• Tidak ada hasil yang ditemukan

Leadership & Time Management Task: Esai Pengaruh Leadership dan Time Management terhadap Kinerja di Industri Roti Sobek

N/A
N/A
Salsabila Permata Sari

Academic year: 2024

Membagikan "Leadership & Time Management Task: Esai Pengaruh Leadership dan Time Management terhadap Kinerja di Industri Roti Sobek "

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Salsabila Permata Sari Nomor ID : 31

Kelompok : C Departemen : Quality

Leadership & Time Management Task: Esai Pengaruh Leadership dan Time Management terhadap Kinerja di Industri Roti Sobek

Industri pangan baik dalam skala rumahan maupun skala besar saat ini menjadi salah satu sektor yang telah menjamur dan terus berkembang menghadirkan peluang yang digemari oleh para pelaku usaha. Di Indonesia sendiri keberadaan industri pangan sangat berkembang dengan pesat termasuk diantaranya industri pangan bakeri. Daya minat masyarakat terhadap roti yang cukup besar menjadikan industri bakeri menjadi salah satu usaha yang cukup menjanjikan. Di tengah tersebarnya industri bakeri yang semakin menjamur, tingkat keberhasilan dari suatu industri ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk yang dihasilkan, tetapi juga termasuk di dalamnya faktor kemampuan para pemimpin dalam memimpin timnya dan efektivitas manajemen waktu.

Northouse (2018) menyatakan bahwa leadership atau kepemimpinan bukan hanya tentang posisi atau jabatan, tetapi juga tentang kemampuan untuk memotivasi, menginspirasi, dan memandu tim menuju pencapaian tujuan bersama. Terdapat 5 skill yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin sehingga dapat membantu dalam memperlancar jalannya kepemimpinan, yaitu good communication, team work, empathy, self awareness, dan adaptability. Leadershipatau kepemimpinan yang efektif dalam konteks industri bakeri melibatkan di dalamnya pemahaman mendalam tentang proses produksi, standar kualitas dan kemampuan untuk dapat memproduksi produk yang berkualitas dan mampu beradaptasi terhadap perubahan pasar yang ada.

Pemimpin pada sektor ini setidaknya harus memiliki kemampuan leadership sehingga mampu memberikan arahan yang jelas kepada tim produksi termasuk di dalamnya tim R&D maupun Quality. Arahan ini perlu terintegrasi dikarenakan produksi bakeri terkhususnya membutuhkan proses yang cukup panjang hingga sampai ke tangan konsumen sehingga dapat dihasilkan roti yang berkualitas dan sesuai dengan keinginan konsumen.

Dalam produksi bakeri nantinya seluruh tim baik R&D maupun Quality juga perlu memaksimalkan efektivitas manajemen waktu. Hal ini dikarenakan manajemen waktu yang efektif dapat menjadi kunci dalam menjaga kelancaran operasional di industri bakeri. Manajemen waktu yang baik dan efektif melibatkan perencanaan produksi yang matang, pengawasan terhadap proses produksi, dan pengelolaan inventaris dengan efisien. Hal ini dikarenakan manajemen waktu yang baik dapat memastikan efisiensi operasional, mengurangi pemborosan sumber daya, dan memenuhi permintaan pelanggan dengan tepat waktu. Kombinasi dari aspek leadership yang baik dan kemampuan manajemen waktu yang efektif ini nantinya dapat berdampak terhadap

(2)

meningkatnya kinerja keseluruhan perusahaan, membantu mencapai tujuan industri bakeri, dan berbuah membuka peluang untuk perkembangan industri yang terus maju dan berkelanjutan.

Dalam penerapannya tim R&D tentunya sangat memerlukan efektivitas manajemen waktu terlebih dalam melakukan riset pengembangan inovasi resep dari varian maupun rasa roti yang beragam sehingga pengembangan inovasi yang dilakukan dapat terencana dengan matang. Nantinya, salah satu skill dari kemampuan leadership, yaitu komunikasi akan sangat penting digunakan di tahap ini, di mana nantinya tim R&D akan mengomunikasikan hasil risetnya kepada tim Quality termasuk di dalamnya tim QA dan tim QC. Tim QA maupun QC yang keduanya tergabung dalam tim Quality memiliki suatu tujuan pokok yang sama, yaitu sebagai pengawas yang memastikan seluruh proses produksi dari industri bakeri ini berjalan sebaik mungkin sehingga kualitas produk yang dihasilkan dapat terjaga. Selain itu, tim Quality juga memiliki kendali terhadap penekanan produk bakeri yang rusak dengan cara memperbaiki dari alur produksi yang ada sehingga menghasilkan produk tanpa kerusakan dan sesuai dengan kualitas yang telah ditetapkan.

Tim QA maupun QC keduanya juga memiliki tugas spesifik masing-masing sehingga keduanya sangat diperlukan dalam produksi ini. Tim QA atau Quality Assurance memiliki tanggung jawab atas pembuatan standar, spesifikasi, dan membuat prosedur sehingga dihasilkan produk yang berkualitas dan stabil serta memberikan keyakinan bahwa persyaratan mutu terpenuhi. Sedangkan Tim QC atau Quality Control memiliki tanggung jawab atas kegiatan-kegiatan inspeksi terhadap produk termasuk di dalamnya pada tahapan uji in-coming, in-process, maupun outgoing. Keduanya memiliki tujuan yang sama untuk menjaga mutu dan kualitas produk yang dihasilkan agar sesuai dengan kepuasan konsumen.

