• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAR – PENGESAHAN BAHAN AJAR MANAJEMEN TEKNIK TRANSPORT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "LEMBAR – PENGESAHAN BAHAN AJAR MANAJEMEN TEKNIK TRANSPORT "

Copied!
107
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

POLA PERGERAKAN DAN VOLUME LALU LINTAS

Pola Pergerakan

Bagian jalan yang disediakan khusus untuk pejalan kaki pada umumnya ditempatkan sejajar dengan jalur lalu lintas. Manajemen lalu lintas (traffic management) yang lebih baik akan tercapai jika jalur pejalan kaki secara fisik terpisah dari jalur kendaraan bermotor.

Pola Pergerakan

KECEPATAN LALU LINTAS

Pendahuluan

Di jalan arteri primer, kecepatan perjalanan pada jam sibuk antara 25 km/jam hingga 35 km/jam, sedangkan di jalan pusat kota dan jalan koridor menuju pusat kota kecepatannya bahkan lebih rendah lagi yaitu antara 15 km/jam hingga 25 km. /H. km/jam. Khusus untuk jalan di pusat kota, rendahnya kecepatan perjalanan tidak hanya disebabkan oleh tingginya volume lalu lintas saja, namun juga disebabkan oleh beberapa hal lain antara lain.

Jenis Kecepatan

Kecepatan gerak kendaraan tinggi, namun di satu sisi kecepatan gerak kendaraan rendah. Hal ini jelas tidak diinginkan, karena perjalanan memerlukan penundaan dan percepatan. Demikian pula, nilai kecepatan berkendara dan kecepatan gerak kendaraan merupakan indikator kenyamanan kondisi perjalanan (digunakan kecepatan kontinu).

Pengukuran Kecepatan Sesaat

Memarkir kendaraan yang bersentuhan dengan jalan raya (on street parking) di perkotaan, pasar, dan perkantoran. Menurunnya tingkat kepuasan dan kenyamanan pengguna kendaraan Waktu tempuh menjadi faktor utama bagi pengemudi dalam memilih rute kendaraan.

Pengukuran Kecepatan Perjalanan dan Kecepatan Gerak

Kurang atau buruknya kondisi fasilitas pejalan kaki (trotoar) pada pinggir jalan menyebabkan pejalan kaki menggunakan jalan tersebut sehingga akibatnya mengganggu arus lalu lintas (kecepatan), mengurangi kapasitas jalan dan terkadang menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Pelican Crossing merupakan tempat penyeberangan pejalan kaki yang dilengkapi dengan lampu lalu lintas untuk menyeberang jalan dengan aman dan nyaman.

Tabel 3.1 Catatan pengamat bergerak  Ke arah timur
Tabel 3.1 Catatan pengamat bergerak Ke arah timur

KECELAKAAN DAN KESELAMATAN LALU LINTAS

Kecelakaan Karena Rancangan Jalan

Penempatan lampu lalu lintas di persimpangan tersebut mengurangi angka kecelakaan sekitar 40 persen, atau pembangunan bundaran mengurangi angka kecelakaan sekitar 50 persen. Terbukti angka kecelakaan dengan cara ini berkurang sekitar 70 persen dibandingkan jumlah kecelakaan di pertigaan yang menggunakan keduanya. Cara lain yang jelas untuk mengurangi jumlah kecelakaan adalah dengan memisahkan pejalan kaki dari kendaraan, pejalan kaki dan kendaraan secara terpisah.

Pencatatan Kecelakaan

Pada peta kecelakaan yang detail, titik-titik kecelakaan berwarna hitam umumnya menggambarkan jejak kendaraan dan pejalan kaki secara bersamaan, beserta nomor perekamnya. Kartu pencatatan, sebagaimana telah disebutkan, dapat berupa kartu punch seperti yang sekarang dikenal sebagai kartu Cope-chat; atau, untuk daerah perkotaan besar, digunakan kartu komputer.

Laju Kecelakaan

Dengan cara ini, Anda dapat melihat atau mengidentifikasi secara sekilas ruas jalan yang memiliki perbedaan mencolok di suatu area dan mengamatinya.

Faktor-Faktor Kecelakaan Lainnya

Titik-titik pada suatu persimpangan dapat lebih dikurangi dengan menggunakan lampu pengatur lalu lintas. Pengelolaan arus lalu lintas dengan marka jalan dan rambu lalu lintas diharapkan dapat ditingkatkan. DLLAJR, tentang permasalahan perizinan angkutan umum, terminal, rambu dan rambu lalu lintas, dan lampu lalu lintas.

PENGATURAN LALU LINTAS PADA PERSIMPANGAN

Dilarang Belok Kanan

Jika semua belokan ke kanan dilarang, jumlah titik konflik akan sangat berkurang, hanya menyisakan empat titik. Ada dua atau tiga kemungkinan cara untuk memenuhi atau memenuhi larangan keringanan pada belokan kanan dan tetap memenuhi persyaratan lalu lintas.

