MAKALAH
“Algae, protozoa dan virus”
Dosen Pengampu : Apt. Putu Maharani Ajeng Astiti, S. Farm., M,Sc
Disusun Oleh : Sulastri G 301 23 062
PRODI S1 KIMIA
JURUSAN KIMIA BIOLOGI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS TADULAKO
2024
PEMBAHASAN 1. Algae
1.1 Pengertian Alga
Alga adalah protista yang bersifat fotoautotrof yang dapat membuat makanannya sendiri dengan cara fotositentis Ganggang Alga memiliki kloroplas dengan mengandung klorofil atau plastida yang berisi pigmen fotosintetik lainnya Ganggang (Alga) dapat dengan mudah ditemukan di air tawar maupun air laut. Ada yang hidup dengan menempel di suatu tempat atau melayang-layang di air.
Ganggang (Alga) merupakan protista murip tumbuhan. Ganggang menimbulkan air sawah, air kolam, air danau, atau akuarium tampak berwarna hijau. Namun, masyarakat menyangka bahwa ganggang adalah lumut Padahal ganggang berbeda dengan lumut. Lumut tidak terendam di air, sedangkan ganggang hidup dalam air Jika di pegang, lumut akan terasa seperti beludru dan lebih kering, sedangkan ganggang akan terasa basah, licin atau berlendir. Di laut, ganggang mudah ditemukan, dan biasanya terdampar di pantai, berbentuk menyerupai tumbuhan yang berwarna-warni (hijau, kuning, merah atau cokelat) Biasanya orang awam menyebutnya dengan rumput laut.
1.2 Ciri-ciri Alga
alga memiliki karakteristik/ciri-ciri umum antara lain sebagai berikut:
• Organisme eukariotik
• Bersifat fotoautotrof (berfotosintetis)
• Mempunyai klorofil dan pigmen fotosintetik lainnya,
• Mempunyai pirenond
• Menyimpan cadangan makanan
• Bersifat uniseluler/multiseluler
• Memiliki dinding sel/tidak
• Soliter/berkoloni
• Bergerak/tidak bergerak
• Bereproduksi secara aseksual yaitu membelah dırı/fragmentasi /spora vegetatif, dan seksual yaitu konjugasi/singami/anisogami
• Metagenesis atau tidak
• Hidup dengan bebas atau bersumbiosis dengan jamur membentuk lichen
• Tubuh Ganggang (Alga) tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun Tubuh berupa talus, sehingga termasuk dalam golongan thalophyta
• Habitat di perairan baik di air tawar maupun di air laut, tempat lembab Menempel di bebatuan (epilitık), tanah/ lumpur/ pasir (epipalik), menempel pada tumbuhan sebagai (epdik), dan menempel tubuh hewan (epizoik)
1.3 Klasifikasi Ganggang (Alga) Beserta Ciri-Cirinya
Ganggang (Alga) diklasifikasikan berdasarkan pigmen dominan, vang dibedakan menjadi enam filum antara lain sebagai berikut:
• Euglenoid (Euglenophyta) (Alga Hijau Terang)
Euglenoid berasal dari bahasa Yunanı dari kata eu yang berarti sejan, dan gleen yang beraztu mata Euglenoid adalah ganggang (alga) useluler dengan bastık mata yang berwarna merah (stıgına), dan tidak berdinding sel, memiliki flagela, dan dapat bergerak aktif seperti hewan, tetapi berklorofil dan berfotosintetis seperti tumbuhan. Saat ini teridentifikası terdapat sekitar 1.000 spesies Euglenoid salah satu speises yang terkenal Euglenoid adalah euglena viridis Dengan menggunakan mikroskop cahaya, Euglena vırıdıs tampak berwarna hijau. Klorofil tersimpan dalam kloroplas yang berbentuk oval.
