Nama lesi Anamnesis spesifik
Penunjang Diangnosis DD Perawatan
Hairy Tongue (Black Hairy Tongue)
• Klasifikasi: lesi Primer
• Tipe lesi: Plak
• Lokasi lesi: Dorsum lidah pada ⅔ anterior
• Ukuran lesi: 7 cm x 2 cm
• Bentuk lesi : Irregular
• Warna lesi: Cokelat kehitaman
• Jumlah lesi Multiple
• Batas lesi Tidak tegas, diffuse
• Permukaan lesi Kasar, daerah posterior tampak lebih tebal
• Sudah berapa lama bintik coklat pada lidah itu muncul?
• Apakah ukuran bintik- bintik coklat
membesar?
• Apakah pada
permukaan lidah terasa sakit?
• Apakah bintik pada lidah tersebut berubah warna seiring berjalannya waktu?
• Apakah terdapat sensasi gatal atau menggelikan pada langit-langit?
• Apakah pasien rutin menjaga kebersihan mulutnya?
• Apakah pasien memiliki kebiasaan merokok?
• Apakah pasien mengonsumsi alkohol?
• Apakah pasien sedang mengonsumsi obat tertentu?
• Apakah pasien pernah atau sedang
menjalankan prosedur medis lainnya?
Biopsi
• menunjukkan adanya papila filiform
memanjang di atas dorsum lidah, dengan terdapat kontaminasi permukaan oleh kelompok mikroorganisme dan jamur.
• Propria lamina yang mendasarinya umumnya sedikit meradang
Hairy Tongue (Black Hairy Tongue)
• ditemukan pada sepertiga bagian belakang lidah, namun dapat mengenai seluruh dorsum, sehingga menghasilkan penampilan yang tebal dan kusut yang dibentuk oleh papila hiperplastik
1. Oral hairy Leukoplakia
2. White coated tongue 3. Leukoplakia
1. Pemeliharaan kebersihan lidah : menyikat lidah dua kali sehari selama 2 menit, melakukan gerakan lembut pada area yang terkena
2. Penghapusan faktor predisposisi: semua faktor predisposisi yang menyebabkan lidah berbulu harus
dihilangkan, seperti menghentikan kebiasaan merokok, dan menghentikan konsumsi makanan
atau minuman yang dapat menimbulkan warna pada lidah 3. Aplikasi keratolitik topikal:
seperti podophyllin.
Oral Melanotic Macule/focal melanosis
• Sejak kapan lesi ini muncul?
• Dimana sajakah lesi tersebut muncul?
• Apakah lesi tersebut menyebabkan nyeri?
• Apakah munculnya lesi ini setelah mengkonsumsi sesuatu?
• Biopsy
makula melanotik ditandai dengan adanya pigmen melanin yang melimpah pada lapisan sel basal tanpa disertai
Oral Melanotic
Macule/focal melanosis
• lesi biasa ditemukan soliter, berwarna kecoklatan- coklat tua,
tato amalgam
• biasanya muncul sebagai makula biru, abu-abu, atau hitam dengan batas yang jelas hingga tidak jelas.
• lokasi tersering adalah gingiva, mukosa alveolar, dan mukosa bukal.
• Makula melanotik oral tidak berbahaya, tidak menunjukkan adanya proliferasi melanosit, dan tidak memiliki
kecenderungan untuk menjadi ganas.
• Klasifikasi Lesi : lesi Primer
• Jenis lesi: Makula
• Ukuran lesi: < 1cm
• Lokasi lesi: Gingiva gigi 23
• Bentuk lesi : Bulat
• Warna : coklat
• Batas : jelas
• Jumlah lesi: 1/ single
• Permukaan lesi: smooth
• Apakah ukuran lesi yang pasien derita mengalami perubahan, misalnya tambah melebar atau tidak?
• Apakah pasien sering terkena paparan sinar matahari?
• Sudah berapa lamakah timbul lesi tersebut?
• Apakah seiring
bertambahnya waktu lesi tersebut bertambah?
• Apakah sebelum timbulnya lesi tersebut terdapt gelaja tertentu?
