LAPORAN PRAKTIKUM
PROJECT FILM MATA KULIAH SINEMATOGRAFI
Oleh : KELOMPOK 1 Muhammad Syirojd Arvany (G43220033) Mayfida Distinabila Ambarkahi (G43220361) Nur Azizah Chyaning Putri (G43220460)
Imroatul Kamilah (G43220676)
Clara Fabiola Cindy Kristiani (G43220698)
Imas Dwi Afriani (G43220729)
Nabilah Ananda Cinthya (G43220829) Amelia Bintang Budiarti (G43220938) Fianda Wulan Rhamadhani (G43221583)
Laila Nur Latifah (G43221891)
Anggraeni Mareta Dewi Arta Eryawanti (G43221894) Isfa Tripena Br Sembiring (G43222017)
Rayhan Gusti Alingga (G43222069)
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN PROMOSI KESEHATAN JURUSAN KESEHATAN POLITEKNIK NEGERI JEMBER 2024
Daftar isi
A. PRA-PRODUKSI...3
1. Riset kebutuhan film kesehatan... 3
2. Sumberdaya... 4
3. Genre dan Skenario Film... 5
4. Penentuan Lokasi...7
5. Casting Talent...8
6. Manajemen Produksi Film...9
B. PRODUKSI...19
1. Penyutradaraan...19
2. Teknik Pengambilan Gambar... 20
3. Pergerakan Kamera... 24
4. Teknik Audio Film... 24
C. PASCA PRODUKSI... 27
1. Editing 1... 27
2. Editing 2... 28
3. Validasi Karya dan Penayangan Film...28
A. PRA-PRODUKSI
1. Riset kebutuhan film kesehatan
a. Prevalensi data dari permasalahan penyakit HIV
Suatu proses untuk mengidentifikasi atau memahami suatu kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan dan dapat disalurkan melalui pembuatan film.
Dengan adanya riset kebutuhan film kesehatan akan menemukan relevansi apa saja yang sesuai dengan masalah kesehatan dan sedang dihadapi oleh masyarakat di sekitar kita.
Dari hasil riset kebutuhan, didapatkan beberapa permasalahan yang urgent menurut data WHO (World Health Organization) adalah sebagai berikut:
Didapatkan data dari WHO bahwa orang yang hidup dengan HIV total angka berada di 39.9 juta orang, sedangkan prevalensi kematian berada di angka 630.000 dikarenakan penyakit yang terkait dengan HIV di seluruh dunia pada tahun 2023. Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Indonesia meningkat di tahun 2023. Melihat sumber infeksi, dr. Syahril menilai penularan HIV masih akan terus terjadi. Sebab dari 526.841 orang dengan HIV, baru sekitar 429.215 orang yang sudah terdeteksi atau mengetahui status HIV dirinya. Artinya masih ada 100.000 orang dengan HIV yang belum terdeteksi dan berpotensi menularkan HIV ke masyarakat.
b. Riset Kebutuhan Film Kesehatan
Di Era saat ini, dunia perfilman mengalami perkembangan yang sangat pesat dan cukup mudah menarik perhatian masyarakat melalui film. Banyak film diangkat dari kisah nyata yang viral di media sosial dengan tujuan untuk memvisualisasikan cerita yang ramai di media sosial sehingga film tersebut akan lebih mudah menarik perhatian masyarakat dengan kisah yang related. Namun, dengan banyaknya masalah kesehatan di Indonesia masih belum terdapat film yang spesifik membahas terkait hal tersebut. Oleh karena itu, sebagai penyuluh kesehatan dapat memberikan edukasi dengan cara baru yaitu memanfaatkan media yang lebih menarik perhatian masyarakat.
