• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH BAHASA ARAB SEMESTER 1

N/A
N/A
Ebby Abadhii

Academic year: 2024

Membagikan " MAKALAH BAHASA ARAB SEMESTER 1"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH BAHASA ARAB

“AMIL NASHAB”

Disususn Oleh : Kelompok 5

1. WAHYU KURNIA DWI CHANDRA TPT211019 2. VIKI WIRIAWAN TPT211014

3. ABDUL MUIZ TPT211013

FAKULTAS TEKNIK

PRODI TEKNIK PERTAMBANGAN

UNIVERSITAS CORDOVA

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga makalah BAHASA ARAB yang berjudul “AMIL NASHAB” ini dapat tersusun sampai dengan selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih terhadap bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik pikiran maupun materinya.

Penulis sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca. Bagi kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman Kami. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR ISI

(3)

KATA PENGANTAR ……….………

DAFTAR ISI ……….………...……

BAB I PENDAHULUAN ………

A. Latar Belakang ………..

B. Rumusan Masalah………..

C. Tujuan ……….

BAB II PEMBAHASAN ……….

A. Pengertian Amil Nashab ………

B. Huruf Amil Nashab dan Artinya……….

D. Contoh Amil Nashab dan Artinya………..

BAB III PENUTUP ……….

A. Simpulan ………

DAFTAR PUSTAKA ………..

BAB I

(4)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam pendidikan bahasa arab, banyak ilmu-ilmu yang perlu diketahui, seperti: ilmu Nahwu,ilmu Sharaf, dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bahasa Arab. Dalam ilmu nahwu banyak materi-materi yang disajikan, oleh karena itu penulis mengangkat sebuah materi yang berjudul “ AMIL NASHAB”, yang mana materi ini salah satu materi penting yang harus diketahui dalam Ilmu nahwu. Materi ini juga merupakan materi yang penting ketika kita ingin mempelajari ilmu tafsir,ilmu hadits dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan ilmu islam yang lain.Makalah ini juga disusun karena merupakan tugas kelompok yang diberikan oleh dosen yang bersangkutan dalam mata kuliah ini.

B. Rumusan Masalah

1. Apa Pengertian Amil Nashab ? 2. Apa Saja Huruf Amil Nashab ? 3. Apa Saja Contoh Amil Nashab?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian dari amil Nashab 2. Untuk mengetahui huruf amil nashab

3. Untuk mengetahui contoh amil nashab

(5)

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Amil Nashab

Amil nashab merupakan huruf yang mengubah fi’il mudhor’i menjadi dibaca nashab atau manshub. Huruf yang dapat menashabkan fi’il mudhori tersebut ada tujuh jumlahnya. Mereka adalah yaitu: an, lan, idzan, kai, lam kay, lam juhud, hatta, jawab dengan fa’, wawu dan au. Amil nashab akan menashabkan fi’il mudhori yang berada di belakangnya atau yang mengikutinya.

Salah satu tanda sebuah kata kerja dibaca manshub adalah sebelumnya ia memiliki akhiran harakat zhammah lalu berubah menjadi fathah. Meski demikian, tanda ini tidak dapat diaplikasikan pada semua kasus. Pada kasus tertentu, fi’il yang dibaca nashab ini tidak memiliki akhiran fathah, namun huruf nun-nya yang ada pada akhir kata kerja tersebut dihapus.

B. Huruf Amil Nashab dan artinya :

1. An

(

ْنأأ

)

artinya bahwa, merupakan huruf mashdariyah, dalam bahasa jawa sering diartikan dengan “ing yen to”.

2. Lan

(

ْنأل

)

artinya tidak akan.

3. Idzan

(

ْنأذإإ

)

artinya kalau begitu.

4. Kay

(

أ ْيأك

)

artinya agar / supaya.

5. Lam Kay, huruf nawasib lam yang sama maknanya dengan kai, yaitu artinya agar / supaya.

6. Lam Juhud (lam pengingkaran), yang didahului dengan أناأك اأم atau ْنُكأي ْمأل

.

7. Hatta

(

ىّت أح

)

artinya sehingga.

8. Jawab Bil Fa’ yang artinya maka.

9. Jawab Bil Wawi dengan makna أعأم

.

