LAPORAN PRAKTEK KUNJUNGAN LAPANGAN UNIT AIRSIDE INFRASTRUCTURE & ACCESSIBILITY
Sisi Airside Infrastructure di Bandara SMB II Palembang Dosen Pengampu : Viktor Suryan S.T M.Sc
OLEH
Jasmin Masyirianti 56192010010
KONSTRUKSI PERKERASAN
POLITEKNIK PENERBANGAN PALEMBANG TEKNOLOGI REKAYASA BANDA UDARA
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena telah memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan Laporan Kerja Lapangan di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II untuk mengetahui sisi Airside bandara. Laporan ini disusun guna memenuhi tugas Bapak Viktor Suryan pada Konstruksi Perkerasan di Politeknik Penerbangan Palembang.
Terlebih dahulu, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak viktor suryan S.T., M.Sc, selaku Dosen konstruksi perkerasan yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni ini.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ini. Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun penulis menerima demi kesempurnaan makalah ini.
Penulis
DAFTAR ISI
MAKALAH ... Error! Bookmark not defined.
KATA PENGANTAR ... 1
DAFTAR ISI... 3
BAB I PENDAHULUAN ... 4
1.1 Latar belakang ... 4
1.2 Rumusan Masalah ... 4
1.3 Tujuan... 5
BAB II INFORMASI UMUM ... 6
BAB III PEMBAHASAN ... 7
2.1 Runway ... 7
2.2 Taxiway ... 9
2.3 Apron ... 11
2.4 Runway Strip ... 13
2.5 Saluran Air... 13
2.6. Pagar Daerah Keamanan Terbatas ... 14
BAB III PENUTUP ... 16
3.1 Kesimpulan... 16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Bandar udara sultan mahmud badarudin II merupakan salah satu bandara yang dioperasikan oleh PT Angkasa Pura 2. Bandar udara mahmud badarudin II memiliki panjang landas pacu sebesar 3000 x 45 meter. Bandar udara mahmud badarudin II menggunakan perkerasan flexible pada runway dan taxiway, dan menggunakan perkerasan kaku pada apron. Fasilitas yang ada pada bandar udara Mahmud Badarudin II pada sisi udara diantaranya landas pacu, landas hubung, apron, runway strip, dan saluran airside. Pada apron telah mendapatkan pengembangan sebanyak dua kali, pada tahun 2015 dan tahun 2017.
Pada Bandara Sultan Mahmud Badarudin II ini Salah satunya yakni dalam bidang keselamatan dan keamanan penerbangan.untuk meningkatkan standar keselamatan dan keamanan penerbanganseperti apa yang telah ditetapkan ole ICAO, maka salah satu Faktor yang berperan penting adala sumber Daya Manusia (SDM) perHubungan itu sendiri.
Praktek kerja Lapanga atau PKL merupakan kegiatan praktek di lapangan yang wajib dilaksanakan oleh taruna/i pengatur lalu lintasudara.Praktek kerja Lapangan pada dasarnya dilaksanakan untuk memberikan kesempatan kepada taruna/i untuk menerapkan ilmu-ilmu yang telah didapatkan di kampus dan tempatnya yang tidak jauh dari kampus serta untuk dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang sesungguh nya.Maka dari itu Poltekbang Palembang memilih Sultan Mahmud Badarudin II sebagai tempat mengikuti Praktek Kerja Lapang untuk Taruna/inya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Mengetahui Sisi Runway di Bandara SMB II 2. Mengetahui Sisi Taxiway di Bandara SMB II 3. Mengetahui Sisi Apron di Bandara SMB II
4. Mengetahui Karakteristik Runway Strip di Bandara SMB II 5. Mengetahui Bagaimana Saluran Air di Bandara SMB II
1.3 Tujuan
1. Taruna dapat mengetahui Kondisi Runway di Bandara SMB II 2. Taruna dapat mengetahui Kondisi Taxiway di Bandara SMB II 3. Taruna dapat mengetahui Kondisi Apron di Bandara SMB II 4. Taruna dapat mengetahui Runway Strip di Bandara SMB II 5. Taruna dapat mengetahui Saluran Air di Bandara SMB II
BAB II
INFORMASI UMUM TEMPAT PKL
2.1 Sejarah Bandara SMB II
Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (IATA: PLM, ICAO:
WIPP) bandar udara internasional yang melayani kota Palembang, Sumatera Selatan dan sekitarnya. Bandara ini terletak di wilayah KM.10 Kecamatan Sukarame. Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dioperasikan oleh PT Angkasa Pura II. Nama bandara ini diambil dari nama Sultan Mahmud Badaruddin II (1767-1862 yang pernah memimpin Kesultanan Palembang Darussalam (1803-1819).
Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II memiliki Panjang landasan pacu (runway) sehingga menjadi 11/29 berukuran 3571 oleh 45 meter (11716 ft × 148 ft), lebar 45 meter di atas permukaan Aspal sejak September 2014. Pada saat Provinsi Sumatera Selatan resmi terpilih sebagai tuan rumah PON XVI tahun 2004 bandara ini resmi dikelola oleh Manajemen PT (Persero) Angkasa Pura II., pemerintah berupaya untuk memperbesar kapasitas bandara sekaligus mengubah status bandara ini menjadi bandara internasional. Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dapat didarati pesawat Airbus A330, Boeing 747, Boeing 777, dan yang paling besar yaitu pesawat tipe B-747.
2.2 Waktu dan Tempat PKL
Penulis telah melaksanakan kerja praktek ini selama satu minggu mulai tanggal 07 Maret 2022 s/d 12 Maret 2022, yang bertempat di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.
2.3 Materi Kegiatan PKL
NO Hari/Tanggal Materi Lokasi Jam
1. Senin/07 Maret 2022
Unit Electrical &
Mechanical Facility
Bandara SMB II Palembang
08.00-12.00
2 Selasa/08 Maret 2022
Unit Airside
Infrastructure &
Accessibility
Bandara SMB II Palembang
08.00-12.00
3 Rabu/09 Maret 2022
Unit Electrical &
Mechanical Facility
Bandara SMB II Palembang
08.00-12.00
4 Jumat/11 Maret 2022
Unit Airside
Infrastructure &
Accessibility
Bandara SMB II Palembang
08.00-12.00
BAB III
PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
A. Runway
Runway atau landas pacu adalah tepat untuk pesawat take off dan landing.
Rauway adalah salah satu tempat vital di bandara. Pada runway pada bandar Udara Mahmud Badarudin II memiliki panjang landasan sebesar 3000 meter dengan lebar 45 meter. Kekuatan pavement pada runway bandara ini atau PCN nya adalah 80 F/C/W/T, dimana tipe pavementnya adalah flekxibel. Program perawatan pada area runway diantaranya:
1. Inspeki Rutin
Inspeksi rutin di lakukan untuk mengetahui dan memastikan kondisi pergerakan area yang sesungguhnya dengan tujuan agar pesawat udara tetap aman pada saat melewati atau mempergunakan movement area tersebut. Waktu untuk pelaksanaan inspeksi rutin adalah:
Pagi hari
Dilaksanakan 30 menit sebelum operasional penerbangan atau dilaksanakan sesuai dengan kondisi traffic penerbangan.
Siang hari
Dilaksanakan sesuai dengan kondisi traffic penerbangan.
2. Evaluasi Kekesatan Runway
Berdasarkan KP 94 tahun 2015, Evaluasi ini dilakukan tergantung dari volume lalu lintas. Jika volumelebih banyak maka diperlukan lebih sering untuk dievaluasi dibandingkan dengan bandar udara yang memiliki frekuensi penerbangan sedikit dan jenis pesawat yang lebih kecil dan lebih ringan. Fungsi dari evaluasi kekesatan runway adalah mengetahui tingkat kekesatan runway. Alat yang digunakan pada Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang adalah Mu Meter. Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II memiliki rata-rata pendaratan perhari 70 kali saat sebelum pandemi covid maka dari itu pengecekan rutin dapat dilakukan 3 bulan sekali. Selain Mu meter untuk kekesatan runway dapat menggunakan sekilo meter diaman alat tersebut lebih kompleks karena telah memuat alat yang diperlukan untuk maintenance kekesatan runway.
3. Pembersihan Rubber Deposite
Berdasarkan KP 94 Tahun 2015 Pedoman Teknis Operasional Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139-23, volume lalu lintas penerbangan yang
tinggi, maka menyebabkan gesekan antara ban pesawat dengan permukaan perkerasan menjadi banyak pula. Bekas gesekan material ban berupa karet lambat laun akan mengendap di bagian permukaan perkerasan yang menyebabkan permukaan licin terutama pada saat basah. Permukaan licin berpotensi mengakibatkan penambahan jarak pengereman dan resiko tergelincirnya pesawat.
Fungsi dari pembersihan rubber deposite adalah untuk memberikan kekesatan yang baik (good friction) pada semua kondisi cuaca terutama saat cuaca hujan (basah).
pada Bandara Udara Sultan Mahmud Badaruddin II pembersihan rubber deposite dilakukan per 6 bulan sekali. Bahan yang digunakan untuk membersihkan rubber deposite pada bandara ini adalah magnus.
4. Pengecekan Marka Runway
Pengecatan marka runway dilaksanakan ketika marka sudah mulai tidak terang (buram) guna mempermudah pesawat udara ketika take off atau landing.
