• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
VEMAS Eriswandi

Academic year: 2025

Membagikan "MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

METODOLOGI PENELITIAN

“INSTRUMENT, PENGUKURAN DAN ANALISIS DATA”

DOSEN PENGAMPU : Prof. Dr. Eri Barlian,MS

Tendy Roy , M.Pd.

Desi Purnama Sari S.Pd , M.Pd.

DI SUSUN OLEH KELOMPOK 6 :

VEMAS ERISWANDI 23087192 ANGGI FARNEL UTAMA 23087079

DEPERTEMEN KEPELATIHAN

PRODI PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2025

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadiran Allah yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Metodologi Peneitian yang berupa makalah dengan judul “INSTRUMENT, PENGUKURAN DAN ANALISIS DATA” yang dapat diselesaikan dengan baik.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, dan penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak dan bapak dosen yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Terimakasih penulis ucapkan bapak dosen dan pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini.

Penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu besar harapan penulis kepada pembaca untuk memberi masukan berupa saran dan kritikan, supaya penulis dapat mengubah kesalahan penyusunan pada makalah selanjutnya. Atas kritikan dan saran dari pembaca, penulis ucapkan terimakasih.

Padang, 15 Maret 2025

Penulis Kelompok 6

ii

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...

BAB l PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...2

B. Rumusan Masalah...3

C. Tujuan...3

BAB ll PEMBAHASAN...4

A. Pengertian Instrument Penelitian...4

B. Jenis -Jenis Instrument Penelitian...6

C. cara menyusun Instrument Penelitian...8

D. Validitas dan Reliabilitas Instrumen...7

E. Skala Pengukuran Dan Instrument Penelitian...8

F. Macam – Macam Skala Pengukuran Dan Instrument Penelitian...11

G. Pengertian Analisis Data ...14

H. Jenis – Jenis Analisis Data...15

I. Teknik Analisis Data Kuantitatif Dan Teknik Analisi Data Kualitatif...16

BAB lll PENUTUP...17

A. Kesimpulan...17

B. Saran...18

DAFTAR PUSTAKA...19

iii

(4)

BAB l PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Metodologi penelitian merupakan fondasi penting dalam setiap studi ilmiah, baik itu bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Dalam konteks pendidikan, terutama pada mata kuliah metodologi penelitian, pemahaman yang mendalam mengenai kedua pendekatan ini sangat diperlukan. Penelitian kualitatif berfokus pada pemahaman fenomena sosial melalui perspektif subjek, sedangkan penelitian kuantitatif menekankan pada pengukuran dan analisis statistik untuk menjawab pertanyaan penelitian.

Penelitian merupakan kegiatan yang terencana untuk mencari jawaban yang obyektif atas permasalahan manusia melalui prosedur ilmiah. Untuk itu di dalam suatu penelitian dibutuhkan suatu proses analisis data yang berguna untuk menganalisis data-data yang telah terkumpul. Data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari berbagai catatan di lapangan, gambar, foto, dokumen, laporan, biografi, artikel, dan sebagainya. Pekerjaan analisis data dalam hal ini ialah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberikan kode, dan mengategorikannya. Pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan menemukan tema dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substantif oleh karena itu, analisisdata merupakan bagian yang amat penting karena dengan analisislah suatu data dapat diberi arti dan makna yang berguna untuk masalah penelitian.

iv

(5)

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan instrumen penelitian?

2. Apa saja jenis-jenis instrumen penelitian?

3. Apa saja langkah-langkah menyusun instrumen penelitian?

4. Apa Validitas dan Reliabilitas Instrumen ! 5. Apa yang dimaksud dengan Skala Pengukuran ? 6. Apa saja macam-macam Skala Pengukuran ? 7. Apa Pengertian Analisis Data ?