Ciri-Ciri Euglenoid
• Bersifat uniseluler
• Memiliki bıntık mata yang berwarna merah (stigma),
• Tidak berdinding sel,
• Mempunyai flagela,
• Dapat bergerak aktif (motul) mirip dengan hewan
• Memiliki klorofil a, b, dan berfotositentis mirip tumbuhan serta pigmen karoten
• Habitat di air tawar, seperti au kolam, danau, sawah dan banyak di parit-parit peternakan yang mengandung kotoran hewan
• Bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner membujur
• Pembelahan sel terjadi dalam keadaan tertentu
1.4 Chrysophyta (Ganggang Alga Keemasan atan Ganggang Pirang) Chrysophyta berasal dari bahasa Yunanı dari kata Chrysos vang berarti emas Chrysophyta (ganggang keemasan alga keemasan) adalah ganggang yang memiliki pigmen dominan derivat yang berupa santofil (kuning), dan pigmen laumya yaitu klorofil a e, dan fukosantin (cokelat) Chrysophyta bersifat unseluler solter, unseluler kolona, dan juga mulnseluler Ada Chrysophyta yang memiliki flagela, dan ada juga tidak memiliki flagela, Chrysophyta dengan berdindung sel mengandung hemiselulosa, pektin, atau silika. Chrysophyta menyumpan cadangan makanan dalam bentuk karbohidrat atau lemak Habitatnya di air tawar dan au laut. Chrysophyta hidup sebagai organisme fotoautotrof Namun sebagian spesies ada mampu menyerap senyawa organik terlarut (miksotrofik) atau menelan parukel makanan dan bakteri dengan menjulurkan pseudopodianya.
Ciri-Ciri Chrysophyta (Ganggang/Alga Keemasan)
Berpigmen dominan derivat karoten berupa xantofil (kuning) dan pigmen dengan klorofil a, c dan fukosantin (cokelat).
• Bersifat uniseluler soliter, uniseluler kolom, dan multiseluler
• Berflagela dan tidak berflagela
• Berdinding sel dan mengandung hemiselulosa pektin, atau silika
• Menyimpan cadangan makanan bentuk karbohidrat atau lemak
• Habitat di air tawar dan air laut
• Hidup sebagai organmane fotoautotrof dan sebagian menyerap senyawa orgatuk terlaruk (miksotrofik)
• Kloroplas berukuran kecil dan berbentuk cakram atau lembaran
Klasifikasi Chrysophyta
Chrysophyta dikelompokkan dalam tiga kelas yaitu Xanthophyceae, Chrysophyceae, dan Bacilloriophyceae antara lain sebagai berikut.
a. Xanthophyceae
Xanthophyceae berwarna hijau kekuningan karena mempunya pigmen klorofil dan xantofil Tubuhnya multiseluler, berbentuk filamen bercabang, dan senostik (sel memiliki banyak inth) Xanthophyceae bereproduksi secara vegetatif maupun generatif Reproduksi secara vegetatif terjadi dengan membentuk zoospora yang akan tumbuh menjadi filamen baru Sedangkan reproduksusecara generatif adalah membentu anteridium dengan menghasilkan spermatozoid dan oogonum yang menghasilkan ovum. Jika terjadi fertilisasi, akan dihasilkan zigospora selanjutnya tumbuh menjadi filamen baru. Contohnya Vaucheria.
b. Chrysophyceae
Chrysophyceae berwama cokelat keemasan mengandung pigmen klorofil dan karoten. Cadangan makanan disumpan dengan bentuk karbohidrat dan minyak. Tubuhnya terdiri dari saru sel dan hidup secara soliter koloni Contohnya ganggang Syamura yang hidup berkolom, sedangkan Mischococcus dan Ocharomonas hidup secara soliter. Sel tubuhnya berbentuk mirip dengan bola dan berflagela.
c. Bacillariophyceae (Diautomae atau diatom)
Bacillariophucene berasal dari bahasa Yunanı dari kata bacillus yang artinya batang kecil sedangkan ploykoz adalah alga Bacıllariophuceae adalah ganggang uniseluler, berwarna kuning kecokelatan, dan mempunyai dinding sel unik mirip gelas darı campuran bahan organık dan silika.
1.5 Pyrrophyta (Dinoflagellata atau Ganggang Api)
Pyrrophyta berasal dari bahasa Yunanı darı kata pyrrhoz yang artinya api atau ganggang api Pyrrophyta adalah alga uuseluler yang
menyebabkan air laut tampak bercahaya (berpendat) di malam han karena sel-selnya mengandung fosfor Pyrrophyta disebut juga dengan Dinoflagellata yang berasal dari kata Yunani dari kata dinos yang berarti berputar dan flagel yang berarti cambuk, karena memiliki flagela Kecepatan dari pertumbuhan popolagı Pyrtophyta (ganggang api) dipengarulu oleh suhu, kadar garam dan nutrisi, serta kedalaman ait laut Di musim tertentu, terjadi perputaran arus dari bawah laut yang menumbulkan terangkataya nutrisi dari dasar laut ke permukaan. Hal ini menyebabkan populan Ganggang api (Pynophyta) melimpah (blooming) dan timbul pasang merah (red tide) di laut.
Ciri-Ciri Pyrrophyta (Ganggang Api)
• Bersafar uniseluler
• Sel-sel yang mengandung fosfor
• Kecepatan pertumbuhan dipengaruhi oleli suhu, kadar garam, dan nutrisi serta kedalaman air Laut
• Tubuh primitif yang uzuumnya berbentuk ovoid tapi asimietri
• Memiliki dua flagela, satu terletak di lekukan longitudinal dekat tubuh bagian tengah yang disebut dengan sulcus dan memanjang ke bagian posterior. Sedangkan yang satunya ke arah transversial yang ditempatkan dalam suatu lekukan (cingulum) melingkari tubuh atau bentuk spiral di beberapa belakang
• Cadangan makanan berupa amium dalam sitoplasma
• Pada umumnya dinding sel mengandung selulosa 1.6 Chlorophyta (Ganggang/Alga Hijau)
Chlorophyta berasal dari bahasa Yunanı dari kata Chlores yaitu hijau. Chlorophyta (Ganggang hijau) adalah ganggang yang berwarna hijau dengan pagaven dorminan klorofil a dan klovofil b, serta pagmen tambahan karoten (kuning kemerahan) dan santofil (kuning) Klorofil b adalah jems klorofil yang terdapat di numbuhan dan tidak danulkı oleh ganggang Laun, kecuali Chlorophyta dan Euglenophyta. Chlorophyta memuliks dinding sel dan seluloxa Cadangan makanannya disimpan dalam bentuk anılum, maya, dan protein.
Ciri-Ciri Chlorophyta (Ganggang/Alga Hijau)
• Berwarna hijau karena memilda pigmen dominan klorofil a dan klorofil b serta pigmen tambahan karoten (kuning kemerahan) dan samofil (kuning)
• Bersifat unuseluler atau berkelons dan multiseluler
• Chlorophyta Uniseluler merahlı flagela yang bergerak aktif
• Chlorophyta multiseluler berbentuk benang lembaran atau arpertu nambuhan tingkat tinggi
• Bereproduku secara seksual atau seksual Secara sekanal dengan membelah dirt menghasilkan zoospora, den fragmentas,
sedangkan reproduksi secara seksual adalah dengan kojugasi dan peleburan gamet jantan dengan gammet betina
• Umumnya hidup secara fotoautotrof di air tawar
• Sebagian jenis hidup di laut sebagai fitoplankton
• Hidup di tanah yang lembab, salju, tembok basa atau menempel di tubuh tumbuhan atau hewan
• Hidup bersimbiosis mutualisme dengan organisme eukariotik 1.7 Phacophyta (Ganggang/Alga Cokelat)
Phacophyta berasal dan bahasa Yunanı yarma dari kata phnos yang berarti cokelat Pharophyta adalah jenis ganggang yang hidup di laut, berwarna cokelat karena mengandung pugsmen dominan fukosantın (cokelat) yang menutup pigmen lainnya, yaitu klorofil a klorofile, dan xantofil Phaeophyta menyimpan cadangan makanan berupa minyak lamiania Diunding selnya mengandung pektin dan asam algınat Phaophyta merupakan ganggang multiselules dengan bentuk benang atau talus vang murip tumbuhan tingkat tinggi Mereka melekat di banian dengan bantuan holdfast atua mengapung karena memiliki alat pelampung yang terdapat dekat blade.
Ciri Ciri Phacophyta (Ganggang Cokelat/Alga Cokelat)
• Ukuran talus mikroskopis sampai ke makroskopis.
• Berbentuk tegak, bercabang atau filamen tidak bercabang
• Mempunyai kloroplas Tunggal. Kloroplas berbentuk lempengan diskoid (calram) dan ada juga yang berbentuk benang
• Mempunya prenond dalam kloroplas Puenoid adalah sempat menyimpan cadangan makanan
• Lapisan dalam dinding sel tersusun darı lapisan selulosa, sedangkan lapisan luar Jari gumi Bagian antara dalam dinding sel dan bagian luar sel terdapat algin (asam algınat)
• Memiliki jaringan transportasi air dan zat makanan analog dengan jaringan transportasi tumbuhan darat
1.8 Rhodophyta (Ganggang Merah/Alga Merah)
Rhodophyta berasal dari bahasa Yunani dari kata rhodos yang berarti merah. Rhodophyta adalah ganggang berwarna merah dengan pagmen dominan fikobilin yang terdiri dari fikoeritrin (merah) dan fikosianin ((biru), serta pigmen lain yaitu klorofil a, klorofil d, dan karoten Pigme fikoerritrin dan fikosianin membantu ganggang hidup di perairan dalam bentuk menangkap glombang cahaya mataharı yang tidak mampu ditangkap oleh klorofil Rhodophyta hidup di laut yang berwarna merah kehitaman Rhodophyta yang hidup di laut dengan kedalaman sedang berwarna merah cerah Sedangkan Rhodophyta hidup laut dangkal berwarna merah kehijauan karena fikoentrin yang menutupi klorofil berjumlah lebih sedikit.
Ciri-Ciri Rhodophyta (Ganggang Merah/Alga Merah)
• Umumnya bersifat multiseluler,
• Berbenuk benang atau lembaran
• Memiliki dinding sel yang mengandung selulosa dan pektin dan ada juga yang mengandung zat kapur (kalsium karbonat), seperti Corralina
• Menyimpan cadangan makanan dalam bentuk tepung florid (bahan agar-agar)
• Reproduksi secara aseksual yaitu dengan fragmentasi dan pembentukan aplanospora (spora diam) yang tidak berflagela.
Sedangkan reproduksi seksual adalah pembuahan sel telur oleh spermatium di dalam karpogonim
1.9 Reproduksi Ganggang/Alga
Ganggang (Alga) bereproduksi terdiri atas dua cara yakni seksual dan aseksual. Reproduksi secara aseksual melalui pembelahan sel, fragmentası, dan pembentukan zoospora. Sedangkan secara seksual melalui isogamı dan oogami antara lain sebagai berikut.
a. Reproduksi Aseksual
Reproduksi aseksual terjadi dengan pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak yang masing-masing mejadi individu baru Umumnya reproduksi dengan sel terjadi pada alga bersel tunggal. Alga berbentuk koloni tanpa filamen atau yang berbentuk filamen umumnya bereproduksi secara fragmentası. Fragmentasi adalah terpecah pecah kolon dengan beberapa bagian.
Selain dengan pembelahan sel dan fragmentası, ganggang (alga) juga bereproduksi dengan pembentukan zoospora. Zoospora adalah sel tunggal yang diselubungi oleh selaput dan bergerak atau berenang bebas dengan menggunakan satu atau lebih flagela. Setiap zoospora merupakan calon individu baru.
b. Reproduksi Seksual
Reproduksi secara seksual melibatkan peleburan dua gamet untuk membentuk zigot dan tumbuh menjadi individu baru Terdapat dua tipe reproduksi seksual yaitu dengan sogami dan oogami.
Tipe isogami, gamet jantan dan gamet betina akan berukuran sama besar yang umumnya dapat bergerak. Jika zigot hasil dari peleburan gamet betina dengan jantan dengan mengalami dormansı maka disebut dengan zigeupora.
Sedangkan untuk trpe oogami, ukuran gamer jantan berbedan dengan ukuran gamet betina. Gamet betina atau telur berukuran besar dan tidak dapat bergerak, sedangkan pada gamet jantan berukuran kecil dan mampu bergerak Jika zigot yang terbentuk tidak berkecambah namun mengalami dormansı, maka hal ini disebut dengan oospora.
1.10 Peranan Ganggang/Alga
Ganggang/alga yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia antara lain sebagai berikut.
• Ganggang (alga) hijau merupakan sumber dari fitoplanton yang difungsikan sebagai pakan ikan dan hewan air lainnya
• Ganggang (alga) cokelat (Macrocrytis pyrifera) mengandung yodrum dengan mengandung Na, P, N dan Ca yang dimanfaatkan sebagai suplemen untuk hewan ternak.
Mengandung asam algınat, sebagai pengental produk makanan, industri, dan alat-alat kecantikan (Laminaria, Macrocytus, Acophylum, dan Fucus).
• Ganggang (alga) merah dimanfaatkan untuk makanan suplemen kesehatan (Porphyra), sumber makanan (Rhodymenia Palmata), pembuatan agar (Gellidium), dan penghasil karagenan (pengental es krim)
• Dinding sel diatom mengandung zat kresik pada ganggang keemasan yang berguna untuk industrı, misalnya bahan penggosok, penyaring, bahansa isolası, dan industri kaca.
2. Protozoa
2.1 Pengertian protozoa
Protozoa secara umum dapat di jelaskan bahwa protoza adalah berasal dari bahasa yunanı, yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan. Jadi, protozoa adalah hewan pertama Pengertian protozoa adalah organisme seluler yang bersifat eukariotik dengan tidak memilıkı dınding sel dan heterotrof serta dapat bergerak (motil).
2.2 Bentuk protozoa
Biasanya berkisar 10-50 µm, tetapi dapat tumbuh sampai 1 mm, dan mudah dilihat di bawah mikroskop. Mereka bergerak di sekitar dengan cambuk seperti ekor disebut flagela. Mereka sebelumnya jatuh di bawah keluarga protista. Lebih dari 30,000 jenis telah ditemukan Protozoa terdapat di seluruh lingkungan berair dan tanah, menduduki berbagai tingkat trophic Tubuh protozoa amat sederhana, yaitu terdiri dari satu sel tunggal (unisel) Namun, Protozoa merupakan system yang serba bisa. Semua tugas tubuh dapat dilakukan oleh satu sel saja tanpa mengalami tumpang tindih Ukuaran tubuhnya antaran 3-1000 mikron Bentuk tubuh macam-macam ada yang seperti bola, bulat memanjang, atau seperti sandal bahkan ada yang bentuknya tidak menentu. Juga ada memiliki fligel atau bersilia.
2.3 Habitat protozoa
Protozoa ludup di air atau setidaknya di tempat yang basah. Mereka umumnya ludup bebas dan terdapat di lautan, lingkungan air tawar, atau daratan Beberapa spesies bersifat parasitik, hidup pada organisme inang, Inang protozoa yang bersifat parasit dapat berupa organisme sederhana seperti algae, sampai vertebrata yang kompleks, termasuk manusia.
Beberapa spesies dapat tumbuh di dalam tanah atau pada permukaan tumbuh-tumbuhan. Semua protozoa memerlukan kelembaban yang tinggi pada habitat apapun. Beberapa jenis protozoa laut merupakan bagian darı zooplankton Protozoa laut yang lain hidup di dasar laut.
Spesies yang ludup di air tawar dapat berada di danau, sungai, kolam, atau genangan air Ada pula protozoa yang tidak bersifat parasıt yang hidup di dalam usus termit atau di dalam rumen hewan ruminansia Beberapa protozoa berbahaya bagi manusia karena mereka dapat menyebabkan penyakit serius Protozoa yang lain membantu karena mereka memakan bakteri berbahaya dan menjadi makanan untuk ikan dan hewan lainnya.
2.4 Perbedaan Protozoa Dengan Prokariotik, Algae, Jamur, Dan Jamur Berlendir
Kadang-kadang kurang jelas perbedaan antara protozoa dan algae, sebagiam besar protozoa hanya bısa dı amatı melalui mikroskop.
Protozoa di bedakan dengan prokariotik karena ukuranya yang lebih besar, dan selnya eukariotik. Protozoa dı bedakan dari algae karena tidak berklorofil, dibedakan darı jamur karena dapat bergerak aktif dan tidak berdinding sel, serta di bedakan dari jamur lendir karena tidak dapat membentuk badan buah.
2.5 Alat Gerak Protozoa
Protozoa dapat bergerak dengan menggunakan alat geraknya, yaitu pseudopodia (kakı semu), silia (rambut getar), atau flagela (bulu cambuk). Dalam kajian evolusi, Protozoa diduga merupakan cıkal bakal organisme hewan yang sangat kompleks. Protozoa terdiri dari sekitar 65 ribu jenis yang sudah dikenali.
2.6 Ciri-Ciri Protozoa (Protista Mirip Hewan)
Protozoa merupakan organisme yang menyerupai hewan yang merupakan salah satu darı filum darı kingdom protista. Ciri-Ciri Protozoa (Protista Mirip Hewan) adalah sebagai berikut.
• Organisme uniseluler (bersel satu)
• Bersifat eukarnotık (memılıkı ıntı sel yang terbungkus oleh membran)
• Bersifat eukarnotik (memiliki inti sel yang terbungkus oleh membran)
• Heterotrof (umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri)
• Tidak memılıkı dinding sel
• Hidup dengan sendırı (soliter) atau berkelompok (koloni)
• Hidup bebas secara parasit, bebas, dan sporofit
• Memiliki alat gerak yang berupa sılıa, flagela dan pseudopodia
• Memiliki ukuran tubuh sekitar 100-300 mikron
2.7 Klasifikasi Protozoa (Protista Mirip Hewan)
Protozoa diklasifikası berdasarkan alat geraknya yang terdapat empat filum Protozoa Macam-Macam Klasifikasi Protozoa adalah sebagai berikut.
• Ciliata (Ciliophora/Infusoria), jenis protozoa yang bergerak dengan menggunakan silia (rambut getar). Contoh protozoa jenis Ciliata adalah Paramecium sp
• Rhizopoda (Sarcodina), jenis protozoa yang bergerak dengan pseudopodia (kaki semu) Contoh protozoa jenis Rhizopoda adalah Amoeba sp
• Sporozoa (Apicomplexa), jems protozoa yang tidak memiliki alat gerak Contoh protozoa jenis Sporozoa adalah Plasmodium sp.
• Flagellata (Mastigopliora), jenis protozoa yang bergerak dengan flagela (bulu cambuk). Contoh jenis flagellata adalah Trypanosoma sp
2.8 Reproduksi Protozoa (Protista Mirip Hewan)
Protozoa dapat bereproduksi secara aseksual (tak kawin) dan secara seksual (kawın). Berikut penjelasan reproduksi secara aseksual dan seksual antara lam sebagai berikut.
▪ Reproduksi Secara Aseksual: secara aseksual pada umumnya dengan melakukan pembelahan biner Dari satu sel menjadi dua sel, darı dua sel menjadi empat sel, dan seterusnya. Pembelahan biner diawali pada pembelahan intı atau kariokinesis, dan kemudian dukuti dengan pembelahan sitoplasma (sitokinesis).
▪ Reproduksi Secara Seksual: secara seksual adalah dengan cara penyatuan gamet yang berbeda jenis sehingga dapat menghasilkan zigot atau secara konjugast (penyatuan inti vegetatif sel). Namun, ada juga Protozoa yang tidak melakukan reproduksi secara seksual, seperti Amoeba sp.
3. Virus
3.1 Morfologi dan klasivikasi virus
Virus berasal dari bahasa Yunani venom yang berarti racun.
Penemuan virus dimulai pada tahun 1882 dengan adanya penyakit yang menimbulkan bintik-bintik kekuningan pada daun tembakau. Kemudian berlanjut sampai tahun 1935, seorang yang bernama Wedell Stanley seorang ilmuan Amerika berhasil mengkristalkan makhluk yang menyerang tembakau tersebut. Yang kemudian makhluk tersebut dinamakan TMV (Tobacco Mosaic Virus).
Virus merupakan organism peralihan, Sampai saat ini, status virus masih diperdebatkan statusnya apakah ia termasuk makhluk hidup atau benda mati. Virus dianggap benda mati karena virus dapat dikristalkan, sedangkan virus dikatakan benda hidup karena virus dapat memperbanyak diri (replikasi) dalam tubuh inang. Virus merupakan
salah satu jenis mikroorganisme parasit. Di luar inangnya, virus terdiri atas partikel partikel yang mempunyai ciri ciri tersendiri. Pada umumnya, partikel itu sangat kecil sekitar 20-300 milimikron (lebih kecil daripada bakteri), dan hanya memiliki satu macam asam nukleat.
Virus umumnya semacam kristal dengan bentuk bervariasi (Waluyo. 2006).
3.2 Ciri-ciri Virus
• Berukuran ultra mikroskopi
• Parasit sejati/parasit obligat
• Berbentuk oval, bulat, batang, huruf T. kumparan
• Kapsid tersusun dari protein yang berisi DNA atau RNA
• Dapat dikristalkan
• Aktivitasnya harus di sel makhluk hidup
• Tidak dapat bergerak atau melakukan aktivitas metabolisme sendiri
• Reproduksinya hanya memerlukan asam nukleat saja 3.3 Klasifikasi virus
Nama famili virus ditandai dengan akhiran viridae. Anggota famili merupakan virus yang mempunyai sifat umum sama dan tidak banyak berubah. Anggota famili tertentu mempunyai morfologi virion, struktur dan replikasi genom khas. Hal ini menunjukkan kemungkinan filogenitas yang sama. Dari berbagai famili, emPat famili, yaitu herpesviridae, poxviridae, papova viridae dan retroviridae dibagi lagi atas subfamili. Nama subfamili diberi akhiran virinae.
Nama genus virus ditandai dengan akhiran virus. Anggota genus merupakan spesies yang mempunyai sifat serupa. Kriteria penggolongan spesies dalam genus tertentu masih belum seragam dan bervariasi tergantung familinya. Kriteria yang dipakai dapat berupa sıfat fisikokimia dan/atau serologi.
Pengelompokan virus atas spesies merupakan hal yang masih diperdebatkan. Ada yang menganggap bahwa spesies merupakan kumpulan galur dengan sifat tertentu yang berbeda dari kumpulan galur lain. Sifat yang dipakai sebagai kriteria penentuan spesies dapat berupa sifat fisikokimia, sifat serologik ataupun sifat biologik lain. Penamaan virus tidak mengikuti penamaan binomial seperti pada penamaan bakteri. Dengan kata lain tidak mengikuti penamaan Linnaeus. Untuk kepentingan formal, huruf pertama dari familı, subfamili dan genus harus huruf besar dan nama lengkap ditulis dengan huruf miring atau digaris bawahi. Aturan tersebut boleh tidak dipakai pada pemakaian informal.
Lwoff, Horne dan Tournier merupakan ahli yang berjasa dalam pengembangan taksonomi virus. Mereka mengajukan beberapa kriteria sebagai berikut: Dengan lebih majunya pengetahuan tentang bagai dasar penggolongan virus, virus, banyak kriteria tambahan yang dipakai.
Kriteria tersebut adalah. Secara ringkas kriteria tersebut dapat dilihat L.
Jenis asam nukleat, RNA atau DNA Simetri kapsıd Saat ini telah lebih dari enam puluh satu famili. Ada-tidaknya selubung virus dindentifikasi.
Dua puluh satu di antaranya. Banyaknya kapsomer untuk virus ikosahe- mempunyai anggota yang mampu menyerang dral atau diameter nukleokapsid untuk virus manusia dan binatang Famili yang penting dapat helikondal. Virus digolongkan dua bagian, yaitu virus bergenom RNA dan virus bergenom DNA Selain itu masih terdapat sekelompok virus yang belum dapat diklasifikasikan dan sering disebut sebagai unclassified virus. Dikelompokkan sebagai unclassified virus karena banyak sıfat biologiknya belum diketahui dan sifat-sifatnya yang telah dindentifikasi belum memungkinkan virus tersebut dimasukkan ke dalam golongan yang sudah ada.