DAFTAR ISI
I. PELAYANAN KENDARAAN MASUK MELALUI BASEMENT
II. PELAYANAN KENDARAAN DROUP OUT III. PELAYANAN TAMU
IV. PELAYANAN PENGIRIMAN DAN PENERIMAAN BARANG
V. PELAYANAN PENERIMAAN TELEPON VI. PELAKSANAAN PATROLI
VII. PENANGANAN KECELAKAAN DALAM AIR VIII. PENANGANAN KEBAKARAN
IX. PENANGANAN BENCANA ALAM (GEMPA BUMI) X. PENANGANAN ANCAMAN BOM
XI. PENANGANAN ORANG MABUK
XII. PENANGANAN PEKERJA KONTRAKTOR
XIII. PENGAMANAN TEMPAT KEJADIAN PERKARA ( TPTKP)
I. PELAYANAN KENDARAAN MASUK MELALUI BASEMENT
1. Perhatikan kendaraan sebelum masuk
2. Memberikan penghormatan dan greeting 3S
3. Meminta kepada pengemudi untuk dibukakan kaca jendela tengah.
4. Meminta kepada pengemudi untuk membukakan pintu bagasi belakang.
5. Melakukan pengecekan menggunakan Garret
6. Bila aman langsung dipersilahkan parker kendaraan yang disediakan
7. Bila terdapat kejanggalan atau kendaraan membawa barang terlarang/mencurigakan diminta untuk parkir dan dilaksanakan pemeriksaan secara intensive dengan menanyakan dokumen atau surat
pendukungnya. Bila tidak dapat menunjukan maka petugas berkoordinasi dengan komandan regu untuk proses lebih lanjut
II. PELAYANAN KENDARAAN DROUP OUT 1. Perhatikan kendaraan sebelum masuk
2. Memberikan penghormatan dan greeting 3S 3. Membukakan pintu loby dan mengarahkan
tamu/pengunjung ke petugas loby utama
III. PELAYANAN TAMU
1. Petugas loby utama memberikan penghormatan ( menyilangkan tangan kanan ke dada sebelah kiri ) dan greeting 3S
2. Mengucapkan “apa yang bisa saya bantu”
3. Dengan sikap sopan menanyakan nama dan keperluan penghuni yang akan dituju atau unit.
4. Tamu diminta mencatat nama, HP, nama
perusahaan dan orang yang dituju dalam buku tamu.
5. Meminta identitas tamu/pengunjung untuk ditukar dengan Kartu Visitor.
6. Mengarahkan atau menginformasikan lift atau loby tower atau ruang yang sudah dijanjikan oleh orang yang dituju.
7. Petugas loby tower memberikan greeting 3S,
mengarahkan tamu yang tidak menggunakan kartu visitor untuk terlebih dahulu registrasi ke loby utama, dan melarang tamu masuk lift bersama penghuni yang tidak menggunakan kartu visitor.
8. Melakukan pemeriksaan barang bawaan dan mengamankan barang-barang terlarang seperti senjata api/tanpa ijin, senjata tajam, Narkoba.
9. Petugas loby utama meminta kembali Kartu Visitor kepada tamu/pengunjung saat pulang dan
mengembalikan Kartu Identitas yang dititipkan.
IV. PELAYANAN PENGIRIMAN DAN PENERIMAAN BARANG
1. Menjaga agar tidak terjadi kehilangan-kehilangan barang milik Perusahaan:
A. Periksa surat jalan
B. Periksa keabsahan/keaslian surat jalan tersebut.
Surat jalan harus ditandatangani oleh pejabat yang berwenang atau dapat dikonfirmasikan terlebih dahulu dengan PIC terkait.
C. Pastikan jumlah fisik dan jenis barang yang keluar harus sesuai dengan yang tercantum dengan surat jalan.
D. Perhatikan kolom yang memuat alas an
pengeluaran barang seperti diservice, dipindahkan dll.