10.Jawab Bi-au dengan makna ىألإإ atau ّلإإ

(6)

C. Contoh Amil Nashab Dan Artinya

Amil Nashab ْنأأ

Huruf ini berfungsi untuk memisahkan dua fi’il. Jadi, amil nashab ْنأأ ini tidak memiliki arti khusus. Penggunaan huruf tersebut dapat dilihat pada contoh ini.

أعإج ْرأن ْنأأ ُدْي إرُن ُن ْحأن

Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, kalimat tersebut berarti ‘kami ingin pulang.’ Dari kalimat tersebut, Sahabat Muslim dapat melihat bahwa ْنأأ terletak di antara dua fi’il, yaitu ُدْي إر dan ْعإج ْرأن . Di samping itu, Sahabat Muslim dapat melihat bahwa fi’il setelah amil nashab tersebut berakhiran dengan fathah.

Amil Nashab

ْنأل

Amil nashab

ْنأل

ini berarti ‘tidak akan’. Jika sebuah fi’il didahului oleh ْنأل , maka ia akan dibaca nashab. Kata tersebut akan berubah menjadi berakhiran fathah atau akhiran nun-nya dihilangkan. Contoh pengaplikasian huruf tersebut dapat Sahabat Muslim amati pada contoh di bawah ini.

ُنأل ْسأكلا أح أجْنأي ْنأل

Arti dari contoh tersebut adalah ‘tidak akan beruntung orang yang malas.’ Pada contoh ini, fi’il dibaca manshub dengan ciri khas akhiran fathah-nya.\

Amil Nashab

ْنأذإإ

Arti dari amil nashab ْنأذإإ tersebut adalah ‘kalau begitu’ atau juga dapat diartikan sebagai ‘jika demikian’. Di samping itu, amil ini juga berguna untuk menyimpulkan sesuatu yang sebelumnya dibahas. Apabila digunakan dalam membuat kalimat, maka contohnya adalah seperti di bawah ini.

أح أجْنأت ْنأذإإ

Contoh tersebut berarti ‘kalau begitu, pasti kamu lulus.’ Kalimat tersebut kemungkinan besar dikatakan oleh si A ketika mendengar si B mengatakan bahwa si B saat ini sedang belajar giat untuk menghadapi ujian sekolah.

(7)

Amil Nashab ْيأك

Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, amil nashab ْيأك ini bermakna

‘supaya’ atau ‘agar’. Dengan kata lain, amil ini juga berfungsi untuk menyatakan sebuah tujuan. Pengaplikasian amil tersebut dapat Sahabat Muslim amati dalam contoh ini:

ُتْلأكأ أزْبُخلا ْيأك أل أعْيإجأأ

,

Kalimat contoh tersebut bermakna ‘aku makan roti agar aku tidak lapar.’

Amil Nashab ْيأك ُمأل

Amil nashab ْيأك ُمأل atau lam kay ini bermakna ‘supaya.’ Selain itu, huruf ini juga dapat diartikan menjadi ‘untuk.’ Amil nashab tersebut berguna untuk memberikan alasan. Contoh dari huruf ini adalah:

أمّلأعأت إل ُتْئإج

Arti dari contoh kalimat tersebut adalah ‘aku datang untuk belajar.’ Dari kalimat ini, Sahabat Muslim dapat melihat bahwa amil nashab إل mendahului fi’il مّلأعأت

.

Fi’il tersebut memiliki akhiran fathah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa huruf إل tersebut membuat fi’il dibaca manshub.

Amil Nashab إد ْوُحُجلا ُمأل

Jenis amil nashab ini tidak memiliki arti khusus, seperti juga amil nashab

ْنأأ

.

Pada pengaplikasiannya, lam juhud tersebut digunakan untuk menyangkal sesuatu. Di samping itu, penggunaan amil nashab ini biasanya diawali dengan ْنُكأي ْمأل atau أناأك اأم

.

Untuk lebih memahaminya, Sahabat Muslim dapat mengamati contoh di bawah ini.

ْمُهأبّذأعُيإل ُا أناأك اأم

Arti dari kalimat ini adalah ‘Allah tak akan menyiksa mereka.’ Dari contoh tersebut terlihat bahwa huruf lam didahului oleh ناأك اأم. Contoh lain yang dapat Sahabat Muslim amati adalah:

ْمُهأل أرإف ْغأيإل ُا إنُكأي ْمأل

Jika diartikan, maka contoh tersebut bermakna ‘Allah tak akan mengampuni mereka.’ Pada kalimat tersebut amil nashab lam didahului oleh ْنُكأي ْمأل

.

