• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Kelompok 4 Psikologi Belajar

N/A
N/A
azahra hardi cusinia

Academic year: 2024

Membagikan " Makalah Kelompok 4 Psikologi Belajar"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH PSIKOLOGI BELAJAR

“Pandangan Kognitif tentang Belajar”

Dosen Pembimbing Mata Kuliah:

Prof. Dr. Neviyarni S., M.S., Kons Prof. Dr. Herman Nirwana, M.Pd, Kons

Kelompok 4:

Azahra Hardi Cusinia (23151006) Maulida Fitri (23151014)

PROGRAM STUDI S2 BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2023

(2)

i

KATA PENGANTAR

Selalunya kita mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada umat manusia sehingga dapat merasakan pengalaman dan pembelajaran dalam kehidupan. Shalawat beriring salam senantiasa tercurahkan untuk Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari alam jahiliah menuju alam yang penuh ilmu pengetahuan dan teknologi yang kita rasakan pada saat ini sehingga kelompok dapat menyelesaikan makalah dengan judul pembahasan kelompok yaitu “Pandangan Kognitif tentang Belajar”

Dengan adanya makalah ini, harapan kami dengan dapat menjadi referensi dalam pembelajaran Psikologi Belajar.

Tentunya besar harapan kami untuk dapat diberikan kritikan serta saran yang bersifat membangun terhadap kekurangan-kekurangan. Atas perhatian kami mengucapkan terima kasih serta semoga makalah ini memberikan manfaat terhadap wawasan dan pengatahuan kita bersama.

Padang, 12 Oktober 2023

Kelompok 4

(3)

ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Tujuan ... 2

BAB II PEMBAHASAN ... 3

A. Definisi Belajar ... 3

B. Model Pemrosesan Informasi ... 4

BAB III PENUTUP ... 10

A. Kesimpulan ... 10

B. Saran ... 10

DAFTAR PUSTAKA ... 11

(4)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Secara bahasa kognitif berasal dari bahasa latin ”Cogitare” artinya berfikir.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kognitif berarti segala sesuatu yang berhubungan atau melibatkan kognisi, atau berdasarkan pengetahuan faktual yang empiris. Dalam pekembangan selanjutnya, istilah kognitif ini menjadi populer sebagai salah satu wilayah psikologi, baik psikologi perkembangan maupun psikologi pendidikan. Dalam psikologi, kognitif mencakup semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental manusia yang berhubungan dengan masalah pengertian, pemahaman, perhatian, menyangka, mempertimbangkan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, membayangkan, memperkirakan, berpikir, keyakinan dan sebaganya.

Teori kognitf pada awalnya dikemukakan oleh Dewwy, dilanjutkan oleh Jean Piaget, Kohlberg, Damon, Mosher, Perry dan lain-lain, yang membicarakan tentang perkembangan kognitif dalam kaitannya dengan belajar. Kemudian dilanjutkan oleh Jerome Bruner, David Asubel, Chr. Von Ehrenfels Koffka, Wertheimer dan sebagainya. Bagi penganut aliran ini, belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antar stimulus dan respons. Namun lebih dari itu, belajar melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Belajar melibatkan prinsip- prinsip dasar psikologi, yaitu belajar aktif, belajar lewat interaksi sosial dan lewat pengalaman sendiri.

Teori belajar kognitif muncul dilatarbelakangi oleh ada beberapa ahli yang belum merasa puas terhadap penemuan-penemuan para ahli sebelumnya mengenai belajar, sebagaimana dikemukakan oleh teori Behavior, yang menekankan pada hubungan stimulus-responsreinforcement. Munculnya teori kognitif merupakan wujud nyata dari kritik terhadap teori Behavior yang dianggap terlalu naïf, sederhana, tidak masuk akal dan sulit dipertanggungjawabkan secara psikologis.

(5)

2

Menurut paham kognitif, tingkah laku seseorang tidak hanya dikontrol oleh reward (ganjaran) dan reinforcement (penguatan). Tingkahlaku seseorang senantiasa didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan untuk mengenal atau memikirkan situasi di mana tingkahlaku itu terjadi. Dalam situasi belajar, seseorang terlibat langsung dalam situasi itu dan memperoleh pemahaman atau insight untuk pemecahan masalah. Paham kognitifis berpandangan bahwa, tingkahlaku seseorang sangat tergantung pada pemahaman atau insight terhadap hubungan-hubungan yang ada di dalam suatu situasi.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana definisi belajar menurut pandangan kognitif?

