• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH HUKUM PERDATA “"Sengketa Lahan Pasar Tanah Merah Bangkalan"

N/A
N/A
Alief Haidar

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH HUKUM PERDATA “"Sengketa Lahan Pasar Tanah Merah Bangkalan" "

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH HUKUM PERDATA

“"Sengketa Lahan Pasar Tanah Merah Bangkalan"

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Hukum Perdata Dosen Pengampu :

Lolita Permanasari SH., M.Hum

DISUSUN OLEH :

MOCH. ALIEF HAIDAR (2211111102)

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS BHAYANGKARA SURABAYA 2023

(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sengketa lahan menjadi salah satu isu yang kompleks dan seringkali melibatkan berbagai pihak dengan kepentingan yang beragam. Fenomena ini mencerminkan

komitmen serius dalam pengelolaan sumber daya alam dan pemanfaatannya di berbagai wilayah. Sengketa lahan dapat timbul dari berbagai sebab, seperti klaim kepemilikan yang saling tumpang tindih, ketidakjelasan batas-batas lahan, konflik agraria antara masyarakat dan pihak swasta atau pemerintahan, serta perubahan tata guna lahan yang kurang transparan.

Dalam konteks ini, pembelaan lahan tidak hanya menjadi persoalan hukum semata, namun juga mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kepentingan-

kepentingan yang sering kali menimbulkan ketegangan menimbulkan ketegangan antara pemilik lahan, masyarakat lokal, dan pihak-pihak yang memiliki kepentingan ekonomi atau politik dalam penggunaan lahan tersebut.

Pentingnya penyelesaian penyelamatan lahan tidak hanya untuk menegakkan keadilan, tetapi juga untuk menciptakan stabilitas sosial, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan melindungi hak-hak masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang akar permasalahan pelestarian lahan dan implementasi mekanisme penyelesaian yang efektif menjadi krusial dalam mencari solusi yang berkelanjutan.

Artikel juga akan membahas isu yang santer saat ini di Madura, khususnya di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah di atas maka dapat dijabarkan ke dalam pertanyaan sebagai berikut :

(3)

1. Bagaimana Pasar Tanah Merah ini dibangun?

2. Bagaimana mekanisme negosiasi perjanjian ini dilaksanakan?

3. Bagaimana tanggapan lembaga Internasional dalam mendukung pelaksanaan perjanjian kerjasama Indonesia dengan Palestina

4. Apa saja kontroversi yang akan terjadi jika perjanjian kerjasama antara Indonesia dan Palestina ini dilaksanakan

5. Aspek hukum apa saja yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan perjanjian ini?

(4)

BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah dibangunnya Pasar Tanah Merah

Pasar Tanah Merah adalah pasar hewan dan palawija yang berdiri sejak tahun 1953 di Desa Petrah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan. Pada awalnya pasar ini dibangun oleh Kepala Desa berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Bangkalan. Yang pada saat itu dibangun hanya untuk kepentingan masyarakat didesa itu sendiri. Namun seiring dengan berjalannya waktu pasar itu mengalami

perkembangan yang sangat pesat hingga saat ini.

Saat ini pasar Tanah Merah merupakan Pasar Hewan dan Palawija terbesar di Madura. Namun pasar ini pun juga tidak luput dari Peristiwa yang menghambat proses perkembangannya. Pada 2019 lalu, pasar ini mengalami kebakaran yang cukup besar sehingga menghancurkan beberapa ruko/stand dari para pedagang, khususnya pedagang Palawija. Namun tak lama dari peristiwa tidak mengenakkan tersebut. Pasar Tanah Merah kembali melakukan pembenahan kembali. Dengan koordinasi yang melibatkan beberapa tokoh pemerintahan di Kabupaten Bangkalan itu akhirnya dibangun kembali dengan bangunan yang lebih baik dan layak dengan konsep Semi Modern.

B. Status Lahan Pasar Tanah Merah

Pasar Tanah Merah sudah dibangun sejak 2019 silam dengan menelan dana hingga mencapai Rp. 25.000.000.000,00. Tetapi sayangnya sampai saat ini pasar tersebut masih belum juga diresmikan. Hal ini menimbulkan polemik bagi para pedagang yang akan menempati kios dan toko di Pasar Tanah Merah yang terbangun

(5)

dengan megah itu. “Mengapa Pasar yang sudah terbangun ini tak kunjung

diresmikan?” begitulah polemik yang sudah tersebar luas dikalangan para pedagang tetap disana

Dibalik polemik yang beredar dikalangan pedagang ternyata berdampak pada nasib pasar yang mungkin akan mereka huni, pasalnya pada Agustus 2023 muncul Gugatan dari seseorang yang mengaku Ahli Waris dari lahan pasar tersebut.

