• Tidak ada hasil yang ditemukan

Webinar Kesiapan Perguruan Tinggi Menyongsong New Normal Pasca Pandemi Covid-19

N/A
N/A
rista dian

Academic year: 2023

Membagikan "Webinar Kesiapan Perguruan Tinggi Menyongsong New Normal Pasca Pandemi Covid-19"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN (LPJ) Webinar Kesiapan Perguruan Tinggi Menyongsong New

Normal Pasca Pandemi Covid-19

DI SUSUN OLEH : PANITIA

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HUSADA JOMBANG

TAHUN 2020

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

Nama Unit Pengusul : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang Judul Kegiatan : Webinar Kesiapan Perguruan Tinggi

Menyongsong New Normal Pasca Pandemi Covid-19

Penanggung Jawab Kegiatan

Nama : dr. Hany Puspita Aryani, M.M.,M.Kes

Jabatan : Wakil Ketua I (Bagian Akademik)

Alamat : Jl. Veteran Mancar, Kec. Peterongan, Kab.

Jombang

No. Telp : 081359605000

Email : [email protected]

Jombang, 09 Juni 2020 Penanggung Jawab Kegiatan

dr. Hany Puspita Aryani, M.M.,M.Kes

(3)
(4)
(5)

1. Latar Belakang

Jumlah kasus virus corona belum mengalami penurunan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa pada Rabu (20/5) terjadi penambahan jumlah kasus harian terbesar (lebih dari 100.000 kasus di seluruh dunia) sejak wabah bermula di Wuhan akhir Desember 2019. Adapun dampak ekonomi yang dihasilkan akibat pandemi ini membuat pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 2,97% di kuartal pertama 2020, padahal kasus pertama Covid baru

diumumkan pada 2 Maret 2020.

Meskipun jumlah kasus belum mengalami penurunan dan melihat kegiatan ekonomi yang sudah lama terhenti, pemerintah akhirnya menggaungkan wacana skenario new normal. Skenario ini menitikberatkan pada perubahan budaya masyarakat untuk berperilaku hidup sehat di tengah pandemi Covid-19 atau bisa dikatakan beradaptasi dengan Covid-19. Pemerintah berharap adanya skenario new normal dapat membuat masyarakat tetap produktif di tengah keniscayaan risiko wabah corona dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Beberapa sektor akan dibuka kembali seperti sektor pendidikan, khususnya perguruan tinggi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh McKensey Global Institute, pandemi Covid-19 berdampak pada beberapa hal, mulai dari proses pengajaran dan pembelajaran, dosen, hingga kondisi finansial perguruan tinggi. Pada skenario pesimistis, pembelajaran online akan dilakukan hingga 2021. Sebagian besar siswa akan menyelesaikan perkuliahan semester ini secara daring dan kelulusan akan dilakukan secara virtual (tanpa seremonial formal). Kemudian, pergeseran signifikan terjadi pada pembelajaran online yang tentunya menjadi tantangan besar perguruan tinggi. Standar pembelajaran online yang layak

(6)

perlu dikembangkan perguruan tinggi agar mampu memfasilitasi consumer needs, dalam hal ini mahasiswa. Selain itu, dosen yang tidak siap dengan pembelajaran ini dituntut memberikan effort lebih untuk melek teknologi dan menjadi kreator konten edukasi yang kreatif. Dalam perspektif pendidikan, istilah umum yang digunakan oleh para ahli teori pendidikan sebagai implikasi dari Industrial Revolution 4.0 adalah Education 4.0, untuk menggambarkan berbagai cara untuk mengintegrasikan teknologi di era Industrial Revolution 4.0 baik secara fisik maupun tidak ke dalam pembelajaran. Education 4.0 merupakan inovasi dunia pendidikan di era Industrial Revolution 4.0.

