LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) DI PENGADILAN AGAMA TANJUNG KARANG
KELAS 1A BANDARLAMPUNG
Untuk memenuhi persyaratan mendapatkan nilai Praktik Kerja Lapangan
Disusun oleh:
1. PANCA PRI WAHYUNI ( 17311071 )
2. FIRDAUS AZIZAH ( 17311040 )
PROGRAM STUDI S1 SISTEM INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA BANDAR LAMPUNG
2020
LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
Nama : 1. Panca Pri Wahyuni (17311071)
2. Firdaus Azizah ( 17311040 ) Program Studi : Sistem Informasi
Instansi/perusahaan : Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A
Bandar Lampung
Alamat Instansi/perusahaan : Jl. Untung Suropati No.02 Kedaton, Bandar Lampung
Pembimbing
Pembimbing laporan PKL Pembimbing lapangan Fakultas Teknik dan Ilmu Instansi/Perusahaan PKL, Komputer,
Jafar Fakhrurozi, S.Pd., M.Hum. A.Fathurrohman, S.H., M.H.
NIK. 002 16 03 04 NIP. 19730923 200312 1 003
Menyetujui,
Program Studi Sistem Informasi Ketua,
Rusliyawati, S.Kom., M.T.I.
NIK. 031 02 08 02
Dipersiapkan dan disusun oleh:
1. Panca Pri Wahyuni (17311071) 2. Firdaus Azizah ( 17311040 )
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada tanggal 16 Oktober 2020
Dewan Penguji
Pembimbing, Penguji,
Jafar Fakhrurozi, S.Pd., M.Hum Erliyan Redy Susanto, S.Kom., M.Kom.
NIK. 002 16 03 04 NIK. 022 14 10 01
Laporan ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh nilai
Praktik Kerja Lapangan Tanggal
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Program Studi Sistem Informasi
Dekan, Ketua,
Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M. Rusliyawati, S.Kom., M.T.I.
NIK. 023 05 00 09 NIK. 021 02 08 02
KATA PENGNTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Lapangan ini. Penulisan Laporan PKL ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan nilai PKL pada Program Studi SI Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia. Kami selaku penulis menyadari bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, sangatlah sulit bagi penulis untuk menyelesaikan laporan PKL ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE., M.B.A., selaku Rektor Universitas Teknokrat Indonesia.
2. Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M. selaku Dekan FTIK Universitas Teknokrat Indonesia.
3. Rusliyawati, S.Kom., M.T.I. selaku Ketua Program Studi S1 Sistem Informasi FTIK Universitas Teknokrat Indonesia.
4. Jafar Fakhrurozi, S.Pd., M.Hum. selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk membimbing penulis menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Lapangan ini.
5. Erliyan Redy Susanto, S.Kom., M.Kom. selaku Dosen Penguji yang sudah meluangkan waktu dalam proses penyelesaian Laporan Praktik Kerja Lapangan ini.
6. Askonsri, S.Ag., M.HI., selaku Ketua Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A yang telah turut serta membantu memberikan wawasan kepada penulis selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan.
7. A. Fathurrohman, S.H., M.H., selaku pembimbing PKL di Pengadilan Agama Tanjug Karang Kelas 1A yang sudah banyak membantu serta membimbing penulis dalam usaha memperoleh data yang penulis butuhkan.
Akhir kata, penulis berharap semoga Allah SWT berkenan membalas segala kebaikan semua pihak yang telah membantu dan semoga Laporan PKL ini membawa manfaat.
Bandarlampung, 18 September 2020 Penulis,
DAFTAR ISI
Hal
PROGRAM STUDI S1 SISTEM INFORMASI ... i
LEMBAR PERSETUJUAN ...ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
KATA PENGNTAR ... iv
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR LAMPIRAN ... x
RINGKASAN PELAKSANAAN ... xi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2 Tujuan ... 2
1.3 Kegunaan PKL ... 2
2. Bagi Mahasiswa ... 2
3. Bagi Akademik ... 3
4. Bagi Perusahaan ... 3
1.4 Tempat PKL ... 3
1.5 Jadwal Waktu PKL ... 4
BAB II TINJAUAN UMUM TEMPAT PKL ... 5
2.1 Sejarah Umum Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A ... 5
2.2 Visi dan Misi Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A ... 5
1. Visi Pengadilan Agama Tanjung Karang ... 5
2. Misi Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A ... 6
2.3 Isi Lambang Pengadilan Tanjung Karang ... 6
1. Garis Tepi ... 6
2. Tulisan ... 6
3. Lukisan Cakra ... 6
4. Perisai Pancasila ... 7
5. Untaian Bunga Melati ... 7
6. Seloka”Dharmmayukti” ... 8
2.4 Struktur Organisasi ... 9
2.5 Tugas dan Fungsi ... 9
1. Tugas Pokok Ketua ... 9
2. Tugas Pokok Wakil Ketua ... 10
3. Tugas Pokok Hakim ... 10
4. Tugas Pokok Panitera Sekretaris (PANSEK) ... 10
5. Tugas Pokok Wakil Sekretaris ... 10
6. Tugas Pokok Wakil Panitera ... 11
7. Tugas Pokok Panitera Muda Gugatan ... 11
8. Tugas Pokok Panitera Muda Pemohon ... 11
9. Tugas Pokok Panitera Muda Hukum ... 12
10. Tugas Pokok Kasubag Kepegawaian ... 12
11. Tugas Pokok Kasubag Keuangan ... 12
12. Tugas Pokok Kasubag Umum ... 12
13. Tugas Pokok Panitera Pengganti ... 13
14. Tugas Pokok Fungsi Jurusita ... 13
15. Tugas Pokok Jurusita Pengganti ... 13
16. Kegiatan Umum Perusahaan ... 14
BAB III PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN ... 15
3.1. FIRDAUS AZIZAH ... 15
3.1.1. Bidang Kerja ... 15
3.1.2. Pelaksanaan Kerja ... 16
1. Mengelola Surat ... 16
2. Merekap Presensi Harian Pegawai ... 18
3. Memverifikasi LLK (Laporan Lembar Kerja ) ... 19
4. Mengelola Sistem Kepegawaian Mahkamah Agung ... 19
5. Mendesain Nama-Nama Kepegawaiaan ... 20
6. Membuat Surat Undangan ... 20
3.1.3. Kendala yang Dihadapi ... 21
1. Data pegawai yang tidak ter-update ... 21
2. Hasil scanner surat cuti yang sulit ditemukan ... 21
3. Sikap pegawai yang suka lupa Absensi Manual ... 21
4. Kekurangan Waktu dalam Pembuatan desain Nama Pegawai ... 21
5. Lambatnya memproses surat masuk. ... 22
3.1.4. Cara Mengatasi Kendala ... 22
1. Data milik pegawai yang tidak update. ... 22
2. Sulit menemukan file hasil scanner surat Cuti. ... 23
3. Sikap pegawai yang suka lupa Absensi Manual ... 23
4. Kekurangan Waktu dalam Pembuatan Desain Nama-nama Pegawai ... 24
5. Lambatnya memproses surat masuk. ... 24
3.2. PANCA PRI WAHYUNI ... 24
3.2.1. Bidang Kerja ... 24
3.2.2. Pelaksanaan Kerja ... 25
1. Mengelola Surat ... 25
2. Merekap Presensi Harian Pegawai ... 26
3. Website Komdanas MA-RI ... 27
4. Mengelola Sistem Kepegawaian Mahkamah Agung ... 29
5. Struktur Organisasi Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas IA ... 30
6. Membuat Surat Pengumuman... 31
3.2.3. Kendala Yang Dihadapi ... 31
1. Data rekap cuti pegawai yang sulit ditemukan. ... 31
