• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODEL BISNIS PLAN DAN PEMBUATAN BISNIS PLAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN; ANALISIS ASPEK PASAR/ KEBUTUHAN PASAR DALAM EDUPRENEURSHIP; ANALISIS ASPEK OPERASIONAL; ANALISIS ASPEK KEUANGAN

N/A
N/A
Anis

Academic year: 2023

Membagikan "MODEL BISNIS PLAN DAN PEMBUATAN BISNIS PLAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN; ANALISIS ASPEK PASAR/ KEBUTUHAN PASAR DALAM EDUPRENEURSHIP; ANALISIS ASPEK OPERASIONAL; ANALISIS ASPEK KEUANGAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MODEL BISNIS PLAN DAN PEMBUATAN BISNIS PLAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN; ANALISIS ASPEK PASAR/ KEBUTUHAN

PASAR DALAM EDUPRENEURSHIP; ANALISIS ASPEK OPERASIONAL; ANALISIS ASPEK KEUANGAN

Dosen pengampu: Dr. Rohmatun Lukluk Isnaini, M.Pd.

Disusun oleh:

Dewi Nur Azizah 20104020039 Azhar Maulana 20104020061

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA

2023

(2)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “MODEL BISNIS PLAN DAN PEMBUATAN BISNIS PLAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN; ANALISIS ASPEK PASAR/ KEBUTUHAN PASAR DALAM EDUPRENEURSHIP; ANALISIS ASPEK OPERASIONAL; ANALISIS ASPEK KEUANGAN” dengan tepat waktu.

Shalawat serta salam senantiasa kami haturkan kepada Nabi Muhammad SAW. yang kita nantikan syafa’atnya di yaumul qiyamah. Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Tarjamah.

Kami mengucapkan terimakasih kepada Dr. Rohmatun Lukluk Isnaini, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Metode Penelitian yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan serta wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini sehingga dapat tersusun dengan baik.

Tentu saja dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena hal tersebut kami memohon maaf yang sebesarbesarnya. Kritik dan saran dari teman teman sangatlah penulis harapkan agar makalah ini dapat menjadi lebih baik.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati penulis menyadari bahwa hanya kepada Allah kita menyerahkan segalanya. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Aamiin.

Yogyakarta, 29 Mei 2023

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I: PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan masalah ... 2

C. Tujuan perumusan ... 2

BAB II: PEMBAHASAN A. Pengertian Model Bisnis Plan ... 3

B. Macam-Macam Model Bisnis Plan ... 3

C. Bisnis Plan ... 4

D. Cara Pembuatan Bisnis Plan ... 6

E. Analisis Aspek Pasar ... 6

F. Analisis Aspek Operasional ... 7

G. Analisis Aspek Keuangan ... 9

BAB III: PENUTUP A. Kesimpulan ... 10

B. Saran ... 10

DAFTAR PUSTAKA ... 11

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu sektor yang memiliki dampak yang signifikan dalam perkembangan individu dan masyarakat. Dalam era yang terus berkembang ini, bisnis di bidang pendidikan atau edupreneurship telah menjadi tren yang semakin populer. Semakin banyak individu yang tertarik untuk membuka bisnis pendidikan, mulai dari lembaga pendidikan formal, pusat pelatihan, kursus online, hingga penyedia jasa bimbingan belajar.

Namun, tidak semua bisnis pendidikan sukses. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dan direncanakan dengan baik agar bisnis pendidikan dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan keuntungan yang memadai. Salah satu langkah kunci dalam memulai bisnis pendidikan yang sukses adalah dengan merancang model bisnis plan yang komprehensif dan terperinci.

Model bisnis plan membantu pengusaha pendidikan dalam mengidentifikasi target pasar yang tepat, mengembangkan strategi pemasaran yang efektif, merencanakan kebutuhan operasional, dan mengelola aspek keuangan dengan baik. Dengan merancang bisnis plan yang solid, pengusaha pendidikan dapat mengantisipasi tantangan yang mungkin dihadapi, memaksimalkan peluang bisnis, dan meminimalkan risiko kegagalan.

