PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Lembaga pemasyarakatan atau biasa disebut Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) wajib memberikan bimbingan dan bimbingan kepada warga binaan atau warga pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember menawarkan program kegiatan untuk membina dan melatih narapidana, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan mereka.
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Lembaga pemasyarakatan merupakan tempat pembinaan narapidana dan peserta didik pemasyarakatan.20 Secara operasional lembaga pemasyarakatan merupakan tempat rehabilitasi narapidana, yang subjek penelitiannya adalah lembaga pemasyarakatan yang ada di wilayah kabupaten jember. Berdasarkan pengertian istilah di atas dapat dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan judul: Rehabilitasi kepemimpinan spiritual narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember merupakan salah satu cara yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember untuk merehabilitasi narapidana agar narapidana bebas berbuat. tidak melakukan kesalahan lagi dan dapat diterima di masyarakat.
Sistematika Pembahasan
Membahas penelitian-penelitian terdahulu yang mempunyai beberapa persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti saat ini. Bab ini membahas tentang pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, topik penelitian, pengumpulan data, analisis data dan keabsahan data.
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Tesis Muhammad Surahman yang berjudul Strategi Komunikasi Petugas Dinas Sosial Kabupaten Jember dalam Menghadapi Gelandangan, Pengemis dan Anak Jalanan Tesis ini menjelaskan mengenai strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Jember. Penelitian berfokus pada strategi yang dilakukan Dinas Sosial dalam menangani pengemis, tunawisma dan anak jalanan dengan menggunakan metode penelitian lapangan untuk mengumpulkan data 25 Kesepakatan yang ada sehubungan dengan pembinaan yang dilakukan, tempat yang sama yaitu di kota Jember, sedangkan bedanya peneliti membahas mengenai penentuan sektor rehabilitasi yang dilakukan di Lapas Jember.26.
Kajian Teori
- Rehabilitasi
- Jenis-jenis Rehabilitasi
- Sasaran dan Objek Rehabilitasi
- Fungsi dan Tujuan Rehabilitasi
- Metode Rehabilitasi
- Kerangka Teori
Pembinaan yang bersifat top-down diberikan oleh Pembina, atau paket pembinaan yang bersifat top-down disediakan bagi para binaan. Pembinaan bottom-up merupakan paket pembinaan yang memperhatikan minat dan kebutuhan belajar warga binaan.
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember yang mempunyai tugas penyusunan, pelaksanaan dan koordinasi rencana program dan kegiatan. Sedangkan objek penelitiannya adalah fenomena yang menjadi subjek penelitian yaitu rehabilitasi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember.
Teknik Pengumpulan Data
Metode observasi adalah observasi yang meliputi kegiatan memusatkan perhatian pada suatu objek dengan menggunakan seluruh indra. 45 Dalam hal ini peneliti mengamati objek secara langsung dengan bantuan buku catatan dan sebagainya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi non partisipan dimana peneliti hanya melakukan penelitian atau mengamati tanpa terlibat dalam kegiatan. Peneliti melakukan observasi langsung ke lokasi objek penelitian untuk mengumpulkan data atau informasi sebanyak-banyaknya terkait dengan masalah yang diteliti yaitu tentang Rehabilitasi Perkembangan Mental Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember.
Sedangkan proses perolehan informasi untuk keperluan penelitian berlangsung melalui tanya jawab dan tatap muka, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan orang yang diwawancarai yang menjawab pertanyaan. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur, yaitu wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang terstruktur secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan data, melainkan wawancara yang berbentuk garis besar masalah yang akan ditanyakan. , peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperolehnya, sehingga harus lebih banyak mendengarkan apa yang disampaikan responden. 46. Dalam hal ini cara pendokumentasiannya dapat berupa foto, catatan, buku, arsip milik Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember, seperti dokumen resmi lembaga sebagai bukti fisik dan hasil pencatatan.
Cara ini disertakan dengan tujuan untuk memperoleh dokumen atau data yang lebih banyak, seperti dokumentasi pelaksanaan program di Lapas Jember, foto-foto kegiatan program, data peserta yang aktif dalam kegiatan dan informasi di Lapas Jember. .
