• Tidak ada hasil yang ditemukan

Majalah klathi.cdr

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Majalah klathi.cdr"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

K E L AT H I Klaten Kilas Informasi

Majalah Media Informasi Kabupaten Klaten

Edisi IV

Kabupaten Klaten mengembangkan enam sub sektor ekonomi kreatif, yakni kerajinan, fotografi, fasyen, musik, seni pertunjukan, dan kuliner.

EKONOMI KREATIF PENUNJANG PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH

BATIK BAYAT

PRIMADONA EKONOMI KREATIF YANG LAYAK DIKEMBANGKAN

Industri batik sebagai salah satu bentuk ekonomi kreatif, perkembangannya semakin menjanjikan. Ekonomi kreatif ini menjadi primadona baru untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

(2)

Foto Cover : DISKOMINFO KABUPATEN KLATEN

COVER STORY :

Wayang X Ekonomi Kreatif Kolaborasi

Budaya di Era 4.0

04

Daftar Isi

Penanggung Jawab I : Drs. Amin Mustofa, M.Si Penanggung Jawab II : Totok Gantoro, SE, MM Pemimpin Redaksi : Pindandita Bima M, S.T Fotographer : Hendra Kurniawan, Muhammad Tomi Tri A Videographer : Alfin Maulana, A d a m F a j a r i , J o u r n a l i s t : P r i m u s Supriyono, Titi Rochman, Angga Purnama, Desain: Warih Nugroho, Administrasi : Nur Fadilah Zahriayti, A.md, Art Dwica, Alamat Redaksi : Jalan Pemuda nomor 294 Klaten, Jawa Tengah, email : kominfo.klaten

@gmail.com, instagram : @kominfo.klaten, twiiter : @kominfo_klt, youtube : DISKOMINFO KABUPATEN KLATEN

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah,

Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga majalah Kelathi ini dapat terselesaikan. Majalah Kelathi ini bertujuan untuk mengulas informasi-informasi yang ada di Kabupaten Klaten dan setiap bulannya ada tema besar yang dibahas. Selain itu dengan harapan majalah ini bisa menjadi buah bibir yang positif bagi Kabupaten Klaten.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber yang sudah berkenan untuk membagikan informasi, dan kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan majalah Kelathi ini.

Kami mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dan bagi pembaca yang kurang berkenan. Semoga majalah Kelathi ini ke depan bisa lebih baik.

Teras Klaten

Ekonomi Kreatif Penunjang Pertumbuhan Ekonomi Daerah

03

Potret Pementasan Wayang Kulit yang merupakan salah satu sektor di bidang ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh Kabupaten Klaten.

27 19

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Drs. Amin Mustofa, M.Si

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Kabupatean Klaten Penanggung Jawab Kelathi Teras Klaten

Klaten Dalam Lensa

Keren! Klaten Berhasil Raih 4 Opini WTP Beruturut-turut

Klaten Bisa

KOWAL, Jam tangan Kayu Asli Klaten Yang Mendunia

Batik Bayat (Primadona Ekonomi Kreatif yang Layak Dikembangkan)

09

Klaten Dalam Lensa

1.977 PPPK Guru Klaten Dilantik

23

Sakura Aplikasi Baru Dispedukcapil Klaten Permudah Layanan Adminduk

25

“Kamis Manja” Untuk Talenta Muda Klaten

15

(3)

T E R A S K L A T E N

Pengantar

Dewasa ini ekonomi telah berkembang sampai level yang sangat tinggi dengan mengandalkan kreativitas dan teknologi, terutama teknologi informasi. Menurut Kementerian Perdagangan Indonesia, ekonomi kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu. Sementara menurut Kementerian Perdagangan Indonesia (2008), ekonomi kreatif sebagai upaya pembangunan ekonomi secara berkelanjutan melalui kreativitas dengan iklim perekonomian yang berdaya saing dan memiliki cadangan sumber daya yang terbarukan.

Ada 14 sub sektor yang menjadi ruang lingkup ekonomi kreatif.

Yakni, periklanan, kerajinan, desain, fesyen, film dan fotografi, game, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, televisi dan radio, penelitian dan pengembangan, arsitektur, serta pasar barang seni.

Kabupaten Klaten tengah mengembangkan 6 sub sektor ekonomi kreatif, yakni kerajinan, fotografi, fasyen, musik, seni pertunjukan, dan kuliner. Pada edisi 04 ini, Majalah Kelathi mengkat tema ekonomi kreatif sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi daerah. Rupa-rupa tulisan yang kami turunkan pada edisi ini mulai dari seni pertunjukan wayang sebagai kolaborasi budaya di era 4.0, pengembangan batik Bayat sebagai salah satu primadona ekonomi kreatif Kabupaten Klaten, produksi jam tangan kayu, Taman Wisata Galpentjil Hergate, hingga makan enak khas Klaten.

(4)

T E R A S K L A T E N

Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. Bentuk pengembangan konsep ekonomi ini turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah, tak terkecuali Klaten.

Kabupaten Klaten mengembangkan enam sub sektor ekonomi kreatif, yakni kerajinan, fotografi, fasyen, musik, seni pertunjukan, dan kuliner.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Klaten, Sri Nugroho, keenam sub sektor tersebut telah berkembang di Kota Bersinar ini sebelum konsep ekonomi kreatif dipopulerkan.

“Dari potensi yang ada ini, kami fokuskan dulu di enam sub sektor.

Namun tidak menutup kemungkinan ada sub sektor lain yang akan dikembangkan ke depannya,” paparnya.

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI menyebutkan, dari 17 sub sektor ekonomi kreatif, terdapat dua sub sektor yang menjadi produk unggulan nasional, yakni kuliner dan kerajinan. Sri Nugroho mengatakan, kedua sub sektor ini pun telah menjadi unggulan di Kabupaten Klaten, terutama berkaitan dengan kunjungan wisata.