2. Data Rekap cuti pegawai yang sulit untuk dilihat karna belum memiliki Aplikasi Khusus. . 32
3. Data milik pegawai yang tidak Update. ... 32
4. Penumpukan berkas atau surat di ruang kepegawaian. ... 32
3.2.4. Cara Mengatasi Kendala ... 33
1. Data rekap cuti pegawai yang sulit ditemukan. ... 33
2. Data Rekap cuti pegawai yang sulit untuk dilihat karna belum memiliki Aplikasi Khusus. . 33
3. Data milik pegawai yang tidak update... 34
4. Penumpukan berkas atau surat di ruang kepegawaian. ... 34
BAB IV PENUTUP ... 35
4.1. Simpulan ... 35
4.2. Saran ... 36
DAFTAR PUSTAKA ... 35
DAFTAR TABEL
Hal
Tabel 3. 1 Bidang Kerja Firdaus Azizah ... 15 Tabel 3. 2 Bidang Kerja Panca Pri Wahyuni ... 25
DAFTAR GAMBAR
Hal
Gambar 1.1 Lokasi Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas IA ... 3
Gambar 2.1 Logo Pengadilan Tanjung Karang Kelas IA ... 8
Gambar 2.2 Struktur Organisasi PA Tanjung Karang Kelas I A ... 9
Gambar 3.1 Bagan Alir Dokumen Surat Izin ... 16
Gambar 3.2 Formulir Pengajuan Surat Izin Cuti ... 18
Gambar 3.3 Bagan Alir Dokumen Presensi Harian Pegawai. ... 18
Gambar 3.4 Tampilan LLK ... 19
Gambar 3.5 Tampilan Sistem Kepegawaian Mahkamah Agung. ... 19
Gambar 3.6 Tampilan Desain Nama Pegawai... 20
Gambar 3.7 Surat Undangan. ... 20
Gambar 3 8 Bagan Alir Surat Perintah Tugas. ... 26
Gambar 3.9 Absensi Pengadilan Agama Tanjungs Karang Kelas 1A. ... 27
Gambar 3.10 Daftar Kehadiran Pegawai. ... 27
Gambar 3.11 Menu Daftar Pegawai. ... 28
Gambar 3.12 Menu Daftar Absensi Pegawai. ... 28
Gambar 3.13 Menu Daftar Mutasi. ... 29
Gambar 3.14 Menu Perubahan Data Pegawai. ... 29
Gambar 3.15 Tampilan Sistem Kepegawaian Mahkamah Agung. ... 30
Gambar 3.16 Tampilan Struktur Organisasi... 30
Gambar 3.17 Contoh Surat Pengumuman. ... 31
Gambar 3.18 Contoh Gambar Daftar Rekap cuti pegawai di Excel. ... 33
DAFTAR LAMPIRAN
Hal
Lampiran 1 Catatan Harian Firdaus Azizah ... 36
Lampiran 2 Catatan Harian Firdaus Azizah (lanjutan) ... 37
Lampiran 3 Catatan Harian Firdaus Azizah (lanjutan) ... 38
Lampiran 4 Catatan Harian Firdaus Azizah (lanjutan) ... 39
Lampiran 5 Catatan Harian Firdaus Azizah (lanjutan) ... 40
Lampiran 6 Catatan Harian Firdaus Azizah (lanjutan) ... 41
Lampiran 7 Catatan Harian Firdaus Azizah (lanjutan) ... 42
Lampiran 8 Catatan Harian Firdaus Azizah (lanjutan) ... 43
Lampiran 9 Catatan Harian Panca Pri Wahyuni ... 44
Lampiran 10 Catatan Harian Panca Pri Wahyuni (lanjutan) ... 45
Lampiran 11 Catatan Harian Panca Pri Wahyuni (lanjutan) ... 46
Lampiran 12 Catatan Harian Panca Pri Wahyuni (lanjutan) ... 47
Lampiran 13 Catatan Harian Panca Pri Wahyuni (lanjutan) ... 48
Lampiran 14 Catatan Harian Panca Pri Wahyuni (lanjutan) ... 49
Lampiran 15 Catatan Harian Panca Pri Wahyuni (lanjutan) ... 50
Lampiran 16 Catatan Harian Panca Pri Wahyuni (lanjutan) ... 51
Lampiran 17 Daftar Hadir ... 52
Lampiran 18 Daftar Hadir (Lanjutan) ... 53
Lampiran 19 Daftar Hadir (Lanjutan) ... 54
Lampiran 20 Daftar Hadir (Lanjutan) ... 55
Lampiran 21 Daftar Hadir (Lanjutan) ... 56
Lampiran 22 Daftar Hadir (Lanjutan) ... 57
Lampiran 23 Daftar Hadir (Lanjutan) ... 58
Lampiran 24 Formulir Penilaian Firdaus Azizah ... 59
Lampiran 25 Formulir Penilaian Firdaus Azizah (Lanjutan) ... 60
Lampiran 26 Formulir Penilaian Firdaus Azizah (Lanjutan) ... 61
Lampiran 27 Formulir Penilaian Firdaus Azizah (Lanjutan) ... 62
Lampiran 28 Formulir Penilaian Panca Pri Wahyuni ... 63
Lampiran 29 Formulir Penilaian Panca Pri Wahyuni (Lanjutan) ... 64
Lampiran 30 Formulir Penilaian Panca Pri Wahyuni (Lanjutan) ... 65
Lampiran 31 Formulir Penilaian Panca Pri Wahyuni (Lanjutan) ... 66
Lampiran 32 Sertifikat Firdaus Azizah ... 67
Lampiran 33 Sertifikat Panca Pri Wahyuni ... 68
Lampiran 34 Dokumentasi Kegiatan Firdaus Azizah dan Panca pri wahyuni (Rekap Absen)... 69
Lampiran 35 DokumentasiKegiatan Firdaus Azizah (VerifikasiLLK ) ... 70
Lampiran 36 Dokumentasi Panca Pri Wahyuni mengelola KOMDANAS. ... 70
Lampiran 37 Dokumentasi Bersama Ketua Pengadilan Agama TanjungKarang Kelas 1A ... 71
Lampiran 38 Dokumentasi bersama Wakil Ketua Pengadilan Agama TanjungKarang Kelas 1A ... 71
Lampiran 39 Dokumentasi bersama Kasub Bag Kepegawaian selaku pembimbing di kantor ... 72
Lampiran 40 Dokumentasi bersama Hakim Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas IA ... 72
Lampiran 41 Dokumentasi bersama Pegawai Ruangan dan Pembimbing PKL ... 72
RINGKASAN PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan sarana mengaktualisasi diri terhadap beberapa keahlian atau keterampilan baik softskill atau hardskill yang sudah diperoleh selama perkuliahan kemudian diterapkan di suatu perusahaan atau instansi selama kurang lebih dalam kurun waktu dua bulan. Pada laporan PKL ini, disajikan beberapa kegiatan pelaksanaan kerja, temuan kendala atau masalah dan usulan solusi terhadap kendala atau masalah yang dihadapi di Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A Bandar Lampung.
Penempatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada perusahaan ini di tempatkan pada divisi Subbagian Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana yang mempunyai tugas rutin mengelola absensi pegawai dan mengelola surat menyurat.
Prosedur penanganan kendala pada subbagian Kepegawaian, Organisasi Dan Tata Laksana yaitu dengan membantu memverifikasi LLK ( Laporan Lembar Kepegawaiaan ) di website yang sudah tersedia khusus serta Website SIKEP (Sistem Kepegawaiaan Mahkama Agung ) dan membantu pengarsipan data data kepegawaiaan seperti Hakim, Pegawai dan Honorer.
Kata Kunci : PKL, LLK, Arsip,Absensi,Surat,SIKEP
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia mewajibkan setiap mahasiswanya melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di instansi pemerintah atau perusahaan swasta sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1) Sistem Informasi di Universitas Teknokrat Indonesia. Melalui Praktik Kerja Lapangan ini mahasiswa akan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan kedalam lingkungan kerja yang sebenarnya serta mendapat kesempatan untuk mengembangkan cara berfikir, menambah ide-ide yang berguna dan dapat menambah pengetahuan mahasiswa terhadap apa yang ditugaskan kepadanya.
(PKL) adalah suatu kegiatan penerapan teori yang diperoleh mahasiswa dibangku perkuliahan pada suatu lapangan pekerjaan. Yang bertujuan untuk melatih mahasiswa agar mengenal situasi dunia kerja sekaligus untuk meningkatkan kualitas mahasiswa itu sendiri.