• Apakah pasien pernah
mengalami trauma
sebelumnya?
peningkatan jumlah melanosit
• Pigmentasi sering kali menonjol pada ujung rete pegs, dan inkontinensia melanin pada lamina propria di bawahnya sering dijumpai
bentuk bulat atau oval
• asimtomatik
• sering ditemukan di vermilion bibir, mukosa bukal, gingiva, dan palatum
• biopsi terkadang dibutuhkan untuk membantu menegakkan
diagnosis Melanoma maligna oral
• berasal dari transformasi melanosit atau dari lesi makula melanotic
• Pada kondisi awal nampak berupa bercak berwarna
• coklat kehitaman yang semakin membesar ukurannya seiring dengan waktu
Melanocytic nevus
• dapat tampak sebagai makula, papula dengan permukaan halus, atau nodul papiler.
• Sebagian besar berukuran
<6 mm, dan lesi mungkin tampak berwarna coklat, hitam, atau normal.
Dalam beberapa kasus, mungkin menonjol dari permukaan lesi.
• Pengangkatan makula melanotik mungkin perlu dilakukan jika melibatkan area estetika.
• Biopsi eksisi adalah metode pengobatan pilihan
Nodular Melanoma
• Klasifikasi lesi Lesi primer
• Tipe lesi Nodul
• Lokasi lesi Gingiva pada gigi 15
• Ukuran lesi 1 cm
• Bentuk lesi Bulat
• Warna lesi Ungu- kehitaman
• Jumlah lesi 1
• Batas lesi jelas
• Kondisi sekitar
• Area Edentolous pada gigi 11,12,13,14
• Terdapat kalkulus
• Tambalan amalgam pada gigi 16
• Apakah pasien sering terpapar sinar matahari?
• Apakah benjolan tersebut menimbulkan rasa sakit?
• Apakah benjolan tersebut membesar seiring berjalannya waktu?
• Apakah pasien mengalami kesulitan untuk menelan dan berbicara?
• Apakah pasien memiliki kebiasaan merokok?
• Apakah pasien
mengkonsumsi alkohol?
• Apakah ada anggota keluarga lain yang memiliki riwayat penyakit serupa?
• Biopsi eksisional digunakan sekaligus untuk mengangkat keseluruhan dari lesi yang juga merupakan bagian dari perawatan lesi.
• Biopsi eksisional digunakan terutama pada lesi yang memiliki ukuran yang kecil, lesi dengan bentuk nodular mukokel
• Terapi radiasi tambahan atau imunoterapi (seringkali dengan interferon-alpha) dapat
dipertimbangkan untuk kelompok pasien tertentu yang berisiko tinggi untuk kambuh.
Nodular Melanoma Alasan :
• Adanya lesi padat yang berpigmen dalam
• Timbul lesi gelap yang menonjol
• Nodul yang berbatas tegas dengan tingkat pigmentasi tertentu
1. Makula melanotik oral (atau melanosis fokal)
2. Nevus melanositik kongenital
3. Melanoacanthoma
4. somker’s melanosis
• melanoma oral primer, pembedahan ablatif dengan margin lebar tetap menjadi pengobatan pilihan.
• Terapi radiasi adjuvan mungkin juga diperlukan.
Namun, sebagai satu- satunya modalitas terapi, masih belum jelas apakah terapi radiasi bermanfaat untuk pengobatan melanoma mukosa oral .
• Studi tomografi komputer dan pencitraan resonansi magnetik harus dilakukan untuk menyelidiki metastasis ke kelenjar getah bening regional.
• Kemoterapi adjuvan seperti dacarbazine, platinum analog, nitrosoureas, dan imunoterapi dengan IL-2 tidak memberikan respons yang cepat
• Penggunaan sunitib dan dasatinib lebih efektif untuk kasus tertentu.
Imatinib merupakan terapi yang efektif pada kasus melanoma metastasis dengan mutasi gen c-Kit.
• Saat ini, ada beberapa uji klinis imunoterapi yang dilakukan untuk menguji efek dari berbagai vaksin antitumor.
Denture Stomatitis
• Klasifikasi Lesi : Primer
• Tipe Lesi : nodul yang mengalami penurunan atau peninggian, Makula yang datar
• Bentuk Lesi : regular, menyerupai plat gigi tiruan
• Warna Lesi : erithema (kemerahan)
• Ukuran Lesi : meluas dari posterior kiri dan kanan
• Batas : jelas dan tegas
• Lokasi : denture bearing- areas alveolar ridge
• Jumlah Lesi : Multiple
• Kondisi disekitar : terdapat tambalan porcelain fused to metal pada gigi 15, karies mesial 26, edontolus pada gigi 13,14 dan
22,23,24,25
• Apakah pasien merasa sakit saat lesi muncul?
