• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Triwulanan IV-2013.pdf - OJK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Laporan Triwulanan IV-2013.pdf - OJK"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

Selama periode pelaporan, Otoritas Jasa Keuangan telah menjalankan fungsi, tugas dan wewenangnya untuk mengatur dan mengawasi kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), serta edukasi dan perlindungan konsumen yang baik. dan publik. . Dalam rangka stabilitas sistem keuangan, Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan peraturan mengenai Crisis Management Protocol (CMP) sebagai. Pada kuartal keempat, Otoritas Jasa Keuangan juga menerapkan sejumlah langkah untuk mengoptimalkan pengawasan dan pengaturan industri pasar modal dan IKNB yang sedang berjalan.

RINGKASAN EKSEKUTIF

Namun tekanan terhadap perekonomian dan pasar keuangan juga menurunkan kinerja beberapa indikator utama pasar modal syariah. Pelemahan pasar keuangan tidak berdampak signifikan terhadap produk investasi lainnya di pasar modal. Hal ini juga diperlukan mengingat semakin banyaknya kasus hukum di sektor jasa keuangan, khususnya pasar modal.

Grafik 1   Perkembangan indeks harga saham global
Grafik 1 Perkembangan indeks harga saham global

INDUSTRI PASAR MODAL I

Perkembangan Perdagangan Efek

Sedangkan nilai pasar saham dan rata-rata nilai serta frekuensi perdagangan saham per hari turun masing-masing sebesar 5,44%. Namun selama tahun 2013, rata-rata nilai dan frekuensi perdagangan saham masih lebih baik dibandingkan tahun 2012. Meski nilainya menurun, namun jumlah saham yang dibeli investor asing pada kuartal ini meningkat sebesar 0,36%.

PERKEMBANGAN

Perlambatan perekonomian global, termasuk perekonomian Indonesia, yang terjadi pada triwulan IV juga berdampak pada menurunnya kinerja pasar saham regional, termasuk Bursa Efek Indonesia.

INDUSTRI PASAR MODAL

  • Perkembangan Pengelolaan Investasi
  • Perkembangan Emiten dan Perusahaan Publik
  • Perkembangan Industri Pasar Modal Syariah
  • Perkembangan Lembaga dan Lembaga Penunjang Pasar Modal

Pada triwulan IV, pangsa pasar modal syariah mengalami peningkatan, terlihat dari jumlah saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) lebih banyak dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara itu, indeks di pasar modal syariah juga mengalami penurunan seperti yang terjadi di pasar modal klasik. Jumlah lembaga penunjang pasar modal yang terdaftar di OJK pada triwulan ini tidak mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.

Tabel I - 1    Perkembangan Perdagangan Saham menjadi 62,4 miliar lembar saham dibanding triwulan sebelumnya
Tabel I - 1 Perkembangan Perdagangan Saham menjadi 62,4 miliar lembar saham dibanding triwulan sebelumnya

Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal

KEUANGAN NON BANK

PERKEMBANGAN INDUSTRI KEUANGAN NON BANK

  • Industri Perasuransian
    • Perkembangan Industri Perasuransian
    • Perkembangan Industri Perasuransian Konvensional
  • Industri Dana Pensiun
  • Industri Pembiayaan
    • Perkembangan Perusahaan Modal Ventura
  • Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
    • Perkembangan Perusahaan Perasuransian Syariah
    • Perkembangan Industri Pembiayaan Syariah dan
  • Industri Jasa Penunjang IKNB

Sementara itu, modal sendiri (ekuitas) industri pembiayaan meningkat dibandingkan akhir triwulan sebelumnya yaitu sebesar 3,64%. Laba bersih industri perusahaan pembiayaan pada triwulan IV (per November 2013) meningkat sebesar 23,36% dibandingkan triwulan III. Total aset perusahaan pembiayaan syariah mengalami penurunan sebesar 6,7% pada periode pelaporan dibandingkan triwulan III tahun 2013.