2. Sumberdaya A. Tim Produksi
No. Tim Produksi
1. Laila Nur Latifah Sutradara, Produser, Penulis Naskah 2. Mayfida Distinabila Ambarkahi Asisten Sutradara 1
3. Nabilah Ananda Cinthya Asisten Sutradara 2
4. Rayhan Gusti Alingga Prasetya DOP 5. Fianda Wulan Rhamadhani Ass Cam 1
6. Imas Dwi Afriani Ass Cam 2
7. Isfa Tripena Br Sembiring Lighting 8. Amelia Bintang Budiarti MUA 9. Anggraeni Mareta Dewi Arta
Eryawanti
Koordinator Talent
10. Clara Fabiola Cindy Kristiani Tata Artistik
11. Imroatul Kamilah Tata Busana
12. Muhammad Syirojd Arvany Editor 13. Nur Azizah Cahyaning Putri Sound
B. Rencana Anggaran Biaya
RINCIAN ANGGARAN BIAYA SINEMATOGRAFI TIM 1
No Barang Jumlah barang Harga satuan
Harga total
1 Sewa Kamera 2 buah Rp. 100.000 Rp. 200.000
2 Sewa Tripod 1 buah Rp. 30.000 Rp. 30.000
3 Lampu Sorot 1 buah Rp. 100.000 Rp. 100.000
4 Stand Light 2 buah Rp. 20.000 Rp. 40.000
5 Clip On 1 set Rp. 80.000 Rp. 80.000
6 Reflektor 1 buah Rp. 25.000 Rp. 25.000
7 Sewa Tempat 1 tempat x 2 hari Rp. 200.000 Rp. 200.000
8 Kostum 8 set Rp. 20.000 Rp. 160.000
9 Wig Full Rambut 1 buah Rp. 100.000 Rp. 100.000
10 Make up 1 set Rp. 100.000 Rp. 100.000
11 Aksesoris 8 set Rp. 20.000 Rp. 160.000
12 Konsumsi Aktor 8 orang x 2 hari Rp. 15.000 Rp. 240.000 13 Konsumsi Crew 14 orang x 2 hari Rp. 13.000 Rp. 364.000 14 Fee Aktor/Aktris 10 orang x 2 hari Rp. 25.000 Rp. 250.000
15 Print / Fotocopy 200 Rp. 250 Rp. 50.000
ESTIMASI TOTAL ANGGARAN Rp. 2.099.000,-
3. Genre dan Skenario Film a. Genre Komedi
Kami mengidentifikasi dan menganalisis dari film genre komedi yang berjudul “Sabar Ini Ujian”. Film "Sabar Ini Ujian" merupakan sebuah karya sinema yang berhasil menggabungkan elemen komedi dengan kisah inspiratif tentang perjuangan meraih mimpi. Melalui narasi yang ringan dan penuh humor, film ini menyajikan pesan mendalam tentang ketekunan, optimisme, dan pentingnya tidak menyerah pada impian.
Identifikasi Elemen Genre Komedi : 1. Situasi Komedi
a. Situasi komedi yang paling umum dalam film ini adalah kesalahpahaman yang terjadi akibat sifat polos dan lugu Pak Raden.
Misalnya, ketika ia salah mengartikan dialog film yang ia latih atau ketika ia berinteraksi dengan orang-orang di lokasi syuting.
b. Film ini juga menyajikan satire sosial yang ringan, seperti menggambarkan dunia perfilman dengan segala eksentrisitasnya.
Misalnya, adegan di lokasi syuting yang penuh dengan drama dan persaingan.
c. Beberapa adegan komedi dalam film ini melibatkan aksi fisik yang lucu, seperti ketika Pak Raden terjatuh atau melakukan gerakan yang tidak terduga.
2. Karakter Komedi
a. Pak Raden adalah karakter komedi yang khas dengan sifatnya yang polos, lugu, dan penuh semangat. Tingkah lakunya yang seringkali nyeleneh menjadi sumber humor utama dalam film.
b. Karakter-karakter pendukung seperti Pak Budi, sutradara film, atau rekan kerja Pak Raden di tempat parkir, juga memiliki sifat-sifat yang
unik dan lucu. Mereka memberikan kontribusi dalam menciptakan suasana komedi yang lebih kaya.
3. Humor Verbal
a. Dialog dalam film ini penuh dengan kalimat-kalimat lucu, permainan kata, dan lelucon yang khas. Dialog-dialog ini seringkali mengundang tawa penonton.
b. Terdapat beberapa adegan yang menggunakan sarkasme untuk menciptakan humor. Misalnya, ketika Pak Budi memberikan komentar sinis kepada Pak Raden.
4. Visual Komedi
a. Ekspresi wajah para pemain, terutama Pak Raden, sangat penting dalam menyampaikan humor. Wajahnya yang polos dan ekspresi yang berlebihan saat berakting menjadi sumber tawa.
b. Penggunaan kostum dan tata rias yang unik dapat memperkuat karakter komedi. Misalnya, kostum yang dikenakan Pak Raden saat berlatih di tempat parkir.
Penggunaan sudut kamera yang unik, efek visual yang lucu, dan transisi yang cepat dapat memperkuat suasana komedi..
b. Skenario Film
Film ini menceritakan seorang laki - laki yang berusaha menghidupi dirinya dan adiknya di desa dengan menjadi seorang waria. Hal tersebut yang membuatnya terjangkit HIV/AIDS dan menggugurkan semangat hidupnya.
Kemudian ia bertemu dengan salah satu komunitas yang beranggotakan relawan dengan latar belakang yang sama. Sehingga ia memiliki semangat hidup kembali dan justru ia merasakan sebuah hal yang sudah lama tidak di alaminya.
4. Penentuan Lokasi
Pembuatan film ini dilakukan untuk memenuhi tugas Sinematografi dengan beberapa latar tempat yaitu :
1. Puskesmas
Pemilihan jalan di depan faskes untuk scene 7 dan sangat tepat untuk menggambarkan kondisi emosional pemeran utama yang baru saja menerima hasil
tes kesehatan. Dengan menggunakan jalan di depan faskes sebagai latar belakang, scene 7 dan dapat menggambarkan secara visual kondisi emosional pemeran utama yang sedang berjuang menghadapi kenyataan baru yang berat.
