“
ȏͳȐǡȏʹȐǡȏ͵Ȑ
LITERARY STRUCTURE OF THE NOVEL "CINTA DI LANGIT QATAR" BASED ON PERSPECTIVE'S LUCIEN GOLDMAN
Betty Ayunda Wulandari [1], Madinatul Munawwarah [2], Abdul Basid [3]
ȏͳȐʹͲͲ͵ͲͳͳͳͲͲͷ͵̷ǤǦǤ Ǥ
ȏʹȐʹͲͲ͵ͲͳͳͳͲͲ͵̷ǤǦǤ Ǥ
ȏ͵Ȑ̷ǤǦǤ Ǥ
ȏͳȐǡȏʹȐǡȏ͵Ȑ ǡ
Abstractǣ Ǥ
Ǥ
ǡ ̵
Ǥ
̵
̵ Ǥ
Ǥ
Ǧ Ǥ
ǣ ǡǡ Ǥ
ǡǡ
Ǥ
̶ ǡ̶
Ǥ ǡ
ǡ ǡǡ
ǡǡǤǡ
ǡǡ̵ Ǥ
Keywordsǣǡ ǡ
INTRODUCTION
ǡ
Ǥ
Ǥ
Ǥ
Ǥ
ǡ ǡ
ǡǤǡ
ǡ ǡ
Ǥǡ
ǡ ̵ ȋ
ǤǡʹͲͳͻǢǤǡʹͲͳͻǢǤǡʹͲͳͻǤǡʹͲʹ͵ȌǤ
Ǥ
ǡ ǡǡ
(Ma’rifah, 2020; Sastra & Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, 2019; Sinta et al., 2020)Ǥ
ǡ Ǥ
“
ȏͳȐǡȏʹȐǡȏ͵Ȑ
LITERARY STRUCTURE OF THE NOVEL "CINTA DI LANGIT QATAR" BASED ON PERSPECTIVE'S LUCIEN GOLDMAN
Betty Ayunda Wulandari [1], Madinatul Munawwarah [2], Abdul Basid [3]
ȏͳȐʹͲͲ͵ͲͳͳͳͲͲͷ͵̷ǤǦǤ Ǥ
ȏʹȐʹͲͲ͵ͲͳͳͳͲͲ͵̷ǤǦǤ Ǥ
ȏ͵Ȑ̷ǤǦǤ Ǥ
ȏͳȐǡȏʹȐǡȏ͵Ȑ ǡ
Abstractǣ Ǥ
Ǥ
ǡ ̵
Ǥ
̵
̵ Ǥ
Ǥ
Ǧ Ǥ
ǣ ǡǡ Ǥ
ǡǡ
Ǥ
̶ ǡ̶
Ǥ ǡ
ǡ ǡǡ
ǡǡǤǡ
ǡǡ̵ Ǥ
Keywordsǣǡ ǡ
INTRODUCTION
ǡ
Ǥ
Ǥ
Ǥ
Ǥ
ǡ ǡ
ǡǤǡ
ǡ ǡ
Ǥǡ
ǡ ̵ ȋ
ǤǡʹͲͳͻǢǤǡʹͲͳͻǢǤǡʹͲͳͻǤǡʹͲʹ͵ȌǤ
Ǥ
ǡ ǡǡ
(Ma’rifah, 2020; Sastra & Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, 2019; Sinta et al., 2020)Ǥ
ǡ Ǥ
ȏͳȐǡȏʹȐǡȏ͵Ȑ
ǡ ǡ
ǡǡǡȋǡʹͲʹͲǢǤǡʹͲʹ͵ȌǤ
Ǥ
ʹͲʹʹǤ
Ǥ
Ǥ
Ǥǡ
Ǥǡ
Ǥ
Ǥ
̵
Ǥ
Ǥ Ǥ
ǡ ǡ ȋǡʹͲʹͲǢ
ƬǡʹͲʹʹȌǤ ̵ ǡ
ǡ ǡ ǡ ǡ
̵ ǡ Ǧ ǡ ǡ ȋǡ ʹͲʹʹȌǤ
̵ Ǥ
ǡ ̵ǡ ǡ
ȋ Ƭ ǡ ʹͲʹͲǢ Ǥǡ ʹͲʹ͵ȌǤ
ǡ ǡ ǡ Ǧ ǡ
̵ǡ ǡǤ
Ǥ
ǡ ǡ
̵ǡ ǡ Ǥ(Ni’ma Royyin Husnaya, 2022; Siti
ǡʹͲʹʹȌǤ Ǥ
ǡ ǡǡǡǤ
̵ ǡ ǡ