Salah satu upaya peningkatan sumber daya manusia khususnya dalam pendidikan (S1) Sistem Informasi adalah melalui Program Praktik Kerja Lapangan yang merupakan sarana penting bagi pengembangan diri dalam dunia kerja yang nyata. Jadi kegiatan PKL ini dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebaik baiknya sebelum memasuki dunia kerja dan perkembangan kompetensi di Universitas Teknokrat Indonesia.
Penulis melakukan (PKL) di Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A yang berlokasi Jalan Untung Suropati No 02 Kedaton Bandar Lampung. Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A merupakan Pengadilan Agama tingkat pertama yang berkedudukan di kota Bandar Lampung dengan wilayah hukum meliputi kota Bandar Lampung dan sekitarnya, berwenang dalam perkara perdata tertentu bagi orang-orang
mengenai perkara perdata tertentu yang diatur oleh Undang-undang.
Penulis melaksanakan (PKL) di instansi tersebut karena ingin mengetahui kegiatan umum dan sistem yang terkomputerisasi di Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A. Selain itu penulis juga ingin mengetahui proses kerja yang berlaku di Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A.
1.2 Tujuan
Tujuan dari (PKL) adalah :
1. Menerapkan Teori yang di hadapi di perkuliahan ke dalam dunia (PKL).
2. Membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja sebenarnya didalam dunia kerja dan masyarakat.
3. Mendorong mahasiswa supaya dapat menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya.
1.3 Kegunaan PKL
2. Bagi Mahasiswa
Dapat membangun jiwa disiplin dan mengikuti segala aturan yang berlaku di tempat PKL, menambah pengetahuan tentang dunia kerja, serta memberikan manfaat dalam penerapan teori-teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan Praktik yang nyata di dunia kerja dan masyarakat serta melatih diri dan menambah pengalaman untuk beradaptasi dengan dunia kerja yang sesungguhnya. Penulis mampu mengelola surat-menyurat seperti yang telah dikerjakan di Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A dan mengerti cara menggunakan alat seperti mesin printer, scanner yang ada di tempat PKL.
(PKL) ini diharapkan berguna bagi perkembangan ilmu komputer, sehingga dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa selanjutnya, memperluas pengenalan Universitas Teknokrat Indonesia serta mempererat kerjasama antara Universitas dengan perusahaan atau instansi yang bersangkutan 4. Bagi Perusahaan
Adanya kerjasama antara dunia pendidikan dengan dunia industri/ perusahaan sehingga perusahaan tersebut dikenal oleh kalangan akademis. Serta dapat memberikan masukan dan pertimbangan untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas perusahaan serta ikut memajukan pembangunan dalam bidang pendidikan.
1.4 Tempat PKL
Pelaksanaan kegiatan PKL bertempat di :
Instansi : Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1 A Alamat : Jalan Untung Suropati No. 02 Kedaton
Bandarlampung Telepon : (0721) 708629-705501 Fax : (0721) 787226
Website : www.pa-tanjungkarang.go.id E-mail : [email protected]
Berikut adalah Gambar Lokasi Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas IA yang di sajikan Pada Gambar 1.1 :
(Sumber. Google Maps)
Gambar 1.1 Lokasi Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas IA
Kegiatan PKL dilaksanakan pada semester pendek yang berlangsung selama :
Hari : Senin s.d. Jum‟at
Tanggal : 16 Juli 2020 s.d. 20 September 2020
Pukul : Hari Senin s.d. Kamis pukul 08.00 s.d 16.30 WIB dan hari Jum‟at pukul 08.00 s.d. 17.00 WIB
Bagian : 1. Subbagian Kepegawaian
BAB II
TINJAUAN UMUM TEMPAT PKL
2.1 Sejarah Umum Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A
Berdasarkan Dokumen Arsip Kepegawaiaan Pengadilan Agama Tanjung Karang, dibangun pemerintah melalui Dana Repelita Pada Tahun 1975/1976 dengan luas 150 m . Bangunan yang terletak dijalan Cendana No.
5 Rawa Laut Tanjung Karang ini sebenarnya sudah mengalami sedikit perubahan luas bangunan, namun status masih berupa Balai Sidang karena belum memenuhi persyaratan standar untuk disebut sebagai gedung kantor, akan tetapi dalam sebutan sehari-hari tetap Kantor Pengadilan Agama Tanjung Karang.
Sebelum di Jalan Cendana Rawa Laut ini, Pengadilan Agama Tanjungkarang yang dulu bernama Mahkamah Syariah pernah berkantor di Komplek Hotel Negara Tanjungkarang Jalan Imam Bonjol, yang sekarang menjadi Rumah Makan Begadang
I. Kemudian pindah ke Jalan raden Intan yang sekarang menjadi Gedung Bank Rakyat Indonesia (BRI). Semasa dipimpin oleh K.H Syarkawi, Mahkamah Syariah Lampung berkantor ex. Rumah Residen R. Muhammad di Teluk Betung, kemudian pindah lagi ke Jalan Veteran I Teluk betung.
Dan saat ini sejak tahun 2005 Pengadilan Agama Tanjung Karang telah menempati gedung baru yang berlokasi di Jalan Untung Suropati No. 2 Kedaton Bandar Lampung.
2.2 Visi dan Misi Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A
1. Visi Pengadilan Agama Tanjung Karang
Terwujudnya lembaga Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas I A yang Terhormat dan Dihormati.
2. Misi Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A
a. Meningkatkan profesionalisme aparatur Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas I A.
b. Mewujudkan manajemen Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas I A yang modern.
c. Meningkatkan kualitas kepemimpinan Pengadilan Tanjung Karang Kelas I A.
d. Meningkatkan kualitas pelayanan prima kepada pencari keadilan.
2.3 Isi Lambang Pengadilan Tanjung Karang 1. Garis Tepi
5 (lima) garis yang melingkar pada sisi luar lambing menggambarkan 5 (lima sila dari pancasila)
2. Tulisan
Tulisan ”PENGADILAN AGAMA TANJUNG KARANG”
yang melingkar diatas sebatas garis lengkung perisai bagian atas menunjukkan Badan, Lembaga pengguna lambang tersebut.
3. Lukisan Cakra
Dalam cerita wayang (pewayangan), cakra adalah senjata Kresna berupa panah beroda yang digunakan sebagai senjata ” Pamungkas ” (terakhir). Cakra digunakan untuk memberantas ketidakadilan. Pada lambang Pengadilan Agama Tanjung Karang, cakra tidak terlukis sebagai cakra yang sering/banyak dijumpai misal nya cakra pada lambang Kostrad, lambang Hakim, lambang Ikahi dan lain-lainnya yakni berupa bentuknya cakra. Jadi dalam keadaan “diam” (statis) Tidak demikian halnya dengan cakra yang terdapat pada Lambang Pengadilan Tanjung Karang. Cakra pada lambang Pengadilan Tanjung Karang terlukis sebagai cakra yang (sudah) dilepas dari busurnya. Kala cakra dilepas dari busurnya
roda panah (cakra) berputar dan tiap ujung (ada delapan) yang terdapat pada roda panah (cakra) mengeluarkan api. (Belanda : vlam ).
Cakra yang rodanya berputar dan mengeluarkan lidah api menandakan cakra sudah dilepas dari busurnya untuk menjalankan fungsinya memberantas ketidakadilan dan menegakkan kebenaran.
Jadi pada lambang Pengadilan Tanjung Karang, cakra digambarkan sebagai cakra yang ” aktif “, bukan cakra yang ” statis
“
4. Perisai Pancasila
Perisai Pancasila terletak ditengah-tengah cakra yang sedang menjalankan fungsinya memberantas ketidakadilan dan menegakkan kebenaran. Hal itu merupakan cerminan dari pasal 1 UU Nomor 14 tahun 1970 yang rumusnya ”Kekuasaan Kehakiman adalah Kekasaan Negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila, demi terselenggaranya Negara Hukum Republik Indonesia.”Catatan : Rumusan pasal 1 UU Nomor 4 tahun 2004 sama dengan Dengan rumusan pasal 1 UU Nomor 14 tahun 1970.
