MODUL IV
ELEKTROKIMIA II – PENENTUAN KEMURNIAN LOGAM Cu DALAM KAWAT TEMBAGA KOMERSIL DENGAN REAKSI ELEKTROLISIS
DISUSUN OLEH :
Nama : Wahyu Robbani Ismi’ Siswo Harum
NIM : 2024 – 14 – 057
Program Studi : S1 Teknik Tenaga Listrik Shift : II
Kelas : B
Tanggal Praktikum : 17 Oktober 2024
Asisten : Nurani Markum
Laboratorium Kimia Institut Teknologi – PLN
2024
MODUL IV
ELEKTROKIMIA II – PENENTUAN KEMURNIAN LOGAM Cu DALAM KAWAT TEMBAGA KOMERSIL DENGAN REAKSI ELEKTROLISIS
I. TUJUAN
1. Dapat mempelajari proses-proses dasar sel elektrolisis.
2. Dapat memperoleh gambaran mengenai hubungan antara listrik dengan perubahan kimia suatu bahan/materi
3. Dapat menguji kemurnian Cu dalam kawat tembaga.
II. ALAT DAN BAHAN
Alat Bahan
Sumber tegangan DC Multimeter Sample Kawat Cu Magnetic Stirrer Elektroda Platina HNO3 Pinset (Anoda & Katoda) Akuades
Oven Gelas Beker Alkohol
Neraca Analitik Erlenmeyer
III. LANGKAH KERJA
A. Membersihkan elektroda platina
Mula-mula, bersihkan elektroda platina dengan membenamkan dalam asam nitrat 1:3 selama 5 menit.
Kemudian bilas dengan air suling sampai bersih. Kemudiankeringkan elektroda dalam oven pada suhu 105°C.
kemudian dinginkan dan timbang dengan neraca analitis. Hindari menyetuh platina yang sudah bersih dengan tangan.
B. Pembuatan larutan sampel kawat tembaga
C. Menentukan kadar Cu murni dalam kawat tembaga
Potong potong kawat tembaga, kemudian ditimbang, diperoleh berat sampel kawat tembaga (Mo). Catat massa kawat tembaga awal.
Larutkan logam tersebut ke dalam larutan asam nitrat (gunakan larutan asam nitrat seminimal mungkin).
Jalankan pengaduk dan tutup rangkaian untuk memulai elektrolisis.
Kemudian aliri dengan arus listrik sekitar 2 – 4 A dan voltase dibawah 4 V.
Larutan dielektrosis pada range voltase tersebut sampai warna biru ion tembaga hilang (bening) (biasanya sekitar 30-45 menit). Untuk menghentikan elektrolisis, matikan pengaduk, namun jangan mengganggu arus (jangan dimatikan).
Kemudian tambahkan akuades hingga volume 50 mL. diperoleh larutan sampel.
Masukkan elektroda platina ke dalam larutan sampel yang akan dianalisis seperti pada gambar di bawah.
IV. DATA PENGAMATAN
M0 : 0,0222 gr At : 11,1674 gr A0 : 11,1654 gr Ditanya %Cu
Cu =At−Ao
Mo ×100 % Cu = 11,1674−11,1654
0,0222 × 100%
Cu = 0,002
0,0222 × 100%
Cu = 0,09009 × 100 % Cu = 9,009009 gr
Ambil elektroda platina kemudian cuci dengan air suling (akuades) kemudian masukkan ke dalam alkohol dan keringkan ke dalam oven pada suhu 105°C selama 5 menit kemudian dinginkan dan timbang.
Hitung persentase berat tembaga yang dihasilkan selama proses elektrolisis ini..
V. MSDS (MATERIAL SAFETY DATA SHEET)
1. HNO3
Merah : Kemungkinan Terbakar Biru : Bahaya Kesehatan Putih : Penanganan Khusus Kuning : Reaktif
1. Identifikasi Zat
Nama Produk : Asam Nitrat (HNO3)
NO. Cas : 7697-37-2
Kode Hs : 28080000
Kode Produk : A-1063B-2.5LT
2. Sifat Fisika dan Sifat Kimia
Sifat Fisika
Warna : Bening hingga Kuning
Bau : Menyengat
Bentuk : Cairan
Sifat Kimia
PH : 3,01
Titik Beku : -42°C
Titik Didih : 83°C
Massa Molar : 63,01 g/mol
Tekanan Uap : 63,1 mm Hg pada 25°C
3. Identifikasi Bahaya
Korosi atau iritasi kulit. Menyebabkan luka bakar kulit yang parah dan kerusakan mata. Jangan menghirup kabut, uap, atau semprotan.
Hindari kontak dengan asam asetat dan zat yang mudah teroksidasi
4. Tindakan P3K
1. Pertolongan Pertama: Segera Hubungi dokter
2. Terhirup: Pindahkan korban ke udara segar dan diamkan dalam posisi yang nyaman untuk bernafas.
3. Terkena mata: Bilas secara hati-hati dengan air selama beberapa menit. Lepaskan lensa kontak jika ada dan mudah dilakukan. Lanjutkan pembilasan.