2. Kost Dita
Kami memilih lokasi kamar tidur karena dibutuhkan untuk adegan di kedua scene tersebut. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kebutuhan cerita dan alur film, sehingga lokasi kamar tidur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun narasi dan visualisasi film.
3. Jalanan
Pemilihan lokasi jalanan ini kami ambil untuk mendapatkan suasana yang tenang, sunyi namun berisik dengan pikiran yang sedang kacau mendapat kabar buruk dan juga menanggung banyak beban serta tanggug jawab untuk adik, keluarga dan diri sendiri. Lokasi ini kita ambil di desa Paku sari Jember.
5. Casting Talent
Kemudian tim melakukan casting talent dimana produser dan DOP harus selektif dalam memilih pemeran yang cocok. Melalui proses casting ini, tim dapat menentukan karakteristik yang telah disepakati dalam skenario. Casting dilakukan secara langsung dan secara daring karena ada beberapa peserta yang tidak dapat hadir.Peran yang ada dalam skenario ini terdiri dari :
A. Adit
a. Karakter Fisik : Pemuda berusia 22 tahun, tinggi 168 cm, berambut hitam keriting, laki-laki berkulit sawo matang.
b. Karakter Psikis : Pantang menyerah, Ramah dan penyayang
c. Background : Seorang pemuda yang berjuang mencari uang untuk membiayai dirinya dan adiknya di desa, ia hidup sendiri merantau untuk melanjutkan hidupnya, Namun dia tidak pernah menyerah dan menggunakan berbagai macam cara untuk mendapatkan uang. ia seorang yang ramah dan baik hati.
B. Dita
a. Karakter Fisik : Pemuda berusia 22 tahun, memiliki tinggi 168 cm, berambut hitam, memiliki kulit sawo matang
b. Karakter psikis : Pintar, dewasa dan penyayang
c. Background : Pemuda yang menjadi seorang waria saat malam hari yang ia jadikan sebagai pekerjaan untuk mendapatkan uang, pemuda ini tinggal di sebuah kos bebas yang memiliki lingkungan mendukung untuk ia bekerja, ia memiliki teman yang memiliki pekerjaan PSK.
C. Mas Burhan
a. karakter fisik : Laki-laki berusia 25 tahun, tinggi 175 cm, dengan kulit sawo matang.
b. karakter psikis : Jorok, dewasa dan memiliki gairah seks yang tinggi c. Background : Seorang laki-laki dewasa dengan memiliki gairah
seksual tinggi sehingga dia memilih dita sebagai pasangan seksnya karena lebih murah dibandingkan dengan wanita PSK. Ia berasal dari kalangan menengah kebawah dan sudah berlangganan dengan dita.
F. Misyele
a. Karakter Fisik : Remaja muda yang berusia 21 tahun, tinggi 160 cm, kulit putih bersih
b. Karakter Psikis : Baik, Matre dan Ceria
c. Background : Seorang wanita yang bekerja menjadi PSK yang merupakan teman kost Dita. Ia seorang perantau yang tidak memiliki keluarga.
G. Pelanggan 1
a. Karakter Fisik : Remaja Laki - laki berusia 18 tahun, tinggi 160 cm, kulit sawo matang
b. Karakter psikis : Memiliki gairah seks yang tinggi
c. Background : Seorang anak sekolah yang berasal dari kalangan menengah bawah yang juga pelanggan Dita
H. Pelanggan 2
a. Karakter Fisik : Seorang Laki-laki berusia 2o tahun, tinggi 160 cm, kulit sawo matang
b. Karakter Psikis : Memiliki gairah seks yang tinggi
c. Background : Seorang suami orang yang memiliki gairah seks tinggi dan masih menggunakan Jasa Dita
I . Pelanggan 3
a. Karakter Fisik : Seorang laki-laki yang memiliki kulit hitam dengan tinggi badan sekitar 150 cm, dan berusia 20 tahun
b. Karakter Psikis : Memiliki wajah yang komedi dibandingkan dengan pelanggan lainnya
c. Background : Pelanggan yang mendapatkan info dari temannya namun pelanggan ini tidak tahu bahwa yang akan melayaninya adalah seorang waria
J. Pelanggan 4
a. Karakter Fisik : Seorang laki-laki yang memiliki badan tinggi dan besar dengan kulit putih dan berbadan isi
b. Karakter psikis : emosian, lucu dan menggemaskan
c. Background : Seorang maling yang mau mencicipi waria dengan menyamar profesinya sebagai seorang maling agar tidak ketahuan oleh siapapun.
