• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Arsitektur Transformasi Arsitektur

N/A
N/A
Maira Hasanah

Academic year: 2023

Membagikan " Teori Arsitektur Transformasi Arsitektur"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

TEORI ARSITEKTUR

Maira Hasanah - 2015012051

(2)
(3)

Perubahan Dimensi

Secara etimologis Transformasi adalah Perubahan Rupa (betuk, sifat, fungsi dsb

Transformasi Bentuk: Bentuk pada umumnya merupakan hasil dari perubahan benda melalui variasi- variasi yang timbul akibat manipulasi pada bentuk tersebut atau akibat penambahan maupun pengurangan elemen- elemennya. Beberapa perubahan yang dapat terjadi dalam bentuk yaitu:

Perubahan Dimensi

Pengurangan bentuk (Subtractive)

Penambahan bentuk (Additive)

(4)

Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) arti kata transformasi adalah

perubahan rupa (bentuk, sifat, fungsi, dan sebagainya.Dapat dikaitkan juga dengan

perubahan struktur gramatikal menjadi struktur gramatikal lain dengan menambah,

mengurangi, atau menata kembali unsur-unsurnya.

(5)

mendefinisikan transformasi sebagai perubahan yang terus meningkat dari suatu bentuk ke bentuk yang berbeda. Transformasi adalah suatu gerak maju dimana perubahan pada bentuk terjadi dalam batas benda itu sendiri. Hal ini serupa dengan pemalihan (transition), tetapi lebih spesifik karena atribut tengah diubah pada konfigurasi.

Menurut Para Ahli

Menurut Robert H. Clark dan Michael Pause

Menurut Francis D.K. Ching, studi arsitektur seperti pada disiplin ilmu yang lain harus melibatkan hal-hal yang lampau, pengalaman- pengalaman terdahulu tentang pengalaman- pengalaman terdahulu tentang semua usaha dan prestasi sebagai sumber yang dapat dipetik dan diambil hikmahnya. Hal-hal tersebut menurutnya adalah hal-hal yang berkaitan erat dengan transformasi.

Menurut Francis D.K. Ching

(6)
(7)

Broadbent (1980) menyebutkan bahwa transformasi merupakan sebuah perubahan yang berasal dari makna pada struktur dalam (deep Structure) yang ditampilkan ke struktur permukaan (Surface Structure) yang dirumuskan kedalam empat jenis mode transformasi, yaitu :

Suatu desain akan mengalami transformasi Pragmatic ketika desain tersebut menggunakan bahan material sebagai dasar pengolahan bentuk atau sebagai raw material-nya. Contohnya adalah shelter dari kulit Mammoth di Rusia Sealatan pada 40.000 SM hingga plastic air house dan struktur suspension.

1. Desain Pracmatic

Suatu desain akan mengalami transformasi typologic ketika desain tersebut memiliki kaitan budaya suatu daerah, memberikan image tentang daerah atau budaya tertentu. Seperti bangunan igloo bagi Eskimo atau Tepee bagi orang Indian.

2. Desain Typologic

(8)

Suatu desain akan mengalami transformasi analogical ketika desain tersebut memiliki kriteria penggambaran tentang sesuatu hal, baik itu benda, watak, atau gambaran untuk menerjemahkan keaslian ke dalam sebagai sebuah bentuk bentuk barunya, baik gambaran maupun konsep abstract philosophical. Beberapa desain seperti gambar, model dan program komputer akan mengambil alih dari desainer dan mempengaruhi jalan desainnya.

3. Desain Analogical Personal

Suatu desain akan mengalami transformasi Canonic ketika desain tersebut menggunakan penfekatan geometrical sebagai raw material- nya baik itu dalam system konvensional ataupun system komputasi.

4. Desain Canonic

(9)

Menurut Anthony C. Antoniades dalam bukunya “Poetics of Architecture” tahun 1990 terdapat dua hal penting yang menjadi indikator pada transformasi arsitektur, yaitu :

1. Teori Metafora

Konsep metafora dalam arsitektur pada dasarnya di bangun melalui perwujudan konsep desain. Kemudian konsep tersebut direalisasikan pada benuk tiga dimensi.

Menurut Anthony (1990) metafora adalah cara memahami suatu hal sehingga mendapat pemahaman yang baik dari topik bahasan. Dengan bahasa lain yaitu menerangkan suatu subjek dengan subjek lain.

Konsep Metafora

a) Mencoba memindahkan keterangan dari suatu objek ke subjek lain

b) Berusaha melihat subjek seakan akan subjek yang lain

c) Mengganti fokus penelitian

Prinsip Arsitektur Metafora

(10)

a) Intangible Metafora

Bersumber dari konsep, ide, hakikat, dan nilai-nilai (komunkasi, budaya, tradisi, individualisme, naturalisme)

b) Tangible Metafora

Bersumber dari karakter materi atau visual yang nyata. (bangunan seperti Istana, Menara seperti Tongkat)

c) Kombinasi Metafora

Penggabungan antara Intangible Metafora dan Tangble Metafora dengan perbandingan objek visual dimana memiliki pesamaan nilai konsep.