Tabel II-2    Aset IKNB Syariah*
Tabel II-2 Aset IKNB Syariah*

IIIIII

TUGAS POKOK DAN WEWENANG OJK

Integrasi Pengaturan dan

Perkembangan sektor keuangan, terutama didukung oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi dan inovasi produk keuangan, telah menciptakan sistem keuangan yang kompleks, dinamis, dan saling berhubungan antar subsektor keuangan, baik produk yang dipasarkan maupun secara kelembagaan, sehingga mengakibatkan munculnya konglomerat. yang memiliki lembaga jasa keuangan yang bergerak di berbagai subsektor keuangan yaitu perbankan, pasar modal, dan lembaga keuangan non perbankan. Dampak positifnya adalah kemampuan meningkatkan daya saing lembaga jasa keuangan di Indonesia, antara lain peningkatan skala ekonomi, peningkatan efisiensi melalui pengembangan infrastruktur, delivery channel, promosi dan penguatan brand, peningkatan. OJK sebagai badan pengatur dan pengawasan sektor jasa keuangan berupaya memastikan bahwa pelaksanaan tugas dan fungsinya dapat membawa sektor jasa keuangan menuju pertumbuhan yang tertib, kredibel, dan berkelanjutan.

Untuk itu, sebagaimana telah dijelaskan pada triwulan sebelumnya dan tetap menjadi pedoman pada triwulan laporan, ZJK telah mencanangkan 8 (delapan) program strategis. Kedelapan program tersebut adalah: (1) integrasi pengaturan dan pengawasan lembaga keuangan, (2) peningkatan kapasitas pengaturan dan pengawasan, (3) penguatan stabilitas dan kinerja sistem keuangan, (4) peningkatan stabilitas sistem keuangan , (5) ) meningkatkan budaya tata kelola dan manajemen risiko pada lembaga keuangan, (6) menciptakan sistem keuangan perlindungan konsumen yang terintegrasi serta melaksanakan edukasi dan sosialisasi secara massal dan komprehensif, (7) meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia dan (8) ) meningkatkan tata kelola internal dan jaminan kualitas. Selain delapan program strategis tersebut, terdapat tiga kegiatan strategis lain yang sedang dikembangkan ZJK, yaitu kerja sama lokal dan internasional, persiapan pengalihan fungsi pengawasan dan pengaturan perbankan ke ZJK, dan kegiatan yang dilakukan oleh ZJK.

Program dan kegiatan strategis tersebut dituangkan dalam beberapa program kerja OJK yang pelaksanaannya dijabarkan di bawah ini.

PROGRESS PELAKSANAAN

TUGAS POKOK DAN WEWENANG OJK

Pengaturan Bidang Pasar Modal dan IKNB

Penyempurnaan peraturan ini juga akan meningkatkan pengawasan terhadap APERD dengan menambahkan ketentuan mengenai kewajiban melaporkan kegiatan penjualan oleh APERD. Penyempurnaan Regulasi Penyempurnaan Peraturan Nomor V.A.3 tentang Perizinan MI dengan memasukkan klasifikasi MI untuk mengantisipasi perdagangan lintas batas dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Tujuan penyempurnaan peraturan tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas perusahaan sekuritas, termasuk tata kelola perusahaan yang baik. Penyempurnaan peraturan tersebut bertujuan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan perkembangan di bidang transaksi efek di Bursa Efek. Penyusunan penyempurnaan Peraturan Nomor IX.C.8 tentang Pedoman Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penawaran Umum Oleh Perusahaan Menengah dan Kecil.

Tujuan penyempurnaan peraturan IX.C.7 dan IX.C.8 adalah untuk memudahkan perusahaan menengah dan kecil dalam melakukan kegiatan di pasar modal. Tujuan dari penyempurnaan peraturan ini adalah untuk meningkatkan penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik bagi emiten dan perusahaan publik, khususnya yang berkaitan dengan tanggung jawab direksi dan direksi. Tambahan Peraturan Nomor VIII.C tentang Notaris yang Bergerak di Bidang Pasar Modal. Penyusunan petunjuk pelaksanaan ujian akuntan.

Kegiatan pengkajian dan penyusunan peraturan di lingkungan IKNB difokuskan pada: (i) harmonisasi peraturan IKNB, khususnya peraturan mengenai laporan berkala, pengujian kesesuaian dan kepatutan, serta pengawasan IKNB; (ii) penyempurnaan regulasi dalam rangka pengembangan IKNB; dan (iii) penyempurnaan regulasi dalam rangka meningkatkan aspek kehati-hatian IKNB.

