• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAGA LEGISLATIF - Dr. Abdul Kadir, SH, M.Si

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "LEMBAGA LEGISLATIF - Dr. Abdul Kadir, SH, M.Si"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

PELAKSANAAN FUNGSI LEGISLASI DPR DI

INDONESIA

MHD. YUSRIZAL ADI S, SH.MH FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN

2020

(2)

TINJAUAN UMUM

• Badan legislatif dalam sistem ketatanegaraan disebut dengan parlemen

• Anggota parlemen dipilih oleh rakyat

• Parlemen merupakan lembaga

perwakilan politik yang menjadi

salah satu unsur kekuasaan dalam

suatu pemerintahan modern.

(3)

• Parlemen atau DPR di Eropa dikenal dengan sebutan “parliament” yang memiliki makna pembicaraan masalah kenegaraan.

• Di Amerika Parlemen disebut

“legislature” yaitu badan pembuat undang-undang (law making body)

• Sejarah kelahiran Parlemen berasal dari Inggris pada abad pertengahan pada waktu yang berkuasa adalah raja-raja/kaum feodal.

• Kaum feodal bergelar Lord yang menguasai tanah

(4)

• Pada waktu raja berkeinginan melakukan penambahan tentara dan pajak, maka raja mengirimkan utusan kepada lord untuk menyampaikan maksud tersebut, tetapi kemudian hal tersebut dirasa kurang efektif, maka kemudian raja membentuk sebuah lembaga yang anggotanya terdiri dari para lord ditambah dengan para pemuka gereja/pendeta-pendeta yang berada dipusat/dekat dengan raja.

(5)

• Lembaga tersebut berfungsi sebagai pemberi nasihat dan petunjuk kepada raja yang berkaitan dengan soal politik,administrasi kerajaan, pemungutan pajak apabila diminta oleh raja demi masa depan kerajaan.

• Lembaga ini kemudian menjadi lembaga permanen disebut dengan “luria regis”

dan kemudian menjadi “house of lords”

• Pada perjalanan waktu kekuasaan house of lords semakin besar maka raja berkinginan mengurangi hak-hak house of lords yang mengakibatkan pertikaian dengan raja dgn kaum ningrat.

(6)

Kemudian kaum menengah dan rakyat menginginkan untuk terlibat dalam pembicaraan pemungutan pajak dan anggaran kerajaan. Agar tidak terjadi pertentangan dengan raja, maka raja inggris pada waktu itu mengalah dan membentuk lembaga baru yang anggotanya terdiri dari kaum menengah dan rakyat disebut

“magnum consillium” yang kemudian disebut dengan house of commons”

House of lord dan house of commons disebut dengan parliamentum “lembaga parlemen “pertama dengan modern

(7)

Anggota House of lord adalah kaum bangsawan yang permanen sifatnya sedangkan house of commons terdiri kaum menengah dan rakyat yang merupakan pilihan rakyat di daerah masing-masing

• Kedudukan parlemen dengan sistem

parlementer sangat kuat, bahkan

dapat disebut lebih kuat dari

eksekutif karena parlemenlah yang

membentuk eksekutif.dmana setiap

anggota kabinet harus menjadi

anggota parlemen

(8)

• Kedudukan lembaga parlemen pada negara sistem presidensial yang murni adalah sejajar dengan presiden, hubungan kedua lemaga tersebut adlaah hubungan fungsional dalam arti keduanya berhubungan sesuai dengan fungsi konstitusionallnya.

• Parlemen dan presiden dipilih secara

langsung oleh rakyat dalam suatu

pemilihan umum dan dengan masa

jabatan tertentu

(9)

FUNGSI PARLEMEN

FUNGSI PARLEMEN secara umum ada 3 a. Fungsi Legislasi

yaitu membentuk undang-undang b. Fungsi Anggaran

yaitu menentukan anggaran belanja negara c. Fungsi Pengawasan

yaitu mengaswasi kinerja dari

pemerintah/pelaksanaan pemerintahan

Kemudian terdapat fungsi tambahan yaitu fungsi penjaringan aspirasi yang berarti memperjuangan kepentingan masyarakat yang kemudian dibahas diparlemen untuk direalisikan dalam pemerintahan

(10)

HAK-HAK PARLEMEN

- Hak bertanya - Hak interpelasi

(meminta keterangan)

hak anggota parlemen untuk meminta keterangan dari pemerintah terkait pelaksananaan kebijakan dan kebijaksanaan yg dilakukan oleh pemerintah dlm berbagai bidang.