• Apakah pasien sedang menjalani kebiasaan merokok?
• Apakah pasien merasa sakit saat mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu?
• Apakah pasien melepas gigi tiruan nya saat tidur malam?
• Apakah pasien sudah pernah berobat sebelumnya?
• Apakah pasien membersihkan gigi tiruan secara teratur?
• Apakah. jika terjadi gerakan mengunyah terasa terganggu?
• Apakah pasien merasa gigi tiruan nya goyang saat digunakan ?
• Tindakan swab dilakukan untuk mendekteksi yeast candida. Materi yang diambil lalu difiksasi dengan isopropil alkohol sebelum diwarnai dengan periodic Acid-Schiff (PAS).
Pada pewarnaan dengan metode periodik acid- Schiff (PAS) atau metode Grocott- Gomori
methenamine silver (GMS), hifa dan yeast kandida dapat dengan mudah diidentifikasi.
Organisme tampak berwarna magenta cerah dengan pewarnaan PAS dan hitam dengan pewarnaan GMS.
• Kultur jamur → Mengkultur jamur butuh waktu beberapa minggu, diinkubasi pada suhu 37 derajat celcius.Untuk media kultur yang sering digunakan adalah sabouraud dextrose agar (SDA).
Denture Stomatitis
• Stomatitis gigi tiruan
diklasifikasikan menjadi tiga jenis. Tipe I terbatas pada daerah eritematosa minor yang disebabkan oleh trauma gigi tiruan. Tipe II mempengaruhi sebagian besar mukosa yang ditutupi gigi tiruan. tipe III memiliki mukosa granular
1. Kontak alergi
alergi kontak atau hipersensitif kontak → kayu manis, merkuri, antimikroba topikal, minyak essential
akibat iritasi kontak → tembakau, aspirin, pasta gigi, obat kumur, material dental
polymethylmethacrylate.
2. Eritroplakia berupa plak merah beludru yang berbatas tegas. Eritroplasia biasanya pada mukosa bukal atau palatum mulut. Asymptomatic.
Makula atau patch merah pada permukaan epitel.
• Agen topikal → nistatin hanya bisa mendapatkan akses ke palatum mulut jika pasien meninggalkan gigi tiruan saat obat berada di dalam mulut.
• Edukasi → untuk pasien yang memakai gigi tiruan dimalam hari atau saat tidur itu tidak baik.
Sebaiknya gigi tiruan dilepas saat tidur.
• Eliminasi C. albicans dari basis gigi tiruan adalah penting dan dapat dicapai dengan merendam gigi tiruan dalam obat kumur chlorhexidine cair semalaman.
• Melapisi permukaan gigi tiruan gel miconazole saat sedang dipakai.
• Gigi tiruan harus dilepas dan digosok bersih secara berkala dan miconazole dioleskan kembali tiga kali sehari. Perawatan ini harus dilanjutkan sampai peradangan sembuh dan C.
albicans telah dieliminasi.
Median Rhomboid Glossitis 1. Kapan pertama kali lesinya muncul?
2. Apakah pasien pernah merasakan sakit ketika lesi muncul? (karena lesi ini tidak menimbulkan gejala)
• swab/scrap dilakukan untuk mendekteksi yeast candida.
Materi yang diambil lalu difiksasi
Median Rhomboid Glossitis
• zona eritema berbatas tegas di daerah garis tengah dorsal lidah, sedikit di
1. Erythema migrans/
geographic tongue • Glositis rhomboid median tidak menunjukkan gejala, dan penatalaksanaannya dibatasi pada pengurangan faktor predisposisi (mengurangi rokok) dan pemberian antijamur sistemik.
• Tipe Lesi : Atrofi
• Bentuk Lesi : oval
• Warna lesi : erythema (kemerahan)
• Ukuran Lesi : 1 x 2 cm
• Batas : jelas, reguler
• Lokasi : Median dorsum lidah
• Jumlah lesi : Single
• Permukaan : smooth (halus)
3. Apakah pasien mempunyai kebiasaan merokok? (karena merokok dapat menyebabkan
peningkatan risiko terjadinya lesi ini) 4. Apakah pasien sering
mengonsumsi tembakau?
