• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Kel 1 - Patologi Sosial

N/A
N/A
Putri Cahya Mega

Academic year: 2023

Membagikan "Makalah Kel 1 - Patologi Sosial"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

“Narkoba dan Minuman Keras”

Dosen Pengampu : Junierissa Marpaung, M.Psi.

Disusun Oleh : Kelompok 1

1. Pirly Putri Pertiwi ( 211170001 ) 2. Guntur Dwi Prasetyo ( 211170006 ) 3. Diyar Sampurno Jati ( 211170019 ) 4. Putri Cahya Mega M.J ( 211170021)

PROGRAM BIMBINGAN KONSELING

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

BATAM 2023

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah senantiasa melimpahkan nikmat yang tiada tara, yang tidak hentinya memberikan kesabaran dan kekuatan kepada penyusun sehingga dalam penulisan makalah ini penyusun senantiasa diberikan kemudahan.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Patologi Sosial dan Kriminalogi Dalam penyusunan makalah ini penyusun telah berusaha semaksimal mungkin agar penyajiannya sesuai dengan harapan dan tuntutan sebuah makalah yang sempurna.

Penyusun menyadari atas segala kekurangan dan keterbatasan, baik dari segi teknik maupun isi. Oleh karena itu, diharapkan makalah ini dapat memberikan sumbangan pemikiran yang berharga dalam dunia pendidikan, dan khususnya bagi saya sebagai penyusun makalah ini. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan segala kritik dan saran yang bersifat membangun bagi penyusun.

Batam, 06 Juni 2023

Kelompok 1

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Rumusan Masalah...1

C. Tujuan...1

BAB II PEMBAHASAN...2

I. NARKOBA...2

A. Definisi Narkoba...2

B. Cara Kerja Narkoba...2

C. Faktor Penyebab Penggunaan Narkoba...2

D. Akibat Penyalahgunaan Narkoba...3

E. Jenis Narkoba yang Sering Disalahgunakan...3

II. MINUMAN KERAS...4

A. Definisi Minuman Keras...4

B. Perspektif Hukum Terhadap Pengguna Minuman Keras...4

C. Faktor Penyebab Penyalahgunaan Minuman Keras...5

D. Dampak Minuman Keras...5

E. Upaya Pencegahan dan Penanggulangan...5

BAB III PENUTUP...7

A. Kesimpulan...7

DAFTAR PUSTAKA...8

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam awal perkembangannya, Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif lainnya (NARKOBA) dan minuman keras (MIRAS) dikenal dan dipergunakan manusia adalah untuk mengatasi berbagai masalah terutama untuk kepentingan kesehatan dan sosial; hanya saja selain dari pengaruh positifnya, bahan-bahan ini juga banyak mengandung pengaruh negatif yang sangat membahayakan kelangsungan hidup manusia. Pada masa-masa kemudian NARKOBA dan MIRAS ini tidak saja dipergunakan sebagai bahan-bahan untuk menunjang kesehatan namun dipergunakan untuk tujuan lain yaitu untuk menimbulkan rasa senang, tenang, tenteram, berani, kuat juga hebat bagi penggunanya; sampai pada perkembangan kemudian timbul gejala bahwa masyarakat banyak mengunakan bahan-bahan itu adalah untuk tujuan kedua tanpa kurang, bahkan mungkin tidak, memperdulikan lagi bagaimana pengaruhnya kemudian.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana penjelasan mengenai Narkoba ? 2. Bagaimana penjelasan mengenai Minuman Keras?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui penjelasan mengenai Narkoba.

2. Untuk mengetahui penjelasan mengenai Minuman Keras.

(5)

BAB II PEMBAHASAN

I. NARKOBA

A. Definisi Narkoba

Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Sementara menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan.

Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum.

B. Cara Kerja Narkoba

1. Ditelan, dimasukkan ke dalam mulut, obat akan meluncur ke pusat usus besar dan diserap ke dalam aliran darah di dalam pencernaan.

2. Disedot, gasnya seperti penggunaan lem, gas yang mengandung zat memabukkan itu menembus aliran darah yang ada dalam rongga hidung.

3. Dihisap seperti merokok, zat atau asap akan masuk ke dalam kantung-kantung udara di paru- paru dan diserap oleh pembuluh-pembuluh rambut (kapiler) ke dalam aliran darah.

4. Dioleskan di atas kulit, merasuk melalui pori-pori kulit ke dalam pembuluh darah rambut dan akhirnya ke aliran darah.

5. Disuntikkan, yaitu dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara melukai bagian tubuh dengan jarum untuk mencapai aliran darah.