(3)

Gambar 1. Diagram Alir Proses Produksi Roti (Koswara, S., 2009)

Dalam alur produksi di atas, tim QA bertanggung jawab dalam merencanakan kualitas dan mengidentifikasi setiap tahapan produksi roti. Mulai dari penerimaan bahan baku, quality assurance menetapkan prosedur penerimaan barang, membuat standar untuk bahan-bahan yang akan diberikan kepada pemasok, serta mengevaluasi apakah pasokan bahan baku yang diterima sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Inspeksi pada tahapan produksi juga dilakukan sebagai suatu langkah perbaikan dan pencegahan untuk memastikan bahwa proses produksi berjalan dengan baik dan mencapai kualitas hasil produk yang diinginkan.

Sistem yang telah dibuat oleh tim QA nantinya akan dieksekusi oleh tim QC. Tim QC bertugas menginspeksi bahan baku sebelum proses produksi berjalan. Proses produksi roti, mulai dari penimbangan bahan-bahan hingga pengemasan dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh tim QA. Apabila terdapat kegagalan dalam proses produksi, tim QC melakukan evaluasi melalui sampling. Dalam proses produksi suatu produk, sampling diperlukan sebagai representasi apakah produk yang diproduksi memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan atau tidak. Apabila hasil dari sampling tersebut tidak memenuhi standar, maka tim QC perlu mengambil langkah

(4)

pengendalian agar permasalahan terkait hal tersebut dapat segera ditangani dan produksi produk dapat berjalan kembali dengan baik tanpa adanya kegagalan hasil produksi.

Referensi:

Northouse, P. G. (2018). Leadership: Theory and Practice (8th ed.). Sage Publications.

Koswara, S. (2009). HACCP dan Penerapannya pada Produk Bakeri.

eBookPangan.com

Leadership & Time Management Task: Time Table Management (QC Bakery Product: Industri Roti Sobek)

Time Table (QC Bakery Product: Industri Roti Sobek) (Senin, 23 Januari 2024)

- Melakukan tindakan inspeksi bahan mentah dari tangansupplierhingga diterima oleh pihak industri

- Melakukan tindakan manajemen penyimpanan bahan mentah yang sesuai dengan standar agar tidak menjadi pemicu penurunan mutu produk yang dihasilkan

(Selasa, 24 Januari 2024)

- Melakukan inspeksi fasilitas yang digunakan

- Melakukan inspeksi proses produksi agar sesuai dengan standar yang telah ditentukan

- Menganalisasamplinghasil produk yang diproduksi (Rabu, 25 Januari 2024)

- Mendeteksi secara dini identifikasi faktor-faktor produksi yang memerlukan perbaikan berdasarkan hasil analisa produk

- Menentukan teknik pengendalian dari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil produk dan mengaplikasikannya

(Kamis, 26 Januari 2024) - Handling produk defect

- Meeting dengan R&D team terkait pengembangan inovasi baru varian dan rasa roti berdasarkan input dari konsumen

- Melakukan survei dengan menilai dan mengamati sampling dari kompetitor sebagai acuan pembanding dari inovasi yang dikembangkan

(Jumat, 27 Januari 2024)

- Mengevaluasi proses IQC dan IPC yang sebelumnya agar dapat lebih baik lagi serta dapat mendeteksi penyimpangan secara dini

- Melakukan pengecekan prosedur produksi varian roti sobek rasa baru (Sabtu, 28 Januari 2024)

(5)

- Melakukan inspeksi visual dan fungsional dari segi pengemasan dan pengiriman produk agar aman sampai ke tangan konsumen

- Melakukan tindakan manajemen penyimpanan hasil produk sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan

(Minggu, 29 Januari 2024)

- Melakukan pelaporan audit

- Meeting dengan QA terkait problem yang ada dari segi standar prosedur dalam produksi

- Merencanakanteam building vacationrekan QC team

Table Time Management (QC Bakery Product: Industri Roti Sobek)

Urgent Not Urgent

Important - Briefing dengan rekan QC team

- Melakukan tindakan inspeksi bahan mentah dari tangan supplier hingga diterima oleh pihak

industri dan

pengendalian

penyimpanan bahan sesuai standar

- Menganalisa sampling hasil produk yang diproduksi

- Handling produk defect

- Menentukan teknik pengendalian dari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil produk dan mengaplikasikannya

- Melakukan diskusi penyampaian report akhir dan evaluasi dari produk (terakhir dilakukan 1 minggu lalu)

- Mengevaluasi proses IQC dan IPC agar dapat lebih baik lagi

serta dapat

mendeteksi

penyimpangan secara dini (kondisi belum ada

problem yang

signifikan dari hasil produk)

Not Important - Meeting dengan R&D team terkait realisasi

produk yang

ditentukan dan pengembangan

inovasi baru varian rasa roti berdasarkan input dari konsumen

- Merencanakan team building vacationrekan QC team

(6)

- Meeting dengan QA terkait problem yang ada dari segi standar prosedur dalam produksi

Referensi

Dokumen terkait