• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fenomena Baru di Indonesia"

N/A
N/A
Willi Wahyu

Academic year: 2023

Membagikan " Fenomena Baru di Indonesia""

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Manusia silver atau Silver Man merupakan orang yang mengecat tubuhnya dengan cairan bewarna silver dan berjalan seperti robot untuk meminta sumbangan uang. Aksi bergerak dengan menirukan gerakan seperti robot ini tidak hanya dilakukan orang dewasa tetapi banyak juga remaja, anak kecil bahkan bayi ikut dalam kegiatan aksi tersebut.

Keberadaan manusia silver yang atraksi di persimpangan jalan ini menarik perhatian masyarakat. Manusia silver ini mulai terdengar pada tahun 2012 di kota Bandung. Manusia silver ini berkembang menjadi suatu fenomena baru dikalangan masyarakat bukan hanya kota Bandung saja akan tetapi dikota lain di Indonesia yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dll (Afrizal dan Ria, 2022).

Pusat Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial mengatakan kemunculan manusia silver ada sejak tahun 2020 di kota-kota besar Indonesia, berdasarkan kutipan dari Kemensos mengatakan manusia silver ini sebelumnya berasal dari profesi sebagai pengamen, pegawai kantoran yang terkena phk akibat pandemi covid-19. Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 menyebutkan bahwa peningkatan jumlah warga miskin di Indonesia yang diakibatkan oleh pandemi covid-19 yaitu lebih dari 2,7 juta orang.

Menurut data konmas perlindungan anak menyatakan bahwa daerah provinsi DKI Jakarta merupakan kota tertinggi dengan keberadaan manusia silver yaitu sebanyak 189 keluarga manusia silver kemudian disusul kota Depok dan Tangerang sebanyak 200 keluarga manusia silver. Berdasarkan penelitian yang di lakukan Irfandi et al., (2022) tentang karakteristik manusia silver di wilayah Jabodetabek berdasarkan domisili menyebutkan bahwa prevelensi manusia silver terbanyak pada domisili Tangerang sebesar 34%, urutan kedua domisili Jakarta sebesar 33%, urutan ketiga domisili Bekasi sebesar 20%, Domisili Depok sebesar 7,2% dan domisili Bogor terletak pada urutan terakhir yaitu sebesar 5,2%.

Dan menurut data dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tahun 2021 Kota Semarang menyebutkan dalam setaun tercatat 300 manusia silver yang mengemis di jalan protokol.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Afrizal (2022) mengatakan terdapat kasus di Tengerang Selatan yang mencuri perhatian masyarakat dan ramai dibicarakan bahwa ada seorang bayi yang berumur 10 bulan yang disemprot menggunakan cat bewarna silver. Kasus tersebut dianggap sangat membahayakan bagi tubuh terlebih lagi kulit bayi yang masih sensitif terhadap zat asing.

Adapun faktor yang mendasari merebaknya manusia silver ialah faktor ekonomi dan sulitnya mencari lapangan perkerjaan terlebih lagi mereka yang memiliki latar belakang pendidikan rendah. Ada juga faktor putusnya sekolah tidak bisa melanjutkan sekolah, sebagaian lagi karna pandemi covid-19 banyak juga karna pembelajaran secara daring, sehingga para pekerja ini untuk mendapatkan uang rela menyemprotkan cairan silver yang mengkilat ketubuhnya. Tanpa mereka sadari bahwa cat yang digunakan tersebut memiliki kandungan zat kimia yang berbahaya dan jika digunakan terus menerus dalam jangka waktu lama dapat mempengaruhi kesehatan (Lakmini dan Mahanama, 2021). Cat merupakan cairan suspensi yang terdiri dari pengikat (resin) dan pelarut yang mudah menguap dan adiktif yang memberikan karakteristik khusus seperti tekstur kental dan halus. Cat perak yang disemprotkan ketubuh manusia silver yaitu cat enamel yang bewarna silver yang mengkilat (IARC, 2012).