Ǥ
ǡ ǡǤ
Ǥ ǡ ̵
ȋǡʹͲͳͷǢǤǡʹͲʹͲǢǤǡʹͲʹͳǢǡʹͲʹͳǢǡʹͲʹͳǢ
ǤǡʹͲʹʹȌǤ Ǥ
ȋǡʹͲͳͻǢǤǡʹͲʹͲǢǤǡ ʹͲʹͳȌǤ
Ǥ
ǡ ̵
Ǥ Ǥ ǡ
̵ Ǥ
ǡǡ ̵
Ǥ ̵ǡ
Ǥ
Ǥ
̵
Ǥǡ
Ǥǡ ̵
Ǥ
ǡ
Ǥ METHOD
“
ȏͳȐǡȏʹȐǡȏ͵Ȑ
Ǥ
ǡǦǡ
Ǥ
ȋƬǡʹͲͳͶȌǤ
̵ Ǥ
Ǥ
Ǥ ǡ
ǡǡ ǡ ̵
Ǥ Ǧ
Ǥ
Ǥǡ
ǡ
Ǥ
Ǥ
ǡ ǡ Ǥ
ǡǡ ȋǡʹͲʹʹȌǤ FINDINGS AND DISCUSSION/ANALYSIS
̵ ǡ
ǡ ǣ
ͳǤ
Themes Islamic Romance and Perseverance
Characterization Iqbal: Simple, kind, helpful, and quiet.
Alena: Beautiful, kind, and loyal Irfan: Energetic and kind Aryad: Fierce and arrogant Satria: Cunning and vengeful Hasan: Kind and intelligent
Plot Mixed Plot
Setting Venue: Arshad's house, Abdullah and
Nasser's house, Al Fannar Building Atmosphere: Tense, sad, and happy Time: Morning, afternoon, and evening
Point of view Third-person point of view
Message Be diligent in worship as a form of
servitude to Allah
Always do good to everyone
Love and ideals are worth fighting for until the end
ǣ
Intrinsic elements
Ǥ
ǣ 1. Themes
Ǥ
Ǥ ǡ ǡ
ǡǡȋǤǡʹͲʹͳȌǤ Data 1
Suasana terasa syahdu dalam detik-detik menjelang diikrarkanya janji suci diantara dua anak manusia yang saling mencintai ȋǡʹͲʹʹǡǤ͵ʹȌ
“
ȏͳȐǡȏʹȐǡȏ͵Ȑ
Ǥ
ǡǦǡ
Ǥ
ȋƬǡʹͲͳͶȌǤ
̵ Ǥ
Ǥ
Ǥ ǡ
ǡǡ ǡ ̵
Ǥ Ǧ
Ǥ
Ǥǡ
ǡ
Ǥ
Ǥ
ǡ ǡ Ǥ
ǡǡ ȋǡʹͲʹʹȌǤ FINDINGS AND DISCUSSION/ANALYSIS
̵ ǡ
ǡ ǣ
ͳǤ
Themes Islamic Romance and Perseverance
Characterization Iqbal: Simple, kind, helpful, and quiet.
