MAKALAH ILMIAH CALON PESERTA SERTIFIKASI PIMPINAN YAYASAN PESANTREN ISLAM AL AZHAR
TAHUN 2021
DI SUSUN OLEH: MA’MUR IHSANI, S. PD
UNIT: SMA ISLAM AL AZHAR 4 KEMANG PRATAMA
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah semata, yang telah banyak mencurahkan nikmat dan kasih sayang-Nya pada kita semua hingga makalah ini dapat diselesaikan meski dalam waktu yang singkat. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah pada Nabi Muhammad SAW beserta kerabat dan umatnya hingga akhir Zaman.
Makalah ini dapat selesai tidak lain karena dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Ngadiman, M. Pd, Selaku Kepala Sekolah SMA Islam Al Azhar 4, 2. Seluruh Guru, Karyawan, Janitor dan Satpam yang telah memberikan
dukungan dan kepercayaan kepada saya.
3. Istri dan anak-anak tercinta yang senantiasa memberikan kasih saying dan perhatiannya
4. Dan semua pihak yang tidak dapar disebutkan satu-persatu.
Semoga makalah ini bisa menjadi sumbang pikiran saya untuk kemajuan Pendidikan Al Azhar dan YPI Al Azhar di masa yang akan datang. Semoga YPI Al Azhar tetap cemerlang hingga masa yang tidak dapat di tentukan. Juga semoga lulusan Pendidikan Al Azhar bisa memberikan sumbangan kejayaan bagi Islam di masa yang akan datang.
Demikian kata pengantar dari saya, semoga Allah tetap melimpahkan Rahmat-Nya untuk kita semua, aamiin.
i
BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan
C. Ruang Lingkup D. Manfaat
BAB II : PEMBAHASAN
A. Kondisi Pendidikan Al Azhar sekarang
B. Kondisi Pendidikan Al Azhar yang Diharapkan C. Rencana Kegiatan
BAB III : PENUTUP
A. Kesimpulan B. Saran
ii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pendidikan di abad ke-21 mendapat tantangan setelah di awal tahun 2020 dunia dilanda pandemi karena berjangkitnya penyakit yang disebabkan oleh virus Corona. Pembelajaran di dalam ruang kelas yang sudah lazim bagi guru dan murid menjadi terhenti lebih dari satu tahun pelajaran. Pola membelajaran mengalami perubahan yang begitu mendasar dan tidak biasa. Pembelajaran menjadi beralih ke pembelajaran jarak jauh, dimana guru mengajar dari rumah dan murid belajar dari rumah.
Pembelajaran ini menuntut guru dan murid untuk lebih dinamis menghadapinya. Setiap Lembaga Pendidikan, termasuk sekolah, berupaya sedemikian rupa menyusun strategi pembelajaran yang tetap bermakna dan tetap dapat memberikan nilai-nilai Pendidikan kepada para murid meskipun pembelajaran dilakukan jarak jauh.
Pembelajaran jarak jauh tentu saja memerlukan sarana dan prasarana yang mungkin baru untuk beberapa sekolah apalagi yang berada di pelosok desa, seperti internet dan beberapa aplikasi untuk pembelajaran atau pertemuan daring. Di sinilah peranan teknologi informasi menjadi sesuatu yang sangat penting dimasa pandemi seperti ini. Dan hal ini merupakan ciri karakteristik dari abad ke-21 seperti yang di kutip oleh Prof. Dr. Sasmoko, M.Pd yang mengutip pendapat dari Kemendikbud, bahwa ciri abad 21 adalah tersedianya informasi dimana saja dan kapan saja (informasi), adanya implementasi penggunaan mesin (komputasi), mampu menjangkau segala pekerjaan rutin (otomatisasi) dan bisa dilakukan dari mana saja dan kemana saja (komunikasi).
Menurut Etistika Yuni Wijaya masa abad ke-21 ini sejak awal ditandai sebagai abad keterbukaan atau abad globalisasi, artinya kehidupan manusia pada abad ke-21 mengalami perubahan-perubahan yang fundamental yang berbeda dengan tata kehidupan dalam abad sebelumnya.
1
Dikatakan bahwa abad ke-21 adalah abad yang meminta kualitas dalam segala usaha dan hasil kerja manusia. Dengan kata lain abad ke-21 meminta sumberdaya manusia yang berkualitas, yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga yang dikelola secara professional sehingga membuahkan hasil unggulan. Tuntutan-tuntutan yang serba baru tersebut meminta berbagai terobosan dalam berfikir, penyusunan konsep, dan tindakan-tindakan. Dengan kata lain diperlukan suatu paradigma dan strategi baru dalam menghadapi tantangan-tantangan yang baru.
Bagi Pendidikan Al Azhar tantangan baru di abad ke-21 ini antara lain adalah bebasnya segala informasi masuk ke ruang-ruang belajar virtual anak, dapat menimbulkan peluang menjauhkan anak dari nilai-nilai Islami. Intensnya murid dengan penggunaan internet menyebabkan murid memiliki waktu dan kesempatan lebih banyak menyerap informasi, baik yang positif ataupun yang negative. Pada bagian lain seperti pembiasaan ibadah rutin yang biasa dilakukan di sekolah seperti, sholat berjamaah baik dzuhur, ashar ataupun sholat dhuha menjadi terhenti, maka kontrol terhadap pelaksanaan ibadah ini menjadi kembali beralih ke orang tua.
Maka salah satu tameng yang dapat menjaga murid dari pengaruh buruk informasi adalah dengan Pendidikan Islam yang sesuai dengan tuntutan zaman tentu saja.
Tantangan penting bagi Pendidikan Al Azhar adalah bagaimana menghasilkan manusia modern yang tetap memiliki adab yang luhur, ilmu yang cukup, aqidah dan akhlaq yang kuat, serta penguasaan teknologi yang mumpuni. Maka untuk mewujudkan itu semua Yayasan Pesantren Islam Al Azhar tentu saja harus turut menyusun paradigma dan strategi baru untuk tetap dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas, yang dapat menghasilkan sumberdaya manusia yang unggul dan beriman kepada Allah SWT. Serta turut membangun sistem Pendidikan Islam yang unggul dan modern sesuai dengan tuntutan zaman.
3
B. Tujuan
1. Memberikan masukan kepada YPI Al Azhar untuk menyusun strategi baru dalam Pendidikan Islam di lingkup YPI Al Azhar dan Yayasan kerja sama.
2. Memberikan kontribusi pemikiran untuk menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat.
3. Memenuhi syarat untuk mengikuti sertifikasi calon pimpinan di lingkungan YPI Al Azhar
C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup strategi yang dimaksud pada makalah ini meliputi strategi kebijakan YPI Al Azhar melalui Dirdikdasmen serta kebijakan sekolah dalam hal sarana prasarana pendidikan, kurikulum, kegiatan kemuridan, kegiatan keagamaan dan program kegiatan belajar mengajar.
D. Manfaat
1. Dapat memberikan ide untuk mengembangkan Sistem Pendidikan Islam yang khas dari Al Azhar.
2. Bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan Sertifikat Calon Pimpinan agar dapat berkontribusi lebih banyak dalam mengembangkan Pendidikan Al Azhar.
BAB II PEMBAHASAN A. Kondisi Pendidikan Al Azhar Sekarang
Pendidikan di lingkup YPI Al Azhar di bidangi oleh Dirdikdasmen yang membawahi sekitar 206 sekolah dari tingkat TK sampai dengan SMA dan 1 universitas di hampir lebih dari 10 provinsi di Indonesia. Hampir lebih dari 58 ribuan murid dan mahasiswa mengenyam Pendidikan Al Azhar. Ini merupakan kondisi yang sangat baik sebagai modal untuk berkontribusi terhadap dunia Pendidikan di Indonesia. Hal ini menandakan pula bahwa Lembaga Pendidikan Al Azhar telah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat luas.
Namun dengan tingginya persaingan dalam dunia Pendidikan tentu saja kita boleh khawatir jika suatu saat animo murid untuk belajar di lingkungan Pendidikan Al Azhar menurun. Maka untuk mengantisipasi hal ini perlu dilakukan beberapa hal pengembangan dari segi organisasi ataupun program kegiatan yang dilakukan oleh Dirdikdasmen ataupun oleh setiap unit sekolah.
Merupakan hal yang sangat penting Ketika YPI Al Azhar mulai menggaungkan tentang Pendidikan adab bagi murid-murid Al Azhar.
Karena hal ini merupakan pendidikan karakter yang sesuai dengan arah Pendidikan Nasional. Jika hal ini dapat dikemas dan dikembangkan dengan sangat baik tentu saja hal ini bisa menjadi point penting yang membuat Pendidikan Al Azhar masih di minati di era abad ke-21 dewasa ini.
Ada beberapa kondisi penyelengaraan Pendidikan Al Azhar saat ini yang perlu di cermati untuk mempersiapkan agar Pendidikan Al Azhar dapat bersaing dengan Lembaga Pendidikan lainnya, yaitu antara lain:
1. Belum tersosialisasinya “Blue Print” Pendidikan Al Azhar di Abad ke-21 ke setiap unit yang jumlahnya lebih dari 206 unit tadi.
5
2. YPI Al Azhar belum memiliki Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Al Azhar.
3. Belum memiliki Tenaga Widya Ishwara yang aktif mensosialisasikan program Pendidikan Al Azhar dan memberikan Pelatihan guru agar kompetensi guru-guru Al Azhar selalu terbarukan.
4. Belum adanya pelatihan terpadu untuk peningkatan kompetensi mengajar guru yang dilaksanakan secara Nasional yang berciri khas Pendidikan Al Azhar.
5. Belum adanya panduan untuk pelaksanaan Kurikulum yang mengajarkan nilai-nilai adab yang Islami.
6. Dari hasil Workshop Jurnalistik di sampaikan bapak Sobari bahwa Fakta Unit Al Azhar terkait Website (hasil observasi pihak YPI secara random):
� 37% belum memiliki website
� 31% memiliki website namun tidak aktif
� 30% website aktif
7. YPI Al Azhar belum memiliki system IT yang terpadu yang sangat friendly user dan multi fungsi, maksudnya mencakup semua aspek dari mulai informasi, administrasi, pembelajaran dan penilaian.
B. Kondisi yang diharapkan dari Pendidikan Al Azhar di masa yang akan datang.
Ciri abad 21 menurut Hernawan (dalam Hidayat dan Patras) 2 adalah meningkatnya interaksi antar warga dunia baik secara langsung maupun tidak langsung, semakin banyaknya informasi yang tersedia dan dapat diperoleh, meluasnya cakrawala intelektual, munculnya arus keterbukaan dan demokkratisasi baik dalam politik maupun ekonomi, memanjangnya jarak budaya antara generasi tua dan generasi muda, meningkatnya kepedulian akan perlunya dijaga keseimbangan dunia,
7
meningkatnya kesadaran akan saling ketergantungan ekonomis, dan mengaburnya batas kedaulatan budaya tertentu karena tidak terbendungnya informasi.
Karena makin kaburnya batas budaya tersebutlah Pendidikan Al Azhar harus hadir untuk tetap menghadirkan budaya dan Pendidikan Islam yang Rahmatan lil ‘alamiin, yang tetap dapat memberikan nilai-nilai yang positif, yang membentengi murid dari pengaruh buruk arus informasi yang tak terbendung. Oleh karen itu mutlak bagi YPI Al Azhar untuk mempersiapkan Strategi Pendidikan Al Azhar yang dapat bersaing di era global ini.
Ketika Islam mendapat stigma radikal, maka Pendidikan Al Azhar harus hadir dengan Pendidikan Islam yang teduh dan mencerdaskan, yang tetap menampilkan Islam yang Rahmatan lil ‘alamiin.
Ide pelaksanaan kurikulum pembelajaran adab yang terintegrasi dengan semua proses pembelajaran mutlak harus terealisasi. Dan untuk membangun itu semua diperlukan upaya serius yang dimulai dari sebuah perencanaan (blue print) yang baik dan terukur, sehingga memudahkan saat pelaksanaan program.
Selain perencanaan juga diperlukan restrukturisasi organisasi yang memungkinkan program berjalan berkesinambungan dan terus berkembang melalui dibentuknya Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Al Azhar. Lembaga ini merupakan kumpulan guru-guru terbaik di Al Azhar yang terbimbing oleh ahli Pendidikan yang berfungsi untuk merumuskan pola Pendidikan di lingkungan Al Azhar dan juga memberikan pembekalan dan pelatihan bagi guru-guru Al Azhar untuk mencapai kompetensi yang optimal. Dari Lembaga ini pula dapat dirumuskan pola penerapan kurikulum adab untuk Pendidikan Al Azhar. Selain itu Lembaga ini juga dapat bekerja sama dengan Kemendiknas dalam pengembangan Pendidikan, sehingga pola pengembangan Pendidikan Al Azhar dapat terus terbarukan sesuai dengan perkembangan yang terjadi di Kemendiknas. Hal ini akan memudahkan akses Yayasan ke Kemendiknas
sehingga hal ini dapat membantu Yayasan dalam menentukan arah kebijakan Pendidikan Al Azhar di masa-masa yang akan datang.
Pembelajaran abad ke-21 adalah pembelajaran yang tidak dapat lepas dari pemanfaatan Teknologi informasi. Hal ini sesuai dengan yang di usung oleh Hermawan (2006) bahwa format pendidikan abad 21 itu adalah:
1. Cyber (e-learning) dimana pembelajaran dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan internet
2. Open and distance learning dimana pembelajaran abad 21 dapat dilakukan dengan model pembelajaran jarak jauh, tidak terbatas dan dilakukan dengan memanfaatkan bantuan teknologi informasi dan komunikasi.
3. Quantum Learning, yaitu menerapkan metode belajar yang disesuaikan dengan cara kerja.
4. Cooperative Learning, yaitu pembelajaran yang menggunakan kelompok sebagai upaya menumbuhkan kerjasama antar
5. Society Technology Science, yaitu konsep interdisipliner yang diterapkan untuk mengintegrasikan permasalahan dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan masyarakat.
6. Accelerated Learning, yaitu mengembangkan kemampuan dalam menyerap dan memahami informasi secara cepat sehingga dapat meningkatkan kemampuan belajar secara lebih efektif.
Beradasarkan 6 hal di atas, maka Pendidikan Al Azhar kedepan harus memanfaatkan secara optimal teknologi informasi. Sementara itu berdasarkan fakta masih ada sekitar 30% unit Pendidikan Al Azhar belum memanfaatkan web site dan internet sebagai media informasinya. Oleh karena itu pembangunan dan pengembangan infrastruktur, sarana dan prasarana IT di seluruh unit Al Azhar harus mengalami percepatan.
Pengembangan Sistem Informasi Digital yang terpadu harus segera di buat. Pengembangan atau pembuatan Sistem informasi Digital terpadu ini harus di disain sendiri oleh YPI Al Azhar, sehingga aplikasi yang dibangun sangat sesuai dengan kebutuhan unit-unit sekolah Al Azhar.
Selain sarana dan prasarana IT tentu saja proses pembelajaran dalam kelas ataupun di luar kelas harus tetap di standarisasi, agar mutu lulusan Pendidikan Al Azhar tetap dapat bersaing dan berprestasi hingga
9
tingkat Internasional. Model-model pembelajaran abad 21 yang menekankan pentingnya berpikir tingkat tinggi harus terus di kembangkan.
Budaya literasi tetap perlu terus digalakan hingga murid-murid Al Azhar akan kaya dengan pengetahuan dengan tetap mengedepankan karakter yang unggul dan beradab.
C. Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan yang dapat dirumuskan antara lain adalah : 1. Pengkajian secara organisasi di tingkat YPI Al Azhar untuk membentuk
Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Al Azhar.
2. Pemilihan guru-guru berprestasi yang akan menduduki posisi sebagai Widya Ishwara di Lembaga tersebut
3. Pelatihan tingkat Nasional (Training of Trainer) bagi para guru terpilih tersebut.
4. Penyusunan Blue Print Kurikulum Pendidikan Al Azhar abad 21 dengan ciri khas mengedepankan tentang penerapan adab dalam proses pembelajarannya.
5. Sosialisasi Blue Print Kurikulum Pendidikan Al Azhar abad 21 kepada seluruh warga Al Azhar
6. Pelatihan Nasional Blue Print kurikulum Pendidikan Al Azhar abad 21.
7. Percepatan perbaikan sarana dan prasarana IT di seluruh unit Al Azhar.
8. Pengembangan atau pembuatan Sistem Informasi Digital Terpadu untuk semua unit Lembaga Pendidikan Al Azhar maupun Yayasan Kerja sama.
9. Monitoring dan evaluasi yang efektif, rutin dan terprogram di setiap unit Sekolah Al Azhar terhadap pelaksanaan pola pembelajaran abad 21.
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Pendidikan abad 21 adalah pendidikan bersifat dinamis sehingga memerlukan paradigma dan strategi yang baru. Salah satu strategi itu adalah restrukturisasi kelembagaan di lingkup Dirdikdasmen YPI Al Azhar dengan membentuk Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Al Azhar.
Agar menjadi Lembaga yang efektif dalam teknis penyusunan Kurikulum Pendidikan Al Azhar abad 21. Karena dengan terbentuknya lembaga ini akan terpisah lembaga birokrasi dan lembaga praktisi.
Selain restrukturisasi kelembagaan tentu saja perlu juga percepatan pada pembangunan dan pengembangan sarana prasarana Teknologi Informasi di setiap unit Pendidikan Al Azhar sebagai penunjang penting dalam Pendidikan Al Azhar abad 21.
Agar semua program dapat terlaksana dengan baik, maka perlu adanya monitoring evakuasi (Monev) yang rutin dan terprogram yanh dilakukan oleh Lembaga baru tersebut atau oleh Pengawas Pendidikan yang berada di bawah Direktorat Dikdasmen YPI Al Azhar.
B. Saran
Dari penulisan makalah ini dapat diberikan beberapa saran, antara lain adalah :
1. Pembentukan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Al Azhar ini dapat terealisasi, karena ini dapat juga menambah jenjang karir untuk guru.
2. Setiap perjanjian baru dengan Yayasan Kerja Sama wajib menyertakan syarat harus memiliki sarana dan prasarana IT yang memadai
3. Pelatihan guru untuk penguasaan IT dan pembelajaran abad 21 perlu terus digalakan di setiap unit Al Azhar sampai tingkat Nasional.
4. Penyeragaman platform aplikasi IT di setiap unit Al Azhar.
11
chanel-chanel media sosial baik berupa video ataupun berupa Podcast.
7. Memberikan apresiasi yang tinggi kepada guru-guru yang secara aktif dan kreatif membangun konten-konten pembelajaran di sosial media.
Daftar Pustaka
Admin, 2017. “Pendidikan Abad 21” [online]. Tersedia
https://pgsd.binus.ac.id/2017/08/08/pendidikan-abad- 21/. Di akses pada 25 Februari 2021 pukul 16.52
Admin, 2016. “TRANSFORMASI PENDIDIKAN ABAD 21 SEBAGAI TUNTUTAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI ERA GLOBAL”. [online]. Tersedia