Education 4.0 dapat dilihat sebagai sebuah respons kreatif di mana manusia memanfaatkan teknologi digital, open sources contents dan global classroom dalam penerapan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning), flexible education system, dan personalized learning, untuk memainkan peran yang lebih baik di tengah-tengah masyarakat. Di sisi lain, new normal pembelajaran secara e-learning bukanlah jawaban dari sebuah pertanyaan, tetapi adaptasi dari sebuah kondisi yang semua orang “terpaksa” melakukannya. Sejak dikeluarkannya Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tertanggal 17 Maret 2020 oleh Mendikbud dan diberlakukan beberapa hari kemudian, seluruh kegiatan belajar mengajar baik di sekolah-sekolah maupun kampus-kampus dilaksanakan secara daring sebagai upaya pencegahan terhadap perkembangan dan penyebaran pandemi Covid-19. Tidak ada yang bisa menjangka kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

Namun demikian, pascapandemi Covid-19 nantinya, new normal pendidikan yang telah dimulai seharusnya diteruskan dan disempurnakan hingga

(7)

memenuhi konsep blended learning, yakni sebuah konsep pendidikan yang mengkobinasikan metode kuliah tatap muka di ruang kelas dengan e-learning, dan pada gilirannya, dunia pendidikan akan benar-benar berada dalam era education 4.0. Terkait e-learning di perguruan tinggi, jika yang menjadi ukuran adalah “dapat dilakukan”, maka tidak bisa dipungkiri bahwa semua kampus dapat melakukannya.

Namun, apakah kualitas e-learning tersebut dapat terpenuhi sesuai dengan yang diingini? Tentu saja akan sulit dijawab karena dalam hal ini melibatkan banyak faktor, memerlukan keterlibatan berbagai pihak, dan harus dipersiapkan sebaik mungkin. Pada titik ini, penulis berpendapat, paling tidak ada enam hal penting yang patut menjadi perhatian sebuah perguruan tinggi dalam mempersiapkan e-learning.

2. Tujuan dan Jenis Kegiatan

Webinar ini diharapkan mampu memberikan pemahaman dalam pentingnya kemampuan melakukan refleksi dalam pendidikan. Hal ini juga penting dilaksanakan sebagai sarana memperkenalkan refleksi yang benar dan memberikan manfaat terhadap proses belajar mengajar, sebagai evaluasi dan peningkatan kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis. Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk menjawab tantangan penerapan praktik kerja sama baik di teknologi yang dapat diimplementasikan di insitusi masing – masing. Kegiatan ini bersifat diskusi ilmiah yang diberikan secara online dengan materi yang disampaikan oleh narasumber sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Dalam kesempatan ini akan membahas pentingnya refleksi dalam pendidikan kesehatan.

(8)

3. Kepanitiaan

Pelindung : Dra Hj Soelijah Hadi, M.Kes., MM Penasehat : Hj.Sutjirah Dip.Mw,.SPd.MM.Kes Ketua Pelaksana : dr. Hany Puspita Aryani, M.M.,M.Kes Bendahara : Dr. Najah Soraya Niah, M.M

Sekretaris : Rista Dian Anggraini, S.Tr.Keb.,M.H Moderator : dr. Hany Puspita Aryani,

Teknis : 1. Deny Kurniawan, S.Kom

2. Roni Setiawan, S.Kep.,Ns Konsumsi : 1. Wulandari Fatmawati

2. Surmina

3. Ermawati, S.Kep 4. Peserta

a. Tenaga Pengajar dan Tenaga Kependidikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang

b. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang 5. Waktu

Hari, tanggal : Rabu, 17 Juni 2020

Waktu : 10.00 WIB

6. Metode

Metode yang di gunakan dalam seminar ini adalah menggunakan aplikasi Zoom 7. Pemateri :

a. Ketua Sekolah Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Jombang :

(9)

Dr. Munawaroh, M.Pd dengan tema “Kebijakan Perguruan Tinggi sesuai

Ristekdikti”

b. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang : drg. Subandriyah, MKP dengan tema “Kebijakan New Normal Menteri Kesehatan”

a. Dosen Pendidikan Agama Islam : Riono Asnan, M.Pdi dengan tema

“Pandangan dari sisi islami dan hikmah di balik pandemic Covid-19”