Alena: Beautiful, kind, and loyal Irfan: Energetic and kind Aryad: Fierce and arrogant Satria: Cunning and vengeful Hasan: Kind and intelligent
Plot Mixed Plot
Setting Venue: Arshad's house, Abdullah and
Nasser's house, Al Fannar Building Atmosphere: Tense, sad, and happy Time: Morning, afternoon, and evening
Point of view Third-person point of view
Message Be diligent in worship as a form of
servitude to Allah
Always do good to everyone
Love and ideals are worth fighting for until the end
ǣ
Intrinsic elements
Ǥ
ǣ 1. Themes
Ǥ
Ǥ ǡ ǡ
ǡǡȋǤǡʹͲʹͳȌǤ Data 1
Suasana terasa syahdu dalam detik-detik menjelang diikrarkanya janji suci diantara dua anak manusia yang saling mencintai ȋǡʹͲʹʹǡǤ͵ʹȌ
ȏͳȐǡȏʹȐǡȏ͵Ȑ
Ǥǡ
ǡǡ Ǥ
ǡ
Ǥ̵ ̵̵
Ǥǡǡ
ǡ Ǥ
Ǥ
ǡ Ǥ
Ǥ
Ǥ Data 2
Malam iu, Iqbal pulang dengan harapan tentang masa depan yang meluap-luap. Iqbal sudah tidak sabar untuk menceritakan semuanya kepada bapak ibunya. Tentu saja bukan bermaksu pamer, karena ini masih dalam rangka ikhtiar, melainkan Iqbal percaya bahwa salahsatu keajaiban yang ada di dunia adalah doa orangtua. Iqbal percaya sekali akan hal ini.
ȋǡʹͲʹʹǡǤͻȌ
̵ ǡ ǡ̵
ǤǡǤ
̵ ǡǤ
Ǥ Ǥ ǡ
Ǥǡ Ǥ
ǡǤ
Ǥ ̵
Ǥǡ
Ǥ 2. Characterization
Ǥ
Data 3
“Tentang bayaran, jangan khawatir” ujar Arsyad, “berapapun akan kami bayar”
Iqbal terdiam “Bukan itu, Om…hmm, saya…”
“Kalau itu bukan masalah, ya berarti kamu bisa, oke?” tembak Arsyad
Melihat Sofia dan Alena memasang wajah melas, akhirnya dia pun mengangguk. “Saya akan kabarijadwalnya segera, Om” sahut Iqbal pelanȋǡʹͲʹʹǡǤͶȌ
ǡ Ǥ ǡ
Ǥ Ǥ
ǡ ǡ Ǥǡ
̵ ǡǡǤ
Ǥ
Data 4
“Aku sudah memesan tiket penerbangan ke Doha dan sudah memberitahu rencanan keberangkatanku ini ke Irfan. Ma, dia pasti sudah memberi tahu Iqbal tentang ini. Aku harap mama tidak keberatan membantu putrimu sekalai ini saja, Ma,” rengek Alena kepada Sofia ȋǡʹͲʹʹǡǤʹͶȌǤ
ǡǡǤ Ǥ
Ǥ
̵Ǥ
Ǥ ǡ ̵
ǡǡǤ Ǥ
Data 5
“Seperti yang aku bilang tadi,” sahut Irfan,”aku tuh cari cara supaya kamu bisa kenalan dengan Alena”
“Paling enggak kamu pahami doi, basket salahsatunya, bukan mengaji dan belajar melulu….”