- Hak angket (hak

mengadakan penyelidikan) - Hak mosi

(11)

Hak angket merupakan hak anggota badan legislatif untuk mengadakan penyelidikan sendiri, dengan membentuk panitia angket, kemudian panitia melaporkan hasil penyelidikannya kepada badan legislatif

Hak mosi merupakan hak kontrol parlemen/hak ketidakpercayaan parlemen kepada kebijakan pemerintah dalam menjalankan pemerintahan, hak ini biasanya dilaksanakan dinegara sistem parlementer

(12)

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT

UU No 17 Tahun 2014 Jo UU No. 2 Tahun 2018

DPR berwenang:

a. Membentuk undang-undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama;

b. Memberikan persetujuan atau tidak

memberikan persetujuan terhadap

peraturan pemerintah pengganti

undang-undang yang diajukan oleh

Presiden untuk menjadi undang-

undang;

(13)

c. membahas rancangan undang-undang yang diajukan oleh Presiden atau DPR yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta perimbangan keuangan pusat dan daerah, dengan mengikutsertakan DPD sebelum diambil persetujuan bersama antara DPR dan Presiden;

d. memperhatikan pertimbangan DPD atas rancangan undang-undang tentang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama;

(14)

e. membahas bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan memberikan persetujuan atas rancangan undang-undang tentang APBN yang diajukan oleh Presiden;

f. membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang disampaikan oleh DPD atas pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan, dan agama

(15)

g. memberikan persetujuan kepada Presiden untuk menyatakan perang dan membuat perdamaian dengan negara lain;

h. memberikan persetujuan atas perjanjian internasional tertentu yang menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara dan/atau mengharuskan perubahan atau pembentukan undang-undang;

i. memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pemberian amnesti dan abolisi;

(16)

j. memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam hal mengangkat duta besar dan menerima penempatan duta besar negara lain;

k. memilih anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan DPD;

l. memberikan persetujuan kepada

Presiden atas pengangkatan dan

pemberhentian anggota Komisi

Yudisial;

(17)

m.memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan Komisi Yudisial untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden;

n. memilih 3 (tiga) orang hakim

konstitusi dan mengajukannya

kepada Presiden untuk

diresmikan dengan keputusan

Presiden

(18)

TUGAS DPR

DPR bertugas:

a. menyusun, membahas,

menetapkan, dan menyebarluaskan program legislasi nasional;

b. menyusun, membahas, dan menyebarluaskan rancangan undang-undang;

c. menerima rancangan undang- undang yang diajukan oleh DPD berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah;

(19)

d. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang, APBN, dan kebijakan pemerintah;

e. Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang disampaikan oleh BPK;

f. Memberikan persetujuan terhadap pemindahtanganan aset negara yang menjadi kewenangannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang- undangan dan terhadap perjanjian yang berakibat luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara

(20)

g.menyerap, menghimpun,

menampung, dan

menindaklanjuti aspirasi masyarakat; dan

h. melaksanakan tugas lain

yang diatur dalam undang-

undang.

(21)

KEANGGOTAAN DPR

a. Anggota DPR berjumlah 560 (lima ratus enam puluh) orang.

b. Keanggotaan DPR diresmikan dengan keputusan Presiden.

c. Anggota DPR berdomisili di ibu kota negara Republik Indonesia.

d. Masa jabatan anggota DPR adalah 5 (lima) tahun dan berakhir pada saat anggota DPR yang baru mengucapkan sumpah/janji.