Analisis data
Oleh karena itu, kesimpulan dalam penelitian kualitatif bisa saja menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan sejak awal, namun bisa juga tidak, karena seperti yang dikatakan, permasalahan dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian tersebut berada di lapangan.
Keabsahan Data
Tahap-Tahap Penelitian
Pada tahap persiapan ini peneliti telah menyelesaikan beberapa tahapan mulai dari penyerahan judul kepada pimpinan Departemen Manajemen dan Penyiaran Islam hingga menunggu hasil perolehan judul. Setelah judul diserahkan kepada Ketua Jurusan dan ditetapkan dosen pembimbing, peneliti berkonsultasi dengan dosen pembimbing yaitu Dr. Berdasarkan pertimbangan berbagai fenomena yang berkembang di masyarakat, akhirnya dosen pembimbing dan peneliti sepakat untuk menetapkan judul baru terkait Fakultas Dakwah khususnya program studi Komunikasi Penyiaran Islam yaitu Rehabilitasi Bimbingan Spiritual bagi Narapidana di Jember. Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten.
Tepat pada tanggal 13 Juni, peneliti mendaftar untuk mengikuti ujian pendahuluan yang dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2016 di ruang B2 Fakultas Dakwah. Setelah mengkaji proposal, peneliti menyiapkan surat izin penelitian yang diberikan oleh Fakultas Dakwah yang berfungsi sebagai perkenalan atau perantara antara dekan dan lembaga yang akan dijadikan lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah reduksi data, penyajian dan verifikasi data, atau penarikan kesimpulan hasil penelitian.
Hasil kategorisasi tersebut kemudian dideskripsikan oleh peneliti sehingga berbentuk narasi, sebagaimana ciri-ciri penelitian kualitatif. Lebih lanjut, agar temuan tersebut dapat dipahami sebagai sesuatu yang orisinal, peneliti berupaya membandingkan atau mendiskusikannya dengan berbagai hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli sebelumnya.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
Gambaran dan Obyek Penelitian
Penyajian Data
Jadi saya beri kesempatan kepada para napi untuk beraktivitas, ada kegiatan gymnya juga, selain itu saya juga yang mengurus para napi yang mengajukan permohonan pembebasan. Setelah itu saya beri kesempatan mereka untuk mengamalkannya satu persatu, jika mereka melakukan kesalahan dalam amalan saya beri arahan mengenai bacaannya, kemudian ditutup dengan doa. Jadi saya kasih semacam PR, supaya pertemuan berikutnya sudah siap, dan ada perubahan yang lebih baik dari itu.
Materi yang saya berikan adalah bagaimana cara membacanya, variasi lagu apa saja yang ada dan lagu apa yang cocok untuk kita, jadi perhatikan haternya. Dalam proses pembelajaran atau pemberian materi, saya mendemonstrasikan terlebih dahulu, kemudian membaca secara bersamaan, kemudian mempersilakan peserta membaca tartil Al-Qur'an satu persatu secara bergantian. Dalam pembelajaran ini juga digunakan tanya jawab, artinya jika saya kurang memahami materi yang saya sampaikan maka saya akan memberikan kesempatan untuk bertanya, dan pertanyaan tidak dibatasi artinya pertanyaan tidak perlu mengacu. untuk itu materi yang disampaikan pada saat itu.
Setelah itu dijemur di bawah terik matahari, lalu diberi harga yang wajar untuk masing-masing kerajinan tersebut, jika harga dari petugas, jika tahanan memberikan harganya, dia khawatir itu tidak penting, setelah itu saya punya hasil kerajinan di setiap kantor dinas yang ada di lapas jember., untuk las saya kasih pelatihan kalau ada kebutuhan, kalau tiap hari las apa lasnya, begitulah. Berikut penjelasan Pak Aman selaku pembicara azan dan bilal menjelaskan pelaksanaan program di lembaga pemasyarakatan untuk rehabilitasi narapidana. Selain itu saya menggunakan pendekatan konstruktif yaitu pendekatan konstruktif, setelah membaca satu per satu saya kemudian memberikan evaluasi, bentuk evaluasinya adalah evaluasi langsung 73.