Dalam latar belakang makalah ini, penting untuk menyadari bahwa dunia pendidikan terus mengalami perubahan yang cepat. Perkembangan teknologi, tren pembelajaran online, dan pergeseran dalam preferensi konsumen adalah beberapa faktor yang mempengaruhi bisnis pendidikan saat ini. Oleh karena itu, merancang model bisnis plan yang adaptif dan inovatif sangat penting untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada.

Makalah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang pentingnya model bisnis plan dalam bidang pendidikan, serta langkah-langkah dan poin- poin penting yang harus dipertimbangkan dalam merancangnya. Dengan pemahaman yang mendalam tentang aspek pasar, operasional, dan keuangan, pengusaha pendidikan akan dapat mengambil keputusan yang lebih baik dan meningkatkan peluang kesuksesan bisnis mereka di industri pendidikan yang kompetitif.

(5)

B. Rumusan Masalah

a. Apa pengertian model bisnis?

b. Apa saja macam-macam model bisnis?

c. Apa pengertian business plan?

d. Bagaimana proses pembuatan business plan?

e. Bagaimana analisis aspek pasar?

f. Bagaimana analisis aspek operasional?

g. Bagaimana analisis aspek keuangann?

C. Tujuan Perumusan

a. Mengetahui pengertian model bisnis b. Mengetahui macam-macam model bisnis c. Mengetahui pengertian business plan

d. Mengetahui proses pembuatan business plan e. Mengetahui analisis aspek pasar

f. Mengetahui analisis aspek operasional g. Mengetahui analisis aspek keuangan

(6)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Model Bisnis Plan

Menurut zu KnyphausenAufseß & Meinhardt, 2002 dalam Nur Afia, dkk 2019 model bisnis adalah representasi yang disederhanakan dari usaha yang bertujuan laba dan terdiri dari elemen-elemen penting dan interkoneksinya. Menurut (Schallmo, 2013) Model bisnis adalah logika dasar perusahaan yang menggambarkan nilai yang diciptakan untuk pelanggan dan mitranya, bagaimana nilai tersebut diciptakan, dan bagaimana nilai yang diciptakan mengalir kembali ke perusahaan sebagai pendapatan. Nilai yang diciptakan memungkinkan untuk diferensiasi dari pesaing, konsolidasi hubungan pelanggan, dan realisasi keunggulan kompetitif.

B. Adapun macam-macam model bisnis yang banyak hadir di Indonesia adalah:

1. Franchise

Franchise menurut Abdurahman dalam Ensiklopedia Ekonomi dan Keuangan Perdagangan adalah suatu persetujuan atau perjanjian antara leveransir dan pedagang eceran atau pedagang besar, yang menyatakan bahwa yang tersebut pertama itu memberi kepada yang tersebut terakhir.

Sedangkan dalam pasal 27 huruf a UU No.9 tahun 1995, pola waralab atau franchise diartikan sebagai hubungan kemitraan yang di dalamnya pemberi waralaba (franchisor) memberikan hak penggunaan lisesnsi, merek dagang dan saluran distribusi perusahaannya kepada penerima waralaba (franchise) dengan disertai bantuan bimbingan manajemen.

Contohnya dalam dunia pendidikan adalah les membaca AHE, PRISMA, ABAMA.

2. Subscription

Subscription business model atau SCM sudah sangat berkembang menjadi pendekatan yang cukup strategis guna melakukan pengelolaan pendapatan, pertumbuhan serta brand loyalty untuk semua jenis bisnis yang ada di semua industri.

Dengan menggunakan model bisnis ini tentunya pelanggan bisa mendapatkan akses terkait produk jualnya secara berkelanjutan.

(7)

Subscription business model tentunya dibedakan dengan adanya model bisnis lain yang sesuai fokus utama mereka yaitu prediktabilitas, nilai dan hubungan pelanggan.