Kategori Metafora

a) Melihat karya arsitektural dari sudut pandang yang lain

b) Mempengaruhi timbulnya interpretasi pengamat

c) Mempengaruhi pengertian pada subjek kemudian dianggap menjadi hal yang sulit dimengerti

d) Menghasilkan arsitektur yang lebih ekspresif

Kegunaan Metafora

(11)

2. Strategi Transformasi

Evolusi progresif dari sebuah bentuk melalui penyesuaian langkah demi langkah terhadap batasan-batasan.

a) Eksternal: site, view, orientasi, arah angin, kriteria lingkungan

b) Internal: fungsi, program ruang, kriteria struktural

c) Artistik: kemampuan, kemauan dan sikap arsitek untuk memanipulasi bentuk, berdampingan dengan sikap terhadap dan kriteria pragmatis lainnya.

Strategi Tradisional

Meminjam dasar bentuk dari lukisan, patung, obyek benda-benda lainnya, mempelajari properti dua dan tiga dimensinya sambil terus menerus mencari kedalaman interpretasinya dengan memperhatikan kelayakan aplikasi dan validitasnya. Tranformasi pinjaman ini adalah “pictorial transferring‟ (pemindahan rupa) dan dapat pula diklasifikasi sebagai

“pictorial metaphora‟ (metafora rupa).

Strategi Peminjaman

Dekonstruksi atau dekomposisi:

Sebuah proses dimana sebuah susunan yang ada dipisahkan untuk dicari cara baru dalam

kombinasinya dan

menimbulkan sebuah kesatuan baru dan tatanan baru dengan strategi struktural dalam komposisi yang berbeda.

Dekonstruksi

(12)

Menurut Ching (2007), Transformasi Bentuk terbagi menjadi 3 jenis yaitu:

Transformasi Dimensional

Suatu bentuk dapat ditranformasikan dengan cara merubah satu atau lebih dimensi- dimensinya dan tetap mempertahankan identitasnya sebagai anggota sebuah keluarga bentuk.

Pada contoh bangunan di samping,

transformasi dimensional ditunjukkan dengan

mempertahankan bentuk dasar kotak

(13)

Transformasi Dimensional

Pengurangan sebagian volume, tetap terlihat bentukan dasarnya maupun berubah dari bentukan dasar masa tersebut.

Pada contoh bangunan di samping,

transformasi ditunjukkan dengan

pengurangan pada gubahan massa dengan

bentuk kotak.

(14)

Transformasi Aditif (penambahan)

Penambahan bentuk dasar masa tertentu dengan bentukan lain, sejenis maupun yang berlainan. Bisa juga menjadi KOMBINASI bentukan tertentu.

Pada contoh bangunan di bawah ini,

transformasi diperlihatkan dengan

tonjolan pada bangunan yang juga

difungsikan sebagai ruangan.

(15)
(16)

CRÉDITOS: Esta plantilla de presentación fue creada por Slidesgo, que

incluye iconos de Flaticon

e infografías e imágenes de Freepik

Museum Jalur Kuantan Singingi menerapkan transformasi dimensional, yaitu mentransformasikan bentuk elemen-elemen arsitektur Rumah Godang ke desain bangunan dan tetap mempertahankan identitas arsitektur sebelumnya.

Bentuk bangunan Museum Jalur Kuantan Singingi ini menggunakan konsep beberapa bentuk dasar geometri. Konsep ini diambil dari bentuk dasar geometri Rumah Godang Kuantan Singingi yang didominasi oleh bidang-bidang segitiga, persegi dan persegi panjang. Bentuk geometri tersebut yang akan menjadi elemen-elemen pembentuk dari Museum Jalur Kuantan Singingi ini.

a) Konsep Pembentukan Massa

(17)

Penerapan transformasi bentuk atap Rumah Godang kedesain Museum Jalur Kuantan Singingi adalah dengan menonjolkan bentuk atap lontik bertingkat pada desain museum dan memperbesar kisi-kisi dengan permainan bentuk fasad. Karena bangunan Museum Jalur Kuantan Singingi ini yang besar dan juga untuk alas an kenyamanan, maka dibuat atap lontik yang dipisah dengan tetap mempunyai dua sisi lontik yang berlawanan arah dan dihubungkan dengan suatu jembatan kaca sebagai fungsi dek observasi.