5. Untaian Bunga Melati
Terdapat 2 (dua) untaian bunga melati masing-masing terdiri dari atas 8 (delapan) bunga melati, melingkar sebatas garis lengkung perisai bagian bawah, 8 (delapan) sifat keteladanan dalam kepemimpinan (hastabrata).
6. Seloka”Dharmmayukti”
Pada tulisan “dharmmayukti” terdapat 2 (dua) huruf M yang berjajar. Hal itu disesuaikan dengan bentuk tulisan ” dharmmayukti ” yang ditulis dengan huruf Jawa.Dengan menggunakan double M.huruf “A” yang terdapat pada akhir kata
“dharma” akan dilafal sebagai “A” seperti pada ucapan kata
“ACARA “, “DUA” “LUPA” dan sebagainya.Apabila menggunakan 1 (satu) huruf “M”, huruf “A” yang terdapat pada akhir kata “dharmma” memungkinkan dilafal sebagai huruf “O”
seperti lafal “O” pada kata “MOTOR”, “BOHONG” dan lain- lainnya.Kata “DHARMMA” mengandung arti BAGUS, UTAMA, KEBAIKAN. Sedangkan kata “YUKTI” mengandung
arti SESUNGGUHNYA, NYATA. Jadi kata
“DHARMMAYUKTI”
mengandung arti KEBAIKAN/KEUTAMAAN YANG NYATA / YANG SESUNGGUHNYA yakni yang berujud sebagai KEJUJURAN, KEBENARAN DAN KEADILAN.
Berikut adalah Logo pengadilan Tanjung Karang Kelas IA yang disajikan pada Gambar 2.1 :
(Sumber. Dokumen Arsip)
Gambar 2 .1. Logo Pengadilan Tanjung Karang Kelas I A Sumber : Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas I A (2020)
Gambar 2.1 Logo Pengadilan Tanjung Karang Kelas IA
Gambar 2.2 Struktur Organisasi PA Tanjung Karang Kelas I AGambar 2.3 Logo Pengadilan Tanjung Karang Kelas IA
2.4 Struktur Organisasi
Struktur Organisasi sebuah susunan berbagai komponen atau unit- unit kerja dalam sebuah organisasi yang ada di Perusahaan, Berikut adalah Gambar Struktur Organisasi PA Tanjung karang Kelas IA Bandar Lampung Yang disajikan pada Gambar 2.2 :
(Sumber. Dokumen Arsip)
2.5 Tugas dan Fungsi
Berikut ini adalah tugas dan fungsi yang berlaku di kantor Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A :
1. Tugas Pokok Ketua
Merencanakan dan melaksanakan tugas pokok dan fungsi Peradilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Dirjen Pembinaan Pengadilan Agama Islam serta peraturan perundang- undangan yang berlaku.
Gambar 2.4 Struktur Organisasi PA Tanjung Karang Kelas I A
2. Tugas Pokok Wakil Ketua
Mewakili Ketua Pengadilan Agama dalam hal Merencanakan dan melaksanakan tugas pokok dan fungsi Peradilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuaidengan kebijaksanaan teknis Direktur Jendral Badan Peradilan Agama (BADILAG).
3. Tugas Pokok Hakim
Mencatat dan meneliti berkas perkara yang diterima, menentukan hari sidang, menyidangkan perkara, membuat keputusan/penetapan, mengevaluasi dan menyelesaikan perkara yang ditangani serta melaksanakan tugas khusus dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada Ketua Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas I A.
4. Tugas Pokok Panitera Sekretaris (PANSEK)
Merencanakan dan melaksanakan pemberian pelayanan teknis dibidang administrasi perkara, dan administrasi umum dilingkungan Pengadilan Agama Tanjung Karang serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Ketua Pengadilan Agama Tanjung Karang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
5. Tugas Pokok Wakil Sekretaris
Mewakili Sekretaris dalam merencanakan dan melaksanakan pemberian pelayanan teknis dibidang administrasi umum di lingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Ketua Pengadilan Agama Tanjung Karang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
6. Tugas Pokok Wakil Panitera
Mewakili Panitera dalam hal merencanakan dan melaksanakan pemberian pelayanan teknis dibidang administrasi perkara dan peradilan dilingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Ketua Pengadilan Agama Tanjung Karang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
7. Tugas Pokok Panitera Muda Gugatan
Merencanakan dan melaksanakan urusan kepaniteraaan gugatan, melakukan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara,
menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang berhubungan dengan gugatan di lingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan perlaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Tanjung Karang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
8. Tugas Pokok Panitera Muda Pemohon
Merencanakan dan melaksanakan urusan kepaniteraan permohonan, melakukan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang ada hubungannya dengan perkara perdata di lingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Tanjung Karang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
9. Tugas Pokok Panitera Muda Hukum
Merencanakan dan melaksanakan urusan kepaniteraan hukum, mengumpulkan, mengolah dan mengkaji data, menyajikan statistik perkara, menyimpan arsip berkas perkara yang masih berlaku, melakukan administrasi pembinaan hukum agama, melaksanakan hisab rukyat dan tugas lain di lingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Ketua Pengadilan Agama Tanjug Karang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
10. Tugas Pokok Kasubag Kepegawaian
Merencanakan dan melaksanakan pengurusan kepegawaian di lingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Tanjung Karang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
11. Tugas Pokok Kasubag Keuangan
Merencanakan dan melaksanakan pengurusan keuangan di lingkungan Pengadilan Agama kecuali mengenai pengelolaan biaya perkara serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Tanjung Karang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
12. Tugas Pokok Kasubag Umum
Merencanakan dan melaksanakan pengurusan surat menyurat, perlengkapan rumah tangga dan perpustakaan di lingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan
kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Tanjung Karang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
13. Tugas Pokok Panitera Pengganti
Membantu Hakim dalam hal mengikuti dan mencatat jalannya persidangan perkara, membuat PHS, membuat Berita Acara Persidangan, mengetik Putusan/Penetapan, membuat laporan tentang penundaan hari sidang dan perkara yang sudah diputus berikut amar putusannya, meminutasi perkara yang sudah selesai, mengevaluasi dan melaksanakan tugas khusus serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.
14. Tugas Pokok Fungsi Jurusita
Sebagai koordinator para Jurusita Pengganti, membantu Majelis Hakim dalam pemanggilan para pihak atau saksi-saksi untuk menghadiri persidangan, pengucapan ikrar talak, melaksanakan penyitaan, menjalankan putusan Hakim (eksekusi), menyampaikan pemberitahuan isi putusan, membuat berita iklan/pengumuman dan melaksanakan tugas khusus serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.
15. Tugas Pokok Jurusita Pengganti
Membantu Majelis Hakim dalam pemanggilan para pihak atau saksi-saksi untuk menghadiri persidangan, pengucapan ikrar talak, melaksanakan penyitaan, menjalankan putusan Hakim (eksekusi),menyampaikan pemberitahuan isi putusan, membuat berita iklan/pengumuman dan melaksanakan tugas khusus serta melaporkan pelaksanan tugas kepada atasan.
16. Kegiatan Umum Perusahaan
Pengadilan Agama juga adalah salah satu diantara 3 Peradilan Khusus di Indonesia. Dikatakan Pengadilan Khusus karena Pengadilan Agama mengadili perkara-perkara perdata tertentu dan mengenai golongan rakyat tertentu.
Tugas-tugas lain Pengadilan Agama adalah :
1. Memberikan keterangan, pertimbangan dan nasehat tentang Hukum Islam kepada instansi Pemerintah di daerah hukumnya apabila diminta.
2. Melaksanakan hisab dan rukyatul hilal.
3. Melaksanakan tugas-tugas lain pelayanan seperti pelayanan riset/penelitian, pengawasan terhadap penasehat hukum dan sebagainya.