6. Manajemen Produksi Film
PRODUCTION COMPANY BREAKDOWN SHEET PROJECT TITLE
SKANDIUM PROJECT Badtas
DATE: 02 November 2024 LOCATION: Kost Yusuf
SETTING: Kost Dita
SCENE: 1 D/N: Night INT/EXT: Ext
DESCRIPTION:
Mas Burhan datang mengunjungi Dita ke Kost dan mereka bercengkrama di depan pintu kost
SHOOTING DAY: 2
CAST EXTRAS
Dita
Mas Burhan -
SET PROPERTY HAND PROPERTY
Kasur, Kursi, Meja, Taplak, Rak buku, Alat Make up, Cermin, Led Strip, Selimut, Bed cover, Bantal, Guling, Tisu, Tempat Pensil.
-
WARDROBE MAKE UP
Dita : Crop top, bh, Rok Mini, Wig, Topeng Wajah, Heals, Nail Art
Mas Burhan : Kaos Pendek, Celana Jeans, Jaket Jeans, Sandal, Kalung, Gelang
Dita : Menor/Full Make Up Mas Burhan : Natural
DOP AUDIO Kamera Sony A6000, memory
card 32 + 64 GB
Lensa Sony Clip on
Saramonic
Baterai Kamera Tripod
Baterai Charger Stabilizer Clip on
MUSIC SOUND EFFECT
Indie Folk atau Acoustic - -
- -
LIGHTING PRODUCTION NOTES
Continuous Light (Godox
SL60IID Daylight LED Light) Light Stand (Standart)
PRODUCTION COMPANY BREAKDOWN SHEET PROJECT TITLE
SKANDIUM PROJECT Badtas
DATE: 02 November 2024 LOCATION: Kost Yusuf
SETTING: Depan Kost Dita
SCENE: 2 D/N: Night INT/EXT: Ext
DESCRIPTION:
Mas Burhan dan Dita bercanda gurau di dalam kamar
SHOOTING DAY: 2
CAST EXTRAS
Dita Mas Burhan
SET PROPERTY HAND PROPERTY
Rak Sepatu, Sepatu, Kondom, Tisu -
WARDROBE MAKE UP
Dita : Crop top, bh, Rok Mini, Wig, Topeng Wajah, Heals,
Nail Art Dita : Menor/Full Make up
Mas Burhan : Natural
Mas Burhan : Kaos Pendek, Celana Jeans, Jaket Jeans, Sandal, Kalung, Gelang
DOP AUDIO
Kamera Sony A6000, memory
card 32 + 64 GB Lensa Sony Clip on
Saramonic
Baterai Kamera Tripod
Baterai Charger Stabilizer Clip on
MUSIC SOUND EFFECT
Put Your Records On" oleh Corinne Bailey Rae - -
- -
LIGHTING PRODUCTION NOTES
Continuous Light (Godox SL60IID Daylight LED Light)
Light Stand (Standart)
PRODUCTION COMPANY BREAKDOWN SHEET PROJECT TITLE
SKANDIUM PROJECT Badtas
DATE: 02 November 2024 LOCATION: Dalam Kamar Kost Yusuf
SETTING: Dalam Kamar Dita
SCENE: 3 D/N: Night INT/EXT: Int
DESCRIPTION:
Memperlihatkan salah satu perlaku beresiko penyebab HIV/AIDS yaitu oral seks yang dilakukan oleh Dita dan Mas Burhan
SHOOTING DAY: 2
CAST EXTRAS
Dita Mas Burhan
-
SET PROPERTY HAND PROPERTY
Kasur, Guling, Bantal, Tisu, Kursi, Kondom
-
WARDROBE MAKE UP Dita : Crop top, bh, Rok Mini, Wig, Topeng Wajah, Heals,
Nail Art
Mas Burhan : Kaos Pendek, Celana Jeans, Jaket Jeans, Sandal, Kalung, Gelang
DOP AUDIO
Kamera Sony A6000, memory
card 32 + 64 GB Lensa Sony Clip on
Saramonic
Baterai Kamera Tripod
Baterai Charger Stabilizer Clip on
MUSIC SOUND EFFECT
I see red by Film 365 days Intimate
Whispers
LIGHTING PRODUCTION NOTES
Continuous Light (Godox
SL60IID Daylight LED Light) Light Stand (Standart)
PRODUCTION COMPANY BREAKDOWN SHEET PROJECT TITLE
SKANDIUM PROJECT Badtas
DATE: 02 November 2024 LOCATION: Depan Kamar Kost Yusuf
SETTING: Depan Kamar Kost Dita
SCENE: 4 D/N: Night INT/EXT: Ext
DESCRIPTION:
Mas Burhan berpamitan pulang kepada Dita setelah melakukan kegiatan beresiko
SHOOTING DAY: 2
CAST EXTRAS
Dita
Mas Burhan -
SET PROPERTY HAND PROPERTY Tempat Sampah
Rak Sepatu kondom
Tisu
Susu Kental Manis
Kondom Tisu
Susu Kental Manis
WARDROBE MAKE UP
Dita : Crop top, bh, Rok Mini, Wig, Topeng Wajah, Heals, Nail Art
Mas Burhan : Kaos Pendek, Celana Jeans, Jaket Jeans, Sandal, Kalung, Gelang