(22)

• Setiap anggota, kecuali pimpinan MPR dan pimpinan DPR, harus menjadi anggota salah satu komisi.

• Setiap anggota hanya dapat merangkap

sebagai anggota salah satu alat

kelengkapan lainnya yang bersifat tetap,

kecuali sebagai anggota Badan

Musyawarah.

(23)

ANGGOTA HAK DPR

Anggota DPR berhak:

1. mengajukan usul rancangan undang- undang;

2. mengajukan pertanyaan;

3. menyampaikan

usul dan pendapat;

4. memilih dan dipilih;

5. membela diri;

(24)

6. imunitas;

7. protokoler;

8. keuangan dan administratif;

9. pengawasan;

10.mengusulkan dan

memperjuangkan program

pembangunan daerah

pemilihan; dan

11.melakukan sosialiasi undang-

undang

(25)

FRAKSI DI DPR

Fraksi merupakan

pengelompokkan anggota berdasarkan konfigurasi partai politik berdasarkan hasil pemilihan umum.

Setiap anggota DPR harus menjadi anggota fraksi.

Fraksi dibentuk oleh partai politik yang memenuhi ambang batas perolehan suara dalam penentuan perolehan kursi DPR

(26)

• Fraksi dibentuk untuk mengoptimalkan pelaksanaan fungsi, wewenang, tugas DPR, serta hak dan kewajiban anggota DPR.

• Fraksi didukung oleh sekretariat dan tenaga ahli.

• Sekretariat Jenderal DPR menyediakan sarana, anggaran, dan tenaga ahli guna kelancaran pelaksanaan tugas fraksi.

• Ketentuan lebih lanjut mengenai sarana dan tenaga ahli fraksi sebagaimana dimaksud diatur dalam peraturan DPR

(27)

ALAT KELENGKAPAN DPR

Alat kelengkapan dpr terdiri atas:

A. Pimpinan;

B. Badan musyawarah;

C. Komisi;

D. Badan legislasi;

E. Badan anggaran;

(28)

f. Badan Kerja Sama Antar- Parlemen;

g. Mahkamah Kehormatan Dewan;

h. Badan Urusan Rumah Tangga;

i. panitia khusus; dan

j. alat kelengkapan lain yang

diperlukan dan dibentuk oleh

rapat paripurna.

(29)

SISTEM PARLEMEN

(30)

UNIKAMERAL

a) SISTEM UNIKAMERAL (SATU KAMAR)

Dilaksanakan dinegara homogen dengan luas wilayah yang kecil. Pemilihan anggota parlemen melalui pemilihan umum

Tidak dikenal adanya dua badan yang terpisah seperti Majelis Tinggi dan Majelis Rendah.

Di Asia, sistem unikameral ini misalnya dianut oleh Vietnam, Singapura, Laos, Lebanon, Syiria, Kuwait.

Legislatif terpusat pada satu badan legislatif tertinggi dalam struktur negara

(31)

BIKAMERAL

b) SISTEM BIKAMERAL (DUA KAMAR)

Parlemen terdiri dari dua kamar,

yang di inggris terdiri dari house of

lord (bangsawan) dan house of

commons (rakyat), di Amerika

Serikat terdiri dari house of

representative terdiri dari 435 orang

dan Senate terdiri dari perwakilan 50

negara bagian yang gabungan

keduanya disebut KONGRRES

(32)

• Parlemen juga biasa di isi oleh majelis tinggi dan majelis rendah

• Majelis Rendah adalah tempat wakil rakyat yang mewakili kepentingan partai politik atas dasar ideologi dengan skala nasional, dalam praktiknya terkadang oposisi ataupun pro terhadap kebijakan pemerintah

• Majelis Tinggi adalah lembaga yang mewakili kepentingan kewilayahan.

Anggotanya disebut senator. Berfungsi untuk memperjuangkan kepentingan wilayah

(33)

Bikameralisme adalah komponen yang esensial pada separation of power

Terdiri dari Majelis Tinggi (Upper House ) atau kamar kedua (Second chamber ) dan Majelis Rendah (Lower House ) atau kamar pertama (First chamber ).

