• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMOE KOTA PAREPARE

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan " LEMOE KOTA PAREPARE "

Copied!
104
0
0

Teks penuh

Judul skripsi: Implementasi Nilai Keadilan Bagi Distribusi Beras Sejahtera di Desa Lemoe Kota Parepare. Implementasi Nilai Keadilan Bagi Distribusi Beras Sejahtera di Desa Lemoe Kota Parepare” (dibimbing oleh Hannani dan Wahidin). Hasil penelitian menggambarkan bahwa pelaksanaan Program Beras untuk Keluarga Penerima Beras Sejahtera (Rastra) di Desa Lemoe Kota Parepare tidak berjalan sesuai harapan.

Atas dasar permasalahan inilah peneliti merasa terpanggil untuk melakukan penelitian dengan judul “Implementasi Nilai Keadilan Bagi Pendistribusian Beras Sejahtera di Desa Lemoe Kota Parepare”.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Iqdam Liberty Muhammad dengan judul, “Pola Pembagian Beras untuk Masyarakat Miskin di Desa Pucungrejo, Muntilan, Magelang (Tinjauan Sosiologi dan Filsafat Hukum Islam)”. Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Afrianti dengan judul “Efektivitas Distribusi Beras Bagi Masyarakat Miskin di Kampung Baru Kabupaten Pinrang (Perspektif Hukum Islam).

4Afrianti, “Efektivitas Distribusi Beras Bagi Masyarakat Miskin di Masyarakat Kampung Baru, Kabupaten Pinrang (Perspektif Hukum Islam)”, (Tesis: Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare) .

Tinjauan Teorotis

Teori Implementasi .1 Pengertian Implementasi .1 Pengertian Implementasi

  • Konsep Implementasi Kebijakan

2.2.1.1.4 Informasi : merupakan sumber daya lain yang penting dalam pelaksanaan kebijakan, informasi yang disampaikan atau diterima harus jelas untuk memudahkan atau mempercepat pelaksanaan kebijakan atau program. Kunci keberhasilan implementasi suatu program atau kebijakan adalah sikap karyawan terhadap penerimaan dan dukungan terhadap kebijakan atau dukungan yang ditetapkan. 2.2.1.1.9 Struktur Birokrasi: sesuai dengan kecukupan organisasi birokrasi yang menyelenggarakan pelaksanaan kebijakan publik.

Hal ini karena implementasi kebijakan publik berupaya mewujudkan kebijakan publik yang masih bersifat abstrak menjadi kenyataan yang nyata.

Teori Keadilan .1 Pengertian Keadilan .1 Pengertian Keadilan

Bertindak adil adalah sesuatu yang sudah menjadi hak Allah swt. diketahui, yang menjadikan Al-adl (berlaku adil) dan Al-Qasth adalah sama kerana ia merupakan asas kepada segala sesuatu yang ditetapkan oleh Allah Yang Maha Bijaksana daripada prinsip dan peraturan yang menyeluruh secara umum dalam syariat-Nya. Iman yang murni, inilah seruan setiap utusan Allah., asasnya ialah beramal soleh sebagaimana yang ditunjukkan oleh firman Allah swt., dalam Q.S Al-An'am/6: 115. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada keluarga, dan Allah melarang dari perbuatan keji, mungkar dan permusuhan.

Sebagaimana mereka juga diperintahkan untuk bertindak secara adil di bidang politik agama dan menjalankan kekuasaan negara berdasarkan prinsip-prinsip perlakuan yang adil, baik sebagai penguasa maupun rakyat biasa.

Teori Distribusi .1 Pengertian Distribusi .1 Pengertian Distribusi

  • Proses pendistribusian
  • Distribusi dalam Hukum Islam

Pengertian keadilan korektif adalah keadilan yang terjadi ketika seseorang telah mencemarkan nama baik orang lain. Keadilan moral adalah keadilan yang terjadi ketika seseorang mampu menjamin perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban, dan keadilan prosedural adalah keadilan yang terjadi ketika seseorang melakukan suatu tindakan sesuai dengan prosedur yang diharapkan. Islam mengajarkan bahwa umatnya dibentuk dari generasi yang kuat secara fisik, cerdas dari segi otak, profesional dari segi tenaga dan karya serta unggul dari segi ilmu.

Sementara itu, distribusi kekayaan dari segi ekonomi akan mendorong terciptanya produktivitas dan daya beli masyarakat akan meningkat. Tujuan penyaluran adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kurang mampu agar terciptanya solidaritas di kalangan umat Islam. Pemberantasan sebab-sebab kebencian dalam masyarakat yang dapat berdampak pada terwujudnya keamanan dan ketenteraman masyarakat, serta terciptanya keadilan dalam distribusi yang meliputi distribusi sumber-sumber kekayaan.

Tujuan hukum Islam dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek pembuatan hukum Islam yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang bersifat primer, sekunder dan tersier. Kebutuhan primer adalah kebutuhan utama yang harus dijaga dan dipelihara sebaik mungkin oleh syariat Islam agar kemaslahatan hidup manusia benar-benar terwujud. Dan dari segi pelanggar hukum Islam yaitu manusia itu sendiri yaitu untuk mencapai kehidupan yang bahagia dan sejahtera.

Abbas Al-Akkad berkata: “Persamaan yang baik adalah keadilan yang di dalamnya tidak ada unsur kezaliman. Orang tidak dilarang mengarahkan seluruh kemampuannya dalam suatu kewajiban, tidak pula sarana yang terkubur untuk mencapainya kesempatan kerja dan segala macam sarana yang dapat mencapai tujuan.23 Keadilan dalam hal ini bukan berarti persamaan, dan persamaan hak dan kewajiban, tetapi keadilan yang dimaksud adalah pembagian hak dan kewajiban berdasarkan kemampuan yang dimiliki.

Teori Beras Sejahtera (Rastra) .1 Pengertian Beras Rastra (Rastra) .1 Pengertian Beras Rastra (Rastra)

  • Dasar Hukum Program Beras Sejahtera
  • Manfaat, Sasaran dan Tujuan Beras Rastra .1 Manfaat Beras Rastra
  • Pengelolaan dan pengorganisasian
  • Penetapan Pagu, Titik Distribusi, Titik Bagi dan Penganggaran
  • Mekanisme Distribusi Rastra

Program Rastra merupakan salah satu bentuk kebijakan publik, sedangkan tujuan kebijakan publik adalah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat melalui produk-produk kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Setiap produk kebijakan harus memperhatikan substansi negara sasaran, sehingga memunculkan suatu rekomendasi yang memperhatikan berbagai program yang dapat dijabarkan dan dilaksanakan sebagai tujuan kebijakan 24 Program Rastra merupakan implementasi dari Inpres Kebijakan Perberasan Nasional . Selain itu, juga meningkatkan akses bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memenuhi kebutuhan pokok pangan, sebagai salah satu hak dasarnya.25 Program Rastra pada dasarnya bertujuan untuk membantu masyarakat.

Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Perubahan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310) . Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Pelayanan Publik Tingkat Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1170). Surat Menteri Dalam Negeri Nomor SJ kepada bupati/walikota perihal pelaksanaan program Rastra dan BPNT Tahun 2018.

Pengaturan yang terkait dengan pelaksanaan program Rastra meliputi berbagai jenis peraturan yang terkait dengan pangan, seperti peraturan yang terkait dengan ketahanan pangan, pangan, kebijakan pengadaan gabah/beras pemerintah dan distribusi beras, kebijakan pengadaan gabah/beras, beras dan distribusi beras pemerintah. , pembagian biaya distribusi dari titik distribusi ke titik distribusi dan berbagai aturan lain yang terkait dengan pelaksanaannya. Program Rastra bertujuan untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga mampu dengan memenuhi kebutuhan berasnya melalui penyaluran beras bersubsidi dengan alokasi 15 kg/bulan. Program Rastra bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sasaran dengan menyediakan sebagian kebutuhan pangannya berupa beras.

Penanggung jawab pelaksanaan program Rastra di provinsi adalah gubernur, di kabupaten/kota adalah bupati/walikota, di kecamatan adalah camat dan di desa/kelurahan adalah kepala desa/lurah atau kepala desa. kepala pemerintahan pada tingkat yang sama. Kebijakan Pemerintah Pusat dalam menganggarkan program Rastra hanya untuk pengadaan beras dan pendistribusiannya sampai dengan TD.

Tinjauan Konseptual

Kerangka Pikir

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yaitu data yang diperoleh berupa informasi, uraian dengan bahasa yang sederhana dan dikaitkan dengan data yang ada untuk memperoleh kejelasan tentang suatu kebenaran atau sebaliknya, guna menimbulkan gambaran baru untuk memperoleh atau gambar yang ada. Kajian ini berfokus pada Implementasi Nilai Keadilan pada Pembagian Beras Sejahtera (Studi Kasus di Desa Lemoe Kota Parepare).

Sumber data .1 Data Primer

Sumber data sekunder adalah data yang diperoleh melalui pihak lain yang peneliti tidak peroleh langsung dari subyek penelitiannya, melainkan dari dokumen atau laporan yang sudah tersedia.

Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data

Cara pengumpulan data dilakukan dengan panca indra disertai dengan pencatatan secara sistematis dengan mengamati keadaan, karena pengamatan ini bersifat terbuka, maka keberadaan peneliti diantara informan diakui secara terbuka, sehingga antara informan dan peneliti terdapat hubungan yang wajar. atau interaksi. Menurut Koentjaraningkrat mengatakan bahwa metode wawancara termasuk metode yang digunakan oleh seseorang untuk tujuan tertentu, berusaha mendapatkan informasi atau pendapat secara lisan dari responden dengan cara berbicara tatap muka dengan orang lain. Maka yang digunakan adalah wawancara terstruktur, yaitu apabila dilakukan wawancara tatap muka dengan informan dengan menggunakan pedoman wawancara yang telah disiapkan sebelumnya.

Teknik Analisis Data

  • Gambaran Umum Kelurahan Lemoe Kota Parepare
  • Jumlah Penduduk dan Mata Pencaharian
  • Struktur Organisasi Kelurahan Kelurahan Lemoe Gambar 1. Struktur Organisasi Kelurahan
  • Luas Lahan Menurut JenisPenggunaan Lahan di Kecamatan Bacukiki Tahun 2014
  • Visi Misi
  • Jenis Populasi Ternak Kecil dan Unggas Menurut Jenisnya

Kecamatan Bacukiki berada di ujung timur kota Parepare, terletak pada 119'37' dan 49,48' Bujur Timur dan Lintang Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sidrap dan Kecamatan Ujung di sebelah utara, Kabupaten Sidrap di sebelah timur dan Kabupaten Barru di sebelah selatan dan barat kabupaten Bacukiki . di Sisi Barat. Dengan sebagian besar wilayah perbukitan, Bacukiki menjadi ujung tombak pertanian dan peternakan, dimana lahan pertanian dan peternakan masih luas, menjadikan Bacukiki sebagai urat nadi Pertanian Kota Parepare. Kecamatan Lemoe merupakan kecamatan terluas di kota Parepare dengan luas wilayah 29,75 km2, luas wilayah kecamatan ini 44,60 persen dari luas wilayah Kecamatan Bacukiki.

Tabel 1. Jumlah Penduduk Kelurahan Lemoe
Tabel 1. Jumlah Penduduk Kelurahan Lemoe

Proses Distribusi Program Beras Sejahtera (Rastra) di Kelurahan Lemoe Kota Parepare

  • Tepat Sasaran
  • Tepat Jumlah
  • Tepat Harga
  • Tepat Waktu
  • Tepat Administrasi
  • Tepat Kualitas

Masyarakat Desa Lemoe Kota Parepare merasa terbantu dengan program Beras Sejahtera (rastra) namun dalam pendistribusiannya ada pihak yang tidak bertanggung jawab karena tidak adanya keterbukaan kepada masyarakat sehingga masyarakat sendiri mengambil Beras Sejahtera (rastra) itu didistribusikan. Beras Rastra hanya diberikan kepada keluarga sasaran yang terdaftar sebagai penerima Raskin atau Beras Sejahtera (Rastra). Berdasarkan hasil survei lapangan, Beras Sejahtera (rastra) didistribusikan berdasarkan hasil database Kelurahan dan berdasarkan hasil musyawarah Desa/Kelurahan untuk menentukan siapa yang berhak menerima Beras Sejahtera (rastra).

Beras sejahtera (rastra) hanya diberikan kepada keluarga yang benar-benar tidak mampu, dengan cara mengumpulkan kartu keluarga untuk memilih siapa yang berhak mendapatkan beras sejahtera (rastra) atau tidak di setiap lingkungan”. (rastra) kepada yang kurang mampu menurut saya masih belum optimal karena pembagian beras yang kaya (rastra) kepada yang kurang mampu tidak sesuai jalur.

Pembagian beras sukses (rastra) di Desa Lemoe dilakukan dengan perbedaan di beberapa RT/RW. Kebenarannya diketahui dari hasil wawancara dengan salah satu penerima beras bernama Lina. Sosialisasi program beras sukses (rastra) dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang detail program ini, meliputi arti, maksud, tujuan, berapa banyak beras yang mereka terima dan berapa harga beras sukses tersebut. (raster).

Dalam pendistribusian beras sejahtera yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu sangat lamban, akibatnya waktu pendistribusian tidak menentu yang akan diberikan kepada penerima beras sejahtera. Namun dalam pelaksanaan beras untuk penerima manfaat (rastra) penerima manfaat, sebagian masyarakat menerima beras dengan kualitas yang agak rendah.

Gambar 4.1 Prosedur Distribusi Beras Sejahtera (Rastra)  di Kota Parepare
Gambar 4.1 Prosedur Distribusi Beras Sejahtera (Rastra) di Kota Parepare

Implementasi distribusi Rastra di lihat dari Nilai Keadilan di Kelurahan Lemoe Kota Parepare

ه هلِل

ه للِل

Kesimpulan

Pendistribusian beras tidak tepat waktu karena struktur birokrasi yang terlalu panjang dan berbelit-belit, serta rendahnya kualitas beras akibat kurangnya pengawasan pemerintah terhadap standar kualitas beras yang kemudian didistribusikan ke masyarakat.

Saran

Iqdam Liberty Muhammad, “Pola Pembagian Beras Miskin di Desa Pucungrejo, Muntilan, Magelang (Tinjauan Sosiologi dan Filsafat Hukum Islam)”, (Skripsi, Hukum Ekonomi Syari'ah, Fakultas Syari'ah dan Hukum, Universitas Islam Negeri, Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2016.) pdf terbit tanggal 4 April

Pertanyaan kepada Bapak Lurah Lemoe

Pertanyaan kepada ketua RT Kelurahan Lemoe

Apakah distribusi Rastra di kecamatan ini sudah terdistribusi dengan baik setiap bulannya atau masih ada kendala? Apakah pembagian rastra di Kelurahan ini merata setiap bulannya atau masih ada pihak yang mendapatkan porsi yang tidak sesuai dengan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Bagaimana pendapat Anda tentang masyarakat yang berhak menerima Rastra tetapi tidak menerima bantuan tersebut?

DOKUMENTASI

BIOGRAFI PENULIS

Gambar

Tabel 1. Jumlah Penduduk Kelurahan Lemoe
Tabel 2. Prasarana Pemasaran Kelurahan Lemoe
Tabel  3.  Luas  Lahan  Menurut  Jenis  Penggunaan  Lahan  di  Kecamatan  Bacukiki Tahun 2014
Tabel 4. Visi Misi Kelurahan Lemoe
+3

Referensi

Dokumen terkait

Plus pr´ ecis´ ement, dans un langage informatique, chaque parenth` ese ouvrante doit ˆ etre coupl´ ee ` a une parenth` ese fermante ; mˆ eme chose pour les accolades et les