8. Jenis – Jenis analisis Data?

9. Bagaimana Teknik Analisis Data Kuantitatif Teknik Analisi Data Kualitatif?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui apa itu instrumen penelitian 2. Untuk mengetahui jenis-jenis instrumen penelitian 3. Untuk mengetahui langkah-langkah instrumen penelitian 4. Dapat Mengetahui Validitas dan Reliabilitas Instrumen 5. Dapat mengetahui apa itu Skala Pengukuran

6. Dapat mengetahui apa saja macam-macam Skala Pengukuran 7. Untuk mengetahui pengertian analisis data

8. Untuk mengetahui teknik analisis data kuantitatif 9. Untuk mengetahui teknik analisis data kualitatif

v

(6)

BAB II PEMBAHASAN

A. INSTRUMENT PENELITIAN

Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran terhadap fenomena sosial maupun alam. Meneliti dengan data yang sudah ada lebih tepat kalau dinamakan membuat laporan dari pada melakukan penelitian. Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik. Alat ukur penelitia disebut instrumen penelitian.Namun demikian dalam skala yang paling rendah laporan juga dapat dinyatakan sebagai bentuk penelitian (Emory, 1985).

Apabila kita katakan bahwa untuk memperoleh data kita gunakan metode wawancara, maka didalam melaksanakan pekerjaan wawancara ini, pewawancara menggunakan alat bantu. Secara minimal alat bantu tersebut berupa ancer-ancer pertanyaan yang akan ditanyakan sebagai catatan, serta alat tulis untuk menuliskan jawaban yang diterima. Ancer-ancer ini disebut pedoman wawancara. Oleh karena pedoman wawancara ini merupakan alat bantu, maka disebut juga instrumen pengumpulan data. dengan demikian jika menggunakan metode wawancara, instrumennya adalah pedoman wawancara.

B. JENIS – JENIS INSTRUMENT

Secara garis besar alat evaluasi dalam pengumpulan data ada 2 macam, yaitu tes dan non tes.

1. Tes

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok

vi

(7)

Beberapa macam tes, contohnya:

a.       Tes kepribadian b.      Tes bakat c.       Tes intelegens d.      Tes sikap e.       Tes minat f.       Tes prestasi

2. Angket atau kuesioner

Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.

Kuesioner dapat dibedakan atas bebrapa jenis , tergantung pada sudut pandang.

a.       Dari cara menjawab:

1)      Kuesioner terbuka, responden dapat menjawab dengan kalimatnya sendiri 2)      Kuesioner tertutup, adanya pilihan jawaban

b.      Jawaban yang diberikan:

1)      Kuesioner langsung, responden menjawab tentang dirinya

2)      Kuesioner tidak langsung, responden menjawab tentang orang lain . c.       Dari bentuknya;

1)      Kuesioner pilihan ganda 2)      Kuesioner

3)      Check list 4)      Rating Scale

3. Interview atau wawancara

Interview yang sering disebut dengan wawancara atau kuesioner lisan, adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Interview digunakan oleh peneliti untuk menilai keadaan seseorang. Misalnya untuk mencari data tentang variabel latar belakang murid, orang tua, pendidikan, perhatian, sikap terhadap sesuatu.

vii

(8)

Ditinjau dari pelaksanaannya , interview dibedakan atas:

a.       Interview bebas, pewawancara bebas menanyakan apa saja

b.      Interview terpimpin, pewawancara membawa sederetan pertanyaan lengkap dan terperinci seperti yang dimaksud dalam interview terstruktur,

c.       Interview bebas terpimpin, gabungan dari dua Interview diatas

4. Observasi

Observasi sebagai suatu aktivitas yang sempit, yakni memperhatikan sesuatu dengan menggunakan mata. Didalam pengertian psikologik, observasi atau yang disebut pula dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Apa yang dikatakan ini sebenarmya adalah pengamatan langsung. Didalam artian penelitian observasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, rekaman gambar, rekaman suara.

Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

1.      Observasi non-sistematis, yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrumen pengamatan.

2.      Observasi sistematis, yang dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan.

5. Skala Bertingkat atau Rating Scale

Skala bertingkat adalah suatu ukuran subjektif yang dibuat berskala.

Walaupun bertingkat ini menghasilkan data yang kasar, tetapi cukup memberikan informasi tertentu program atau orang. Instrumen ini dapat dengan mudah memberikan gambaran penampilan, terutama penampilan didalam orang menjalankan tugas, yang menunjukan frekuensi munculnya sifat-sifat.

