• Tidak ada hasil yang ditemukan

LOGO EKOLOGI TUMBUHAN - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "LOGO EKOLOGI TUMBUHAN - Spada UNS"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

LOGO EKOLOGI TUMBUHAN

ALANINDRA SAPUTRA

(2)

Introduction to world biodiversity

Lingkungan dengan kekayaan spesies tertinggi terdapat di hutan tropika humida, hutan tropika musiman (tropical deciduous forest), terumbu karang, laut dalam, dan

danau-danau besar di daerah tropika

(3)

Keanekaragaman hayati terbesar ditemukan di hutan- hutan tropika (7% dari luas bumi)

>90% spesies serangga 40% tumbuhan berbunga

30% spesies burung

(4)

WORLD BIODIVERSITY

(5)

BIOLOGICAL DIVERSITY = BIODIVERSITY

• “variety of life” === “keanekaragaman makhluk hidup”

• Diartikan sebagai keanekaragaman makhluk hidup pada semua tingkat organisasi biologi mulai dari sel sampai dengan ekosistem

• Berbagai variasi dalam bentuk, struktur tubuh, warna, jumlah, dan sifat lain dari makhluk hidup di suatu daerah

• Jutaan tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme termasuk gen yang mereka miliki serta ekosistem dimana ditemukannya.

(6)

WHY BIODIVERSITY IS IMPORTANT…..????

• Keseimbangan ekosistem bergantung pada kontribusi

organisme yang ada di dalamnya. Hilangnya satu spesies dapat berpengaruh terhadap semua sistem kehidupan

dalam ekosistem.

• Ekosistem dengan biodiversitas yang tinggi lebih tahan terhadap perubahan lingkungan.

(7)

Posisi keanekaragaman hayati Indonesia di dunia

Negara Tropika

Area ∑spesies Negara iklim dingin

Area ∑spesies

Brasil 8456 417 Kanada 9220 193

DRC 2268 450 Argentina 2737 320

Meksiko 1909 491 Aljazair 2382 92

Indonesia 1812 512 Iran 1636 140

Kolombia 1039 359 Afsel 1221 255

Venezuela 882 323 Cili 748 91

Thailand 511 265 Prancis 550 93

Filipina 298 158 Inggris 242 50

Rwanda 25 151 Belgia 30 58

Perbandingan jumlah spesies mammalia antara negara tropika dan negara beriklim dingin

(8)

No 1 untuk jumlah mamalia (515 spesies) dan palmae (400 spesies).

No 3 untuk reptil (± 600 spesies) No 4 untuk burung (1519 spesies) No 5 untuk amfibi (270 spesies)

(9)

Indonesia memiliki tidak kurang dari 47 tipe ekosistem baik alami maupun buatan

(10)

Ekosistem gunung es abadi di puncak Jaya Wijaya Papua

(Cartenz Pyramids)

(11)

Walaupun luas daratan Indonesia hanya 1,32% luas dunia Indonesia memiliki 10%

spesies tumbuhan berbunga, 12% binatang menyusui, 16% reptil dan amfibi, 17%

burung, 25% ikan, dan 15% serangga

(12)

Beberapa spesies yang ditemukan di

Indonesia dari berbagai takson merupakan spesies-spesies endemik yang tidak dapat dijumpai di tempat lain

(13)

Anoa dataran rendah endemik Sulawesi (Bubalus quarlesii)

Babi rusa endemik Sulawesi (Babyrousa babyrussa)

Burung beo Nias (Gracula religiosa robusta)

Bekantan (Nasalis larvatus)

(14)

Bunga bangkai (Amorpophalus titanium) endemik Sumatera

Kantung semar

(Nephentes insignis) endemik Papua

Rhododendron album endemik pulau Jawa

(15)

Berbagai spesies tumbuhan seperti anggrek, puspa, jambu air, dan matoa memiliki

individu-individu yang sangat beragam

(16)

Beberapa penemuan spesies penting di Indonesia

Penemuan “the lost world” pada tahun 2005 di pegunungan Foja Memberamo Papua ==> beberapa spesies baru dan langka

Kangguru pohon

(Dendrolagus pulcherimus)

Cenderawasih berkawat

(Parotia berlepschi)