Seperti halnya Rumah Godang yang merupakan arsitektur tradisional, dimana bangunannya disesuaikan dengan setting alam. Bangunan museum ini juga disesuaikan dengan setting alam. Salah satunya yaitu pada pemisahan dan bentuk atap bangunan. Pemisahan ini dilakukan supaya bangunan dapat memaksimalkan udara yang masuk kedalam bangunan

a. Atap

(18)

Penerapan transformasi yaitu dengan menggabungkan dinding dan jendela kedalam satu bentuk. Menggunakan konsep geometri, penggabungan persegi dan sagitiga.

Menonjolkan kesan vertical dengan kolom- kolom vertical dan dipadukan dengan bentuk segitiga dengan ukiran. Material kayu diganti dengan menggunakan beton, frame aluminium dan kaca. Hal ini dilakukan untuk ketahanan.

b. Dinding dan jendela

(19)

Penerapan transformasi bentuk pintu dan tangga RumahGodangke desain bangunan Museum Jalur Kuantan Singingi yaitu dengan meletakkan pintu dan tangga di sebelah kanan bangunan. Tapi untuk alasan aksebilitas dan bangunan yang besar, tidak mungkin hanya menggunakan satu pintu.

Dalam perancangan Museum Jalur Kuantan Singingiini memiliki lebih dari satu pintu. Tapi untuk menyesuaikan dengan konsep arsitektur Rumah Godang, maka hanya satu pintu utama yang ditonjolkan. Sedangkanuntuk tangga, menggunakan material beton dan finishing keramik.

c. Pintu dan tangga

(20)

Penerapan transformasi bentuk tiang Rumah Godang ke desain bangunan Museum Jalur Kuantan Singingi yaitu dengan membuat desain panggung pada bangunan yang nantinya di bawah panggung tersebut difungsikan sebagai parker kendaraan dan kafe outdoor. Sementara jumlah tiang dayung yang disusun diagonal merupakan representasi dari jumlah tiang Rumah Godang yang berjumlah 16 buah tiang.

d. Tiang

(21)

CRÉDITOS: Esta plantilla de presentación fue creada por Slidesgo, que

incluye iconos de Flaticon

e infografías e imágenes de Freepik

Gedung Opera Sydney di Sydney, New South Wales adalah bangunan yang paling unik dan terkenal.

Gedung ini terletak di Bennelong Point di Sydney Harbour dekat Sydney Harbour Bridge bangunan ini

menjadi ikon tersendiri bagi Australia. Bagi jutaan turis yang datang, gedung ini memiliki daya tarik

dalam bentuknya yang seperti cangkang.

(22)

Menurut buku Arsitektur Bentang Lebar “Sydney Opera House” tahun 2011, Karya arsitektur yang dirancang oleh Dalam perencanaan desainnya Jorn Utzon melakukan beberapa transformasi desain bentuk. Bermula dari gagasannya dari ayahnya yang merupakan seorang pelayar. Utzon terinspirasi dari bentuk layer kapal yang bisa terbentang lebar dengan tarikan tali sehingga membentuk sebuah ruang

Gambar Bentuk cangkang kerang tipis sebagai inspirasi

Kemudian dalam transformasi bentuk layarnya Utzon terinspirasi dari bentuk shell atau cangkang kerang yang tipis namun kuat.

Dalam pembentukan ruang bangunannya Utzon membentuk dari bentuk jeruk yang berbentuk silindris.

Gambar. Bentuk jeruk (silindris) sebagai inspirasi pembentukan ruang Gambar Ilustrasi Kapal Layar,

Bentuk layar kapal sebagai awal mula gagasan bentuk Sydney Opera House

Dari ketiga transformasi tersebut, Utzon mengkombinasikan desainnya hingga menjadi Syney Opera House. Transformasi bermula dari eksperimen tark menarik antara tali dan cangkang yang di susun pada kulit jeruk. Kulit kerang akan mengerahkan tegangan-tegangan lentur perbatasan.

1

2

3

(23)

https://www.researchgate.net/publication/321715165_Kajian_Transformasi_Bentuk_dan_Tatanan_Massa_Bangunan_di_

Kawasan_Bandung_Super_Mall

diakses pada tanggal 09 mei 2022 pukul 19.45

http://kanvas-angan.blogspot.com/2013/04/transformasi-bentuk-dalam-arsitektur.html

diakses pada tanggal 09 mei 2022 pukul 20.33

https://123dok.com/document/zljxge2y-transformasi-bentuk-arsitektur-godang-perancangan-museum-kuantan- singingi.html

diakses pada tanggal 09 mei 2022 pukul 20.51

http://repository.unika.ac.id/20069/6/14.A1.0144%20RICKY%20SITORUS%20%288.25%29..pdf%20BAB%20V.pdf https://core.ac.uk/download/pdf/295355498.pdf

diakses pada tanggal 09 mei 2022 pukul 21.25

https://123dok.com/article/teori-transformasi-dalam-arsitektur-kajian-tema-transformasi.q20nv4jz

diakses pada tanggal 09 mei 2022 pukul 22.09

Referensi

Dokumen terkait