Penggunaan cat silver ini berbahaya jika disemprotkan pada kulit orang dewasa maupun anak kecil bahkan bayi. Adapun efek jangka pendek akibat penggunaan bahan cat yang menempel pada kulit dapat mengakibatkan masalah kulit seperti seperti alergi, iritasi,

(2)

gatal-gatal, efek rasa terbakar, cat silver ini mudah masuk kedalam peredaran darah apabila digunakan pada area sensitif seperti mata, hidung, telinga dan mulut (Afrizal, 2022).

Bahan kimia yang terkandung dalam cat silver dapat masuk ke dalam tubuh manusia dapat melalui berbagai cara diantaranya inhalasi atau dengan cara menghirup bahan kimia, absorpsi atau penyerapan melalui kontak kulit / percikan air mata, ingestion atau tertelan melalui makanan atau tangan yang tekontaminasi, dan yang terakhir injeksi atau ketika benda tajam seperti kail atau jarum menusuk kulit (Laila dan Iting, 2013).

Cat silver yang memiliki warna terang biasanya mengandung kadar timbal yang tinggi. Timbal (Pb) merupakan jenis logam berat apabila masuk kedalam tubuh melalui inhalasi, absorbsi, dan ingesti dan kadar timbal (Pb) jika dalam dalam jangka waktu panjang masuk kedalam tubuh dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti gangguan terhadap sistem darah, sistem saraf, ginjal, sistem reproduksi dan saluran cerna. Pada umumnya efek kadar timbal tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko hipertensi (tekanan darah tinggi), penyakit ginjal, penurunan fungsi kognitif, risiko reproduktif (Laila dan Iting, 2013).

Di dalam darah senyawa timbal (Pb) yang terlarut kemudian akan diedarkan keseluruh sistem tubuh selanjutnya darah akan masuk ke glomerulus, dimana akan terjadi proses pemisahan bahan-bahan yang dibawa darah. Timbal (Pb) yang masuk ke sistem urinaria ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada saluran ginjal (Abadin, 2020).

Target utama yang akan diserang oleh timbal (Pb) yaitu sistem organ hematopoetik dengan cara menghambat pembentukan sel darah pada diferensiasi leukosit dan trombosit myeloblast dalam sumsum tulang selain itu peningkatan timbal didalam darah juga dapat menyebabkan masalah erotropoesis dengan menghambat sintesis protoporfirin sehingga dapat meningkatkan risiko anemia atau sel darah rendah (Hasanah, 2018).

Logam timbal (Pb) memiliki efek berbahaya terhadap reproduksi, telah dilaporkan kasus pada perempuan hamil dapat meningkatkan risiko keguguran, kematian bayi dalam kandungan, dan menyebabkan kelahiran prematur sedangkan pada laki-laki dapat menurunkan jumlah produksi sperma atau meningkatkan jumlah sperma yang tidak normal atau abnormal. Menurut penelitian timbal (Pb) dapat menurunkan kecerdasan anak hal ini menunjukkan bahwa kadar timbal yang tinggi di dalam darah di atas 20 μg/dl dapat mengakibatkan penurunan IQ sebesar 2-3 point. Kadar timbal (Pb) dalam darah yang tinggi yaitu diatas 30 ug/dl dapat mengakibatkan efek sistemik seperti sakit perut, kram, konstipasi, anoreksia, dan penurunan berat badan (Gustina, 2012).

Tidak hanya zat kimia timbal (Pb), zat kimia lainnya yang terkandung dalam cat silver yaitu cd (cadmium) apabila zat tersebut terhirup tubuh dalam jumlah yang banyak akan berisiko terjadinya kerusakan organ. Kemudian ada zat chrom dapat menyebabkan efek pada masalah pernafasan. Selain itu ada zat logam tembaga (Cu) jika menghirup banyak akan menyebabkan mual, muntah, diare. Dan zat kimia Mangan jika jumlah >0,5 mg/l maka dapat bersifat neurotoksik. Sehingga gejala yang ditimbulkan meliputi insomnia, lemah pada kaki, dan otot muka menjadi tampak kaku seperti topeng. Kolbalt, keracunan zat kolbalt (Co) dapat menyebabkan kelainan pada jantung, seperti gagal jantung dan tekanan darah yang tinggi (hipertensi). Dan yang terakhir zat titanium dioksida (TiO2) apabila terhirup debu yang tercemar titanium dioksida terlalu banyak dapat menyebabkan iritasi, batuk bahkan dalam jangka panjang menurut Canadian Centre for Occupational Healt and Safety dapat memicu terjadinya kanker paru-paru (IARC, 2012; Sumartiningtyas, 2021).