DOP AUDIO
Kamera Sony A6000, memory
card 32 + 64 GB Lensa Sony Clip on
Saramonic
Baterai Kamera Tripod
Baterai Charger Stabilizer Clip on
MUSIC SOUND EFFECT
- Sedikit suara
keramaian -
LIGHTING PRODUCTION NOTES
Continuous Light (Godox SL60IID Daylight LED Light)
Light Stand (Standart)
PRODUCTION COMPANY BREAKDOWN SHEET PROJECT TITLE
SKANDIUM PROJECT Badtas
DATE: 02 November 2024 LOCATION: Depan Kamar Kost Yusuf
SETTING: Depan Kamar Kost Dita
SCENE: 5 D/N: Day INT/EXT: Ext
DESCRIPTION:
Berupa time flies dimana beberapa pelanggan Dita yang keluar masuk
SHOOTING DAY: 2
kamar dita
CAST EXTRAS
Dita Pelanggan Dita
SET PROPERTY HAND PROPERTY
- -
WARDROBE MAKE UP
Dita : Crop top, bh, Rok Mini, Wig, Topeng Wajah, Heals, Nail Art
Pelanggan 1 : seragam SMA, Sepatu
Pelanggan 2 : Kaos Pendek, Celana Pendek, Sandal
DOP AUDIO
Kamera Sony A6000, memory
card 32 + 64 GB Lensa Sony Clip on
Saramonic
Baterai Kamera Tripod
Baterai Charger Stabilizer Clip on
MUSIC SOUND EFFECT
Time" oleh Hans Zimmer
Busy room ambience
-
- -
LIGHTING PRODUCTION NOTES
Continuous Light (Godox SL60IID Daylight LED Light)
Light Stand (Standart)
PRODUCTION COMPANY BREAKDOWN SHEET PROJECT TITLE
SKANDIUM PROJECT Badtas
DATE: 02 November 2024 LOCATION: Depan kamar kost yusuf
SETTING: Depan kamar kost Dita
SCENE: 6 D/N: Day INT/EXT: Ext
DESCRIPTION:
Setelah mengantarkan salah satu tamunya untuk keluar, Dita melihat Misyele sedang mengecat kuku di depan kamarnya dan mereka pun bertegur sapa lalu mengobrol bersama
SHOOTING DAY: 2
CAST EXTRAS
Adit Misyele
SET PROPERTY HAND PROPERTY
Kutek kuku, HP, Wig, Tisu Basah Kutek kuku, dan HP
WARDROBE MAKE UP
Adit : Crop top, bh, Rok Mini, Wig, Topeng Wajah, Heals, Nail Art
Misyele : Dress Polos, Flat Shoes, Jam Tangan, Kutek
DOP AUDIO
Kamera Sony A6000, memory
card 32 + 64 GB Lensa Sony Clip on
Saramonic
Baterai Kamera Tripod
Baterai Charger Stabilizer Clip on
MUSIC SOUND EFFECT
- - -
- -
LIGHTING PRODUCTION NOTES
Continuous Light (Godox SL60IID Daylight LED Light)
Light Stand (Standart)
PRODUCTION COMPANY BREAKDOWN SHEET PROJECT TITLE
SKANDIUM PROJECT Badtas
DATE: 26 Oktober 2024 LOCATION: Puskesmas Pakusari
SETTING: Kursi depan taman, Parkiran puskesmas dan gerbang
Puskesmas
SCENE: 7 D/N: Day INT/EXT: Ext
DESCRIPTION:
Setelah melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan dan Adit melihat hasilnya ia terkejut seolah-olah tidak percaya dengan hasil yang ia dapatkan. Disaat Adit akan beranjak keluar faskes ia berhadapan dengan seorang tukang karcis parkir faskes.
SHOOTING DAY: 1
CAST EXTRAS
-
SET PROPERTY HAND PROPERTY
Kursi, Meja, Koas, Hasil tes HIV, Karcis Parkir, Motor, Helm, Topi, HP
Hasil tes HIV, dan HP
WARDROBE MAKE UP
Adit : Kemeja Hitam Polos, Celana Jeans, Sepatu, Jam Tangan, tas cowok
Tukang Parkir : Kaos Pendek, Celana Training, Topi
DOP AUDIO
Kamera Sony A6000, memory card 32 + 64 GB
Lensa Sony Clip on
Saramonic
Baterai Kamera Tripod
Baterai Charger Stabilizer Clip on
MUSIC SOUND EFFECT
- Efek suara menegangka n
-
- -
LIGHTING PRODUCTION NOTES
Reflector
PRODUCTION COMPANY BREAKDOWN SHEET PROJECT TITLE
SKANDIUM PROJECT Badtas
DATE: 26 Oktober 2024 LOCATION: Jalan Pakusari dan Warung
SETTING:
Jalanan dan warung
SCENE: 8 D/N: Day INT/EXT: Ext
DESCRIPTION:
Sembari menuju arah jalan pulang, Adit menangis dan sedih mengingat takdirnya kini sudah berada diambang batas.
