• Tidak ada hasil yang ditemukan

laporan praktek kerja lapangan mahasiswa - IBS Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "laporan praktek kerja lapangan mahasiswa - IBS Repository"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

Kegiatan magang mahasiswa di IBS telah dimulai sejak mahasiswa IBS angkatan pertama pada tahun 2005 hingga saat ini. Kegiatan latihan siswa ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa khususnya keterampilan dan sikap. Kegiatan penempatan kerja dilakukan pada Bank Indonesia, bank umum konvensional dan syariah, Otoritas Jasa Keuangan dan lembaga usaha lainnya.

Kegiatan praktek kerja yang dilaksanakan di IBS sejak tahun 2005 bersifat wajib bagi mahasiswa IBS. Laporan praktek kerja mahasiswa sangat berguna untuk melihat kebutuhan kompetensi di dunia kerja khususnya di industri perbankan, serta dapat meningkatkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat mahasiswa dan dosen. Penyusunan laporan kunjungan praktek kerja mahasiswa harus disusun secara sistematis agar tujuan kunjungan dan praktek kerja mahasiswa dapat tercapai.

Sistematika laporan praktek kerja terdiri atas bagian awal, bagian ini dan bagian akhir laporan praktek. Bagian Isi Laporan Visitasi dan Praktek Kerja Bagian isi laporan praktek kerja terdiri atas :

PENDAHULUAN

Tujuan dan Manfaat Praktik Kerja

Sistematika Laporan Praktik Kerja

Sistematika laporan hendaknya dimulai dari latar belakang pelaksanaan praktek kerja, hal-hal yang ingin diperoleh dari praktek kerja, landasan teori yang dapat dijadikan landasan kajian praktek lapangan yang terdapat di tempat praktek kerja. , hasil praktek kerja dan analisis kajian hasil praktek kerja, serta kesimpulan dan solusi yang diberikan mahasiswa kepada perusahaan tempat mereka melaksanakan praktek kerja.

LANDASAN TEORI

  • Sejarah Bank Indonesia
  • Status dan Kedudukan Bank Indonesia
  • Visi, Misi, Nilai-Nilai Strategis dan Sasaran Bank Indonesia
  • Tujuan dan Tugas Bank Indonesia
  • Struktur Organisasi

Pada tahun 1968 diterbitkan Undang-Undang Bank Sentral yang mengatur kedudukan dan tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral, terpisah dari bank lain yang melaksanakan fungsi komersial. Selain tiga tugas pokok bank sentral, Bank Indonesia juga bertugas membantu pemerintah sebagai agen pembangunan. Sesuai dengan undang-undang no. 23/1999 yang menetapkan tujuan Bank Indonesia semata-mata adalah mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya diawali dengan undang-undang baru yaitu UU No. Bank Indonesia mempunyai otonomi penuh dalam perumusan dan pelaksanaan setiap tugas dan wewenangnya sebagaimana dimaksud dalam

Status dan kedudukan khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat menjalankan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efisien dan efektif. Status Bank Indonesia sebagai badan hukum publik dan badan hukum perdata ditentukan oleh undang-undang. Sebagai badan hukum publik, Bank Indonesia berwenang menetapkan peraturan hukum yang merupakan pelaksanaan undang-undang yang mengikat seluruh masyarakat luas sesuai dengan tugas dan wewenangnya.

Menyempurnakan dan memelihara organisasi dan sumber daya manusia Bank Indonesia yang mendukung nilai-nilai strategis dan berbasis kinerja serta menerapkan manajemen mutu untuk melaksanakan tugas yang ditetapkan undang-undang. Untuk mewujudkan visi, misi dan nilai-nilai strategis tersebut, Bank Indonesia telah menetapkan tujuan strategis jangka menengah dan panjang yaitu. Dalam perannya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai tujuan tunggal, yaitu mencapai dan menjaga stabilitas nilai rupiah.

Perumusan tujuan tunggal ini bertujuan untuk memperjelas tujuan yang harus dicapai Bank Indonesia serta batasan tanggung jawabnya. Dengan demikian, tercapai atau tidaknya tujuan Bank Indonesia akan mudah diukur. Bank Indonesia membentuk 8 departemen khusus untuk menjalankan misi utama kedua, mencapai stabilitas nilai rupiah dan menjaga efektivitas transmisi kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kualitatif, terdiri dari.