Syarifuddin Haidar beserta kuasa hukumnya Risang Bima Wijaya mengatakan bahwa tanah pasar tersebut masih tercatat milik pribadi, sejak tahun 1953 itu tercatat milik kepala desa setempat yang mana itu merupakan Kakek dari penggugat tersebut “Itu aset ahli waris, itu punya pribadi dan masih tercatat bukti kepemilikannya berupa KOHER sampai sekarang, harusnya jika itu tercatat sebagai aset daerah itu harus diurus,diganti rugi dari dulu.” Ucap Risang dikutip dari Podcast YouTube San Rasan.

Dengan demikian pihak penggugat melaporkan perkara tersebut kepada Kejaksaan Negeri Bangkalan, Karena dinilai Pemerintah Bangkalan abai terhadap hak-hak yang seharusnya diterima oleh masyarakat.

C. Tanggapan Pemerintah Setempat Terkait Polemik Yang Beredar

Dengan munculnya gugatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus mendapati berbagai macam pertanyaan dari banyak pihak, sehingga memaksa mereka untuk turut terlibat atas perkara tersebut. Kuasa Hukum pemkab Bangkalan Bachtiar Pradinata mengatakan bahwa tanah tersebut merupakan tanah negara bukan milik penggugat “Penggugat mendalilkan bahwa tanah itu milik dirinya selaku ahli waris, dengan berdasar pada kohir yang dimilikinya, padahal jika kami lihat buktinya keberadaan pasar tersebut bukan berada di percil 72 seperti apa yang disampaikan

(6)

oleh penggugat, sehingga seharusnya pasar tanah merah ini tidaj perku diperdebatkan atau diperebutkan lagi, karena pasar Tanah Merah ini memang milik Negara (pemkab Bangkalan) ” Ucap Bachtiar saat podcasr di Channel YouTube Lingkarjatim, Senin (6/11/2023)

Bachtiar menjelaskan kembali bahwa perkara tersebut sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Bangkalan beberapa waktu lalu dan sudah mencapai tahap Putusan Sela, akan tetapi putusannya belum masuk kepada pokok perkara.

(7)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa, Pasar Tanah Merah merupakan Pasar Hewan dan Palawija terbesar di Madura, yang awalnya dibangun oleh Kepala Desa berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk kepentingan masyarakat lokal. Seiring dengan berjalannya waktu, pasar ini mengalami perkembangan pesat dan menjadi Pasar Hewan dan Palawija terbesar di Madura. Pasar Tanah Merah mengalami serangan peristiwa yang menghambat proses perkembangannya, seperti kebakaran pada tahun 2019 yang menghancurkan beberapa ruko/kios para pedagang.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengambil langkah-langkah untuk membantu pasar Tanah Merah dengan koordinasi yang melibatkan beberapa tokoh pemerintahan di Kabupaten Bangkalan, sehingga pasar ini dapat bangun kembali dengan konsep Semi Modern.

Pasar Tanah Merah masih menghadapi masalah mengenai status lahan yang belum juga diresmikan, menimbulkan polemik dan keresahan terhadap para pedagang yang akan menempati kios dan toko di pasar tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan harus terus menemui berbagai macam pertanyaan dari banyak pihak dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi perkara tersebut

(8)

Dari kesimpulan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Pasar Tanah Merah telah mengalami perkembangan yang pesat dan mengalami tantangan dalam proses tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan harus terus berupaya memperbaiki situasi dan menjamin stabilitas sosial, ekonomi, dan hak-hak masyarakat di Pasar Tanah Merah.

Sehingga tidak akan terjadi lagi masalah-masalah serupa yang merugikan berbagai pihak

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Lingkarjatim.com , (2023, 7 November) , Pasar Tanah Merah Digugat!, Diakses pada 19 November 2023, dari : https://lingkarjatim.com/hukrim/lahan-pasar-tanah-merah- digugat-begini-hasilnya/.

Bangsaonline.com , (Kamis November 7 2022) , Kadisdag Bangkalan di Ultimatum pedagang pasar tanah merah, Diakses pada 19 November 2023, dari :

https://www.bangsaonline.com/berita/107227/kadisdag-bangkalan-diultimatum- pedagang-pasar-tanah-merah-tuntaskan-persoalan-dalam-sepekan/

Liputan6.com , (30 Julu 2022) , Revitalisasi pasar tanah merah malah bikin pedagang susah, Diakses pada 20 November 2023, dari :

https://www.liputan6.com/regional/read/5026786/revitalisasi-pasar-tanah-merah- bangkalan-malah-bikin-pedagang-susah

Referensi

Dokumen terkait