Rating scale dapat juga menghasilkan gambaran yang kasar dari jawaban responden sehingga tidak mudah percaya begitu saja. Hal-hal yang mempengaruhi tersebet antara lain persahabatan, kecepatan menerka, cepat memutuskan, jawaban kesan pertama, dan sebagainya.

viii

(9)

6.      Dokumentasi

Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda- benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian,dan sebagainya.

C. Cara Menyusun Instrument Penelitian

Instrumen-instrumen penelitian dalam bidang sosial umumnya dan khususnya bidang administrasi yang sudah baku sulit ditemukan. Untuk itu maka peneliti harus mampu membuat instrumen yang akan digunakan untuk penelitian.

Titik tolak dari penyusunan adalah variabel-variabel penelitian yang ditetapkan untuk diteliti. Dari variabel tersebut diberikan definisi operasionalnya, dan selanjutnya ditentukan indikator yang akan diukur. Dari indikator ini kemudian dijabarkan menjadi butir-butir pertanyaan atau pernyataan.

Sebagai contoh misalnya variabel penelitiannya ‘tingkat kekayaan’ indikator kekayaan misalnya: rumah, kendaraan, tempat belanja,pendidikan, jenis makanan yang sering dimakan, jenis olah raga yang dilakukan dan sebagainya. Untuk indikator rumah, bentuk pertanyaannya misalnya:

1) berapa jumlah rumah, 2) dimana letak rumah,

3) berapa luas masing-masing rumah,

4) bagaimana kualitas bangunan dan sebagainya untuk bisa menetapkan indikator dari setiap variabel yang diteliti, maka diperlukan wawasan yang luas dan mendalam tentang variabel yang diteliti, dan teori-teori yang mendukungnya.

Penggunaan teori untuk menyusun instrumen harus secermat mungkin agar diperoleh indikator yang valid. Caranya dapat dilakukan dengan membaca berbagai referensi (seperti buku, jurnal) membaca hasil-hasil penelitian sebelumnya yang sejenis, dan konsultasi pada orang yang dipandang ahli.

ix

(10)

1. Pengadaan instrumen yang baik adalah, a.       Perencanaan

b.      Penulisan butir soal c.       Penyuntingan

2.      Pemilihan instrumen yang sesuai dengan metodenya.

a.       Instrumen untuk metode tes adalah tes atau soal tes

b.      Instrumen untuk metode angket atau kuesioner adalah angket atau kuesioner

c.       Instrumen untuk metode observasi adalah chek list

d.      Instrumen untuk metode dokumentasi adalah pedoman observasi atau dapat juga check list.

3.      Waktu pemilihan metode

a.       Angket, digunakan bila responden jumlahnya besar dapat membaca dengan baik, dan dapat menggungkapkan hal-hal yang sifatnya rahasia.

b.      Observasi, digunakan apabila objek penelitia bersifat perilaku manusia, proses kerja, gejala alam, responden kecil

c.    Wawancara, digunakan bila ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam serta jumlah responden sedikit

d.      Gabungan ketiganya, digunakan bila ingin mendapatkan dat yang lengkap, akurat dan konsisten.

D. Validitas dan Reliabilitas Instrument

Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Meteran yang valid dapat digunakan untuk mengukur panjang dengan teliti, karena meteran memang alat untuk mengukur panjang. Meteran tersebut menjadi tidak valid jika digunakan untuk mengukur berat. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.

Dengan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan reliabel.

x

(11)

Instrumen yang reliabel belum tentu valid. Reliabilitas instrumen merupakan syarat untuk pengujian validitas instrumen. Oleh karena itu walaupun instrumen yang valid umumnya pasti reliabel, tetapi pengujian reliabilitas instrumen perlu dilakukan.

Pada dasarnya terdapat dua macam instrumen, yaitu instrumen yang berbentuk test untuk mengukur prestasi belajar dan instrumen yang non-test untuk mengukur sikap.

Instrumen yang valid harus mempunyai validitas internal dan eksternal.

Instrumen yang mempunyai validitas eksternal bila kriteria didalam instrumen disusun berdasarkan fakta-fakta empiris yang telah ada. Kalau validitas internal instrumen dikembangkan menurut teori yang relevan.