ȋǡʹͲʹʹǡǤʹͲȌ
“
ȏͳȐǡȏʹȐǡȏ͵Ȑ
Ǥ
Ǥ
̵Ǥ ǡ
Ǥǡ ̵Ǥ
Ǥ
Data 6
“Tentang hubungan kalian, Om pikir itu adalah masa lalu yang sudah tidak relevan lagi saat ini. Sudah ada banyak sekali perubahan sekarang, sedangkan Om Afig melihat ada perubahan dalam dirimu, Bal.” ȋǡʹͲʹʹǡǤ͵͵͵Ȍ
Ǥ
ǡ ̵Ǥ
Ǥǡ ̵
Ǥ
Ǥ
Data 7
Mata Hasan terlihat menerawang dengan kening berkerut, “Mungkin kita harus memikirkan dengan seksama strategi di seluruh anak perusahaan kita” ȋǡʹͲʹʹǡǤ͵ͲͻȌ
̵ ǡ Ǥ
̵ ǡǤ
ǡ Ǥǡ̵
Ǥ
Ǥ
Data 8
“Mudah saja, yaitu dengan meneyrahkan seluruh asset yang telah dijaminkan kepada kami”
“Tidak disangka kamu kejam sekali, Sat,…” sindir Arsyad sinis
“Bussines is bussines, Syad…” timpal Satria santai ȋǡʹͲʹʹǡǤ͵ʹͲȌ
Ǥ
ǡǤ Ǥ̵ǡ
ǡ̵Ǥ̵
Ǥ 3. Plot
ǡ
Ǥ
ǡ
Ǥ
ǡ
ǡ̵Ǥǡǡ
ǡ
Ǥ
Ǣ Ǥ
̵ ǡ
Ǥǣ Data 9
Sungguh sakit kala Satria mengenang semua itu, apalagi ketika Sofia menceritakan segalanya secara gambling kepadanya. Perempuan itu tidak tahan menyembunyikan dari laki-laki yang dia tahu sangat mencintainyaȋǡʹͲʹʹǡǤʹͶͺȌǤ
4. Settings a. Place
Data 10
Mulanya, para jamaah saling mempersilakan, tetapi tidak ada yang merasa layak menggantikan syekh. Ketika menyadari kehadiran Iqbal di shaf pertama, Jamal langsung
“
ȏͳȐǡȏʹȐǡȏ͵Ȑ
Ǥ
Ǥ
̵Ǥ ǡ
Ǥǡ ̵Ǥ
Ǥ
Data 6
“Tentang hubungan kalian, Om pikir itu adalah masa lalu yang sudah tidak relevan lagi saat ini. Sudah ada banyak sekali perubahan sekarang, sedangkan Om Afig melihat ada perubahan dalam dirimu, Bal.” ȋǡʹͲʹʹǡǤ͵͵͵Ȍ
Ǥ
ǡ ̵Ǥ
Ǥǡ ̵
Ǥ
Ǥ
Data 7
Mata Hasan terlihat menerawang dengan kening berkerut, “Mungkin kita harus memikirkan dengan seksama strategi di seluruh anak perusahaan kita” ȋǡʹͲʹʹǡǤ͵ͲͻȌ
̵ ǡ Ǥ
̵ ǡǤ
ǡ Ǥǡ̵
Ǥ
Ǥ
Data 8
“Mudah saja, yaitu dengan meneyrahkan seluruh asset yang telah dijaminkan kepada kami”
“Tidak disangka kamu kejam sekali, Sat,…” sindir Arsyad sinis
“Bussines is bussines, Syad…” timpal Satria santai ȋǡʹͲʹʹǡǤ͵ʹͲȌ
Ǥ
ǡǤ Ǥ̵ǡ
ǡ̵Ǥ̵
Ǥ 3. Plot
ǡ
Ǥ
ǡ
Ǥ
ǡ
ǡ̵Ǥǡǡ
ǡ
Ǥ
Ǣ Ǥ
̵ ǡ
Ǥǣ Data 9
Sungguh sakit kala Satria mengenang semua itu, apalagi ketika Sofia menceritakan segalanya secara gambling kepadanya. Perempuan itu tidak tahan menyembunyikan dari laki-laki yang dia tahu sangat mencintainyaȋǡʹͲʹʹǡǤʹͶͺȌǤ
4. Settings a. Place
Data 10