SHOOTING DAY: 1
CAST EXTRAS
-
SET PROPERTY HAND PROPERTY
Motor, Helm, Kardus isi snack box, Konsumsi Motor dan Kardus isi snack box
WARDROBE MAKE UP
Adit : Kemeja Hitam Polos, Celana Jeans, Sepatu, Jam Tangan
Mira : Kemeja Biru, Celana Jeans Putih,Jas Jurusan, Kerudung, Sepatu
DOP AUDIO
Kamera Sony A6000, memory card 32 + 64 GB
Lensa Sony Clip on
Saramonic
Baterai Kamera Tripod Baterai Charger Stabilizer Clip on
MUSIC SOUND EFFECT
Tabrakan motor
-
- -
LIGHTING PRODUCTION NOTES
Reflector
PRODUCTION COMPANY BREAKDOWN SHEET PROJECT TITLE
SKANDIUM PROJECT Badtas
DATE: 02 November 2024 LOCATION: Dalam Kamar Kost Yusuf
SETTING: Dalam Kamar Kost Adit
SCENE: 9 D/N: Day INT/EXT: Int
DESCRIPTION:
Sesampainya di kost, Adit merasa lelah dan ingin segera istirahat. Namun, ia menemukan suatu hal yang mengejutkan. Adit tidak sengaja
menjatuhkan barang dan ternyata barang tersebut merupakan buku hariannya dengan seluruh kisahnya di masa lalu.
SHOOTING DAY: 2
CAST EXTRAS
Adit -
SET PROPERTY HAND PROPERTY
Buku Diary, Bulpen, Jaket, Foto Keluarga Buku Diary, dan Jaket
WARDROBE MAKE UP
Adit : Kemeja Hitam Polos, Celana Jeans, Sepatu, Jam Tangan, tas cowok
DOP AUDIO Kamera Sony A6000, memory
card 32 + 64 GB
Lensa Sony Clip on
Saramonic
Baterai Kamera Tripod
Baterai Charger Stabilizer Clip on
MUSIC SOUND EFFECT
Nostalgia"
oleh Addie MS
- -
- -
LIGHTING PRODUCTION NOTES
Continuous Light (Godox SL60IID Daylight LED Light)
Light Stand (Standart)
B. PRODUKSI 1. Penyutradaraan
Teknik Penyutradaraan yang digunakan adalah antara lain:
2. Seleksi naskah (Play Selection)
3. Penafsiran naskah (Interpreting the Script)
4. Setelah pemilihan talent atau dilaksanakan casting, akan diadakan uji coba adegan
5. Menyusun rundown atau penjadwalan dengan tim produksi dan talent
6. Mengarahkan seluruh tim produksi mengenai alur film yang sesuai dengan naskah atauscriptfilm
7. Penguatan di setiap shot dan scene
8. Menumbuhkan atau mempengaruhi jiwa talent di dalam set atau lokasi
9. Bertindak tepat dalam segala kondisi saat berada di lokasi atau ketika memiliki permasalahan di dalam tim
2. Teknik Pengambilan Gambar
Dalam proses pembuatan film, salah satu elemen sinematografi yang dapat diamati dan mempengaruhi penyampaian pesan adalah teknik pengambilan gambar.
Jika gambar diambil dengan baik, hal ini dapat secara tidak langsung menyampaikan pesan yang ada pada sebuah adegan kepada penonton, meskipun adegan itu tidak
memiliki narasi atau dialog. Menurut Baksin (2006), terdapat lima hal yang harus diperhatikan dalam teknik pengambilan gambar, yaitu sudut kamera, ukuran bingkai, gerakan kamera, gerakan objek, dan komposisi (h.120). Ada beberapa teknik untuk pengambilan gambar atau video, berikut teknik - teknik yang digunakan di dalam film ini:
a. Camera Angle (pengambilan gambar) 1. Eye Level
Eye level adalah sudut pengambilan gambar dengan menggunakan sudut yang sejajar dengan mata seseorang yang berdiri atau pandangan mata seseorang yang mempunyai ketinggian tubuh tepat tingginya sama dengan objek. sudut pengambilan ini untuk menimbulkan kesan gambar yang setara dengan objek atau kesan normal. Eye level juga memberikan kesan apa yang kamu lihat itulah yang sebenarnya, jadi proporsi terlihat seimbang dan netral. sudut pengambilan ini yang paling sering dilakukan oleh pengambilan kamera.
