Linda Purnamasari (2017). Setelah melihat penjelasan di atas bahwa ketiga faktor tersebut diduga berpengaruh secara parsial, maka perlu diajukan hipotesis secara bersamaan.
METODELOGI PENELITIAN
Pendekatan Penelitian
Populasi dan Sampel
Analisis Data & Operasionalisasi Variabel
Dari hasil pengujian di atas diketahui bahwa: Nilai rata-rata Return Saham adalah 0,110756 dan nilai standar deviasi Return Saham adalah 0,549546. Dari Tabel 4.5 hasil regresi menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 95% (α = 5%) dengan ttabel 1,99254 dan df = 76, variabel X1 memiliki statistik 2,013445 > 1,99254 dan p-value 0 ,0496 < 0,05 , artinya variabel profitabilitas (ROE) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, terbukti H1 dari hasil tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Return On Equity (ROE) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap return ekuitas.
4.989967 < 1.99254 dan p-value 0.0000 < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel solvabilitas (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham secara parsial, dari hasil tersebut terbukti H2 . Pada penelitian ini hasil Adjusted R-square menghasilkan nilai sebesar 0,392167 atau 39,21% yang berarti kontribusi variabel independen dalam menjelaskan variasi perubahan variabel dependen yaitu profitabilitas (ROE), solvabilitas (DER), dan likuiditas (QR) terhadap return saham sebesar 39,21% sedangkan sisanya 60,79% dapat dijelaskan. Nilai koefisien yang diperoleh dari penelitian pada tabel 4.5 menghasilkan 0,618210 (positif), yang berarti bahwa variabel profitabilitas (ROE) terhadap return saham memiliki hubungan searah yang dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi profitabilitas (ROE) maka return saham itu akan lebih tinggi.
Penelitian mereka menyatakan bahwa ROE berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, namun penelitian ini memiliki hasil yang berbeda dengan penelitian Mutiara Tumonggor, dkk, dan penelitian Ifa Nurmasari yang menemukan bahwa rasio profitabilitas (ROE) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Nilai yang dihasilkan dari pengolahan data pada Tabel 4.5 menghasilkan nilai koefisien negatif yang berarti bahwa variabel solvabilitas (DER) dan variabel return saham memiliki pengaruh yang berlawanan, sehingga semakin tinggi DER maka semakin rendah return saham yang dihasilkan perusahaan. Namun penelitian ini berbeda dengan penelitian Ifa Nurmasari, Mutiara Tumonggor dkk, dan Inne Afnindy &.
Nilai yang dihasilkan dari pengolahan data pada Tabel 4.5 menghasilkan koefisien negatif yang berarti bahwa variabel likuiditas (QR) dan variabel return saham memiliki pengaruh yang berlawanan. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Neni Marlina Br Purba yang menyatakan bahwa QR berpengaruh negatif dan signifikan. Untuk penelitian selanjutnya agar dapat menambahkan periode pengamatan yang lebih lama dari tiga tahun dan menggunakan populasi yang berbeda dan cakupan yang lebih luas, sehingga hasil penelitian lebih mencerminkan keadaan sebenarnya terkait pengaruh faktor terhadap return saham.
Pengaruh Return On Asset, Debt to Equity Ratio, Current Ratio, Earning Per Share dan Nilai Tukar Terhadap Return Saham (Studi Kasus Perusahaan Go Public Sektor Consumer Goods Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2017 ). Analisis pengaruh current ratio, return on equity, debt to equity ratio dan growth terhadap return saham industri kosmetik dan rumah tangga yang terdaftar di BEI periode.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Statistik Deskriptif
Artinya kecenderungan variabel adalah rata-rata karena rata-rata lebih besar dari standar deviasi.
Uji Asumsi Klasik
Uji Regresi Linear Berganda
Pengujian Hipotesis
Analisis dan Pembahasan
Apabila perusahaan memiliki nominal utang yang lebih besar dari ekuitas yang dimilikinya tentu akan berdampak buruk bagi perusahaan karena rasio DER yang dihasilkan akan lebih tinggi, sebaliknya jika perusahaan memiliki nominal utang yang lebih rendah dari nominal ekuitas maka akan memiliki efek yang baik bagi perusahaan karena semakin kecil debt ratio atau DER maka semakin aman bagi perusahaan. Investor yang ingin berinvestasi pada perusahaan sektor konsumen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan dapat melakukan analisis mendalam terhadap perusahaan yang ingin diinvestasikan dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengembalian. pada saham untuk meminimalkan risiko investasi. Analisis Current Ratio, Return On Equity, Debt to Equity Ratio dan Pengaruh Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan Pertambangan di Pasar Modal Indonesia Tahun 2010-2014.
KESIMPULAN, SARAN DAN IMPLIKASI
Simpulan
Saran
Implikasi