Penelitian yang mempunyai validitas internal, bila data yang dihasilkan merupakan fungsi dari rancangan dan instrumen yang digunakan. Instrumen tentang kepemimpinan akan menghasilkan data tentang kepemimpinan, bukan motivasi. Penelitian yang mempunyai validitas eksternal bila, hasil penelitian dapat diterapkan pada sampel yang lain, atau hasil penelitian itu dapat digeneralisasikan.

 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1.      Pengujian Validitas Instrumen

a.       Pengujian Validitas Konstruksi (construct validity) b.      Pengujian validitas isi (Content validity)

c.       Pengujian validitas eksternal 2.      Pengujian reliabilitas Instrumen

a.       Test-retest b.      Ekuivalen c.       Gabungan

d.      Internal Consistency.

xi

(12)

E. Skala Pengukuran

Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif.

Sebagai contoh, misalnya timbangan emas sebagai instrumen untuk mengukur panjang dibuat dengan skala mm, dan akan menghasilkan data kuantitatif panjang dengan satuan mm.

Dengan skala pengukuran ini, maka nilai variabel yang diukur dengan instrument tertentu dapat dinyatakan dalam bentuk angka, sehingga akan lebih akurat, efisien daan komunikatif. Misalnya berate mas 19 gram, berat besi 100 kg, suhu badan orang yang sehat 37 derajat celcius, IQ seseorang 150. Selanjutnya dalam pengukuran sikap, sikap sekelompok orang akan diketahui termasuk gradasi mana dari suatu skala sikap. Macam-macam skala pengukuran dapat berupa: skala nominal, skala ordinal, skala interval dan skala rasio, dari skala pengukuran itu akan diperoleh data nominal, ordinal, interval dn ratio.

F. Macam – Macam Skala Pengukuran

Beberapa skala sikap yang dapat digunakan untuk penelitian Administrasi, Pendidikan dan Sosial antara lain adalah:

1.      Skala Likert 2.      Skala Guttman 3.      Rating Scale

4.      Semantic Deferential 1. Skala likert

Skala Likert digunakan untuk mengatur sikap, pendapat, dan persepsi seorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut variabel penelitian .

Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indicator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pernyataan.

xii

(13)

2. Skala Guttman

Skala pengukuran dengn tipe ini. Akan didapat jawaban yang tegas, yaitu “ya- tidak”; “benar-salah” ; “pernah-tidak pernah”; “positif-negaatif” dan lain-lain. Data yang diperoleh dapat berupa interval atau rasio dikotomi (dua alternative). Jadi kalau pada skala likert terdapat 3, 4, 5, 6, 7 interval, dari kata “sangat setuju” sampai “sangat tidak setuju”, maka pada skal guttman hanya ada skala interval yaitu “setuju” atau

“tidak setuju”. Penelitian menggunakan skala guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang dinyatakan.

3. Skala defferensial

Skala pengukuran yang berbentuk semantic differensial dikembangkan oleh Osgood. Skala ini juga digunakan untuk mengukur sikap, hanya saja bentuknya tidak pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum yang jawaban “sangat positifnya” terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang “sangat negative” terletak dibagian kiri garis, atau sebaliknya. Data yang diperoleh adalah data interval, dan biasanya skala ini digunakan untuk mengukur sikap/karakteristiktertentu yang dipunyai oleh seseorang.

4. Rating Scale

Dari ketiga skala pengukuran seperti yang telah dikemukakan, data yang diperoleh semuanya adalah data kualitatif yang kemudian dikuantitatifkan. Tetapi dengan rating-scale data mentah yang diperoleh berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif.

Responden menjawab, senang atau tidak senang, setuju atau tidak setuju, pernah atau tidak pernah adalah merupakan data kualitatif. Dalam skala model rating scale, responden tidak akan menjawab salah satu dari jawaban kualitatif yang telah disediakan, tetapi menjawab salah satu jawaban kuantitatif yang telah disediakan.