Pada scene film diatas menggunakan angle shot eye level, tujuannya yaitu untuk memberitahu para penonton bahwa ada seorang pria yang sedang naik sepeda motor dan berhenti di pinggir jalan dikarenakan seorang pria tersebut sedang memikirkan masalah yang sedang dialaminya. Teknik ini memang paling cocok digunakan dalam adegan ini karena dengan menggunakan teknik ini penonton jadi tahu apa yang sedang dilakukan oleh pemain di scene film ini.
b. Frame size (ukuran gambar) 1. Medium Shot
Medium shot adalah ukuran gambar sebatas dari atas kepala hingga lutut. Ini memberikan keseimbangan antara menampilkan detail wajah dan ekspresi subjek serta memberikan sedikit adegan tentang lingkungan sekitarnya.
Pada film scene diatas menggunakan teknik medium shot, terlihat pada gambar diatas yaitu terdapat seorang laki-laki dan wanita yang sedang berbicara di depan kamar kos. Tujuan menggunakan teknik medium shot pada scene ini yaitu untuk menampilkan detail wajah dan ekspresi pemeran dengan jelas sehingga penonton dapat memahami emosi yang sedang dirasakan. Teknik medium shot juga bertujuan untuk membantu menciptakan koneksi yang lebih detail antara penonton dengan pemeran karena fokus pada bagian tubuh yang lebih personal (wajah, tangan, dll).
2. Long Shot
Long shot adalah teknik ini sorotan pengambilan gambar melebihi F5 dan sorotan tubuh manusia masih tampak terlihat jelas, namun latar belakangnya masih lebih dominan. Penggunaan long shot biasanya digunakan sebagai establishing shot yang berarti shot pembuka sebelum digunakannya shot untuk jarak yang lebih dekat.
Pada film scene diatas menggunakan teknik long shot, terlihat pada gambar diatas yaitu terdapat seorang laki-laki dan seorang waria yang sedang berbicara didepan pintu kamar kos. Tujuan menggunakan teknik long shot pada scene ini yaitu untuk menampilkan keseluruhan
lokasi dan memberikan gambaran menyeluruh tentang tempat kejadian atau dalam setting tempat film ini, tidak hanya itu tujuan teknik long shot yaitu untuk membangun suasana tempat dan memperlihatkan bagaimana pemeran utama berinteraksi dengan pemeran lainnya atau objek yang ada disekitarnya.
3. Medium long shot
Medium long shot adalah teknik pengambilan gambar yang menampilkan subjek dari sekitar lutut hingga kepala. teknik ini memberikan keseimbangan antara menampilkan subjek dan lingkungan sekitarnya sehingga penonton bisa memahami konteks dan suasana adegan.
Pada scene di atas kita bisa lihat bahwa film pada menit 4:48 menggunakan teknik medium long shot, pada gambar diatas terdapat seorang laki-laki yang sedang duduk dan termenung melihat hasil lab di depan puskesmas. Tujuan menggunakan teknik medium long shot yaitu untuk menampilkan baik subjek atau pemeran maupun lingkungan sekitarnya secara seimbang dan jelas dalam berinteraksi.
Medium long shot juga menciptakan suasana tertentu contohnya seperti pada scene di atas yaitu menunjukkan kesepian, ketegangan, dan tergantung pada bagaimana kamu menempatkan subjek dalam frame.
4. Extreme close up
Extreme close up adalah pengambilan gambar yang sangat dekat sekali sampai pori-pori kulit pun kelihatan, dan memperlihatkan detail suatu objek secara jelas.
Pada scene di atas kita bisa lihat bahwa film pada menit 0:38 - 0:57 menggunakan teknik extreme close up, pada scene di atas memperlihatkan wajah namun hanya terlihat mata dan mulut yang pengambilan gambarnya sangat dekat dengan wajah pemerannya.
Tujuan menggunakan teknik extreme close up yaitu untuk menampilkan detail terkecil dari pemeran seperti tekstur kulit atau wajah, dan juga memperlihatkan fokus pada bagian wajah yang sangat kecil seperti mata atau bibir untuk menciptakan efek dramatis dan emosional yang kuat.
3. Pergerakan Kamera 1. Zooming
Zooming seperti pada gambar diatas bukanlah camera movement karena tidak mengharuskan untuk mengubah posisi kamera, melainkan memainkan focal length atau panjang fokus untuk dapat bergerak lebih dekat atau lebih jauh ke arah pemeran. Sering digunakan untuk menciptakan efek dramatis atau menekankan detail tertentu Zooming menjadi salah satu gerakan kamera yang paling sering digunakan dalam dunia sinematografi.
2. Steadicam shot
Kamera dipasang pada alat stabilisasi untuk memungkinkan gerakan yang halus dan stabil saat berjalan seperti gambar diatas. Steadicam shot adalah
teknik pengambilan gambar yang menggunakan alat stabilisasi khusus.
Steadicam yaitu untuk menghasilkan gerakan kamera yang halus dan stabil saat operator bergerak. Alat ini memungkinkan kamera untuk merekam gambar yang mulus bahkan saat berjalan, berlari, atau melewati medan yang tidak rata.