(3)

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan bahwa lebih dari 13 juta pekerja di Amerika Serikat yang mencakup dari berbagai industri dan sektor pekerjaan berpotensi terpapar bahan kimia yang dapat diserap melalui kulit. Pada tahun 2012 terdapat 34.400 kasus penyakit kulit melebihi penyakit pernafasan yaitu sebesar 19.300 kasus yang di akibat paparan bahan kimia yang berbahaya. Paparan kulit ditempat kerja dapat menyebabkan berbagai penyakit dan berdampak buruk untuk kesehatan.

Menurut Internasional Labour Organization (ILO) paparan zat kimia berbahaya menyebabkan 375.000 kasus kematian tiap tahunnya atau lebih dari 1000 kematian perhari di seluruh dunia. Dua pertiga kasus kematian tersebut terjadi di negara berkembang. Di negara Perancis, sekitar 4,8 juta ton zat karsinogenik, mutagenik dan reprotoksik. Dan survei tentang pengawasan medis mengatakan banyaknya pekerja yang terkontaminasi zat reprotoksik yaitu timbal (Pb) dan turunannya (Savadogo, 2022).

Melalui penelitian yang telah dilakukan di Indonesia dikatakan bahwa usia remaja merupakan usia terbanyak yang menjadi manusia silver yaitu sebesar 64,9% dengan tingkat pendidikan SMP lama berkerja lebih dari 8 jam. Dan berdasarkan keluhan kesehatan yang dirasakan manusia silver selama bekerja lebih dari 8 jam dalam satu hari akan menyebabkan kelelahan (49,5%) sedangkan sebesar 43,3% para pekerja ini mengalami nyeri dan kesemutan di bagian kaki ataupun ditangan, 42,3% lainnya mengalami kelemahan (Irfandi et al., 2022).

Hal tersebut dikarnakan karnakan sesorang terpapar zat timbal (Pb) dari zat silver dengan kadar yang tinggi dalam waktu yang singkat (Abadin et al., 2020; CDC, 2018).

Secara umum terdapat 3 jenis interaksi kimia dengan kulit yang dapat menjadi perhatian diantara lain efek kulit langsung, efek kulit yang diperantarai imum dan efek sistemik. Sementara itu bahan kimia (logam, resin epoksi, dan akrilik) dapat menyebabkan efek langsung seperti dermatitis atau urtikaria. Gejala umum dari dermatitis akut yaitu gatal, nyeri, kemerahan, bengkak, pembentukan ruam, perubahan pigmentasi, penebalan kulit (Anderson dan B Jean, 2014).

Manusia silver yang berusia anak-anak beresiko lebih tinggi menderita efek akibat cat yang mengandung timbal (Pb) hal ini dikarnakan anak-anak memiliki perilaku yang terkadang tidak sengaja memasukan tangan ke dalam mulut sehingga kotoran debu yang terkontaminasi dengan timbal (Pb) akan masuk kedalam sistem pencernaan. Selain itu pada anak-anak lebih mudah menyerap timbal dibandingkan orang dewasa karena sistem saraf anak yang masih fase berkembang sangat rawan terkena paparan zat kimia timbal yang berbahaya (Gundacker et al., 2021).

Banyaknya jumlah manusia silver maka perlu adanya tindakan lebih lanjut agar tidak semakin bertambah lagi yaitu dengan diberlakunya peraturan pemerintah yang jelas selain itu mereka yang tidak sadar, kurangnya pengetahuan, minim pendidikan atau anak-anak yang kurang pengawasan dari orang tua perlu dilakukan sosialisasi terkait bahaya cat yang di gunakan. Dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran terkait bahaya zat kimia yang terkandung dalam cat yang digunakan oleh manusia silver maka perlu dilakukan edukasi guna menghindari efek yang tidak diharapkan.

Referensi

Dokumen terkait