Selain itu, Pemkab Klaten turut menyiapkan pengembangan dari ekonomi kreatif berbasis lokal. Di antaranya dengan menyiapkan instrumen pengembangannya, mulai dari sumber daya manusia, te k n o l o g i , h i n g ga i n f ra st r u kt u r p e n d u ku n g . S r i N u g ro h o menambahkan, upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah ini karena melihat potensi perkembangan ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif saat ini sudah menjadi alternatif lapangan pekerjaan di Klaten, sehingga mengurangi angka pengangguran. Dengan pengembangan ekonomi kreatif, maka sekaligus menunjang pertumbuhan ekonomi daerah di tengah persaingan pasar global,”

ungkapnya.

Ekonomi Kreatif Penunjang Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Wayang X Ekonomi Kreatif, Kolaborasi Budaya di Era 4.0

Seni pertunjukan wayang, sebagai sub sektor ekonomi kreatif, kini tengah dikembangkan di Kabupaten Klaten. Dalam situs resmi UNESCO, wayang disebut sebagai seni pertunjukan yang telah mengakar dalam budaya Indonesia. Pada 7 November 2003, keindahan wayang membuat UNESCO menetapkan wayang sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Lima tahun kemudian, UNESCO menetapkan wayang sebagai warisan budaya tak benda dunia. (koran-jakarta.com/perjalanan-wayang-kulit- diakui-sebagai-warisan, 17 November 2021). Sementara, pertunjukan wayang ditetapkan dalam sesi ketiga Komite Antarpemerintah (3.COM) di Instanbul, Turki pada November 2008.

Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Klaten, Ki Mulyono Purwo Wijoyo mengatakan, di era industri kreatif kini, wayang hadir tidak hanya sebagai seni pertunjukan yang hanya menghasilkan hiburan semata, tetapi juga kini hadir dalam bentuk industri ekonomi kreatif. “Mungkin dulu untuk menyaksikan wayang diperlukan semalam suntuk, kini wayang dapat dinikmati kapan saja dan di mana saja,” paparnya.

Menurutnya, satu dekade lalu pertunjukan wayang lebih dulu dinikmati masyarakat melalui siaran TV dan radio. Sayangnya, durasi siarannya masih cukup lama. TV dan radio menyiarkan pertunjukan wayang reguler yang membutuhkan waktu 3 hingga 5 jam.

Saat ini kehadiran platform hiburan digital seperti Youtube dan perkembangan media sosial yang menyajikan siaran langsung seperti live Instagram dan Facebook, memungkinkan pertunjukan wayang untuk dinikmati oleh khalayak secara lebih luas. Namun, media digital menjadi tantangan baru bagi para dalang untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna media sosial dan platform hiburan digital.

“Inilah yang harus dijawab oleh para dalang. Bagaimana dalang menghadirkan pertunjukan wayang yang menarik dengan mempertimbangkan aspek pengguna platform digital dan media sosial yang menginginkan informasi atau hiburan yang berkualitas dan tidak membosankan namun dengan durasi yang tidak terlalu panjang,”

ungkap Ki Mulyono.

(5)

T E R A S K L A T E N

Ki Mulyono yang juga pengelola Sanggar Seni Cemara, saat ini mengembangkan pertunjukan wayang daring. Channel Youtube milik Sanggar Cemara pun menyiarkan seni pertunjukan garapannya. Perbedaan karakter penonton inilah yang menjadi tantangan yang harus dijawab oleh dalang sebagai penyaji pertunjukan wayang.

Wayang yang menjadi bagian dari budaya Nusantara tentu kental dengan pakem atau aturan baku yang harus diperhatikan, sehingga seni pertunjukan tetap sama dan lestari meski telah melintas zaman.

Namun, menurutnya, hal ini tidak lantas wayang tidak dapat dikembangkan untuk kaum milenial sebagai pengguna utama platform digital dan media sosial. Ia menyebutkan, pakem tetap harus dijaga untuk mempertahankan esensi pertunjukan wayang, namun bukan berarti pantang untuk menyajikan pertunjukan wayang di era industri 4.0 yang memanfaatkan teknologi tidak bisa dijawab.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memangkas durasi pertunjukkan, sehingga tidak dianggap membosankan.

Walaupun demikian, pemangkasan ini tetap memperhatikan alur cerita sehingga esensi pertunjukkan wayang tidak hilang, dan cerita dapat disimak secara utuh. Ki Mulyono menyebut, hal ini bukan hal yang mustahil untuk membawa produk budaya dalam industri kreatif.

“PR-nya adalah bukan hanya memindah pertunjukkan wayang di platform digital saja atau cukup ditayangkan secara online. Tetapi bagaimana mengemas wayang dengan cerita yang menarik minat kaum milenial untuk menontonnya. Yang terpenting adalah cerita dalam pertunjukan wayang adalah keutuhan ceritanya. Jadi, mau pertunjukannya 3 jam atau 10 menit, ceritanya harus selesai dari awal sampai akhir,” katanya.

Dalang Youtube dan

(6)

T E R A S K L A T E N

Sebagai sub sektor dari ekonomi kreatif, pelaku seni pertunjukan tidak dapat dipisahkan dari pengembangan kreativitas, pun demikian dengan wayang. Meski ada pagar berupa nilai budaya klasik yang harus dijaga, namun dengan kreativitas dalang, pertunjukkan wayang dapat menarik minat masyarakat, khususnya kaum milenial. Minat generasi milenial terhadap wayang sangat penting untuk pelestarian seni budaya yang sudah menjadi identitas bangsa ini.

Layaknya dua sisi mata uang, bicara pertunjukan wayang yang menjadi bagian dari ekonomi kreatif, kolaborasi budaya wayang dengan teknologi digital pun menjamin keberlangsung ekonomi pelakunya.

Mulai dari dalang, sinden, pengrawit hingga pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertunjukkan wayang harus siap memasuki seni pertunjukan wayang di era industri 4.0.

“Para dalang juga harus kreatif, namun nilai klasiknya harus tetap dijaga. Jalan ceritanya juga harus tetap dijaga, sehingga tidak kehilangan rohnya. Namun di sisi lain, daya tariknya juga harus ditambah. Kreatifitasnya harus tambah agar banyak yang berminat,”

ujarnya.

