• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH Dibuat untuk Memenuhi Tugas Kelompok pada Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjaskes) Kelas XII Tingkat MA El-Syarief Tahun Ajaran 2023/2024

N/A
N/A
Giri Panda

Academic year: 2023

Membagikan "MAKALAH Dibuat untuk Memenuhi Tugas Kelompok pada Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjaskes) Kelas XII Tingkat MA El-Syarief Tahun Ajaran 2023/2024"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ATLETIK DAN BELA DIRI

MAKALAH

Dibuat untuk Memenuhi Tugas Kelompok pada Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjaskes) Kelas XII

Tingkat MA El-Syarief Tahun Ajaran 2023/2024

Disusun Oleh:

Kelompok II (Dua )

1. GUNEM ABI MANYU NISN : 0064046976 2. GHIFARI AZHARI NADIF NISN : 0058672208 3. MEILANI NISN : 0068051435 4. RINI HANDAYANI NISN : 0064932110 5. NISA INDRIYANI NISN : 0061590955 6. RINI FITRIANI NISN : 0050810228

Guru Pembimbing : Edi Muhaedi, S.Pd.I

PROGRAM STUDI ILMU-ILMU SOSIAL MADRASAH ALIYAH

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM EL-SYARIEF

Alamat:

Jl. Syekh Nawawi Tanara Al-Bantani Km. 01Pasir Kresek Tangerang http: www.ypielsyarief-kresek.blogspot.com

(2)

BAB 2

ATLETIK DAN BELA DIRI

Atletik disebut sebagai induk olahraga, karena dalam cabang atletik terdapat gerakan-gerakan dasar olahraga lainnya (kecuali renang). Cabang olahraga atletik terdiri dari nomor jalan, lari, lompat, dan lempar. Atletik merupakan dasar dari pembinaan olahraga. Olahraga ini juga merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari yang biasa kita lakukan.

Olahraga bela diri dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kesehatan. Selain itu, olahraga bela diri juga dapat menumbuhkan rasa aman dari gangguan maupun kejahatan. Pada bab ini Anda akan menganalisis taktik dan strategi perlombaan atletik dan bela diri Pencak Silat A. Menganalisis Simulasi Perlombaan Atletik

Dalam olahraga atletik terdapat empat nomor cabang yang diperlombakan, yaitu jalan, lari, lompat, dan lempar. Untuk memenangkan perlombaan pada masing-masing nomor cabang atletik diperlukan taktik dan strategi yang baik. Anda harus mampu menganalisis taktik dan strategi yang akan diterapkan dalam perlombaan. Berikut akan dijelaskan tentang menganalisis taktik dan strategi dalam perlombaan atletik.

1. Menganalisis Simulasi Perlombaan Jalan Cepat

Jalan cepat adalah gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah.’Saat melangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki tersebut harus ; lurus/lutut tidak bengkok dan tumpuan kaki dalam keadaan posisi tegak lurus.

Untuk memenangkan perlombaan jalan cepat diperlukan taktik dan strategi yang baik.

Anda harus dapat menguasai teknik dengan benar dan memahami peraturan perlombaan jalan cepat,

a) Teknik Start Jalan Cepat

Berikut cara melakukan teknik start dalam perlombaan jalan cepat.

1) Berdiri beberapa meter di belakang garis start.

2) Setelah mendengar aba-aba “bersedia” dari petugas starter, maka segera maju dengan menempatkan salah-satu kaki di belakang garis start dengan lutut sedikit ditekuk, sedangkan kaki yang lain berada lurus di belakang dan santai (tidak kaku).

3) Badan agak condong ke depan, berat badan bertumpu pada kaki yang di depan. Kedua lengan tergantung lemas atau dengan sikut agak dibongkokkan, berada dekat badan, serta pandangan lurus ke arah depan.

4) Pada saat mendengar aba-aba “ya” atau bunyi pistol dari starter, segera langkahkan kaki yang di belakang ke depan bersamaan dengan lengan diayun ke belakang dan lengan yang lain diayun kedepan. Selanjutnya jalan lurus secepat-cepatnya sampai melewati garis finis.

Amatilah taktik dan strategi dalam suatu perlombaan jalan cepat! Berikan pendapat Anda dan tuliskan pada buku tugas!

b) Teknik Gerakan Jalan Cepat

Pada saat berjalan salah satu kakinya harus selalu kontak dengan tanah. Jika melanggar, maka petugas akan memperingatkan. Jika kesalahan tersebut dilakukan lagi maka pejalan akan didiskualifikasi dan dikeluarkan dari lomba.

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam jalan cepat.

(3)

1) Pada saat melangkahkan kaki, kaki tumpu harus selalu kontak dengan tanah dan lutut harus dalam keadaan lurus, sebelum kaki yang dilangkahkan mendarat di tanah.

2) Bersamaan dengan mengangkat paha (misalnya tungkai kiri) ke depan, tungkai bawah kaki kiri dan tangan kanan diayunkan ke depan, dengan diikuti badan condong ke depan.

3) Pada saat kaki kiri mendarat (kontak dengan tanah), segera paha tungkai kanan diangkat ke depan, bersamaan dengan tungkai bawah kaki kanan dan tangan kiri diayunkan ke depan, diikuti dengan badan condong ke depan, pandangan tetap lurus ke depan.

4) Kaki mendarat mulai dari tumit kemudian berangsur-angsur menuju ke ujung kaki, lutut dalam keadaan lurus.

5) Gerakan lengan dan bahu jangan terlalu tinggi mengangkatkannya.

6) Selama berjalan usahakan agar pinggul tetap rendah dan berada di bawah, keadaan ini harus diusahakan tetap terpelihara, hindari gerakan ke samping yang berlebihan.

c) Teknik Melewati Garis Firiish

Tidak ada teknik untuk melewati garis firiish, karena biasanya pejalan cepat akan terus berjalan sampai melewati garis firiish.

2. Menganalisis Simulasi Perlombaan bari

Lari merupakan gerak langkah kaki di mana ada saat kedua kaki melayang di udara.

Dalam perlombaan lari Anda harus memperhatikan teknik start, langkah kaki, posisi badan, ayunan lengan, dan ketika fi'nSh. Selain penguasaan teknik dan peraturan, untuk memenangkan perlombaan lari diperlu'kan taktik dan strategi yang baik, r ) Agar Anda mampu menganalisis perlombaan lari dengan baik, lakukanlah aktivitas pembelajaran berikut.

a. Buatlah sebuah perlombaan lari'dengan teman- teman Anda.

b. Siapkan lintasan dengan panjang kira-kira 50 meter.

c. Pemenang perlombaan adalah pelari dengan waktu tercepat. -

d. Lakukan perlombaan dengan menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan penuh semangat.

e. Bersikap sportif apabila Anda mengalami kekalahan.

Setelah melakukan perlombaan tentu Anda dapat menganalisis kekurangan- kekurangan yang perlu diperbaiki. Bagaimanakah sikap start, langkah kaki, po.sisi tubuh, dan ayunan lengan Anda dalam perlombaan? Lakukan analisis kekurangan- kekurangan tersebut untuk menentukan taktik dan strategi yang tepat sefiingga Anda akan memenangkan perlombaan lari selanjutnya.

3. Menganalisis Simulasi Perlombaan Lompat

Lompat adalah gerakan mendorong tubuh dengan tolakan satu kaki untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya atau tinggi yang setinggi-tingginya. Dalam lompat jaut terdapat beberapa gaya ,yang umum dilakukan ,oleh para pelompat jauh profesional yang tingkat keberhasilannya telah teraur dan teruji.

Untuk memenangkan perlombaan lompat. Anda harus menguasai teknik dengan baik dan ٠ menerapkan taktik dan strategi dengan tepat. Diperlukan latihan secara giat untuk menguasai teknik-dan menganalisis taktik dan strategi perlombaan lompat.

Berikut beberapa bentuk latihan agar Anda dapat menganalisis taktik dan strategi dalam perlombaan lompat,

a. latihan Lompat Simpai

Cara melakukan latihan lompat simpa, adalah sebagai berikut.

(4)

1) Berdoalah dan lakukan pemanasan sebelum melakukan latihan.

2) Siapkan lintasan sepanjang 10 meter dengan menata beberapa simpai.

3) Lakukan lompatan dengan mendarat di dalam simpai secara berkelanjutan.

4) Lakukan secara berulang-ulang hingga Anda menguasai gerakan lompat simpai.

5) Lakukan latihan dengan sungguh-sungguh, semangat, dan percaya diri.

b. Latihan Kombinasi Lompat Simpai dan Peti Lompat

Setelah melakukan latihan lompat simpai, selanjutnya tambahkan rintangan dengan mengombinasikan lompat simpai dan peti lompat. Berikut cara melakukan latihan kombinasi lompat simpai dan peti lompat.

1) Berdoalah dan lakukan pemanasan sebelum melakukan latihan.

2) Siapkan lintasan sepanjang 10 meter dengan menata beberapa simpai, serta siapkan peti lompat di ujung lintasan.

3) Lakukan lompatan dengan mendarat di dalam simpai secara berkelanjutan dbn diakhiri dengan melompati peti lompat.

4) Lakukan secara berulang-ulang hingga Anda menguasai gerakan lompat simpai dan peti lompat.

5) Lakukan latihan dengan sungguh-sungguh, semangat, dan percaya diri.

Tanyakanlah kepada guru Anda tentang taktik dan strategi pada perlombaan lompat!

4. Menganalisis Simulasi Perlombaan Lempar

Perlombaan atletik nomor lempar yang sering dilakukan pada tingkat sekolah yaitu lempar lembing, tolak peluru, dan lempar cakram. Pada pembelajaran berikut Anda akan menganalisis taktik dan strategi perlombaan lempar lembing dan lempar cakram.

Teknik perlombaan lempar meliputi ayunan tangan, gerakan kaki, pelepasan, dan awalan.

a. Lempar Lembing

Pada olahraga lempar lembing, peralatan yang wajib adalah lembing. Cara melakukan olahraga lempar lembing adalah dengan melakukan teknik lemparan yang baik dan benar agar mendapatkan lemparan yang jauh. Cobalah lakukan dan analisis perlombaan lempar lembing dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1) Berdoalah dan lakukan pemanasan sebelum melakukan latihan.

2) Setiap peserta melakukan lempar lembing sebanyak 4 kali dengan teknik yang benar.

3) Pemenang adalah peserta dengan hasil lemparan terjauh.

4) Lakukan perlombaan lempar lembing dengan penuh semangat, menunjukkan sikap toleransi, dan menjunjung tinggi sportivitas.

b. Lempar Cakram

Cobalah lakukan dan analisis perlombaan lempar lembing dengan langkah- langkah sebagai berikut.

1) Berdoalah dan lakukan pemanasan sebelum melakukan latihan.

2) Setiap peserta melakukan lempar cakram sebanyak 4 kali dengan teknik yang benar.

3) Pemenang adalah peserta dengan hasil lemparan terjauh.

4) Lakukan perlombaan lempar cakram dengan penuh semdhgat, menunjukkan sikap toleransi, dan menjunjung tinggi sportivitas.

(5)

B. Menganalisis Strategi dan Taktik dalam Bela Diri dan penca Silat

Pencak silat merupakan keterampilan dan ilmu mengenai pola gerak bertenaga yang efektif, indah, dan menyehatkan tubuh. Selain itu, setiap gerakan dijiwai budi pekerti luhur berdasarkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan tujuan utama membentuk ketahanan diri dan memupuk rasa tanggung jawab sosial. Dengan kata lain, pencak silat merupakan ilmu bela diri self defence atau martial art.

Untuk dapat melakukan pembelaan diri dari serangan lawan, Anda harus menguasai beberapa taktik dan strategi saat menghadapi lawan. Lalu, bagaimanakah strategi dan taktik, ataupun teknik dalam bela diri pencak silat? Perhatikan pelajaran berikut.

1. Menganalisis Strategi dan Taktik Menyerang dalam Bela Diri Pencak Silat Taktik penyerangan dalam pencak silat merupakan suatu siasat yang dilakukan dalam pertandingan pencak silat untuk menyerang secara sportif dengan tujuan mematahkan pertahanan lawan dan mendapatkan kemenangan. Serangan dengan tangan disebut dengan pukulan, sedangkan serangan dengan kaki disebut dengan tendangan.

Pada praktiknya serangan pencak silat dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

a. Serangan Langsung

Serangan langsung adalah teknik serangan yang dilakukan pesilat dengan arah serangan langsung ke bagian yang dituju. Teknik serangan langsung yang biasa digunakan berupa pukulan, tendangan, dan jatuhan.

b. Serangan Tidak Langsung

Serangan tidak langsung adalah teknik serangan yang dilakukan pesilat dengan cara melakukan gerakan-gerakan untuk mengecoh lawan terlabih dahulu, setelah lawan terkecoh, kemudian dilakukan serangan ke arah sasaran yang dituju.

2. Menganalisis Strategi dan Taktik Bertahan dalam Bela Diri Pencak Silat

Taktik pertahanan dalam pencak silat merupakan suatu siasat yang dilakukan dalam pertandingan pencak silat untuk menahan atau menghindari serangan lawan, sehingga mampu menggagalkan lawan mendapatkan nilai dan memenangkan pertandingan.

Berikut macam-macam teknik bertahan dalam pencak silat, a. Elakan

Elakan, yaitu teknik pembelaan dalam pencak silat dengan menghindari serangan lawan sikap kaki yang tidak berpindah tempat tumpuan atau kembali ke tempat semula. Inti dari teknik • mengelak terdiri atas gerakan mengelakkan diri dari serangan lurus depan dan samping. Gerakan dimulai dari sikap kuda-kuda depan memindahkan berat badan ke belakang karena sikap tubuh dan tangan selalu waspada terhadap serangan susulan. Berikut macam-macam teknik elakan.

1) Elakan ke arah enam penjuru mata angin.

a) Elakan Ijadap adalah teknik mengelak dengan memindahkan kaki dan posisi tubuh menghadap lawan.

b) Elakan sisi adalah teknik mengelak dengan memindahkan kaki dan posisi tubuh menyamping terhadap lawan.

c) Elakan ,angkat kaki adalah teknik mengelak dengan cara mengangkat kaki.

d) Elakan kaki silang adalah mengelak dengan memindahkan kaki secara menyilang.

2) Elakan umum/setempat

Jenis elakan Ini ada empat cara, yaitu sebagai berikut.

a. Elakan bawah

(6)

Teknik mengelak ini dilakukan dengan cara memindahkan salah satu kaki sehingga posisi tubuh menyamping؛ lawan. Cara melakukan elakan bawah sebagai berikut.

1) Mengelakkan diri dari serangan pada bagian tubuh bagian atas.

2) Rendahkan posisi tubuh dengan cara menekuk lutut, tanpa memindahkan tumpuan kaki.

3) Sikap tubuh dan sikap tangan selalu waspada.

1) Elakan, atasTeknik mengelak ini dilakukan dengan cara mengelak serangan dari arah lurus atas dan samping. Cara melakukan elakan atas sebagai berikut.

(1) Menghindari diri dari serangan lawan pada bagian badan sebelah bawah.

(2) Mengangkat kedua kaki dengan sikap tungkai ditekuk.

(3) Elakan disertai dengan sikap tubuh dan tangan yang selalu waspada.

2) Elakan samping

Karakteristik dari elakan samping, yaitu sebagai berikut.

1) Menghindari diri dari serangan lurus depan, atas, dan samping.

2) Dari sikap kangkang diikuti dengan memindahkan posisi tubuh ke samping disertai geseran sikap tungkai kuda-kuda.

3) Elakan disertai dengan sikap tubuh dan tangan yang selalu waspada.

Elakan pola sambut, yakni teknik mengelak/menghindar yang dilakukan dengan memindahkan salah satu kaki (ke belakang atau ke samping) untuk mengubah posisi tubuh.Teknik ini dapat dilakukan dengan cara berikut.

a) Melangkah dengan satu kaki.

b) Di tempat.

c) Memindahkan dua kaki.

Elakan yang baik adalah dapat menghindarkan serangan dan dapat melakukan gerakan lanjutan (pola sambut) dengan baik.

5. Tangkapan

Tangkapan adalah belaan dengan cara menahan lengan atau tungkai dari serangan lawan untuk menjaga serangan berikutnya. Tangkapan yang baik didahului dengan teknik elakan, yaitu menghindar dari sasaran gerak lawan atau dari lintasan serangan lawan, atau dengan teknik tangkisan. Tangkapan dapat dilanjutkan dengan teknik jatuhan atau kuncian.

a) Tangkapan satu lengan, terdiri dari tangkapan dengan tangan, dengan lengan, dan dengan ketiak atau ٠kpmpit.

b) Tangkapan tangan, meliputi tangkapan dalam ke luar, tangkapan li_ar ke dalam, dan tangkapan dilanjutkan dengan kuncian (lipatan belakang atau bawah).

c) Tangkapan lengan, meliputi tangkapan dari dalam ke luar (lurus), tangkapan dari dalam ke luar (serong), dan tangkapan dari luar ke dalam.

d) Tangkapan ketiak atau kempit.

e) Tangkapan dua tangan, meliputi tangkapan dua tangan rapat searah, tangkapan dua

tangan rapat berlawanan, tangkapan renggang searah, dan tangkapan renggang berlawanan.

' ٠

6. Tangkisan

Tangkisan adalah usaha pembelaan yang dilakukan dengan cara mengadakan kontak langsung dengan serangan yang dilancarkan lawan. Tujuan utama dari teknik tangkisan adalah untuk mengalihkan serangan dari lintasan dan membendung atau menahan serangan

(7)

lawan jika terpaksa. Ada.empat macam teknik tangkisan dasar dalam olahraga pencak silat, yaitu sebagai berikut.

1) Tangkisan dalam adalah gerakan tangan menangkis dari luar ke dalam sejajar dengan bahu.

. 2) Tangkisan luar adalah kebalikan dari tangkisan dalam, yaitu teknik menangkis dari dalam ke luar sejajar dengan bahu.

3) Tangkisan atas, yaitu suatu gerakan dari bawah ke atas, berfungsi untuk melindungi kepala dari serangan lawan.

. 4) Tangkisan bawah adalah suatu bentuk gerakan tangan menangkis dari atas ke bawah.

Mengomunikasikan

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Standar Isi 2006 Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/MA/SMK. Jakarta: Depdiknas.

Mardiana, Ade Purdadi dan Satya, Wira Indra. 2008. Pendidikan Jasmani dan Olahraga.

Jakarta: Universitas Terbuka.

Muhtar, T. 2011. Atletik. Sumedang: Bintang Wali Artika.

Mujahir. 2007. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Surakarta: Yudhistira.

Murni, Muhammad. 2000. Renang. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Dasar Menengah.

Purnomo, Eddy. 2007. Pedoman Mengajar Dasar Gerak Atletik. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Samsudin. 2008. Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMA/MA.

Jakarta: Litera.

Referensi

Dokumen terkait