Amil Nashab ىَت أح

(8)

Jenis amil nashab ّت أح ini berarti ‘hingga’ atau juga dapat dimaknai

‘sampai.’ Selain membuat fi’il dibaca nashab, amil tersebut juga berfungsi menghubungkan dua klausa. Penggunaan huruf tersebut dapat Sahabat Muslim lihat pada contoh ini.

أل ا ْوُمّلأكأتأت ىّت أح أيإهأتْنأت ُةأبْطُخْلا

Arti dari kalimat ini adalah ‘janganlah mengobrol sampai selesai khutbah.’ Dari kalimat tersebut, Sahabat Muslim dapat melihat bahwa fi’il أيإهأتْنأت dibaca nashab. Selain itu, amil tersebut juga berfungsi menghubungkan dua klausa, yaitu ‘jangan mengobrol’ dan ‘selesai khutbah.’ Selain contoh tersebut, masih banyak contoh lain dari amil nashab ini yang dapat Sahabat Muslim lihat dalam ayat Alquran.

Contoh Amil Nawashib Jawab Bil Fa

Fa bisa menjadi huruf athof yang bisa mengi’robkan fiil mudhari’ menjadi rofa’, nashob atau jer, dan bisa juga menjadi amil nawashib yang hanya menashobkan fiil mudhari.

Ada dua syarat fa’ bisa menashobkan fiil mudhori.

 Fa’ sababiyah yaitu kalimat setelah fa’ jadi akibat dari kalimat sebelumnya, atau

 Fa’nya jadi jawab dari nafi’ atau thalab.

Contohnya:

Surat Al Baqarah ayat 245:

اًنَسَح اًضْرَق َهّٰللا ُضِرْقُي ْيِذّلا اَذ ْنَم

ٗهَفِعٰضُيَف

ًةَرْيِثَك اًفاَعْضَا ٓٗهَل

Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak.

َفِعٰضُي asalnya adalah ُفِعٰضُي lalu ada fa sababiyah sebagai akibat dari kalimat sebelumnya, sehingga dinashobkan dengan fathah.

Contoh Amil Nawashib Dengan Jawab Bil Wawi

Syarat agar wawu bisa menashobkan fiil mudhari adalah seperti dua syarat huruf fa di atas.

(9)

Wawu di sini bermakna ma’iyyah. Beserta / bersama.

Contohnya:

-َمْوُقَتَو ْلُكْأَت َل

Janganlah kamu makan sambil (bersama kamu sedang) berdiri.

َمْوُقَت nashob dengan fathah karena ada jawab bil wawi.

Contoh Amil Nawasib Jawab Bi-Au

Dengan syarat, au

(

ْوَأ

)

harus bermakna

(

ىَلِإ

)

atau

(

ّلِإ

).

Contohnya:

 Dengan makna ila

:

َنُمْلا َكِرْدُأ ْوَأ َبْعّصلا ّنَلِهْسَتْسَ َل , sungguh aku akan mengganggap mudah yang susah sampai aku menemukan tujuan.

 Dengan makna illa

:

َمِلْسُي ْوأ َرِفاَكلا ّنَلُتْقَ َل , sungguh aku akan membunuh orang Kafir kecuali dia menjadi Islam / berserah diri.

Itulah beberapa contoh penggunaan ِل ْنَل ْنَأ dan seterusnya, mudah

BAB III KESIMPULAN

(10)

Amil nashab merupakan huruf yang mengubah fi’il mudhor’i menjadi dibaca nashab atau manshub. Huruf yang dapat menashabkan fi’il mudhori tersebut ada tujuh jumlahnya. Mereka adalah yaitu: an, lan, idzan, kai, lam kay, lam juhud, hatta, jawab dengan fa’, wawu dan au. Amil nashab akan menashabkan fi’il mudhori yang berada di belakangnya atau yang mengikutinya.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.jumanto.com/amil-nawasib/

(11)

https://sahabatmuslim.id/contoh-huruf-nashab-dan-pengertian-beserta- macamnya/

https://nahwu-ajjurumiyah.blogspot.com/2010/05/ami-amil-nasab.html

Referensi

Dokumen terkait