5. Apakah pasien merupakan pengguna inhalasi steroid?
6. Apakah pasien sedang menggunakan gigi tiruan? (karena penggunaan gigi tiruan dapat memperberat lesi ini)
7. Apakah pasien sudah pernah menjalani pengobatan
sebelumnya?
dengan isopropil alkohol sebelum diwarnai dengan periodic Acid- Schiff (PAS).
Organisme tampak berwarna magenta cerah dengan pewarnaan PAS dan hitam dengan pewarnaan GMS.
anterior papila sirkumvalata
• Lesi biasanya tidak menunjukkan gejala dan memiliki bentuk yang agak simetris, belah ketupat, elips, atau oval..
• sebagian besar contoh menunjukkan permukaan yang halus, atrofi, dan datar, meskipun kadang-kadang permukaannya mungkin berlobus atau eksofitik.
• Sesuai dengan namanya, lesi ini memiliki konfigurasi oval.
Area eritema ini disebabkan oleh atrofi papila filiformis dan permukaannya mungkin berlobulasi.
2. Mucous Patches (Sifilis
Sekunder) • Faktor lain yang mungkin
berkontribusi termasuk gigi tiruan, penggunaan tembakau, dan
mikrotrauma (misalnya, dari pengunyahan dan menelan).
• Pasien harus berhenti merokok
• Antijamur mungkin diindikasikan, seringkali selama beberapa minggu atau bulan
Pemberian anti jamur topikal golongan polyene:
• Nystatin oral suspension 4 x 4-6 mL selama 7-14 hari Pemberian anti jamur sistemik:
• Fluconazole 1 x 100-200 mg sehari, selama 7-14 hari
• Itrakonazole 1 x 200 mg selama 28 hari
• Meningkatkan kebersihan rongga mulut
Oral varicosities/varices/varix
• Klasifikasi Lesi : Lesi primer
• Jenis lesi : Papula, Nodul
• Sejak kapan benjolani ini muncul?
• Apakah benjolan ini bertambah besar seiring bertambah waktu?
• Apakah pasien merasa nyeri?
• Apakah ada bentuk benjolan
yang sama pada
bagian lainnya?
• Apakah pasien memiliki kebiasaan merokok?
• Biopsi diindikasikan, karena ukuran lesi 2-3
cm, diperlakukan adanya konfirmasi diagnosis dan membedakan dengan penyakit yang lain.
• Pemeriksaan mikroskopis varix menunjukkan vena melebar,dindingnya
varicosities/varices/varix varikositas oral tampak berupa gumpalan biru hingga ungu atau nodul lunak, yang seharusnya menjadi pucat saat ditekan (blanching +) Blanching dapat dilakukan dengan menekan lesi
menggunakan glass slide, teknik yang dikenal sebagai diascopy.
Varikositas sublingual
• Vascular Malformations
• Hemangioma
Varikositas tidak memerlukan pengobatan, namun terkadang pasien meminta pembuangan lesi untuk alasan estetik atau apabila lesi sering mengalami trauma
Penatalaksanaan lesi ini diantaranya adalah bedah phlebectomy, cryosurgery, photocoagulation laser, dan scleroterapi.
• Bentuk lesi : irreguler
• Warna lesi : ungu kebiruan
• Ukuran lesi : + 3 cm
• Batas : jelas, irreguler
• Lokasi : ventral lidah
• Jumlah lesi : multiple
• Permukaan lesi : permukaan lesi terlihat lebih menonjol daripada mukosa disekitarnya.
• Apakah pasien memiliki riwayat hipertensi?
• Apakah pasien memiliki varises di area kaki?
• Apakah pasien memiliki riwayat batuk kronis?
menunjukkan sedikit otot polos dan jaringan elastis yang kurang berkembang. Jika trombosis sekunder terjadi terjadi, maka lumen mungkin berisi secara konsentris zona berlapis trombosit dan eritrosit (garis Zahn).
biasanya multipel dan
distribusinya bilateral. • Komunikasi : diagnosis,
etiologi atau faktor predisposisi lesi
• Informasi : lesi merupakan variasi normal, tidak menular, dan bukan keganasan
• Edukasi : menjaga kebersihan gigi dan mulut.