P r u w n o o

o W

l y ij

u o

M y

i o

K

(ang/Kominfo-klt)

(7)

T E R A S K L A T E N

Industri batik sebagai salah satu bentuk ekonomi kreatif, perkembangannya semakin menjanjikan. Ekonomi kreatif ini menjadi primadona baru untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

Menurut Kementrian Perdagangan Republik Indonesia, industri kreatif nasional pada 2020 menyumbang sekitar Rp574 triliun atau 7 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Dari jumlah itu, ekspor batik mencapai sekitar Rp278 triliun dan menyerap sekitar 1,3 juta tenaga kerja. Hal ini menunjukkan produksi dan pasar batik sebagai sub sektor ekonomi kreatif sangat potensial untuk dikembangkan pada masa mendatang.

Indonesia memiliki keanekaragaman batik yang mengakar kuat terutama di Jawa. Di Jawa kita mengenal berbagai kota penghasil batik seperti Solo, Yogyakarta, dan Klaten.

Di Kabupaten Klaten kita mengenal Batik Bayat. Di Kecamatan Bayat, setidaknya terdapat 10 UMKM industri batik. Beberapa sentra industri batik itu adalah batik tulis di Desa Jarum dan Desa Kebon, batik tenun lurik di Desa Tegalrejo, dan batik cap di Desa Beluk. Karena tradisi membatik telah berlangsung secara turun temurun, maka semua proses pembuatan batik dikerjakan sendiri oleh masyarakat Bayat.

Salah satu UMKM Batik Bayat di Desa Jarum, ada Batik Sekar Mawar yang dikelola oleh Sarino (55). Usaha ini dimulainya sejak 1997.

Hanya bermodal Rp300.000 dan dua orang tenaga, ia tekuni industri kreatif ini.

“Sungguh berat mengawali usaha ini. Saya mulai dengan membuat taplak meja dan sarung bantal motif batik. Saya jajakan berkeliling di Jogja. Saya titipkan di toko-toko,” kenangnya.

BATIK BAYAT

Primadona Ekonomi Kreatif yang Layak Dikembangkan

Penulis: Titi Rochman

T E R A S K L A T E N

UMKM Batik Sekar Mawar

Berkat kerja keras dan ketekunannya, usahanya semakin berkembang. Lama kelamaan, tidak hanya taplak meja dan sarung bantal motif batik yang ia buat. Sarino akhirnya banyak menerima permintaan untuk membuat kain batik khas Bayat. Puncaknya terjadi pada 2006, ia hingga memiliki 80-an karyawan pembatik. Produknya ia pasarkan tidak hanya di Jogja, tetapi juga sampai ke Jakarta.

“Saya buka show room di Mangga Dua Square dengan karyawan sendiri. Bahkan bisa ekspor ke luar negeri,” tutur pria lulusan Fakultas Ekonomi UGM tahun 1991 ini.

Dengan pewarna alam yang ramah lingkungan, Sarino memproduksi motif batik klasik dan modern dengan warna dominan coklat dan biru tua khas Bayat. Motif batik klasik yang ia buat misalnya, Wahyu Tumurun, Bimo Kudro, Parang, Kawung, Sido Mukti, dan sebagainya. Sedangkan motif batik modern yang ia kembangkan antara lain Keongan, Jahe, dan Sindu Melati yang dipakai sebagai seragam PNS Kabupaten Klaten.

Sarino menuturkan, satu potong kain batik tulis yang ia produksi dijual ke toko atau galeri dengan harga sekitar Rp400.000. Walaupun ia tahu, toko atau galeri menjual kembali batiknya bisa mencapai Rp1.500.000.

Setiap satu potong kain batik, Sarino harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi. Tahap pres atau nyorek, upah yang harus ia keluarkan Rp10.000. Tahap putihan pertama dan kedua upahnya Rp150.000. Sedangkan proses sawutan Rp15.000 setiap kali proses.

(8)

T E R A S K L A T E N

“Memang agak mepet. Tapi tidak apa-apa, yang penting sama-sama bisa jalan. Mau menaikkan harga, tidak mungkin. Saat ini semakin banyak pesaing,” keluhnya.

Batik Bayat semakin dikenal dan diminati masyarakat secara luas.

Namun, seiring dengan itu, motif dan keunikan Batik Bayat banyak dijiplak dan dibajak dengan kualitas dan harga yang lebih murah. Lambat laun Batik Bayat pun surut. Belum lagi ditambah dengan situasi pandemi Covid- 19 saat ini. UMKM batik milik Sarino, dan UMKM batik lainnya di Bayat semakin sepi. Tidak sedikit yang gulung tikar dan alih profesi.

Sarino menuturkan, satu potong kain batik tulis yang ia produksi dijual ke toko atau galeri dengan harga sekitar Rp400.000. Walaupun ia tahu, toko atau galeri menjual kembali batiknya bisa mencapai Rp1.500.000.

T E R A S K L A T E N

Dewasa ini batik sebenarnya tidak hanya berkembang sebagai komoditas ekonomi dan tradisi semata. Batik juga telah bertumbuh menjadi fashion dan gaya hidup banyak kalangan. Akan tetapi, semua itu bukan berarti industri kreatif yang berkembang di Bayat ini tanpa permasalahan.

Permasalahan ini memang sangat pelik, karena berkaitan dengan karakteristik industri itu sendiri, fluktuasi harga bahan, pembajakan desain batik, rendahnya kapasitas produksi dan pemasaran, kurang inovatifnya desain dan motif batik, serta kurangnya sentuhan perkembangan teknologi.

Banyak pengusaha batik kita mengalami kesulitan permodalan untuk menghadapi kelangkaan serta kenaikan harga bahan baku. Para perajin batik kesulitan memasarkan dan mendistribusikan produksinya. Mereka juga relatif kurang memperoleh akses informasi, perlindungan, dan kemudahan yang memadai.

Batik Bayat memang kaya akan keragaman motif dan desain.

Fenomena pembajakan motif batik tentu sangat merugikan perajin batik. Memang harus diakui, para pengusaha dan perajin batik kita masih lemah kesadarannya untuk mematenkan karya batiknya.

Sementara itu, peran pemerintah untuk memberikan kesadaran, perlindungan, dan pembelaan terhadap kasus pembajakan karya batik para perajin kita juga masih lemah.