C. Faktor Penyebab Penggunaan Narkoba

Berikut ini adalah berbagai faktor yang dapat membuat anak-anak dan remaja lebih berisiko terjerumus dan menjadi pecandu narkoba:

1. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan dari teman sebaya merupakan faktor risiko tertinggi penyalahgunaan narkoba pada remaja. “Ikut teman” atau “agar diterima di pergaulan” dapat memicu remaja untuk mulai mencoba narkoba hingga menjadi kecanduan.

Selain teman, anggota keluarga juga bisa menjadi faktor lingkungan yang membuat remaja kecanduan narkoba, terutama jika kondisi rumah tidak kondusif, misalnya karena tidak bisa menghadapi toxic parents atau kurang mendapatkan perhatian dari orang tua dan saudaranya.

2. Faktor Psikologis

Remaja yang mengalami stres berat, gangguan perilaku, atau masalah psikologis, seperti depresi dan gangguan cemas, lebih berisiko mengalami kecanduan narkoba. Bagi mereka, mengonsumsi narkoba bisa menjadi salah satu cara atau bahkan solusi untuk mengatasi berbagai masalah yang sedang mereka alami.

(6)

3. Faktor Genetik

Faktor keturunan juga menjadi salah satu faktor risiko penyalahgunaan narkoba pada remaja.

Seorang remaja berisiko besar menjadi pecandu narkoba jika ia memiliki orang tua atau saudara kandung yang juga mengalami kecanduan narkoba atau alkohol.

4. Rasa Ingin Tahu

Rasa ingin tahu juga bisa membuat remaja penasaran untuk mencoba narkoba hingga akhirnya menjadi seorang pecandu. Penelitian menunjukkan bahwa mencoba narkoba pada usia muda akan meningkatkan risiko menjadi pecandu di kemudian hari.

D. Akibat Penyalahgunaan Narkoba

Dampak yang cukup memberikan perubahan besar, yaitu dampak secara psikologis. Tentunya banyak sekali dampak psikologis yang dapat diakibatkan penggunaan narkoba seperti tegang/gelisah, lamban kerja, ceroboh dalam bekerja, hilangnya percaya diri, sulit berkonsentrasi, suka mengkhayal, curiga secara berlebihan, hilangnya kontrol pada diri sendiri, pemalas, keadaan emosi yang tidak stabil, perasaan tidak aman, perasaan kesal, tertekan, menjadi ganas dengan tingkah laku yang brutal, hingga dapat menyebabkan gangguan kejiwaan. Beberapanya dapat djelaskan sebagai berikut :

1. Merasa tegang/gelisah, dimana saat seseorang mencoba narkoba maka akan mengalami ketergantungan dan ingin mencobanya lagi. Hal ini membuat orang tersebut menjadi sering gelisah.

2. Lamban dalam bekerja, dimana saat seseorang mengkonsumsi narkoba akan membuatnya merasa “melayang/nge-fly” sehingga ia selalu merasa ingin bersantai dan bersenang-senang.

Hal itu dapat mempengaruhi kinerjanya dalam bekerja ataupun dalam melakukan sesuatu.

3. Perasaan tidak aman, yang muncul akibat kecemasan dan kekhawatiran karena mengetahui jika narkoba sebenarnya tidak boleh disalahgunakan. Resiko karena pelanggaran hukum juga akan menambah peraaan tidak aman bagi penggunanya, ketakutan nantinya tidak bisa menggunakan ketika butuh, ketakutan mengalami dampak yang semakin buruk dari hari ke hari, dan lain sebagainya.

4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan, dimana meskipun narkoba memberikan ketenangan dan perasaan melayang, hal itu hanya berlaku sesaat setelah penggunaan.

Setelahnya atau ketika pengaruhnya hampir habis, pengguna akan kehilangan ketenangan tersebut, kesulitan berkonsentrasi dan perasaan sedih akan mulai muncul.

5. Gangguan kesehatan mental sebagai dampak negatif dari penggunaan narkoba jangka panjang. Hal ini disebabkan kandungan di narkoba yang bisa memicu gangguan di otak. Baik dalam sistem saraf maupun fungsi otak. Hal ini dapat mengakibatkan otak mendapatkan pesan abnormal melalui jaringan. Bila syarat ini berlangsung, terdapat beberapa gangguan kesehatan mental yang kerap dialami oleh pengguna narkoba. Mulai dari paranoia, depresi, gangguan kecemasan, gangguan panik, serta juga halusinasi.

E. Jenis Narkoba yang Sering Disalahgunakan

1. Kokain

Kokain atau coke termasuk dalam jenis narkoba yang sangat adiktif dan bisa memengaruhi sistem saraf pusat. Obat yang terbuat dari ekstrak daun tanaman koka ini berbentuk bubuk atau kristal putih halus dan bisa digunakan dengan cara disuntik, dihisap, atau dihirup.