Spesies bunga Rhododendron terbesar di

dunia

(17)

INDONESIAN

BIODIVERSITY………

Kerusakan dan Fragmentasi Habitat

(18)

Ilmu lintas disiplin (terpadu) yang dikembangkan untuk menghadapi berbagai tantangan demi melindungi spesies dan ekosistem

TUJUAN BIOLOGI KONSERVASI

Menyelidiki dampak manusia terhadap keberadaan dan kelangsungan hidup spesies, komunitas, dan ekosistem

Mengembangkan pendekatan praktis untuk mencegah kepunahan spesies, menjaga variasi genetik dalam spesies serta melindungi

dan memperbaiki komunitas biologi dan fungsi ekosistem

Mempelajari serta mendokumentasikan seluruh aspek keragaman hayati di bumi

(19)

Prinsip-Prinsip Etika Biologi Konservasi

Keanekaragaman spesies dan komunitas biologi harus dilindungi

Kepunahan spesies dan populasi yang terlalu cepat harus dihindari

Kompleksitas ekologi harus dipelihara Evolusi harus berlanjut

Keanekaragaman hayati memiliki nilai intrinsik

(20)

SPESIES LANGKA DAN TERANCAM

PUNAH DI INDONESIA

(21)

PENGANTAR

Kategori status konservasi hewan dan tumbuhan di dunia ditentukan berdasarkan IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources)

IUCN menetapkan kriteria untuk mengevaluasi status kelangkaan suatu spesies

Kriteria relevan untuk semua spesies di seluruh dunia

Standar daftar spesies dan upaya penilaian status konservasinya terangkum dalam IUCN Red List

(22)

KATEGORI

(23)

https://www.iucnredlist.org/

• The IUCN Red List is a critical indicator of the health of the world’s biodiversity. Far more than a list of species and their

status, it is a powerful tool to inform and catalyse action for biodiversity

conservation and policy change, critical

to protecting the natural resources we

need to survive

(24)

https://www.iucnredlist.org/

• Dengan membuka itu anda akan mendapat

informasi berbagai jenis tumbuhan dan hewan

dari masing-masing KATEGORI

(25)
(26)
(27)
(28)

EXTINCT (EX, Punah)

Terbukti bahwa individu terakhir spesies

tersebut sudah mati

723 hewan dan 86 tumbuhan

Spesies di Indonesia

yang dinyatakan punah adalah HARIMAU JAWA dan HARIMAU BALI

(29)

Tumbuhan Punah di Indonesia

(30)

EXTINCT IN WILD (EW, Punah di Alam Liar)

Spesies yang hanya diketahui berada di tempat penangkaran atau di luar habitat alami mereka

38 hewan dan 28 tumbuhan

Dunia / global 75 Spesies

Indonesia 2 spesies

(31)
(32)

EXTINCT IN WILD di Asia Tenggara

(33)

CRITICALLY ENDANGERED (CR, Kritis)

Status konservasi yang diberikan kepada spesies yang menghadapi resiko kepunahan di waktu dekat

Global 6523 Spesies

Indonesia 278 Spesies

Harimau Sumatera, Badak Jawa, Badak Sumatera, Jalak Bali, Orangutan Sumatera, Elang Jawa, Trulek Jawa, Rusa Bawean

(34)
(35)
(36)

ENDANGERED (EN, Terancam)

Status konservasi yang diberikan kepada spesies yang sedang menghadapi resiko kepunahan di alam liar

yang tinggi pada waktu yang akan datang

11067 Spesies Terancam di dunia

Indonesia 476 Spesies Terancam

Banteng, Anoa, Mentok Rimba, Maleo, Tapir, Trenggiling, Bekantan, dan Tarsius

(37)
(38)

VULNERABLE (VU, Rentan)

Status konservasi yang diberikan kepada spesies yang sedang menghadapi resiko kepunahan di alam liar waktu yang akan datang

Dunia/Global 13440 Spesies

Indonesia 945 Spesies

Kasuari, merak hijau, dan kakatua Maluku

(39)
(40)

NEAR THREATENED (NT, Hampir Terancam)