4. Terkena kulit atau rambut: Segera lepaskan semua pakaian yang terkontaminasi. Bilas kulit dengan air.
5. Tertelan: : Bilas mulut. JANGAN memaksakan muntah.
5. Tata Cara Penanggulangan Kebakaran
Larutan ini tidak mudah terbakar dan tidak mudah menyala, tetapi merupakan pengoksidasi yang sangat kuat. Risiko kebakaran dapat
meningkat jika terjadi kontak dengan asam asetat, bahan mudah terbakar, atau bahan organik. Ketika dipanaskan hingga terurai, larutan ini dapat mengeluarkan asap beracun. Jika terjadi kebakaran, gunakan alat
pemadam api kimia kering kelas tiga. Pastikan untuk mengambil langkah- langkah pencegahan untuk menghindari pencampuran dengan bahan yang mudah terbakar.
6. Tata Cara Penanggulangan Tumpahan
Mengisolasi Tumpahan: Gunakan bahan penyerap yang inert, seperti pasir kering atau vermikulit, untuk membuat penahan di sekitar tumpahan agar cairan tidak menyebar. Menyerap Tumpahan: Serap asam nitrat
menggunakan bahan penyerap yang sesuai. Hindari menggunakan bahan penyerap yang dapat bereaksi dengan asam nitrat. Netralisasi (Jika
Diperlukan): Setelah menyerap, asam nitrat dapat dinetralkan dengan hati- hati menggunakan larutan alkali encer seperti natrium bikarbonat, tetapi harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari reaksi berlebihan.
7. Penyimpanan dan Penanganan Bahan
Simpan di lemari asam khusus dan jauh dari sumber air mana pun; jika tidak ada lemari asam, gunakan Flinn Saf-Cube. Jangan pernah
menyimpan bersamaan dengan asam asetat. Jauhkan dari pakaian dan bahan yang mudah terbakar. Ambil semua langkah pencegahan untuk menghindari pencampuran dengan bahan yang mudah terbakar. Gunakan hanya di area yang berventilasi.
2. CuSO4
Merah : Kemungkinan Terbakar Biru : Bahaya Kesehatan Putih : Penanganan Khusus Kuning : Reaktif
1. Identifikasi Zat
Nama Produk : Tembaga (II) Sulfat (CuSO₄)
NO. Cas : 7758-98-7
Kode Hs : 283325
Kode Produk : CID-24462
2. Sifat Fisika dan Sifat Kimia
Sifat Fisika
Warna : Putih
Bau : Tidak Berbau
Bentuk : Bubuk
Sifat Kimia
Titik Didih : 110°C
Keasaman : Tidak Ada Informasi
3. Identifikasi Bahaya
Jangan makan, minum, dan merokok saat menggunakan produk ini.
Kulit dan kerusakan mata yang serius, korosi atau iritasi.
Beracun ketika tertelan.
4. Tindakan P3K
1. Pertolongan Pertama: Segera panggil dokter
2. Terhirup: Pindahkan korban ke udara segar dan istirahatkan dalam posisi yang nyaman untuk bernafas.
3. Tertelan: Bilas mulut. Segera hubungi dokter.
4. Terkena Mata: Bilas dengan hati-hati dengan air selama beberapa menit. Lepas lensa kotak jika ada. Lanjutkan membilas, jika iritasi mata masih berlanjut segera panggil dokter.
5. Terkena Kulit: Bilas dengan hati-hati dengan air selama beberapa menit.
5. Tata Cara Penanggulangan Kebakaran Padatan yang tidak mudah terbakar.
Saat dipanaskan hingga terurai, dapat mengeluarkan asap beracun.
Jika terjadi kebakaran. Gunakan alat pemadam api,
6. Tata Cara penanggulangan Tumpahan
Mengisolasi Tumpahan: Buat penahan di sekitar tumpahan menggunakan bahan penyerap yang inert, seperti pasir atau tanah kering, untuk
mencegah penyebaran lebih lanjut. Mengumpulkan Bahan Tumpahan:
Gunakan sekop plastik atau alat yang sesuai untuk mengumpulkan tembaga (II) sulfat yang tumpah. Hindari penggunaan alat logam yang dapat terkorosi. Membersihkan Residu: Setelah tumpahan utama dikumpulkan, sisa-sisa tembaga (II) sulfat dapat disapu atau diserap dengan bahan penyerap. Jika tumpahan dalam bentuk larutan, serap menggunakan bahan penyerap cairan kimia.
7. Penyimpanan dan Penanganan Bahan
Simpan dengan astetat, halida, sulfat, sulfit, dan fosfat.
Bisa meleleh. Simpan ditempat yang sejuk dan kering di dalam tas/ rak