2. Ganja

Ganja mengacu pada daun, bunga, batang, dan biji dari tanaman Cannabis sativa yang dikeringkan. Jenis narkoba yang terkenal dengan sebutan “cimeng” ini biasanya digunakan dengan cara dihisap seperti rokok, dicampurkan ke dalam makanan, atau diseduh sebagai teh.

(7)

3. Ekstasi

Ekstasi adalah obat sintesis turunan obat amfetamin yang dikenal karena efek halusinasi dan stimulannya (membuat bersemangat). Jenis narkoba ini berisiko tinggi disalahgunakan dan bisa menyebabkan ketergantungan.

4. Heroin

Heroin atau putaw adalah jenis narkoba adiktif dari bunga opium poppy yang tumbuh di wilayah Asia, Meksiko, dan Amerika Selatan. Beberapa obat yang termasuk dalam golongan heroin dapat dimanfaatkan secara medis sebagai pereda nyeri. Bahkan, sifat pereda nyeri pada heroin sekitar 2–3 kali lebih kuat dari morfin.

5. Methamphetamine

Methamphetamine atau sabu-sabu adalah jenis narkoba stimulan yang bekerja pada sistem saraf pusat dan sangat adiktif. Sabu-sabu tersedia dalam bentuk bubuk kristal putih, tidak berbau, dan terasa pahit. Biasanya, sabu-sabu digunakan dengan cara ditelan, dihisap, atau disuntikkan.

II. MINUMAN KERAS

A. Definisi Minuman Keras

Minuman Keras (Miras) adalah minuman yang mengandung alkohol dan dapat menimbulkan ketagihan, bisa berbahaya bagi pemakainya karena dapat mempengaruhi pikiran, suasana hati dan perilaku, serta menyebabkan kerusakan fungsi-fungsi organ tubuh. Efek yang ditimbulkan adalah memberikan rangsangan, menenangkan, menghilangkan rasa sakit, membius, serta membuat gembira. Minuman Keras adalah minuman beralkohol suling jenis minuman keras yang biasanya diproduksi di negara-negara Asia Tenggara dan Asia Selatan. Arak terbuat dari fermentasi nira mayang kelapa, tebu, biji-bijian (misalnya beras, beras merah) atau buah, tergantung pada negara atau wilayah asalnya. Bahan distilat arak dapat dicampur, disimpan lebih lama dalam tong kayu, atau berulang kali disuling dan disaring tergantung pada rasa dan warna keinginan pembuatnya.

B. Perspektif Hukum Terhadap Pengguna Minuman Keras

Saat ini, hukum positif tentang minol (minuman beralkohol) hanya Keppres No 3/1997 dan perda- perda di beberapa daerah, namun regulasi antardaerah berbeda secara ekstrem. Melalui perda, pemda setempat bisa melarang total mulai dari produksi, kepemilikan, pengedaran, penjualan, penyimpanan, membawa, promosi, dan konsumsi minol. Meskipun keppres itu tetap mengikat, idealnya adalah penyesuaian dengan membuat suatu undang-undang (UU), sehingga pengaturan yang sama dapat mencakup seluruh penduduk dan daerah di Indonesia. Dengan UU, penetapan pidana dapat diperberat untuk pencegahan kejahatan. Situasi negeri ini menunjukkan adanya urgensi dan kebutuhan akan UU Miras. Aturan yang telah ada tidak memadai dengan terbukti banyaknya angka kriminalitas akibat miras. Syukurnya, seluruh fraksi DPR RI menyetujui masuknya usul Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Minuman Beralkohol ke dalam Program Legislasi Nasional Prioritas Tahun 2013.

Kendati dalam KUHP secara eksplisit sudah mengatur tentang miras, namun pasal-pasalnya perlu direvisi kembali karena banyak yang kurang tegas dan kurang mengenai substansi tentang miras itu sendiri, sehingga menyulitkan aparat keamanan untuk mengambil tindakan tegas. Untuk itu Rancangan KUHP kembali menyodorkan revisi pasal-pasal yang mengatur masalah minuman yang memabukkan, yang tertuang dalam Bab XVI tentang Tindak Pidana Kesusilaan Bab Ketujuh tentang Bahan yang Memabukkan. Dalam pasal 499 ayat 1 (a): “dipidana dengan pidana penjara paling lama

(8)

1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 30.000.000., setiap orang yang menjual atau memberi bahan yang memabukkan kepada orang yang nyata kelihatan mabuk”.

Dalam pasal 499 ayat 1 (b) : “Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp.30.000.000., setiap orang yang menjual atau memberi bahan yang memabukkan kepada orang yang belum berumur 18 tahun”. Selain itu juga diancam dengan hukuman serupa apabila memaksa orang meminum miras tersebut, ancaman hukuman diperberat menjadi 4 tahun penjara apabila mabuknya tersebut mengakibatkan orang lain luka berat. Apabila mengakibatkan orang lain meninggal dunia, orang yang mabuk dihukum maksimal 9 tahun penjara.