Mulanya, para jamaah saling mempersilakan, tetapi tidak ada yang merasa layak menggantikan syekh. Ketika menyadari kehadiran Iqbal di shaf pertama, Jamal langsung
ȏͳȐǡȏʹȐǡȏ͵Ȑ
mendekati pemuda berusia 22 tahun itu dan memintanya mengambil alih tugas syekh untuk menjadi umam shalat maghrib. ȋǡʹͲʹʹǡǤͳͶ͵Ȍ
Ǧ ȋ Ȍ Data 11
Begitu tiba di asrama selepas isya, Iqbal mengerjakan semua tugas perkuliahan sebagaimana kebiasanya. Dia harus melakukan itu agar bisa tidur sebelum pukul 11 karena harus terjaga satu jam sebelum adzan Subuh untuk menunaikan shalat TahajjudȋǡʹͲʹʹǡǤͳͶȌǤ
’s HouseȋHasan’s HouseȌ Data 12
“Enggak usah berpikir macam-macam, Bal,” celetuk Hasan sambal mengambil sepotong lobster dengan garpu dan meletakkanya di piring Iqbal, “makan saja.”ȋǡʹͲʹʹǡǤʹͲͻȌ
’s House Data 13
Sore ini, pintu ruang tamu kediaman Alena diketuk oleh seseorang. Kebetulan Alena sedang ada di ruang tamu. Dia pun bergegas membuka pintu ȋǡʹͲʹʹǡǤ͵ʹȌǤ
b. Situation
Data 14
Di bawah Arsyad dan Sofia sudah menunggu kehadiran Iqbal. Air muka keduanya jauh dari kata ramah, tegang seperti lava yang siap-siap menyembur ke luar. Terlebih lagi Arsyad, wajahnya bagai singa kelaparan yang siap menerkam mangsa ȋǡʹͲʹʹǡǤͺ͵ȌǤ
ǡǡ
Ǥ ̵
Ǥ ̵ ǡ —
̵Ǥ
Ǥ
ǡ Ǥ
Data 15
Hati Alena remuk redam membaca tulisan Iqbal. Dia menangis tersedu-sedu. Kepedihan yang tersirat dalam surat Iqbal juga menikam jantungnya. Andai boleh egois, hanya memikirkan dirinya sendiri, ingin rasanya Alene menumpahkan air matanya sampai kering, sampai pingsan, sampai mati, atau kabur sejauh-jauhnya bersama Iqbal, sang belahan jiwa ȋǡʹͲʹʹǡǤ͵͵ȌǤ
Ǥ
ǤǡǡǤ
ǡ̵Ǥ
ǡ
ǡ ǡǤ
Ǥ
ǡ
̵Ǥ
Data 16
Usai sudah ikrar suci yang dilantunkan dalam suasana haru dan bahagia. Maalam ini pemandangan Doha Corniche makin cantic dengan lampu-lampu yang bersinar gemerlap ȋǡ ʹͲʹʹǡǤ͵͵Ȍ
̵ Ǥ
Ǥ
“
ȏͳȐǡȏʹȐǡȏ͵Ȑ
Ǣ̵
̵ǡǤ
Ǥ
ǡ Ǥ c. Time
Data 17
Ǥ̵ ǡͳǦǦ
̵ȋǡʹͲʹʹǡǤͳȌ
̵ǡ Ǥ
Ǥ
Data 18
…sore itu langit Jakarta lebih cerah daripada biasanya. Di jalan, Irfan terus mengutuk kemacetan yang tidak mau kompromi.ȋǡʹͲʹʹǡǤͳͺȌ
Ǥ ̵ Ǥ
Data 19
Iqbal mengimami shalat Maghrib dengan membaca surah al-Insyiraah dan al-Ikhlash ȋǡʹͲʹʹǡǤͺ͵Ȍ
ǡ
ǡ ǡ Ǥ 5. View Point
ǡǦ
ǤǤ
ǡǡ ǤǤ
Ǥǡ
ǡǡ
ǣ Data 20
Wina dan Iqbal menoleh kea rah sumber suara. Di belakang mereka, Arsyad dan Sofia sudah berdiri di muka tangga.