5. Perbaikan Weakspot
Perbaikan weakspot dilakukan sebagai penanganan segera terhadap kerusakan- kerusakan dengan area yang relatif kecil yang terjadi pada runway/taxiway. Perbaikan dilakukan dengan cara:
Mengupas bagian permukaan yang mengalami kerusakan dengan Asphalt Cutter dan Jackhammer Penghamparan Aspal dengan penetrasi yang sesuai dengan spek perkerasan (Layer by Layer).
Pemadatan aspal menggunakan Stamper dan Mini-Roller 6. Pekerjaan Pelapisan Ulang (Overlay)
Secara umum, metode FAA AC 150/5320-6E bagian 4 Pelapisan Ulang dan Rekonstruksi dijelaskan bahwa Pelapisan Ulang atau Rekonstruksi dapat dilakukan dengan beberapa pertimbangan di antaranya adalah :
Umur perkerasan yang sudah atau akan terlampaui
Terjadinya kerusakan dan adanya perubahan asumsi desain sehingga perlu dilakukan rekonstruksi, hal ini lebih disebabkan karena penggunaan prasarana sisi udara yang melebihi kapasitas sehingga perlu dilakukan pemulihan dan peningkatan.
B. Taxiway
Taxiway atau yang disebut landas hubung berfungsi untuk menghubunkan runway dengan apron. Pada Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II memiliki 8 taxiway, 6 runway
bandara, 1 runway mengarah ke LANUD, dan 1 taxiway parallel. Pada Sultan Mahmud Badaruddin II Taxiwaynya menggunakan perkerasan lentur.
Program pemeliharaan pada area taxiway sebagai berikut:
1. Inspeksi Rutin
Inspeksi daerah pegerakan pesawat udara ini adalah untuk mengetahui dan memastikan kondisi movement area yang sesungguhnya dengan tujuan agar pesawat udara tetap aman pada saat melewati atau mempergunakan movement area tersebut.
Waktu pelaksanaan inspeksi rutin adalah:
Pagi hari
Dilaksanakan 30 menit sebelum operasional penerbangan atau dilaksanakan sesuai dengan kondisi traffic penerbangan.
Siang hari
Dilaksanakan sesuai dengan kondisi traffic penerbangan.
2. Pengecetan Marka Taxiway
Pengecatan marka taxiway dilaksanakan ketika marka sudah mulai tidak terang (buram) guna membantu pilot pesawat udara ketika hendak akan take off menuju runway atau sesudah landing menuju apron.
3. Perbaikan Weakspot
Perbaikan weakspot dilakukan sebagai penanganan segera terhadap kerusakan-kerusakan dengan area yang relatif kecil yang terjadi pada runway/taxiway. Perbaikan dilakukan dengan cara:
Mengupas bagian permukaan yang mengalami kerusakan dengan Asphalt Cutter dan Jackhammer Penghamparan Aspal dengan penetrasi yang sesuai dengan spek perkerasan (Layer by Layer).
Pemadatan aspal menggunakan Stamper dan Mini-Roller 4. Pekerjaan Pelapisan Ulang
Secara umum, metode FAA AC 150/5320-6E bagian 4 Pelapisan Ulang dan Rekonstruksi dijelaskan bahwa Pelapisan Ulang atau Rekonstruksi dapat dilakukan dengan beberapa pertimbangan di antaranya adalah :
Umur perkerasan yang sudah atau akan terlampaui.
Terjadinya kerusakan dan adanya perubahan asumsi desain sehingga perlu dilakukan rekonstruksi, hal ini lebih disebabkan karena penggunaan prasarana sisi udara yang melebihi kapasitas sehingga perlu dilakukan pemulihan dan peningkatan.
C. Apron
Apron bandara SMB II menggunakan perkerasan kaku untuk menahan beban pesawat yang parker pada bandara tersebut. Apron bandara SMB II dapat menahan beban hingga 8 pesawat dengan rincian 6 wide length dan 2 pesawat small length sejenis Pesawat Wings. Suatu area bandar udara di darat yang telah ditentukan untuk mengakomodasi pesawat udara dengan tujuan naik turun penumpang, bongkar muat kargo, penumpang, surat, pengisian bahan bakar, parkir, atau pemeliharaan pesawat udara. Program pemeliharaan pada area apron diantaranya:
1. Inspeksi Rutin
Inspeksi daerah pegerakan pesawat udara ini adalah untuk mengetahui dan memastikan kondisi movement area yang sesungguhnya dengan tujuan agar pesawat udara tetap aman pada saat melewati atau mempergunakan movement area tersebut.