2. Bagaimana model pemrosesan informasi menurut pandangan kognitif?

C. Tujuan

3. Untuk mengetahui definisi belajar menurut pandangan kognitif

4. Untuk mengetahui model pemrosesan informasi menurut pandangan kognitif

(6)

3 BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Belajar

Belajar adalah proses mencoba untuk menghasilkan kecerdasan atau pengetahuan tentang berlatih, mengubah perilaku atau tanggapan sebagai hasil dari hal yang telah terjadi Slameto (2010). Oleh karena itu belajar adalah sebuah proses suatu proses yang melibatkan berubahnya sebuah tingkah laku individu dalam ranah pengetahuan, sikap serta skill agar dapat menjalani hidup dengan baik. Dari tiga aspek tersebut adalah tujuan yang meski terpenuhi di setiap pengalaman belajar. Rancangan dalam pelajaran dapat digunakan sebagai bentuk dari sebuah pilihan. Maksudnya adalah sebagai guru meski mencari rancangan dari pelajaran yang memiliki pengaruh baik, agar tercapainya sebuah tujuan dari belajar tersebut, sekaligus memberikan banyak hal terhadap siswa agar mampu mendalami kemampuan, minat, serta bakat yang ada.

Ciri dari pandangan kognitif adalah berupa perubahan pemikiran selama terjadinya proses pembelajaran, proses informasi baru yang didapatkan didasarkan atas proses mental yang terjadi, dan hal ini menjadi suatu hal yang ditekankan dalam pandangan kognitif, contohnya memperhatikan penjelasan, menafsirkan grafik, atau menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan sebelumnya.

Pandangan teori kognitif mendefinisikan belajar sebagai perubahan yang relatif lama, dan berdasarkan struktul mental hal ini dikarenakan karena terjadinya interaksi individu dengan lingkungannya.

Interaksi yang terjadi antara individu dan lingkungannya menjadi pengalaman yang akan terekam dalam memori seseorang, pandangan kognitif menilai bahwa suatu pembelajaran terjadi dalam proses kognisi itu sendiri (kognitif), jadi pengetahuan yang didapatkan peserta didik, adalah dari proses dia mempelajari, megulang pelajaran, walaupun terjadi proses interkasi antara pendidik, dan peserta didik, yang mengajarkan pengetahuan, namun yang

(7)

4

membekas dari teori ini adalah proses kognitifnya, bukan interaksi yang terjadi diluar peserta didik

B. Model Pemrosesan Informasi

Pengelohan informasi didefinisikan sebagai tahap yang terlaksanakan kepada peserta didik agar mendapatkan informasi, memantaunya, serta mengembangkan strategi terkait informasi, dengan suatu pendekatan yang berfokus pada proses memori dan cara berpikir. Teori pembelajaran pemrosesan informasi adalah bagian dari pembelajaran cybernetik. Menurut teori pembelajaran, belajar hanyalah pemrosesan informasi. Seperti halnya psikologi kognitif, sibernetika membahas dari proses penting hasil pembelajaran, namun yang paling utama dari proses itu yaitu bagian informasi ini akan menjadi penentuan akhir dari hasil belajar. Menurut teori cybernetik, dalam pembelajaran tidak ada bagian dari proses dalam kategori sempurna bagi setiap keadaan seta kesesuaian bagi peserta didik. Landasan ini berdasarkan atas pemahaman mengenai sistem informasi mempunyai pengaruh teramat besar atas cara setiap individu belajar. Dari pemaparan tersebut saat peserta didik mendapatkan informasi dengan sebuah proses dengan begitu mereka mampu mendapatkan informasi melalui proses, serta siswa lainnya bisa mendapatkan informasi yang sama melalui kegiatan belajar yang tidak sama (C. Asri Budiningsih, 2005).

Teori belajar penggolahan informasi juga mencangkup pada teori kognitif yang menjelaskan tentang belajar merupakan tahap yang ada dalam diri yang tidak bisa dilihat secara langsung serta merupakan sebuah kemampuan dalam hal merespon keadaan. Akan tetapi kemampuan daya tampung ingatan kerja manusia terbatas. Agar terkurangnya beban pada memori kerja, serta leih memokuskan fokus pada kemampuan belajar, dan urutan pembelajaran. Kemampuan dalam menerima rangsangan dari lingkungan pada pengorganisasi data serta pemecahan masalah, mencari menemukan konsep memakai simbol verbal serta nonverbal disebut sebagai pemrosesan informasi. Menurut Aminah Rehalat (2014) terdapat 3 dasar penting teori pemrosesan informasi yaitu:

(8)

5

 Pengetahuan awal

 Tujuan dari sebuah rancagan yang mengacu pada kognitif

 Terjadinya respon balik (feedback).