“Bisa minta waktunya sebentar, Bal?” ujar Arsyad terdengar serius, “Om dan Tante mau bicara.” ȋǡʹͲʹʹǡǤͺʹȌ
6. Mandate
ǤǡǤ
ǡǡ ̵ǤǤ
Ǥǡ
ǡ
ǣ Data 21
Senja yang sangat indah seindah cinta dua sejoli, Iqbal dan Alena. Tidak ada cinta yang lebih indah daripada yang saat itu bersemi di tengahnya timur tengah, cinta yang merekah di Langit Qatar.ȋǡʹͲʹʹǡǤ͵ͳ–͵ʹȌǤ
ǡ
ǢǡǢ ǡ
ǤǡǤ
ǡ ǡ Ǥ Extrinsic Elements
“
ȏͳȐǡȏʹȐǡȏ͵Ȑ
Ǣ̵
̵ǡǤ
Ǥ
ǡ Ǥ c. Time
Data 17
Ǥ̵ ǡͳǦǦ
̵ȋǡʹͲʹʹǡǤͳȌ
̵ǡ Ǥ
Ǥ
Data 18
…sore itu langit Jakarta lebih cerah daripada biasanya. Di jalan, Irfan terus mengutuk kemacetan yang tidak mau kompromi.ȋǡʹͲʹʹǡǤͳͺȌ
Ǥ ̵ Ǥ
Data 19
Iqbal mengimami shalat Maghrib dengan membaca surah al-Insyiraah dan al-Ikhlash ȋǡʹͲʹʹǡǤͺ͵Ȍ
ǡ
ǡ ǡ Ǥ 5. View Point
ǡǦ
ǤǤ
ǡǡ ǤǤ
Ǥǡ
ǡǡ
ǣ Data 20
Wina dan Iqbal menoleh kea rah sumber suara. Di belakang mereka, Arsyad dan Sofia sudah berdiri di muka tangga.
“Bisa minta waktunya sebentar, Bal?” ujar Arsyad terdengar serius, “Om dan Tante mau bicara.” ȋǡʹͲʹʹǡǤͺʹȌ
6. Mandate
ǤǡǤ
ǡǡ ̵ǤǤ
Ǥǡ
ǡ
ǣ Data 21
Senja yang sangat indah seindah cinta dua sejoli, Iqbal dan Alena. Tidak ada cinta yang lebih indah daripada yang saat itu bersemi di tengahnya timur tengah, cinta yang merekah di Langit Qatar.ȋǡʹͲʹʹǡǤ͵ͳ–͵ʹȌǤ
ǡ
ǢǡǢ ǡ
ǤǡǤ
ǡ ǡ Ǥ Extrinsic Elements
ȏͳȐǡȏʹȐǡȏ͵Ȑ
Ǥ
ǣ
ͳǤ
Author's Social Background Finance Division Author's Religious
Background Islam
Author's Educational
Background Qatar University
ǣ
1. Author's Social Background
Ǥ
̵
̵Ǥ
Ǥ
ǡ
ȋǡʹͲʹʹǡǤ͵ͶͷȌǤ
̵ ǡ
ǡ Ǥ
ǣ
Data 22
“Temperatur udara di Qatar cukup ekstrem, Bal,” celoteh Agri tadi malam, “yaitu 14 derajat celcius pada bulan Januari hingga 45 derajat pada bulan Juli. Antara akhir bulan Oktober dan Maret, Qatar memiliki udara yang sejuk” ȋǡʹͲʹʹǡǤͳͳͻȌ
Ǥ ǡ
Ǥǡ
Ǥ ǡ ǡ Ǥ ǡ ̵
ǡ ǡ Ǥ
̵
ǡ ǡ̵
̵Ǥ ǡǡ
ǡǤ
2. Author's Religious Background Data 23
“Ya sudah, Bapak ke masjid dahulu”
