• Tidak ada hasil yang ditemukan

larangan pernikahan warga desa nglewan dengan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "larangan pernikahan warga desa nglewan dengan"

Copied!
102
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana gambaran 'urf tentang alasan dilarangnya perkawinan antara warga Desa Nglewan dan Desa Beding, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo? Bagaimana 'ulasan urf' terhadap sikap masyarakat terhadap larangan perkawinan antara Desa Nglewan dan Desa Bedengan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Telaah Pustaka

Skripsi atas nama Lestari Nurma Lailita berjudul “Fenomena Larangan Pernikahan Antara Warga Desa Mojo Kecamatan Cluwak dengan Warga Desa Gulang Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati”. Analisis Urf terhadap Larangan Kawin Antar Desa (Studi Kasus di Desa Kincang Wetang dan Teguhan Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun). Hasil penelitiannya adalah 'Ulasan Urf' Larangan Perkawinan antara Desa Kincang Wetan dan Desa Teguhan Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun.

Bagaimana ulasan 'urf tentang penetapan lusan besan sebagai pantangan pernikahan di Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo.

Metode Penelitian

Data penelitian dapat berasal dari berbagai sumber yang dikumpulkan selama kegiatan penelitian dengan teknik pengumpulan yang berbeda-beda.10 Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah pertama, alasan pelarangan perkawinan antara Desa Nglewan dan Desa Beding, dan kedua, pasca sikap masyarakat setempat terhadap hal tersebut. larangan pernikahan antara kedua desa ini. Pengamat harus jeli dan teliti dalam mengamati hal-hal yang diteliti.14 Dalam penelitian ini peneliti mengamati dan mencatat secara langsung hal-hal yang berkaitan dengan pelarangan perkawinan di Desa Nglewan dan Bejiwa Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. Dengan demikian, data yang terbatas akan memberikan gambaran yang lebih jelas sehingga memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data.17.

Dalam hal ini peneliti membandingkan data yang diperoleh dari observasi dan wawancara dengan wawancara lain yang diakhiri dengan penarikan kesimpulan sebagai hasil temuan lapangan.

Sistematika Pembahasan

PERNIKAHAN DAN ‘URF DALAM HUKUM ISLAM

Pengertian Pernikahan

Ikatan perkawinan tidak dapat diputuskan oleh suami istri karena alasan yang tidak kuat dan dibuat-buat. Ikatan perkawinan yang telah terlanjur terjalin hanya dapat putus apabila terdapat alasan yang kuat dan sesuai dengan ketentuan hukum syariat dan hukum negara serta tidak ada cara lain untuk menjaga agar ikatan perkawinan tetap kokoh selamanya. Ulama> H}}anafiyah, mengartikan perkawinan sebagai suatu akad yang berguna untuk mengadakan mut'ah dengan sengaja.

Artinya laki-laki dapat mengendalikan perempuan dengan seluruh bagian tubuhnya untuk mendapatkan kesenangan dan kepuasan. Ulama> Sya>fi'iyah, menyatakan bahwa perkawinan adalah akad yang menggunakan pengucapan nikah atau zauj. Ulama > Ma>likiyah, menyatakan bahwa perkawinan adalah suatu akad yang mengandung makna mut’ah untuk mencapai kepuasan tanpa memerlukan suatu harga.

Ulama > H>}ana>bilah, menyatakan bahwa perkawinan adalah akad yang menggunakan pengucapan inkah atau tuzwij untuk mendapatkan kepuasan dari seorang wanita dan sebaliknya.5. Muhammad Abu Zahrah memberikan pengertian yang lebih luas, yaitu: “Akad yang memberikan manfaat hukum bagi kemungkinan terjalinnya hubungan kekeluargaan (suami-istri) antara seorang laki-laki dan seorang perempuan serta saling tolong-menolong dan membatasi hak-hak pemilik serta memenuhi kewajiban-kewajibannya. " bagi setiap orang.” Berdasarkan pengertian tersebut maka perkawinan mengandung aspek akibat hukum, berakhirnya perkawinan berarti saling memperoleh hak dan kewajiban serta tujuan terjalinnya hubungan sosial yang dilandasi gotong royong.

Karena perkawinan merupakan suatu amalan keagamaan, maka didalamnya terkandung maksud atau tujuan mengharapkan keridhaan Allah SWT. Sesungguhnya hal ini ada tanda-tandanya bagi orang-orang yang berpikir.6 Dari kehidupan suami-istri, disyariatkan bagi manusia untuk menjalin hubungan yang mulia, membina keturunan, dan menekankan hak-hak dan kewajiban di antara mereka.

Tujuan Pernikahan

Salah satu tujuan pernikahan adalah menghindari dosa, karena semua manusia mempunyai naluri dan. Tanpa pernikahan, hasrat biologis disalurkan melalui cara-cara yang tidak diperbolehkan oleh agama atau akal sehat dan moralitas.