Pengawasan Bidang Pasar Modal dan IKNB

Terdapat 15 PE yang belum menyampaikan laporan dan satu PE terlambat menyampaikan laporan laporan bulanan kegiatan perantara pedagang efek (LKPPE). Sementara itu, terdapat delapan PE yang belum menyampaikan laporan bulanan Laporan Usaha Penjaminan Efek (LKPEE) selama 6 (enam) bulan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, seluruh kantor pusat dan cabang perusahaan sekuritas diminta melakukan tindakan perbaikan sesuai ketentuan.

Perizinan terhadap 4 Perusahaan Efek (PE) yaitu satu PE sebagai perantara pedagang efek (PPE) yaitu PT Eurocapital Peregrine Securities, dua PE sebagai Penjamin Emisi Efek (PEE) yaitu PT Eurocapital Peregrine Securities dan PT Grow Asia Capital, serta satu PE sebagai Investasi Manajer yaitu PT Eurocapital Peregrine Securities. Penerbitan izin kepada perorangan sebagai Wakil Perusahaan Efek (WPE) berupa 498 Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) dan 50 Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE), sehingga total izin sebanyak 7.392 WPPE dan 1,83 Pemantauan Manajer Investasi setiap bulannya. laporan dimana tidak ada MI yang mengalami keterlambatan dalam penyampaian laporan.

Monitoring laporan bulanan MKBD, dimana terdapat 2 MI yang terlambat menyampaikan dan 3 MI yang tidak menyampaikan laporan MKBD bulan November 2013. Pemantauan terhadap Bank Kustodian khususnya 982 surat teguran terkait pelanggaran kebijakan pengelolaan investasi yang dikeluarkan Bank Kustodian. Memantau penyampaian laporan berkala, ikhtisar, dan penelusuran teknis terhadap 576 emiten dan perusahaan publik, dimana 85,17% diantaranya menyampaikan laporan tahunan tahun 2012, dimana 13,88%.

Review terhadap 139 laporan realisasi penggunaan dana penawaran umum, dimana 13 emiten terlambat menyampaikan laporan dan 1 (satu) emiten belum menyampaikan.

Tabel III-3   Kegiatan kelembagaan IKNB
Tabel III-3 Kegiatan kelembagaan IKNB

Pengawasan Perusahaan Perasuransian

Pengawasan Dana Pensiun

Pengawasan Industri Pembiayaan

Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya

Saat ini OJK bekerja sama dengan PT BRI (Persero) juga sedang melakukan inventarisasi terhadap LKM yang belum berbadan hukum. 5) Pengawasan kelembagaan IKNB Syariah.

Pengawasan KelembagaanIKNB Syariah

  • Peningkatan Stabilitas Sistem Keuangan
  • Peningkatan Budaya tata Kelola dan Manajemen Risiko di Lembaga
  • Peningkatan Profesionalisme Sumber Daya Manusia
  • Peningkatan Tata Kelola Internal dan Quality Assurance
  • Kerjasama Domestik dan Internasional
    • Kerjasama Domestik
  • Ex-Officio Dewan Komisioner
  • Pengalihan Fungsi Pengawasan dan Pengaturan Perbankan ke

OJK juga melakukan harmonisasi peraturan tersebut dengan PMK di bidang perbankan sebagai antisipasi pengalihan fungsi pengaturan dan pengawasan perbankan dari Bank Indonesia ke OJK. Sejak dibentuk, tim transisi OJK tahap II (selanjutnya disebut tim transisi) yang masa tugasnya berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, telah mendapat amanah dari Dewan Komisioner OJK untuk mencapai dua tujuan utama, yaitu : 1) kelancaran pengalihan fungsi, tugas dan wewenang pengaturan dan pengawasan perbankan dari Bank Indonesia kepada OJK; dan (2) pendirian kantor regional dan OJK di seluruh Indonesia. Bank Rakyat Indonesia (BRI) berdasarkan perjanjian kerjasama dengan Bank Indonesia yang akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2013.

31 Oktober 2013 di 40 Kantor Perwakilan Bank Indonesia dan 8 Satuan Kerja Kantor Pusat Bank Indonesia. Perkiraan biaya ini mencakup perhitungan biaya di Kantor Pusat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Dewan Komisioner OJK telah menetapkan nama-nama pejabat dan pegawai Bank Indonesia yang akan dimutasi.