“Nanti Iqbal menyusul,” sahut Iqbal, “ketemu shalat Asar di masjid, ya Pak,” pungkas Iqbal seraya berlalu ke kamarnya.ȋǡʹͲʹʹǡǤ͵ȌǤ
Ǥ ǡ
Ǥǡ
Ǥ ǡǤ
̵ Ǥ 3. Author's Educational Background
Data 24
Sejauh ini, Iqbal tidak mengalami kesulitan mengikuti perkuliahan karena semua mata kuliah dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris, dua bahasa asing yang dia kuasai dengan baik. Di fakultas College of Business and Economics meski pada awalnya Iqbal juga tertarik dengan jurusan Accounting and Information System serta Management and Marketing ȋǡʹͲʹʹǡǤͳʹͳȌǤ
̵̵
Ǥǡ Ǥǡ
“
ȏͳȐǡȏʹȐǡȏ͵Ȑ
̵ Ǥ
Ǥǡ̵
̵ ̵ Ǥ ǡ
ǡǤ CONCLUSION
ǡ
̵
Ǥ ǡ Ǥ
ǡǡǡǡǢǡǡǡ
Ǣǡ ǡ Ǣǡ
ǢǤǦǤ
ǡ
ǡǤ ̵
ǡ ǡ
Ǥ
̵
Ǥ
̵ǡǤǡ ̵
Ǥ
Ǥǡ
Ǥǡ
Ǥ
Ǥ REFERENCE
Ahmadi, Y., & Kartiwi, Y. M. (2020). Strukturalisme Genetik Cerpen “Penulis Biografi” Karya Bode
Ǥ Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaranǡ 9ȋʹȌǡ ͳͷͷ–ͳ͵Ǥ
ǣȀȀǤȀͳͲǤ͵ͷͳͻͶȀǤͻʹǤͳͲʹ
ǡǤȋʹͲʹͲȌǤStrukturalisme genetik dalam kumpulan cerpen Al-Kaabuus karya Najib Al-Kailani : Kajian sosiologi sastra: Lucien GoldmanǤ
ǡǤǡǡǤǤǡƬǡǤǤȋʹͲʹ͵ȌǤ
ǣǤJurnal Pendidikan Sosial Dan Humanioraǡ2ȋ͵ȌǤ
ǡǤǤǡǡǤǡƬǡǤȋʹͲʹͳȌǤ
ahmad tohari dengan siniar “Catatan Buat Emak” Karya Sutradara Gunawan Maryanto : Sebuah
Ǥ Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra, Dan Pendidikanǡ 6ȋͳȌǡ ͳ–ͳ͵Ǥ
ǣȀȀǤȀͳͲǤͷͳ͵ȀǤͳǤͷͳ
Ishfahani, N. (2022). Struktural Genetik Pada Novel “Selamat Tinggal” Karya Tere Liye. Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesiaǡ 6ȋʹȌǡ ʹͺ–ʹͻ͵Ǥ
ǣȀȀǤȀͳͲǤʹͷͳͷȀǤʹǤͺͷͻ
ǡǤǡǡǤǡǡǤǤǡǡǤǡƬǡǤǤȋʹͲʹʹȌǤ
ǣ ǤJurnal Elektronik Fakultas Sastra Universitas Sam Ratulangiǡ27Ǥ
ǡǤǡǡǤǡǡǤǡƬǡǤȋʹͲʹͳȌǤǦ
ǤSyntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesiaǡ6ȋͺȌǡ ͵ͻͳͷ–͵ͻʹͶǤ
ǣȀȀǤȀͳͲǤ͵ͶͳͺȀǦǤͺǤ͵ͺͲͺ
ǡǤǡǡǤǡƬǡǤǤȋʹͲʹͳȌǤ
ǤGriya Cendikiaǡ6ȋʹȌǡʹ͵–ʹǤǣȀȀǤȀͳͲǤͶ͵ȀǦǤʹǤͳͲʹ
Ma’rifah, I. (2020). Peran Sastra dalam Membangun Karakter Bangsa (Perspektif Pendidikan Islam).
Titian: Jurnal Ilmu Humanioraǡ4ȋʹȌǡͳʹ–ͳͺͺǤ
ǡ Ǥ ȋʹͲʹͲȌǤ