Selain itu juga meletakkan fokus pada retensi dan justru bukan pada akuisisi pelanggan sehingga model bisnis yang satu ini mampu menghasilkan pendapatan dengan cara jumlah pembayaran pelanggan pada akses jangka panjang atas barang ataupun layanan perusahaan.

Contohnya dalam dunia pendidikan adalah zoom, ruang guru, mendeley.

3. Marketplace

Marketplace adalah penyediaan platform di mana para vendor dapat berkumpul dalam menjual produk atau layanan mereka kepada pelanggan yang telah melalui proses kurator. Kegunaan marketplace di sini adalah mempertemukan antara vendor dengan pelanggan yang tepat

Contohnya dalam dunia pendidikan adalah shopee (toko buku), aplikasi e-book (playstrore), marketplace guru.

4. Dropship

metode pemenuhan ritel di mana toko tidak menyimpan stok produk yang dijualnya.

Proses dari usaha dengan model bisnis ini adalah sebuah toko menjual produk dengan membeli barang dari pihak ketiga lalu mengirimkannya langsung ke pelanggan.

Contohnya dalam dunia pendidikan adalah jasa pembuatan seragam, jasa pembuatan hardcover ijazah

5. Manufacture

Model bisnis pertama adalah manufaktur. Bisa dikatakan, ini adalah model bisnis yang cukup tua. Sebabnya, model bisnis ini bertumpu pada penggunaan bahan baku untuk membuat produk baru dengan menambahkan nilai pada produk itu untuk kemudian dijual.

Contohnya adalah pembuatan alat-alat praktikum penunjang pembelajaran.

C. Bisnis Plan

Perencaaan bisnis atau bisnis plan merupakan suatu tindakan atau hal yang harus dilakukan untuk setiap pelaku usaha. Rencana bisnis biasanya digunakan dalam bidang usaha sebagai suatu elemen penting dari proses perencanaan untuk memulai usaha bisnis.

(8)

Perencanaan bisnis juga telah menjadi suatu perhatian besar dari para ahli kewirausahaan dan strategi sebagai suatu aktivitas sentral untuk memahami lingkungan bisnis dan mengidentifikasi tindakan yang akan dilakukan. Tujuan dilakukannnya rencana bisnis adalah untuk mendefinisikan bisnis dan menjelaskan sedetail mungkin bagaimana usaha tersebut dapat berjalan di pasar saat ini [ CITATION Hor02 \l 1033 ].

Business Plan adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang menggambarkan semua unsur-unsur yang relevan baik internal maupun eksternal mengenai perusahaan untuk memulai usaha. Isinya sering merupakan perencanaan terpadu,menyangkut pemasaran, permodalan, mahufaktur dan sumber daya manusia [ CITATION Sup19 \l 1033 ]. Melihat pentingnya pembuatan perencanaan bisnis pada setiap usaha, permasalahannnya adalah masih banyak pelaku- pelaku usaha kecil yang ada khususnya di daerah kelurahan Mabar yang belummengetahui bagaimana cara pembuatan dan pengetahuan apa saja yang harus diketahui dalam membuat perencanaan bisnis, dengan demikian.

Adapun tujuan dibuatnya rencana bisnis yaitu:

1. Meyakinkan investor tentang usaha yg kita kelola akan menjadi lebih maju dan lebih menguntungkan.

2. Untuk mendapatkan modal dari para investor yang akan memodali usaha tersebut.

3. Mendatangkan rekan bisnis yang dapat diajak bekerja sama.

4. Memfokuskan tujuan untuk memajukan bisnis menjadi lebih baik.

5. Menentukan perkembangan usaha.

6. Memperkecil kerugian dan resiko yang akan timbul di kemudian hari [ CITATION Kha19 \l 1033 ].

Komponen yang harus ada di dalam business plan:

1. Executive Summary Perusahaan (Menjelaskan secara singkat dan padat isi dari business plan yang dibuat)

2. Deskripsi Perusahaan (Meliputi sejarah perusahaan, visi dan misi, tujuan perusahaan, dan mitra perusahaan)

3. Produk atau Layanan (Menjelaskan produk atau layanan yang ditawarkan dan kelebihannya)

(9)

4. Analisis Pasar (Meliputi identifikasi pesaing, analisis swot, dan analisis segmenting, targeting, positioning)

5. Strategi Pemasaran (Meliputi pemasaran offline dan pemasaran digital) 6. Budgeting (Meliputi rencana keuangan perusahaan keseluruhan)

D. Cara membuat business plan:

1. Melakukan analisa pesaing dan riset pasar sebelum membuat business plan 2. Tentukan tujuan dari bisnis Anda secara jelas

3. Mengetahui target pembaca business plan yang akan dibuat

4. Memiliki bukti dan referensi di setiap komponen dalam business plan 5. Jelaskan isi business plan secara rinci, runtut, dan realistis

E. Analisis Aspek Pasar

Analisis aspek pasar dalam model bisnis plan untuk bisnis pendidikan sangat penting. Dengan memahami pasar dan kebutuhan konsumen, Anda dapat mengembangkan strategi yang efektif untuk menarik dan mempertahankan pelanggan.

Berikut adalah beberapa langkah penting dalam melakukan analisis aspek pasar:

1. spep

Tentukan segmen pasar yang ingin Anda tuju dalam bisnis pendidikan. Misalnya, anak usia sekolah, mahasiswa, profesional, atau pelaku bisnis.

Definisikan karakteristik demografis, preferensi, dan kebutuhan khusus dari segmen pasar yang Anda pilih.

2. Studi Pasar:

Lakukan penelitian pasar secara menyeluruh untuk memahami tren, kebutuhan, dan preferensi konsumen di bidang pendidikan.

Gunakan berbagai metode penelitian seperti survei, wawancara, dan analisis data sekunder untuk mengumpulkan informasi yang relevan.

Tinjau pesaing yang sudah ada di pasar dan pelajari strategi pemasaran mereka serta keunggulan kompetitif yang mereka tawarkan.

3. Penawaran Unik:

(10)

Tentukan nilai tambah atau penawaran unik yang akan Anda berikan kepada pelanggan Anda. Apa yang membedakan bisnis pendidikan Anda dari pesaing?

Identifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi di pasar dan bagaimana Anda dapat memanfaatkannya untuk menyediakan solusi yang lebih baik atau berbeda.

4. Strategi Pemasaran:

Rencanakan strategi pemasaran yang efektif untuk menjangkau target pasar Anda.

Pertimbangkan penggunaan media sosial, pemasaran konten, iklan online, kerjasama dengan lembaga pendidikan atau perusahaan terkait, serta strategi networking untuk mempromosikan bisnis Anda.

Gunakan strategi diferensiasi dan positioning untuk membedakan bisnis Anda dari pesaing dan menarik minat pelanggan potensial.

5. Analisis Kompetitif:

Tinjau pesaing yang sudah ada di pasar dan identifikasi kekuatan dan kelemahan mereka.

Pertimbangkan strategi yang digunakan oleh pesaing untuk mendapatkan wawasan tentang apa yang berhasil dan apa yang bisa Anda tingkatkan atau modifikasi.

6. Penyesuaian dan Inovasi:

Bersikap responsif terhadap perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan.

Lakukan penyesuaian dan inovasi yang diperlukan dalam penawaran produk atau layanan Anda untuk tetap relevan dan bersaing.

Dengan melakukan analisis aspek pasar yang komprehensif, Anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang segmen pasar yang dituju, preferensi pelanggan, dan persaingan di industri pendidikan. Informasi ini akan membantu Anda mengembangkan strategi pemasaran yang efektif dan mengoptimalkan peluang bisnis dalam bisnis pendidikan.

