• Tidak ada hasil yang ditemukan

LITERASI DIGITAL BERBASIS PENDIDIKAN - Repository UHN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "LITERASI DIGITAL BERBASIS PENDIDIKAN - Repository UHN"

Copied!
183
0
0

Teks penuh

KONSEP LITERASI DIGITAL DALAM PENDIDIKAN

Konsep Literasi Digital dalam Pendidikan

Untuk menjadi cerdas dalam literasi digital dalam pendidikan, peserta didik harus menyadari dan berpedoman pada beberapa landasan, yaitu; dasar. Titik awal budaya tersebut adalah siswa harus mampu memahami berbagai konteks dan budaya yang dimiliki oleh pengguna keterampilan digital.

Gambar 1. User Literasi Digital  (Global Digital Headlines 2021)
Gambar 1. User Literasi Digital (Global Digital Headlines 2021)

Pembelajaran Digital

Kurasi adalah literasi digital yang berfokus pada penyimpanan informasi, seperti penyimpanan konten dalam digitalisasi melalui “simpan untuk dibaca nanti”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kehadiran literasi digital dalam penyelenggaraan pendidikan tidak bisa ditunda meski negara sedang dilanda pandemi, seperti yang terjadi saat ini dengan pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negara termasuk Indonesia.

PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN LITERASI DIGITAL

Prinsip Dasar Pengembangan Literasi Digital

Menurut UNESCO (dalam Kemendikbud, 2017), konsep literasi digital mencakup dan menjadi landasan penting bagi kemampuan memahami perangkat teknologi, informasi, dan komunikasi. Pendekatan yang dapat dilakukan dalam bidang literasi digital mencakup dua aspek, yaitu pendekatan konseptual dan operasional.

Pengembangan Literasi Digital dalam Pengajaran

Guru dapat memberikan tugas-tugas tersebut dalam program literasi informasi yang diajarkan kepada siswa. Pengembangan literasi digital dalam pengajaran hendaknya mengutamakan kegiatan literasi informasi yang dikembangkan dengan prinsip multi-reading.

ETIKA PENGGUNAAN LITERASI DIGITAL DALAM

Pengertian Etika

Landasan tindakan adalah pedoman yang disebut norma atau aturan, yang harus dipatuhi dan ditaati (Soekanto, 1989). Perbuatan mana yang sebaiknya diterima dan dilakukan serta mana yang sebaiknya dihindari (Kansil, 1989: 81).

Etika Literasi Digital pada Pembelajaran

Literasi digital bagi siswa tentunya berperan dalam mencari informasi yang menunjang keberhasilan proses pembelajaran yang diikutinya. Siswa yang memiliki kemampuan digital yang baik dan bertanggung jawab tentunya mempunyai kemampuan dalam memilih informasi yang penting dalam pembelajaran, serta mampu mengkomunikasikannya dan menyampaikan gagasan dalam ruang digital.

Kesimpulan

Faktor Penentu Literasi Digital Mahasiswa: Kasus Universitas Sriwijaya [Determinan Literasi Digital Mahasiswa: Kasus Universitas Sriwijaya]. Oleh karena itu, literasi digital merupakan suatu keterampilan (life skill) yang mencakup tidak hanya kemampuan menggunakan teknologi, perangkat informasi dan komunikasi saja, namun juga keterampilan sosial, kemampuan belajar dan bersikap, berpikir kritis, kreatif dan inspiratif sebagai kompetensi digital, (Kemendikbud, 2017:12).

HUBUNGAN LITERASI DIGITAL DAN PENDIDIKAN

Arus Teknologi Pendidikan

Ketiga penemuan mesin komputasi tersebut mempunyai sejarah yang cukup panjang, dimulai dari keberhasilan Charles Babbage membuat mesin penghitung dan penghitung pada tahun 1821; Kemudian Alan Turing berhasil menemukan ide yang ia sebut dengan “Mesin Turing”, dimana mesin tersebut terbukti mampu menjalankan perintah sederhana, kemudian Konrad Zuse menyempurnakan inovasi Turing dengan program Z3 dan menerbitkan bahasa pemrograman komputer “kalkulus planar” ( https://www .nesabamedia.com/penemu-komputer/ diakses 10 April 2022 pukul 18.00 WIB). Meskipun model teknologi transmisi data masih menggunakan switching, namun dikembangkan lebih lanjut oleh Robert Kahn dan Vinton Cerf, yang memasukkan elemen penting dari protokol komunikasi Internet yang dikenal dengan Transmisi Control Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP).