4. Menyelesaikan permohonan pembagian harta peninggalan diluar sengketa antara orang-orang yang beragama Islam.
BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
3.1. FIRDAUS AZIZAH NPM 17311040
3.1.1. Bidang Kerja
Selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan di Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas 1A Penulis ditempatkan bidang kerja Bagian Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana. Pada bidang ini mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kepegawaian, penataan organisasi dan tata laksana.
Penempatan Bidang Tugas Yang Dilaksanakan
Sub Bidang Kepegawaian Organisasi dan Tata Laksana
1. Mengelola Surat Izin atau cuti 2. Merekap Presensi Harian Pegawai 3. Memverifikasi Laporan Lembar Kerja (LLK) di website
https://sso.mahkamahagung.go.id/
4. Mengelola Sistem Kepegawaian (sikep) Mahkamah Agung
5. Mendesain Nama-Nama Kepegawaiaan
6. Membuat Surat Undangan
Tabel 3.1 Bidang Kerja Firdaus Azizah
Gambar 3.1 Bagan Alir Dokumen Surat Izin 3.1.2. Pelaksanaan Kerja
Selama penulis melaksanakan Praktik Kerja Lapangan di Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas 1A pada Subbagian Kepegawaian Organisasi dan Tata Laksana, pekerjaan masih bisa dilaksanakan dan dipahami sehingga tidak menimbulkan hambatan selama bekerja. Sedangkan keahlian yang dibutuhkan pada bidang ini yaitu mampu menguasai media elektronik dan mampu mengoperasikan sistem kepegawaian, dan ketelitian dalam bekerja Berikut adalah uraian tugas Penulis saat melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Bagian Kepegawaian, Organisai dan Tata Laksana pada Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A :
1. Mengelola Surat a. Surat Izin
Penulis diminta oleh Kasubag. Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana untuk membuat surat izin untuk para pegawai yang sedang ada kepentingan. Surat izin yang dibuat oleh penulis yaitu surat izin cuti, Surat Perintah Tugas dan surat izin kelur kantor yang semuanya memiliki alur dokumen yang hampir sama. Adapun Bagan Alir Dokumen Surat Izin yang disajikan pada gambar 3.1 :
Surat izin cuti pegawai adalah Surat yang akan dibuatkan oleh oleh bagian Kasubag. Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana yang di peruntukan bagi pegawai yang memiliki kepentingan, Berikut adalah Penjelasan langkah-langkah dalam proses surat cuti pegawai
1. Pegawai yang akan mengajukan surat cuti harus mengisi formulir yang disediakan oleh bagian Kepegawaian.
2. Setelah pegawai mengisi formulir, selanjutnya formulir akan di periksa oleh Kasubag Kepegawaian.
3. Jika formulir sudah diisi dengan lengkap dan benar maka bagian kepegawaian akan menyerahkan surat kepada atasan pegawai yang bersangkutan untuk meminta tanda tangan persetujuan yang kemudian dilanjutkan tanda tangan oleh ketua pengadilan.
4. Setelah formulir selesai diparaf oleh ketua pengadilan, Kemudian kepegawaian membuatkan surat izin cuti, surat izin cuti yang telah dibuat akan di cetak dan paraf oleh Kepala Sub Bagian Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana.
5. Selanjutnya surat permohonan izin harus diparaf oleh Sekertaris untuk mendapatkan persetujuan, kemudian dilanjutkan untuk diparaf ketua pengadilan.
6. Surat yang telah ditanda tangani oleh Ketua Pengadilan kemudian di beri Stempel dan di photo copy oleh bagian kepegawaian untuk diberikan kepada pegawai yang mengajukan izin cuti, kemudian surat yang di photo copy akan di jadikan sebagai arsip oleh bagian Kepegawaian. Berikut adalah formulir surat izin cuti yang disajikan pada Gambar 3.2 :
2. Merekap Presensi Harian Pegawai
Penulis diminta oleh pegawai untuk membantu merekap Presensi pegawai pada Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A yang dilakukan secara manual. Presensi Manual ini dibuat oleh bagian Kasubag Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana, sebelumnya pegawai sudah melakukan absen Online di website yang tersedia terlebih dahulu sebelum melakukan Absensi Manual, Berikut adalah Bagan Alir dari rekap presensi pegawai yang Yang disajikan Pada Gambar 3.3 :
Gambar 3.2 Formulir Pengajuan Surat Izin Cuti
Gambar 3.3 Bagan Alir Dokumen Presensi Harian Pegawai.
3. Memverifikasi LLK (Laporan Lembar Kerja )
Verifikasi LLK (laporan lembar kerja ) yaitu, website yang di khususkan untuk pegawai mengisi kegiatan harian di kantor baik hakim, pegawai dan honorer, Di sini penulis diminta oleh ketua Kasubag kepegawaiaan dan beberapa hakim untuk mengisi laporan lembar kerja harian setelah itu atasan akan menyetujui semua kegiatan pegawai yang berkaitan dengan atasan tersebut, Berikut adalah tampilan dari website LLK yang disajikan pada gambar 3.4 :
4. Mengelola Sistem Kepegawaian Mahkamah Agung
Penulis diminta oleh Kasubag Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana untuk memvalidasi data pegawai dan menginput data pribadi, data keluarga, serta informasi umum tentang pegawai kedalam sistem.
Validasi tersebut dilakukan setiap dua hari sekali oleh bagian kepegawaian. Berikut adalah tampilan dari website SIKEP yang disajikan Pada Gambar 3.5 :
Gambar 3.4 Tampilan LLK
Gambar 3.5 Tampilan Sistem Kepegawaian Mahkamah Agung.
5. Mendesain Nama-Nama Kepegawaiaan
Penulis Diminta untuk Mendesain Nama-Nama Pegawai di ruangan untuk di tempelkan di meja masing masing dengan waktu yang singkat, Berikut beberapa contoh desain Nama-Nama pegawai yang di lakukan penulis yang disajikan pada Gambar 3.6 :
6. Membuat Surat Undangan
Surat Undangan yang terdapat di Pengadilan Agama Tanjung Karang kelas IA adalah surat Panggilan pelantikan, Rapat Tahunan serta Surat Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan, Disini Penulis Diminta untuk Membuat Surat undangan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang di peruntukan pejabat-pejabat yang akan menghadiri acara pelantikan tersebut, Berikut salah satu contoh surat undangan yang dilakukan oleh penulis Yang disajikan Pada Gambar 3.7 :
Gambar 3.6 Tampilan Desain Nama Pegawai
Gambar 3.7 Surat Undangan.
3.1.3. Kendala yang Dihadapi
Adapun kendala yang dihadapi penulis selama melaksanakan PKL di Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas 1A yaitu :
1. Data pegawai yang tidak ter-update
Data terbaru milik pegawai sangat diperlukan untuk memenuhi kelengkapan syarat pensiun. Sehingga Pada saat pembuatan syarat pensiun Penulis mengalami kendala dimana beberapa data yang di inputkan bukan data terbaru, dikarenakan pegawai yang akan pensiun terlambat atau belum menyerahkan berkas yang terbaru kepada pihak kepegawaian sehingga data yang di inputkan masih data lama.
2. Hasil scanner surat cuti yang sulit ditemukan
File hasil scanner pada surat Cuti yang dibutuhkan untuk penginputan data surat Cuti ke Sistim Manajemen Persuratan tidak dapat ditemukan sehingga penulis kesulitan dalam pencarian secara cepat karena sistem penyimpanan file belum tersusun dengan baik.
3. Sikap pegawai yang suka lupa Absensi Manual
Kegiatan absen Hadir dan Pulang yang dibatasi waktu, terkadang mengakibatkan pegawai lupa untuk mengisi Absensi Manual sehingga Penulis mengalami kesulitan saat rekap absensi bulanan.
4. Kekurangan Waktu dalam Pembuatan desain Nama Pegawai Penulis hanya diberikan waktu Kurang dari Setengah jam untuk mendesain Nama- nama pegawai untuk di tempelkan di meja masing-masing pegawai, dikarenakan diadakannya pemeriksaan secara tiba-tiba oleh pihak PTA pusat, sehingga penulis kekurangan waktu dalam mendesain Nama-nama pegawai tersebut
5. Lambatnya memproses surat masuk.
Surat yang masuk dari instansi luar akan diproses terlebih dahulu dibagian umum sebelum diberikan kebagian kepegawaian. Penulis mengalami kendala yang diakibatkan menumpuknya surat masuk dibagian umum sehingga memperlambat kegiatan disposisi, kegiatan disposisi itu sendiri dilakukan untuk mengetahui berita acara.