C. Faktor Penyebab Penyalahgunaan Minuman Keras

Banyak faktor yang dapat memengaruhi seseorang mengalami kecanduan alkohol, antara lain:

1. Faktor psikologis, seperti stres, depresi, dan kesulitan beradaptasi.

2. Faktor sosial, seperti dorongan dari orang lain untuk minum alkohol, serta ketersediaan alkohol di sekitar/

3. Faktor lingkungan, misalnya berada di lingkungan yang menganggap normal konsumsi alkohol secara berlebihan.

4. Faktor genetik, seperti memiliki orang tua dengan masalah kecanduan alkohol.

D. Dampak Minuman Keras

Menurut Puspitawati (2004) diantaranya adalah:

 Perubahan perangai atau perilaku seperti : yang biasanya periang tibatiba menjadi pemurung, mudah tersinggung dan cepat marah tanpa alasan yang jelas.

 Sering menguap dan menhantuk, malas, melamun dan tidak memperdulikan kebersihan dan penampilan diri.

 Menjadi tidak disiplin, atau sering kabur, baik di rumah maupun di sekolah.

 Nilai rapor atau prestasinya menurun.

 Bersembunyi di tempat gelap atau sepi agar tidak terlihat orang.

 Lebih banyak bergaul dengan orang-orang tertentu saja yang mempunyai ciri-ciri dan tanda- tanda diatas.

 Mencuri apa saja milik orang tua atau saudara untuk membeli minuman keras.

 Sering cemas, mudah stress atau gelisah, sukar tidur.

 Pelupa, seperti orang bego atau pikun.

 Mata merah seperti mengantuk terus atau memakai kacamata hitam.

E. Upaya Pencegahan dan Penanggulangan

Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah minuman keras adalah sebagai berikut:

1. Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan selalu ingat terhadap tujuan hidup kita.

2. Menjaga diri kita dari hal-hal yang sekiranya merusak dan tidak berguna bagi diri sendiri atau orang banyak.

3. Dapat membedakan mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan.

4. Menanamkan sifat yang baik dan memberi contoh yang baik pada kepada anggota keluarga agar tidak terjerumus pada minuman keras dan pergaulan yang tidak wajar.

Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi minuman keras sebagai berikut :

(9)

1. Mencari support system.

2. Menerapkan pola hidup sehat 3. Melakukan kegiatan positif

4. Mengatasi kecanduan minuman keras dengan bantuan medis 5. Detoksifikasi

6. Konseling dan terapi perilaku 7. Obat-obatan

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

NARKOBA dan MIRAS bukan merupakan masalah yang baru dalam kehidupan manusia, namun semakin ganas pengaruh yang ditimbulkannya membuat kita tidak bisa lagi menunggu sampai kapan ia menggerogoti setiap orang yang ada disekitarnya. Fenomena penyalahgunaan NARKOBA dan MIRAS sudah merambah kemana-mana tanpa mengenal siapa, bagaimana, dimana, dan kapanpun adanya. Sepertinya setiap orang yang sadar, akan sepakat mengatakan bahwa tidak ada toleransi lagi bagi keberadaan NARKOBA dan MIRAS ini.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

1. https://dprkp.pontianak.go.id/berita/tersosialisasikannya-informasi-bahaya-narkotika- da.html

2. https://bapassemarang.kemenkumham.go.id/berita-utama/rasa-penasaran-menjadi- salah-satu-alasan-konsumsi-narkoba

3. https://jambi.bnn.go.id/dampak-psikologis-dalam-penggunaan-

narkoba/#:~:text=Tentunya%20banyak%20sekali%20dampak%20psikologis,emosi

%20yang%20tidak%20stabil%2C%20perasaan

4. https://www.alodokter.com/jenis-jenis-narkoba-yang-penting-untuk-diketahui 5. http://repository.radenfatah.ac.id/15131/2/BAB%20II.pdf

6. https://media.neliti.com/media/publications/3127-ID-permasalahan-dan-segi-hukum- tentang-alkoholisme-di-indonesia.pdf

(11)

7. https://www.alodokter.com/kecanduan-alkohol

8. file:///C:/Users/ASUS/Downloads/PENYALAHGUNAAN%20KONSUMSI%20ALKOHOL

%20PADA%20MINUMAN%20KERAS%20BAGI%20REMAJA%20TERHADAP

%20KESEHATAN.pdf

9. https://smpn21purworejo.sch.id/menghindari-minuman-keras-judi-dan-pertengkaran- materi-pengayaan/

10.https://www.alodokter.com/mengatasi-kecanduan-alkohol-secara-efektif

Referensi

Dokumen terkait