Pmasalahan Pelik

(9)

T E R A S K L A T E N

Untuk memperbesar volume produksi dan penjualan, kita perlu meningkatkan daya saing industri batik. Oleh karena itu, berbagai upaya inovasi desain batik yang sesuai dengan perkembangan zaman harus segera dilakukan. Akan tetapi, inovasi corak dan motif batik itu jangan sampai menanggalkan citra diri Batik Bayat yang kaya akan nilai seni dan filosofi.

Sarino mengusulkan, agar pengusaha batik difasilitasi oleh pemerintah daerah dengan dibangunkan ruang pamer di tempat-tempat strategis yang dikelola sendiri oleh pelaku UMKM. “Di pusat kota dan di tempat-tempat wisata seperti di Girpasang dan Rawa Jombor disediakan show room untuk memajang batik dan kerajinan khas Klaten yang lain.

Selain itu, pemerintah mohon dapat membantu perluasan pemasaran batik khas Klaten ini,” harapnya.

Semua ini adalah upaya untuk melindungi sekaligus mengembangkan Batik Bayat sebagai warisan seni dan budaya asli Indonesia, agar menjadi primadona ekonomi kreatif pada masa yang akan datang.

Meningkkan Daya Saing

(Primus Supriono/Kominfo-klt)

(10)

T E R A S K L A T E N

“Kamis Manja” Untuk Talenta Muda Klaten

Barangkali, masyarakat pada umumnya belum tahu dan mengenal sebuah komunitas even anak muda yang bernama Kamis Manja. Namun, di kalangan anak muda Klaten, Kamis Manja dengan beberapa kali even musiknya, sudah sangat dikenal dan diakui eksistensinya.

Sebagaimana diungkapkan oleh Taufik, pemilik Kopinggir Jalan baru-baru ini. “Sudah kedua kalinya Kopinggir Jalan berkesempatan menjadi tuan rumah untuk acara Kamis Manja. Acara pertama berjudul Wait For The Sun. Konsep acara Kamis Manja, merupakan platform yang pas untuk unjuk gigi bagi para kawula muda di Klaten. Saya berharap konsep acara Kamis Manja semacam ini dapat terus berjalan dan

berkembang,” ujarnya.

Mengapa

“Kamis Manja”

Awalnya, Kamis Manja memang sebuah perjumpaan antara tiga orang penggagasnya, yaitu Adi, Gardian, dan Andre di hari Kamis pada 2017. Mereka memang bukan anak-anak muda yang berasal dari Klaten.

Namun, mereka memiliki kegelisahan dan asa yang sama tentang masa depan talenta anak-anak muda Klaten. Mereka membuat acara untuk lebih mengenal sekaligus menjadi ajang bertemu dan tampilnya talenta-talenta muda Klaten terutama di bidang musik. Dengan acara-acara sederhana yang mereka gelar, mereka bermaksud menciptakan ruang dan dukungan bagi komunitas-komunitas anak muda Klaten khususnya.

“Nama Kamis Manja ini sendiri tercetus begitu saja secara spontan dari perjumpaan dan obrolan kami setiap hari Kamis. Nama ini tidak terpikirkan secara filosofis. Acara memang kami gelar hari Kamis di setiap akhir bulan,” kata Andre.

Nama Kamis Manja memang disepakati sejak awal berkiprahnya kelompok ini. Mereka menetapkan hari Kamis untuk menampilkan talenta-talenta musik anak-anak muda Klaten. Ternyata, setelah beberapa tahun, hari Kamis adalah hari di mana mereka mendapatkan low session bagi mereka yang memiliki panggung di hari Sabtu dan Minggu.

(11)

T E R A S K L A T E N

Talenta Muda Klen Butuh Ruang

Untuk masalah pendanaan, mereka tidak segan melakukan patungan hingga mencari donasi ke berbagai pihak. Berbicara soal konsep, Kamis Manja memang berangkat dari sebuah iseng-iseng. Namun, ternyata dari situ mereka memiliki nilai tawar tersendiri. Setiap even, mereka menawarkan nilai edukasi. Misalnya, di setiap akhir pertunjukan mereka mengadakan sharing. Dengan cara ini, terjadi proses dialog dan tukar pikiran antara talenta muda dengan audiens. Jadi, audiens tidak semata-mata hanya datang, menonton, dan pulang. Namun, mereka pulang dengan membawa pengalaman, pengetahuan, dan inspirasi untuk berkarya.

Menurut Adi, mereka selalu berusaha membuat ruang atau wadah bagi teman-teman komunitas di Klaten. “Di Klaten ini, skill teman-teman muda dapat dikatakan sangat mumpuni. Namun, teman-teman di Klaten tidak memiliki ruang. Akhirnya mereka ke luar dari Klaten, misalnya ke Solo atau ke Jogja. Even Kamis Manja ini mencoba mewadahi teman- teman di Klaten. Klaten tidak boleh hanya menjadi tempat untuk mampir di antara Solo dan Jogja,” imbuh Adi.

Kamis Manja bukan hanya milik Adi, Gardian, dan Andre. Kamis Manja dapat menjadi ruang dan wadah kawula muda Klaten dengan berbagai talentanya. Teman-teman muda yang ingin membuat acara dengan nama Kamis Manja pun dipersilakan. Jangan ragu untuk menghubungi dan bergabung dengan Kamis Manja.

“Harapan ke depan untuk Kamis Manja, tidak ada keinginan yang muluk-muluk. Sekedar eksis saja sudah sangat bagus. Kami belum memiliki akses kepada pemerintah. Kami tetap jemput bola. Yang pasti harapan kami, kegiatan ini bisa beregenerasi,” pungkas Gardian.

(Primus Supriono/Kominfo-klt)

(12)

KLATEN DALAM LENSA

Kepala Perwakilan BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Ayub Amali mengatakan selain Pemkab Klaten, terdapat empat pemerintah daerah lain yang juga menerima opini WTP atas laporan keuangannya, yakni Kabupaten Batang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Sukoharjo. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kepala daerah dan DPRD atas sinergi serta dukungan selama pemeriksanaan.

“Kami berharap ke depan opini WTP ini dapat dipertahankan dan dilanjutkan. Kami juga berharap kepala daerah dan DPRD dapat bersama-sama berusaha dan berkomitmen untuk menyelenggarakan keuangan negara serta daerah yang transparan dan akuntabel,”

paparnya.