Bank Indonesia telah membentuk 4 departemen khusus untuk melaksanakan tugas pokok kedua, yaitu mendorong sistem keuangan nasional beroperasi secara efektif dan efisien serta mampu menahan guncangan internal dan eksternal. Bank Indonesia telah membentuk 4 departemen khusus untuk melaksanakan tugas pokok ketiga, yaitu terwujudnya sistem pembayaran yang aman, efisien, dan lancar yang berkontribusi terhadap perekonomian, stabilitas moneter, dan stabilitas sistem keuangan dengan memperhatikan aspek perluasan akses dan nasional. minat.

GAMBARAN UMUM TEMPAT PRAKTIK KERJA

Struktur Organisasi KPw BI Sumatera Utara

Tugas Pokok KPw BI Sumatera Utara

PEMBAHASAN

Pembahasan Fungsi Koordinasi, Komunikasi dan Kebijakan

Fungsi Koordinasi, Komunikasi, dan Kebijakan terdiri dari dua kata yaitu komunikasi kebijakan dan koordinasi kebijakan, dimana komunikasi kebijakan mengkomunikasikan kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral Indonesia kepada pemerintah daerah. Salah satu program yang dilaksanakan oleh Fungsi Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan adalah Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) merupakan wujud kepedulian sosial atau empati Bank Indonesia untuk berkontribusi membantu menyelesaikan permasalahan sosial ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Melalui program sosial, Bank Indonesia juga berupaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan tugas dan pencapaian tujuan Bank Indonesia. Bank Indonesia memandang sektor domestik mempunyai peranan penting dalam penopang perekonomian nasional, sama seperti sektor swasta dan pemerintah. Dengan semangat komitmen terhadap negara, Bank Indonesia yang didukung oleh 45 kantor perwakilan di seluruh Indonesia berkomitmen untuk terus berkontribusi, berempati dan peduli untuk membantu mengatasi permasalahan sosial dan ekonomi masyarakat yang dapat ditawarkan oleh negara dan lembaga.

Bukan merupakan lembaga atau organisasi atau kelompok yang mempunyai hubungan afiliasi dengan Bank Indonesia, seperti organisasi atau yayasan yang menaungi pegawai pensiunan, putra-putri pegawai dan lain-lain. Sedangkan bantuan dalam bentuk dana dapat ditransfer melalui transfer bank setelah penyerahan dokumen administrasi (seperti kuitansi, fotokopi halaman buku tabungan, laporan rekening bank) dan apabila bantuan tidak dapat diberikan melalui transfer maka bantuan dapat diberikan secara tunai dengan persetujuan pejabat yang memutuskan. . Program strategis meliputi program pembangunan ekonomi dan program peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap tujuan dan pelaksanaan tugas Bank Indonesia.

Untuk mendukung fokus pemberdayaan ekonomi rumah tangga, Bank Indonesia juga melaksanakan program unggulan yang terdiri dari Program Indonesia Pintar dan Program Pemberdayaan Perempuan. Selain itu, Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) di KPw Bank Indonesia Sumut terbagi menjadi dua jenis, yakni PSBI reguler dan PSBI tematik. PSBI Reguler dibagi menjadi dua bagian, yaitu PSBI Strategis (pembangunan perekonomian dan peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap tugas dan prestasi BI) yang berbentuk edukasi dan PSBI Responsif (bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, budaya, agama). dan agama). kerukunan dan penanggulangan musibah dan musibah) dalam bentuk sedekah.

PSBI Tematik hadir untuk mendorong pembangunan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif dalam bentuk klaster (ketahanan pangan) dan non-klaster (non-ketahanan pangan). Dalam PSBI Tematik berbasis Klaster, KPw Bank Indonesia Sumut telah membuat beberapa program yaitu Pengembangan Klaster Padi, Pengembangan Klaster Bawang Merah, Pengembangan Klaster Cabai, dan Pengembangan Klaster Kopi. Pada PSBI Reguler ini, KPw Bank Indonesia Malang bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Sumut terkait pelaksanaan program beasiswa dan pembentukan Generasi Baru Indonesia (GenBI) yang terkelola dengan baik.

Kesimpulan

Saran

Hal ini dapat penulis jelaskan mengenai laporan kegiatan praktek kerja yang menjadi bahan pembahasan dalam laporan kegiatan praktek kerja, namun tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Demi kelengkapan laporan ini, penulis mengharapkan saran dan kritik yang positif mengenai laporan kegiatan praktek kerja. Diperoleh dari www.bi.go.id: http://www.bi.go.id/id/tangan-bi/dewan-.

Diperoleh dari www.bi.go.id: http://www.bi.go.id/id/tangan-bi/function-. Diperoleh dari www.bi.go.id: http://www.bi.go.id/id/tangan-bi/function-bi/misi-visi/Contents/Default.aspx.

Referensi

Dokumen terkait