Oleh karena itu rating scale ini lebih fleksibel, tidak terbatas untuk pengukuran sikap saja tetapiuntuk mengukur persepsi responden terhadap fenomena lainnya, seperti skala untuk mengukur status sosial ekonomi, kelembagaan, pengetahuan, kemampuan, proses kegiatan dan lain-lain.

xiii

(14)

G. Analisis Data

Data ialah bahan mentah yang perlu di olah sehingga menghasilkan informasi atau keterangan, baik kualitatif maupun kuantitatif yang menunjukkan fakta.

Sementara perolehan data seyogyanya relevan, artinya data yang ada hubungannya langsung dengan masalah penelitian.

Analysis is process of resolving data into its constituent component to reveal its characteristic elements and structure. Analisa data berasal dari gabungan dari dua buah kata yaitu “analisis” dan “data”. Analisis merupakan evaluasi dari sebuah situasi dari sebuah permasalahan yang dibahas, termasuk didalamnya peninjauan dari berbagai aspek dan sudut pandang, sehingga tidak jarang ditemui permasalah besar dapat dibagi menjadi komponen yang lebih kecil sehingga dapat diteliti dan ditangani lebih mudah, sedangkan data adalah fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar- gambar, kata-kata, angka-angka atau huruf-huruf yang menunjukkan suatu ide, obyek, kondisi atau situasi dan lain-lain.

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain.

Menurut Lexy Y. Moleong menjelaskan bahwa analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikanya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar.

Analisis data sebagai proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis. Jika dikaji, pada dasarnya definisi pertama lebih menitikberatkan pengorganisasian data sedangkan yang ke dua lebih menekankan maksud dan tujuan analisis data. Dengan demikian definisi tersebut dapat disintesiskan bahwa analisis data merupakan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian

xiv

(15)

dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan oleh data.

H. Jenis – Jenis Analisis Data

Analisis dalam penelitian merupakan bagian dalam proses penelitian yang sangat penting, karena dengan analisa inilah data yang ada akan nampak manfaatnya terutama dalam memecahkan masalah penelitian dan mencapai tujuan akhir penelitian.

Data yang belum dianalisis masih merupakan data mentah. Dalam kegiatan penelitian, data mentah akan memberi arti, bila dianalisis dan ditafsirkan.

Dalam rangka analisis dan interpretasi data, perlu dipahami tentang keberadaan data itu sendiri. Secara garis besar, keberadaan data dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu :

Data bermuatan kualitatif disebut juga dengan data lunak. Data semacam ini diperoleh melalui penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, atau penilaian kualitatif. Keberadaan data bermuatan kualitatif adalah catatan lapangan yang berupa catatan atau rekaman kata-kata, kalimat, atau paragraf yang diperoleh dari wawancara menggunakan pertanyaan terbuka, observasi partisipatoris, atau pemaknaan peneliti terhadap dokumen atau peninggalan. Untuk memperoleh arti dari data semacam ini melalui interpretasi data, digunakan teknik analisis data kualitatif.

1. Data bermuatan kualitatif

Data bermuatan kualitatif disebut juga dengan data lunak. Data semacam ini diperoleh melalui penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, atau penilaian kualitatif. Keberadaan data bermuatan kualitatif adalah catatan lapangan yang berupa catatan atau rekaman kata-kata, kalimat, atau paragraf yang diperoleh dari wawancara menggunakan pertanyaan terbuka, observasi partisipatoris, atau pemaknaan peneliti terhadap dokumen atau peninggalan. Untuk memperoleh arti

xv

(16)

dari data semacam ini melalui interpretasi data, digunakan teknik analisis data kualitatif.

2. Data bermuatan kuantitatif

Keberadaan data bermuatan kuantitatif adalah angka-angka (kuantitas), baik diperoleh dari jumlah suatu penggabungan ataupun pengukuran. Data bermuatan kuantitatif yang diperoleh dari jumlah suatu penggabungan selalu menggunakan bilangan cacah. Contoh data seperti ini adalah angka-angka hasil sensus, angka- angka hasil tabulasi terhadapjawaban terhadap angket atau wawancara terstruktur.

Adapun data bermuatan kuantitatif hasil pengukuran adalah skor-skor yang diperoleh melalui pengukuran, seperti skor tes prestasi belajar, skor skala motivasi, skor timbangan, dan semacamnya.