Bupati Klaten, Sri Mulyani menyampaikan rasa syukur atas capaian opini WTP tahun anggaran 2021 yang diraih Pemkab Klaten. Atas capaian ini, ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Pemkab Klaten atas kerja keras selama ini hingga terwujud pengelolaan anggaran dan kinerja Pemkab Klaten yang akuntabel dan transparan.

Penulis: Tim Liputan Diskominfo Klaten

Keren!

Klaten Berhasil Raih

4 Opini WTP Berturut-turut

KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun anggaran 2021. Dengan prestasi ini, opini WTP berhasil diraih Pemkab Klaten selama empat tahun berturut-turut sejak 2018.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jawa Tengah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Klaten tahun anggaran 2021 kepada Bupati Klaten, Sri Mulyani di Kantor BPK Jateng, Jumat (13/5/2022) siang. Atas laporan keuangan Pemkab Klaten tersebut, BPK Jateng memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian atau unqualified opinion.

KLATEN DALAM LENSA

(13)

KLATEN DALAM LENSA

Menurut Pj Sekda Klaten, Jajang Prihono, prestasi ini membuktikan Pemkab Klaten mampu menyelenggarakan tata kelola anggaran dengan tepat dan benar sesuai dengan realisasinya.

“Hasil yang dicapai saat ini harus menjadi motivasi kerja bersama, khususnya OPD pelaksana. Opini WTP yang diraih empat tahun berturut-turut ini berarti kinerja Pemkab Klaten dari tahun ke tahun semakin baik, sehingga harus terus dijaga dan selalu ditingkatkan,”

ungkapnya kepada Tim Liputan Diskominfo Klaten.

Keren!

Klaten Berhasil Raih

4 Opini WTP Berturut-turut

“Pencapaian opini WTP ini diraih berkat semangat seluruh ASN dan jajaran legislatif di Kabupaten Klaten. Saya berharap semoga capaian WTP tersebut dapat menjadi motivasi untuk lebih meningkatkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Klaten, serta mempertahankan kinerja Pemerintah Kabupaten Klaten yang akuntabel dan transparan,” ungkapnya.

Lanjut Sri Mulyani, diraihnya opini WTP tahun anggaran 2021 kepada Pemkab Klaten selama empat kali berturut-turut, diharapkan menjadi motivasi bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pelaksana untuk bekerja lebih baik lagi. Pasalnya, opini WTP yang diraih beriringan dengan tingkat kepercayaan masyarakat kepada Pemkab Klaten.

KLATEN DALAM LENSA

Jadi Motivasi Kerja

Menurutnya, prestasi ini tidak terlepas dari peran serta OPD penyelenggara, termasuk jajaran pemerintah kecamatan dan desa.

Jajang juga berharap, dengan torehan prestasi ini, kinerja jajaran Pemkab Klaten akan semakin baik, terarah, akuntabel, dan transparan.

“Bukan hanya soal tata kelola anggaran, namun juga ada kesinambungan antara proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, hingga pertanggungjawaban. Dengan demikian akan betul-betul bisa terarah, akuntabel, dan transparan,”

paparnya.

(14)

KLATEN DALAM LENSA

KLATEN – Sebanyak 1.977 Pegawai Pemerintahaan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru di Kabupaten Klaten resmi dilantik, Kamis (19/5/2022). PPPK Guru yang dilantik merupakan hasil seleksi yang digelar pada 2021 lalu.

Pelantikan digelar di tiga gedung milik Pemkab Klaten, yakni Grha Megawati, Pendapa Ageng, dan Gedung Sunan Pandanaran. Bupati Klaten, Sri Mulyani hadir secara langsung mengambil sumpah jabatan 1.977 PPPK Guru secara bersamaan. Acara pelantikan ini juga disambungkan secara daring.

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Klaten, Slamet mengatakan sebanyak 1.977 PPPK guru tersebut merupakan hasil seleksi dalam dua tahap di tahun 2021. Seleksi tahap pertama sebanyak 1.415 pegawai, dan seleksi tahap kedua sebanyak 564 pegawai.

Penulis: Tim Diskominfo Klaten

1.977

PPPK Guru Klaten Dilantik

Berbeda dengan pengambilan sumpah jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), dalam acara tersebut juga dilakukan penandatangan perjanjian kinerja pegawai bersangkutan. “Usaia cara, SK (Surat Keputusan) langsung diserahkan kepada yang bersangkutan,” ungkap Slamet ketika ditemui di Grha Megawati.

Menurut Slamet, Kabupaten Klaten masih memiliki sisa kuota formasi PPPK guru. Total kuota yang disediakan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) sebanyak 2.572 formasi PPPK guru.

“Total formasi yang dialokasikan untuk Klaten sebanyak 2.572 formasi dan semuanya guru. Terdiri dari guru mapel (mata pelajaran), guru kelas, guru olahraga, dan guru BK (bimbingan konseling), baik tingkat SD dan SMP. Rencananya akan ada tahap ketiga untuk memenuhi kuota yang belum terisi,” paparnya menjelaskan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Klaten, Sri Mulyani mengucapkan selamat kepada PPPK guru yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya. Sri Mulyani mengharapkan, pelantikan ini membawa dampak positif pada perkembangan pendidikan di Kabupaten Klaten.

“Saya berharap, guru-guru yang dilantik menjadi PPPK ini menjadi lebih semangat melaksanakan tugasnya, serta membawa inovasi dalam proses mencerdaskan anak-anak bangsa. Dengan cara ini diharapkan membawa perkembangan positif di bidang pendidikan di Kabupaten Klaten,” kata Bupati.

Terkait dengan tahap ketiga rekrutmen PPPK guru, Bupati meminta para guru K2 dan non-K2 yang belum berhasil lolos seleksi, untuk mempersiapkan diri. Ia berharap melalui seleksi tersebut tidak hanya membawa kesejahteraan bagi guru, namun juga menghasilkan guru- guru terbaik.

“Saya berharap tahun ini masih ada (seleksi) karena memang belum semuanya terakomodir, khususnya untuk K2 dan Non-K2,” paparnya.