Mejelis Tinggi dikenal dengan variasi nama, contoh di Inggris : House Of Lords; di Switzerland : Council Of State (Standerat); di Jerman : Bundesrat; di Malaysia : Dewan Negara, dan sebagian besar seperti di Australia, Amerika Serikat, Canada, Perancis, masing-masing dinamakan dengan Senate.

(34)

a.Strong Bicameralism

Pembuatan undang-undang biasanya dimulai dari majelis manapun, dan harus dipertimbangkan oleh kedua majelis dalam forum yang sama sebelum bisa disahkan.

Australia, Jerman, Swiss, Amerika Serikat, Kolumbia

b.Soft Bicameralism

Majelis yang satu memiliki status yang lebih tinggi. misalnya, majelis pertama dapat mengesampingkan RUU yang diajukan oleh majelis kedua.

(35)

C) SISTEM TRIKAMERAL

Dalam sistem trikameral, parlemen terdiri dari 3 badan yang memiliki tugas masing-masing.

Misalnya negara taiwan, RRC yang

terdiri dari National assembly (majelis

rakyat), yuan legislatif (DPR), dan

Dewan Pengawas

(36)

PELAKSANAAN FUNGSI

LEGISLASI DPR DI INDONESIA

Pasal 20 UUD 1945

1. Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undang-undang.*) 2. Setiap rancangan undang-undang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan

Presiden untuk mendapat persetujuan bersama.*

3. Jika rancangan undang-undang itu tidak mendapat persetujuan bersama, rancangan undang-undang itu tidak boleh diajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu.*

4. Presiden mengesahkan rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama untuk menjadi undang-undang.*

5. Dalam hal rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama tersebut tidak disahkan oleh Presiden dalam waktu tiga puluh hari semenjak rancangan undang-undang tersebut

(37)

Pelaksanaan

fungsi legislasi di DPR

dilaksanakan dengan

membentuk Badan

Legislasi DPR yang disebut BALEG

Pasal 102 UU No.17 tahun 2014

Badan Legislasi dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap.

Pelaksanaan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dilakukan

oleh DPR bersama

dengan Pemerintah

(38)

Badan Legislasi bertugas

:

a. Menyusun rancangan program legislasi nasional yang memuat daftar urutan rancangan undang-undang beserta alasannya untuk 5 (lima) tahun dan prioritas tahunan di lingkungan DPR;

b. Mengoordinasikan penyusunan program legislasi nasional yang memuat daftar urutan rancangan undang-undang beserta alasannya untuk 5 (lima) tahun dan prioritas tahunan antara DPR, Pemerintah, dan DPD;

(39)

c. Melakukan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsep rancangan undang-undang yang diajukan anggota, komisi, atau gabungan komisi sebelum rancangan undang-undang tersebut disampaikan kepada Pimpinan DPR;

d. Memberikan pertimbangan terhadap rancangan undang-undang yang diajukan oleh anggota DPR, komisi, atau gabungan komisi di luar prioritas rancangan undang-undang atau di luar rancangan undang-undang yang terdaftar dalam program legislasi nasional;

e. Melakukan pembahasan, pengubahan, dan/atau penyempurnaan rancangan undang-undang yang secara khusus ditugasi oleh Badan Musyawarah;

(40)

f. Melakukan pemantauan dan peninjauan terhadap undang-undang;

g. Menyusun, melakukan evaluasi, dan penyempurnaan peraturan DPR;

h. Mengikuti perkembangan dan melakukan evaluasi terhadap pembahasan materi muatan rancangan undang-undang melalui koordinasi dengan komisi dan/atau panitia khusus;

i. Melakukan sosialisasi program legislasi nasional;

dan

j. Membuat laporan kinerja dan inventarisasi masalah di bidang perundang-undangan pada akhir masa keanggotaan DPR untuk dapat digunakan oleh Badan Legislasi pada masa keanggotaan berikutnya.