Pemrosesan informasi sediri memiliki kaitan dengan proses perkembangan dimana proses perkembangan itu sediri adalah hasil kumulatif belajar, pada pembelajaran, informasi didapatkan lalu dikelola sehingga mendapatkan hasil belajar. Dalam keadaan dari diri seseorang melalui prses kongnitif. Bagaiamana cara seseorang dalam merespon interaksi pada keadaan dari luar (stimulus pada lingkungan) selama proses informasi, serta interaksi memperoleh keberhasilan dalam belajar. Belajar juga diartikan sebagai hasil dari olahan informasi berupa human capital yang mencangkup informasi verbal, kemampuan intelektual, strategi kognitif, sikap, maupun keterampilan motorik.

Teori belajar kognitivisme lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajar itu sendiri. Teori ini lebih menaruh perhatian dari pada peristiwa- peristiwa Internal. Belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respons sebagaimana dalam teori behaviorisme, lebih dari itu belajar dengan teori kognitivisme melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks Nurhadi (2020).

1. Long Term Memory

Long term memori dianalogikan sebagai harddrive komputer, sejumlah besar informasi disimpan dalam penyimpanan yang jika pada komputer, maka sifatnya terbatas, hanya saja pada manusia, tidak ada batasan untuk menyimpan informasi-informasi yang ditemukan, pengetahuan jangka panjang mencakup register sesoris khusus berupa visual, pendengaran, taktil, pengucapan, panciuman, dan lain-lain. Proses kognitif kotemporer menerima informasi berdasarkan beberapa jenis, diantaranya deklaratif, deklaratif adalah mengetahui sesuatu berdasarkan “apa”.

a. Pengetahuan deklaratif dibagi menjadi dua ingatan khusus

(9)

6

1) Memori semantik, atau pengetahuan umum tentang dunia

2) Memori episodik, pengetahuan tentang pengalaman hidup kita sendiri

Pada memori ini, hal yang ditanyakan dan dijawab adalah, seperti, apa warna apel, mengapa tumbuhan berwarna hijau, apa yang dosen sampaikan terkait dengan pembelajaran kemaren?

b. Pengetahuan prosedural “mengetahui bagaimana”, pengetahuan kita tentang bagaimana melakukan tugas, ciri dari pengetahuan ini adalah kita tidak dapat secara langsung dan sadar memanggil memori ingatan yang ada di long term memory,

c. Pengetahuan bersyarat adalah “mengetahui kapan dan mengapa”

menerapkan pengetahuan deklaratif dan prosedural. Dibutuhkan pengetahuan bersyarat siswa untuk menentukan kapan harus menerapkan prosedur matematika yang tepat (misalnya, penambahan, pengurangan, pembagian, perkalian) untuk memecahkan masalah cerita.

2. Sort Term

Memori jangka pendek (short term memory) adalah bagian pemrosesan seperti aritmatika mental dilakukan. Keterbatasan kapasitas memori jangka pendek mengakibatkan informasi hanya bertahan sementara, sehingga diperlukan metode tertentu untuk dapat mempertahankan informasi lebih lama. Terdapat dua cara untuk meningkatkan kinerja memori jangka pendek yaitu pengulangan dan pengelompokkan. Very Julianto, (2017:138).

3. Metakognisi

Pengetahuan seseorang tentang kognisinya, atau “knowing about know

disebut sebagai metakognisi dalam buku Roxana Moreno (2010: 214). Model

(10)

7

pemrosesan informasi tradisional tidak memasukkan metakognisi, tetapi baru- baru ini dimasukkan setelah penelitian mengungkapkan betapa pentingnya hal itu dalam mengelola semua proses kognitif. Pengetahuan metakognitif merujuk pada pengetahuan umum tentang bagaimana manusia mempelajari sesuatu dan menyerap informasi. Contohnya, secara sadar kita belajar sambil mendengarkan musik karena dengan cara itulah kita belajar lebih baik. Pada dasarnya sebelum kita melakukan hal tersebut, terlebih dahulu kita tahu bahwa menurut beberapa penelitian musik bisa membantu belajar lebih mudah.

Pengetahuan tersebut kita sandingkan dengan pertanyaan yang kita buat dalam pikiran kita sendiri, yaitu: “Apa yang bisa membuat saya lebih mudah belajar.

4. Keberagaman dalam Pemrosesan Informasi

Berikut beberapa pemaparan tentang keberagaman dalam pemrosesan informasi:

a. Perbedaan memori sensorik.