(ang-put/Kominfo-klt)

(15)

KLATEN DALAM LENSA

Sunarna menjelaskan, aplikasi Sakura dapat diakses melalui website Dispendukcapil Klaten (dukcapil.klaten.go.id). Ada beberapa layanan yang disediakan melalui aplikasi Sakura, yakni Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Akta Kematian, KTP elektronik, Kartu Identitas Anak, perpindahan keluar dan kedatangan penduduk, serta update data atau online NIK. Dengan aplikasi ini, masyarakat lebih mudah dalam mengakses layanan administrasi kependudukan dan dapat memantau progress layanan secara online.

“Bagi warga masyarakat yang tidak dapat memanfaatkan layanan ini bisa meminta bantuan kepada operator desa atau kelurahan,”

terangnya lebih lanjut.

Peluncuran aplikasi Sakura ini turut disaksikan Sekretaris Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri RI, Hani Syopiar Rustam secara daring melalui Zoom Meeting. Peluncuran aplikasi ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani.

SAKURA

Aplikasi Baru Dispedukcapil Klaten Permudah Layanan Adminduk

KLATEN – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Klaten secara resmi meluncurkan Sakura atau Sistem Layanan Adminitrasi Kependudukan Dalam Jaringan. Inovasi ini hadir untuk memudahkan pelayanan adminitrasi kependudukan bagi masyarakat.

Aplikasi ini resmi diluncurkan oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani, di Pendapa Ageng Kabupaten Klaten, Rabu (18/5/2022).

Kepala Dispendukcapil Klaten, Sunarna mengatakan, aplikasi ini merupakan pengganti aplikasi Sipon Keduten atau Sistem Pelayanan Online Kabupaten Klaten. Kehadiran aplikasi Sakura sekaligus menyempurnakan aplikasi sistem layanan sebelumnya.

“Dispendukcapil Klaten senantiasa berupaya meningkatkan kualitas administrasi kependudukan melalui pengembangan inovasi layanan administrasi kependudukan secara daring. Aplikasi Sakura ini merupakan pengganti dari inovasi Sipon Keduten,” ungkapnya saat peluncuran aplikasi Sakura.

Sebelum diluncurkan, menurut Sunarna, aplikasi Sakura telah dilakukan uji coba secara terbatas bersama operator desa se- Kabupaten Klaten. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan saran dan masukkan sebagai tahap penyempurnaan layanan.

“Kepada sahabat-sahabat Dukcapil, operator desa, dan kelurahan disampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya yang selalu aktif memberikan masukan dan kelancaran layanan kepada masyarakat khususnya di bidang administrasi kependudukan,” paparnya.

KLATEN DALAM LENSA

(ang/Kominfo-klt)

Kunjungi Portal Sakura

Dan dapatkan kemudahannya

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi atas inovasi layanan yang dihadirkan oleh Dispendukcapil Klaten. Ia berharap penyempurnaan layanan ini semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses sarana layanan publik yang disediakan oleh Pemkab Klaten.

“Dengan aplikasi Sakura ini diharapkan dapat memberikan kemudahan ba g i m a s ya ra kat d a l a m m e n g u r u s d o ku m e n a d m i n i st ra s i kependudukan secara mandiri,” kata Sri Mulyani.

Lebih lanjut Bupati juga berharap, dengan kemudahan layanan adminduk yang disediakan, masyarakat menjadi semakin tertib untuk melengkapi dokumen kependudukan. “Saya berharap masyarakat mendukung gerakan tertib dokumen kependudukan dengan memanfaatkan kemudahan layanan yang diberikan oleh Pemkab Klaten,” ujarnya.

(16)

#KLATENBISA

DI SEBUAH rumah sederhana di perbukitan Gilangsari, Desa Pereng, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten sejumlah remaja sibuk dengan aktivitas produksi jam tangan dari kayu. Tiap pengrajin menggarap bagiannya masing-masing. Ada yang memotong kayu, membuat pola lingkaran, mengebor, hingga tahap akhir, seperti memasang stiker dan mesin jam.

Sebuah jam tangan dengan hampir seluruh bagiannya terbuat dari kayu, merupakan hasil kreativitas tangan-tangan terampil yang menghasilkan produk bernilai dari bahan baku sederhana.

Adalah Suwanto, yang menjadi penggagas terciptanya jam tangan kayu yang kemudian diberi nama KOWAL. Kreativitas ini pula yang mengantarkan jam tangan kayu karya Suwanto, dilirik pasar internasional. Meski bermodal kayu sisa, produknya laris manis di pasar Amerika Serikat.

“Awalnya hanya mencoba memanfaatkan limbah produk mebel yang saya buat, bahkan alat produksinya saya buat sendiri. Tapi ternyata banyak peminatnya, sampai ada kontrak dengan buyer dari Amerika Serikat,” ungkapnya saat ditemui Tim Kelathi belum lama ini.

Suwanto memulai usaha kerajinan jam tangan ini dari limbah kayu sejak 2006. Pada 2011 produk kerajinan kayu Suwanto mulai dikenal pasar manca negara. Itu setelah dia mendapat pesanan jam tangan kayu dari Amerika Serikat. Pelanggan tersebut secara khusus memesan bracelet atau lebih dikenal dengan sebutan casing atau gelang jam tangan berbahan kayu.

Selama kontrak tiga tahun yang dijalaninya, rata-rata Suwanto mengirimkan 2.500 buah jam tangan kayu ke Negeri Paman Sam. Dari pengiriman tersebut, omzet yang direngkuh Suwanto mencapai Rp80 juta setiap bulannya.

Bahan baku yang digunakan berupa kayu mahoni, sonokeling, dan sawo.

Bahan dari jenis kayu tersebut, menurut empunya memiliki karakter dan warna yang khas saat dipoles. Bahkan tanpa pewarna pun, masing-masing bahan memiliki gurat warna yang otentik. Keunikan inilah yang menjadikan produk KOWAL berkualitas dan bernilai jual tinggi.

Manisnya penjualan produk keluar negeri ini ternyata tidak membuat Suwanto silau materi. Dia memilih lepas dari pelanggannya di Amerika Serikat setelah tiga tahun menjalin kerja sama. Pilihan ini bisa dibilang anti-mainstream. Sebab, dengan hanya menggarap pasar lokal, omzet yang dia terima justru lebih kecil dibandingkan saat bekerja sama dengan pelanggan di Amerika Serikat.