Saya akan memberi Anda pemanasan terlebih dahulu, dan setelah pemanasan terserah Anda ingin bermain apa. Ada pula kegiatan bola voli yang diadakan juga pada hari kamis sore, namun tempatnya di depan masjid. halaman, karena ruang terbatas, jadi itu saja.
Pembahasan Temuan
Temuan ini sesuai dengan teori yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, bahwa strategi yang menggerakkan hati dan memberikan nasihat yang mengesankan merupakan strategi sentimental dalam rehabilitasi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember. Pembahasan pelaksanaan program rehabilitasi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember melalui pelaksanaan 2 bidang kegiatan yaitu kemandirian dan kepribadian baik. ditetapkan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember agar pelaksanaan program rehabilitasi ini dapat terlaksana. Pembinaan TPQ yaitu kegiatan belajar membaca iqro pertama yang dilaksanakan di lembaga pemasyarakatan kabupaten jember dengan metode tajdied yang bertujuan untuk memberikan ilmu dengan cara menghafal tanpa membaca terlebih dahulu agar pemahaman peserta narapidana. oleh pelatih, karena tujuan dari pembinaan adalah untuk semua umur.
Penetapan bidang rehabilitasi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember adalah membentuk dua bidang, yaitu bidang kepribadian yang meliputi bidang rohani dan kesehatan jasmani dan kemudian bidang kemandirian. Pelaksanaan program rehabilitasi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember adalah memberikan rehabilitasi pada bidang kepribadian dan kemandirian yaitu aktivitas mental dan fisik. Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember hendaknya lebih memperluas program kegiatan positif untuk merehabilitasi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember dan juga dapat melakukan pembinaan dengan pendekatan bottom-up yaitu pelatih memperhatikan kepentingan dan kebutuhan pembelajaran. para tahanan. , sehingga kebutuhan narapidana tercukupi.
Sebab berkat bimbingan dan bantuannya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul Rehabilitasi Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Jember. Bapak Bambang Heriyanto, Kepala BIMKESWAT Kabupaten Jember dan juga Bapak. Tejo, Direktur Lembaga Pemasyarakatan Jember, Bpk. Susilo, Pak. Prawono, Pak. Rudy dan seluruh petugas.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dengan terbentuknya program kegiatan maka petugas sebagai subjek berperan sebagai pelaksana rehabilitatif, tenaga fungsional atau pihak lain yang diajak bekerjasama untuk saling menguntungkan, sedangkan objek rehabilitasinya adalah para narapidana. untuk 'memberi tahanan kesempatan untuk memiliki kesehatan fisik, menawarkan kebebasan bergerak. Kemudian di bidang kemandirian, lembaga pemasyarakatan memberikan bekal keterampilan agar ketika keluar dari lembaga pemasyarakatan siap bekerja dan diterima kembali di masyarakat. Ketua Bidang Industri Kreatif KOPMA IAIN Jember 2014/2015 Ketua Bidang Perfilman HMPS KPI IAIN Jember 2014/2015.
Surahman.2016. Strategi Komunikasi Petugas Dinas Sosial Kabupaten Jember dalam Menangani Gelandangan, Pengemis dan Anak Jalanan IAIN Jember : Jember. Babun Suharto, SE, MM selaku Rektor IAIN Jember yang telah memberikan fasilitas pembelajaran kepada seluruh mahasiswa yang berada di bawah naungan Alma Mater tercinta IAIN Jember. Ahidul Asror, M.Ag selaku Dekan Fakultas Dakwah dan seluruh pimpinan IAIN Jember serta dosen pembimbing yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing dan memberi petunjuk kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat membuka wawasan berpikir kita dan menghubungkan kekayaan ilmu pengetahuan untuk kemajuan masyarakat khususnya di Kabupaten Jember.
Saran