E. Mencatan dalan note book nama, tanggal, jam keluar, nomor kendaraan yang membawa barang serta supir.
F. Simpan arsip surat jalan dan serah terimakan kepada shif selanjutnya dan seluruh arsip surat jlan dissrahkan ke Danru/coordinator untuk disimpan di Posko Security
G. Jika barang yang keluar tidak sama/tidak sesuai dengan yang tercantum dengan surat jalan cegah mobil keluar sampai permasalahan jelas/selesai.
H. Proses jika tidak dapat mempertanggungjawabkan isi dari surat jalan tersebut.
I. Tidak ada pengeluaran barang hari minggu dan hari libur terkecuali ada ijin khsus dari manajemen sebelumnya.
2. Menjaga agar tidak terjadi kehilangan-kehilangan barang milik Kontraktor:
A. Tanyakan surat jalan tersebut dan surat ijin kerja B. Jika ada arahkan agar menukar identitas dengan
kartu visitor.
C. Jika pengirim barang belum ada ijin dari
manajemen, maka meminta kembali dan atau mengurus ijin surat ijin masuk termasuk karyawan yang membawa pekerjanya sendiri.
V. PELAYANAN PENERIMAAN TELEPON
1. Jangan biarkan telepon berdering hingga 3 kali sebelum diangkat
2. Gunakan tangan kiri untuk mengangkat telepon, sehingga tangan kanan dapat digunakan mencatat pesan bila ada yang harus disampaikan
3. Ucapkan selamat pagi/siang/sore/malam dengan nada sopan dan jelas “selamat pagi B Residence, dengan security. Nama….ada yang bias kami bantu”
4. Bila berita itu untuk seseorang yang tidak berada di tempat, catat pesan yang ingin disampaikan dari pengirim dan pastikan bahwa pesan tersebut dapat diterima oleh orang yang dimaksud dengan informasi yang lengkap seperti: No. telepon pengirim akan menelpon kembali, dengan harapan orang yang dituju dapat menghubungi langsung kepada si penelpon.
5. Bila berita itu untuk orang yang berada di kantor maka sampaikan atau hubungkan kepada orang yang dituju, bila diterima langsung dihubungkan extentionnya, bila yang dituju tidak mau menerima maka dilakukan pencatatan pesan dan
menyampaikan bahwa orang yang dituju sedang tidak ada di tempat atau sedang rapat.
6. Tutup pembicaraan telepon dengan ucapan terima kasih dan selamat pagi/siang/sore/malam.
VI. PELAKSANAAN PATROLI
1. Patroli dilaksanakan pada 13 titik sesuai kebutuhan.
2. Pelaksanaan patrol menggunakan Patrol Scan
dengan satu pelaksanan untuk 3 tower dibantu oleh komandan regu.
3. Dilaksanakan 2 jam sekali dalam satu shif.
4. Rute patroli dimulai dari area bawah selanjutnya ke tower A, B, C naik menggunakan lift dan turun
melalui tangga darurat.
5. Melihat lorong unit bila kedapatan sepatu/sandal yang berada di depan pintu untuk diamankan di posko security dengan memasukan ke kantong pelastik dan tertulis nomor unit apartement.
6. Bila kedapatan orang di Lorong unit agar menegur untuk masuk ke unit.
7. Membuat laporan hasil patrol bila menemukan hal- hal yang mencurigakan atau perubahan bentuk dll.
VII. PENANGANAN KECELAKAAN DALAM AIR 1. Segera meminta pertolongan
2. Berteriak untuk menarik perhatian orang sekitar.
3. Meminta bantuan orang agara lebih mudah menolong
4. Meminta bantuan untuk menghubungi palayanan darurat.
5. Cari alat yang dapat membantu menolong dengan perlengkapan yang memadai (palampung).
6. Membalikan tubuh korban agar air yang masuk
kedalam tubuhnya keluar dari mulut dengan 2 orang 7. Membawa korban ke darat untuk segera dibaringkan,
jika korban tidak bernapas lakukan pertolongan
Resuscitation Jantung Paru (RJP) dengan menekan telapak tangan di bagian tengah dada yang sejajar dengan putting.