Pasar lokal dengan omzet yang jauh lebih kecil ini dilakoninya demi mewujudkan kemandirian usaha dan memberdayakan masyarakat.

“Pilihan ini saya ambil demi mewujudkan kemandirian usaha dan memberdayakan masyarakat,” tutur Suwanto.

O WA L K

JAM TANGAN KAYU ASLI KLATEN

YANG MENDUNIA

(17)

#KLATENBISA

Meski membidik pasar lokal, namun hal ini bukan perkara yang mudah.

Seiring berjalannya waktu, jumlah pengrajin jam tangan kayu pun bertambah. Artinya persaingan produk jam tangan kayu di pasar lokal pun kian ketat.

Banyak produsen yang menawarkan harga yang lebih murah. Meski begitu, Suwanto tak patah arang. Ia justru terpacu untuk menghasilkan inovasi produk yang semakin bernilai jual. “Semakin banyak pesaing, berarti kita harus semakin kreatif. Apalagi produk cra , yang dicari adalah kreativitas produk yang dihasilkan. Semakin unik produk, semakin bernilai jual,” katanya.

Berkecimpung di bidang ini, Suwanto pun terus membekali dirinya dengan berbagai pengetahuan seputar digital marketing. Menurutnya, sebagai pengrajin sekaligus pengusaha yang menjadi bagian dari

ekonomi kreatif, persaingan di pasar terbuka pun tak terelakkan.

Sehingga setiap pelaku usaha harus siap dengan perkembangan pasar dan konsumen yang dinamis.

Saat ini produk KOWAL dapat dipesan melalui digital market place. Ia pun mengembangkan produk yang turut dipasarkan melalui laman media sosial Instagram @kowalwoodart.id.

“Mau tidak mau, kita dituntut seperti ini. Bukan hanya bicara kualitas produk, namun juga bagaimana kita memasarkannya. Saya berharap pengrajin lain terus membuka diri agar tetap eksis menjadi bagian dari ekonomi kreatif,” pungkasnya.

O WA L K

Selain memproduksi jam tangan kayu, Suwanto juga mengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cipta Karya. Bagunan PKBM ini menyatu dengan rumah sekaligus bengkel kerjanya yang berada di Dukuh Gilangsari. Melalui workshop inilah, ia menularkan kreativitas membuat jam tangan dari kayu.

Meski menggarap pasar lokal, namun produk yang dihasilkan pun tetap mempertahankan kualitas. Bicara jam tangan kayu, tidak bisa dilepaskan dari detail dari desainnya. Berbeda dengan mebel kayu yang memiliki ukuran besar, pembuatan jam tangan kayu yang berukuran kecil membutuhkan ketelitian dan keluwesan dalam menggunakan alat produksi. Proses yang panjang inilah yang turut meningkatkan nilai jual produk KOWAL.

“Kalau bicara jam tangannya, tentu produk ini tidak bisa disandingkan dengan jam tangan bermerek. Tapi yang dijual adalah nilai seninya, kreativitasnya,” ungkapnya sembari menunjukkan produk jam tangan yang dipajang di showroom khusus tepat di samping workshop KOWAL.

Di pasar lokal, harga jam tangan KOWAL dibandrol dengan harga Rp300 ribu hinggaRp900 ribu tergantung bahan baku dan tingkat kerumitan pengerjaannya.

Bersaing dengan Kreativitas

(ang/Kominfo-klt)

(18)

M A K A N E N A K

KLATEN- Panasnya terik matahari di Kota Bersinar membuat banyak masyarakat berburu minuman segar. Es Buah Bu Darwito yang sudah legendaris bisa menjadi pilihan dan wajib dicoba, selain menyegarkan juga menggunakan gula asli tanpa pemanis buatan.

Es Buah “Barokah” atau yang dikenal Es Buah Bu Darwito ini sudah ada sejak 15 tahun lalu. Saat ditemui Tim Diskominfo Klaten, Rabu (18/05/2022) di Jalan Pramuka, Kampung Pondok (tempat jualan es buah) Darwito (49) mengaku sudah tiga kali berpindah tempat jualan, awalnya berjualan dengan gerobak di depan rumahnya (Kampung Pondok). Kemudian berpindah di Jalan Pemuda (Depan Ayam Penyet Surabaya) dan yang ketiga berpindah hingga sekarang di Jalan Pramuka, Kampung Pondok, Klaten Tengah (depan gapura Kampung Pondok dekat Polres Klaten Lama).

Ia mengaku meskipun sempat berpindah tempat tetapi tidak mengubah cita rasa khas yang manis dan segar dari kenikmatan Es Buah Barokah Bu Darwito.

“Untuk resep memang sudah dari dulu, insyaallah untuk rasanya tidak berubah. Disini (Es Buah Bu Darwito) menggunakan gula asli. Pembeli kebanyakan sudah langganan semua, bahkan di bulan Ramadhan pembeli sampai tidak dapat duduk,” ujarnya.

Pakai Gula Asli!

Es Buah Legendaris Bu Darwito

Wajib Dicoba

(19)

M A K A N E N A K

Ia memapaparkan bahwa Es Buah Bu Darwito menjual dua varian es yakni es buah dan es campur. Ia menjelaskan untuk masalah harga tergantung keinginan pembeli jika memilih yang spesial seharga Rp. 8 ribu rupiah, sedangkan yang biasa Rp. 7 ribu rupiah.

Ia mengatakan buah dan bahan yang digunakan adalah buah segar dan bagus seperti buah naga, apel, semangka kuning, semangka merah, rumput laut, kolang kaling, susu dan lainnya.

Es Buah Bu Darwito buka mulai dari jam 10.30 WIB hingga 16.30 WIB, sehari kurang lebih bisa menjual 100 porsi es buah ataupun es campur. Tak hanya menjual es buah dan es campur saja, Es Buah Bu Darwito juga menjual es kopi, lotek, dan gado-gado.

Darwito mengaku omzet penjualanya bisa digunakan untuk membayar kuliah anaknya, dan ia berharap supaya penjualannya terus meningkat.

Pembeli bisa datang langsung ataupun pesan melalui aplikasi online.