(41)

Program Legislasi Nasional Tahun 2015-2019

Program Legislasi Nasional 2015-2019 (Prolegnas 2015- 2019) adalah Instrumen perencanaan program pembentukan Undang-Undang yang disusun secara terencana, terpadu, dan sistematis untuk periode 2015- 2019.

• Prolegnas 2015-2019 disusun oleh anggota DPR 2014-2019 Berama dengan Pemerintah.

(42)

• Penyusunan Prolegnas di lingkungan DPR dilakukan dengan mempertimbangkan usulan dari fraksi, komisi, anggota DPR, DPD, dan/atau masyarakat

• Pada awalnya total RUU yang masuk dalam Prolegnas periode 2015-2019 berjumlah 159 RUU, Namun jumlah itu direvisi menjadi 160 RUU dan akhirnya disepakati menjadi 189 Rancangan Undang-Undang dalam Prolegnas 2015- 2019.

(43)

Prolegnas bertujuan

untuk

mewujudka n sitem

hukum nasional

Dalam penyusunan Prolegnas penyusunan daftar Rancangan Undang-Undang didasarkan atas:

a. Perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

b. Perintah Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat;

c. Perintah Undang-Undang lainnya;

d. Sistem perencanaan pembangunan nasional;

e. Rencana pembangunan jangka panjang nasional;

f. Rencana pembangunan jangka menengah;

g. Rencana kerja pemerintah dan rencana strategis DPR; dan

h. Aspirasi dan kebutuhan hukum masyarakat.

(44)

• Prolegnas memuat program pembentukan Undang-Undang dengan judul Rancangan Undang-Undang, materi yang diatur, dan keterkaitannya dengan Peraturan Perundang- undangan lainnya Materi yang diatur dan keterkaitannya dengan Peraturan Perundang-undangan lainnya

• Keterangan mengenai konsepsi Rancangan Undang-Undang yang meliputi:

a. Latar belakang dan tujuan penyusunan;

b. Sasaran yang ingin diwujudkan; dan c. Jangkauan dan arah pengaturan.

• Materi yang diatur dalam konsepsi RUU sebelumnya harus telah melalui pengkajian dan penyelarasan dituangkan dalam Naskah Akademik.

(45)

Penyusunan Prolegnas antara DPR dan Pemerintah dikoordinasikan oleh DPR melalui alat kelengkapan DPR yang khusus menangani bidang legislasi.

Penyusunan Prolegnas di lingkungan DPR dikoordinasikan oleh alat kelengkapan DPR yang khusus menangani bidang legislasi.

Penyusunan Prolegnas di lingkungan DPR dilakukan dengan mempertimbangkan usulan dari fraksi, komisi, anggota DPR, DPD, dan/atau masyarakat.

Penyusunan Prolegnas di lingkungan Pemerintah dikoordinasikan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum.

Hasil penyusunan Prolegnas antara DPR dan Pemerintah disepakati menjadi Prolegnas dan ditetapkan dalam

Rapat Paripurna DPR

(46)

Dalam Prolegnas dimuat daftar kumulatif terbuka yang terdiri atas:

a. Pengesahan perjanjian internasional tertentu;

b. Akibat putusan Mahkamah Konstitusi;

c. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

d. Pembentukan, pemekaran, dan

penggabungan daerah Provinsi dan/atau Kabupaten/Kota; dan

e. Penetapan/Pencabutan Peraturan

Pemerintah Pengganti Undang-Undang.

(47)

Dalam keadaan tertentu, DPR atau Presiden dapat mengajukan Rancangan Undang-Undang di luar Prolegnas mencakup:

a. Untuk mengatasi keadaan luar biasa, keadaan konflik, atau bencana alam; dan

b. Keadaan tertentu lainnya yang memastikan adanya urgensi nasional atas suatu Rancangan Undang-Undang yang dapat disetujui bersama oleh alat kelengkapan DPR yang khusus menangani bidang legislasi dan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum.

(48)

SEKIAN

&

TERIMAKASIH

WASSALAM

Referensi

Dokumen terkait