8. Biaya

Seluruh biaya workshop ditanggung dari anggaran Yayasan Stikes Husada Jombang

9. Keluaran dan Dampak Kegiatan

Keluaran dari kegiatan webinar ini adalah tenaga pengajar, tenaga kependidikan dan mahasiswa mampu beradaptasi dengan kebijakan new normal yang akan di terapkan oleh pemerintah teruma dalam bidang Pendidikan Tinggi 10. Rundown

(10)

1. RINGKASAN KEGIATAN

Hari Rabu, 17 Juni 2020 Jam 10.00 WIB

- Acara berjalan sukses dengan di hadiri 1 narasumber, 15 partisipan dosen dan tenaga kependidikan yang hadir secara offline dan 2 narasumber dan 120 peserta secara online baik dari mahasiswa maupun alumni STIKes Husada Jombang - Pembukaan dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB dengan di hadiri oleh ketua

STIKes Husada Jombang Dra.Hj.Soelijah Hadi,M.Kes.,M.M

- Pemaparan materi dipandu oleh Moderator dr. Hany Puspita Ariyani,M.M.,M.Kes 1. Riono Asnan, S.Pd.I : Covid-19 dalam prespektif islam (Hikmah

dibalik pandemic covid-19)

2. drg. Subandriyah, MKP : Kebijakan New Normal Menteri Kesehatan 3. Dr. Munawaroh, M.Kes : Kebijakan Perguruan Tinggi sesuai

Ristekdikti - Sesi tanya jawab peserta dengan narasumber

drg. Subandriyah, MKP

1. Cara pencucian masker kain dengan sabun apakah menggunakan sabun tertentu dan bagaimana caranya ?

2. Apakah semua jenis masker tata cara pemakaiannya dan perawatannya sama ? 3. Kebijakan untuk melakukan WFH atau sift bagi para pekerja? Maksudnya

mengenai jumnlah jam kerja apakah ada ketentuan tersendiri ?

4. Bagaimana monitoring Dinkes terkait pelaksanaan new normal pada instansi Pendidikan ?

Dr. Munawaroh, M.Kes

1. Bagaimana menilai capaian pembelajaran bagi mahasiswa dalam praktik, dan jelas ada kendala dari kedua belah pihak. Apakah bisa disamakan capaian pembelajaran daring dengan pembelajaran seperti biasa?

2. Banyak mahasiswa terhalang tetang system daring. Bagaimana cara sebagai pendidik supaya hal tersebut dapat teratasi tanpa menghilangkan hak dan kewajiban dosen atau mahasiswa ?

Riyono Asnan, S.Pd.I

(11)

2. LAPORAN KEUANGAN

Bahan/Alat Total Biaya

Nara Sumber 1 Rp. 2.000.000

Nara Sumber 2 Rp. 1.500.000

Nara Sumber 3 Rp. 350.000

TOTAL Rp. 3.750.000

3. PENUTUP

Demikian Laporan Pertanggungjawaban kegiatan “WEBINAR KESIAPAN PERGURUAN TINGGI MENYONGSONG NEW NORMAL”.

Semoga laporan ini dapat menjadi bahan evaluasi pada kegiatan pelatihan selanjutnya yang akan diadakan oleh STIKes Husada Jombang. Kami menyadari bahwa apa yang dilakukan ini masih jauh dari apa yang diharapkan namun demikian sebagai manusia biasa tak ada gading yang tak rentak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, izinkanlah kami atas nama Panitia memohon maaf atas segala kekurangan dengan harapan segala kekurangan itu dapat diperbaiki dan ditingkatkan lagi guna kemajuan bersama..

Ketua Pelaksana

dr. Hany Puspita Aryani, M.M.,M.Kes

(12)

4. LAMPIRAN

a. Formulir pendaftaran

(13)

b. Undangan narasumber

(14)
(15)
(16)

c. Setifikat

(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)

Referensi

Dokumen terkait