Dari Teknologi Digital ke Literasi Digital

Tampaknya keputusan UNESCO tersebut melampaui konsep kemajuan teknologi digital yang baru dianggap canggih pada tahun 1980-an. Pada pertemuan World Economic Forum tahun 2015, muncul gambaran ekspresif mengenai literasi digital yang diklasifikasikan menjadi 6 poin mendasar.

Tabel 1. Hasil olahan data dari buku Prof. Colin Lankshear &
Tabel 1. Hasil olahan data dari buku Prof. Colin Lankshear &

Relevansi Literasi Digital dan Pendidikan

49, bahkan Kemendikbud mencanangkan gerakan literasi digital yang menurutnya terbentuk utuh pada beberapa elemen penting literasi. Pertama, pada hakikatnya literasi digital telah merambah pada ranah proses pembelajaran yang merupakan hakikat pendidikan.

Epilog

LITERASI DIGITAL DAN MEDIA SOSIAL DALAM

Literasi Media dan Literasi Digital

Literasi media merupakan kemampuan pengguna media digital dalam menyaring informasi yang beredar di berbagai media secara kritis dan kreatif. Art Silverblatt melakukan upaya sistematis untuk menjadikan pengetahuan media/kompetensi media sebagai bagian dari orientasi budaya khalayak. Di kalangan tersebut, literasi media mempunyai pengaruh yang besar bahkan sudah menjadi salah satu elemen penting dalam kehidupan.

Tak heran jika teknologi informasi dan literasi media kini menjadi fungsi yang dimanfaatkan oleh berbagai pihak.

Media Sosial dalam Pembelajaran

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS LITERASI DIGITAL

Model Pembelajaran Digital

Model pembelajaran digital merupakan suatu model atau prosedur pembelajaran yang sebagian besar kegiatan pembelajarannya berbasis teknologi dan dari hasil yang diperoleh berupa informasi inilah yang dijadikan bahan pembelajaran dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan. Model pembelajaran digital ini menggunakan media berupa alat-alat teknologi, misalnya penggunaan telepon seluler atau telepon seluler, penggunaan laptop atau komputer dan perangkat digital lainnya yang biasa digunakan dalam proses pembelajaran yang disediakan oleh pendidik. Selain itu, Munir (2017:5), menyatakan pembelajaran digital menerapkan sistem pembelajaran yang tidak berlangsung di satu tempat, sehingga tidak terjadi interaksi tatap muka langsung antara guru dan siswa.

Purdy dan Wright (1992) dalam Munir (2017:5) menyatakan terdapat perbedaan dan pergeseran paradigma model pembelajaran antara pembelajaran non-teknologi dengan pembelajaran yang mendukung teknologi dan antara konsep pembelajaran kelas (class .penempatan) dan pembelajaran terbuka. atau pembelajaran digital yang tidak harus selalu di dalam kelas.

Literasi Digital

Ramlan Mahmud 74 Menurut Hermiyant (2015), dikutip dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017:10), literasi digital adalah minat, sikap dan kemampuan individu dalam menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, mencipta dan berkomunikasi dengan orang lain dengan tujuan berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa keunikan literasi digital tidak hanya mengacu pada keterampilan menggunakan dan mengelola berbagai perangkat teknologi informasi dan komunikasi, tetapi juga pada proses “membaca” dan “memahami” konten perangkat teknologi, serta prosesnya. dari "menciptakan" dan "menulis" menjadi pengetahuan baru. Seseorang dapat memperoleh literasi digital secara bertahap, karena tingkatan yang satu lebih kompleks dibandingkan tingkatan sebelumnya.

Namun, untuk berbicara tentang literasi digital, seseorang harus menguasai keterampilan informasi, visual, media, dan komunikasi.

Model Pembelajaran Berbasis Literasi Digital

Setidaknya ada dua jenis sumber belajar yang digunakan sebagai bentuk literasi digital, yaitu offline dan online. Selain itu website sekolah yang dapat dijadikan sebagai sumber literasi digital adalah website yang memuat bahan ajar dan program semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Agar siswa dapat belajar secara aktif maka mereka harus memiliki kemampuan literasi, salah satunya adalah literasi digital.

Kedepannya literasi digital akan menjadi sumber pembelajaran yang paling penting, sehingga pengenalan literasi berbasis digital harus dilakukan sejak dini, dimulai dari siswa sekolah dasar.

Tantangan dalam Penerapan Literasi Digital bagi Guru

Sharma (2017) menjelaskan terdapat lima keterampilan sebagai fasilitator pembelajaran bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran digital, yaitu keterampilan jaringan, keterampilan komunikasi, keterampilan berpikir, keterampilan mengasuh dan manajemen pengetahuan. Jurnal Dokumentasi Tibor Koltay, Media dan Literasi, Literasi Informasi dan Literasi Digital. Literasi Digital: Kompetensi Abad 21 untuk Zaman Kita (Blok Penyusun Literasi Digital dari Peningkatan hingga Transformasi).