Rukun dan Syarat Pernikahan

Begitulah ceritanya kak.2 Dari hasil wawancara dengan Mbah Soimun dapat disimpulkan bahwa beliau mengetahui alasan adanya larangan pernikahan antara warga Desa Nglewan dan Desa Beding. Intinya orang Nglewan dilarang menikah dengan orang Beciri karena dulu ada kesepakatan antara nenek moyang Desa Nglewan dan Desa Bekurang bahwa mereka tidak akan pernah menjadi mertua.3. Berdasarkan hasil wawancara, Pak. Mulyani bahwa alasan dilarangnya perkawinan antara Desa Nglewan dan Desa Beding karena.

Menurut sebagian masyarakat Desa Nglewan dan Desa Bekirka, selain alasan dan sejarah dilarangnya perkawinan antara Desa Nglewan dan Desa Bebisnis Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo juga mempunyai sikap dan tindakan terhadap adat tersebut. Oleh karena itu penulis akan melakukan beberapa wawancara mengenai larangan perkawinan antara Desa Nglewan dan Desa Beding Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. Analisis Urf Alasan Larangan Pernikahan Antara Warga Desa Nglewan dan Desa Beding Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo.

Tradisi atau adat pelarangan perkawinan ini terletak di Desa Nglewan dan Desa Beding, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan penjelasan yang disampaikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa alasan adanya tradisi pelarangan perkawinan antara Desa Nglewan dan Desa Beding bertentangan dengan teori di atas. Analisis Urf Terhadap Sikap Masyarakat Tentang Larangan Pernikahan Antara Desa Nglewan Dan Desa Bebisnis Kecamatan Sambit, Pernikahan Antara Desa Nglewan Dan Desa Bebisnis Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo.

Begitu pula dengan tradisi pelarangan perkawinan antara Desa Nglewan dan Desa Beding, tentunya masyarakat menyikapinya dengan cara yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil wawancara dalam survei terlihat bahwa mayoritas masyarakat merupakan warga Desa Nglewan dan Desa Beding. Menurut sejauh mana penegakan sikap masyarakat terhadap tradisi pelarangan perkawinan di kalangan warga Desa Nglewan dan Desa Beding tergolong 'urf khas, yaitu adat yang hanya berlaku di tempat tertentu saja.

Jadi kalau dilihat dari aspek 'urf' sikap masyarakat terhadap larangan perkawinan antara Desa Nglewan dan Desa Bedinging, secara hukum tidak diperbolehkan.

Larangan Pernikahan Dalam Islam

  • Larangan Pernikahan Mahram Muabbad (Selamanya)
  • Larangan Pernikahan Mahram Muaqqat (Sementara)

Konsep ‘Urf

  • Pengertian‘Urf
  • Macam-macam‘urf
  • Syarat ‘urf
  • Kaidah-kaidah‘urf
  • Kehujjahan‘urf

Sedangkan dari segi terminologi, menurut Abdul Karim Zaidan yang dikutip Satria Efendi, istilah 'urf' berarti sesuatu yang diketahui masyarakat. Al-'urf adalah apa yang telah diketahui dan dijalani oleh manusia, baik berupa perkataan, perbuatan maupun larangan. Syariat Islam memberi kemungkinan untuk menentukan ketentuan hukum menurut adat istiadat setempat ('urf), kaidah fiqh menjelaskan adat istiadat dapat dijadikan landasan.

Segala sesuatu yang diatur dalam syariat bersifat mutlak, tetapi dalam agama tidak ada pengaturannya, dan dalam hal itu dikembalikan kepada 'urf. Para ulama sepakat bahwa 'urf' yang shahih dapat dijadikan dasar pembuktian sepanjang tidak bertentangan dengan syariat. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga mazhab tersebut memperdebatkan 'urf, tentu saja tidak menggunakan 'urf fasid sebagai landasan hujjah.

Para ulama yang mengatakan bahwa 'urf atau adat istiadat merupakan salah satu sumber petunjuk hukum menyatakan dapat dijadikan dalil jika tidak ada nash dari Al-Qur'an atau Hadits. Jika suatu urf bertentangan dengan Al-Qur'an dan al-Hadits, maka urf atau adat istiadatnya tertolak. Karena menerima 'urf fasid' berarti mengesampingkan nash-nash yang qath'i (menetap) sesuai keinginan dan membatalkan syariat.

Oleh karena itu, para ulama mazhab H}ana>fiyah dan Ma>likiyah mengatakan bahwa hukum-hukum yang ditetapkan berdasarkan 'urf adalah sahih dan sama. Diktum hukum yang ditetapkan atas dasar ‘urf sama dengan diktum hukum yang didasarkan pada dalil-dalil syar’i41.