3.1.4. Cara Mengatasi Kendala
1. Data milik pegawai yang tidak update.
Pengaturan dana serta syarat pensiun dibuat pada masa Orde Baru, dimana peraturan tersebut dibuat untuk menjamin kesejahteraan hari tua pejabat tinggi Negara pada saat itu (Dwi Cahya, 2014).
Untuk mengatasi kendala pada pembuatan syarat pensiun dimana beberapa data yang di inputkan bukan data terbaru, biasanya berlaku pada Kartu Keluarga, maka sebaiknya pegawai yang akan mengajukan pensiun memeriksa kembali apakah ada dokumen-dokumen terbaru yang belum diserahkan ke pihak kepegawaian, biasanya informasi dokumen terbaru itu diberitahukan oleh pihak pusat melalui email pribadi milik masing-masing pegawai, sehingga kecil sekali kemungkinan pihak staf kepegawaian mengetahui bahwa ada informasi dokumen terbaru milik masing-masing pegawai. Apabila memang benar ada informasi dokumen terbaru melalui email pegawai, sebaiknya pegawai segera memberitahukan kepada staf kepegawaian dengan cara mengirimkan file dokumen terbaru ke email Pengadilan Agama TanjungKarang Kelas 1A, atau menyerahkan berkas dokumen terbaru yang sudah dicetak agar mempermudah pihak kepegawaian dalam penginputan data pegawai baik untuk syarat pensiun ataupun untuk arsip pegawai.
Cara ini tidak hanya berlaku pada pegawai yang akan pensiun tetapi juga berlaku pada seluruh pegawai di Pengadilan Agama TanjungKarang Kelas 1A.
2. Sulit menemukan file hasil scanner surat Cuti.
Arsip elektronik memiliki peranan penting dalam sistem administrasi, selain itu juga sebagai alat bukti sah berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 pasal 5 ayat (1) Tahun 2008. Pemindahan arsip cetak kedalam arsip elektronik bisa dilakukan dengan cara scanning, conversion, dan importing (Rifauddin, 2016).
Sementara untuk file Scanner surat cuti yang tidak dapat ditemukan secara cepat karena sistem penyimpanan file belum tersusun dengan baik, file scanner surat cuti tercampur dengan file surat cuti dan tidak merename sesuai nomor surat sehingga sangat sulit harus membuka file satu persatu untuk memastikan isi surat cuti ketika saat proses meginputkan surat keluar ke Sistim Manajemen Persuratan.
Penulis mengatasinya dengan mengorganisir dan mengatur file dan folder sesuai devisi surat cuti kemudian merename file sesuai urutan nomor surat ketika selesai menscanner, sehinnga lebih mudah saat pencarian file surat ketika saat proses penginputan surat ke ke Sistim PATNK.
3. Sikap pegawai yang suka lupa Absensi Manual
Dalam mengatasi masalah ini penulis melakukan tindakan Penandaan dengan pada lembar absensi pegawai, untuk memberikan tanda bahwa pegawai lupa mengisi Absensi lalu penulis akan mendatangi ruangan-ruangan pegawai tersebut untuk dimintakan tanda tangan Absensi.
4. Kekurangan Waktu dalam Pembuatan Desain Nama-nama Pegawai
Untuk mengatasi kendala ini, penulis mengambil frame untuk dari browser untuk memperindah tampilan Nama-nama pegawai dan sekaligus mempersingkat waktu. Penulis mendesain menggunakan Word untuk mengedit dan kemudian mencetaknya yang mana Nama-nama pegawai ini akan berguna untuk informasi saat Pengecekan PTA pusat dan guna memperindah tampilan ruangan.
5. Lambatnya memproses surat masuk.
Surat masuk adalah surat yang lengkap (bertangga, bernomor, berstempel, dan ditandatangani oleh pejabat yang berwenang) yang dibuat oleh suatu instansi atau lembaga lain (Drs, Hidayat, and Jumiatin 2016).
Untuk mengatasi kendala tersebut sebaiknya surat yang masuk harus segera ditulis didalam buku catatan surat masuk, di scanner, diinputkan ke sistem arsiparis dan langsung di disposisikan agar tidak terjadi penumpukan surat masuk.
3.2. PANCA PRI WAHYUNI NPM 17311071
3.2.1. Bidang Kerja
Selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan di Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas 1A Penulis ditempatkan bidang kerja Bagian Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana. Pada bidang ini mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kepegawaian, penataan organisasi dan tata laksana.
Penempatan Bidang Tugas Yang Dilaksanakan
Sub Bidang Kepegawaian Organisasi dan Tata Laksana
1. Mengelola Surat SPT 2. Merekap Presensi Pegawai 3. Mengelola KOMDANAS
4. Mengelola Sistem Kepegawaian (sikep) Mahkamah Agung
5. Membuat Struktur Organisasi 1. Membuat Surat
Tabel 3. 2 Bidang Kerja Panca Pri Wahyuni
3.2.2. Pelaksanaan Kerja
Selama penulis melaksanakan Praktik Kerja Lapangan di Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas 1A pada Subbagian Kepegawaian Organisasi dan Tata Laksana, pekerjaan masih bisa dilaksanakan dan dipahami sehingga tidak menimbulkan hambatan selama bekerja. Sedangkan keahlian yang dibutuhkan pada bidang ini yaitu mampu menguasai media elektronik dan mampu mengoperasikan sistem kepegawaian, dan ketelitian dalam bekerja.Berikut adalah uraian tugas Penulis saat melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Bagian Kepegawaian, Organisai dan Tata Laksana pada Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A
1. Mengelola Surat
untuk pegawai yang mendapatkan perintah tugas dari luar kantor atau instansi lain, dan berikut adalah langkah-langkah dari pembuatan Surat Perinta Tugas :
1. Bagian kepegawaian ditugaskan membuat surat perintah tugas sesuai dengan surat dasar perintah tugas yang masuk ke kantor.
2. Kemudian surat perintah tugas dibuat sesuai dengan surat dasar yang masuk.
3. Setelah surat selesai dibuat kemudian dicetak, lalu dicek dan diberi paraf oleh kasubag kepegawaian dan diparaf oleh sekertaris.
4. Surat akan diberikan ke ketua pengadilan untuk diparaf dan diberi nomor dibagian umum dan di Photo copy dan dijadikan arsip.
5. Surat yang telah diberi nomor akan dikembalikan ke bagian kepegawaian kemudian diberi Stempel dan Photo copy untuk dijadikan arsip Berikut adalah contoh Gambar Bagan Alir Dokumen Surat Perintah Tugas yang disajikan pada gambar 3.8 :
a. Surat Perintah Tugas
Penulis diminta untuk membuat Surat Perintah Tugas 2. Merekap Presensi Harian Pegawai
Penulis mengisi daftar Presensi pegawai pada Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A yang dilakukan secara manual. Berikut adalah contoh Gambar Presensi pegawai Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas IA yang disajikan pada Gambar 3.9 :
Gambar 3 8 Bagan Alir Surat Perintah Tugas.
Gambar 3.10 Daftar Kehadiran Pegawai.
Setelah Pegawai mengisi daftar Presensi Harian yang dilakukan secara manual, maka selanjutnya penulis akan mengisi semua data presensi kedalam Data Kehadiran pada Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas IA, dan Berikut adalah Contoh Gambar dari Daftar Kehadiran Pegawai Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas 1A yang disajikan pada Gambar 3.10 :
3. Website Komdanas MA-RI
Kasubbag, Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana memberikan tugas kepada penulis untuk mengelola Web Komdanas Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A, dan Berikut adalah contoh Menu-menu yang ada didalam penggunaan Web Komdanas :
Gambar 3.9 Absensi Pengadilan Agama Tanjungs Karang Kelas 1A.