Traffic Signal Lampu Pengatur Lalu Lintas

Seperti telah disebutkan, lampu lalu lintas waktu tetap tidak tersebar luas di Inggris (dan merupakan kebijakan pemerintah untuk menerapkannya sepenuhnya), meskipun lampu lalu lintas ini sangat populer di negara lain. Pada dasarnya pengukuran waktu ditentukan dari studi arus lalu lintas, setiap fase (siklus) diatur beroperasi dari urutan waktu yang tetap tanpa memperhatikan naik turunnya (fluktuasi) arus lalu lintas. Lalu lintas di jalan utama berhenti untuk memberikan kesempatan kepada lalu lintas jalan kecil untuk menyeberang.

Penghitungan Semboyan Lalu Lintas

Cara yang biasanya menggunakan tanda panah berwarna hijau ini digunakan untuk memungkinkan lalu lintas berbelok ke kiri, seperti di pertigaan, namun saat ini lebih banyak digunakan untuk memungkinkan lalu lintas berjalan lurus atau berbelok ke kanan. 2.25 Jika terdapat lalu lintas belok kanan yang memadai, jalur belok kanan dengan lebar kira-kira 2,5 m (8 kaki) akan mengurangi volume lalu lintas. Katakanlah lalu lintas dibersihkan dalam 5 detik hijau pada satu fase, 6 detik hijau pada fase lain, lalu 2 detik ditambah 3 detik waktu hilang pada merah/merah/kuning.

Tundaan pada Lampu Lalu Lintas

Jadi dengan asumsi faktor smp sebesar 1,2,q dari simpang arah utara sebesar 580 km/jam dan s sebesar 1650 km/jam, maka tundaan simpang arah utara adalah sama.

Lampu Pengatur Lalu Lintas Terpadu

Jalur pejalan kaki harus dapat diakses oleh semua orang (jaringan pejalan kaki harus dapat diakses oleh semua orang). Jalur pejalan kaki harus dirancang sebaik mungkin (lingkungan pejalan kaki harus menyediakan tempat yang baik). Kawasan pejalan kaki seharusnya bisa dimanfaatkan untuk banyak hal (perbaikan pejalan kaki agar bisa dimanfaatkan untuk banyak hal).

PARKIR

Kebutuhan Parkir dan Permasalahan Parkir

Di Inggris, sejak awal abad ke-19 telah dibuat pengaturan hukum bahwa jalan raya raja tidak boleh digunakan sebagai ladang kuda, maka menurut undang-undang, setiap kendaraan yang berhenti dengan sendirinya merupakan penghambat pergerakan lalu lintas dan lalu lintas. pemiliknya dapat dituntut. Semakin besar volume lalu lintas pada sistem jaringan jalan maka semakin besar pula kebutuhan akan fasilitas parkir. Sekalipun hanya sedikit kendaraan yang parkir di sepanjang jalan, namun kendaraan tersebut efektif mengurangi lebar jalan dan berarti mengurangi kapasitas arus lalu lintas.

Permintaan Parkir Dilihat dari PelakuTransportasi

Hanya tiga mobil yang diparkir pada bentangan jalan sepanjang satu kilometer akan secara efektif mengurangi lebar jalan dari 5,5 m (18 kaki) menjadi tinggi 4,6 m (15 kaki) pada jalan yang dibangun untuk standar lalu lintas dua arah. Pengemudi kendaraan niaga - ingin kemudahan bongkar muat Lalu lintas langsung - ingin tidak macet Petugas parkir - ingin parkir gratis di mana pun Vejtrafikexpert. Waspadai imbalan untuk parkir di badan jalan (yaitu di tepi jalan atau tepi jalan) dan parkir di luar badan jalan pada bangunan parkir bawah tanah atau bertingkat.

Inventarisasi Pelataran Parkir

Berbagai karakteristik pejalan kaki dalam penyusunan jalur LOS, yaitu kecepatan berjalan (kecepatan berjalan dilambangkan dengan u), arus (aliran dilambangkan dengan q), kepadatan (kepadatan dilambangkan dengan k), dan modul luas (luas modul dilambangkan oleh M). Beberapa ahli transportasi menggunakan kecepatan rata-rata 1,20 m/detik (72 m/menit) sebagai acuan, namun bagi pejalan kaki yang cenderung berjalan lebih lambat, digunakan 0,90 hingga 1,00 m/detik (54-60 m/menit). acuan dalam perancangan fasilitas pejalan kaki. Non-Perkerasan adalah jalur pejalan kaki yang dibangun di atas prasarana umum lain di luar jalur tersebut; seperti di taman, di perumahan dan sebagainya.

Survey Pola Parkir dan Volume Parkir

Kebutuhan Offstreet Parking

Meskipun kami telah menghitung jumlah kendaraan yang parkir di suatu area, namun hal ini belum menunjukkan kebutuhan sebenarnya akan tempat parkir. Banyak orang yang memarkir mobilnya jauh dari tempat yang diinginkan hanya karena kesulitan mencari tempat parkir.

Metode Pengaturan Parkir

Struktur yang berdekatan dengan jalan raya untuk melindungi trotoar, menjamin ruang samping, dan menyediakan ruang untuk pemberhentian sementara, parkir, dan pejalan kaki. Untuk menghindari kontak dengan orang lain, setiap pejalan kaki harus mempunyai ruang selebar minimal 75 cm. Pejalan kaki yang saling mengenal biasanya berjalan di area selebar 2 kaki di depan setiap pejalan kaki.

PEDESTRIAN

Pengertian

Pejalan kaki merupakan pejalan kaki yang timbul karena adanya penghubung kegiatan antara dua tempat atau jaraknya tidak terlalu jauh. Umumnya menjangkau jumlah yang cukup besar di kawasan komersial atau yang sering disebut dengan Central Business District (CBD).

Permasalahan

Minimnya jembatan penyeberangan pada ruas jalan yang jumlah persimpangannya cukup banyak di pusat perbelanjaan juga berdampak pada kelancaran arus lalu lintas dan pejalan kaki itu sendiri.

Penanggulangan

Landasan Teori Pejalan Kaki

Karakteristik Pejalan Kaki

Kecepatan berjalan setiap orang tidaklah sama, tergantung banyak faktor, antara lain: usia, jenis kelamin, waktu berjalan (siang atau malam), suhu udara, tujuan perjalanan, reaksi terhadap lingkungan sekitar, dll. Sleight menyatakan bahwa kecepatan berjalan rata-rata untuk orang dewasa dan lanjut usia adalah 4,5 kaki/s (84 m/menit), dan kecepatan berjalan rata-rata untuk anak-anak adalah 5,3 kaki/s (96 m/menit). Menurut Edward (1992), rata-rata kecepatan berjalan pria dan wanita secara umum adalah 1,29 m/s dan 1,13 m/s.

Konsep Desain Trotoar

Seperti halnya jalan kendaraan yang dibutuhkan untuk menampung lalu lintas kendaraan, pejalan kaki juga memerlukan fasilitas berupa jalan setapak untuk menampung sirkulasi manusia, khususnya untuk aktivitas berbelanja. Trotoar Yang dimaksud dengan trotoar adalah jalur pejalan kaki yang terletak pada suatu kawasan jalan, mempunyai lapisan permukaan, diberi ketinggian lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan dan pada umumnya sejajar dengan jalur lalu lintas. Fasilitas pejalan kaki yang “memadai” harus memenuhi kriteria transportasi umum yaitu aman, nyaman dan tenang.

GEOMETRIK JARINGAN JALAN

Permasalahan

Geometri jaringan jalan adalah dimensi komponen-komponen jaringan jalan yang ditentukan sedemikian rupa sehingga jaringan jalan yang bersangkutan dapat melayani lalu lintas secara optimal, sesuai dengan fungsi jaringan jalan tersebut. Klarifikasi jaringan jalan disesuaikan dengan kebutuhan lalu lintas baik barang maupun penumpang pada masing-masing jaringan jalan. Dians Pasar menangani permasalahan pasar termasuk pedagang dan parkir sehingga lalu lintas di jalan raya tidak terganggu.

Tabel 1 :   Hubungan  Sistem  perkotaan  dengan  peranan  ruas  jalan  dalam  sistem jaringan jalan primer
Tabel 1 : Hubungan Sistem perkotaan dengan peranan ruas jalan dalam sistem jaringan jalan primer

Pengertian Geometrik Jaringan Jalan

Fungsi Jalan

jalan arteri; jalan yang melayani angkutan utama dengan karakteristik perjalanan jarak menengah, kecepatan rata-rata tinggi, dengan jumlah akses jalan terbatas. jalan kolektor; jalan yang mengalami angkutan pengumpulan/distribusi dengan karakteristik berkendara jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang, dan jumlah jalan terbatas. jalan lokal; jalan yang melayani angkutan lokal dengan karakteristik jarak pendek, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan tidak terbatas.

Bagian-bagian Jalan

Beberapa Devinisi dari Komponen-komponen Utama

Manajemen lalu lintas menyasar pengendara atau pejalan kaki, mengarahkan dan mencegah agar tidak mengganggu pengendara lain. Setiap kota tentunya mempunyai karakteristik atau jenis dan jumlah instansi dalam menangani kasus lalu lintas. Adanya Traffic Engineer Unit (TEU) atau penanganan permasalahan lalu lintas khususnya di pusat kota dengan menggandeng instansi terkait.

Standar Umum Geometri Jalan

Sistem Jaringan Jalan

PENGELOLAAN LALU LINTAS DAN KOORDINASI

Rambu-rambu Lalu Lintas

Tanda persegi dengan dasar kuning, tanda grafis hitam menunjukkan peringatan bahaya. Ada juga tanda peringatan yang bentuknya selain bulat, misalnya segitiga dan lain sebagainya.

Evaluasi Perhitungan Road Marking

Organisasi Manajemen Lalu Lintas

Kebijakan Pembangunan Lalu Lintas mencakup banyak aspek dan menyangkut kewenangan berbagai otoritas yang sangat diperlukan untuk mencapai pergerakan lalu lintas yang lancar, aman dan nyaman.

Referensi

Dokumen terkait