SEMINAR
PROPOSAL
GAYA HIDUP MAHASISWA BIDIKMISI
LUTFIA NADHIF - K3117047
Latar belakang masalah
Bidikmisi adalah kepanjangan dari biaya pendidikan mahasiswa miskin berprestasi. Bidikmisi merupakan bantuan yang berbentuk biaya pendidikan yang diberikan kepada calon mahasiswa yang tidak mampu tetapi memiliki prestasi akademik yang tinggi (Pedoman Bidikmisi, 2016).
Namun, jika kita melihat kenyataannya pemberian beasiswa bidikmisi oleh pemerintah tidak sedikit yang salah sasaran.
Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Setiawan (2014) di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, bahwa sebagian mahasiswa bidikmisi di kampus tersebut cenderung memiliki gaya hidup yang mewah dan konsumtif.
Namun tidak semua mahasiswa penerima bidikmisi seperti itu, disisi lain terdapat beberapa mahasiswa bidikmisi yang menggunakan dana bidikmisi secara tepat (Irma, 2017)
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, peneliti menemukan beberapa kejanggalan terhadap adanya ketidaksesuaian gaya hidup mahasiswa bidikmisi di Universitas Sebelas Maret
TUJUAN PENELITIAN
Mendeskripsikan pola gaya hidup mahasiswa penerima bidikmisi di Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Mendeskripsikan faktor yang mendorong mahasiswa bidikmisi di Universitas Sebelas Maret Surakarta memiliki gaya hidup tersebut.
Mendeskripsikan dampak gaya hidup konsumtif yang dimiliki mahasiswa bidikmisi Universitas Sebelas Maret terhadap lingkungan sekitar dan masyarakat kurang mampu.
1.
2.
3.
FOKUS PENELITIAN
Bagaimana pola gaya hidup mahasiswa bidikmisi di Universitas Sebelas Maret Surakarta?
Apa faktor yang mendorong mahasiswa
bidikmisi Universitas Sebelas Maret memiliki gaya hidup tersebut?
Bagaimana dampak gaya hidup yang dimiliki mahasiswa bidikmisi Universitas Sebelas
Maret terhadap lingkungan sekitar dan masyarakat kurang mampu?
1.
2.
3.
KAJIAN PUSTAKA
BERISI:
Pengertian beasiswa Pengertian bidikmisi Misi dan tujuan bidikmisi Definisi gaya hidup Bentuk-bentuk Gaya Hidup Faktor yang Mempengaruhi Gaya Hidup
Beasiswa dapat diartikan sebagai pemberian biaya yang sumbernya bukan dari diri sendiri atau orang tua, tetapi dari pemerintah, swasta, kedutaan ataupun universitas. Beasiswa adalah subsidi yang diberikan oleh pemerintah/ swasta kepada mahasiswa atau pelajar dalam bentuk bantuan biaya belajar KBBI (2017). Sedangkan menurut Simatupang (2009) beasiswa merupakan pemberian dana pendidikan secara cuma-cuma yang diajukan oleh seorang pelajar.
Jadi, dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa beasiswa adalah bantuan dana Pendidikan yang diberikan oleh pemerintah/ swasta kepada pelajar atau mahasiswa yang dirasa tepat untuk menerimanya.
Pengertian Beasiswa
Bidikmisi adalah bantuan dalam bentuk biaya pendidikan yang diberikan oleh pemerintah. Bidikmisi singkatan dari biaya pendidikan mahasiswa miskin berprestasi. Sesuai dengan kepanjangan bidikmisi itu sendiri, bidikmisi ini merupakan bantuan pembayaran dana pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa yang kurang mampu, tetapi memiliki prestasi belajar yang tinggi. Bidikmisi merupakan progam pemberian bantuan pembayaran biaya pendidikan yang diberikan oleh Pemerintah melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pengertian
Bidikmisi
TUJUAN PROGAM BIDIKMISI
Memajukan akses dan peluang belajar pada perguruan tinggi bagi peserta didik yang kurang mampu ekonomi dan memiliki prestasi belajar yang baik.