Waktu pelaksanaan inspeksi rutin adalah:
Pagi hari
Dilaksanakan 30 menit sebelum operasional penerbangan atau dilaksanakan sesuai dengan kondisi traffic penerbangan.
Siang hari
Dilaksanakan sesuai dengan kondisi traffic penerbangan.
2. Pengecatan Marka Apron
Pengecatan marka apron dilaksanakan ketika marka sudah mulai tidak terang (buram) guna membantu pilot pesawat udara ketika akan memarkirkan pesawat udara atau ketika hendak take off menuju runway.
3. Perbaikan Joint Sealant
Dikarenakan perkerasan apron adalah Rigid Pavement sehingga diperlukan joint sealant sebagai bahan pengisi sambungan perkerasan beton.
4. Perbaikan Permukaan Apron
Perbaikan permukaan apron dilakukan ketika permukaan rigid rusak akibat pesawat udara maupun iklim dengan menggunakan bahan material Beton.
D. Runway Strip
Mengacu pada KP-326 Tahun 2019, Runway Strip didefinisikan sebagai Sebuah daerah yang telah ditentukan, termasuk runway dan stopway, jika ada, dengan tujuan untuk:
1. mengurangi resiko kerusakan pada pesawat udara yang melewati batas runway
2. melindungi pesawat udara yang terbang di atasnya ketika melakukan lepas landas atau pendaratan
Pada bandara Sultan Mahmud Badaruddin II memiliki runway strip dengan ukuran3.120 x 150 meter.
E. Saluran Sisi Udara
Saluran Sisi Udara berfungsi untuk mengalirkan limpasan air hujan dari area sisi udara menuju ke tempat penampungan air agar tidak terjadi genangan air yang dapat merusak struktur perkerasan/merugikan lingkungan sekitar. Pada Bandara SMB-II terdapat 2 jenis saluran sisi udara, yakni:
Saluran Terbuka, yang menampung dan mengalirkan air limpasan langsung
Saluran Tertutup, yang mengalirkan air dari saluran terbuka melintang arah runway dan jalan perimeter
Program perawatan pada saluran sisi udara dilakukan untuk menjamin dan memastikan bahwa saluran sisi udara dapat berfungsi sesuai yang diharapkan, maka Bandara SMB-II melakukan program maintenance saluran sisi udara sebagai berikut:
Pembersihan Saluran, yaitu membuang endapan di dasar saluran dan memotong rumput di dinding saluran yang dapat mengurangi kapasitas debit aliran saluran
Perbaikan Saluran, yaitu memperbaiki dinding atau dasar saluran yang mengalami kerusakan untuk mengembalikan fungsi saluran yang rusak menjadi normal kembali
F. Pagar Daerah Keamanan Terbatas (DKT)
Mengacu pada KP-601 Tahun 2015, Pagar DKT merupakan Pembatas fisik Daerah Keamanan Terbatas (Security Restricted Area), yang dapat berupa pagar dengan ketentuan/standar yang sesuai dengan kaidah-kaidah teknis dalam rangka mendukung keselamatan dan keamanan penerbangan. Ada pun pagar dapat berupa Pagar Wiremesh, Pagar BRC, atau Pagar Harmonika.
Di Bandara SMB-II pagar yang digunakan adalah Pagar BRC dengan spesifikasi yang sesuai ketentuan antara lain:
Diameter Baja 6 mm
Jarak kawat vertikal 80 mm
Tinggi Tiang 2,94 m (Tertanam 50 cm) dan dilengkapi dengan kawat berduri
Material BRC dan Tiang menggunakan Hot-Dip Galvanized
Pondasi Cor Beton 1:2:3 uk. 50 x 50 cm dan 85 x 50 cm
Program pemeliharaan pagar DKT diantaranya
Pembersihan Semak/Tumbuhan yang menjalar pada Pagar DKT dan Penyemprotan Racun Rumput untuk menjaga jarak pandang pagar dan mencegah kerusakan pagar
Perbaikan Pagar BRC yang rusak dengan cara:
- Diikat/diperkuat dengan kawat bendrat untuk kerusakan yang ringan sampai sedang
- Dilakukan penggantian BRC baru untuk kerusakan berat.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam praktek lapangan tentang sisi udara di bandar udara Sultan Mahmud Badarudin II maka dapat disimpulkan bahwa dalam fasilitas sisi udara bukan hanya tentang runway, apron, dan taxiway tetapi ada beberapa hal lain seperti runway strip, saluran, dan pagar keamannan terbatas. Sisi Airside Bandara merupakan area yang harus izin terlebih dahulu sebelum memasukinya. Maintenance pada Sisi Airside dilakukan secara berkala setiap harinya karena sisi airside merupakan organ vital pada bandara yang harus diperhatikan agar laju pergerakan pesawat tidak terhambat.