• Tidak ada hasil yang ditemukan

LENSI WAHYUNI.pdf - Repository IAIN Bengkulu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "LENSI WAHYUNI.pdf - Repository IAIN Bengkulu"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Apa saja kendala penggunaan aplikasi whatsapp dalam proses pembelajaran online di kelas IV A SDN 61 Bengkulu Selatan. Apa solusi permasalahan yang ditemui pada penggunaan aplikasi whatsapp pada proses pembelajaran online di kelas IV A SDN 61 Bengkulu Selatan.

Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian

Mengetahui kendala penggunaan aplikasi WhatsApp dalam proses pembelajaran daring di Kelas IV A SDN 61 Bengkulu Selatan. Mencari solusi permasalahan yang ditemui dalam penggunaan aplikasi WhatsApp dalam proses pembelajaran daring di Kelas IV A SDN 61 Bengkulu Selatan. Dapat dijadikan contoh bentuk perbaikan secara online dalam meningkatkan motivasi belajar dan penggunaan aplikasi WhatsApp dalam proses pembelajaran agar mutu atau kualitas sekolah meningkat.

Sitematika Penulisan

LANDASAN TEORI

Kajian Pustaka

Penelitian, Andika Prajana (2020), berjudul “Penggunaan aplikasi WhatsApp dalam pembelajaran di UIN Ar-Raniry Banda Aceh”. 29 Andika Prajana, Penggunaan Aplikasi Whatsapp Dalam Pembelajaran di UIN Ar-Raniry Banda Aceh” (Pendidikan Teknologi Informasi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-RaniryBanda Aceh – Indonesia 2020). Penelitian, Qamariah Hasanah (2020) berjudul “Penggunaan Aplikasi Whatsapp Sebagai Media E-Learning Pada Masa Covid-19 Pada Mata Kuliah Biomolekuler Tadris IPA IAIN Bengkulu”.

Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi whatsapp sebagai media e-learning terbukti mampu mengurangi penggunaan data internet yang besar sehingga tidak memberatkan siswa. Aplikasi whatsapp dapat digunakan meskipun dalam kondisi kurang mampu Kehadiran Internet yang artinya dapat digunakan dimanapun mahasiswa berada, membantu meningkatkan semangat dan keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran pada mata kuliah Biomolekul dan Metabolisme di program studi Tadris IAIN Bengkulu. Bedanya, penelitian Qamariah menjelaskan penggunaan aplikasi whatsapp dalam proses pengajaran mata kuliah Biomelek dan Metabolisme di Prodi Tadris IAIN Bengkulu. Penelitian, Ni Komang Suni Astini (2020) berjudul “Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Tingkat Sekolah Dasar pada Masa Pandemi Covid-19”.

30 Qamariah Hasanah, Menggunakan Whatsapp sebagai media e-learning pada masa Covid-19 pada Mata Kuliah Tadris Ilmu Biomolekuler IAIN Bengkulu (Tadris IPA Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu, Bengkulu: 20). Persamaan penelitian ini adalah sama-sama mengkaji pemanfaatan teknologi informasi, sedangkan perbedaannya dengan peneliti adalah penelitian Ni Komang Suni Astin fokus pada teknologi informasi dengan berbagai aplikasi, tidak hanya aplikasi Whatsapp 31 5. Hasil Penelitian ini, penggunaan aplikasi Whatsapp dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Terlihat dari data dokumentasi dan observasi seluruh siswa berperan aktif dalam pembelajaran baik di kelas maupun di grup Whatsapp. Seluruh siswa mengalami peningkatan hasil belajar baik dari segi sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Berdasarkan perbandingan perbedaan hasil belajar ekonomi kelas eksperimen dan kontrol yaitu sebesar 17,5 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran menggunakan Whatsapp dengan yang tidak menggunakan Whatsapp. , dan sumber belajar yang dikembangkan menggunakan aplikasi Whatsapp efektif dikembangkan untuk meningkatkan hasil belajar Ekonomi Kelas X di SMK Negeri 1 Medan. Persamaan penelitian yang ingin dikaji adalah sama-sama menggunakan aplikasi Whatsapp, namun penelitian Kak Silitonga fokus pada peningkatan hasil belajar siswa kelas X yang menggunakan WhatsApp maupun tidak menggunakan WhatsApp.34 8. Memanfaatkan Whatsapp sebagai Sumber Belajar Mandiri untuk peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMK Negeri Medan.

Penelitian, Depi Ratnasari, Ponoharjo dan Wika Budi Utami (2020) berjudul “Penerapan Aplikasi Whatsapp Terhadap Minat dan Prestasi Siswa”. Dari hasil pengolahan data penelitian ini disimpulkan bahwa minat dan prestasi belajar matematika siswa yang diajar menggunakan aplikasi Whatsapp bermateri lebih baik dibandingkan siswa yang diajar menggunakan aplikasi Whatsapp tanpa materi. Perbedaan dari peneliti adalah mereka mempunyai tiga variabel dan fokus penelitian untuk belajar menggunakan Whatsapp, sedangkan persamaannya adalah sama-sama meneliti aplikasi Whatsapp.

Kerangka Berpikir

Dari hasil analisis dapat dikatakan bahwa penggunaan Whatsapp sebagai media kegiatan literasi dapat menggairahkan minat masyarakat di semua kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja rumah tangga, guru dan lain-lain. Salah satu kegiatan literasi yang dilakukan di grup Whatsapp adalah pelatihan. tulislah judul cerita dengan menggunakan gambar. Kesimpulan yang dapat kami ambil adalah WhatsApp dapat digunakan sebagai media kegiatan literasi di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini fokus pada kegiatan literasi. 37.

METODOLOGI PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Lokasi survei ini adalah SDN 61 Bengkulu Selatan yang terletak di Desa Penindaian Kedurang Ilir. Yang diwawancarai adalah guru (4 orang), wali siswa (4 orang) dan siswa (4 orang). Oleh karena itu, jumlah orang yang diwawancarai adalah 12 orang. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dengan menggunakan sistem wawancara yang dilakukan oleh kepala sekolah dan orang tua/wali siswa pada saat proses pembelajaran daring di SDN 61 Bengkulu Selatan.

Fokus Penelitian

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah (Insardi S.Pd) tentang penggunaan aplikasi WhatsApp dalam pembelajaran daring di kelas IV A, beliau menyampaikan bahwa: 44. Dalam pembelajaran daring bagi siswa melalui aplikasi whatsapp apakah terlihat pada situasi darurat akibat virus corona seperti halnya saat ini. Berdasarkan wawancara tersebut peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan aplikasi whatsapp dalam pembelajaran daring yang dilakukan di SDN 61 Bengkulu Selatan saat ini sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran karena siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran dari rumah.

Apa saja kendala penggunaan aplikasi Whatsapp dalam pembelajaran daring di kelas IVA SDN 61 Bengkulu Selatan. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah (Bapak Insardi S.Pd) tentang kendala penggunaan aplikasi WhatsApp dalam proses pembelajaran online di SDN 61 Bengkulu Selatan : 54. Dari berbagai kelebihan tersebut WhatsApp Group menjadi online pembelajaran yang dilakukan guru yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai kendala penggunaan aplikasi WhatsApp dalam proses pembelajaran daring di SDN 61 Bengkulu Selatan yaitu. Dalam proses pembelajaran daring ini, kurangnya komunikasi dengan siswa itu sendiri disebabkan karena orang tua siswa tidak memiliki android/alat komunikasi yang canggih. Secara umum kecepatan akses internet di Indonesia tergolong lambat, seperti halnya orang tua siswa di SDN 61 Bengkulu Selatan, ketersediaan jaringan internet masih terbatas dan harga akses internet yang relatif mahal menjadi kendala dalam mengakses internet. pembelajaran online.

Namun keterbatasan sinyal dan paket data menjadi kendala tersendiri bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran daring. Selama pembelajaran daring terdapat beberapa kendala, kendala yang pertama adalah jika siswa merasa bosan maka guru harus menyusun strategi bagaimana cara agar anak keluar dari zona kebosanan. Guru harus kreatif dalam menciptakan pembelajaran online yang menarik bagi siswa, memberikan motivasi dan pengertian kepada orang tua untuk terus mendampingi anaknya belajar di rumah, karena kontrol dan pengawasan orang tua sangat penting pada saat pembelajaran online seperti ini.

Hal ini memungkinkan guru dan siswa untuk melakukan proses pembelajaran dan mengulang materi yang masih banyak kesulitan dengan pembelajaran online. Pembelajaran online merupakan tantangan bagi semua guru; aktivitas tatap muka digantikan oleh dunia maya. Oleh karena itu guru tentunya meningkatkan kompetensi dalam memahami teknologi khususnya dalam penggunaan media yang menunjang proses pembelajaran. Solusinya adalah guru dapat menciptakan variasi pembelajaran yang sesuai dengan usia siswa, dengan penjelasan materi yang ringkas, suara, teks dan gambar yang menarik, sehingga dapat menggugah minat siswa untuk belajar, dan juga memilih pendekatan yang membangkitkan semangat, hal ini dapat dilakukan melalui panggilan video atau obrolan pribadi.

Dengan adanya kendala yang dirasakan salah satunya adalah pemberian tugas dan materi yang terlalu banyak, maka saran peneliti adalah agar materi yang disajikan lebih disederhanakan lagi agar mudah dipahami sehingga siswa tidak bosan. Efektivitas guru PAUD terhadap sistem pembelajaran online melalui Whatsapp pada masa pandemi Covid-19. Jilid 9, No 2.

Referensi

Dokumen terkait

Laporan Studi Pendahuluan Program Konservasi dan Rehabilitasi Mangrove di Kota Palu dan Sekitarnya, Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia.. Peranan hutan mangrove