LARANGAN PERNIKAHAN WARGA DESA NGLEWAN DENGAN

Sikap Masyarakat Terhadap Larangan Pernikahan Warga Desa Nglewan

ANALISIS ‘URF TERHADAP LARANGAN PERNIKAHAN DESA

Analisis ‘urf Terhadap Sikap Masyarakat Tentang Larangan Pernikahan Warga

Dalam konteks pelarangan perkawinan dua desa, urf dapat diartikan sebagai tradisi atau budaya yang dilakukan masyarakat secara turun temurun. Hal ini berdasarkan pendapat Pak. Sucipto selaku tokoh adat di Desa Nglewan menjelaskan, dirinya taat dan meyakini tradisi pelarangan perkawinan antara dua desa. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat mempercayai dan menaati tradisi pelarangan perkawinan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan untuk menghindari musibah (kematian) yang akan menimpanya, namun masih ada sebagian masyarakat yang melakukan hal tersebut. . tidak menaati tradisi ini, sehingga mereka tetap mengadakan pernikahan antara desa Nglewan dan desa Beding.

Berdasarkan sifatnya, tradisi pelarangan perkawinan ini termasuk dalam kategori 'urf amali, yaitu adat yang berupa tindakan kepatuhan masyarakat desa Nglewan dan Beciri dalam tindakan pelarangan perkawinan antara kedua desa tersebut. . Tentu saja tradisi larangan menikah ini merupakan ciri khas 'urf' karena tidak semua tempat atau daerah menemukan tradisi larangan menikah seperti itu. Kemudian bagi masyarakat yang taat dan meyakini tradisi pelarangan perkawinan antara desa Nglewan dan Beciri, karena menghormati leluhur dan menghindari bencana (kematian), hubungan tersebut dilihat dari keabsahannya, termasuk dalam kategori 'fasad urf'.

Sebab, sikap mereka terhadap tradisi haram nikah bertentangan dengan usulan syariah yang ada. Berdasarkan ayat di atas dijelaskan bahwa hanya Allah SWT yang mengetahui datangnya kematian bagi setiap makhluk hidup, sehingga keyakinan masyarakat akan kematian yang akan terjadi jika melanggar tradisi haram nikah sangat bertentangan dengan ketentuan hukum Islam. . Selain itu bagi sebagian masyarakat yang tidak mempercayai adanya adat atau tradisi yang melarang perkawinan, mereka meyakini bahwa segala kecelakaan dan kematian yang menimpa seluruh makhluk hidup adalah ketetapan Allah SWT, sehingga tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan syara’. , dan jangan menghalalkan yang haram dan membatalkan yang wajib.

ikhtisar 'urf tentang alasan pelarangan perkawinan antara warga Desa Nglewan dan Desa Kerja Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo termasuk 'urf qauli karena berupa apa yang disampaikan masyarakat tentang alasan pelarangan perkawinan dilihat dari ruang lingkup penerapannya, termasuk 'urf khas karena tradisi pelarangan perkawinan hanya ada di daerah tertentu, sedangkan dari segi hukum dianggap 'urf fasid karena bertentangan dengan syariat' dan tidak dapat diterima akal sehat. Gambaran 'urf terhadap sikap masyarakat mengenai larangan perkawinan antara warga Desa Nglewan dan Desa Bebisnis Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo, termasuk 'urf amali karena adat pelarangan perkawinan antara Desa Nglewan dan Desa Bebisnis dilihat dari ruang lingkupnya. , termasuk 'urf khas karena tradisi'. Larangan menikah ini tidak terdapat disetiap daerah, sedangkan keabsahannya adalah 'urf fasid karena sikap masyarakat yang bertentangan dengan syariat' karena diyakini bahwa musibah dan kematian datangnya dari selain Allah.

PENUTUP

Saran

Sebaiknya masyarakat Desa Nglewan dan Beding lebih tanggap terhadap adat istiadat yang ada di daerah tersebut. Bagi masyarakat yang meyakini adanya adat-istiadat tersebut, jangan mengabaikan hukum Islam yang sudah ada, yaitu Syari'at, karena mereka terlalu memegang teguh adat-istiadat yang ada. Dan bagi orang-orang yang tidak mempercayai adat istiadat tersebut, jangan sampai ketidakpercayaan tersebut menimbulkan perselisihan di kalangan penduduknya.

Para tokoh agama, tokoh masyarakat atau sesepuh Desa Nglewan dan Beding hendaknya secara perlahan berusaha menghilangkan anggapan masyarakat tentang akibat melanggar tradisi tidak menikah dengan memberikan edukasi tentang syariat Islam dan mengoreksi pemahaman yang salah di lingkungan keduanya. desa. Harapannya dapat memperluas ilmu pengetahuan tentang larangan-larangan hukum yang ada pada bidang lain, sehingga dapat semakin memperkaya ilmu pengetahuan dan khazanah akademik.

Referensi

Dokumen terkait