LAPORAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA PENYULUHAN TANAMAN PAKCOI
HALAMAN JUDUL
Oleh : Putra Deprian
D0B022012
PROGRAM STUDI DIPLOMA III AGROBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI 2023
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah dilimpahkan rahmatnya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan ini yang berjudul “ PENYULUHAN TANAMAN PAKCOI” di desa Sembubuk Kec.Jambi luar kota, kab. Muaro jambi, Provinsi Jambi
Laporan ini dibuat agar pembaca dapat memperluas serta mengerti dengan laporan yang saya buat. Laporan ini saya buat dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari luar atau pun datang dari penyusun sendiri, namun dengan penuh kesabaran dan pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa. Akhirnya laporan ini dapat terselesaikan.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat khusus untuk saya dan para pembaca.
Walaupun laporan ini kurang dari kata sempurna, penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca sekian dan terima kasih
Jambi, Desember 2023
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...1
KATA PENGANTAR...2
BAB I...1
PENDAHULUAN...1
1.1 Latar belakang...1
1.2 Deskripsi Desa Sebubuk...2
1.3 Tujuan...2
BAB II...3
PEMBAHASAN...3
3.1 peyuluhan tanaman pakcoi...3
BAB III...5
PENUTUP...5
5.1 Kesimpulan...5
DAFTAR PUSTAKA...6
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
Tanaman pakcoi (Brassica rapa subsp. chinensis) memiliki sejarah yang kaya dan merupakan salah satu sayuran yang sangat dihargai dalam dunia kuliner dan pertanian. Asal-usulnya dapat ditelusuri ke Tiongkok, di mana tanaman ini telah menjadi bagian integral dari tradisi kuliner selama berabad-abad. Seiring dengan perjalanan waktu, popularitasnya merambat ke berbagai negara Asia dan kemudian menyebar ke seluruh dunia.
Pakcoi bukan hanya dikenal karena kelezatannya, tetapi juga karena kemampuannya untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi tumbuh. Tumbuhan ini termasuk dalam keluarga Brassicaceae dan memiliki ciri khas daun berbentuk datar dengan tangkai yang lebar, memberikan kesan visual yang unik dan membedakannya dari jenis sayuran lainnya.
Selain keunggulannya sebagai sumber nutrisi yang tinggi, pakcoi juga memiliki siklus hidup yang relatif singkat, memungkinkan petani untuk melakukan penanaman secara berulang dalam satu musim. Toleransinya terhadap cuaca ekstrem dan adaptasinya yang baik terhadap berbagai jenis lahan membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk berbagai wilayah, baik dataran rendah maupun dataran tinggi.
Kemampuan tanaman pakcoi untuk tumbuh subur di lahan sempit membuatnya menjadi solusi yang efektif dalam memaksimalkan pemanfaatan ruang pertanian.
Ketersediaan berbagai varietas pakcoi juga memberikan keleluasaan kepada petani untuk memilih jenis yang sesuai dengan kondisi lokal dan preferensi pasar.
Selain menjadi komponen utama dalam masakan Asia, pakcoi juga semakin mendapatkan perhatian di dunia internasional sebagai bagian penting dari gaya hidup sehat. Nilai gizi tinggi, kelembutan daun, dan keberagaman cara pengolahan menjadikan tanaman ini berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.
Dengan latar belakang yang demikian, budidaya pakcoi tidak hanya berkembang sebagai industri pertanian yang menjanjikan, tetapi juga mencerminkan kekayaan
warisan budaya dan kontribusi positifnya terhadap pola makan global. Melalui pemahaman mendalam akan potensi dan keunikan tanaman pakcoi, diharapkan dapat terus memberikan manfaat baik bagi petani maupun konsumen di seluruh dunia.
1.2 Deskripsi Desa Sebubuk
Desa Sembubuk merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Desa ini berada di tepi Sungai Batanghari, sekitar 15 kilometer dari Kota Jambi.
Sembubuk memiliki luas wilayah sekitar 250 hektar. Desa ini terdiri dari dua dusun, yaitu Dusun Teluk Ketapang dan Dusun Pantai Layang.
Jumlah penduduk Sembubuk berdasarkan data awal tahun 2022 adalah 1.844 jiwa.
Masyarakat Sembubuk merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku dan ras, diantaranya Melayu, Jawa, Padang, Bugis, Banjar, dan Batak.
Mata pencaharian utama penduduk Sembubuk adalah bertani dan nelayan.
Pertanian yang diusahakan di desa ini meliputi padi, jagung, dan singkong.
Sedangkan hasil laut yang diperoleh dari nelayan Sembubuk antara lain ikan, udang, dan kepiting.
Desa Sembubuk memiliki potensi wisata yang cukup besar. Salah satu potensi wisata yang paling menonjol adalah Pantai Layang. Pantai Layang merupakan pantai yang cukup indah dengan pasir putih dan air laut yang jernih. Selain itu, desa ini juga memiliki beberapa objek wisata lainnya, seperti Danau Sarang Elang, Danau Teluk Ketapang, dan Taman Wisata Alam Danau Sipin.
1.3 Tujuan
1.Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang budidaya tanaman pakcoi.
2. Meningkatkan produktivitas tanaman pakcoi
BAB II PEMBAHASAN
3.1 Peyuluhan Tanaman Pakcoi Agar Pengetahuan Pakcoi Di Masyarakat Kamin Meningkat
penyuluhan tanaman pakcoy bagi masyarakat Desa Sembubuk. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang budidaya tanaman pakcoy.