1. Menu Daftar Pegawai
Pada bagian ini Menu Daftar Pegawai adalah semua yang berkaitan dengan data-data pegawai seperti Biodata diri pegawai yang ada di Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas IA dan berikut tampilan daftar pegawai yang disajikan pada Gambar 3.11 :
2. Menu Daftar Absensi Pegawai
Menu Daftar Absensi Pegawai adalah semua isi data-data absensi pegawai Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas IA yang dilakukan secara Online dan berikut tampilan menu daftar absensi pegawai yang disajikan pada Gambar 3.12 :
3. Menu Daftar Mutasi
Pada bagian ini Menu Daftar Mutasi adalah menu yang dapat merubah segala data pegawai Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas IA yang ingin dimutasi dan berikut tampilan menu daftar mutasi yang disajikan pada Gambar 3.13 :
Gambar 3.11 Menu Daftar Pegawai.
Gambar 3.12 Menu Daftar Absensi Pegawai.
Gambar 3.13 Menu Daftar Mutasi.
4. Menu Perubahan Data Pegawai
Menu Perubahan Data Pegawai adalah menu untuk merubah data-data pegawai mulai dari perubahan jabatan atau golongan jabatan pegawai yang ada di Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas IA dan berikut tampilan Menu perubahan data pegawai yang disajikan pada Gambar 3.14 :
4. Mengelola Sistem Kepegawaian Mahkamah Agung
Penulis memvalidasi data pegawai dan menginput data pribadi, data keluarga, serta informasi umum tentang pegawai kedalam sistem. Validasi tersebut dilakukan setiap dua hari sekali oleh penulis maupun pegawai yang ada di ruangan kepegawaian dan Berikut adalah tampilan dari website SIKEP yang disajikan Pada Gambar 3.15 :
Gambar 3.14 Menu Perubahan Data Pegawai.
5. Struktur Organisasi Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas IA
Pada saat melaksanakan Praktik Kerja Lapangan penulis diminta oleh kasubbag kepegawaian untuk membuat struktur Organisasi terbaru karena banyak pegawai yang dimutasi mulai dari pergantian ketua dan wakil ketua ataupun pelantikan pegawai baru, maka dari itu penulis diminta untuk membuat struktur Organisasi yang terbaru di kantor Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas 1A berikut adalah contoh gambar Struktur Organisasi Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas IA yang disajikan pada Gambar 3.16 :
Gambar 3.15 Tampilan Sistem Kepegawaian Mahkamah Agung.
Gambar 3.16 Tampilan Struktur Organisasi.
6. Membuat Surat Pengumuman
Penulis diminta Kasubbag, Kepegawaian untuk membuat surat Pengumuman pada setiap hari Jum’at, untuk memberikan infromasi kegiatan yang dilakukan pada saat hari Jum’at seperti pengumuman Senam, Gotong royong, bersih-bersih, DLL. Berikut adalah Contoh dari Surat Pengumuman pada hari Jum’at yang disajikan pada Gambar 3.17 :
3.2.3. Kendala Yang Dihadapi
Pada saat melaksanakan Praktik Kerja Lapangan penulis menghadapi beberapa kendala pada Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A. Adapun kendala yang dihadapi adalah sebagai berikut :
1. Data rekap cuti pegawai yang sulit ditemukan.
Kegiatan rekap data cuti pegawai adalah kegiatan yang dilakukan setiap akhir bulan untuk mengetahui jumlah data cuti pegawai. Pada saat pencarian data rekap cuti, staf kepegawaian mengalami kesulitan dalam mencari data rekap yang dibutuhkan, dikarenakan data rekap cuti yang di simpan tidak berurutan atau tidak terstruktur dengan baik sehingga kesulitan pada saat data-data dibutuhkan.
Gambar 3.17 Contoh Surat Pengumuman.
2. Data Rekap cuti pegawai yang sulit untuk dilihat karna belum memiliki Aplikasi Khusus.
Penyimpanan data sisa cuti pegawai masih tersimpan di Excel dan menyulitkan pegawai untuk melihat berapa lagi sisa cuti mereka dan penulis juga harus melihat terlebih dahulu melalui data yang ada di excel. dan pegawai juga harus datang ke bagian kepegawaian atau menghubungi bagian kepegawaian terlebih dahulu untuk mengetahui tinggal berapa sisa cuti mereka di data excel yang tersimpan dikomputer kepegawaian.
3. Data milik pegawai yang tidak Update.
Data pegawai yang terbaru sangat diperlukan untuk memenuhi kelengkapan syarat pensiun. Pada saat pembuatan syarat pensiun terjadi kendala dimana beberapa data yang di inputkan bukan data terbaru sehingga data pegawai yang sudah pensiun masih dengan data yang lama, dikarenakan pegawai yang akan pensiun terlambat atau belum menyerahkan berkas yang terbaru kepada pihak kepegawaian sehingga data yang di inputkan masih merupakan data lama.
4. Penumpukan berkas atau surat di ruang kepegawaian.
Ruangan Kepegawaian di Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A sering terjadi penumpukan berkas-berkas penting maupun tidak pentig sehingga tidak nyaman untuk dilihat akibat terlalu banyak yang menumpuk di meja-meja pegawai dan sulit untuk mencari kembali data ataupun surat ketika dibutuhkan akibat terlalu banyak data yang menumpuk kemudian sikap pegawai yang kurang rajin dalam mentata dengan rapi seharusnya pegawai menyusun per sab-sab agar tertata dengan rapih dan memudahkan untuk mencarinya.
3.2.4. Cara Mengatasi Kendala
Untuk mengatasi masalah ini penulis yang dihadapi ketika melaksanakan Praktik Kerja Lapangan di Pengadilan Agama TanjungKarang Kelas 1A yaitu :
1. Data rekap cuti pegawai yang sulit ditemukan.
Untuk mengatasi kendala pada pencarian data cuti pegawai seharusnya pegawai meletakkan data-data pegawai sesuai dengan urutan masing-masing pegawai seperti memberikan nama dan NIK pegawai pada map jadi ketika akan mencari data rekap cuti pegawai tidak mengalami kesulitan lagi dalam mencari dan mempersingkat waktu lebih cepat sehingga memakan waktu yang lama dalam mencari data rekap cuti ketika dibutuhkan.
2. Data Rekap cuti pegawai yang sulit untuk dilihat karna belum memiliki Aplikasi Khusus.
Sebaiknya Data sisa Cuti keseluruhan Pegawai dibuatkan Sistem terkhusus agar tidak menyusahkan para seluruh pegawai Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas IA untuk dapat melihat sisa cuti mereka tampa harus membuka excel dan harus keruangan kepegawaian terlebih dahulu, dan Berikut adalah contoh dari Data Rekap Cuti Pegawai pada Microsoft excel Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas IA yang disajikan pada Gambar 3.18 :
Gambar 3.18 Contoh Gambar Daftar Rekap cuti pegawai di Excel.
3. Data milik pegawai yang tidak update.
Untuk mengatasi kendala pada pembuatan syarat pensiun dimana beberapa data yang di inputkan bukan data terbaru, biasanya berlaku pada Kartu Keluarga, maka sebaiknya pegawai yang akan mengajukan pensiun memeriksa kembali apakah ada dokumen-dokumen terbaru yang belum diserahkan ke pihak kepegawaian, biasanya informasi dokumen terbaru itu diberitahukan oleh pihak pusat melalui email pribadi milik masing- masing pegawai, sehingga kecil sekali kemungkinan pihak staf kepegawaian mengetahui bahwa ada informasi dokumen terbaru milik masing-masing pegawai.
Apabila memang benar ada informasi dokumen terbaru melalui email pegawai, sebaiknya pegawai segera memberitahukan kepada staf kepegawaian dengan cara mengirimkan file dokumen terbaru ke email Pengadilan Agama TanjungKarang Kelas 1A, atau menyerahkan berkas dokumen terbaru yang sudah dicetak agar mempermudah pihak kepegawaian dalam penginputan data pegawai baik untuk syarat pensiun ataupun untuk arsip pegawai.