F. Analisis Aspek Operasional

Analisis aspek operasional dalam bisnis pendidikan penting untuk memastikan kelancaran dan efisiensi dalam menyelenggarakan layanan pendidikan. Berikut adalah beberapa langkah penting dalam melakukan analisis aspek operasional pendidikan:

1.

(11)

Pastikan bisnis pendidikan Anda memenuhi persyaratan hukum dan perijinan yang berlaku di wilayah Anda.

Identifikasi lisensi atau izin yang diperlukan, seperti izin operasional, sertifikasi pendidik, izin bangunan, atau izin penyelenggaraan pelatihan tertentu.

2. Infrastruktur:

Tinjau kebutuhan infrastruktur fisik seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, area administrasi, dan fasilitas olahraga.

Pastikan fasilitas tersebut memadai untuk mendukung proses pembelajaran dan kegiatan pendukung lainnya.

Pertimbangkan pula aspek teknologi seperti peralatan komputer, perangkat lunak, dan koneksi internet yang diperlukan untuk operasional bisnis pendidikan Anda.

3. Tim dan Tenaga Pengajar:

Identifikasi kebutuhan tenaga pengajar dan staf pendukung lainnya, seperti pengelola, administrasi, atau fasilitator.

Pertimbangkan kualifikasi, pengalaman, dan keahlian yang diperlukan untuk memenuhi standar kualitas dalam pendidikan.

Rencanakan proses rekrutmen, seleksi, dan pengembangan staf yang efektif.

4. Kurikulum dan Materi Pembelajaran:

Rancang kurikulum yang sesuai dengan tujuan pendidikan Anda dan kebutuhan target pasar.

Pilih materi pembelajaran yang relevan, mutakhir, dan menarik bagi siswa atau peserta pelatihan.

Pertimbangkan penggunaan teknologi pendidikan, seperti e-learning atau pembelajaran berbasis digital, untuk meningkatkan pengalaman belajar.

5. Proses Pembelajaran:

Rencanakan dan implementasikan metode pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik peserta didik atau peserta pelatihan.

Pertimbangkan pendekatan interaktif, penggunaan teknologi, dan metode evaluasi yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

6. Manajemen Administrasi:

(12)

Rencanakan sistem administrasi yang efisien, termasuk manajemen data siswa atau peserta pelatihan, proses pendaftaran, pembayaran, dan dokumentasi.

Pertimbangkan penggunaan perangkat lunak atau sistem manajemen sekolah yang dapat memudahkan operasional administrasi.

7. Kualitas dan Akreditasi:

Pertimbangkan untuk mendapatkan akreditasi atau sertifikasi yang relevan untuk meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pelanggan.

Tetapkan standar kualitas dan pertimbangkan mekanisme penilaian atau evaluasi secara periodik untuk memastikan kualitas layanan pendidikan yang konsisten.

G. Analisis Aspek Keuangan

Analisis aspek keuangan dalam model bisnis plan pendidikan sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan profitabilitas bisnis Anda. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam melakukan analisis aspek keuangan:

1. Rencana Pendapatan:

Identifikasi berbagai sumber pendapatan yang dapat diperoleh dari bisnis pendidikan Anda, seperti biaya pendaftaran, biaya pembelajaran, biaya sertifikasi, atau pendapatan dari produk atau layanan pendukung lainnya.

Tinjau harga yang kompetitif untuk setiap layanan yang ditawarkan dan tetapkan target pendapatan yang realistis berdasarkan perkiraan jumlah siswa atau peserta pelatihan yang akan mendaftar.

2. Rencana Biaya:

Identifikasi dan kategorikan semua biaya yang terkait dengan operasional bisnis pendidikan Anda, seperti biaya gaji staf, biaya sewa atau pemeliharaan fasilitas, biaya pengadaan materi pembelajaran, biaya pemasaran, dan biaya administrasi.

Tetapkan estimasi biaya yang akurat dan realistis untuk setiap kategori, serta pertimbangkan faktor inflasi dan fluktuasi harga.