Memori sensorik adalah kemampuan untuk mempertahankan kesan informasi sensorik setelah stimulus asli berhenti. Ia bertindak sebagai penyangga rangsangan yang diterima melalui lima indera tradisional:

penglihatan, pendengaran, rasa, penciuman, dan sentuhan, secara akurat tetapi sangat singkat. Setiap indera memiliki memori sensoriknya sendiri, yang secara singkat menyimpan informasi yang masuk melalui organnya;

misalnya, memori ikonik menyimpan informasi sensorik visual selama sekitar 1/2 hingga 1 detik, sedangkan memori gema menyimpan informasi pendengaran selama 2-3 detik. Memori sensorik adalah jenis memori jangka pendek yang menyimpan informasi untuk jangka waktu yang sangat singkat, biasanya kurang dari satu detik, sebelum mentransfernya ke memori jangka pendek.

b. Perbedaan perhatian.

(11)

8

Perhatian adalah kemampuan untuk memproses informasi secara sadar dari sejumlah besar informasi yang tersedia.Perhatian memainkan peran penting dalam proses belajar dan memori.

c. Perbedaan dalam memori kerja.

Memori kerja adalah salah satu komponen dari struktur memori manusia yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara informasi yang sedang diproses dan digunakan dalam aktivitas kognitif.

Memori kerja memiliki kapasitas yang terbatas dan informasi di dalamnya hanya mampu bertahan kurang lebih 15 detik apabila tanpa usaha berulang-ulang atau latihan. Informasi dapat disajikan dalam bentuk yang berbeda dari stimulus aslinya. Pemrosesan atau penerjemahan informasi dilakukan dalam memori kerja. Selama penerjemahan, informasi dapat ditransfer dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Memori jangka panjang adalah kumpulan informasi faktual yang disimpan dalam ingatan kita untuk keperluan di masa yang akan datang. Proses retrieval adalah proses mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkan dari memori jangka panjang.

d. Perbedaan memori jangka panjang.

Memori jangka panjang adalah salah satu komponen dari struktur memori manusia yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi yang dapat diingat kembali di masa yang akan datang. Memori jangka panjang memiliki kapasitas yang jauh lebih besar daripada memori jangka pendek dan informasi yang disimpan di dalamnya dapat bertahan selama bertahun-tahun. Memori jangka panjang dapat diakses melalui proses retrieval, yaitu proses mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkan dari memori jangka panjang.

e. Perbedaan metakognisi

(12)

9

Metakognisi adalah kesadaran, keyakinan, dan pengetahuan seseorang tentang proses dan cara berpikir pada hal-hal yang mereka pelajari. Ini melibatkan pemantauan, pengaturan, dan penilaian terhadap proses kognitif. Metakognisi fokus pada pemahaman seseorang tentang pengetahuan dan pemrosesan informasi yang mereka lakukan.

(13)

10 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Pandangan teori kognitif tentang belajar menekankan pada pentingnya proses mental dalam pembelajaran dan perkembangan kognitif. Teori-teori ini dapat membantu individu untuk memahami bagaimana proses belajar terjadi dan bagaimana cara terbaik untuk meningkatkan pembelajaran dan perkembangan kognitif.

Teori kognitif tentang belajar menekankan pada proses mental yang terjadi dalam pikiran individu selama pembelajaran. Teori ini menggambarkan bahwa belajar terdiri dari beberapa proses, antara lain, analisis, mengolah informasi, prediksi, dan problem solving. Teori ini lebih mengutamakan proses belajar daripada hasil belajarnya. Dengan menerapkan teori ini, individu dapat lebih mudah untuk menjalankan proses belajar dan menyelesaikan permasalahan yang akan datang.

B. Saran

Saran dari makalah ini yaitu agar penulis dapat menambah literature lain mengenai pengertian istilah-istilah penting yang terdapat dalam tulisan agar pembaca dapat mudah mengerti.

(14)

11

DAFTAR PUSTAKA

Anas Suprapto. (2015). Pengembangan Metodologi Pembelajaran PAI melalui teori pemrosesan informasi dan teori neuroscience. J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, No 2 Vol 1

Aminah Rehalat. (2014). Model Pembelajaran Pemrosesan Informasi. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, Vol 23 No 2

C. Asri Budiningsih. (2005). Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta: Rineka Cipta.

Nurhadi. (2020) “Teori Kognitivisme serta Aplikasinya dalam Pembelajaran," Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, No 4 Vol 2

Roxana, Moreno. 2010. Educational Psychology. Mexico: John Willey & Son, Inc.

Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, Yogyakarta:

Rineka Cipta.

Very, Julianto, 2017. Meningkatkan Mmeori Jangka Pndek dengan Karawitan. Jurnal Ilmiah Psikologi. Vol. 2 (2).

Referensi

Dokumen terkait