I. Teknik Analisis Data Kuantitatif Dan Kualitatif 1. Teknik kualitatif

Menurut Sukardi (2003), ada beberapa langkah yang perlu dilalui agar proses analisis menjadi lebih terarah, yakni skoring, tabulasi, mendeskripsikan data, dan melakukan uji statistika.

a.    Skoring

Skoring adalah pemberian nilai pada setiap jawaban yang dikumpulkan peneliti dari instrumen yang telah disebarkan. Setiap item pertanyaan  yang dimunculkan pada instrumen dikuantifikasikan dalam bentuk angka. Misalnya, pada saat angket disebarkan aternatif jawaban yang diberikan  masih berupa kualitatif, maka pada tahap ini harus dikuantifikasikan. Pada tahap ini peneliti memberikan nilai atau bobot pada setiap alternatif jawaban.

Contoh alternatif jawaban pada angket.

  Selalu      : 3   Belum tentu    : 2 Tidak       : 1

xvi

(17)

b.    Tabulasi

Setelah tahap skoring, hasilnya ditransfer dalam bentuk yang lebih ringkas dan mudah dilihat. Mencatat skor secara sistematis akan memudahkan pengamatan data yang diperoleh. Apabila analisis data membandingkan dua kelompok, maka data ditempatkan dalam kolom yang berbeda. Dengan menggunakan prinsip tabulasi ini, seorang peneliti akan dapat menentukan arah selanjutnya teknik analisis apa yang diperlukan, tergantung pada tujuan analisis data yang hendak dicapai.

2. Teknik Analisis data Kualitatif

Berbeda halnya dengan analisis data kualitatif. Data yang diperoleh dari berbagai sumber dalam penelitian kualitatif dapat menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi) dan dilakukan secara terus- menerus sampai datanya jenuh (dapat disimpulkan). Pengamatan yang terus- menerus menghasilkan variasi data yang tinggi. Oleh karena itu sering mengalami kesulitan dalam proses menganalisanya. Analisis data kualitatif adalah bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh selanjutnya dikembangkan pola hubungan tertentu atau menjadi hipotesis. Berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskan maka selanjutnya mencari data lagi secara terus- menerus agar dapat digeneralisasikan apakah hipotesis diterima atau ditolak berdasarkan data valid yang telah terkumpul. Ketika hipotesis diterima berdasarkan data yang terkumpul maka hipotesis dapat berkembang menjadi teori. Menurut Sugiyono (2010) analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan  sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan dan setelah selesai di lapangan.

1.  Analisis Sebelum di Lapangan

Penelitian kualitatif telah melakukan analisis data sebelum peneliti memasuki lapangan. Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan yang akan digu nakan untuk menentukan fokus penelitian. Fokus penelitian ini masih bersifat sementara dan berkembang setelah memasuki dan selama di lapangan.

2. Analisis Selama di Lapangan dan Setelah Selesai di Lapangan

xvii

(18)

Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneiti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu sihingga dipeoleh data yang dianggap kredibel. Miles and Huberman (dalam, Sugiyono 2010), mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Analisis data dilakukan melalui 3 tahap, yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan Conclusion Drawing / Verification.

a) Data Reduction (Reduksi Data)

Reduksi data berarti merangkum, memilih hal yang pokok, memfokuskan pada hal yang penting, dicari pola dan temanya. Misalkan pada bidang pendidikan, setelah peneliti memasuki setting sekolah sebagai tempat penelitian, maka dalam meraduksi data peneliti akan memfokuskan pada murid yang memiliki kecerdasan tinggi dengan mengkatagorikan pada aspek gaya belajar, perilaku social, interalsi dengan keluarga dan lingkungan.

b) Data Display (penyajian data)

Data display berarti mendisplay data yaitu menyajikan data dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar katagori, dsb. Menyajikan data yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah bersifat naratif. Ini dimaksudkan untuk memahami apa yangterjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang dipahami.

c)  Conclusion Drawing / Verification

Langkah terakhir dari model ini adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan dalam penelitian mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal namun juga tidak, karena masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan berkembang setelah peneliti ada di lapangan. Kesimpulan penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum ada yang berupa deskripsi atau

xviii

(19)

gambaran yang sebelumnya belum jelas menjadi jelas dapat berupa hubungan kausal / interaktif dan hipotesis / teori.