Pemberian bantuan biaya pendidikan untuk peserta yang memenuhi kriteria dari masuk perkuliahan hingga lulus kuliah.
Meningkatkan prestasi mahasiswa, karena untuk mendapatkan beasiswa bidikmisi, diperlukan prestasi yang tinggi.
Meningkatkan tingkat persaingan mahasiswa.
Memutuskan rantai kemiskinan rakyat Indonesia.
1.
2.
3.
4.
5.
MISI PROGAM BIDIKMISI
Memberikan harapan kepada masyarakat yang kurang mampu dalam ekonominya namun
memiliki prestasi untuk dapat melanjutkan pendidikannya hingga ke perguruan tinggi.
Memberi jalan kepada masyarakat yang
ekonominya kurang untuk menjadi Sumber
Daya Manusia yang memiliki nilai kebangsaan, cinta tanah air dan bela Negara.
Memberi kesempatan kepada masyarakat yang ekonominya kurang untuk dapat ikut serta
berperan dalam memajukan daya saing bangsa dengan Negara lain
1.
2.
3.
Menurut Plummer (1983:131) gaya hidup adalah cara hidup individu yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam hidupnya (ketertarikan) dan apa yang mereka pikirkan tentang dunia sekitarnya.
Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang yang berinteraksi dengan lingkungannya. Sedangkan menurut Lamb,Hair dan Mc Daniel (2008:80) gaya hidup adalah suatu cara hidup (mode of living), merupakan cara orang untuk memutuskan bagimana ia akan menghidupi hidupnya.
Maka, dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, opininya dan dimensi self orientation gaya hidup mencakup tiga kategori yaitu prinsip, status, dan
tindakan.
Definisi Gaya Hidup
Bentuk Gaya hidup
INDUSTRI GAYA HIDUP IKLAN GAYA HIDUP
PUBLIC RELATIONS DAN JURNALISME GAYA HIDUP
GAYA HIDUP MANDIRI
GAYA HIDUP HEDONIS
SIKAP
PENGALAMAN DAN PENGAMATAN KEPRIBADIAN
KONSEP DIRI MOTIF
PERSEPSI
KELOMPOK REFERENSI KELUARGA
KELAS SOSIAL KEBUDAYAAN
FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI
GAYA HIDUP
METODE
PENELITIAN
TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
TEKNIK PENGUMPULAN DATA METODE DAN PENDEKATAN PENELITIAN
DATA DAN SUMBER DATA TEKNIK PENGAMBILAN SUBJEK PENELITIAN
TEKNIK ANALISIS DATA TEKNIK UJI VALIDITAS DATA
PROSEDUR PENELITIAN
TEMPAT PENELITIAN
Penelitian ini bertempatkan di lingkungan Universitas Sebelas Maret Surakarta. UNS merupakan salah satu Perguruan Tinggi di Surakarta yang beralamatkan di Jalan. Ir. Sutami No. 36 A, Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
WAKTU PENELITIAN
Penelitian yang berjudul “Gaya Hidup Mahasiswa Bidikmisi Universitas Sebelas Maret”
dilaksanakan pada bulan Juni
hingga sampai dengan bulan
September.
M E T O D E D A N P E N D E K A T A N P E N E L I T I A N
Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus
dengan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan
metode penelitian studi kasus karena penelitian studi kasus
sangat cocok untuk meneliti Gaya Hidup Mahasiswa
Bidikmisi Universitas Sebelas Maret. Penelitian studi kasus
sangat cocok digunakan bila pokok pertanyaan
penelitiannya adalah “how” atau “why” (Yin, 2002). Dalam
penelitian Gaya Hidup Mahasiswa Bidikmisi Universitas
Sebelas Maret, pokok penelitiannya adalah “how”, maka
dari itu peneliti menggunakan metode penelitian studi
kasus.
S U M B E R D A T A P R I M E R
Subjek Penelitian
Informan atau orang ketiga
Teman atau sahabat subjek
Pacar atau pasangan subjek.
Keluarga
Dalam penelitian ini, peneliti mengambil subjek yang diteliti adalah mahasiswa bidikmisi Universitas Sebelas Maret.