8. Jika perlu anda dapat membantu menekan dengan menggunakan dua telapak tangan yang saling tumpang tindih.
9. Tekan sedalam kurang lebih 5 centi dengan hati-hati sebanyak 30 kali dengan rata kecepatan sekitar 100 kali tekanan permenit (dengan kata lain menekan 30 kali dalam waktu sekitar 20 detik).
10. Pastikan dada kembali ke posisi semula ditekan kembali kemudan apakah korban sudah bernapas.
11. Jika korban belum juga bernapas, coba membuka jalan
pernapasan dengan menengadahkan kepala korban dan mengangkat dagu, pencet hidung korban
kemudian tiupkan udara ke arah mulut korban.
12. Di saat melakukan pertolongan pertama pararel agar
petugas lain Danru atau Koordinator menghubungi medis.
VIII. PENANGANAN KEBAKARAN
1. Teriak kebakaran untuk menarik perhatian dan segera menyalakan alarm.
2. Mengambil APAR terdekat.
3. Mencoba/tes kondisi APAR
4. Datang ke TKP/lokasi kebakaran.
5. Memadamkan api.
6. Melaporkan kepada komandan regu/coordinator bilamana api tidak dapat dikendalikan segera meminta bantuan Petugas Pemadam Kebakaran.
7. Menutup akses keluar masuk.
8. Memberikan pemberitahuan kepada penghuni untuk diharap tenang dan melakukan evakuasi secara berangsur melalui tangga darurat dengan tenang.
9. Bekerjasama dengan tim Pemadam Apartement . 10. Mendata penghuni yang ada di titik kumpul evakuasi 11. Membuat laporan
IX. PENANGANAN BENCANA ALAM (GEMPA BUMI) 1. Memberikan perhatian melalui informasi terpadu bahwa saat ini terjadi gempa bumi para penghuni diharap tenang.
2. Meminta penghuni untuk turun melalui tangga darurat secara tenang dan dilarang menggunakan hak sepatu yang tinggi.
3. Mengarahkan penghuni untuk menuju ke titik kumpul evakuasi.
4. Mendata para penghuni yang berada di titik kumpul evakuasi dan berusaha menenangkan agar tidak panik.
5. Memberitahukan kepada penghuni untuk tidak lupa mengunci unit masing-masing.
6. Setelah ada sumber informasi bahwa tidak ada gempa susulan maka meminta kembali kepada penghuni untuk kembali ke unit masing-masing.
7. Melarang penghuni naik ke unit sebelum ada instruksi lebih lanjut.
X. PENANGANAN ANCAMAN BOM
1. Jika anda menerima ancaman bom melalui telepon jangan panik, ikuti petunjuk di bawah ini:
A. Dengarkan secara seksama apa yang dikatakan si pengancam.
B. Usahakan untuk berbicara selama mungkin.
C. Lemahkan niat pengancam bahwa akan banyak korban yang tidak berdosa.
D. Batasi kata-kata yang dapat memancing emosi.
E. Beritahu secepatnya kepada atasan anda atau satuan pengamanan gedung
2. Pergunakanlah taktik penundaan dengan pertanyaan sebagai berikut:
A. Dimana bom diletakan?
B. Kapan bom akan meledak?
C. Bagaimana bentuk ciri-ciri bom tersebut?
D. Alasan mengapa bom dipasang?
E. Tanyakan identitas pengebom dan lain-lain.
F. Catatlah dan berikan kepada petugas pengaman Gedung untuk ditindak lanjuti.
3. Untuk mempermudah pihak keamanan sampaikan diskripsi gambaran si pengancam:
A. Pria/wanita, usia
B. Dialeg/Bahasa yang digunakan.
C. Jenis suara (lembut,keras, berat, jelas)
D. Cara berbicara (tenang, emosional, tergesa-gesa, berkelakar, gemetar, meyakinkan, gagap)
E. Suara latar belakang (lalu-lintas, music, suara mesin, hening, hiruk pikuk, dll)
4. Jika hal tersebut telah diberikan kepada pihak keamanan langkah berikutnya adalah:
A. Berhentilah bekerja dan menelpon, matikan
peralatan listrik dan gas, kunci semua pintu masuk segera tinggalkan area anda dengan tenang.