Buku pegangan lab masa depan. https://www.nfer.ac.uk/publications/FUTL06/FUTL06.pdf Harjono, H. Literasi digital: Prospek dan Implikasinya.

PENERAPAN LITERASI DIGITAL BERSIFAT EDUKATIF

Kompetensi Literasi Digital

Kompetensi ini mencakup beberapa komponen, yaitu kemampuan mencari informasi di Internet dengan menggunakan mesin pencari, serta melakukan berbagai aktivitas di dalamnya. Kompetensi ini merupakan kemampuan seseorang dalam berpikir kritis dan mengevaluasi apa yang ditemukan di Internet, disertai dengan kemampuan mengidentifikasi validitas dan kelengkapan informasi yang dirujuk melalui link hypertext. Kompetensi ini merupakan kemampuan mengorganisasikan pengetahuan, membangun kumpulan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dengan kemampuan mengumpulkan dan mengevaluasi fakta dan pendapat dengan baik dan tanpa prasangka.

Kompetensi ini mencakup beberapa komponen yaitu: kemampuan mencari informasi melalui internet, kemampuan membuat news feed atau pemberitahuan berita terkini secara personal yang dapat diperoleh dengan bergabung dan berlangganan berita di newsgroup, mailing list atau lainnya. kelompok diskusi yang membahas atau membahas suatu topik tergantung pada kebutuhan atau topik permasalahan tertentu, kemampuan memeriksa atau mengkaji ulang informasi yang diperoleh, kemampuan menggunakan segala jenis media untuk menetapkan kebenaran informasi yang akan dibuktikan, serta kemampuan untuk membuktikan kebenaran informasi tersebut. kemampuan untuk mensintesis sumber informasi yang diperoleh di Internet dengan kehidupan nyata yang tidak berhubungan dengan jaringan.

Penerapan Literasi Digital Bersifat Edukatif Menggunakan

Salah satu fasilitas Google Classroom yang biasa digunakan dalam proses pembelajaran adalah kita dapat membuat tugas-tugas yang akan diberikan kepada siswa. Untuk membuat tugas, kita pilih menu Tugas yang terletak di bagian atas Google Classroom. Ketika siswa sudah melihat tugas di formulir tugas, mereka menyelesaikan dan menyerahkan tugas melalui Google Classroom.

An analysis of students' perception of using google classroom in English language learning.

Gambar 4. Pemilihan Google Classroom melalui  Google Apps
Gambar 4. Pemilihan Google Classroom melalui Google Apps

LITERASI DIGITAL DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH

Pentingnya Literasi Digital di Sekolah

Keterampilan literasi digital akan membekali siswa untuk berkembang dalam masyarakat digital, memberikan siswa kesempatan untuk terlibat aktif dalam bidang akademik dan menjembataninya pada analisis kritis. Literasi digital tidak hanya terbatas pada penggunaan komputer atau pembelajaran di laboratorium, apalagi ketika fasilitas dan akses belum memadai. Guru dapat secara kreatif menerapkan praktik literasi digital pada setiap mata pelajaran di kelas, misalnya dengan menggabungkan teknologi sederhana dengan pelajaran bahasa, inkuiri sains, perhitungan matematis, dan banyak keterampilan pedagogi lainnya, sehingga siswa termotivasi kuat untuk melakukannya.

Dalam kehidupan yang semakin digital, orang tua juga harus didorong untuk mengambil peran dalam meningkatkan pemahaman konsep literasi digital dan pemanfaatan sumber daya digital, sehingga dapat memantau secara positif perkembangan literasi digital anak.

Bentuk Implementasi Literasi Digital

Jadi salah satu bentuk literasi digital adalah penyerapan informasi dan materi pembelajaran. Atau pustakawan juga dapat mengajar kelas terkait pengembangan kompetensi literasi digital (Suwarto, Setiawan, dan Machmiyah, 2022).

LITERASI DIGITAL DI LINGKUNGAN KAMPUS

Pembelajaran Literasi Digital

Jadi keterampilan di sektor pendidikan tinggi itu beragam, seperti merencanakan pengembangan pribadi terkait penelitian dan penulisan akademik, merencanakan hasil akademik melalui diskusi dan berpikir kritis, dan kegiatan pendidikan tinggi lainnya memerlukan keterampilan dalam literasi digital. Literasi digital merupakan keterampilan yang dapat digunakan selama pembelajaran aktif di kelas, serta untuk mengembangkan suasana pembelajaran yang inovatif, serta memfasilitasi komunikasi kolaboratif dengan siswa (Howland, et al., 2012). Literasi digital juga membangun pengetahuan siswa dengan pengetahuan sebelumnya sehingga siswa dapat dibekali dengan pengetahuan yang lebih terorganisir, berkembang, dan visual seperti gambar, bagan, video, dan diagram (Ausubel, 2000).

Kunci dari konsep kurikulum pendidikan tinggi di era teknologi ini adalah kurikulum yang tercermin dalam literasi digital.

Literasi Digital di Perguruan Tinggi

Ini berarti bahwa mengembangkan model literasi digital nasional dan menerapkan strategi yang mengidentifikasi hambatan terhadap literasi digital dan menemukan cara untuk mengatasi hambatan tersebut sangat penting bagi stabilitas dan keberlanjutan perekonomian suatu negara. Literasi digital memiliki dampak yang signifikan terhadap kompetensi inti siswa dan kinerja pekerjaan di masa depan yang memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang ditingkatkan teknologi digital (Pirzada & Khan, 2013). Kompetensi inti dalam literasi digital dapat dipengaruhi oleh penerapan strategi pembelajaran, seperti kerja tim dan kolaborasi, pembelajaran dan pelaksanaan proyek, serta pemecahan masalah.

Kompetensi inti dapat ditransfer melalui strategi pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar siswa (Lee & Choi, 2014).

Taksonomi Literasi Digital

Literasi digital inilah yang nantinya menjadi tantangan bagi para pendidik untuk mengidentifikasi dan memasukkannya ke dalam kurikulum pendidikan. Untuk memasuki dunia kerja, pendidikan lanjutan, dan pendidikan tinggi, generasi muda memerlukan seperangkat keterampilan, pengetahuan, dan pemahaman yang dapat diperoleh melalui literasi digital. Oleh karena itu, literasi digital kini telah menjadi bentuk utama transfer informasi dan komunikasi, misalnya literasi digital telah mengambil alih fungsi surat, panggilan telepon, bahkan interaksi tatap muka.

Literasi digital melibatkan penggunaan teknologi baru untuk berkomunikasi secara bermakna melintasi hambatan teknologi, linguistik, sosiokultural, dan intelektual.

Kompetensi Literasi Digital

Masyarakat membutuhkan literasi digital untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin maju dan tidak terbatas (Gilster, 1997). Keberhasilan membangun literasi digital menjadi salah satu indikator pencapaian di bidang pendidikan dan kebudayaan (Nurhayati, 2020). Peta Gerakan Literasi Digital di Indonesia: Kajian Terhadap Pelaku, Berbagai Kegiatan, Kelompok Sasaran dan Mitra.

Efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berhitung dan digital siswa madrasah ibtidaiyah.

Tabel 3. Beberapa jenis keterampilan literasi digital di perguruan  tinggi
Tabel 3. Beberapa jenis keterampilan literasi digital di perguruan tinggi

LITERASI DIGITAL DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT

Strategi Gerakan Literasi Digital di Lingkungan

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik harus disosialisasikan kepada masyarakat oleh para penggiat literasi. Meningkatkan jumlah dan ragam bahan bacaan dengan teknologi informasi dan komunikasi berupa surat kabar, majalah atau buku di ruang publik seperti stasiun, terminal, bandara, taman baca masyarakat, dan perpustakaan umum. Pemberian informasi melalui media digital di ruang publik Pemberian informasi melalui layar dan papan informasi digital di ruang publik dapat membantu masyarakat dalam memperoleh informasi dan pengetahuan baru.

Infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di desa hendaknya dikelola dengan baik agar keberlanjutan dan kegunaannya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Penerapan Literasi Digital di Lingkungan Masyarakat

Literasi digital akan menciptakan masyarakat yang memiliki mentalitas dan visi inovatif-kritis-kreatif. Literasi teknologi dan literasi digital untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan bagi kelompok pemuda di kota Madiun. Kompetensi literasi digital akan memungkinkan peserta didik memanfaatkan teknologi secara tepat, efektif dan efisien.

Penguatan perpustakaan sebagai sumber referensi khususnya koleksi buku cetak atau digital terkait literasi digital.

Gambar 29. Model Literasi Digital (Ng, 2012)
Gambar 29. Model Literasi Digital (Ng, 2012)

LITERASI DIGITAL DAN TANTANGAN ABAD KE-21

Referensi

Dokumen terkait