Penyuluhan dihadiri oleh sekitar 50 orang petani dan warga Desa Sembubuk.
Penyuluhan dibuka oleh Kepala BPP Kecamatan Jambi Luar Kota budidaya tanaman pakcoy memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Materi penyuluhan disampaikan menjelaskan tentang berbagai aspek budidaya tanaman pakcoy, mulai dari pemilihan bibit, pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga pemanenan.
Peserta penyuluhan tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan untuk memperdalam pemahaman mereka.
Berikut adalah beberapa poin penting yang disampaikan dalam penyuluhan tersebut:
Pemilihan bibit
Bibit pakcoy yang baik adalah bibit yang berasal dari varietas unggul, sehat, dan berumur 30-35 hari.
Pengolahan lahan
Lahan yang akan digunakan untuk menanam pakcoy harus diolah terlebih dahulu agar gembur dan subur. Pengolahan lahan dapat dilakukan dengan cara dicangkul atau dibajak.
Penanaman
Penanaman pakcoy dilakukan pada jarak tanam sekitar 15-20 cm antar tanaman.
Bibit pakcoy dapat ditanam secara langsung di lahan atau disemai terlebih dahulu.
Pemupukan
Pakcoy membutuhkan pemupukan secara teratur untuk pertumbuhan yang optimal. Pupuk yang dapat digunakan untuk pakcoy adalah pupuk organik atau pupuk kimia.
Penyiangan
Penyiangan dilakukan secara manual untuk mengendalikan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan pakcoy.
Pengendalian hama dan penyakit
Hama dan penyakit yang sering menyerang pakcoy antara lain kutu aphids, ulat, dan penyakit layu. Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan cara mekanis, kimia, atau biologis.
Pemanenan
Pakcoy dapat dipanen setelah berusia sekitar 30-45 hari. Panen dilakukan dengan cara memotong batang tepat di atas permukaan tanah.
Di akhir penyuluhan, Ibu Susi memberikan tips pemasaran tanaman pakcoy.
Pakcoy dapat dipasarkan di pasar tradisional, pasar modern, atau dijual secara langsung kepada konsumen.
Secara keseluruhan, penyuluhan tanaman pakcoy ini dapat dikatakan cukup efektif. Penyuluhan ini telah memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam budidaya tanaman pakcoy. Hal ini dapat berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman pakcoy dan kesejahteraan masyarakat Sembubuk secara keseluruhan.
2.2 Meningkatkan Produktivitas Tanaman Pakcoi
Desa Sembubuk, Jambi, merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman pakcoy. Hal ini didukung oleh kondisi alam yang cocok untuk budidaya pakcoy, yaitu tanah yang subur dan iklim yang tropis.
Untuk meningkatkan produktivitas tanaman pakcoy di Desa Sembubuk, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu:
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang budidaya tanaman pakcoy
Penyuluhan tanaman pakcoy perlu terus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang budidaya tanaman pakcoy.
Penyuluhan dapat dilakukan oleh berbagai pihak, seperti pemerintah, swasta, atau kelompok swadaya masyarakat. Penyuluhan dapat dilakukan secara langsung atau melalui media massa.
Meningkatkan kualitas bibit
Bibit merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi produktivitas tanaman pakcoy. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas bibit pakcoy yang digunakan. Bibit pakcoy yang berkualitas harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut: * Bersih dari hama dan penyakit * Sehat dan segar * Berumur tidak lebih dari 7 hari * Memiliki ukuran yang seragam
Melakukan pengolahan lahan yang tepat
Lahan yang akan ditanami pakcoy harus diolah terlebih dahulu agar menjadi gembur dan subur. Pengolahan lahan dapat dilakukan dengan cara dicangkul atau menggunakan alat berat.
Menanam pada waktu yang tepat
Waktu tanam pakcoy yang ideal adalah pada musim kemarau. Hal ini karena pakcoy tidak tahan terhadap kelebihan air.
Memberikan pemupukan yang tepat
Pemupukan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi produktivitas tanaman pakcoy. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik atau pupuk anorganik.
Melakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat
Hama dan penyakit merupakan salah satu faktor yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman pakcoy. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat. Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara preventif atau kuratif.
Melakukan pemanenan yang tepat waktu
Pemanenan pakcoy dilakukan saat daun sudah berdiameter 20-25 cm. Pemanenan dapat dilakukan dengan cara mencabut tanaman pakcoy atau memotong daunnya.
BAB III PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penyuluhan tanaman pakcoy di Desa Sembubuk, Jambi, dapat disimpulkan bahwa:
Masyarakat Desa Sembubuk memiliki antusiasme yang tinggi untuk belajar tentang budidaya tanaman pakcoy.
Peserta penyuluhan telah memahami secara umum tentang teknik
budidaya tanaman pakcoy, mulai dari pemilihan bibit, pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga pemanenan.
Peserta penyuluhan juga telah mengetahui potensi pasar dan tips pemasaran tanaman pakcoy.
Secara keseluruhan, hasil penyuluhan tanaman pakcoy di Desa Sembubuk dapat dikatakan cukup efektif. Penyuluhan ini telah memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan mereka dalam budidaya tanaman pakcoy. Hal ini dapat berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman pakcoy dan
kesejahteraan masyarakat Sembubuk secara keseluruhan.
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Z. 2015. Cara Budidaya Menanam Sawi Sendok atau Pakcoy.
http://pakarbudidaya.blogspot.com/2015/03/cara-budidaya-menanam- sawisendok-pakcoy.htmlSibarani,