3.      Analisis data selama di lapangan model Spradley

Menurut Spradley, proses penelitian kualitatif setelah memasuki lapangan, dimulai dengan menetapkan seseorang informan kunci “key informant” yang merupakan informan yang berwibawa dan dipercaya mampu “membukakan pintu” kepada peneliti untuk memasuki obyek penelitian. Setelah itu peneliti melakukan wawancara kepada informan tersebut, dan mencatat hasil wawancara.

Selanjutnya, perhatian peneliti pada obyek penelitian dan memulai mengajukan pertanyaan deskriptif, dilanjutkan dengan analisis terhadap hasil wawancara.

Berdasarkan hasil dari analisis wawancara selanjutnya peneliti melakukan analisis domain. Pada langkah selanjutnya peneliti sudah menentukan fokus, dan melakukan analisis taksonomi. Berdasarkan hasil analisis taksonomi, selanjutnya peneliti mengajukan pertanyaan kontras, yang dilanjutkan dengan analisis komponensial. Hasil dari analisis komponensial, selanjutnya peneliti menemukan tema-tema budaya. Berdasarkan temuan tersebut, selanjutnya peneliti menuliskan laporan penelitian etnografi.

Jadi proses penelitian berangkat dari yang luas, kemudian memfokus, dan meluas lagi. Terdapat tahapan analisis data yang dilakukan dalam penelitian kualitatif, yaitu analisis domain, taksonomi, dan komponensial, analisis tema kultur

xix

(20)

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dalam proses penelitian, tentu saja hal yang paling penting adalah apa yang diteliti. Maka ketika kita ingin mengumpulkan data dari apa yang kitateliti maka disinilah peran Skala Pengukuran dan instrumen penelitian.Ketika peneliti sudah mengetahui apa tujuan dari penelitiannya dan apayang ia teliti maka yang harus diperhatikan adalah bagaimana memilihmetode dan instrumen dalam penelitian yang ia lakukan.

Analisis data merupakan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan oleh data. Dalam rangka analisis dan interpretasi data, perlu dipahami tentang keberadaan data itu sendiri.

Secara garis besar, keberadaan data dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu : data bermuatan kualitatif dan data bermuatan kuantitatif

Teknik analisis data ada dua, yaitu teknik analisis data kuantitatif dan teknik analisis data kualitatif yaitu teknik analisis data kuantitatif dengan menggunakan statistik, meliputi statistik deskriptif dan inferensial. Statistik inferensial meliputi statistik parametris dan non parametris. Teknik analisis data kualitatif dilakukan dari sebelum penelitian, selama penelitian, dan sesudah penelitian yang meliputi analisis sebelum di lapangan, teknik analisis selama di lapangan model Miles dan Huberman dan teknik analisis data menurut Spradley. Dan terdapat pula langkah – langkah yang perlu dilalui agar proses analisis menjadi lebih terarah, yakni skoring, tabulasi, mendeskripsikan data, dan melakukan uji statistika.

xx

(21)

B. SARAN

Demikian makalah ini dibuat, semoga bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi pemakalah pada khususnya. Pemakalah menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, maka dari itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan guna kesempurnaan makalah selanjutnya.

xxi

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Effendi, Sofian. Singarimbun, Masri, 1989, Metodologi Penelitian Survai, LP3ES, Jakarta

Nana syaodih, Metode Penelitian Pendidikan,(Bandung: Remaja Rosdakarya Sugiyono, 2012, Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan

R&D, ALFABETA, Bandung

Sugiyono, 2007, Metodologi Penelitian Administrasi, ALFABETA, Bandung Zainal Arifin, Penelitian Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011

xxii

Referensi

Dokumen terkait

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara

“Proses mencari dan menyusun secara sistesmatis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori,

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara

Analisis data adalah proses mencari data dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara

3.1.4 Teknik Analisis Data Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara