• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Jati Diri PGRI

N/A
N/A
Muhamad Fikri Riski

Academic year: 2024

Membagikan "Makalah Jati Diri PGRI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH SEJARAH PENDIDIKAN DAN PGRI JATI DIRI PGRI

Dosen Pengampu : Drs. Slamet Hamid, M. Pd

Disusun oleh:

Muhamad Fikri Riski 202001500381

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN PENGETAHUAN SOSIAL

UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

2024

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai tempat berhimpunnya segenap guru dan tenaga kependidikan lainnya merupakan organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan yang berdasarkan Pancasila, bersifat independen, dan non politik praktis, secara aktif menjaga, memelihara, mempertahankan, dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa yang dijiwai semangat kekeluargaan, kesetiakawanan sosial yang kokoh serta sejahtera lahir batin, dan kesetiakawanan organisasi baik nasional maupun internasional.

Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya, kata “Indonesia”

ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia. Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian dari jati diri?

2. Apakah dasar dari jati diri PGRI 3. Apakah ciri-ciri dari jati diri PGRI

4. Apakah tujuan dan fungsi dari jati diri PGRI

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui pengertian dari jati diri 2. Untuk mengetahui dasar dari jati diri PGRI 3. Untuk mengetahui ciri-ciri dari jati diri PGRI

4. Untuk mengetahui tujuan dan fungsi dari jati diri PGRI

(3)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Jati diri

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang disusun pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Jati diri mengandung pengertian sebagai berikut:

1. Ciri – ciri, yaitu gambaran atau keadaan khusus seseorang atau suatu tanda/ identitas 2. Inti, jiwa, yaitu semangat dan daya gerak dari dalam (spiritualitas).

Berdasarkan pengertian tersebut di atas jati diri dari PGRI adalah sesuatu yang mengandung makna, jiwa semangat dan daya gerak dari dalam yang telah memberikan hidup kepada organisasi PGRI serta ciri-ciri khas yang dimiliki PGRI dan menjadi identitas organisasi PGRI yang mengikat dan dipegang teguh anggotanya.

Jatidiri pada hakikatnya adalah landasan filosofis yang menjadi norma dalam pola pikir, sikap perbuatan dan tindakan yang bersifat mengikat dan ditaati oleh para anggotanya. Jatidiri PGRI adalah perwujudan dari sifat-sifat yang khas PGRI yang tampak dalam nilai-nilai, pola pikir, sikap perbuatan, tindakan, perjuangan, dan profesionalisasi yang didasarkan pada falsafah Negara Pancasila dan UUD 1945, serta jiwa, semangat dan nilai-nilai 1945.

B. Dasar Jati Diri PGRI 1. Dasar Historis

Berdasarkan hakekat kelahirannya PGRI merupakan bagian dari perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Melalui profesi keguruan guru Indonesia berhimpun dalam organisasi PGRI untuk berjuang menyebarkan semangat perjuangan. Untuk merebut, menegakkan dan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan NKRI yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 2.

2. Dasar Idiologis-Politis

Secara Idiologis-politis, PGRI memiliki kewajiban untuk mewujudkan cita- cita kemerdekaan melalui pembangunan nasional dibidang pendidikan. PGRI memiliki tangggung jawab moral dan tanggung jawab dalam melaksanakan dan mewujudkan tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, terutama dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

(4)

3. Dasar Sosiologi dan IPTEK

Dalam perjuangan dan pengabdiannya, PGRI sangat tanggap dan aspiratif atas nasib anggotanya serta selalu bersifat responsif, adatif, inovatif, serta permisif- selektif, terhadap keadaan masyarakat serta perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi termasuk perkembangan zaman.

C. Ciri-Ciri Jati Diri PGRI 1. Nasionalisme

Nasionalisme artinya PGRI mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa yang merupakan modal dasar untuk mencapai cita-cita Proklamasi 1945, PGRI terikat untuk memperjuangkan, mempertahankan, dan melestarikan NKRI yang berdasarkan Pncasila dan UUD 1945.

2. Demokrasi

Demokrasi artinya PGRI adalah organisasi yang demokratis. Kedaulatan tertinggi organisasi, berada di tangan anggota yang dilaksanakan dengan sistem perwakilan, melalui kongres.

3. Kemitraan

Kemitraan artinya PGRI sebagai organisasi pejuang pendidik dan pendidik pejuang membela hak dan nasib pekerja pada umumnya dan guru pada khususnya.

Untuk itu diperlukan jiwa karsa dan kebersamaan yang kuat demi peningkatan kesejahteraan bersama.

4. Unitarisme

Unitarisme artinya PGRI adalah satu-satunya wadah, bagi guru Indonesia tanpa membedakan latar belakang, tingkat dan jenis pendidikan, tempat dan lingkungan kerja, golongan, agama, jenis kelamin, status, asal-usul, serta adat istiadat.

5. Profesionalisme

Profesionalisme artinya PGRI mengutamakan karya dan kekaryaan dalam usaha mempertinggi kesadaran, sikap, mutu, dan kemampuan profesionalnya.

6. Kekeluargaan

Kekeluargaan artinya PGRI menumbuhkan, mengembangkan, rasa senasib dan sepenanggungan, memiliki jiwa gotong royong, saling asah, asih, serta asuh antara sesama anggota.

7. Kemandirian

(5)

Kemandirian artinya bahwa dalam melaksanakan misinya PGRI bertumpu pada kepercayaan, dan kemampuan diri sendiri, tanpa keterikatan dan ketergantungan pihak lain. Namun demikian PGRI selalu membina hubungan dan kerjasama yang baik dengan pihak lain.

8. Non Partai Politik

Non Partai Politik artinya bahwa PGRI tidak mempunyai hubungan organisasi dengan kekuatan sosial politik manapun.

9. Jiwa Semangat dan Nilai-Nilai 1945

Jiwa semangat dan nilai-nilai 45 artinya bahwa PGRI konsekuen berusaha menegakkan dan melestarikan jiwa semangat nilai-nilai 1945 sebagai jiwa kejuangan bangsa kepada generasi penerus.

D. Tujuan dan Fungsi Jati Diri PGRI

Tujuan dari jatidiri PGRI adalah sebagai berikut:

1. Tegaknya keberadaan PGRI, tumbuhnya rasa bangga, rasa ikut memiliki.

2. Tercapainya Loyalitas, Dedikasi, Disiplin dan Kemampuan Profesional (LDDKP) yang tinggi dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya.

3. Memiliki kemampuan dalam mengantisipasi setiap perubahan akibat perkembangan masyarakat, ilmu dan teknologi.

4. Terwujudnya pengamanan, pengalaman dan pelestarian Pancasila dan UUD 1945, dan jiwa Semangat Nilai-Nilai 1945 dalam tubuh PGRI baik oleh organisasi maupun anggota-anggotanya.

Adapun fungsi Jatidiri PGRI adalah sebagai berikut:

1. Sebagai pedoman gerak perjuangan bagi anggota organisasi.

2. Sebagai sarana memasyarakatkan eksistensi dan misi organisasi.

3. Sebagai sarana perjuangan (kaderisasi) dalam rangka mempertahankan, meningkatkan dan mengembangkan organisasi.

4. Sebagai pembangkit motivasi perjuangan PGRI.

5. Sebagai wahana penerapan rasa kebanggan pada anggota/warga PGRI.

(6)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Jati diri PGRI adalah landasan filosofis yang menjadi norma dalam pola pikir, sikap, perbuatan dan tindakan yang bersifat mengikat dan ditaati oleh para anggotanya.

Jati diri PGRI didasarkan pada falsafah Negara Pancasila dan UUD 1945, serta jiwa, semangat dan nilai-nilai 1945.

Jati diri PGRI memiliki 9 ciri, yaitu:

1. Nasionalisme 2. Demokrasi 3. Kemitraan 4. Unitarisme 5. Profesionalisme 6. Kekeluargaan 7. Kemandirian 8. Non Partai Politik

9. Jiwa Semangat dan Nilai-Nilai 1945

Tujuan dari jati diri PGRI adalah:

1. Tegaknya keberadaan PGRI, tumbuhnya rasa bangga, rasa ikut memiliki.

2. Tercapainya Loyalitas, Dedikasi, Disiplin dan Kemampuan Profesional (LDDKP) yang tinggi dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya.

3. Memiliki kemampuan dalam mengantisipasi setiap perubahan akibat perkembangan masyarakat, ilmu dan teknologi.

4. Terwujudnya pengamanan, pengalaman dan pelestarian Pancasila dan UUD 1945, dan jiwa Semangat Nilai-Nilai 1945 dalam tubuh PGRI baik oleh organisasi maupun anggota-anggotanya.

Fungsi Jati Diri PGRI adalah:

1. Sebagai pedoman gerak perjuangan bagi anggota organisasi.

2. Sebagai sarana memasyarakatkan eksistensi dan misi organisasi.

(7)

3. Sebagai sarana perjuangan (kaderisasi) dalam rangka mempertahankan, meningkatkan dan mengembangkan organisasi.

4. Sebagai pembangkit motivasi perjuangan PGRI.

5. Sebagai wahana penerapan rasa kebanggan pada anggota/warga PGRI.

B. Saran

Dengan penyusunan makalah ini, kami berharap kepada pembaca khususnya para mahasiswa berikutnya dapat mengembangkan makalah ini supaya lebih sederhana dan lebih mudah dimengerti serta semoga pengetahuan mengenai JATIDIRI PGRI dapat diaplikasikan dalam kehidupan atau dapat digunakan dalam banyak aspek kehidupan

Referensi

Dokumen terkait