4. Penumpukan berkas atau surat di ruang kepegawaian.
Untuk mengatasi kendala tersebut sebaiknya pegawai di ruangan kepegawaian khususnya mentata rapih setiap surat-surat maupun berkas-berkas agar tidak terjadi penumpukan dan kesulitan saat mencari data kemudian sebaiknya pegawai membeli peralatan seperti box ataupun kardus untuk menaruh berkas dan surat, kemudian juga diberikan sub-sub atau bagian-bagian pada surat yang penting dan mana surat yang tidak penting kemudian harus diberikan penjelasan tulisan nama disetiap box nya agar dapat memudahkan pegawai untuk mencari berkas ataupun surat ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.
BAB IV PENUTUP
4.1. Simpulan
Dari hasil Praktik Kerja Lapangan di Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas 1A, Penulis mendapatkan ilmu yang di hadapi di perkuliahan ke dalam dunia Praktik Kerja Lapangan di Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas 1A yaitu seperti Membuat Nomor Surat yang sudah di pelajari di pelajaran Kesekertarisan, Mengelola Website yang sudah tersedia seperti Website Komdanas, LLK dan Sikep serta Mendesain Struktur Organisasi dan Nama-nama pegawai dengan menggunakan Aplikasi Coreldraw dan Microsofword.
Penulis menghadapi sedikit kendala yang ada di Bagian Kepegawaian yaitu penyimpanan Data Cuti pegawai tidak terstruktur sehingga menyulitkan pegawai dalam mencari data data Cuti khusus nya dibagian kepegawaian.
Hal ini dikarenakan beberapa pegawai belum memahami dalam menata data Cuti pegawai. Sehingga proses kerja di Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas 1A sering mengalami hambatan dikarnakan kesulitan dalam mencari data Cuti pegawai. Kemudian penulis juga mengalami kendala pada cara perekapan data absensi sebelumnya yang belum tersusun dengan rapih baik tersusun dalam bentuk perbulan atau pertahun. Sehingga membuat pegawai kesulitan dalam pencarian data absensi dan membuat pekerjaan terhambat.
4.2. Saran
Berikut adalah saran yang dapat Penulis berikan untuk Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas 1A :
1. Untuk pegawai Pengadilan Agama Tanjungkarang Kelas 1A sebaiknya memahami dan mampu mentata rapih hasil rekap cuti pegawai agar tidak menghambat pekerjaan.
2. Bagi Pihak Pengadilan Agama TanjungKarang Kelas 1A diharapkan agar lebih meningkatkan hubungan baik yang telah terjalin dengan pihak Universitas Teknokrat Indonesia sehingga dapat memperat tali silaturahmi agar mahasiswa yang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan ditempatkan sesuai dengan bidang keilmuannya.
3. Bagi Pihak Universitas Teknokrat Indonesia diharapkan agar tetap menjaga hubungan baik dengan pihak Pengadilan Agama TanjungKarang Kelas 1A sehingga dapat membantu mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan baik bersifat administrative maupun secara teknis, dan bimbingan maupun pembekalan terus ditingkatkan sebagai bekal mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan.
4. Bagi Mahasiswa yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan harus bisa mengoperasikan komputer dan menguasai Microsoft Office dan Desain Grafis minimal CorelDraw dan Photoshop
DAFTAR PUSTAKA
Barthos, B., Jakarta: PT Bumi Aksara (2007), Manajemen Kearsipan.
Dwicahya Nugraha (2014), Pengaturan Penyediaan Dana Dan Syarat Pensiun Bagi Pejabat Tinggi Negara
Drs. H.M. Sugeng Hidayat, MM & Umi Jumiatin (2016), Prosedur Pengolahan Surat Untuk Memperlancar Proses Penyampaian Informasi Pada Kantor Camat Pamulang
Fauzan Masykur, Ibnu Makruf (2015), Sistem Administrasi Pengelolaan Arsip Surat Masuk Dan Surat Keluar Berbasis Web
FTIK, 201. Buku Pedoman Penyusunan Praktik Kerja Lapangan, Universitas Teknokrat Indonesia, Bandar Lampung.
Natasya, Al Musadieq dkk (2018), Analisis Peranan Cuti Kerja Dalam Rangka Mengurangi Stres Kerja Pada Karyawan
Rifauddin, M. (2016), Pengelolaan Arsip Elektronik Berbasis Teknologi
Siswo Wardoyo & Tufik Fahrizal (2014), Analisis Performa FTP pada IPv4 dan IPv6 Murni.
Sritrusta Sukaridhoto, ST. Ph.D. (2014), Politeknik Elektronika Negri Surabaya Buku Jaringan Komputer I.
Website Resmi Pengadilan Agama TanjungKarang www.pa-tanjungkarang.go.id (Diakses pada tanggal 22 Agustus 2019, pukul 10.40 WI
LAMPIRAN
Lampiran 1 Catatan Harian Firdaus Azizah
Lampiran 2 Catatan Harian Firdaus Azizah (lanjutan)
Lampiran 3 Catatan Harian Firdaus Azizah (lanjutan)
Lampiran 4 Catatan Harian Firdaus Azizah (lanjutan)
Lampiran 6 Catatan Harian Firdaus Azizah (lanjutan)
Lampiran 7 Catatan Harian Firdaus Azizah (lanjutan)
Lampiran 8 Catatan Harian Firdaus Azizah (lanjutan)
Lampiran 9 Catatan Harian Panca Pri Wahyuni
Lampiran 10 Catatan Harian Panca Pri Wahyuni (lanjutan)
Lampiran 11 Catatan Harian Panca Pri Wahyuni (lanjutan)
Lampiran 12 Catatan Harian Panca Pri Wahyuni (lanjutan)
Lampiran 13 Catatan Harian Panca Pri Wahyuni (lanjutan)
Lampiran 14 Catatan Harian Panca Pri Wahyuni (lanjutan)
Lampiran 15 Catatan Harian Panca Pri Wahyuni (lanjutan)
Lampiran 16 Catatan Harian Panca Pri Wahyuni (lanjutan)
Lampiran 17 Daftar Hadir
Lampiran 18 Daftar Hadir (Lanjutan)
Lampiran 19 Daftar Hadir (Lanjutan)
Lampiran 20 Daftar Hadir (Lanjutan)
Lampiran 21 Daftar Hadir (Lanjutan)
Lampiran 22 Daftar Hadir (Lanjutan)
Lampiran 23 Daftar Hadir (Lanjutan)
Lampiran 24 Formulir Penilaian Firdaus Azizah
Lampiran 25 Formulir Penilaian Firdaus Azizah (Lanjutan)
Lampiran 26 Formulir Penilaian Firdaus Azizah (Lanjutan)
Lampiran 27 Formulir Penilaian Firdaus Azizah (Lanjutan)
Lampiran 28 Formulir Penilaian Panca Pri Wahyuni
Lampiran 29 Formulir Penilaian Panca Pri Wahyuni (Lanjutan)
Lampiran 30 Formulir Penilaian Panca Pri Wahyuni (Lanjutan)
Lampiran 31 Formulir Penilaian Panca Pri Wahyuni (Lanjutan)
Lampiran 32 Sertifikat Firdaus Azizah
Lampiran 33 Sertifikat Panca Pri Wahyuni
Lampiran 34 Dokumentasi Kegiatan Firdaus Azizah dan Panca pri wahyuni (Rekap Absen)
Lampiran 35 DokumentasiKegiatan Firdaus Azizah (VerifikasiLLK )
Lampiran 36 Dokumentasi Panca Pri Wahyuni mengelola KOMDANAS.
Lampiran 37 Dokumentasi Bersama Ketua Pengadilan Agama TanjungKarang Kelas 1A
Lampiran 38 Dokumentasi bersama Wakil Ketua Pengadilan Agama TanjungKarang Kelas 1A
Lampiran 39 Dokumentasi bersama Kasub Bag Kepegawaian selaku pembimbing di kantor
Lampiran 40 Dokumentasi bersama Hakim Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas IA
Lampiran 41 Dokumentasi bersama Pegawai Ruangan dan Pembimbing PKL