Dalam melaksanakan pengumpulan ketentuan tersebut, kelompok peralihan berkoordinasi dengan Departemen Hukum (DHk) - Bank Indonesia. SKB antara OJK dan Bank Indonesia ditandatangani oleh pimpinan Otoritas Jasa Keuangan bersama pimpinan Bank Indonesia pada tanggal 18 Oktober 2013. Bank Indonesia berdasarkan permintaan aparat penegak hukum (Polri, Kejaksaan Agung RI, dan Kejaksaan Agung RI). peradilan) untuk jangka waktu satu tahun.

Uji coba integrasi aplikasi SISKA di daerah berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bandung pada tanggal 11 hingga 11. Proses transisi tersebut meliputi inventarisasi aset IT di Kantor Perwakilan Bank Indonesia yang telah dialihkan ke OJK, implementasi OJK net di seluruh kantor OJK. Informasi pengalihan fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan dan pengawasan perbankan dari Bank Indonesia kepada OJK juga disampaikan secara resmi melalui surat kepada seluruh perbankan, pimpinan lembaga/.

Tabel III-5    Jumlah Permohonan Kelembagaan Jasa  Penunjang IKNB
Tabel III-5 Jumlah Permohonan Kelembagaan Jasa Penunjang IKNB

MANAJEMEN STRATEGIS

DAN TATAKELOLA ORGANISASI IV IV

MANAJEMEN STRATEGIS DAN TATAKELOLA ORGANISASI

IVIV

  • Pengendalian Kualitas,
  • Rapat Dewan Komisioner
  • Komunikasi
  • Keuangan Internal
    • Logistik
    • Aspek Sumber Daya Manusia
    • Aspek Organisasi

Acara yang bertemakan “Membangun Good Governance di Industri Jasa Keuangan dengan Melaksanakan Fungsi Assurance Terintegrasi” ini dihadiri oleh peserta dari profesi manajemen risiko di industri jasa keuangan antara lain perbankan, perusahaan sekuritas, perusahaan asuransi, dana pensiun, perusahaan pembiayaan dan akademisi. . Tujuan RGS 2013 adalah membangun komitmen dan merumuskan strategi bersama di antara seluruh pemangku kepentingan untuk menerapkan prinsip, nilai, dan sistem tata kelola di industri jasa keuangan. Pada tanggal 2 Desember 2013 telah diselenggarakan FGD Pengelolaan Jasa Keuangan di Indonesia dengan mengundang asosiasi profesi AI, MR dan PK di industri jasa keuangan.

Fokus lainnya terkait penciptaan kerangka regulasi dan pengawasan sektor jasa keuangan yang terintegrasi. Selain itu, RDK telah menyetujui peraturan OJK tentang Pengawasan BPJS dan telah membahas berbagai ketentuan mengenai sistem pengawasan berbasis risiko bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Perbankan. Sementara itu, dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas di bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, RDK telah membahas ketentuan terkait Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan dan Mekanisme Pengajuan Gugatan Perdata oleh ZJK untuk kepentingan konsumen. .

Sedangkan untuk penguatan internal ZJK, beberapa kebijakan yang telah ditetapkan dalam RDK antara lain Penataan Organisasi Otoritas Jasa Keuangan dalam Penerapan 9 Tingkat Jabatan; Penunjukan pihak ketiga tersebut dilakukan melalui Pengadaan Jasa Rekrutmen Calon Staf dan Pejabat di Otoritas Jasa Keuangan. KPJKS adalah forum yang beranggotakan para ahli di bidang muamalah syariah dan/atau ahli ekonomi, pakar keuangan, dan pakar industri jasa keuangan yang bertugas membantu OJK dalam menafsirkan fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang jasa keuangan syariah, menyediakan data . dalam rangka implementasi fatwa Peraturan OJK dan pengembangan industri jasa keuangan syariah.

Tujuan penetapan hari libur dan cuti bersama adalah untuk memberikan kepastian ketersediaan layanan OJK bagi pemangku kepentingan dan sektor jasa keuangan selama tahun 2014.

Referensi

Dokumen terkait