3. Analisis Profitabilitas:

Hitung proyeksi laba dan rugi berdasarkan rencana pendapatan dan biaya yang telah ditetapkan.

(13)

Lakukan analisis sensitivitas untuk mempertimbangkan berbagai skenario yang mungkin terjadi, seperti peningkatan atau penurunan jumlah siswa atau peserta pelatihan, fluktuasi harga, atau perubahan biaya operasional.

Tinjau margin keuntungan, tingkat pengembalian investasi, dan waktu yang diperlukan untuk mencapai titik impas atau break-even point.

4. Sumber Pendanaan:

Tinjau sumber pendanaan yang tersedia untuk memulai atau mengembangkan bisnis pendidikan Anda.

Pertimbangkan opsi pendanaan seperti modal sendiri, pinjaman bank, investor, atau program pendanaan pemerintah atau lembaga keuangan lainnya.

Rencanakan penggunaan dana dengan bijak, termasuk rencana pengelolaan arus kas dan pengendalian pengeluaran.

5. Pengelolaan Arus Kas:

Rencanakan pengelolaan arus kas yang efisien dengan memperhitungkan masuk dan keluarnya uang secara terperinci.

Pertimbangkan periode pembayaran siswa atau peserta pelatihan, jangka waktu cicilan pembayaran, dan kebijakan pembayaran yang diterapkan untuk memastikan likuiditas yang cukup.

(14)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Business Plan adalah rancangan atau bentuk gambaran terkait usaha apa yang akan dimulai dan bagaimana proses atau alur yang berjalan nantinya dengan

mempertimbangkan strategi pemasaran, permodalan, manufaktur, dan sumber daya manusia. Tujuannya agar memiliki pandangan yang baik dalam memulai bisnis, fokus terhadap kemajuan bisnis dengan mempertimbangkan risiko yang timbul di kemudian hari, dan menentukan perkembangan usaha atau bisnis.

B. Saran

Semoga dengan adanya makalah ini bisa memudahkan dalam pembuatan makalah selanjutnya. Pemakalah menyadari bahwa masih banyak kesalahan dalam makalah ini dan pemakalah memohon maaf jika terdapat kesalahan penulisan dan informasi, semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk pemakalah sendiri dan para pembaca.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Hormozi, A. M., Sutton, G. S., McMinn, R. D., dan Lucio, W. (2002). Business plans for new or small businesses: paving the path to success. Management Decision., 40(8), 755- 763

KHASBULLOH, A., AZIZ, T., NURDIN, Y., & SYUHUD, M. MENYUSUN RENCANA BISNIS/BUSINESS PLAN.

Kurniadi, R. (2018). Analisis Bisnis Plan Dan Jaringan Kerja Dalam Peningkatan Operasional Bisnis. Jurnal Ekonologi Ilmu Manajemen, 2(2), 123-126.

Schallmo, D. (2013). Geschäftsmodell-Innovation. Springer Fachmedien Wiesbaden.

https://doi.org/10.1007/978-3-658-00245-9

Suprapto, H. A. (2019). Pengaruh pembuatan proposal rencana bisnis (business plan) terhadap kemampuan berwirausaha di SMK Bhakti Husada. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 5(2), 19-23.

Vitratin, V. (2020). Vitratin PELATIHAN PEMBUATAN PROPOSAL BISNIS PLAN PADA MAHASISWA SEMESTER III JURUSAN AKUNTANSI DAN MANAJEMEN DI STIE PRASETIYA MANDIRI LAMPUNG. Sosioteknologi Kreatif, 4(1), 475-481.

zu Knyphausen-Aufseß, D., & Meinhardt, Y. (2002). Revisiting Strategy: Ein Ansatz zur Systematisierung von Geschäftsmodellen. In Zukünftige Geschäftsmodelle (pp. 63–89).

Springer Berlin Heidelberg. https://doi.org/10.1007/978-3-642- 56048-4_4

Referensi

Dokumen terkait