B. Pemberitahuan kepada penghuni dengan tenang dan meminta untuk segera evakuasi menuju titik kumpul evakuasi.
C. Gunakana tangga terdekat pintu darurat ke pintu keluar enuju lantai dasar berjalan jangan lari.
D. Patuhi saran dan petunjuk yang diberitahu petugas keamanan atau pejabat Gedung.
E. Setelah berada di lokasi yang dianggap aman titik kumpul evakuasi, tunggulah instruksi selanjutnya dari pihak keamanan atau pejabat Gedung untuk kembali ke unit masing-masing.
F. Laporan kepada puhak yang berwajib.
5. Intruksi kembali ke dalam unit:
A. Intruksi yang syah diberikan oleh Building
Manager atau staff keamanan atas perintahnya B. Selama kembali masuk ke unit masing-masing
agar dilakukan dengan tenang tertib teratur untuk menghindari terjadinya insiden.
XI. PENANGANAN ORANG MABUK
1. Segera menghubungi group lear atau Danru/coordinator.
2. Segera memberikan pertolongan dan segera antar sampai ke tempat yng dituju
3. Pastikan catat identitas pedamping, jumlah orang, jam kedatangan.
4. Segera menghubungi Building Manager jika tamu dalam keadaan mabuk berat untuk dipanggilkan tim medis.
5. Apabila terjadi pengrusakan barang-barang
inventaris perusahaan kumpulkan barang bukti, saksi dan foto untuk dibuat laporan.
6. Laporkan ke Building Manager untuk pananganan lebih lanjut, jika tamu sudah sadar terkait dengan biaya penggantian ganti rugi pengrusakan barang.
7. Terhadap orang yang menggangu ketertiban lakukan langkah pengamanan bila melakukan perlawanan segera meminta bantuan tim.
8. Lakukan cara-cara pengamanan dengan tidak membahayakan orang mabuk tersebut.
9. Membuat laporan kejadian.
XII. PENANGANAN PEKERJA KONTRAKTOR
Melaporkan ke petugas keamanan untuk melakukan pengarahan-pengarahan:
A. Jika bekerja tidak diperbolehkan merokok B. Menjaga kebersihan
C. Bertanggung jawab dengan barang inventaris di area tempat bekerja.
D. Cara berpakaian sopan (seragam perusahaan) E. ID Card kartu Identitas selalu digunakan.
F. Larangan berkeiaran di luar lokasi yang telah ditentukan.
G. Menitipkan Kartu Identitas dan ditukar dengan Kartu Kontraktor
H. Catat dalam Note Book setiap kontraktor yang bekerja.
I. Petugas security memeriksa surat ijin kerja karena harus sesuai tanggal ijin yang diberikan oleh
Building Manager
XIII. PENGAMANAN TEMPAT KEJADIAN PERKARA ( TPTKP)
1. Menerima laporan/mendapati kejadian
2. Mendatangi TKP, menangkap pelaku bila ada, mengamankan barng bukti dan para saksi, mendokumentasikan TKP.
3. Mengamankan TKP dengan memeberi tali atau tanda serta menjaga TKP agar tidak dijamah orang yang tidak berkepentingan.
4. Membuat kronologis kejadian.
5. Melaporkan kepada pimpinan untuk meminta perintah lebih lanjut:
1.) Jika permasalahan diselesaikan secara internal maka meminta surat perintah pelaksanaan
investigasi kepada PT. Trisakti Manunggal Jaya.
A. Memanggil para saksi untuk dilaksanakan pemeriksaan internal.
B. Melakukan penggeledahan terhadap TKP atau orang, tempat yang dicurigai.
C. Membuat resume investigasi.
2.) Jika permasalahan diselesaikan kepada pihak yang berwajib:
A. Maka korban didampingi oleh petugas/Danru, Koordinator untuk melaporkan kejadian
dimaksud.
B. Kooperatif menghadirkan para saksi dan korban bila sewaktu-waktu dipanggil untuk selalu
mendampinginya sesuai kebutuhan.
C. Meminta tanda bukti lapor sebagai dasar pelaporan internal.