“Ya untuk semua pelanggan supaya tetap beli disini, pelanggan bisa tambah lagi, masyarakat bisa beli disini mudah-mudahan cocok semua. Halal, gulanya juga gula asli,”pungkasnya.

Pakai Gula Asli!

Es Buah Legendaris Bu Darwito Wajib Dicoba

(ttr/Kominfo-klt)

(20)

J E L A J A H

Di puncak bukit batu juga dibangun gapura berkonsep candi. Gapura ini juga yang menjadi spot terbaik untuk berfoto dengan latar belakang Gunung Merapi. Pemandangan ini mengingatkan pengujung pada spot foto di Pura Panataran Agung Lempuyangan, Bali yang sama-sama berlatar gunung berapi.

Kepala Desa Pereng Kecamtan Prambanan, Purwanto Hadi mengatakan, wisata Galpentjil Heritage dibangun di atas lahan yang merupakan tanah kas desa seluas 7,5 hektare. Namun yang sudah dibangun sebagai tempat wisata baru sekitar 2,5 hektare. Menurutnya, saat ini pembangunan wisata Galpentjil Heritage sudah mencapai sekitar 40 persen, yakni mencakup tempat parkir, kamar mandi, pendopo, gasebo, dan tempat selfi.

Pembangunan wisata Galpentjil Hergate ke depannya akan dilengkapi dengan lokasi camping ground, rest area, homestay, area outbond, kios wisata, pasar tradisional, dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya, diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp7 milyar.

Penulis: Titi Rochman

Galpentjil Heritage, Bali Van Klaten

DESA PERENG, Kecamatan Prambanan, merupakan satu dari beberapa desa di Kabupaten Klaten yang berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Desa ini berada tepat di kaki pegunungan seribu yang berjajar di batas wilayah Jawa Tengah dengan DIY.

Sebagian wilayah Desa Pereng berupa perbukitan kecil dengan tanah berbatunan subur. Hamparan sawah masih dapat ditemui di desa ini.

Secara geografis, Desa Pereng dikeliling desa-desa wisata yang menyuguhkan wisata candi. Potensi alam khas perdesaan di Desa Pereng ini pun mulai dikembangkan menjadi wisata alam guna meningkatkan pendapatan asli desa (PADesa).

Tanah kas desa yang kurang produktif yang ada di kaki bukit pun disulap menjadi wisata alam. Adalah Galpentjil Heritage, wisata alam yang menyuguhkan pemandangan alam nan eksotis. Sebelum menikmati pemandangan di Galpentjil Heritage, setiap pengunjung harus berjalan menyusuri bukit batu sekitar 50 meter terlebih dahulu.

Di puncak bukit batu tersebut, pengunjung akan disuguhi pemandangan berupa hamparan sawah yang menghijau sejauh mata memandang.

Sesekali, kereta api yang melaju dari atau menuju Stasiun Brambanan terlihat membelah areal persawahan Desa Pereng. Saat cuaca cerah.

Terlihat Gunung Merapi yang berdiri gagah di sebelah utara Desa Pereng, menjadikan pemandangan kian eksotis terutama saat senja menjelang.

Galpentjil Heritage,

Bali Van Klaten

(21)

J E L A J A H

Tahun lalu, Bupati Klaten, Sri Mulyani hadir secara langsung membuka Galpentjil Heritage dan mengapresiasi upaya Pemdes dan masyarakat Pereng menciptakan potensi wisata. Terlebih keputusan Pemdes Pereng untuk memanfaatkan lahan yang kurang produktif menjadi potensi yang lebih menjanjikan.

Purwanto menjelaskan, sebelumnya, Taman Wisata Galpentjil Heritage ini adalah kawasan bukit berbatu. Area ini merupakan tanah kosong yang tidak produktif, berupa semak belukar, dan tidak cocok untuk pertanian.

Pembangunan lokasi tersebut mulai digarap sejak Juni 2019.

“Ke depan, selain melengkapi fasilitas untuk pengunjung, kami juga menyiapkan SDM pengelolanya agar potensi wisata ini dapat dikelola secara profesional,” katanya.

Untuk menuju Galpentjil Heritage, pengunjung dari arah Yogyakarta silakan mengarahkan kendaraannya menuju Pasar Hewan Prambanan. Setelah melintasi perlintasan kereta api, terus lurus hingga simpang tiga toko Jamu Tradisional Bu Slamet lalu belok kiri menuju GKJ Pepanthan Dukuh Pereng Wetan. Dari GKJ Pepanthan, pengunjung menyusuri jalan perkampungan dan mengikuti papan petunjuk menuju Galpentjil Heritage.

Sementara pengunjung dari arah Klaten, silakan belok kiri di persimpangan WS Swalayan dan berjalan lurus hingga simpang empat Ploso. Lalu belok kanan menuju gapura masuk Dukuh Pereng Wetan. Sesampainya di gapura Dukuh Pereng Wetan, rute dilanjutkan menuju GKJ Pepanthan dan menyusuri jalan perkampungan menuju lokalsi Galpentjil Heritage.

Galpentjil Heritage, Bali Van Klaten

“Saat ini pembangunan dilakukan secara bertahap karena terbatasnya dana. Sumber utama pendanaannya adalah dari Dana Desa. Namun karena alokasi Dana Desa masih untuk penanganan Covid-19, pembangunan wisata ini belum maksimal,” ungkapnya saat ditemui Tim Kelathi di lokasi.

Wisata ini sempat menjadi pembicaraan hangat warganet di lini media sosial. Meski belum resmi dibuka untuk umum, banyak masyarakat dan komunitas sudah mendatangi lokasi ini, terutama di pagi dan sore hari.

“Taman Wisata Galpentjil ini menyajikan keindahan alam barisan bukit yang memesona. Pengunjung dapat melihat view Gunung Merapi yang menawan. Pengunjung juga bisa menikmati Sunset (matahari tenggelam) dan sunrise (matahari terbit) di tempat ini. Kawasan Taman Galpentjil bisa dimafaatkan untuk sarasehan, pentas budaya, reuni, pesta perkawinan, ulang tahun, dan lainnya,” ujar Purwanto.

Referensi

Dokumen terkait