Status konservasi yang diberikan kepada spesies yang mungkin berada dalam keadaan terancam atau

mendekati terancam kepunahan

2574 hewan dan 1076 tumbuhan

Dunia/Flobal 6976 Spesies

Indonesia 802

Alap-alap, Doria, Punai Sumba

(41)
(42)

LEAST CONCERN (LC, Beresiko Rendah)

Status konservasi yang diberikan kepada spesies yang telah dievaluasi namun tidak masuk kategori

manapun

17535 hewan dan 1488 tumbuhan

Ayam hutan merah, ayam hutan hijau, landak

(43)

DATA DEFICIENT (DD, Informasi Kurang)

Informasi yang masuk kurang memadai untuk membuat perkiraan akan resiko kepunahannya berdasarkan distribusi dan status populasi

5813 hewan dan 735 tumbuhan

Punggok Papua

(44)

NOT EVALUATED (NE, Belum dievaluasi)

Belum dievaluasi karena jumlah dan distribusinya masih aman

(45)

TINGKAT KEPUNAHAN

Suatu spesies dikatakan punah jika tidak ada satupun individu dari spesies itu yang ditemukan di bumi

Burung prenjak

“Bachman warbler” Burung trulek Jawa

Vanellus macropterus Harimau Bali

Panthera tigris balica

(46)

Suatu spesies dikatakan punah di alam jika beberapa individu hanya dijumpai dalam tempat dan situasi yang diatur oleh manusia

Pohon Franklinia altamaha dikatakan telah punah di alam tetapi tumbuh lebih baik di perkebunan

(47)

Suatu spesies dikatakan punah dalam skala lokal

(“extirpated”) jika tidak ditemukan di tempat dimana

seharusnya spesies tersebut berada tetapi masih ditemukan di daerah lain

Tanaman parijoto (Medinella speciosa L.) punah di habitat aslinya (Merapi) tapi tumbuh baik di Gunung Muria

(48)

Suatu spesies dikatakan punah secara ekologi jika terdapat dalam jumlah sedikit (dibawah MVP / Minimum Viable

Population) sehingga efeknya pada spesies lain di dalam komunitas dapat diabaikan

Harimau tergolong punah secara ekologi pada

kebanyakan daerah distribusinya seperti India, Asia Tenggara, dan Sumatera

(49)

ANCAMAN DAN KERUSAKAN EKOSISTEM DI INDONESIA

Pembukaan hutan dataran rendah di Sumatera untuk

perkebunan kelapa sawit pada pertengahan tahun 1990-an

Berbagai satwa mengalami penurunan populasi: 30.000 bajing 5000 monyet, 15000 rangkong, 900 siamang, 600 owa, 20

harimau, dan 10 gajah

(50)

ANCAMAN DAN KERUSAKAN EKOSISTEM DI INDONESIA

Antara tahun 1969 sampai 1980 sekitar 1 juta hektar hutan bakau di pesisir pantai dirusak untuk keperluan pertanian dan tambak udang

(51)
(52)

ANCAMAN DAN KERUSAKAN EKOSISTEM DI INDONESIA

LIPI pada tahun 2011 menemukan bahwa 30,76% ekosistem terumbu karang Indonesia rusak

(53)

LIPI pada tahun 2011 menemukan bahwa 30,76% ekosistem terumbu karang Indonesia rusak

(54)

Mangga Kasturi

(55)

Meranti Putih (Shorea resinosa)

(56)

BEBERAPA ORGANISASI YANG BERGERAK

DALAM KONSERVASI HEWAN DI INDONESIA

(57)

PROFAUNA (Protection of Forest and Fauna)

Lembaga independen non profit berjaringan internasional yang bergerak di bidang perlindungan hutan dan satwa liar

Bidang kegiatan utama

PROFAUNA adalah kampanye, pendidikan, investigasi, advokasi, dan pendampingan masyarakat

(58)

WWF (World Wide Fund for Nature)

Salah satu organisasi konservasi independen terbesar di Indonesia yang telah memulai kegiatannya sejak 1962

Misi utama: melestarikan, merestorasi serta mengelola ekosistem dan

keanekaragaman hayati

Indonesia secara berkeadilan demi keberlanjutan dan

kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia

Upaya konservasi:

Program Iklim dan Energi Program Kehutanan-Spesies Program Kelautan-Spesies

Referensi

Dokumen terkait