1.
2.
3.
S U M B E R D A T A S E K U N D E R
Sumber data primer akan kurang lengkap jika tidak ditunjang oleh sumber data sekunder.
Pengambilan sumber data sekunder peneliti dalam penelitian ini melalui dokumentasi dari subjek dalam kehidupannya.
DATA DAN
SUMBER DATA
Dalam penelitian ini, peneliti mengambil empat subjek mahasiswa bidikmisi. Keempat subjek yang diambil peneliti tersebut merupakan mahasiswa penerima bidikmisi Universitas Sebelas Maret Surakarta yang memiliki berbagai gaya hidup.
Subjek yang diambil oleh peneliti menunjukan dua indikator, indikator pertama subjek menunjukan gaya hidup yang tidak sesuai dengan mahasiswa bidikmisi dan indikator kedua yaitu subjek menunjukkan gaya hidup yang sesuai dan memanfaatkan dana bidikmisi dengan bijak.
TEKNIK PENGAMBILAN
SUBJEK PENELITIAN
KEPUSTAKAAN
Kepustakaan adalah proses pengumpulan data yang dapat diperoleh melalui surat kabar, jurnal dan skripsi, buku referensi untuk memperoleh referensi
DOKUMENTASI
Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan memahami catatan data pribadi subjek (Fathoni, 2006: 112).
OBSERVASI
Observasi adalah proses pengumpulan data yang dijalankan dengan melakukan usaha pengamatan secara langsung.
Dalam penelitian ini, untuk memperoleh data tentang gaya hidup mahasiswa penerima bidikmisi, peneliti menggunakan observasi partisipan.
WAWANCARA
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan proses tanya jawab lisan yang dilakukan oleh peneliti kepada subjek. Dalam penelitian ini wawancara dilakukan kepada subjek, teman subjek, pasangan dan keluarga subjek
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
TEKNIK UJI VALIDITAS DATA
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan uji validitas dengan teknik tringulasi. Tringulasi dipakai untuk mencari kenyataan dari suatu fenomena serta peningkatan dari pemahaman peneliti terhadap penelitian yang ditemukan (Sugiyono, 2015: 328).
Triangulasi adalah suatu teknik pengujian atau perbandingan data, untuk meninggikan kebenaran data (Moleong, 2014).
Ada 3 teknik tringulasi yaitu tringulasi data,
tringulasi metode dan tringulasi waktu. dalam
penelitian ini, penulis menggunakan teknik
triangulasi data dan triangulasi waktu.
TEKNIK ANALISIS DATA
Reduksi data : Data yang diperoleh dan dihasilkan dari lapangan menghasilkan data yang sangat banyak, oleh karena itu peneliti perlu melakukan reduksi data. Reduksi data adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk merangkum hal-hal penting dari data yang telah dihasilkan, sehingga nantinya hasil akhir dari data yang direduksi menghasilkan data yang lebih jelas dan fokus.
Penyajian Data: Penyajian data adalah proses pengumpulan informasi yang dihasilkan dari data yang sudah diperoleh, berdasarkan kategori tertentu.
Penarikan kesimpulan (verifikasi): Kesimpulan yang dihasilkan merupakan kesimpulan yang dapat menjawab fokus penelitian yang disusun di awal penelitian.
Dalam analisis data, terdapat 3 komponen yaitu sebagai berikut:
1.
2.
3.
TAHAP PENULISAN HASIL PENELITIAN
Merumuskan dan menyimpulkan hasil analisis data
Membuat kesimpulan yang sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
1.
2.
TAHAP PELAKSANAAN
Mulai tahap pengumpulan data Menganalisis data
Melakukan kajian triangulasi kepada data
1.
2.
3.
TAHAP PERSIAPAN
Penulis memilih fokus kajian yang akan diteliti
Mencari bahan pustaka yang sesuai dengan penelitian
Memilih lokasi penelitian itu akan dilaksanakan
Memilih bentuk data yang akan dikumpulkan
Menyusun instrumen penelitian, 1.
2.
3.
4.
5.