4. Teknik Audio Film
Konsep editing yang digunakan dalam film ini menggunakan konsep natural yaitu cut to cut untuk menciptakan kesan kesinambungan antar adegan dalam film menggunakan. Namun terkadang menggunakan efek dissolve to untuk peralihan adegan agar tidak terkesan monoton, untuk sound effect tidak menggunakan efek yang berlebihan, sound effect yang digunakan merupakan instrumen musik dari theme music film ini.
Tabel Teknik Audio Dalam Film
No Scene Deskripsi Scene Audio Music Sound Effect
1. 1 Mas Burhan datang
mengunjungi Dita ke Kost dan mereka bercengkrama
di depan pintu kost
1. Clip on
Saramonic
Indie Folk atau Acoustic
Tidak ada
2. 2 Mas Burhan dan Dita bercanda gurau di dalam kamar
1. Clip on
Saramonic
Put Your
Records On"
oleh Corinne Bailey Rae
Tidak ada
3. 3 Memperlihatkan salah satu perilaku berisiko penyebab HIV/AIDS yaitu oral seks yang dilakukan oleh Dita dan Mas Burhan
1. Clip on
Saramonic
I see red by Film 365 days
Intimate Whispers
4. 4 Mas Burhan berpamitan pulang kepada Dita setelah melakukan kegiatan beresiko
1. Clip on
Saramonic
Tidak ada Tidak ada
5. 5 Berupa time flies
dimana beberapa pelanggan Dita yang keluar masuk
kamar dita
TIdak ada Tidak ada Suara buka pintu berkali-kali
6. 6 Setelah mengantarkan salah satu tamunya untuk keluar, Dita melihat Misyele sedang mengecat kuku di depan kamarnya dan mereka pun
bertegur sapa lalu mengobrol bersama
1. Clip on
Saramonic
Tidak ada Suara Pedagang Tahu
Bulat Keliling
7. 7 Setelah melakukan
pemeriksaan di fasilitas kesehatan dan Adit melihat hasilnya ia terkejut seolah-olah tidak percaya dengan hasil yang ia dapatkan.
TIdak ada Lagu yang
bergenre sedih
Sound Effect yang menegangkan
8. 8 Sembari menuju arah jalan pulang, Adit
1. Clip on
Saramonic
Lagu yang
bergenre sedih
Sound effect Tabrakan
menangis dan sedih mengingat takdirnya kini sudah berada diambang batas.
9. 9 Sesampainya di Kost, Adit menemukan buku catatan harian masa kecilnya
Tidak ada Lagu yang
bergenre sedih
Sound effect yang sedih
C. PASCA PRODUKSI 1. Editing 1
Sebelum melakukan pengeditan, dilakukan tahap penentuan aplikasi apa saja yang akan digunakan dalam mengedit, pemilihan aplikasi untuk pengeditan awalnya ada beberapa pilihan yaitu Capcut, Filmora, Adobe Premiere dan Da Vinci. Editor kami menentukan memilih aplikasi Da Vinci karena mempertimbangkan tools yang lengkap dan aplikasi yang mudah dipelajari.
Pada editing pertama, dilakukan penggabungan setiap hasil pengambilan gambar sesuai dengan alur cerita di dalam naskah. Selain itu, dilakukan juga proses cutting pada beberapa bagian video yang dirasa kurang tepat. Setelah melakukan kedua proses tersebut, pada tahap editing awal dilakukan pengecekan ulang dalam setiap hasil pengambilan gambar. Untuk editing berikutnya, kelompok kami mengagendakan pemberian audio, sound effect, transisi dan visual effect.
2. Editing 2
Setelah hasil editing pertama terkait penggabungan hasil video dan check kualitas masing-masing video, kelompok kami melaksanakan editing ke-2 dengan agenda yang telah dibuat pada saat editing pertama. Diawali dengan pembagian jobdesk antara soundman dan editor dimana soundman mencari sound effect dan memilah audio yang sesuai dengan adegan. Sedangkan editor menentukan transisi antar video dan visual effect seperti apa yang dibutuhkan.
Pengcuttingan audio dan pengurangan noise dilakukan di aplikasi capcut yang selanjutnya ditambahkan ke aplikasi Da Vinci disesuaikan dengan video.
3. Validasi Karya dan Penayangan Film
Validasi karya dilakukan dengan beberapa validator yang merupakan Dosen pengampu Mata Kuliah Sinematografi yaitu Bu Dhyani Ayu Perwiraningrum, S.KM., M.P.H selaku perwakilan Dosen Program Studi Promosi Kesehatan, Mas Alif Septian Raksono Putra, S.Sn., M.Sn., dan Mas Muhammad Arifin, S.Sn selaku Teknisi Mata Kuliah Sinematografi. Validasi dilakukan setelah sebelumnya sudah konsultasi dan revisi dengan tujuan menyempurnakan hasil.
Selanjutnya setelah divalidasi, hasil video dapat ditayangkan melalui pagelaran film.